The Indonesian Journal of Health Science Volume 15. No. Januari 2024 Tingkat Kecemasan Mahasiswa Keperawatan dalam Menyelesaikan Tugas Akhir di Universitas Muhammadiyah Jember Siti Nur Faisyah1. Mochammad Iqbal2. Nuril Alifia3. Prisilia Rosa4. Mochammad Wafi Rizqulloh 5. Dwi Yunita Haryanti6* 1,2,3,4,5 Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Program Studi Di Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Jember. Jember 68121. Indonesia *Penulis Korespondensi: Dwi Yunita Haryanti Email: dwiyunita@unmuhjember. Diterima: 15 Januari 2024 | Disetujui: 12 Februari 2024 | Dipublikasikan: 12 Februari 2024 Abstrak Mahasiswa keperawatan tingkat akhir sangat mungkin mengalami kecemasan dan stres yang disebabkan oleh kesulitan dalam proses penyusunan skripsi. Beberapa beranggapan bahwa skripsi merupakan sesuatu yang sulit untuk dikerjakan, bagaimana menyusun latar belakang, mencari teori yang berhubungan, metode yang tepat untuk digunakan serta faktor pembimbing dan waktu pengerjaan yang terbatas. Kecemasan memanjang yang dirasakan mahasiswa akan berdampak buruk pada penyelesaian tugas akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kecemasan yang dialami oleh mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir. Desain penelitian cross sectional yang dilakukan terhadap mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan sebagai responden. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir yang sedang dalam proses penyusunan tugas akhir sebesar 80 mahasiswa. Pengambilan sample menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner melalui google form. Sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat kecemasan sedang dalam menyelesaikan tugas Gejala kecemasan yang hampir dialami oleh seluruh mahasiswa adalah ketegangan secara fisik dan psikologis yang berdampak pada kebingungan dalam menyusun tugas akhir. Tingkat kecemasan sedang dan berat pada penelitian ini didominasi oleh mahasiswa Mahasiswa perempuan lebih cenderung mengalami kecemasan pada tingkat yang lebih tinggi dari pada mahasiswa laki-laki. Tingkat kecemasan berbasis gender yang berbeda dapat dijadikan sebagai dasar bagi para dosen dalam memilih metode pendidikan, pembimbingan dan pendampingan sehingga meskipun stres akademik tidak bisa dihindari, minimal mahasiswa mengetahui bagaimana menyiapkan diri untuk beradaptasi dengan Kata kunci: Kecemasan. Keperawatan. Mahasiswa. Tugas Akhir DOI: 10. 32528/tijhs. The Indonesian Journal of Health Science Volume 15. No. Januari 2024 Sitasi: Faisyah. Siti Nur. Iqbal. Mochammad Alifia. Nuril. Rosa. Prisilia. Rizqulloh. Mochammad Wafi, & Haryanti. Dwi Yunita. Tingkat Kecemasan Mahasiswa Keperawatan dalam Menyelesaikan Tugas Akhir di Universitas Muhammadiyah Jember. The Indonesian Journal of Health Science. , 129-138. DOI: 10. 32528/tijhs. Copyright: A2024 Faisyah, et. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited. Diterbitkan Oleh: Universitas Muhammadiyah Jember ISSN (Prin. : 2087-5053 ISSN (Onlin. : 2476-9614 Abstract Final year nursing students are very likely to experience anxiety and stress caused by difficulties in the process of writing their thesis. There are think that a thesis is something that is difficult to do, how to prepare the background, look for related theories, the right method to use as well as the guiding factors and limited time to work on. Prolonged anxiety felt by students will have a negative impact on the completion of the thesis project. This study aims to describe the level of anxiety experienced by students who are taking their thesis. cross-sectional study design was conducted on students who were taking their final assignment at the Faculty of Health Sciences as respondents. The population in this study were all final year nursing students who were in the process of preparing their final assignment as many as 80 students. Sampling using total sampling technique. Data collection was carried out using a questionnaire through the google form. Most students have a moderate level of anxiety in completing their thesis. Symptoms of anxiety that are experienced by almost all students are physical and psychological tension which results in confusion in preparing the thesis. Moderate and severe anxiety levels in this study were dominated by female students. Female students are more likely to experience anxiety at a higher level than male students. Different levels of gender-based anxiety can be used as a basis for lecturers in choosing educational methods, mentoring and mentoring so that even though academic stress is unavoidable, at least students know how to prepare themselves to adapt to the stressors. Keywords: Anxiety. Nursing. Student. Thesis PENDAHULUAN Mahasiswa adalah seseorang yang sedang dalam proses menimba ilmu ataupun belajar dan terdaftar sedang menjalani pendidikan pada salah satu bentuk perguruan tinggi yang terdiri dari akademik, politeknik, sekolah tinggi, institusi dan universitas. Di akhir masa perkuliahannya mahasiswa tingkat akhir idealnya dapat membuat skripsi sebagai DOI: 10. 32528/tijhs. syarat utama kelulusan dan mendapat gelar Namun terdapat 17% mahasiswa yang mengalami kecemasan selama masa perkuliahan terutama dalam menyelesaikan skripsi (Akhnaf et al. , 2. Menurut World Health Organization . kecemasan merupakan salah satu gangguan mental dan lebih dari 260 juta orang hidup dengan gangguan kecemasan di dunia. Prevelansi gangguan mental The Indonesian Journal of Health Science Volume 15. No. Januari 2024 sering mulai terjadi pada usia muda dari pada populasi usia lain. Skripsi adalah tulisan ilmiah yang dibuat sebagai syarat seorang mahasiswa menyelesaikan studi dalam kemampuan akademik seorang Dalam penyusunan skripsi banyak mahasiswa S-1 tingkat akhir yang mengalami kesulitan bagaimana harus menulis tulisan ilmiahnya dalam bentuk Kesulitan yang seringkali dihadapi dia antaranya, yaitu mencari judul, kesulitan mencari literatur dan bahan bacaan, dana yang terbatas, kesulitan dengan standar tata tulis ilmiah, atau takut menemui dosen pembimbing. Kesulitankesulitan tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan cemas, stres, rendah diri, frustasi, kehilangan motivasi, menunda penyusunan skripsi dan bahkan ada yang memutuskan untuk tidak menyelesaikan skripsi (Hariwijaya, 2. Menurut Gunarsah . Cemas adalah mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi dan belum tentu akan terjadi, jika memang terjadi tidak akan seburuk yang dibayangkan. Sedangkan menurut Hastuti . adalah gangguan dalam alam perasaan yang ditandai dengan perasaan katakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan, namun tidak mengalami gangguan dalam menilai realitas masih baik, kepribadian masih tetap utuh, perilaku dapat terganggu tetapi masih dalam batas-batas normal. Kecemasan yang kuat bersifat negatif, karena dapat menyebabkan gangguan secara fisik maupun mental. Sehingga didalam kecemasan itu sendiri terbagi menjadi 4 tingkat kecemasan yakni tingkat kecemasan ringan, kecemasan sedang, kecemasan berat, dan panik. Kecemasan ringan/sedang itu sendiri masih berpengaruh positif seperti mampu menghadapi tugas akhir yang di alami mahasiswa itu sendiri, begitu pun sebaliknya bila kecemasan berat/panik DOI: 10. 32528/tijhs. dapat berpengaruh buruk seperti rasa takut menghadapi dosen pembimbing sehingga membuat tugas akhir itu tidak selesai tepat waktu (Sumiatun, 2. Tingkat kecemasan mahasiswa yang sedang dalam bimbingan dan konseling menyusun skripsi ditandai oleh beberapa gejala meliputi jantung berdebar kencang pembimbing, gugup saat berhadapan dengan dosen pembimbing, dan perasaan bersalah karena tidak dapat melaksanakan Kecemasan itu sendiri sangat dipengaruhi oleh 2 faktor yakni faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal yang mempengaruhi kecemasan mahasiswa itu terjadi karena pandangan masa lalu, atau ada perasaan yang membuat diri seseorang ini trauma, sehingga mahasiswa ini sangat takut akan Sedangkan faktor internal itu sendiri dipengaruhi oleh perubahan fisik yang terjadi didalam dirinya sehingga membuat diri seseorang menjadi khawatir akan sesuatu yang terjadi selanjutnya (Riandini. Fadhilah and . , 2. Berdasarkan dilakukan Fachrozie . didapatkan hasil wawancara peneliti dengan beberapa mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman Samarinda menunjukkan bahwa rata-rata alasan mereka tidak segera menyelesaikan skripsinya adalah karena faktor kurang tepat dalam mengontrol keputusan atau tindakan dalam memilih mana yang harus di prioritaskan dan mana yang harus Kebanyakan melakukan penundaan pengerjaan skripsi untuk kegiatan diluar perkuliahan yang akhirnya menunda pengerjaan skripsi dan berpikir masih ada waktu nanti untuk Hal tersebut membuat kecemasan khususnya pada aspek fisik. Penelitian yang dilakukan Srinayanti . didapatkan hasil kecemasan sedang sebanyak 26 orang . ,9%), dan frekuensi terendah berkategor tidak ada kecemasan sebanyak 6 orang . ,7%). The Indonesian Journal of Health Science Volume 15. No. Januari 2024 Berdasarkan penjelasan di atas peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang Tingkat Kecemasan Mahasiswa Keperawatan Dalam Menyelesaikan Tugas Akhir Di Universitas Muhammadiyah Jember. HASIL Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa dari 80 mahasiswa keperawatan tingkat akhir mayoritas berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 43 . ,8%) dan mahasiswa laki-laki sebanyak 37 . ,3%). METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitik. Desain Penelitian Desain pada penelitian ini adalah cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammdiyah Jember pada bulan Januari 2023. Tabel 1 Distribusi Berdasarkan Jenis Kelamin Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir Di Universitas Muhammadiyah Jember Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Populasi. Sampel. Sampling Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa keperawatan semester tujuh di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember sebesar 80 Cara pengambilan sampleyang digunakan oleh peneliti adalah non probability dengan total sampling yaitu pengambilan sampel dilakukan dengan cara, mengambil seluruh anggota populasi sebagai responden atau sampel. Instrumen Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner kecemasan sebelumnya dan sudah dilakukan uji reliabilitas dan validitas. Tabel 2 Distribusi Frekuensi Tingkat Kecemasan Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir Universitas Muhammadiyah Jember Tingkat Kecemasan Tidak cemas Cemas ringan Cemas sedang 33 41,3 Cemas berat 22 27,5 Total Berdasarkan tabel 2 didapatkan data bahwa dari 80 mahasiswa keperawatan tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi mengalami kecemasan berat sebanyak 22 . ,5%), cemas sedang 33 . ,3%), cemas ringan 20 . %), dan tidak . ,3%). Tabel 3 Distribusi Frekuensi Tingkat Kecemasan Berdasarkan Jenis Kelamin pada Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir di Universitas Muhammadiyah Jember Jenis Tidak Cemas Cemas Cemas Berat Kelamin Cemas Ringan Sedang Laki-laki 16,25 13,75 11,25 Perempuan 1 1,25 8,75 16,25 Total 6,25 Berdasarkan tabel 3 didapatkan hasil bahwa responden laki-laki yang tidak mengalami kecemasan adalah 4 responden DOI: 10. 32528/tijhs. %), yang mengalami kecemasan ringan sebanyak 13 responden . ,25%), mengalami kecemasan sedang sebanyak The Indonesian Journal of Health Science Volume 15. No. Januari 2024 11 responden . ,75%) dan yang mengalami kecemasan berat sebanyak 9 responden . ,25%). Adapun pada mengalami kecemasan adalah 1 responden . %), yang mengalami kecemasan ringan sebanyak 7 responden . ,75%), mengalami kecemasan sedang sebanyak 22 responden . ,5%) dan yang mengalami kecemasan berat sebanyak 13 responden . ,25%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa kecemasan sedang dan berat didominasi oleh perempuan, ketidak cemasan dan cemas ringan didominasi oleh laki-laki. PEMBAHASAN Menulis tugas akhir atau yang lebih dikenal dengan skripsi membutuhkan ketrampilan yang harus dikuasai oleh Sebenarnya hal ini bukanlah sesuatu yang baru bagi mahasiswa, karena selama menempuh pendidikan akademik mulai dari semester 1 sampai dengan semester 7 mahasiswa dilatih untuk membuat makalah ilmiah baik individu maupun kelompok. Namun faktanya, hampir semua mahasiswa merasa bahwa menyusun skripsi adalah hal tersulit yang harus dilalui diakhir pendidikan sarjana. Mayoritas mahasiswa mengalami penyusunan tugas akhir ini, dibuktikan dengan tingkat kecemasan sedang berada pada angka 41,3% . ialami oleh 33 responden dari total 80 responde. Secara teori, seseorang dengan kecemasan sedang akan mengalami gejala seperti kelelahan yang meningkat, denyut nadi dan pernafasan meningkat, ketegangan otot meningkat, bicara cepat dengan volume suara yang tinggi, lahan persepsi menyempit, mampu untuk belajar namun tidak optimal, kemampuan konsentrasi yang menurun, irritable, mudah marah, lupa dan menangis. Beberapa tantangan lain diantaranya adalah ketakutan yang berlebihan, pikiran yang negatif serta menganggap berat masalah sebelum benarbenar dijalani. Pembimbing juga harus dimotivasi untuk mengembangkan metode DOI: 10. 32528/tijhs. yang (Onieva-Zafra et al. , 2. Batasan karakteristik kecemasan dalam standar internasional keperawatan (NANDA) yaitu ada 3 aspek: . Aspek perilaku meliputi: gelisah, penurunan produktifitas, insomnia, mengekspresikan kekhawatiran karena perubahan peristiwa hidup, waspada. Aspek afektif meliputi : Stress, ketakutan, gugup, bingung, ragu atau tidakpercaya diri, khawatir, kesedihan . Aspek fisiologis/fisik meliputi: wajah tegang, tremor tangan, gemetar, peningkatan keringat, suara bergetar, jantung berdebar. Menurut peneliti, gejala kecemasan sedang yang hampir aktual terdapat pada seluruh mahasiswa tingkat akhir ini merupakan sebuah tantangan untuk bisa beradaptasi dengan tugas akhir yang harus selesai tepat waktu, sehingga tidak menambah beban orang tua serta bisa Kecemasan kekhawatiran terhadap sesuatu yang belum terjadi dan belum tentu akan terjadi, jika memang terjadi tidak akan seburuk yang dibayangkan (Gunarsah, 2. Sedangkan menurut Hastuti . adalah gangguan dalam alam perasaan yang ditandai dengan perasaan katakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan, namun tidak mengalami gangguan dalam menilai realitas masih baik, kepribadian masih tetap utuh, perilaku dapat terganggu tetapi masih dalam batas-batas normal. Kecemasan yang muncul ini bisa berdampak buruk bagi prestasi akademik, sehingga mahasiswa harus bisa mengatasi tingkat kecemasannya dengan cara meningkatkan kesiapan diri lebih baik lagi, menggunakan banyak sumber atau literatur, tidak lupa untuk rileksasi dan tetap mencari sumber bahagia bagi diri sendiri sehingga tugas akhir ini tidak menjadi beban yang akan mempengaruhi status mental seseorang (Garcya-Gonzylez et al. , 2. Menurut Harahap & Syarif . kecemasan dianggap sebagai salah satu The Indonesian Journal of Health Science Volume 15. No. Januari 2024 efek yang mempengaruhi kegiatan belajar. Kecemasan ini membuat mahasiswa tidak bisa melakukan yang terbaik dalam mengerjakan tugas, terutama skripsi. Model penyusunan skripsi yang individual juga membuat mahasiswa merasa semua beban ada pada dirinya, kondisi ini memperberat psikologis seseorang yang sudah berada pada tingkat kecemasan sedang dan berat sehingga berdampak pada performa akademik (Baluwa et al. Terdapat 22 mahasiswa atau sekitar 27,5% dengan kecemasan berat, jumlah mahasiswa pada kondisi ini harus mendapatkan pendampingan yang ekstra agar tetap bisa menyusun tugas akhir dan menyelesaikannya dengan baik. Kesehatan mental termasuk didalamnya kecemasan, menjadi perhatian di negara-negara lain. Hal ini berawal dari sebuah studi yang mengungkapkan bahwa masalah kesehatan mental meningkat secara signifikan di kalangan mahasiswa, terutama di tahun terakhir (Samson, 2. Interaksi sosial dan dukungan akan sangat berdampak pada kesehatan mental melalui pengaruh biologis yang relevan dengan status kesehatan, perilaku yang meningkatkan kesehatan dan keadaan psikologis. Keadaan psikologis dalam hal ini adalah stres akademik dan kepuasan akademik (Rubach et al. , 2. Tingkat kecemasan sedang dan berat pada penelitian ini didominasi oleh perempuan dengan angka 22 . ,5%) untuk kecemasan sedang dan 13 . ,25%) untuk kecemasan ringan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa menunjukkan tingkat stres yang lebih tinggi dari pada laki-laki. Perbedaan gender ini sangat tampak dalam dimensi koping dan strategi individu yang Perempuan menggunakan dimensi koping yang berfokus pada emosi dari pada logika, sehingga harus ada intervensi atau program khusus yang dirancang untuk bisa mengurangi stres pada subjek yang rentan DOI: 10. 32528/tijhs. (Graves et al. , 2. Laki-laki dan perempuan memiliki kecenderungan untuk merasa cemas terhadap ketidakpastian, tetapi perempuan menunjukkan tingkat orientasi kognitif yang negatif, dimana individu tersebut mengalihkan atau menekan pikiran dan ingatan yang menyusahkan dengan tujuan mengurangi stres jangka pendek tanpa Saat memandang masalah sebagai ancaman terhadap kesehatan mental dan fisik mereka, meragukan kemampuan untuk memecahkan masalah sehingga kemudian saat dihadapkan pada masalah menjadi emosional dan putus asa, individu tersebut sedang mengalami orientasi kognitif negatif (Naceanceno et al. , 2. Stres akademik merupakan stressor perempuan dengan gejala yang dialami sangat beragam mulai dari kecemasan ringan sampai dengan berat. Kecemasan yang berlanjut akan menggangu psikologis seseorang dan berpengaruh terhadap kesehatan mentalnya (Rubach et al. Menulis ilmiah bukan hal pertama kali yang dilakukan oleh mahasiswa, sehingga seharusnya mahasiswa mampu mempersiapkan diri untuk menghadapi tugas akhirnya. Sejalan dengan hal tersebut, pendidik diharapkan untuk lebih meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa bahwa mereka mampu untuk menulis, mampu menemukan permasalahannya, menyusun latar belakang, merumuskan tujuan, menyusun kerangka penelitian sampai dengan membuat analisisnya melalui penugasan yang bisa diberikan sejak awal semester. Melatih mahasiswa untuk bisa menuliskan pendapatnya, berpikir kritis, kreatif dan produktif serta tidak hanya menyalin hasil karya orang KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya pengetahuan dan kepedulian The Indonesian Journal of Health Science Volume 15. No. Januari 2024 tentang kecemasan dan faktor risiko yang terkait bagi mahasiswa dan dosen. Kelompok mahasiswa tertentu mungkin akan lebih berisiko mengalami kecemasan dibandingkan dengan kelompok yang lain. Studi ini menemukan bahwa mayoritas mahasiswa perempuan memiliki tingkat kecemasan sedang dan berat. Bukan laki-laki mengalami kecemasan, namun mahasiswa perempuan lebih cenderung mengalami kecemasan pada tingkat yang lebih tinggi dari pada mahasiswa laki-laki. Menyadari bahwa ada tingkat kecemasan berbasis gender yang berbeda dapat dijadikan sebagai dasar bagi para dosen dalam sehingga meskipun stres akademik tidak bisa dihindari, minimal mahasiswa mengetahui bagaimana menyiapkan diri untuk beradaptasi dengan stressor. Hal ini juga akan meningkatkan kesehatan fisik dan psikologis yang berdampak pada kelancaran penyusunan tugas akhir. DAFTAR PUSTAKA