https://doi. org/10. 61578/honai. Jurnal Pendidikan. Administrasi. Sains. Ekonomi, dan Pemerintahan STRATEGI DINAS KESEHATAN DALAM MENEKAN LAJU PENDERITA STUNTING DI KABUPATEN ENREKANG Samsul Bahri1*. Muhammadiah2. Abdul Kadir Adys3 123Program Studi Ilmu Pemerintahan. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Makassar Email Korespondensi: Bahrimaspul@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi organisasi, starategi program, dan strategi pendukung sumber daya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Dalam Menekan Laju Penderita Stunting di Kabupaten Enrekang. Jenis Penelitian Ini menggunakan deskriptif kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini yaitu 7 orang. Teknik analisis datayaitu reduksi kata, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi Dinas Kesehatan dalam menekan laju penderit stunting telah mengalami penurunan di tahun 2019 dibandingkang tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2018 dengan harapan kedepannya akan menurun lagi. Dengan adanya program gerakan masyarakat sehat, gerakan masyarakat peduli stunting dan gerakan masyarakat mencegah stunting dan Dinas Kesehatan mengaktifkan sosialisasi dengan melibatkan organisasi perangkat daerah(ODP). Hal ini dipengaruhi oleh strategi organisasi, strategi program dan strategi pendukung sumber daya yang diupayakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang. Kata Kunci: Stategi. Menekan Laju Penderita Stunting. HEALTH DEPARTMENT STRATEGY IN REDUCING THE RATE OF STUNTING SUFFERERS IN ENREKANG DISTRICT Abstract This study aims to determine the organizational strategy, program strategy, and resource support strategies undertaken by the health department in reducing the rate of stunting sufferers in Enrekang district. This type of research uses descriptive, qualitative. The number of informants in this study were 7 people. Data analysis techniques are word reduction, data presentation and conclusion drawing. The result of this study indicate that the health departementAos strategy in reducing the rate of stunting sufferers has decreased in 2019 compared to the provious year, namely 2018 with the hope of decreasing agai. With the existence of the healthy community movement program, the community movement concerned about stunting and the community movement to prevent to prevent stunting and the socialization by involving regional apparatus This is influenced by the organizational strategy, program strategy, and resource support strategies pursued by the Enrekang district health office. Keywords: Strategi. Reduce The Rate of Stunting. Copyright A 2024 Samsul Bahri. Muhammadiah2. Abdul Kadir Adys37 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 9/09/2024. Accepted: 22/09/2024. Published: 31/12/2024 Strategi Dinas Kesehatan Dalam Menekan Laju Penderita Stunting Di Kabupaten Enrekang Pendahuluan Dinas Kesehatan adalah unsur pelaksanaan pemerintah yang bertanggung jawab dalam mengrusi bidang kesehatan dan di pimpin oleh seorang kepala dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada kepala daerah melalui sekertaris daerah. Dinas kesehatan juga memiliki juga memiliki tugas,fungsi,dan tanggung jawab untuk melaksanakan sebagian urusan untuk menunjang tercpainya kesejahteraan masyarakat dalam bidang kesehatan dan melakukan tugas pembantuan sesuai bidangnya. Permasalahan Gizi ialah permasalahan dalam siklus kehidupan yang sangat kompleks dan penting segera ditangtani hal ini dapat terjadi mulai dari bayi masih dalam kandungan,balita,remaja,bahkan samapai lanjut usia. masalah gizi dapat terjadi pada seluruh kelompok umur,permasalahan gizi pada satu kelompok umur tertuangkan berpengaruh pada ststus gizi pada periode siklus kehidupan berikutnya . epublic Indonesia 2. Indonesia mempunyai masalah Gizi yang cukup berat yang ditandai dengan banyaknya kasus Gizi yang cukup berat yang di tandai dengan banyaknya kasus Gizi buruk pada anaka balita. Blita pendek . adalah masalahnya ialah Gizi kronis sehingga berdampak gagal tumbuh dan otak akibat kekurangan gisi dalam waktu yang lama. Akibatnya anak tumbuh lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlabatan dalam berfikir. Stunting merupakan masalah Gizi utama yang akan berdamapak pada kehidupan social dan ekonomi dalam masyarakat. Stunting juga dapat terjadi sejak janin dalam kandungan akibat masalah asupan protein pada saat ibu sedang hamil juga dapat berpengaruh dari kondisi lingkungan. Masalah ini salah satu masalah yang berpengaruh terhadap masalah pertumbuhan kembang anak. Kekurangan energy dan protein dalam waktu cukup lama akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan balita (Handiansyah,et al,1. Stunting merupakan permasalahan yang semakin banyak ditemukan Negara Negara berkembang termasuk di Indonesia, malash ini tergolong masalah yang serius karena berkaitan dengan masalah bangsa. Sulawesi Selatan masuk daftar empat provinsi terbanyak yang warganya menderita Stunting di Indonesia dan Kabupaten Enrekang merupakan daerah dengan angka stunting terbesar di Sulawesi selatan. Menurut Kabid Kesmas Dinas kesehatan kabupaten Enrekang, penyebab utama besarnya balita penderita stunting lantaran kekurangan gizi kronis mulai dari hamil sampai dua tahun terakhir atau 1. 000 hari pertama kehidupan, selain itu kurangnya pemehaman orang tua terhadap pola asuh anak khususnya dalam hal pemberian asupan gizi. Pengelolah data program Gizi Dinas Kesehatan Enrekang mangatakan bahwa ada beebrapa factor utama penyebab besarnya angka stunting di Kabupaten Enrekang. Faktor tersebut adalah pola makan,pola asuh, dan masalah sanitasi. Namun, yang paling umum ditemukan adalah pola asuh. Padahal pola perekonomian masyarakat Enrekang sudah bagus dan layak serta diklaim bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Enrekang mengalami penurunan di tahun 2019 jumlah nya 12,33 persen berdasarkan data nasional pada rapat koordinasi terkait jumlah kemiskinan di Sulawesi selatan. Dan juga mayoritas masyarakat Kabupaten Enrekang adalah penghasil sayuran, dan dangke tetapi karena pola asuh yang masih kurang di pahami oleh para orang tua. Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang merupakan insitusi yang memberikan pelayanan yang memiliki fungsi dan ikut terlibat dalam salah satunya membuat kebijakan di bidang kesehatan sehingga Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang juga harus bertanggung jawab dalam memberikan kualitas pelayanan kesehatan dengan memberikan program-program dalam mengatasi di bidang kesehatan dalam mengupayakan strategi hal yang mendukung penurunan stunting di antaranya strategi organisasi, program yang akan dilaksanakan, serta sumber daya yang digunakan dan melibatkan Organisasi perangkat daerah (ODP) yang berkaitan dengan bidang kesehatan. penelitian ini membahas tentang Strategi Dinas Kesehatan Menekan Laju Penderita Stunting Di Kabupaten Enrekang. Untuk mengetahui bagaimana strategi organisasi, strategi program, dan strategi pendukung sumber daya dinas kesehatan dalam menekan laju penderita stunting di Kabupaten Enrekang? Copyright A 2024 Samsul Bahri1. Muhammadiah2. Abdul Kadir Adys38 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 9/09/2024. Accepted: 22/09/2024. Published: 31/12/2024 Strategi Dinas Kesehatan Dalam Menekan Laju Penderita Stunting Di Kabupaten Enrekang Metode Penelitian Waktu penelitian yang dibutuhkan pada penelitian ini selama 2 (Du. bulan setelah seminar Lokasi penelitian di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kualitatif yaitu peneliti berusaha untuk mengungkapkan fakta yang diperoleh di lapangan dan memberikan gambaran secara objektif mengenai masalah yang akan di Tipe penelitian yang digunakan yaitu deskriptif yaitu peneliti sifatnya mendalam mengenai individu, organisasi, program, dan sebagainya dalam kurun waktu yang ditentukan tujuannya yaitu mendeskripsikan gambaran secara utuh dan mendasar sehingga menghasilakan data dan selanjutnya dapat menghasilkan teori. Informan penelitian ini adalah Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Enrekang. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang, staf Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang. Bidang Bina Masyarakat dan masyarakat yang diwawancarai yang telah di wawancarai untuk mendapat informasi. Adapun teknik pengumpulan data yaitu Observasi, wawancara, dan Dokumentasi. Adapun analisis data yaitu yang digunakan peneliti yaitu Reduksi kata, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verivikasi dan pengabsahan data pada penelitian ini adalah Triangulasi sumber. Triangulasi teknik, dan Triangulasi waktu guna diperiksa mengunakan uji kredibilitas data yang dilakukan peneliti. Hasil dan Pembahasan Dinas kesehatan adalah unsur pelaksanaan pemerintah yang bertanggung jawab dalam mengrusi bidang kesehatan dan di pimpin oleh seorang kepala dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada kepala daerah melalui sekertaris daerah. Dinas kesehatan juga memiliki juga memiliki tugas, fungsi, dan tanggung jawab untuk melaksanakan sebagian urusan untuk menunjang tercpainya kesejahteraan masyarakat dalam bidang kesehatan dan melakukan tugas pembantuan sesuai bidangnya Pada dasarnya Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang memiliki visi yang akan dicapai yaituAy Terwujudnya Masyarakat yang Mandiri untuk Hidup Sehat Menuju Enrekang MajuAy. Adapun untuk mencapai tujuan tersebut pastilah melihat Kondisi yang sedang terjadi dan kemudian menyusun suatu strategi atau program. Strategi untuk menekan laju penderita Stunting ini sangat penting untuk dilakuakn oleh pemerintah agar masyarakat di Kabupaten Enrekang menjadi masyarakat yang sehat. Penelitian ini Mengkaji tentang bagaiamana strategi dinas dalam menekan laju penderita stunting di Kabupaten Enrekang baik dilihat dari aspek Staregi organisasi, strategi program, maupun strategi penduku ng sumber daya. Untuk mengetahui strategi yang dilakukan oleh dinas kesehatan Kabupaten Enrekang, maka peneliti mengacu pada 3 . aspek yaitu: Strategi Organisasi Strategi ini berhubungan dengan perumusan Misi. Tujuan. Nilai-nilai dan inisiati-inisiatif strategi yang baru. Dan pembatasan dibutuhkan yaitu mengenai apa yang dilakukan untuk siapa Secara umum strategi organisasi adalah penetapan jangaka panjang yang bersifet mendasar bagi sebuah organisasi. Robbins(Kusdi, 2. Pengertian strategi dalam konteks organisasi yaitu penetapan berbagai tujuan dan sasaran jangka panjang yang bersiapat mendasar terhadap suatu organisasi ,yang dilajutkan dengan penetapan rencana aktivitas dan pengelokasian sumber daya yang di perlukan guna mencapai sasaran tersebut. Staregi Dinas Kesehatan dalam menekan angka stunting yang ada di Kabupaten Enrekang ini mengacu pada program yang dikeluarkan oleh dinas kesehatan yaitu dengan melakukan pendekatan lintas sector dengan melibatkan seluruh Organisasi perangkat Daerah (OPD) baik lembaga kemasyarakatan, lembaga pendidikan , swasta, bahkan dunia usaha agar ikut aktf dalam menekan penderita Stunting ini peluang besar dalam mengurangi stuntingyang ada pada msyarakatnya, oleh karena itu agar tercapainya masyarakat yang sehat dan mandiri. Dari hasil wawancara di atas maka dapat diketahui bahwa langkah yang dilakukan dinas kesehatan adalah telah melakukan sosialisasi langsung dengan masyarakat, melibatkan organisasi Copyright A 2024 Samsul Bahri1. Muhammadiah2. Abdul Kadir Adys39 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 9/09/2024. Accepted: 22/09/2024. Published: 31/12/2024 Strategi Dinas Kesehatan Dalam Menekan Laju Penderita Stunting Di Kabupaten Enrekang perangkat daerah. Target pada tahun 2020 akan mengeluarkan peraturan daerah dan peraturan bupati agar penaganan stunting bisa ditangani dengan cepat dan terukur. Adapun wawancara seorang ibu yang tidak mengetahui apa itu stunting dan dengan adanya sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan maka ibu itu mengetahui apa itu stunting dan anaknya sedang menderita penyakit stunting dan pada saat ibu yang mengandung kurang memperhatikan kesehatan dan dengan adanya sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan maka ibu sadar bahwa mengabaikan kesehatan itu adalah sebuah kesalahan besar yang berdampak buruk untuk anaknya di kemudian hari. Maka dapat disimpulkan bahwa sosialisasi yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan memberikan dampak positif bagi masyarakat karena adanya sosialisasi yang di lakukan oleh Dinas Kesehatan masyarakat dapat mengerti Stunting itu apa. Strategi program Strategi tersebut memberikan perhatian pada keterlibatan strategi dari program tertentu. Lalu apa dampaknya apabila suatu program tertentu dijalankan atau diperkenalkan apadampaknya bagi sasaran organisasi. Dinas kesehatan Enrekang terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Enrekang selalu berupaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, berikut adalah program yang telah direncanakan oleh Dinas Kesehatan Kabuaten Enrekang sebagai berikut: GERMAS ( Gerakan Masyarakat Hidup Seha. adalah salah satu program Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang sebenarnya Germas ini sudah lama ada, namun dibutuhkan power untuk lebih memperkuat gerarakan ini, dengan adanya kegiatan ini setidaknya masyarakat sadar betapa pentingnya menjaga pola hidup sehat agar supaya terhindar dari berbagai macam penyakit, kegiatan ini agar mendorong semua komponen masyarakat dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat agar meningkatkan kuliatas hidup masyarakat itu GEMPITA (Gerakan Masyarakat Peduli Stuntin. ialah startegi yamg digunakan Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang akan melaksanakan berbagai program yang menyasar kepada ibu yang menyusui dan anak yang berusia 0-6 bulan serta program intervesi yang mengarah pada ibuibu yang menyusui dan anak yang berusia 7-23 bulan di harapakan iplementasi kampanye Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS). Gerakan Masyarakat Peduli Stunting (GEMPITA) dan Gerakan Masyarakat Mencegah Stuntin. GAMMARAAoNA yang melibatkan lintas sector yakni lemabaga dan organisasi kemasyarakatan, sekolah dan lembaga pendidikan, pakar serta dapat bermitra dengan swasta dan dunia usaha untuk mendukung dan mendorong agar dicapainya masyarakat sehat mandiri. GAMMARAAoNA (Gerakan Masyarakat Mencegah Stuntin. Untuk menangani stunting di Kabupaten Enrekang pemerintah Gubernur Sulsel membuat inovasi percepatan penurunan penyakit Stunting yaitu pendamping Gizi didesa lokus di Kabupaten Enrekang. Hadirnya pendamping Gizi dan konseling sangat berpengaruh dalam menekan stunting dengan pendekatan berbagai program spesifik untuk ibu hamil dan bayi di bawah dua tahun dan program spesifik ini menekan dengan pemberian vitamin pada ibu hamil. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti bersama informan dapat diketahui bahwa pelaksanaan strategi program yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang dimana strategi program ini bisa menekan laju penderita stunting yang ada di kabupaten Enrekang mulai dari tahun-ketahun harapannya semoga stunting bisa menurun di tahun-tahun berikutnya. Strategi Pendukung Sumber daya Strategi Pendukung Sumber daya Fokus perhatian strategi sumber daya ini yaitu memaksimalkan daya esensial yang tersedia untuk meningkatkan kualitas kinerja organisasi sumber daya ini dapat berupa keuangan, tenaga, tegnologi dan sebagainya. Khususnya dalam penekanan stunting di Kabupaten Enrekang dengan mengacu kepada strategi program yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang. Dari hasil wawancara yang di lakukan oleh peneliti dapat di ketahui bahwa menjalankan startegi Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang pendukung Copyright A 2024 Samsul Bahri1. Muhammadiah2. Abdul Kadir Adys310 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 9/09/2024. Accepted: 22/09/2024. Published: 31/12/2024 Strategi Dinas Kesehatan Dalam Menekan Laju Penderita Stunting Di Kabupaten Enrekang sumber daya ini adalah hal yang menunjang pencapaian tujuan yang sudah di tetapkan baik berupa sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya. Adapun strategi Dinas Kesehatan dalam mengusahakan penekanan stunting ini Dinas Kesehatan membuat berbagai program yakni GERMAS (Gerakan Masyarakat seha. GEMPITA (Gerakan Masyarakat peduli Stuntin. dan GAMMARAAoNA( Gerakan Masyarakat Mencegah Stuntin. yang melibatkan semua elemen baik lembaga pemerintahan, pendidikan, dunia usaha, dan kemasyarakatan. Selain itu salah satu yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan adalah mereka yang mengaktifkan sosialisasi dengan dibantu oleh lembaga kemasyarakatan yaitu kader-kader posyandu. Adapun factor yang mendukung dari bagaimana strategi Dinas Kesehatan dalam menekan laju penderita Stunting di Kabupaten Enrekang. Factor pendukung SDM (Sumber Daya Manusi. juga meruapakan kunci yang menentukan suatu perkembangan pekerjan dan didalam kasus seperti penekanan stunting di Kabupaten Enrekang. Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dapat diketahui salah satu factor pendukung sumber daya manusia dengan melibatkan semua stecholder yang ada semua di organisasi perangkat daerah termasuk masyarakat, dunia usaha, itu terlibat semuanya betujuan untuk menurunkan angka Stunting di Kabupaten Enrekang. Adapun hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti bahwa paktor penunjang ialah adanya sarana dan prasarana kesehatan yaitu sarana kesehatan dalam menunjang pengananganan penyakit stunting : Rumah Sakit terdapat dua unit 13 unit Puskesmas yang terdapat di 12 Kecamatan dengan rincian jumlah perawatan 12 unit dan Puskesmas non pererawatan 1 unit Sarana kesehatan, penyediaan sarana merupakan kebutuhan pokok dalam upaya peningkatan kebutuhan pokok daalam uapaya peningkatan derajat masyarakat yang menjadi salah stu perhatian utama pembangunan dibidang kesehatan yang bertujuan agar semua lapisan masyarakat dapat menikmati pelayanan kesehatan yang baik. Sarana kesehatan juga yang menjadi factor penunjang keberhasilan penekanan stunting di Kabupaten Enrekang meliputi Puskesmas. Rumah Sakit dan sarana uapaya kesehatan bersumber daya masyarakat. Dapat diketahui bahwa sosialisasi yang dilakukan sudah ada dampak positif karena ketidaktahuan masyarakat tentang apa yang dimaksud dengan stunting, tapi kini masyarakat sudah tahu bagaimana pentingnya menjaga pola hidup sehat. ada pula factor yang menjadi penghambat strategi Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang dalam menekan laju penderita stunting. Factor pengahambat terkadang masih ada saja masyarakat yang belum tahu dan tidak terlalu mementingkan masalah stunting ini, misalnya saja yang diberikan obat (Vitami. malah ibu hamil itu mengabaikan dan tidak rutin untuk meminum obat (Vitami. yang diberikan khususnya ibu Kesimpulan Kabupaten Enrekang merupakan daerah dengan angka Stunting terbesar di Sulawesi Selatan berdasarkan dari data pusat. Namun pemerintah tetap bersinergi dalama menangani dan membenahi stunting in dengan berusaha semaksimal sehingga dengan menghilangkan pikiran negative terhadap daerah stunting. Bebera pa program yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang sehingga stunting pada tahun2019 mengalami penurunan dari tahun 2017 dengan kedepannya bisa menurun lagi. Berdasarkan uraian hasil penelitian yang berjudul Strategi Dinas Kesehatan dalam Menekan Laju Penderita Stunting di Kabupaten Enrekang , maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Strategi Organisasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang dalam menekan laju penderita Stunting yang ada di Kabupaten Enrekang yaitu Mengadakan program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Seha. GEMPITA (Gerakan Masyarakat Peduli Stuntin. dan GAMMARAAoRA (Gerakan Masyarakat Mencegah Stuntin. Dinas Kesehatan juga mengaktifkan sosialisasi pada pertemuan-pertemuan seperti pada saat kegiatan posyandu dengan dibantu oleh kader-kader posyandu dan pada saat yang memungkinkan yaitu pada saat Copyright A 2024 Samsul Bahri1. Muhammadiah2. Abdul Kadir Adys311 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 9/09/2024. Accepted: 22/09/2024. Published: 31/12/2024 Strategi Dinas Kesehatan Dalam Menekan Laju Penderita Stunting Di Kabupaten Enrekang Hal itu dilakukan dengan harapan masyarakat sadar betapa penti ngnya kesehatan dengan terbebas dari Stunting (Gagal Tumbu. Strategi Program juga memberi perhatian pada keterlibatan dari program tertentu. Adapun dampaknya apabila suatu program tertentu dijalankan atau diperkenalkan dari beberapa program Dinas Kesehatanyaitu Germas dan Gempita dilakukan dengan cara mengaktifkan sosialisasi dan melibatkan stockholder lembaga pemerintahan, lembaga masyarakat, pendidikan bahkan dunia usaha sekalipun dengan usaha dan harapan agar Stunting ini dapat berkurang lagi agar image masyarakat tentang Stunting tidak terus menerus lekat di Kabupaten Enrekang. Strategi Sumber Daya yaitu memaksimalakan sumber daya esensial yang tersedia untuk meningkatkan kualitas kerja organisasi. Sumber daya ini berupa keuangan ,tenaga, teknologi, dan sebagainya. Sumber daya merupakan hal yang mendasar dalam mencapai suau tujuan baik itu sumber daya manusianya ataupun sumber daya lainnya, berupa materi, tenaga, dan lain Olehnya itu Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang melibatkan semua stecholder untuk mengurangi angka stunting di Kabupaten Enrekang. Dari kesimpilan diatas maka penulis memiliki beberapa saran semoga kiranya dapat bermanfaat dan menjadi bahan evaluasi kita semua tanpa terkecuali. Bagi Dinas Kesehatan dan organisasi Pemerintah yang dilibatkan dalam penanganan stunting di Kabupaten Enrekang kiranya agar tetap konsistem dalam melaksanakan strategi Organisasi, strategi program dan strategi pendukung sumber daya dalam menekan laju penderita stunting sesuai dengan aturan yang berlaku. Dan semakin intens dalam melaksankan pekerjaan, agar semua tujuan yang ingin dicapai berjalan dengan sesuai keinginan. Bagi Dinas Kesehatan Semoga program yang dilaksanakan oleh Dinas kesehatan Kabupaten Enrekang bisa menekan laju penderita stunting di Kabupaten Enrekang. Dan Bagi masyarakat harus bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang agar program-program yang dilaksanakan berjalan dengan baik, sehingga stunting di Kabupaten Enrekang bisa menurun. Bagi Dinas kesehatan kedepannya pendukung sumber daya khususnya sarana dan prasarana di bidang kesehatan diperbaiki pasilitasnya sehingga apa yang menjadi kendala bisa teratasi sehingga pelayana n bisa berjalan dengan lancar dan semoga angka stunting bisa turun. Referensi