Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. April 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 ANALISIS POTENSI FRAUD DALAM PEROLEHAN CASHBACK PADA PENJUALAN HANDPHONE DI APLIKASI ONLINE TOKOPEDIA Tiya May Lesari1 Nona Jane Onoyi2 Prodi Akuntansi. Fakultas ekonomi dan Bisnis. Universitas Terbuka Prodi Akuntasi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Batam 044033768@ecampus. Abstract The rapid advancement of information technology has driven significant transformation in the trade sector, particularly through e-commerce platforms such as Tokopedia. attract consumer interest. Tokopedia offers a cashback program as a marketing However, this program carries potential risks, especially fraudulent practices that may harm various parties. This study aims to analyze the potential for fraud in cashback claims related to smartphone sales on Tokopedia, identify the patterns of misconduct, and evaluate the effectiveness of current monitoring mechanisms. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through literature review, direct observation of the cashback feature, and interviews. Content analysis and data triangulation were used to enhance the validity of findings. The results indicate several forms of fraud, including transaction data manipulation, the creation of fictitious transactions, and the use of false identities to illegitimately claim The findings also suggest that stores offering higher cashback rates are more likely to engage in manipulative practices. Such cases threaten user trust and the overall integrity of the platform. As preventive measures, the study recommends that Tokopedia strengthen identity verification processes, enhance technology-based monitoring systems, and provide user education regarding the risks of fraud. This study is expected to serve as a reference in developing fairer, safer, and more sustainable digital promotional policies in the e-commerce industry. Keywords: Fraud. Cashback. E-commerce. Tokopedia. Online Transactions. Abstrak Pesatnya pertumbuhan teknologi informasi telah mendorong transformasi besar dalam sektor perdagangan, salah satunya melalui platform e-commerce Tokopedia. Untuk menarik minat konsumen. Tokopedia menawarkan program cashback sebagai strategi Namun, program ini menyimpan potensi risiko, terutama praktik fraud yang dapat merugikan berbagai pihak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi fraud dalam perolehan cashback pada transaksi penjualan handphone di Tokopedia, mengidentifikasi pola penyimpangan yang terjadi, serta mengevaluasi mekanisme pengawasan yang telah diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui studi literatur, observasi langsung pada fitur cashback, dan wawancara. Analisis dilakukan dengan pendekatan konten dan triangulasi data untuk meningkatkan validitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa bentuk fraud, seperti manipulasi data transaksi, penciptaan transaksi fiktif, dan penggunaan identitas palsu untuk memperoleh cashback yang tidak sah. Temuan juga mengindikasikan bahwa toko yang menawarkan cashback tinggi cenderung Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. April 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 memiliki potensi manipulasi lebih besar. Kasus-kasus tersebut mengancam kepercayaan pengguna dan integritas platform. Sebagai langkah pencegahan, disarankan agar Tokopedia memperketat verifikasi identitas, meningkatkan pengawasan berbasis teknologi, serta memberikan edukasi kepada pengguna mengenai risiko fraud. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan promosi digital yang lebih adil, aman, dan berkelanjutan di industri e-commerce. Kata Kunci: Fraud. Cashback. E-commerce. Tokopedia. Transaksi Online. PENDAHULUAN Pada saat sekarang ini perkembangan teknologi informasi mangalami perubahan yang sangat pesat dan mampu membawa perubahan besar bagi manusia termasuk dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam cara berinteraksi dan bertransaksi. Saat sekarang ini ada satu bidang yang mengalami perubahan yang sangat signifikan yakni, dibagian sektor perdagangan. Munculnya platform e-commerce atau toko online telah merubah pola belanja masyarakat, dari yang semula harus datang langsung ke toko fisik menjadi dapat dilakukan secara daring kapan saja dan di mana saja. Tokopedia, merupakan salah satu platform e-commerce terbesar dan terpopuler di Indonesia, dan sekarang ini menjadi salah satu pilihan konsumen dalam melakukan transaksi berbagai produk baik dalam bentuk penjualan maupun pembelian, termasuk handphone (Erwin et , 2. Dengan kemudahan yang diberikan. Tokopedia mampu menyediakan layanan jual beli yang cepat, aman, dan praktis tanpa ribet. Untuk menarik lebih banyak konsumen dan upaya dalam meningkatkan transaksi, platform e-commerce seperti Tokopedia banyak mengandalkan berbagai strategi pemasaran digital, salah satunya adalah program cashback. Cashback merupakan program insentif yang memberikan pengembalian sebagian dari nilai transaksi pembelian kepada konsumen sebagai bentuk apresiasi dan motivasi untuk melakukan pembelian lebih banyak atau lebih sering. Program ini bukan hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga menguntungkan platform dengan peningkatan aktivitas transaksi dan loyalitas pelanggan. Dengan adanya cashback, konsumen merasa terdorong untuk berbelanja lebih banyak, sehingga diharapkan akan meningkatkan pendapatan penjual serta memperkuat posisi platform e-commerce di pasar yang sangat kompetitif. Meskipun cashback membawa banyak manfaat, program ini tidak bisa terlepas dari potensi penyalahgunaan yang dapat merugikan semua pihak. Fraud atau kecurangan dalam konteks cashback merupakan tindakan yang dilakukan secara sengaja oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan lebih besar dari program cashback. Praktik-praktik fraud tersebut dapat berupa manipulasi data transaksi, penggunaan identitas palsu, hingga penciptaan transaksi fiktif demi mengklaim cashback berlebih. Fraud cashback ini bukan hanya merugikan pihak platform yang harus menanggung biaya cashback yang tidak seharusnya dibayar, tetapi juga merugikan konsumen jujur yang mengikuti aturan program dengan benar. Selain itu, fraud juga dapat menurunkan kepercayaan konsumen terhadap platform dan merusak reputasi bisnis secara keseluruhan. Fenomena fraud cashback ini bukan hanya sebatas kemungkinan teoritis. Kasus nyata telah terjadi dan menjadi perhatian serius. Dalam laporan berita CNN Indonesia. Tokopedia mengakui adanya kasus penjahat cashback yang memanfaatkan celah sistem cashback mereka (Wicaksono, 2. Dalam berita tersebut dijelaskan bahwa pelaku penipuan melakukan manipulasi transaksi agar dapat mengklaim cashback secara tidak Kasus ini menimbulkan kerugian finansial bagi Tokopedia serta mengganggu Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. April 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 keadilan bagi konsumen yang bertransaksi secara jujur. Berita ini menjadi bukti nyata bahwa program promosi cashback yang efektif untuk pemasaran sekaligus menyimpan risiko penyalahgunaan jika tidak diawasi dengan ketat. Secara khusus, segmen penjualan handphone di Tokopedia sangat menarik untuk dikaji terkait fraud cashback. Handphone merupakan produk dengan nilai transaksi relatif tinggi dan sangat diminati konsumen, sehingga volume transaksi dalam kategori ini juga besar. Besarnya transaksi pada kategori handphone membuka peluang sekaligus tantangan dalam mengelola program cashback. Praktik fraud seperti manipulasi transaksi dan penyalahgunaan identitas dalam klaim cashback di sektor ini dapat menyebabkan kerugian besar secara finansial dan mengganggu kelancaran bisnis. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis mendalam untuk memahami bagaimana potensi fraud terjadi dan bagaimana langkah pencegahan yang efektif dapat diterapkan. Fraud dalam transaksi e-commerce adalah permasalahan yang kompleks dan sering sulit dideteksi. Dalam konteks cashback Tokopedia, fraud dapat berupa manipulasi data transaksi atau penggunaan identitas palsu untuk memperoleh cashback yang tidak seharusnya. Penipuan semacam ini memerlukan perhatian serius karena berpotensi merusak sistem dan menimbulkan ketidakadilan dalam proses transaksi (Handayani, 2. menambahkan bahwa dalam bisnis online, promosi seperti cashback memang merupakan strategi penting untuk menarik pelanggan baru dan meningkatkan penjualan. Namun, strategi ini juga membuka celah bagi oknum tidak bertanggung jawab yang mencari cara untuk mengeksploitasi sistem guna memperoleh keuntungan secara curang. Hal ini memperlihatkan bahwa keberhasilan strategi pemasaran digital juga harus diimbangi dengan sistem pengawasan yang ketat agar fraud dapat dicegah. (Sudaryono, et. al, 2. dalam penelitiannya juga menyatakan bahwa toko online memiliki keunggulan dalam menjangkau konsumen lebih luas melalui pemasaran digital. Namun, kemudahan ini harus diimbangi dengan pengelolaan risiko yang baik, termasuk risiko fraud. Dalam hal ini, program cashback yang gencar dipromosikan oleh Tokopedia adalah pedang bermata dua: efektif dalam meningkatkan penjualan tetapi rentan terhadap penyalahgunaan. Oleh karena itu, pengelolaan program cashback harus dilakukan dengan sistem yang transparan dan mekanisme pengawasan yang kuat. Studi mengenai fraud cashback yang ada saat ini masih terbatas, terutama yang mengkaji secara khusus praktik fraud pada penjualan handphone di Tokopedia. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan yang menggabungkan analisis data transaksi dengan wawancara mendalam kepada pengguna dan penjual yang aktif memanfaatkan fitur cashback. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai pola-pola fraud yang muncul dan faktor penyebabnya, sekaligus menawarkan rekomendasi yang aplikatif bagi pihak Tokopedia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi fraud dalam perolehan cashback pada penjualan handphone di aplikasi Tokopedia, mengidentifikasi jenis fraud yang paling dominan, serta mengevaluasi efektivitas pengawasan dan mekanisme pencegahan yang telah diterapkan. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan sebuah kontribusi dalam meningkatkan sistem keamanan transaksi ecommerce dan menciptakan lingkungan bisnis yang adil dan terpercaya bagi seluruh Dengan demikian, penelitian ini memiliki relevansi tinggi bagi pengembangan bisnis e-commerce di Indonesia, khususnya dalam konteks pengelolaan program promosi digital. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi dasar bagi Tokopedia dan Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. April 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 platform e-commerce lainnya untuk memperbaiki sistem dan kebijakan terkait cashback agar dapat meminimalisir fraud dan meningkatkan kepuasan serta kepercayaan TINJAUAN LITERATUR Fraud IIA mendefinisikan fraud sebagai AuSetiap kegiatan ilegal yang ditandai dengan penipuan, penggelapan dan atau pelanggaran kepercayaan. Tindakan ini tidak bergantung apakah ancaman dilakukan secara fisik atau tidak. Fraud dilakukan oleh pihak-pihak maupun organisasi untuk memperoleh uang, properti dan jasa, atau untuk menghindarkan pembayaran suatu jasa dan mengamankan keuntungan pribadi atau bisnis suatu organisasiAy. Sedangkan menurut (Hidayati & Ratnawati, 2. , fraud adalah tindakan penyimpangan atau pembiaran yang dilakukan secara sengaja untuk mengelabui pihak lain demi mendapatkan keuntungan tidak sah. Jadi fraud adalah tindakan sengaja yang melibatkan penipuan, penggelapan, atau pelanggaran kepercayaan untuk memperoleh keuntungan tidak sah. Tindakan ini dapat dilakukan oleh individu atau organisasi, dan meskipun tidak selalu bersifat fisik, tetap mencederai etika serta merusak kepercayaan dalam hubungan sosial maupun profesional. Cashback Menurut Bella dalam (Angelica & Soebiantoro, 2. cashback merupakan bentuk insentif yang diberikan kepada konsumen dalam wujud uang tunai, koin, atau produk tertentu, yang dikembalikan setelah konsumen memenuhi syarat pembelian tertentu yang telah ditetapkan oleh pihak penyelenggara program. E-Commerce Menurut Laudon dan Laudon . e-commerce merupakan proses jual beli produk secara elektronik yang melibatkan konsumen maupun pelaku usaha, di mana transaksi bisnis dilakukan dengan bantuan perangkat komputer sebagai media perantara. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, jenis metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis potensi fraud dalam perolehan cashback pada penjualan handphone di aplikasi Tokopedia. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi langsung pada fitur cashback di aplikasi Tokopedia, dan wawancara mendalam dengan beberapa konsumen serta penjual yang aktif menggunakan cashback. Observasi dilakukan dengan mengamati proses transaksi cashback, termasuk pola klaim cashback, verifikasi identitas, serta indikasi transaksi mencurigakan. Wawancara bertujuan untuk menggali pengalaman dan persepsi pengguna terkait potensi penyalahgunaan cashback. Studi literatur mendukung dengan teori dan data terkait fraud serta pengelolaan program cashback di e-commerce. Analisis data dilakukan dengan cara metode analisis konten, mengidentifikasi pola fraud berdasarkan bukti transaksi dan narasi pengguna. Untuk menjaga validitas, dilakukan triangulasi antara hasil observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian disajikan secara deskriptif dengan dukungan tabel untuk memperjelas indikasi fraud yang ditemukan. Penelitian ini dibatasi pada transaksi cashback penjualan handphone di Tokopedia dan data yang diperoleh dari sumber tersebut. Oleh karena itu, hasil penelitian tidak dapat digeneralisasi ke platform e-commerce lain atau kategori produk lain. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. April 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Transaksi Cashback pada Penjualan Handphone di Tokopedia Dalam bagian ini, penulis menganalisis berbagai transaksi yang melibatkan Cashback pada aplikasi Tokopedia, khususnya yang berhubungan dengan penjualan Data yang digunakan dalam analisis ini berasal dari pengamatan terhadap beberapa transaksi yang melibatkan promo Cashback yang ditawarkan Tokopedia, serta hasil wawancara dengan konsumen dan penjual yang berpartisipasi dalam program Tabel berikut menunjukkan contoh toko yang terlibat dalam transaksi Cashback dan bagaimana mereka melaksanakan promo tersebut. Tabel 1. Analisis Transaksi Cashback pada Toko-Toko Penjual Handphone di Tokopedia Jenis Promo Cashback Jumlah Transaksi Terlibat Nilai Cashback Diberikan Transaksi Diduga Manipulasi Potensi Fraud Langkah Pengawasan Manipulasi data cashback Rp3. Rp500. Penipuan identitas untuk Cashback lebih dari yang Verifikasi transaksi dan data Pengawasan lebih ketat terhadap Rp5. Nama Toko Toko Handphone Cashback Rp1. Toko Handphone Cashback Toko Handphone Cashback Toko Handphone Cashback Penggunaan review palsu Pengawasan transaksi dan audit sistem Verifikasi ulasan dan transaksi Sumber : data diolah, 2025 Temuan Penipuan dan Praktik Manipulasi Berdasarkan analisis tabel di atas, ditemukan adanya beberapa praktik penipuan yang terkait dengan penggunaan cashback. Salah satu indikasi fraud yang ditemukan adalah toko yang terlibat dalam transaksi Cashback lebih besar dari nilai yang seharusnya diberikan. Beberapa transaksi bahkan menunjukkan adanya manipulasi data dengan menciptakan transaksi fiktif untuk mendapatkan Cashback lebih dari yang Selain itu, penggunaan identitas palsu dalam mengklaim Cashback juga menjadi salah satu temuan yang signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa oknum-oknum tertentu mencoba memanfaatkan celah dalam sistem untuk memperoleh sebuah keuntungan yang lebih besar dari program Cashback pada Tokopedia. Ditemukan juga bahwa toko-toko yang memberikan Cashback dengan nilai yang sangat tinggi . isalnya 20%) memiliki kemungkinan lebih besar untuk terlibat dalam tindakan manipulasi ini. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. April 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Bukti Visual Transaksi yang Diduga Manipulasi Untuk mendukung temuan ini, berikut ini adalah gambar screenshot dari aplikasi Tokopedia yang menunjukkan transaksi dengan Cashback yang dianggap Gambar 1. Bukti Transaksi Cashback yang Mencurigakan Gambar tersebut menunjukkan sebuah transaksi yang melibatkan Cashback lebih dari yang seharusnya. Pada gambar ini, transaksi yang dilaporkan memiliki jumlah Cashback yang tidak sama dengan nilai barang yang dibeli. Hal ini mengindikasikan bahwa mungkin ada manipulasi yang terjadi, baik di pihak penjual maupun pembeli. Pembahasan Analisis Mengenai Potensi Fraud dalam Transaksi Cashback Dari hasil yang diperoleh, dapat dilihat bahwa ada beberapa potensi fraud yang dapat terjadi dalam perolehan Cashback di Tokopedia, terutama pada transaksi yang melibatkan penjual handphone. Penipuan yang terjadi umumnya melibatkan manipulasi data transaksi dan penyalahgunaan program Cashback yang dapat merugikan baik pihak Tokopedia maupun konsumen. Salah satu bentuk fraud yang paling umum adalah manipulasi transaksi untuk mendapatkan Cashback yang lebih besar dari yang seharusnya (Mahmud, 2. Beberapa penjual diduga menciptakan transaksi fiktif atau melakukan klaim Cashback dengan identitas palsu untuk memperoleh keuntungan lebih. Praktik seperti ini tidak hanya merugikan Tokopedia sebagai platform e-commerce, tetapi juga menciptakan ketidakadilan bagi konsumen yang mengikuti prosedur dengan jujur(Azzahra, 2. Peran Program Cashback dalam Meningkatkan Potensi Penipuan Di sisi lain, program Cashback yang digunakan oleh Tokopedia untuk memberikan daya tarik lebih bagi konsumen, sebenarnya merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan volume transaksi. Namun, program ini juga berpotensi dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab (Hapsari, 2. Menurut (Handayani, 2. salah satu tujuan utama dari bisnis online adalah untuk mendapatkan pelanggan baru melalui berbagai promo, termasuk cashback. Sayangnya, tujuan baik ini justru dapat disalahgunakan oleh oknum-oknum yang mencari celah untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Sebagai contoh, beberapa penjual yang menawarkan cashback sangat tinggi . isalnya 20%) cenderung terlibat dalam praktik manipulasi transaksi atau review palsu untuk meningkatkan volume penjualan. Hal ini sangat berbahaya, karena dapat menurunkan integritas platform e-commerce tersebut dan merusak kepercayaan Selain itu perlu juga menekankan bahwa dalam bisnis online, penting bagi Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. April 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 penjual untuk menjaga reputasi dan kredibilitas agar tidak terjebak dalam manipulasi yang merugikan (Sulianta, 2. Hasil dari penelitian ini sejalan dengan penelitian (Ummah, 2. yang juga menemukan bahwa terdapat indikasi penyalahgunaan program promosi di Tokopedia, termasuk cashback. Penipuan sering kali melibatkan manipulasi data dan review palsu, yang meningkatkan volume penjualan dan Cashback yang diberikan tanpa memperhatikan keabsahan transaksi. Temuan ini menunjukkan bahwa penipuan dalam transaksi e-commerce semakin marak, terutama ketika melibatkan program-program promosi seperti cashback. Langkah Pencegahan yang Perlu Diterapkan Untuk mengurangi potensi fraud dalam transaksi Cashback di Tokopedia, beberapa langkah pencegahan perlu diimplementasikan. Pertama. Tokopedia perlu memperketat proses verifikasi transaksi dan identitas pengguna. Verifikasi ini harus dilakukan dengan cermat untuk memastikan bahwa transaksi yang dilakukan adalah sah dan tidak melibatkan identitas palsu (Kusumardani, 2. Selain itu. Tokopedia juga perlu memperkuat sistem pengawasan terhadap ulasan produk yang diberikan oleh Penggunaan sistem AI dan algoritma yang dapat mendeteksi pola transaksi mencurigakan sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan (Jamaludin et al. , 2. Di samping itu, edukasi kepada konsumen dan penjual mengenai risiko fraud dan pentingnya untuk mengikuti aturan dalam menggunakan Cashback juga sangat penting. Tokopedia harus memberikan informasi yang jelas kepada penggunanya mengenai cara kerja Cashback dan syarat-syarat yang harus dipenuhi agar tidak terjadi KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan dari semua analisa yang telah dilakukan pada transaksi Cashback dalam penjualan handphone di aplikasi Tokopedia, bisa disimpulkan bahwa terdapat beberapa potensi fraud yang signifikan terkait dengan program cashback. Temuan ini diperoleh melalui analisis terhadap beberapa transaksi yang melibatkan cashback, serta wawancara dengan konsumen dan penjual yang terlibat. Terdapat beberapa kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Manipulasi Cashback pada Transaksi: Terdapat indikasi bahwa beberapa toko yang menawarkan Cashback lebih tinggi dari yang ditetapkan untuk melakukan manipulasi data transaksi untuk memperoleh keuntungan yang lebih. Hal ini termasuk menciptakan transaksi fiktif untuk mendapatkan Cashback yang tidak sah. Penyalahgunaan Identitas untuk Klaim Cashback: Penyalahgunaan identitas dalam mengklaim Cashback juga menjadi salah satu bentuk penipuan yang teridentifikasi. Praktik ini dilakukan dengan menggunakan identitas palsu atau ganda untuk memperoleh Cashback lebih dari yang seharusnya. Peran Cashback dalam Meningkatkan Potensi Fraud: Program Cashback yang ditawarkan Tokopedia memang berfungsi untuk menarik lebih banyak konsumen, namun juga berpotensi disalahgunakan oleh oknum-oknum yang ingin memperoleh keuntungan yang besar. Hal ini menunjukkan adanya celah dalam sistem yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, yang tentunya merugikan pihak Tokopedia dan konsumen yang menjalani transaksi secara jujur. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. April 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Berikut beberapa saran sebagai langkah pencegahan dan perbaikan yang dapat dilakukan oleh Tokopedia untuk mengurangi potensi fraud terkait Cashback adalah sebagai berikut: Peningkatan Pengawasan terhadap Transaksi Cashback: Tokopedia perlu memperkuat sistem pengawasan terhadap transaksi yang melibatkan cashback, dengan memanfaatkan teknologi yang lebih canggih, seperti algoritma untuk mendeteksi transaksi mencurigakan. Hal ini akan membantu mencegah manipulasi data transaksi dan penyalahgunaan cashback. Verifikasi Identitas Pengguna yang Lebih Ketat: Untuk menghindari penyalahgunaan identitas dalam klaim cashback. Tokopedia perlu meningkatkan verifikasi identitas pengguna, baik bagi konsumen maupun penjual. Proses verifikasi yang lebih ketat akan meminimalkan kemungkinan adanya klaim Cashback yang tidak sah. Edukasi kepada Pengguna mengenai Risiko Fraud: Tokopedia harus memberikan edukasi yang lebih luas kepada konsumen dan penjual mengenai risiko fraud yang dapat terjadi dalam transaksi e-commerce, khususnya terkait dengan program Ini dapat dilakukan melalui kampanye yang mengedukasi tentang pentingnya mengikuti aturan dan etika dalam bertransaksi di platform e-commerce. DAFTAR PUSTAKA