Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 54-61 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Counseling Religious For Character Building Aslamiah1. Syiva Safitri2. Sendi Alfiansyah3. Siti Muthia Rahman4 Pendidikan Agama Islam. Fakultas Agama Islam. Universitas Ibnu Chaldun Jakarta miaaslamiah87@gmail. Submitted: 19-09-2. Reviewed: 20-09-2024 | Accepted: 08-10-2024 ABSTRAK Pendidikan agama islam merupakan mata pelajaran yang memiliki tanggung jawab untuk membentuk karakter peserta didik. Padahal tugas membentuk karakter berada pada semua guru dan khususnya orang tua. Layanan bimbingan konseling di sekolah menjadi wadah bagi peserta didik untuk menyampaikan keluh kesah dan masalahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model Pendidikan agama islam berbasis konseling untuk membangun karakter peserta didik yang dikemas dalam bentuk consul card. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Developmen. dari Borg & Gall dengan menggunakan 10 tahapan. Kelayakan model bersifat expert. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas Vi 1 dan Vi 6 di Sekolah Menengah Pertama 19 Kota Bekasi sedangkan objek penelitiannya terdapat pada nilai karakter peserta didik. Penelitian ini diawali dengan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan bentuk produk, validasi ahli, revisi, dan uji coba kelompok Hasil penelitian menunjukan bahwa model Pendidikan agama islam berbasis konseling harus senantiasa dikembangkan dalam rangka inovasi Pendidikan agama islam dalam menjawab kebutuhan peserta didik, konseling akan lebih efektif, menarik dan bermakna dengan menggunakan konseling berbasis Pendidikan agama islam, serta model ini dapat dijadikan alternatif dari berbagai model Kata Kunci: karakter. Konseling. Pendidikan Agama Islam ABSTRACT Islamic religious education is a subject that has the responsibility to shape the character of In fact, the task of forming character lies with all teachers and especially parents. Guidance counseling services at school are a forum for students to convoy their complaints and problems. This research aims to develop a counseling -based model of Islamic religious education to build the character of students which is packaged in the form of a consul card. The method used in this research is the research and development method from Borg & Gall using 10 stages. Feasibility of an expert model. The subjects in this research were students in class Vi 1 and Vi 6 Junior High School 19. Bekasi City, while the object of the research was the students character values. This research begins with collecting planning information. Development of product forms, expert validation, revision, and small group trials. The research results show that the counseling-based model of Islamic religious education must always be developed in the context of innovation in Islamic religious education in responding to students' needs, counseling will be more effective, interesting and meaningful by using counseling based on Islamic religious education, and this model can be used as an alternative to various models. Keywords: Character. Counseling. Islamic Religious Education PENDAHULUAN Konseling di sekolah dianggap sebagai sebuah control bahkan ada yang menyebutnya sebagai polisi. Artinya konseling hanya bekerja apabila ada peserta didik yang melanggar JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 54-61 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 peraturan sekolah. Kegiatan konseling sering kali mencuri perhatian banyak pihak. Anggapan negatif sudah tidak dapat dihindari Ketika seseorang masuk kedalam ruangan konseling. Padahal pada dasarnya konseling berfungsi untuk memberikan bantuan terhadap seseorang yang sedang mengalami masalah. Tidak lain dengan guru agama islam yang sering dianggap sebagai tukang ceramah dan pengisi doa. Tanggung jawab besar ada pada guru agama islam yaitu mencetak generasi bangsa yang memiliki karakter dan moral sesuai dengan ajaran agama islam. Banyak faktor yang mempengaruhi proses pembentukan karakter diantaranya faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor sosial masyarakat. Faktor keluarga yang berpengaruh pada proses pembentukan karakter yaitu pola asuh orang tua, tingkat ekonomi, dan masalah gizi yang terabaikan. Adapun faktor sekolah yang menjadi penghambat diantaranya guru yang terlalu galak, guru yang tidak peka terhadap siswa. Dan terakhir faktor sosial masyarakat yang berpengaruh pada masalah karakter ini yaitu pertemanan, kebiasaan dan budaya serta kekerasan di masyarakat. (Faiz et al. , 2. Presiden Republik Indonesia ke-enam Bapak Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2010 mendeklarasikan Pendidikan karakter dengan tujuan dapat meningkatkan mutu Pendidikan karakter di Indonesia. Akan tetapi, kenyataannya berbeda dengan harapan Ada banyak faktor yang menghambat proses Pendidikan karakter sehingga belum terealisasikan dengan sempurna. (Purnomo, 2. Peserta didik pada tingkat Sekolah Menengah Pertama belum bisa mengendalikan diri secara penuh. Perkembangan pada fase remaja ini merupakan fase penting bagi peserta didik, dimana mereka dihadapkan pada berbagai tantangan baik dari dalam diri maupun dari JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 54-61 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 lingkungan sosial. Pada fase ini, peserta didik belum sepenuhnya matang secara emosional, sehingga sulit bagi mereka untuk mengontrol perilaku mereka. Menurut Gloster . dikutip dari buku panorama teori-teori konseling modern dan post modern. Menyebutkan bahwa konseling mengidentifikasi hubungan yang profesional antara konselor terlatih dengan konseli, hubungan ini bersifat individu ke individu dan melibatkan lebih dari satu orang. (Bakhrudin all habsy, 2. Menurut Prayitno dan Amit . dalam buku implementasi teori konseling individu dimaksudkan sebagai pelayanan khusus dalam hubungan langsung tatap muka antara konselor dan klien. (Eli Trisnowati, 2. Dalam hubungan ini permasalahan klien dicermati dan diupayakan pengentasannya sedapat-dapatnya dengan kekuatan klien sendiri. Zakiyah Daradjat dalam buku ilmu Pendidikan islam. bahwa Pendidikan agama islam adalah usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik, agar kelak setelah selesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama islam serta menjadikannya sebagai pandangan hidup . ay of lif. (Sritama, 2. Menurut Arifudin karakter merupakan sifat atau budi pekerti dari seseorang yang menjadi ciri khas dalam dirinya. Ditegaskan juga oleh sofyan bahwa membentuk karakter diibaratkan mengukir di atas batu permata atau permukaan besi yang keras. (Najili et al. , 2. Tujuan dari penelitian terfokus pada pembentukan karakter peserta didik. Memasukan substansi pendidikan agama islam dan konseling agar dapat membangun karakter peserta Merumuskan konsep pembinaan karakter jiwa peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan konseling. Adapun penelitian merujuk dari beberapa penelitian terdahulu seperti skripsi yang dilakukan oleh Akmaliyah fitri dengan judul peran guru pai dalam membantu bimbingan dan konseling siswa bermasalah di smp nusantara ciputat tangerang selatan. (Akmaliyah fitri, 2. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Riska kurniawati dengan judul pengaruh pendidikan islam terhadap karakter peserta di sma al-azhar 3 bandar Lampung. (Riska kurniawati, 2. Serta penelitian yang dilakukan oleh Fifi aulia dengan judul pengaruh bimbingan agama terhadap pembentukan karakter islami pada remaja di yayasan irtiqo kebajikan rempoa tangerang selatan. (Fifi aulia, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 19 Kota Bekasi tepatnya di Perumahan Harapan Indah, jl. Flamboyan Blok HI 1. Rt. 003/RW. Pejuang. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 54-61 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Kecamatan Medan Satria. Kabupaten Bekasi. Jawa Barat. Waktu penelitian dimulai pada selasa 21 Mei 2024 sampai dengan 8 Juli 2024 dengan sasaran kelas Vi. 1 dan Vi. Proses penelitian menggunakan buku dan pena. Penelitian ini menggunakan metode research dan development (R&D). Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan Wawancara yang digunakan bersifat wawancara semi terstruktur dilakukan kepada guru bimbingan konseling, wakil kurikulum dan peserta didik. Adapun kuesioner dibagikan pada peserta didik untuk melihat kasus-kasus yang kerap terjadi di sekolah. Seluruh informasi kemudian diolah menggunakan Teknik analisis kualitatif deskriptif. Metode wawancara menggunakan rujukan buku metodologi penelitian dan pengolahan data kuantitatif dan (Suhardin, 2. Tema pertanyaan seputar sudut pandang bimbingan konseling bagi siswa, kasus-kasus yang kerap terjadi di sekolah dan bagaimana penanggulangannya serta keterlibatan pihak sekolah terhadap penangan kasus. Hasil dari wawancara menyebutkan bahwa masih banyak siswa yang takut untuk berkonsultasi dengan guru bimbingan konseling, dibutuhkan model baru untuk proses layanan, dan Kerjasama antara seluruh pihak sekolah. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil pengembangan model dalam penelitian ini adalah pengembangan model Pendidikan Agama Islam berbasis konseling untuk membangun karakter diri anak. Tujuan pengembangan model ini untuk menghasilkan suatu model baru yang dengan harapan bisa memudahkan dalam proses pembentukan karakter peserta didik dan membentuk sikap keterbukaan antara Guru dan peserta didik. Dari hasil wawancara dan kuesioner didapatlah hasil yang kemudian dapat dianalisis lebih lanjut oleh peneliti. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 54-61 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Gambar 1. Permasalahan peserta didik Gambar 2. Presentase masalah peserta didik Pembahasan Rujukan dalam penelitian ini dilakukan oleh nur ainiyah menyebutkan bahwa peran pendidikan agama islam di sekolah dalam pembentukan karakter peserta didik. Pendidikan agama islam merupakan pilar pertama dalam terbentuknya karakter. Penelitian ini menekankan pada proses penanaman karakter sejak dini guna mempersiapkan generasi Penelitian ini menghasilkan Pembentukan kepribadian siswa yang tercermin dari perilaku dan cara berpikirnya dalam kehidupan sehari-hari. (Ainiyah, 2. Menurut Fatchiah E. Kartamuda menyebutkan bahwa dengan melibatkan profesional konselor, diharapkan tujuan pendidikan nasional untuk membentuk karakter siswa-siswa di sekolah dapat tercapai. Karakter yang baik pada siswa diharapkan akan menciptakan bangsa yang memiliki karakter yang positif. Namun, agar penerapan dan pendekatan ini efektif, dibutuhkan keterlibatan semua komponen di sekolah, termasuk pimpinan sekolah, guru-guru, konselor, staf, dan orangtua. (Fatchiah E Kertamuda, 2. Guru Pembimbing merupakan seorang yang bertanggung jawab untuk memberikan bimbingan dan konseling terhadap perkembangan terhadap kepribadian anak baik secara jasmani maupun rohani. Bimbingan JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 54-61 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 konseling berada di posisi kunci dalam Lembaga sekolah. Konseling tidak hanya terbatas hal yang bersifat akademik tetapi juga bimbingan pribadi, sosial, intelektual dan pemberian nilai. (Yusmaini ayu batubara, 2. Dalam proses pembelajaran seringkali guru dihadapkan pada siswa yang mengalami kejenuhan dalam belajar sehingga mengganggu konsentrasinya sehingga mengakibatkan ketidakpahaman pada materi yang disampaikan. Ketika hal ini terjadi siswa tidak dapat menyerap ilmu yang diberikan oleh guru. Kejenuhan dalam proses pembelajaran juga bisa berdampak pada kedisiplinan siswa, seperti dengan jenuh siswa bisa melakukan Tindakan membolos jam pelajaran, melanggar tata tertib, malas mengerjakan tugas hingga lebih parahnya putus sekolah. Kejenuhan dalam proses pembelajaran diakibatkan karena lingkungan yang kurang kontributif baik lingkungan sekolah, keluarga dan sosial masyarakat. Jika hal ini terus dibiarkan maka akan berdampak pada generasi yang kurang berkarakter. Pendidikan agama islam disini berfungsi sebagai pembentuk karakter Agama memberikan batasan-batasan tingkah laku yang sesuai dengan syariat islam. Tujuan dari Pendidikan bukan hanya sekedar mencerdaskan anak bangsa tetapi yang lebih utama adalah pembentukan karakter. Karakter akan terbentuk dari kebiasaan yang sering Indikator keberhasilan Pendidikan agama islam yaitu apabila siswa mengetahui sesuatu yang baik, kemudian mencintai hal baik dan selanjutnya melakukan hal baik dalam Beberapa rujukan diatas menjadi acuan bagi peneliti. Dari hasil anylisis yang didapat permasalahan peserta didik paling banyak dalam hal ketidak fokusan dalam belajar, malas, bosan, mengantuk, masalah keluarga dan lain sebagainya. Jika hal seperti ini terus dibiarkan maka akan sangat berdampak pada proses keberlangsungan pendidikan mereka terutama di bidang pembentukan karakter. Menurut Zuhairini hakikatnya Pendidikan Agama Islam adalah usaha terstruktur dan praktis dalam membimbing individu guna menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran Islam. (Muzlikhatun umami, 2. Konseling berusaha mengkoneksikan bentuk keterampilan dengan nilai-nilai agama. (Afnilawati et al. , 2. Bentuk keberhasilan konseling dalam Pendidikan Agama Islam yaitu terjadinya perubahan sikap yang didukung oleh tindakan dalam keseharian. Dengan demikian Pendidikan karakter menjadi hal yang mendasar untuk dipelajari. Karakter merupakan mustika hidup yang membedakan antara manusia dengan binatang. Manusia tanpa karakter adalah mereka yang yang sudah membinatang. Sebaliknya manusia dengan nilai karakter JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 54-61 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 yang kuat baik secara individual maupun sosial adalah mereka yang memiliki nilai moral, akhlak dan budi pekerti yang baik. (Budiharjo, 2. Model Pendidikan agama islam harus senantiasa selalu dikembangkan dalam rangka inovasi Pendidikan agama islam dalam menjawab kebutuhan peserta didik. Tauhid dianggap mampu untuk membentengi tindakan peserta didik. Konseling yang dilakukan selama ini akan lebih efektif, menarik dan bermakna dengan mengembangkan konseling berbasis Pendidikan agama islam. Model konseling dapat dijadikan alternatif dalam membantu para guru konseling dalam merancang bagaimana menyikapi permasalahan-permasalahan peserta didik di sekolah. Model ini bisa menjadi referensi bagi guru bimbingan konseling untuk menemukan solusi yang tepat dalam menyelesaikan masalah peserta didik. Tantangan dari penerapan model ini yaitu pada kesiapan kerjasama antara guru bimbingan konseling dan guru pendidikan agama islam. Keterbatasan dari model terdapat pada sistema cynsul card. Dimana cynsul card ini hanya dapat diakses untuk menyampaikan masalah atau berkonsultasi sehingga peserta didik yang berkonsultasi tidak mendapatkan solusi secara langsung karena semua penyelesaianya dilakukan secara langsung. Model yang dibuat berisi langkah-langkah untuk penyelesaian masalah. KESIMPULAN Dalam bidang Pendidikan pengembangan karakter perlu ditingkatkan secara terus Model Pendidikan agama islam berbasis konseling keniscayaan harus terus dikembangkan dalam rangka inovasi Pendidikan agama islam dalam menjawab kebutuhan peserta didik. Hal yang dimaksud adalah penguatan dalam bidang tauhid. Konseling yang dilakukan selama ini akan lebih efektif, menarik dan bermakna dengan mengembangkan konseling berbasis Pendidikan agama islam. Konseling menjadi sarana untuk pemberian bantuan terhadap peserta didik yang sedang atau tidak dalam masalah. Pengembangan model ini dapat dijadikan alternatif model dari aneka konseling yang ada, demikian juga Pendidikan agama islam yang ada. Peneliti selanjutnya dihimbau untuk melakukan uji efektivitas dengan populasi yang lebih besar sehingga mendapatkan hasil yang lebih akurat. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 54-61 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih tim peneliti ucapkan kepada Allah SWT, yang senantiasa memberikan kesehatan kepada tim peneliti sehingga kegiatan penelitian ini berjalan dengan optimal. Terima kasih kepada kepala sekolah menengah pertama 19 kota bekasi yang telah berkenan kepada tim untuk melakukan penelitian dan juga terimakasih kepada seluruh guru-guru yang terlibat dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA