JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 149 - 161 BRANDING EVENT BUDAYA PERANG TOMAT DI DESA CIKIDANG MENJADI DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN MELALUI STRATEGI MEDIA KOMUNIKASI Acep Rahmat1. Evi Novianti2. Ute Lies Siti Khadijah3 Program Studi Magister Pariwisata Berkelanjutan Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran Dosen Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Email: acep20001@mail. Abstrak: Desa Cikidang terletak di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, dan memiliki landscape alam berupa pegunungan, hutan dan didukung adanya kebudayaan Perang Tomat yang menjadi keunikan Desa Cikidang, perkembangan zaman dan teknologi menjadi ancaman serius bagi kebudayaan tersebut. Maka perlu upaya peningkatan melalui branding dan pemasaran Event budaya Perang Tomat dengan menggunakan strategi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui branding Event pariwisata Perang Tomat menjadi destinasi wisata berkelanjutan melalui media komunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya implementasi kerja sama antara warga lokal dengan pemerintah daerah disertai branding melalui media komunikasi dan marketing communication yang berbasis pada community based tourism. Kata Kunci: Branding. Event Tourism. Media Komunikasi. Wisata Berkelanjutan. Perang Tomat Abstract: Cikidang village is located in sub distirict Lembang of west Bandung, and has a landscape the natural range of mountains, forests and support of the Perang Tomat culture that is unique to Cikidang village, the development of the age and technology to pose a serious threat to that culture, require an effort to enhance it through the branding and event of the Perang Tomat culture using the right strategy. The research methods used are qualitative methods, based on research, the implementatiob of cooperation between local citizen and the government has been obtained through the communication media, and marketing communication based on community based tourism. Keywords: Branding. Tourism Event. Communication media. Sustainable Tourism. Rempug Tomat PENDAHULUAN Lembang saat ini terus mengalami perkembangan khususnya dari sektor pariwisata yang menjadikan kawasan ini sebagai salah satu tujuan utama wisatawan domestik maupun mancanegera, selain jarak yang tidak jauh dari pusat kota Bandung juga ditunjang aksebilitas yang cukup mudah, karena dilalui oleh jalan raya provinsi, kawasan Lembang juga memiliki akomodasi yang cukup lengkap seperti hotel, rumah makan, transportasi umum. Beberapa destinasi wisata di Lembang juga telah dilengkapi oleh amenitas dan atraksi yang beragam, selain itu Lembang juga memiliki sumber daya Submitted: Desember 2020. Accepted: Januari 2021. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 149 - 161 alam yang sangat besar karena memiliki landscape pegunungan dan hutan yang masih tersebar luas. Hal tersebut menjadikan kawasan Lembang sebagai kawasan wisata yang cukup populer. Lembang merupakan salah satu kecamatan yang termasuk kedalam administrasi Kabupaten Bandung Barat, menurut BPS Jawa Barat . Kabupaten Bandung Barat (KBB) memiliki luas wilayah 305,77 kmA dengan tingkat kepadatan penduduk 1. 238 jiwa/kmA. Kecamatan yang memiliki luas yang paling besar adalah kecamatan Gunung Halu yaitu 160,7 km2 sedangkan luas kecamatan yang paling kecil adalah kecamatan Ngamprah yaitu 36 km2. Kecamatan Lembang memiliki luas wilayah 80,86 km2 yang meliputi 16 Desa (KBB BPS, 2. Gambar 1. Peta Desa Cikidang Sumber : Google Maps Wilayah yang cukup luas dengan jumlah Desa yang cukup banyak, kecamatan Lembang mampu menjadi kawasan utama wisata di Kabupaten Bandung Barat, industri pariwisata terus mengalami perkembangan dengan adanya beberapa jenis destinasi wisata diantaranya : wisata alternatif, wisata alam, wisata kuliner, wisata adventure, dan lain-lain. Namun dengan jumlah Desa yang cukup banyak di Kecamatan Lembang sampai tahun 2020 kawasan ini belum memiliki Desa Wisata baik seluruh Kabupaten Bandung Barat maupun di wilayah Lembang. Pada tahun 2021 salah satu Desa di Kecamatan Lembang yaitu Desa Cikidang mulai berbenah untuk menjadikan kawasannya sebagai Desa Wisata pertama di kawasan Lembang. Desa Cikidang memiliki luas wilayah 532,861 ha, yang terdiri dari 11 RW dan memiliki keberagaman sumber daya Alam diantaranya memiliki kawasan hutan lindung, perbukitan, dan lahan perkebunan yang cukup luas (BPMPD KBB, 2. Selain memiliki sumber daya alam yang melimpah, kawasan ini memiliki tradisi yang masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Cikidang, adapun menurut Widyastuti . bahwa Tradisi merupakan suatu kebiasaan masyarakat yang memiliki nilai sejarah dan sudah ada sejak lampau baik dibidang adat, bahasa, tata kemasyarakatan keyakinan dan sebagainya, maupun proses penyerahan atau penerusannya pada generasi berikutnya. Tradisi- tradisi ini akan membentuk suatu konsep yang dikenal dengan istilah kebudayaan, menurut Mattulanda . Kebudayaan merupakan hasil dari gabungan tradisi- tradisi dan memiliki tiga wujud, yaitu: wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai- nilai, norma-norma. Submitted: Desember 2020. Accepted: Januari 2021. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 149 - 161 peraturan . wujud kebudayaan sebagai sebagai kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat . wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia . Berdasarkan penjelasan diatas tradisi yang berkembang di Desa Cikidang yaitu Perang Tomat merupakan salah satu tradisi yang berasal dari ide gagasan dan norma masyarakat setempat yang dikemas menjadi suatu kearifan lokal dan memiliki nilai ekonomi yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat setempat. Menurut Abah Nanu (Budayawan dan pencetus Tradisi Perang Toma. bahwa AuTradisi Perang Tomat lahir dan berkembang karena berawal dari rasa kecewa masyarakat Desa Cikidang terhadap harga sayur khususnya tomat yang sangat murah, oleh karena itu masyarakat enggan untuk menjual karena pengeluaran dan pendapatan tidak sesuai dan menyebabkan masyarakat membiarkan tomat-tomat tersebut membusukAy. Pelaku seni dan budayawan turut memanfaatkan kondisi tersebut dengan memanfaatkan tomat busuk tersebut kedalam acara Ngaruwat Bumi (Hajat Bum. atau masyarakat pada umumnya menybeut hajat lembur yang merupakan tradisi rasa syukur akan hasil panen yang melimpah. Perang Tomat ini sekaligus menjadi symbol sebagai ritual buang sial untuk segala macam bentuk hal-hal buruk atau sifat yang tidak baik maupun buruk bagi masyarakat setempat terutama khususnya yang mengganggu hasil pertanian, yang diungkapakan dengan melempar tomat atau membuang tomat yang sudah busuk (Ghaniyah, 2. Menurut Abah Nanu menjelaskan Aubahwa dengan menggunakan tomat busuk merupakan simbol dan bentuk ekspresi masyarakat untuk membuang sial yang diekspresikan kedalam suatu ritualAy. Masyarakat Desa Cikidang termasuk dalam masyarakat yang masih menjunjung nilai-nilai budaya terbukti dengan adanya Upacara ngaruat bumi yang biasa dilakukan setiap bulan Muharam tepatnya 14 Muharam (Maulana, 2. Disisi lain tradisi ini di hadapkan dengan perkembangan teknologi dan perubahan zaman yang akan mengancam eksistensinya, oleh karena itu perlu adanya pemanfaatan dan pengembangan tradisi tersebut agar lebih dinamis, peneliti menyadari bahwa tradisi ini merupakan kebudayaan yang sudah melekat di masyarakat namun perlu diimbangi dengan kondisi zaman sehingga keberadaannya tetap Oleh karena itu tradisi Perang Tomat perlu dioptimalkan menjadi suatu daya tarik wisata (DTW) baru khususnya di kawasan wisata Lembang. Adapun jenis wisata yang tepat untuk tersebut adalah wisata budaya berkelanjutan sehingga tradisi tersebut akan berkembang tidak saja pada saat ini tetapi dimasa yang akan datang, sehingga tradisi Perang Tomat ini bisa menjadi salah satu potensi yang memiliki nilai ekonomis yang memberikan dampak posisitif terhadap masyarakat juga tetap mengutamakan nilai keberlanjutan yang menjamin kelestarian budaya tersebut. Potensi tradisi Perang Tomat ini akan mendorong pembangunan khususnya di Desa Cikidang Lembang, sesuai dengan program pemerintah Desa yaitu pembangunan berkelanjutan atau biasa di sebut dengan SDGs (Sustainable Development Goal. menurut Ishatono & Raharjo . bahwa Auuntuk Submitted: Desember 2020. Accepted: Januari 2021. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 149 - 161 menjaga keseimbangan tiga dimensi pembangunan tersebut, maka SDGs memiliki 5 pondasi utama yaitu manusia, planet, kesejahteraan, perdamaian, dan kemitraan yang ingin mencapai tiga tujuan mulia ditahun 2030 berupa mengakhiri kemiskinan, mencapai kesetaraan dan mengatasi perubahan iklimAy dari tiga tujuan utama tersebut dikembangkan menjadi 17 tujuan Global. Gambar 2. 17 Tujuan Global SDGs Sumber : United Nation Behubungan dengan SDGs dalam pariwisata, jika pariwisata hanya mengejar kepentingan ekonomi maka akan terjadi eksploitasi massal yang merusak lingkungan alam, sosial, budaya, dan Sesuai amanat dari UU nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan Pasal 4, penyelenggaraan kepariwisataan bukan hanya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, menghapus kemiskinan, dan mengatasi pengangguran, namun juga harus memperhatikan tujuan untuk melestarikan alam, lingkungan dan sumber daya, serta memajukan kebudayaan (Permenpar. Adanya ancaman terhadap lingkungan sebagai akibat eksploitasi dari pariwisata massal memunculkan keprihatinan beberapa badan dunia, peneliti, pencinta lingkungan, ahli-ahli bidang pariwisata dan beberapa negara. Kepedulian ini akhirnya memunculkan suatu gagasan baru yaitu pariwisata berkelanjutan . ustainable touris. , yang pertama kali dicetuskan oleh badanWorld Commission on Environment and Development (WCED) atau Komisi Dunia untuk Lingkungan dan Pembangunan yang dikenal sebagai Brundland Commission pada tahun 1987 (Arida, 2. Pembangunan berkelanjutan dapat didefinisikan sebagai suatu proses pembangunan dimana eksploitasi sumber daya, tujuan dari investasi, orientasi dari pengembangan teknologi, dan perubahan institusi dibuat secara konsisten dengan kebutuhan masa datang dan masa kini (Keeble, 1. Sustainable Tourism menjadi alternatif permasalah pariwisata global saat ini, karena menerapkan unsur keberlanjutan sehingga baik dalam pelaksanaan akan lebih memperhatikan dampak lingkungan yang akan dihasilkan dan mencari alternatif lain yang lebih ramah lingkungan, selain itu dampak dari adanya pariwisata berkelanjutan harus berpengaruh positif terhadap pembangunan khususnya ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, termasuk menjaga kelestarian tradisi dan budaya Menurut Arida . menjelaskan konsep pariwisata berkelanjutan atau Sustainable Tourism. "Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa Submitted: Desember 2020. Accepted: Januari 2021. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 149 - 161 mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri". Pernyataan yang telah dijelaskan tersebut bahwa Sustainable Development merupakan salah satu bagian dari pembangunan yang bersifat berkelanjutan dengan penuh mempertirnbangkan hari ini dengan tidak mengabaikan kemampuan para generasi yang akan datang. Hal tersebut demi memenuhi kebutuhannya dan berkelanjutan. Dalam arti lainnya, hal ini merupakan jenjang yang dapat bermanfaat dimasa kini dan juga dimasa yang akan datang. Pariwisata berkelanjutan menjadi fenomena terbaru saat ini, sehingga beberapa wilayah di Indonesia khsususnya di Destinasi wisata mulai mengenalkan konsep pariwisata yang ramah terhadap lingkungan (Sustainable Touris. salah satunya melalui pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan. Menurut Edwin . Desa wisata merupakan suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung lainnya yang disajikan menjadi suatu daya tarik wisata dan suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyati dengan tradisi yang masih berlaku. Kondisi saat ini teknologi memiliki peran penting dalam kemajuan suatu daerah dengan moderniasasi setiap element kehidupan, termasuk akan berdampak terhadap tradisi- tradisi dimasyarakat Oleh karena itu tradisi harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman yang semakin modern sehingga perlu adanya inovasi yang mampu mempertahankan eksistensi tradisi tersebut. Salah satunya adalah dengan pemanfaatan teknologi menjadi alat pemasaran dan branding Event budaya Perang Tomat, melalui media komunikasi dan, marketing communication yang berbasis pada community based tourism. METODE PENELITIAN Peneliti menggunakan suatu metode penelitian menurt Sugiyono . metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Selain itu Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, adapun pendekatan kualitatif ditujukan untuk memperoleh data yang mendalam dan secara utuh . Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati (Tanzeh, 2. Peneliti melakukan pengumpulan data primer dan sekunder, adapun data primer dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Menurut Stewart & Cash . AuWawancara adalah proses komunikasi interaksi antara dua pihak yang setidaknya satu diantara mereka memiliki tujuan serius yang telah ditetapkan dan melibatkan proses tanya jawab tentang sesuatu". Penentuan narasumber atau informan, peneliti menggunakan sampling purposive untuk menentukan informan sebagai sumber dari penelitian ini. Menurut (Creswell, 2. sampling purposive adalah memilih informan yang akan diteliti, karena dapat memberikan informasi secara spesifik kepada peneliti tentang pemahaman masalah. Adapun informan yang peneliti pilih adalah Abah Nanu selaku pencetus Event Perang Tomat dan sekaligus pelaku seni dan budayawan, informan berikutnya Hj. Effendi selaku sesepuh kp. Cikareumbi (Tokoh Masyaraka. Submitted: Desember 2020. Accepted: Januari 2021. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 149 - 161 Selain itu penulis juga menggunakan data sekunder, dalam pengumpulan data ini penulis menggunakan artikel jurnal, dan buku-buku yang memiliki relevansi dengan penelitian, penggunaan data sekunder ini bertujuan untuk melengkapi penelitian ini. Sehingga dengan menggunakan kedua sumber tersebut menjadikan penelitian ini menjadi lebih tervalidasi hasilnya. HASIL ANALISIS Lembang merupakan kawasan wisata di daerah Kabupaten Bandung Barat dan Jawa Barat, berdasarkan data kunjungan wisatawan di Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2019 sebanyak 144. Wisatawan Mancanegera dan 6. 654 Wisatawan domestik, adapun tujuan utama wisata yaitu Lembang yang mendominasi sekitar 79% jumlah wisatawan (Disbudpar, 2. , hal tersebut menjadikan Lembang memiliki keberagaman destinasi wisata, baik wisata buatan maupun wisata alam. Kemajuan teknologi terus menyebabkan perubahan dan gaya hidup masyarakatnya, begitu juga dengan industry pariwisata yang terus mengalami perkembangan dan tak sedikit pengelola destinasi wisata hanya mengutamakan segi ekonomi saja atau keuntungan tanpa memperhatikan keberlajutan bagi masyarakat itu sendiri, sehingga diperlukan suatu inovasi yang ramah terhadap lingkungan namun dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu saat ini ditengah pandemic Covid-19 ini menyebabkan berubahnya pola wisata yang beralih ke alam terbuka. Adapun sumber daya Alam yang dimiliki Lembang cukup besar sehingga potensi tersebut mampu di manfaatkan dengan optimal dan mengutamakan unsur keberlanjutan. Adapun destinasi wisata yang sedang berkembang saat ini adalah Desa Wisata, dimana setiap wilayah di Indonesia mulai bermunculan Desa- Desa wisata sebagai daya tarik dan sumber pendapatan daerah tersebut, menurut Andrianti & Lailam . Desa Wisata merupakan bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan kedalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tradisi yang telah berlaku atau biasa disebut dengan kearifan lokal. Hal yang paling utama dari sebuah Desa wisata ialah memanfaatkan potensi yang dimiliki setiap Desa dengan mengutamakan kearifan lokal dan memberdayakan masyarakat setempat tanpa menghilangkan tradisi dan budaya yang telah lama terbentuk, sehingga menjadi ciri khas yang dimiliki oleh Desa tersebut dan menjadi daya tarik bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Gambar 3. Perang Tomat Sumber : Dokumentasi Pribadi Submitted: Desember 2020. Accepted: Januari 2021. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 149 - 161 Peneliti telah melakukan analisis mengenai Desa Wisata yang ada di Lembang, salah satunya Desa Cikidang yang memiliki potensi besar selain memiliki sumber daya alam yang luas juga memiliki tradisi Perang Tomat yang menjadi kenuikan tersendiri dan mampu mengundang wisatawan untuk Masyarakat Desa Cikidang masih melaksanakan tradisi Ngaruwat Bumi. Menurut Rayadin . Ruwatan berasal dari kata AurawatAy atau AungarawatAy yang berarti mengumpulkan atau menjaga. Yang dimaksud mengumpulkan disini berarti mengumpulkan seluruh anggota masyarakat serta mengumpulkan hasil bumi. Serangkaian kegiatan pemeliharaan sumber daya air yang berkualitas, upacara yang berlangsung di sumber mata air dan sepanjang solokan, yaitu tahap persiapan sampai tahap inti, mencerminkan suatu tindakan pemeliharaan sumber daya air yang berkualitas (Ghaniyah, 2. Kegiatan tersebut menjadi bukti tanggung jawab masyarakat untuk memelihara sumber air sebagai sumber kehidupan secara kolektif. Ngaruwat Bumi atau hajat bumi dirancang dengan menyesuaikan kondisi dan perkembangan zaman sehingga akan ada perubahan dalam penyelenggaraan namun tidak menghilang esensi dari tradisi Dalam perkembangannya ngaruwat bumi di kombinasikan dengan tradisi Perang Tomat, yang memiliki makna sebagai membuang sial dari segala bentuk hal-hal buruk yang berkaitan dengan manusia dan juga terhadap penyakit tanaman. Gambar 4. Landscape Desa Cikidang Sumber : Dokumentasi Pribadi Ruwatan bumi juga mencerminkan masyarakat Desa sendiri. Karena Desa Cikidang tergolong Desa agraris sehingga didominasi oleh sektor pertanian, hal tersebut menyebabkan lahan di Desa Cikidang berbentuk perkebunan dan pertanian. Profesi masyarkat Desa Cikidang bersifat homogen 95% merupakan petani (BPMPD KBB, 2. Sehingga perlu pemanfaat sektor lain untuk meningkatkan pendapatan daerah tersebut salah satunya melalui sektor parwisata yang berkelanjutan, keberadaan tradisi Perang Tomat menjadi sumber kekayaan budaya yang juga memiliki nilai ekonomi bila di manfaatkan dengan tepat. Tradisi ini menjadi sumber daya pariwisata khususnya bagi Desa Cikidang sehingga diperlukan adanya peran serta antara masyarakat setempat dan pemerintah daerah. Peran masyarakat adalah pemegang dan pewaris adat budaya tradisional yang siap melestarikan dan pemerintah berperan dalam hal perlindungan dan pemeliharaan (Santyaningtyas, 2. Submitted: Desember 2020. Accepted: Januari 2021. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 149 - 161 Potensi yang dimiliki oleh Desa Cikidang tersebut perlu dikembangkan menjadi sebuah Event pariwisata dan menjadi daya tarik wisata baru di kawasan Lembang, sehingga diperlukan suatu Branding untuk memasarkan dan menjadi salah satu daya tarik di sektor pariwisata yang berasal dari Desa Cikidang, manurut Laksana . Branding adalah serangkaian proses dan aktivitas untuk menciptakan suatu brand yang menjadi ciri khas tertentu yang memiliki nilai ekonomi. Adanya kekayaan tak benda (Integibl. yang dimiliki Desa Cikidang menjadi ciri khas tersendiri, menurut Abah Nanu Tradisi Perang Tomat merupakan Perang Tomat pertama dan satu-satunya yang terdapat di Indonesia. Sehingga perlu adanya Branding untuk memperkenalkan tradisi ke berbagai wilayah di Indonesia maupun mancanegera. Gambar. Logo Pariwisata Kabupaten Bandung Barat Sumber : (Badan Promosi Pariwisata Daerah, 2. Perkembangan teknologi turut mempengaruhi industri pariwisata khususnya di Kabupaten Bandung Barat, selain adanya inovasi dari bebagai fasilitas wisata yang menggunakan Teknologi juga dari pemasaran atau branding yang bisa diterapkan oleh pelaku seni tradisi Perang Tomat, sesuai dengan slogan wisata Kabupaten Bandung Barat yang mengusung wisata budaya, adventure dan nature maka tradisi Perang Tomat menjadi salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Desa Cikidang dan berpotensi menjadi daya tarik wisata baru. Branding suatu Event harus terdiri dari beberapa elemen dasar, yaitu : Nama. Brand grafis, penciptaan simbol dan logo, untuk memperkenalkan kenikan sebagai bentuk pemasaran destinasi (Bawanti, 2. Dalam mempromosikan atau Branding suatu Event budaya, dalam hal ini adalah Tradisi Perang Tomat perlu diperhatikan faktor pendukung dan faktor penghambat, menurut Laksana . dalam menentukan Branding perlu disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan kebudayaan daerah tersebut, sehingga aka nada penyesuaian strategi dalam memasarkan potensi tersebut. Berdasarkan studi lapangan yang dilakukan oleh peneliti, terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam memasarkan destinasi tersebut. Adapun faktor pendukung diantaranya : Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup Banyak Aksebilitas dan Amenitas yang cukup baik Infrastruktur jaringan seluler yang baik Submitted: Desember 2020. Accepted: Januari 2021. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 149 - 161 Namun disisi lain terdapat faktor penghambat dalam proses Branding Event perang tomat tersebut, diantaranya : Kesadaran akan wisata yang sangat rendah Minimnya keberagaman profesi sehingga lebih memilih menjadi buruh petani. Terjadinya konflik kepentingan antara LMDH dari perhutani dengan Pemerintah Desa Cikidang dilokasi pementasan tradisi ngaruwat bumi Kurangnya promosi atau komesialisasi tradisi perang tomat. Berdasarkan permasalahan diatas baik pendukung maupun penghambat perlu adanya strategi yang mampu memasarkan atau Branding Event budaya tersebut. Salah satu alternatif dalam mengembangan potensi pariwisata ialah melalui komunikasi pariwisata, karena fakta dilapangan menunjukan minimnya kesadaran masrayakat akan potensi wisata di Desa Cikidang sedangkan SDM yang tersedia cukup banyak. Oleh karena itu peneliti menggunakan strategi komunikasi parwisata. Komunikasi menjadi media untuk menyampaikan informasi, dalam hal ini masyarakat sebagai pemeran tunggal sebagai sumber informasi dalam menyebarkan potensi pariwisata. menurut Marta & Havifi . Berikut ini Media Komunikasi efektif yang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan : Media cetak. Media elektronik. Media luar ruang. Media format kecil. Saluran komunikasi kelompok. Saluran komunikasi antar pribadi. Internet. Adanya teknologi turut serta dalam mentransformasi media kea rah digital sehingga proses penyebaran informasi akan lebih cepat dan luas, hal tersebut akan membuat menjadi lebih efektif dan efisien. Pada tahun 2021 media sosial telah mempengaruhi gaya hidup masyarakat Indonesia baik untuk berkomunikasi maupun untuk pemasaran produk, sehingga penggunaan media sosial menjadi peluang besar bagi pelaku dibidang pariwisata. Gambar 6. Pemasaran Digital Sumber : katadata. Indonesia menjadi salah satu tujuan pemasaran global, berdasarkan data diatas penggunaan medial sosial untuk pemasaran. Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar khususnya bagi pelaku industri wisata di Indonesia khsusunya bagi pengembang Event budaya perang tomat di Desa Cikidang. Sehingga perlu adanya inovasi yang dikembangkan oleh pemangku kebijakan serta Submitted: Desember 2020. Accepted: Januari 2021. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 149 - 161 masyarakat setempat untuk memanfaatkan potensi sosial media sebagai media komunikasi pemasaran potensi wisata yang terdapat di Desa Cikidang. Media sosial menjadi alat komunikasi untuk berbagi . o shar. dan bekerja sama . o co- operat. antara stake holder yang berkaitan dalam pengembangan destinasi wisata (Bakti et al. , 2. Namun sebelum melakukan pemanfaatan media sosial sebagai media komunikasi pariwisata, juga perlu mengetahui bahwa media ini memiliki karakteristik, menurut Nasrullah . bahwa media sosial memiliki karakteristik : Jaringan (Networ. Informasi (Informatio. Arsip (Archiv. Interaksi (Interactivit. Simulasi sosial (Simulation of societ. Konten oleh pengguna (User General Conten. Penyebaran (Sharin. Terdapat beberapa hal yang Perlu diperhatikan dalam pemanafaatan media untuk pemasaran. Tahap pertama adalah membangun sebuah jaringan berupa insfrastruktur telekomunikasi yang berguna untuk memastikan infomasi dan kominukasi bisa berjalan dengan baik, sehingga akan mempermudah pada tahap berikutnya yaitu berupa penyampaian informasi. Potensi Event budaya perang tomat menjadi bahan informasi yang bisa dikomunikasi secara luas melalui jaringan yang telah terbentuk, fakta yang terdapat dilapangan selain mejadi informasi juga akan menjadi arsip dalam pendokumentasian potensi yang dimiliki oleh Desa Cikidang. Tahap tersebut menjadi topik utama untuk mengkomunikasikan ke seluruh pengguna medial sosial secara luas sehingga terjadi suatu interaksi dan pertukaran informasi atau terjadinya suatu simulasi sosial. Adapun tahap berikutnya adalah konten oleh pengguna yang menyediakan sarana informasi dari tahap sebelumnya sebagai bahan utama yang akan di komersialkan melalui medial sosial. Peluang pemasaran melalui media sosial sangat besar dengan masifnya penggunaan aplikasi Instagram. Facebook. Youtube. Tiktok. Twitter dsb. Berdasarkan data penggunaan media sosial di Indonesia termasuk pengguna yang sangat aktif. Gambar 7. Pengguna media Sosial di Indonesia Sumber : Globalwebindex. Submitted: Desember 2020. Accepted: Januari 2021. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 149 - 161 Kondisi ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana mempermudah pemasaran bagi pelaku seni perang tomat untuk mempercepat proses branding Event pariwisata, adapun teknik dalam pemasaran yang bisa digunakan yaitu melalui computer mediate communication atau biasa di sebut CMC, menurut Marta & Havifi . sebuah proses komunikasi antar manusia dengan komputer, melibatkan orangorang, berada pada konteks yang terbatas, dan saling berkaitan dalam membentuk media untuk tujuan yang bermacam-macam. Sehingga proses pemasaran branding Event budaya perang tomat akan lebih terukur dan terarah jika pemanfaatan dan cara yang tepat. Adapun pengaruh yang akan diperoleh oleh masyarakat yaitu akan semakin dikenalnya kebudayaan perang tomat secara luas dan secara tidak langsung akan menarik masa untuk berkunjung ke Desa Cikidang, selain menjadi daya tarik baru juga akan menjadi calendar of Event wisata yang ada di Kabupaten Bandung Barat. Serta adanya media sosial selain sebagai media komunikasi antara pelaku seni dan wisatawan juga menjadi media yang dapat menyimpan kekayaan seni budaya yang ada di Indonesia umumnya dan khususnya yang ada di Desa Cikidang. KESIMPULAN Kekayaan kebudayaan yang dimiliki oleh Desa Cikidang . empug toma. perang tomat bisa menjadi daya tarik wisata yang baru dan memperkaya jenis wisata yang ada di Lembang, dengan Branding akan memperkuat akan eksistensi budaya tersebut sebagai kekayaan tak benda yang di miliki oleh Desa Cikidang. Keberadaan budaya tersebut tentunya harus berdampak positif terhadap kelangsungan hidup masyarakata saat ini dan masa yang akan datang . sehingga diperlukan suatu pemanfaat potensi Event budaya perang tomat sebagai destinasi wisata baru, salah satunya melalui media sosial sebagai media komunikasi antara pelaku seni dan para wisatawan. Sehingga media ini berperan sebagai alat untuk memasarkan potensi wisata serta menjadi media untuk menyimpan kekayaan kebudayaan yang bisa dinikmati oleh generasi berikutnya. DAFTAR PUSTAKA