Dendy. Imron, dan Yopi/Barakuda 45 4 . , 1-11 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. KARAKTERISTIK WORKING AREA DI ATAS KAPAL MINI PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI LARANGAN KABUPATEN TEGAL Muhammad Dendy Alamul Huda. Mohammad Imron2*). Yopi Novita. 1,2,3 Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Jl. Agathis. Kampus IPB Dramaga. Bogor. Jawa Barat Indonesia Korespondensi: mohammadim@apps. Diterima: 21 Februari 2022. Disetujui: 18 April 2022 ABSTRACT Kapal mini purse seine merupakan kapal yang dominan beroperasi di Kabupaten Tegal dan jumlahnya cenderung mengalami kenaikan. Kapal mini purse seine di p Larangan terdiri atas 44 kapal berukuran <10 GT dan 37 kapal berukuran Ou10 GT. Aktivitas kerja di kapal mini purse seine berukuran <10 GT membutuhkan 10 orang ABK dan 15-20 orang ABK untuk kapal berukuran Ou10 GT. Kecelakaan kerja di atas dek kapal memiliki tingkat kecelakaan yang tinggi dan sangat berkaitan dengan luasan area kerja di atas kapal. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi aktivitas dan kebutuhan area kerja di atas kapal dengan mengidentifikasi luasan area kerja terpakai serta merumuskan kecukupan area kerja untuk aktivitas penangkapan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel 2 untuk kapal <10 GT dan 3 untuk kapal Ou10 GT. Pengolahan data menggunakan perhitungan matematik. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan working area pada kedua kelompok kapal mini purse seine pada saat kondisi setting masih jauh dari nilai yang cukup. Hal tersebut karena saat setting semua ABK berkumpul pada area yang sama yakni berada pada sisi kiri kapal, sehingga akan meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Kata Kunci: area kerja, dimensi utama, kapal, mini purse seine , p Larangan ABSTRACT Mini purse seiner are the dominant vessels were operating in Tegal Regency and the number of these vessels have been increasing. These vessels at Larangan fishing port consist of 44 vessels of <10 GT and 37 vessels of Ou10 GT. Working activities on vessels <10 GT requiring 10 crew members, while vessels of Ou10 GT needs 15-20 crew members. Work accidents above the deck of the vessels have a high accident rate and are closely related to the value of theworking area. This research was intended with the aim of identifying activities and working area needs on the vessel by identifying the area of the used working area and formulating the adequacy of the work area for fishing activities. The sampling technique using a accidental sampling method with total sample is two to vessels <10 GT and three to vessels Ou10 GT . The data processing using mathematical calculations. Data analysis used descriptive analysis metode. The results of this study showed that the value of working area of vessels when setting conditions still far from sufficient area value. This conditions occurred because all crew gather in the same area when setting steps was conducted. The area mentioned which is on the left side of the ship when lowering the fishing gear, this will certainly increase the risk of work accidents. Keywords: Larangan fishing port, main dimention, purse seiner, vessel, working area Dendy. Imron, dan Yopi/Barakuda 45 4 . , 1-11 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. berkaitan dengan ketersediaan luasan area kerja di atas dek kapal yang kurang PENDAHULUAN Kapal mini purse seine merupakan memadai (Sasmita et al. , 2. salah satu jenis kapal yang banyak Kecelakaan kerja yang sering terjadi beroperasi di Kabupaten Tegal. Selama adalah sering terjadinya ABK yang periode 2015-2019, jumlah kapal mini tergelincir karena lantai dek yang licin dan cenderung mengalami juga terjatuh karena tersandung oleh kenaikan (Imron et al. , 2. Pelabuhan muatan seperti tali atau jaring dari alat Perikanan Pantai . Larangan Terjadinya hal tersebut diduga merupakan salah satu pelabuhan perikanan karena area kerja di atas dek kapal masih yang ada di Kabupaten Tegal. Jumlah belum cukup untuk mengakomodir kapal yang tercatat di p Larangan kebutuhan kerja nelayan saat aktivitas berjumlah 139 unit kapal, dengan total Dikarenakan belum adanya kapal mini purse seine sebanyak 49 unit. standar terkait kebutuhan area kerja yang Kapal mini purse seine di p Larangan berkaitan antara dimensi kapal dengan alat terdiri atas 30 kapal berukuran <10 GT dan tangkap yang dioperasikan, kajian terkait 19 kapal berukuran Ou10 GT. Operasi karakteristik working area pada kapal mini penangkapan di p Larangan umumnya purse seine yang ada di p Larangan ini dilaksanakan dengan sistem one day dilakukan untuk mengetahui seberapa Kapal berangkat menuju fishing besar luasan working area yang terdapat di ground sampai kembali lagi ke fishing base atas dek kapal serta merumuskan masih dalam hari yang sama atau tidak kecukupan area kerja yang ada di atas lebih dari 24 jam. kapal mini purse seine yang beroperasi di Aktivitas kerja di kapal mini purse p Larangan. Apabila hasil dari kajian ini seine berukuran <10 GT membutuhkan 10 menunjukkan luasan working area yang orang ABK, sedangkan untuk kapal terdapat di atas dek kapal sudah memadai, berukuran Ou10 GT membutuhkan 15-20 maka dapat disimpulkan bahwa kapal orang ABK. Menurut Fyson . , cukup aman untuk keberlangsungan aktivitas kerja di atas dek kapal dibagi aktivitas di atas dek kapal. Akan tetapi, menjadi 5 area kerja, yaitu dek haluan, apabila dinilai belum memadai maka perlu buritan, samping, ruang kemudi, dan ruang menjadi perhatian terutama dari pemilik kerja utama. Area kerja atau working area kapal terkait apa yang menyebabkan hal adalah area kerja fisik tempat dilakukannya tersebut terjadi, serta perlu dilakukan Luasan area kerja sangat tindak lanjut untuk masalah tersebut agar bervariasi, tergantung pada alat dan tidak menimbulkan permasalahan lain metode penangkapan yang digunakan. Luasan area kerja di atas dek kapal harus mencukupi sesuai kebutuhan ABK. Hal ini METODE PENELITIAN dikarenakan berkaitan dengan keselamatan kerja di atas kapal (Tandipuang et al. Penelitian dan pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Februari-Maret Kegiatan di atas dek kapal memiliki 2021 di Pelabuhan Perikanan Pantai . Larangan. Tegal. Jawa Tengah. Subjek penelitian yang digunakan adalah kapal terbesar dengan persentase sebesar 69% mini purse seine yang berjumlah 49 unit (Mcguinness et al. , 2. Nilai ini Berdasarkan data di p Larangan, merupakan nilai terbesar jika dibandingkan kapal mini purse seine yang ada di p area kerja lainnya yang ada di atas kapal Larangan berukuran antara 3 -23 GT. seperti di ruang mesin yang hanya 3%. Kapal mini purse seine kemudian Kecelakaan kerja di atas dek kapal sangat dikelompokkan ke dalam 2 kelompok Dendy. Imron, dan Yopi/Barakuda 45 4 . , 1-11 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. ukuran yakni ukuran <10 GT dan ukuran Atb = Luas tutupan bangunan di atas Ou10 GT. Kapal ukuran <10 GT meiliki dek . rentang 3-9 GT, lalu kapal ukuran Ou10 GT Atm= Luas tutupan muatan di atas dek memiliki rentang 10-23 GT. Teknik . pengambilan sampel dilakukan dengan C Luas area bebas . menggunakan teknik accidental sampling. Aab=AadOeAtd. Accidental sampling adalah penentuan . sampel berdasarkan kebetulan, yakni siapa saja yang dengan secara kebetulan ditemui Aad = Luas area dek . dan dianggap cocok sebagai sumber data Atd = Luas area tutupan dek . (Sugiyono 2. Kapal yang dipilih C Luas working area ABK . sebagai sampel merupakan kapal mini AABK=Aab/ABK. purse seine yang ber-home base di p Larangan yang setiap harinya mendaratkan ikan di tempat pelelangan ikan (TPI) Aab = Luas area bebas . Jumlah sampel yang digunakan ABK = Jumlah ABK dalam adalah sebesar 10% dari populasi atau 3 pengoperasian alat penangkapan ikan unit kapal untuk kapal ukuran <10 GT dan . 2 unit kapal untuk kapal ukuran Ou10 GT. C Perhitungan luas working area Data yang dibutuhkan penelitian ini adalah jumlah dan posisi LAABK = Luas persegi panjang ABK yang ada di atas kapal, jenis dan posisi muatan serta bangunan di atas dek LAABK=pxl kapal, luas keseluruhan muatan dan LAABK=(LB (PL1 PL. )xL). bangunan di atas dek kapal, luas area dek kapal, luas area bebas dan area tertutup Data yang didapatkan kemudian yang ada di atas dek, serta nilai working dianalisis dengan cara deskriptif dan area dari tiap-tiap kapal. Data yang comparative-numeric. Metode tersebut dikumpulkan kemudian diolah sehingga digunakan untuk menggambarkan aktivitas bisa didapatkan gambaran mengenai di atas kapal yang berhubungan dengan aktivitas dan kebutuhan ruang kerja di atas jumlah dan posisi ABK serta posisi muatan kapal, luas working area yang ada di atas dan bangunan di atas kapal, mengobservasi kapal, serta luas working area ideal sesuai area dek kapal dan ukuran dimensi utama kebutuhan ABK saat tahapan setting dan kapal serta luasan working area, bangunan. Adapun rincian pengolahan data dan muatan yang ada di atas kapal untuk yang dilakukan akan diuraikan sebagai matematis dan dibandingkan nilai-nilai C Luas area dek . yang dihasilkan dari tiap sampel kapal. Aad= serta membandingkan luasan working area yang terpakai pada saat setting dan hauling . pada kapal mini purse seine dengan estimasi luasan working area efektif yang yi = Lebar ordinat ke-i pada dek . h = Jarak antar ordinat pada dek . HASIL DAN PEMBAHASAN C Luas area tutupan dek . ) Atd=OcAtb OcAtm. DESAIN KAPAL MINI PURSE SEINE UKURAN <10 GT DAN Ou10 GT Dimensi utama kapal Dendy. Imron, dan Yopi/Barakuda 45 4 . , 1-11 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. kapal mini purse seine ukuran Ou10 GT memiliki panjang (LOA) kapal sebesar 16,3817,37 m, lebar (B) kapal sebesar 5,44-5,46 m, dan tinggi (D) kapal sebesar 1,66-1,7 m. Dimensi utama kapal sampel tersaji pada Tabel Kapal mini purse seine yang ada di p Larangan pada tiap kelompok kapal memiliki dimensi utama yang dapat dikatakan Kelompok kapal kapal mini purse seine ukuran <10 GT memiliki panjang (LOA) kapal sebesar 11,5-11,7 m, lebar (B) kapal sebesar 3,34-3,9 m, dan tinggi (D) kapal sebesar 0,8-0,95 m. Kemudian untuk kelompok Tabel 1 Dimensi utama kapal sampel LOA Volume bangun-an atas . Dimensi Utama . Nama Kapal Kapal mini purse seine <10 GT Sri Rahayu 11,63 10,50 3,86 0,95 0,70 Sandrina 11,70 10,50 3,90 0,90 0,66 Melati 11,50 10,00 3,34 0,80 0,60 Kapal mini purse seine Ou10 GT Putri Kembar Jaya 17,37 15,35 5,44 1,15 49,07 Sami Jaya Baru 16,38 14,70 5,46 1,66 1,20 45,36 Kapal mini purse seine yang ada di p Larangan umumnya dibuat oleh pengrajin yang sama sehingga memiliki dimensi utama yang seragam dalam setiap kelompok kapal. Kapal dibuat dengan cara tradisional dan hanya berdasarkan pengalaman. Untuk menilai kelayakan sebuah kapal tentu dibutuhkan sebuah parameter. Parameter yang dapat digunakan untuk menilai kualitas sebuah kapal adalah rasio dimensi utama (Susanto et al. Nilai rasio dimensi utama pada kapal sampel dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2 Rasio dimensi utama kapal Nilai Acuan Kelompok Kapal Encircling Gear (Iskandar dan Pujiati 1. Jenis Kapal Param Kapal mini purse seine <10 GT Kapal mini purse seine Ou10 GT L/B 3,00-3,01 3,00-3,19 2,60Ae9,30 L/D 12,24-13,00 8,44-9,14 4,55Ae17,45 B/D 4,06-4,33 3,2-3,29 0,56Ae5,00 Rasio dimensi utama kapal digunakan sebagai salah satu parameter untuk mengetahui karakteristik teknis dan mengidentifikasi unjuk kerja kapal. Rasio dimensi utama yang dimaksud adalah perbandingan L/B. L/D. B/D. Rasio dimensi utama kapal adalah salah satu parameter yang digunakan sebagai acuan pembuatan kapal. Rasio dimensi utama (L/B. L/D, dan B/D) ini sangat mempengaruhi stabilitas, kekuatan, dan kecepatan kapal (Istiqomah et al. , 2. Nilai L/B dipakai untuk menganalisis tahanan gerak dan kecepatan kapal. Nilai L/B yang rendah akan berakibat pada tahanan gerak yang besar. Hal itu akan membuat kemampuan kecepatan kapal menurun namun kemampuan olah gerak dan kestabilan kapal akan meningkat (Palembang et al. Nilai L/B kapal mini purse seine ukuran <10 GT dan Ou10 Dendy. Imron, dan Yopi/Barakuda 45 4 . , 1-11 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. GT masih berada dalam kisaran nilai acuan L/B untuk kelompok kapal encircling gear yang ditegaskan oleh Iskandar dan Pujiati . , namun nilainya tergolong mendekati batas bawah. Hal ini menunjukkan tahanan gerak pada kedua kelompok kapal cukup besar sehingga menyebabkan dampak negatif pada kecepatan kapal. Nilai L/D dipakai untuk menganalisis kekuatan memanjang kapal. Semakin besar nilai L/D, maka kekuatan memanjang kapal semakin lemah (Palembang et al. Nilai L/D yang kecil menggambarkan kekuatan memanjang kapal yang lebih baik. Nilai L/D yang didapatkan masih dalam kisaran nilai acuan L/D untuk kelompok kapal encircling gear yang ditegaskan oleh Iskandar dan Pujiati . Akan tetapi, kapal mini purse seine ukuran Ou10 GT dapat dikatakan memiliki kekuatan memanjang yang lebih baik dibandingkan dengan kapal ukuran <10 GT. Hal ini disebabkan karena nilai D pada kapal mini purse seine ukuran Ou10 GT cukup besar. Karena semakin besar nilai D, maka kekuatan memanjang kapal akan semakin baik (Susanto et al. , 2. Nilai B/D dipakai untuk menganalisis stabilitas dan kemampuan mendorong kapal. Nilai B/D yang besar menunjukkan stabilitas kapal semakin baik (Ayodhyoa 1. Nilai B/D yang didapatkan masih berada dalam kisaran nilai acuan B/D kapal encircling gear yang ditegaskan oleh Iskandar dan Pujiati . Nilai B/D kelompok kapal mini purse seine ukuran <10 GT memiliki nilai yang lebih besar jika dibandingkan dengan kelompok kapal mini purse seine ukuran Ou10 GT. Hal ini dikarenakan nilai D pada kapal Ou10 GT besar. Hasil nilai ini mengartikan bahwa kapal mini purse seine <10 GT memiliki stabilitas yang lebih baik namun kemampuan mendorong kapalnya tidak lebih baik. didasari oleh waktu penangkapan yang lebih lama yakni dimulai pada sore hari hingga pagi hari di hari selanjutnya atau sekitar 12-13 jam. Selain digunakan sebagai ruang kemudi dan ruang akomodasi nelayan, bangunan atas ini juga memiliki fungsi sebagai tempat untuk melindungi mesin kapal dan mesin generator Bentuk bangunan atas pada kapal purse seine berukuran Ou10 GT disajikan pada Gambar 1 . Tempat kemudi nahkoda . Bangunan atas pada kapal Gambar 1 Bentuk bangunan atas pada kapal purse seine ukuran Ou10 Bentuk linggi haluan Bentuk linggi haluan berkaitan dengan Bagian haluan akan menerima terjangan gelombang yang lebih besar jika dibandingkan dengan bagian kapal lainnya. Berdasarkan pengamatan, bentuk linggi haluan kapal mini purse seine berukuran <10 GT maupun Ou10 GT memiliki bentuk linggi haluan yang sama yaitu bentuk linggi haluan miring atau raked bow. Hal ini sesuai dengan hasil kajian Bangun et al. , . yang menyebutkan bahwa secara umum bentuk linggi haluan kapal ikan di Indonesia didominasi oleh bentuk raked bow. Bentuk linggi haluan kapal purse seine berukuran <10 Bangunan atas kapal Kapal mini purse seine ukuran <10 GT umumnya tidak memiliki bangunan atas. Waktu penangkapan yang hanya berlangsung mulai dari pagi hingga siang hari, yakni sekitar mempersiapkan bambu yang sudah terpasang terpal yang tergantung di area midship kapal sebagai pelindung area dek kapal. Sedangkan, pada kapal mini purse seine ukuran Ou10 GT umumnya memiliki bangunan atas. Hal ini Dendy. Imron, dan Yopi/Barakuda 45 4 . , 1-11 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. GT maupun Ou10 GT disajikan pada Gambar 2 . Bentuk kasko round bottom memiliki tahanan kakso yang kecil, sehingga sangat cocok untuk kapal mini purse seine yang membutuhkan kecepatan tinggi pada setiap aktivitas penangkapan. Bentuk kasko round bottom yang sangat mendukung kebutuhan olah gerak sangat cocok untuk kapal mini purse seine yang termasuk dalam golongan encircling gear (Fyson 1. Kasko dengan bentuk U bottom memiliki stabilitas yang paling tinggi jika dibandingkan dengan bentuk kasko lainnya. Akan tetapi, dari kemampuan olah geraknya lebih rendah. Adapun alasan mengapa kasko U bottom dipilih untuk kapal mini purse seine ukuran Ou10 GT adalah karena pada saat tahapan setting kapal ini akan menyalakan lampu dengan kondisi kapal terapung dan mesin kapal mati selama 2-3 jam sehingga dibutuhkan stabilitas kapal yang sangat baik dalam kondisi ini. Sama halnya dengan bentuk kasko secara melintang, bentuk kasko kapal mini purse seine ukuran <10 GT dan Ou10 GT secara membujur juga memiliki perbedaan. Untuk kapal mini purse seine <10 GT memiliki bentuk kasko yang meruncing pada bagian haluan dan buritan . ouble pointe. Adapun untuk kapal mini purse seine ukuran Ou10 GT memiliki bentuk kasko yang meruncing pada bagian haluan dan mendatar pada bagian buritan . Bentuk linggi haluan kapal mini purse seine <10 GT . Bentuk linggi haluan kapal mini purse seine Ou10 GT Gambar 2 Bentuk linggi Haluan kapal mini purse seine Bentuk linggi haluan racked bow (RB) memiliki pengelompokkan kemiringan haluan yakni linggi haluan dengan sudut kemiringan 45A(RBL). Berdasarkan Gambar 2 . dan 2 . , dapat dilihat bahwa kelompok kapal mini purse seine yang berukuran <10 GT memiliki sudut kemiringan linggi haluan sebesar 50,83A yang berarti tergolong ke dalam kelompok RBL. Sedangkan untuk kelompok kapal mini purse seine yang berukuran Ou10 GT memiliki sudut kemiringan linggi haluan sebesar 29,64A yang berarti tergolong ke dalam kelompok RBT. AREA KERJA DI ATAS KAPAL General arrangement General arrangement adalah gambaran terkait pengaturan dan posisi semua muatan dan ruangan yang ada di atas dek kapal (Fyson General arrangement . ancangan umu. menggambarkan bentuk desain dan tata letak muat yang ada di atas kapal (Azis et al. Penempatan ruangan dan muatan kapal sangat penting dalam mendukung tingkat Pembuatan arrangement dilakukan dengan menerapkan data tata letak dan posisi muatan yang ada di atas dek kapal sesuai hasil pengamatan. Kapal mini purse seine ukuran <10 GT dan Ou10 GT yang ada di p Larangan memiliki desain yang berbeda. Hal ini ditunjukkan dari gambar general arrangement kapal yang disajikan pada Gambar 3 . Bentuk kasko kapal Bentuk kasko kapal menentukan kapasitas muat kapal, stabilitas, olah gerak dan juga tahanan kapal (Novita et al. , 2. Bentuk kasko kapal adalah faktor terbesar yang mempengaruhi nilai tahanan kapal (Manopo et , 2. Bentuk kasko yang tidak sesuai akan berakibat pada efektifitas dan efisiensi aktivitas penangkapan yang kurang optimal (Dariansyah et al. , 2. Berdasarkan hasil kajian, bentuk kasko kapal mini purse seine secara melintang pada bagian midship kapal memiliki bentuk round bottom untuk kapal ukuran <10 GT dan bentuk U bottom untuk kapal ukuran Ou10 GT. Dendy. Imron, dan Yopi/Barakuda 45 4 . , 1-11 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. dari adanya area 2nd dek pada kapal ukuran Ou10 GT yang berada di area belakang midship, tepatnya pada bagian atap wheel Area ini digunakan sebagai tempat istirahat ABK dan tempat menyimpan alat bantu penangkapan. Jenis dan tata letak muatan Data jenis dan tata letak muatan pada area dek kapal mini purse seine ukuran <10 GT dan ukuran Ou10 GT diperoleh dari hasil observasi dan identifikasi muatan di atas kapal. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, didapatkan muatan yang ada pada kapal mini purse seine ukuran <10 GT dan ukuran Ou10 GT adalah bahan bakar minyak (BBM), perbekalan . ir bersih dan bahan makana. , dan juga alat penangkapan ikan (API). Alat tangkap mini purse seine diletakkan di sisi kiri dek kapal. Alat tangkap disimpan dengan cara dilipat kemudian ditumpuk. Konstruksi alat tangkap mini purse seine terdiri atas jaring badan, sayap, kantong, pelampung, pemberat, tali pelampung, tali pemberat, tali ris atas, tali ris bawah, cincin, dan tali kolor. Lalu untuk dimensi dari alat tangkap ini umumnya untuk panjang berkisar antara 400 m-500 m dan kedalaman atau tinggi jaring antara 30 m-50 m, tergantung pada ukuran kapal yang digunakan. Hal yang membedakan alat tangkap mini purse seine yang digunakan di p Larangan adalah dari bahan jaring yang digunakan. Jaring yang digunakan adalah waring yang memiliki ukuran mata jaring berukuran sekitar 0,5 inci atau berukuran <1 inci. Hal ini dikarenakan target hasil tangkapan dari alat tangkap ini adalah ikan teri. Jika mengacu pada Permen KP PER. 59/MEN/2020, ukuran mata jaring yang digunakan masih belum memenuhi ketentuan yang ada, dimana untuk ukuran mata jaring pukat cincin haruslah berukuran Ou1 inci. Desain dan konstruksi alat tangkap dapat dilihat pada Gambar 4. General arrangement kapal mini purse seine ukuran <10 GT . General arrangement kapal mini purse seine ukuran Ou10 GT Gambar 3 General arrangement kapal mini purse seine Pembagian ruangan pada kapal mini purse seine ukuran <10 GT dan ukuran Ou10 GT memiliki banyak Demikian penempatan muatan dan pemanfaatan palka ikan. Perbedaan desain terletak pada adanya wheel house atau ruang kemudi pada kapal ukuran Ou10 GT yang terletak di bagian buritan sebelah kiri, sedangkan pada kapal ukuran <10 GT tidak tersedia. Kemudian perbedaan desain juga terlihat Dendy. Imron, dan Yopi/Barakuda 45 4 . , 1-11 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. Muatan pada kedua kapal banyak diletakkan di area midship sampai buritan. Menurut Hind . , penempatan muatan di atas kapal sangat berpengaruh terhadap kualitas stabilitas suatu kapal. Pada penelitian ini tidak dilakukan uji stabilitas dari kapal. Jika mengacu pada nilai perbandingan B/D, kapal sudah memiliki nilai stabilitas yang cukup Akan tetapi masih tetap perlu dilakukan pengujian lebih terhadap stabilitas kapal untuk kapal bisa dikatakan layak laut. Kapal mini purse seine ukuran Ou10 Gambar 5 Working area tahapan setting kapal mini purse seine ukuran <10 GT dan ukuran Ou10 GT Gambar 5 memperlihatkan batasan working area pada kedua kapal memiliki Dalam tahapan setting pada area kiri kapal merupakan area kerja utama yang meliputi seluruh area tumpukan jaring hingga di atas ambang palka. Posisi ABK saat setting, adalah berdiri di atas tutup palka. Working Area Kapal dihubungkan dengan aktivitas kerja yang dinamis dan memiliki risiko yang tinggi. Kapal selalu dituntut memiliki desain dan kemampuan olah gerak yang baik sehingga dapat memberikan jaminan keselamatan bagi nelayan saat operasi penangkapan (Purwanto Karena itu, dek sebagai area kerja utama pada kegiatan penangkapan harus memiliki kelayakan desain serta memiliki luasan yang cukup. Berdasarkan posisi muatan dan ABK pada saat kegiatan penangkapan, didapatkan working area pada pengoperasian mini purse seine. Batasan working area pada kapal mini purse seine ukuran <10 GT dan ukuran Ou10 GT disajikan pada Gambar 5 dan Gambar 6. Kapal mini purse seine ukuran <10 Gambar 6 Working area tahapan hauling kapal mini purse seine ukuran <10 GT dan ukuran Ou10 GT . Kapal mini purse seine ukuran <10 Gambar 6 memperlihatkan batasan working area pada tahap hauling meliputi seluruh area di antara dek haluan dengan Dendy. Imron, dan Yopi/Barakuda 45 4 . , 1-11 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. area kemudi dan mesin. Berdasarkan S purse seine ukuran <10 GT dan ukuran batasan working area tersebut, dapat Ou10 GT. Ketersediaan working area dihitung ketersediaan working area pada tersebut tersajikan pada Tabel 3 dan Tabel masing-masing tahapan pengoperasian alat tangkap mini purse seine pada kapal mini Tabel 3 Luasan working area tahapan setting pada kapal Nama Kapal Luas dek A) Luas area A) Area A) Area A) Jumlah ABK Luas area kerja/ABK . A/oran. Kapal mini purse seine <10 GT Sri Rahayu 31,08 13,79 11,43 2,35 0,24 Sandrina 31,67 14,04 11,40 2,64 0,26 Melati 29,89 13,80 11,25 2,55 0,25 Kapal mini purse seine Ou10 GT Putri Kembar 72,53 22,13 Jaya Sami Jaya 72,49 27,13 Baru 18,15 3,97 0,26 22,26 4,87 0,32 Tabel 4 Luasan working area tahapan hauling pada kapal Nama Kapal Luas dek A) Luas area kerja . A) Area A) Area A) Jumlah ABK Luas area kerja/ABK . A) Kapal mini purse seine <10 GT Sri Rahayu 31,08 19,83 13,47 6,36 0,64 Sandrina 31,67 21,39 14,75 6,64 0,66 Melati 29,89 21,36 14,80 6,56 0,66 34,60 22,38 12,22 0,81 38,71 26,49 12,22 0,81 Kapal mini purse seine Ou10 GT Putri Kembar 72,53 Jaya Sami Jaya Baru 72,49 tahapan hauling memiliki luas working area/ABK sebesar 0,81 m2. Perkiraan luas working area yang dibutuhkan melalui estimasi rata-rata ukuran tubuh ABK saat menarik jaring yang memiliki lebar bahu sebesar 0,45 m, rentangan satu tangan sebesar 0,65 m dan panjang pangkal lengan sebesar 0,30 m serta rentangan tangan ke depan sebesar 0,55 m menghasilkan kebutuhan luas working area sebesar 0,770 m2/ABK . enggunakan persamaan . Nilai tersebut merupakan nilai minimal luas working area yang dibutuhkan oleh ABK saat melaksanakan kegiatan penangkapan. Dengan demikian, untuk kapal mini purse seine ukuran <10 GT dengan jumlah ABK 10 orang, luas working area yang dibutuhkan adalah sebesar Tabel 8 dan Tabel 9 menunjukkan nilai luas working area/ABK pada kedua kelompok kapal mini purse seine yang ada di p Larangan. Ketersediaan working area untuk setiap ABK dalam setiap tahapan penangkapan sangat ditentukan oleh luas area tutupan, area bebas, serta jumlah ABK yang beraktivitas di area tersebut. Pada tahapan setting, kapal mini purse seine ukuran <10 GT memiliki luas working area/ABK antara 0,24-0,26 m2 dan pada tahapan hauling memiliki luas working area/ABK antara 0,64 -0,66 m2. Kemudian untuk tahapan setting pada kapal mini purse seine ukuran Ou10 GT memiliki luas working area/ABK antara 0,26-0,32 m2 dan pada Dendy. Imron, dan Yopi/Barakuda 45 4 . , 1-11 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. 7,700 m2. Sedangkan untuk kapal mini purse SIMPULAN seine ukuran Ou10 GT Dengan demikian, untuk kapal mini purse seine ukuran <10 GT dengan jumlah ABK 15 orang, luas working area yang dibutuhkan adalah sebesar 11,550 m2. Luas working area ideal yang dibutuhkan oleh ABK di Indonesia pada situasi di lapangan adalah seluas 0,785 m2 (Tandipuang 2. Nilai tersebut didapatkan dengan menghitung ukuran lebar bahu dan panjang pangkal lengan saat kedua tangan dalam kondisi terentang. Jika mengacu pada kedua nilai tersebut, maka kondisi working area pada kelompok kapal mini purse seine ukuran <10 GT pada semua tahapan penangkapan dan kondisi working area pada kelompok kapal mini purse seine ukuran Ou10 GT pada saat tahapan setting masih belum mencapai nilai luas yang cukup. Ruang kerja yang sempit tentu akan menimbulkan potensi bersinggungan antar ABK semakin besar. Kondisi demikian dapat menghambat ABK meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Aktivitas kerja yang melibatkan lebih banyak ABK akan lebih berpotensi terjadi kecelakaan kerja. Hal ini tentu harus diperhatikan terutama pada kapal ukuran <10 GT yang memiliki luas working area/ABK pada tiap tahapan penangkapannya yang masih jauh dari nilai luas yang direkomendasikan. Hal ini menggambarkan bahwa resiko kecelakaan kerja di atas dek pada kelompok kapal <10 GT ini begitu besar. Maka dari itu, working area yang dimiliki oleh setiap ABK harus mencukupi agar meminimalisir kontak fisik antar ABK saat aktivitas penangkapan serta untuk memberikan kenyamanan pada aktivitas kerja (Sasmita et al. , 2. Besarnya working area yang diperlukan oleh tiap ABK dapat dijadikan sebagai pertimbangan pada tahap perencanaan general arrangement kapal. Working area pada kapal didominasi oleh alat tangkap mini purse seine yang diletakkan pada bagian sisi kiri kapal mulai dari dek haluan hingga dek buritan pada kapal ukuran <10 GT, sedangkan pada kapal ukuran Ou10 GT alat tangkap berada pada sisi kiri kapal mulai dari dek haluan hingga bagian depan wheelhouse. Menurut Wang et al. , . , working area yang didominasi oleh alat tangkap dan muatan lainnya dapat menyebabkan luasan working area yang semakin kecil sehingga berisiko menyebabkan kecelakaan kerja. Aktivitas kerja di atas kapal mini purse seine ukuran <10 GT dan ukuran Ou10 GT memiliki kesamaan, yakni dominan berada di sebelah kiri dek kapal. Hal ini dikarenakan adanya kesamaan pengoperasian alat tangkap. Hal yang membedakan adalah adanya alat bantu lampu pada kapal ukuran Ou10 GT karena Kapal mini purse seine ukuran <10 GT saat tahapan setting memiliki luas working area antara 13,79-14,04 m2 sedangkan pada kapal mini purse seine Ou10 GT memiliki luas working area antara 22,13-27,13 m2. Kemudian pada tahapan hauling, kapal mini purse seine ukuran <10 GT memiliki luas working area antara 19,83-21,39 m2, sedangkan pada kapal mini purse seine Ou10 GT memiliki luas working area antara 34,6038,71 m2. Besar area/ABK yang disarankan adalah 0,770 m2/ABK. Nilai ini belum tercukupi pada kapal mini purse seine ukuran <10 GT, baik pada saat tahapan setting maupun hauling. Kemudian untuk kapal mini purse seine ukuran Ou10 GT belum mencukupi pada saat tahapan Hal ini membuat resiko kecelakaan kerja pada kedua kapal, terutama ukuran <10 GT sangat besar. DAFTAR PUSTAKA