Jurnal Social Philantropic 2022. Vol. No. 1, 1-6 Program Studi Psikologi. Fakultas Psikologi. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya e-ISSN: x x. p-ISSN: x x DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MASA PANDEMI COVID-19 1Fenti Listiarum Juniar, 2Nurwahyuni Nasir 1,2Program Studi Psikologi. Fakultas Psikologi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Fenti. listiarum17@mhs. id , nurwahyuni. nasir@dsn. Abstrak Penelitian ini dibuat untuk mengetahui ada tidaknya Hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan minat belajar siswa SMK Negeri 2 pada masa pandemi covid-19 di kota bekasi. Metode yang dipergunakan adalah kuantitatif korelasional. Sample penelitian ini adalah 100 siswa SMK Negeri 2 di kota bekasi. Data diperoleh melalui skala dukungan sosial orang tua dan skala minat Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam analisis korelasi Spearman rhoAo menunjukkan hubungan yang lemah atau ada kemungkinan antara dukungan sosial orang tua dengan minat belajar . ilai r=0,375** dengan pO0,. Disimpulkan bahwa dukungan sosial orang tua berkorelasi dengan minat belajar pada siswa. Kata kunci: Dukungan Sosial Orang Tua. Minat Belajar. Abstract This study was made to find out whether there is a relationship between the social support of parents and the learning interests of students of SMK Negeri 2 during the covid-19 pandemic in the city of Bekasi. The method used is quantitatively correlational. This research sample is 100 students of SMK Negeri 2 in the city of Bekasi. The data was obtained through the parents' social support scale and the learning interest scale. The results of this study showed that in spearman rho' correlation analysis showed a weak or probable relationship between parental social support and learning interests . alue r=0. 375** with pO0. It concluded that parental social support correlated with learning interest in students. Keywords: Parents' Social Support. Learning Interests. Juniar. & Nasir. LATAR BELAKANG siswa sangat tertarik mencari hal yang baru dengan pembelajaran yang disukainya dan untuk minat belajar adanya pandemi covid-19 ini membuat siswa suka atau tidak suka harus berhadapan dengan teknologi untuk mendukung pembelajaran metode online yang diberikan, bukan hanya materi yang dipindah melalui media internet tetapi tugas-tugas yang dikirimkan melalui aplikasi tertentu. Di karenakan ada dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal (Diniaty. Faktor internal merupakan aspek yang pengaruhi minat belajar yang berasal dari dalam diri sendiri, seperti atensi, keingintahuan, motivasi, dan kebutuhan. Sebaliknya faktor eksternal ialah faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa yang berasal dari luar diri siswa, yang tercantum ke dalam faktor eksternal yang bisa pengaruhi minat belajar siswa merupakan orang tua, guru, teman sebaya, serta lingkungan masyarakat (Dinianty, 2. Faktor internal dimana siswa susah memahami materi dan juga kurangnya kesadaran orang tua akan pentingnya minat dalam belajar, sehingga mengakibatkan siswa tidak bersemangat dalam belajar. Faktor eksternal dimana akibat masa pandemi covid-19 dalam penyampaian materi dari guru kepada peserta didik tidak dapat berjalan maksimal karena hanya melalui via dalam jaringan atau online sehingga kegiatan belajar mengajar tidak berjalan Namun yang terpenting dalam penelitian ini penulis memfokuskan pada faktor eksternal yang cukup berpengaruh adalah dari dukungan orang tua. Saat ini dunia sedang dilanda pandemi yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan tak terkecuali dunia pendidikan. Pada 11 maret 2020 World Health Organization (WHO) telah menetapkan Corona Virus Disease 2019 (Covid-. sebagai pandemi global. Covid-19 sendiri telah terkonfirmasi diberbagai negara, area atau wilayah tak terkecuali di Indonesia (WHO, 2. Pemerintah Indonesia melakukan berbagai rencana penanganan pada layanan kesehatan, layanan ekonomi serta layanan pendidikan. Indonesia mengharuskan pemerintah mengambil langkah untuk pencegahan penyebaran virus dengan social distancing atau jaga jarak sosial dimana pemerintah menetapkan kebijakan meliburkan proses pembelajaran di sekolah ataupun perkuliahan dengan mengganti pembelajaran berbasis daring, tempat hiburan yang dibatasi serta beberapa perkantoran yang menerapkan Work From Home (WFH) di awal kasus Covid-19 terjadi sebagai langkah pencegahan penularan (Callistasia, 2. Pandemi covid-19 telah menyebabkan dampak besar pada pendidikan global tinggi. Hingga di bidang pendidikan seluruh dunia juga terdampak dalam kebijakan pemerintah ini (Noviyanti, 2. Adanya pandemi covid-19 yang terjadi diindonesia pemerintah memindahkan proses pembelajaran siswa dari sekolah menjadi di rumah dengan pembelajaran daring . Pemerintah telah menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan sosial distancing dengan menerapkan sistem School From Home . ekolah diruma. untuk memutus mata rantai penularan covid-19 dengan himbauan pemerintah agar kegiatan pembelajaran tetap berlangsung di rumah maka sekarang orang tua yang mendidik dan mengajari materi yang di sampaikan pendidik melalui Belajar dari rumah untuk pembelajarannya bersama orang tua sebagai penganti guru dikelas. Namun jika di lihat dari kondisi negara Indonesia saat ini pembelajaran daring . kurang efektif, karena keterbatasan fasilitas belajar sarana dan prasarana, tidak dapat memahami materi, terkendala akan jaringan ketika sedang sekolah daring, boros akan kouta internet, sulitnya berdiskusi dengan teman, saat dirumah siswa semakin malas dalam belajar dimasa pandemi. Fenomena tersebut menyimpulkan bahwa siswa memiliki minat belajar yang rendah dimasa pandemi. Orang tua merupakan dukungan yang terpenting di lingkungan rumah,beberapa orang tua mereka tidak pernah menanyakan perihal kegiatan belajar mereka disekolah, tidak pernah menanyakan kesulitan yang dihadapi dalam pembelajaran belajar daring atau online dan beberapa siswa tidak diberikan sarana maupun dukungan terutama pada orang tua yang Jika dilihat dari masa pandemi saat ini dukungan sosial orang tua sangat berarti serta mempengaruhi anak dalam meningkatkan seluruh aspek serta keahlian yang dipunyai Bila dukungan sosial orang tua tidak berjalan dengan optimal dalam menunjang proses pertumbuhan serta pendidikan, pasti anak tidak bisa tumbuh dalam berperilaku serta proses pemikirannya akan terhambat. Anak yang belajar dengan kemauan dalam diri dan ada dukungan dari orang tua secara efektif akan membuat anak lebih semangat rajin belajar sehingga minat belajar siswa akan meningkat. Penelitian ini, peneliti juga telah melakukan survei umum melalui google form terhadap 50 siswa untuk melihat fenomena disekolah dalam pembelajaran jarak jauh dari berbagai jurusan di SMK Negri 2 kota bekasi. Survei ini dilakukan dari tanggal 31 maret 2021 hingga 5 April 2021. Hasil survei menunjukan bahwa 42 . %) siswa merasa terkendala dalam memahami materi pembelajaran yang disampaikan saat daring . ,36 . %) siswa merasa kurang dukungan dari orang tua, 43 . %) siswa merasa terlalu banyak tugas yang diberikan oleh guru dan 33 . %) siswa merasa kurang fasilitas belajar. Lebih lanjut sebanyak 37 . %) siswa merasa tidak fokus saat guru menjelaskan materi kemudian beberapa siswa juga mengalami masalah teknis seperti kesulitan jaringan saat sekolah daring . Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian pada siswa SMK Negeri 2 di Kota Bekasi dengan judul AuHubungan Antara Dukungan Sosial Orang Tua Dengan Minat Belajar Siswa SMK Negri 2 Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota BekasiAy. TINJAUAN PUSTAKA Minat Belajar Minat belajar adalah suatu keadaan siswa yang dapat menumbuhkan rasa suka dan dapat membangkitkan semangat diri dalam melakukan suatu kegiatan yang dapat diukur melalui rasa suka, tertarik, memiliki perhatian dan keterlibatan Hal ini menunjukan terdapat siswa memiliki minat yang belum optimal, minat belajar sebelum adanya covid-19 Dukungan Sosial Orang Tua Dan Minat Belajar Siswa Pada Masa Pandemi Covid-19 dalam mengikuti proses pembelajaran (Hidayat dan Djamilah, untuk dipilih menjadi anggota sampel (Sugiyono, 2. Penelitian ini menggunakan kuesioner tipe skala likert. Penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi untuk melihat ada atau tidaknya hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan minat belajar siswa SMK Negeri 2 pada masa pandemi covid-19 di Kota Bekasi dengan bantuan software SPSS versi 20 for windows. Menurut Syah . alam Dinianty, 2. minat belajar merupakan suatu ketertarikan yang sifatnya tetap di dalam diri yang sedag menjalani suatu aktivitas dikarenakan adanya rasa ketertarikan dan keinginan. Menurut Slameto . minat belajar merupakan suatu rasa untuk menyukai atau tertarik pada suatu hal atau aktivitas belajar tanpa ada yang menyuruh. HASIL Demikian disimpulkan bahwa pengertian minat belajar adalah kecenderungan individu untuk memiliki rasa senang tanpa ada paksaan sehingga dapat menyebabkan perubahan pengetahuan, ketrampilan dan tingkah laku. Berdasarkan penyebaran kuesioner melalui google formulir yang dilakukan peneliti didapatkan responden berjumlah 100 orang. Berikut adalah deskripsi responden : Responden Penelitian Tabel 1 Deskripsi Responden Terdapat empat aspek minat belajar menurut Slameto . yaitu perasaan senang, ketertarikan, penerimaan, dan keterlibatan siswa. Jurusan Jumlah Persentase TEI 10,8 % TSM 38,4 % TKJ 18,4 % RPL 16,2 % Dukungan Sosial Orang Tua Dukungan sosial orang tua adalah dukungan yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya baik secara emosional, penghargaan,instrumental, informasi ataupun kelompok Tarmidi dan Rambe . Dukungan sosial orang tua merupakan kesenangan yang dirasakan, penghargaan, kepedulian, dan penerimaan dukungan yang didapat dari orang tua Diniaty . 15,7 % Total Menurut Smet . alam Inten, 2. dukungan sosial orang tua merupakan persepsi seseorang terhadap dukungan potensi yang diterima dari lingkungan seorang individu. Uji Asumsi Berdasarkan uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa dukungan sosial orang tua merupakan dukungan yang diberikan kepada individu yang dapat menimbulkan perasaan yang menyenangkan sehingga individu juga dapat meningkatkan kemampuan yang dimiliki. Uji asumsi yang dilakukan dalam penelitian ini ada dua yaiu uji normalitas dan uji linearitas dengan banuan software SPSS versi 20 for windows. Menurut Smet . alam Inten, 2. ada empat aspek dukungan sosial orang tua yaitu, dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan intrumental dan dukungan Variabel Normalitas Linearitas Dukungan Sosial Orang Tua 0,014 0,317 METODE PENELITIAN Minat Belajar 0,004 Tabel 2 Uji Asumsi Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif menekankan analisisnya pada data numerical . yang diolah dengan metode statistika. Penelitian dengan metode kuantitatif akan diperoleh signifikansi perbedaan kelompok atau signifikansi hubungan antar variabel yang di teliti. Pada umumnya, penelitian kuantitatif merupakan penelitian dengan penggunaan sampel besar (Azwar, 2. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 2 yang mengalami pembelajaran Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Probability Sampling dengan jenis Simple Random Sampling. Probability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi Berdasarkan tabel Uji Normalias diatas dengan menggunakan Lilliefors Significance Correction pada tabel Kolmogorov Smirnov menunjukan bahwa nilai signifikasi pada variabel Dukungan Sosial Orang Tua adalah 0,014 . O0,. Kemudian nilai signifikasi pada variabel Minat Belajar sebesar 0,004 . Ou0,. artinya data kedua variabel berdistribusi tidak normal. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa skor nilai Sig. Pada Deviation From Linearity sebesar 0,317 . Ou0,. dan signifikansi Linearity 0,000 . O0,. maka dapat diartikan Juniar. & Nasir. bahwa kedua variabel yaitu Dukungan Sosial Orang Tua dan Minat Belajar berdistribusi linear. Berdasarkan hasil uji korelasi yang dilakukan dengan menggunakan uji korelasi SpearmanAos Rho diketahui nilai koefisien korelasi sebesar 0,375** dan signifikansi sebesar 0,000 yang berarti pO0,05. Tanda dua bintang (**) menunjukan korelasi kemungkinan memiliki signifikansi. Pada uji korelasi SpearmanAos Rho jika nilai signifikansi pO0,05 artinya (H. ditolak dan (H. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial orang tua dengan minat belajar. Hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan minat belajar memiliki hubungan positif dengan kategori lemah atau ada kemungkinan karna skor pada koefisien korelasi 0,375** (Periantalo, 2. Uji Kategorisasi Pengukuran Minat Belajar dilakukan dengan menggunakan skala Minat Belajar yang terdiri dari 19 aitem dengan skor tertinggi 5 dan skor terendah 1. Hasilnya adalah sebagai Tabel 3 Kategorisasi Minat Belajar Kategori Skor Jumlah Subjek Rendah < 57,1 Pembahasan Agak Rendah 57,1 Ae 69,7 Sedang 69,1 Ae 82,3 Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner pada tanggal 19 sampai 24 Juli 2021 terdapat hasil yaitu 100 siswa yang telah mengisi kuesioner sesuai dengan kriteria yang telah peneliti buat, apabila dijabarkan maka didapati hasil berdasarkan dengan persentase tertinggi 38,4 % terdapat pada jurusan TSM karena jumlah kelas TSM lebih banyak dari jurusan lainnya, tertinggi kedua pada jurusan dengan persentase 18,4 %, tertinggi ketiga terdapat pada jurusan RPL dengan persentase 16,2 %, sisanya terdapat pada jurusan RPL dengan persentase sebesar 15,7 % dan terendah dengan persentase 10,8 %. Sedangkan Dukungan Sosial Orang Tua dilakukan dengan menggunakan skala Dukungan Sosial Orang Tua yang terdiri dari 22 aitem dengan skor tertinggi 5 dan skor terendah 1. Hasilnya sebagai berikut : Tabel 4 Kategorisasi Dukungan Sosial Orang Tua Kategori Skor Jumlah Subjek Sedang 58,7 Ae 73,3 Agak Tinggi 73,3 Ae 87,9 Berdasarkan hasil uji asumsi yang meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan uji linearitas. Variabel Dukungan Sosial Orang Tua dan Minat Belajar memiliki data yang terdistribusi tidak normal, memiliki varian yang tidak homogen dan memiliki hubungan yang bersifat linear. karenakan adanya kemungkinan responden tidak fokus dalam mengisi kuesioner disebar melalui google form , kemungkinan pula responden tidak sesuai dengan kriteria yang peneliti buat. Variabel dukungan sosial orang tua dan minat belajar memiliki varian yang homogen dan memiliki hubungan yang bersifat linear. UJI HIPOTESIS Uji Korelasi Uji korelasi dimaksudkan untuk melihat suatu hubungan antara dua variabel yang diteliti agar dapat mengetahui apakah variabel berhubungan atau tidak dan menunjukkan arah hubungan variabel tersebut apakah positif atau negatif. Uji korelasi diartikan sebagai hubungan antar variabel yang memiliki skor bergerak dari 0 sampai dengan 1 (Periantalo. Hasil yang didapatkan adalah sebagai berikut : Selanjutnya berdasarkan uji korelasi antara variabel dukungan sosial orang tua dengan minat belajar menggunakan teknik korelasi SpearmanAos rho diperoleh bahwa hipotesis alternatif (H. di terima dan hipotesis nihil (H. di tolak. Maka dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara dukungan sosial orang tua dengan minat belajar siswa SMK. Hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan minat belajar berbentuk yang positif, sehingga dapat disimpulkan bahwa jika minat belajar tinggi maka dukungan sosial orang tua akan tinggi, dan sebaliknya jika minat belajar rendah maka dukungan sosial orang tua akan Tabel 5 Uji Korelasi Variabel Koefisien Korelasi Signifikasi Jumlah Subjek Dukungan Sosial Orang Tua 0,375** Berdasarkan hasil uji normalitas yang telah dilakukan pada uji Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk variabel dukungan sosial orang tua memperoleh signifikansi . sebesar 0,014 . O0,. dan 0,074 . O0,. yang berarti data berdistribusi tidak normal, dikarenakan taraf signifikansi . O0,. , sedangkan pada variabel minat belajar 0,004 Minat Belajar Dukungan Sosial Orang Tua Dan Minat Belajar Siswa Pada Masa Pandemi Covid-19 . Ou0,. dan 0,000 . O0,. yang berarti berdasarkan Kolmogorov-Smirnov data berdistribusi normal sedangkan berdasarkan Shapiro-Wilk data tidak berdistribusi normal. Maka kesimpulan yang peneliti ambil adalah bahwa data pada variabel dukungan sosial orang tua dan minat belajar tidak berdistribusi normal. dukungan sosial orang tua menurun, sebaliknya jika minat belajar tinggi maka pula dukungan sosial orang tua tinggi. Karena dengan adanya minat belajar pada siswa akan lebih konsentrasi, semangat, tidak mudah bosan, belajar dengan sungguh-sungguh dan tentunya didukungan oleh orang tua. Hal ini dimungkinkan karena studi pendahuluan dengan dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan wawancara dengan media telephone maupun secara langsung, responden wawancara diambil secara acak dan jumlahnya belum bisa mewakili dan keterbatasan kemampuan peneliti dalam melakukan wawancara. Hasil uji normalitas diperoleh hasil kedua data tidak berdistribusi secara normal, maka penelitian ini untu menguji korelasi antar variabel menggunakan teknik non parametrik dengan rumus korelasi SpearmanAos rho dengan bantuan software SPSS versi 20 for windows, untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara dukungan sosial orang tua dan minat belajar, setelah di uji menunjukan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,375** dengan taraf signifikan . sebesar 0,000 yang berarti . O0,. yang artinya (HO) ditolak dan (HA) diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikansi antara minat belajar dengan dukungan sosial orang tua. Maka smakin tinggi minat belajar maka semakin tinggi pula dukungan sosial orang tua yang dimiliki oleh siswa. Penelitian ini juga memiliki keterbatasan penelitian yang disebabkan oleh, sebagai berikut : . Studi pendahuluan dilakukan dengan cara wawancara by whatsapp chatting kepada 2 siswa sehingga datayang diperoleh kurang mendalam, hal ini mengakibatkan fenomena yng diperkirakan tidak sama dengan hasil penelitian. Subjek yang digunakan saat penelitian merupakan siswa baru dyang tidak mengalami sekolah online secara full. Peneliti hanya menggunakan responden kelas X, hal ini menyebabkan data yang diperoleh kurang memiliki gambaran sepenuhnya terhadap fenomena di SMK Negri 2. Pengumpulan data pada penelitian ini melalui google form dikarenakan seluruh siswa sedang diberlakukan study from home akibat pandemi wabah covid19, dengan cara menyebar link google form yang sudah peneliti buat kepada siswa kelas X. Hal ini mengakibatkan peneliti tidak bisa menyebar data secara langsung atau tatap muka dengan subjek dan mendampingi subjek hingga pengambilan data selesai, sehingga adanya kemungkinan responden mengisi kuesioner secara tidak sesuai dengan dirinya maupun keadaannya pada saat mengisi data. Pada penelitian ini peneliti membagi kedalam 5 . kategorisasi, pada kategori dukungan sosial orang tua kriteria agak tinggi sebanyak 10 responden dan tidak ditemukan kriteria rendah. Sisanya ada pada kriteria sedang sebanyak 90 Hal ini menunjukkan bahwa minat belajar siswa berada pada kriteria agak rendah. Hal ini dapat dipengaruhi oleh faktor selain dukungan sosial orang tua. Menurut Slameto, 2020 seperti faktor sekolah maupun faktor pendekatan belajar. Hipotesis dalam penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan positif antara dukungan sosial orang tua dengan minat belajar pada siswa. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, hipotesis ini dinyatakan diterima dengan koefisien korelasi positif menunjukkan hubungan lurus yaitu kenaikan suatu variabel akan menyebabkan kenaikan variabel KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil uji analisis penelitian yang telah dilakukan, diperoleh bahwa hipotesis berbunyi terdapat hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan minat belajar siswa SMK Negri 2 pada masa pandemi covid-19 di Kota Bekasi. Hubungan antara kedua variabel dalam penelitian ini bersifat positif, sehingga hipotesis alternatif (H. diterima bersifat lemah dan hipotesis nol (H. Berdasarkan kategorisasi bahwa dukungan sosial orang tua sedang dan minat belajar agak rendah yang berarti minat belajar siswa SMK Negri 2 Dikota Bekasi dipengaruhi oleh faktor lain, selain dukungan sosial orang tua. Penerimaan hipotesis adanya hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan minat belajar pada siswa, menunjukkan bahwa hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan Penelitian Diniaty . dengan judul AuDukungan Orang Tua dan Minat belajar siswaAy. Populasi dan sampel penelitian ini adalah siswa yang mengalami kurangnnya dukungan sosial orang tua. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa adanya korelasi yang sangat signifikan anatar dukungan sosial orang tua dengan minat belajar. penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Yulia . dengan judul AuHubungan Dukungan Sosial Orang Tua Dengan Minat Membaca siswa di SD Kota Bukit TinggiAy. Hasil penelitian ini menyebutkan adanya hubungan positif antara dukungan sosial orang tua dengan minat belajar, ditunjukkan dengan r= 0,963, p=0,000. Hal ini berarti semakin tinggi minat belajar maka semakin tinggi pula dukungan sosial orang tua dan sebaliknya. Bagi siswa diharapkan memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh orang tua dan meningkatkan rasa ingin tahu agar minat belajar siswa menjadi lebih baik dengan menggunakan media online yang sudah ada saat ini. Bagi orang tua diharapkan bisa lebih memperhatikan akan pentingnya faktor internal maupun eksternal dari dukungan secara cukup kepada anak, sehingga hasil dalam belajar menjadi lebih optimal. Bagi mengembangkan penelitian ini dengan mengkaji lebih dalam dan diharapkan menjadi referensi yang dapat digunakan penelitian dengan menguji variabel yang berbeda. Hasil pada kategorisasi diatas sama dengan fenomena yang Berdasarkan studi pendahuluan sebelumnya didapatkan hasil bahwa minat belajar siswa akan menurun jika Juniar. & Nasir. Periantalo. Penelitian kuantitatif untuk psikologi. Pustaka Pelajar. DAFTAR PUSTAKA