2559 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 8 Januari 2026 EDUKASI ECOPRINT DAN DAUR ULANG BOTOL BEKAS MENJADI CELENGAN SEBAGAI PRODUK KREATIF BERNILAI EKONOMI DI DESA TEWANG PANJANG KABUPATEN KATINGAN Oleh Firlianty1. Ellydia Ludang2 1Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Jurusan Perikanan. Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya 2Program Studi Agribisnis. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya E-mail: 1firlianty80@gmail. Article History: Received: 18-11-2025 Revised: 02-12-2025 Accepted: 21-12-2025 Keywords: Ecoprint. Plastic Bottle Recycling. Creative Economy. Community Service Abstract: Plastic waste, particularly single-use plastic bottles, has become a growing environmental issue in both urban and rural areas. Tewang Panjang Village. Katingan Regency, faces similar challenges due to limited waste management systems and low utilization of plastic waste into economically valuable Conversely, the village possesses abundant natural resources that can be utilized for environmentally friendly creative economic development. This community service program aimed to enhance environmental awareness and creative economic skills through ecoprint education and the recycling of plastic bottles into piggy banks with economic The program employed a participatory community empowerment approach, including preparation, socialization, and hands-on practice. The results indicated increased community knowledge and skills, the creation of ecoprint products and recycled piggy banks, as well as improved environmental awareness and entrepreneurial motivation. This program contributes to strengthening local creative economy and supporting sustainable environmental management in Tewang Panjang Village. PENDAHULUAN Perubahan pola konsumsi masyarakat modern telah memicu peningkatan signifikan timbulan sampah, terutama sampah plastik sekali pakai seperti botol minuman. Plastik jenis ini bersifat sulit terdegradasi secara alami dan berpotensi mencemari lingkungan darat maupun perairan, menyumbat saluran air, serta menimbulkan dampak kesehatan apabila tidak dikelola dengan baik (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2. Permasalahan sampah plastik tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan, tetapi juga semakin dirasakan di wilayah pedesaan yang umumnya memiliki keterbatasan sistem pengelolaan sampah. Desa Tewang Panjang. Kabupaten Katingan. Provinsi Kalimantan Tengah merupakan wilayah pedesaan yang sebagian besar masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 8 Januari 2026 dan usaha rumah tangga. Seiring meningkatnya konsumsi produk kemasan, botol plastik bekas menjadi salah satu jenis sampah rumah tangga yang paling banyak ditemukan di lingkungan desa. Ketiadaan sistem pemilahan sampah dan minimnya edukasi pengelolaan lingkungan menyebabkan sampah plastik cenderung dibuang sembarangan atau dibakar, yang berpotensi mencemari lingkungan dan menurunkan kualitas kesehatan masyarakat. Di sisi lain, permasalahan lingkungan tersebut sesungguhnya menyimpan potensi ekonomi apabila dikelola secara kreatif dan berkelanjutan. Pendekatan ekonomi kreatif menjadi alternatif strategis dalam mengubah limbah menjadi produk bernilai tambah. Ekonomi kreatif menitikberatkan pada pemanfaatan ide, kreativitas, dan inovasi dalam mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai ekonomi, sosial, dan budaya (Suryana. Pengembangan ekonomi kreatif di pedesaan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan penguatan kemandirian ekonomi. Salah satu bentuk ekonomi kreatif yang ramah lingkungan dan relatif mudah diterapkan adalah ecoprint. Ecoprint merupakan teknik pencetakan motif alami pada kain dengan memanfaatkan pigmen dari daun, bunga, dan bagian tumbuhan lainnya tanpa menggunakan bahan kimia sintetis berbahaya. Setiap produk ecoprint memiliki motif yang unik dan tidak dapat diulang secara persis, sehingga memiliki nilai estetika dan nilai jual yang tinggi (Flint. Desa Tewang Panjang memiliki potensi sumber daya alam berupa keanekaragaman flora lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku ecoprint. Selain ecoprint, pemanfaatan botol plastik bekas menjadi produk fungsional seperti celengan juga memiliki potensi besar, terutama sebagai media edukasi lingkungan dan ekonomi sejak usia dini. Produk celengan dari botol bekas tidak hanya berfungsi sebagai sarana daur ulang, tetapi juga menanamkan budaya menabung serta kepedulian terhadap Ketika dikombinasikan dengan sentuhan estetika ecoprint, produk ini memiliki nilai tambah baik dari sisi fungsi, edukasi, maupun ekonomi. Program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang sebagai upaya integratif yang menggabungkan edukasi ecoprint dan daur ulang botol bekas menjadi celengan sebagai produk kreatif bernilai jual. Program ini melibatkan masyarakat Desa Tewang Panjang secara partisipatif, dengan sasaran utama kelompok perempuan, pemuda, dan anak-anak sekolah Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran lingkungan, keterampilan kreatif, serta membuka peluang sumber pendapatan alternatif berbasis potensi lokal dan limbah plastik. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tewang Panjang. Kabupaten Katingan. Provinsi Kalimantan Tengah, selama A satu bulan pada bulan November Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat . ommunity empowermen. yang bersifat partisipatif, di mana masyarakat mitra dilibatkan secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, sementara tim pengabdian berperan sebagai fasilitator dan Tahapan pelaksanaan meliputi: ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 8 Januari 2026 Persiapan, berupa survei lokasi, koordinasi dengan pemerintah desa, identifikasi kebutuhan masyarakat, serta penyusunan materi dan pengadaan alat serta bahan. Tim pengabdian melakukan koordinasi dengan pemerintah desa untuk menyampaikan tujuan kegiatan dan memperoleh dukungan pelaksanaan. Selain itu, dilakukan identifikasi kebutuhan masyarakat terkait keterampilan ekonomi kreatif dan pengelolaan lingkungan. Sosialisasi, yang bertujuan memberikan pemahaman awal mengenai konsep ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, pentingnya pengelolaan sampah plastik, serta pengenalan ecoprint sebagai teknik ramah lingkungan. Sosialisasi dilakukan secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab untuk mendorong partisipasi aktif Praktik, meliputi praktik ecoprint menggunakan bahan alami lokal serta praktik daur ulang botol plastik bekas menjadi celengan, khususnya bagi anak-anak sekolah dasar. Dengan metode learning by doing, peserta diperkenalkan pada bahan dan alat ecoprint, proses persiapan kain . , teknik pencetakan motif menggunakan daun dan bunga lokal, serta proses fiksasi warna. Praktik dilakukan secara mandiri dengan pendampingan dari tim pengabdian. Selain itu, dilakukan praktik daur ulang botol plastik bekas menjadi celengan yang melibatkan anak-anak sekolah dasar. Kegiatan ini dirancang sebagai edukasi lingkungan dan keuangan sederhana yang menyenangkan, sekaligus melatih kreativitas dan keterampilan motorik anak. HASIL Sosialisasi Kegiatan sosialisasi ecoprint memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai konsep, manfaat, dan potensi ekonomi ecoprint sebagai produk ramah lingkungan. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama dalam diskusi mengenai pemanfaatan bahan alami lokal dan peluang pemasaran produk. Sosialisasi menekankan manfaat ecoprint dari aspek lingkungan dan ekonomi. Dari sisi lingkungan, ecoprint dapat membantu mengurangi pencemaran air dan tanah akibat limbah pewarna sintetis. Sementara dari sisi ekonomi, ecoprint memiliki nilai seni dan keunikan yang tinggi sehingga berpotensi dikembangkan menjadi produk kerajinan bernilai jual, seperti kain, syal, tas, atau produk fesyen lainnya. Hal ini diharapkan dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat desa, khususnya bagi kelompok perempuan dan pemuda. Kegiatan sosialisasi dilakukan secara partisipatif melalui pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Masyarakat Desa Tewang Panjang menunjukkan antusiasme yang tinggi, terlihat dari keaktifan peserta dalam mengajukan pertanyaan terkait proses pembuatan ecoprint, daya tahan warna, serta kemungkinan pemasaran produk ecoprint. Sosialisasi ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun kesadaran dan minat masyarakat terhadap pengembangan kerajinan ecoprint berbasis potensi lokal Praktik Ecoprint Pada tahap praktik, masyarakat dilatih mulai dari persiapan kain, penataan daun dan bunga, proses pencetakan motif, hingga fiksasi warna. Praktik ecoprint diawali dengan penjelasan mengenai alat dan bahan yang digunakan, seperti kain berbahan serat alami . atun atau mor. , daun dan bunga yang telah dikumpulkan dari lingkungan sekitar desa, http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 8 Januari 2026 plastik atau kertas pelapis, alat pemukul . , serta bahan fiksasi untuk mengunci warna. Tim pengabdian kemudian mendemonstrasikan langkah-langkah pembuatan ecoprint, mulai dari persiapan kain, penataan daun di atas kain sesuai dengan motif yang diinginkan, proses pemukulan atau penekanan daun hingga pigmen alami berpindah ke kain, hingga tahap fiksasi dan pengeringan. Masyarakat secara mandiri untuk melakukan praktik ecoprint secara langsung dengan pendampingan dari tim pengabdian. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk berkreasi dalam menyusun motif ecoprint sesuai dengan selera masing-masing. Selama proses praktik berlangsung, peserta terlihat antusias dan aktif, serta saling berdiskusi mengenai bentuk motif dan hasil warna yang diperoleh. Hasil praktik menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan kain ecoprint dengan motif alami yang unik dan mencerminkan kekayaan flora lokal Desa Tewang Panjang. Gambar 1. Praktik teknik ecoprint Praktik Daur Ulang Botol Plastik Menjadi Celengan Kegiatan daur ulang botol plastik difokuskan pada anak-anak sekolah dasar sebagai upaya penanaman kesadaran lingkungan sejak dini. Melalui praktik pembuatan celengan, anak-anak diajak memahami pentingnya pengelolaan sampah serta budaya menabung. Produk celengan yang dihasilkan bersifat fungsional, menarik, dan berpotensi dikembangkan sebagai produk kreatif sederhana. Praktik daur ulang botol bekas menjadi celengan bertujuan untuk menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak usia dini sekaligus mengembangkan kreativitas dan keterampilan motorik anak sekolah dasar. Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan memahami bahwa sampah plastik, khususnya botol bekas, tidak selalu menjadi limbah yang mencemari lingkungan, tetapi dapat diolah kembali menjadi benda fungsional dan Selain itu, pembuatan celengan juga menjadi sarana edukasi budaya menabung dan pengelolaan keuangan sederhana bagi anak Gambar 2. Praktik daur ulang botol bekas menjadi produk celengan Dampak Kegiatan Pelaksanaan kegiatan pengabdian menunjukkan hasil yang positif baik dari aspek lingkungan, sosial, maupun ekonomi. Pada tahap persiapan, koordinasi dengan pemerintah desa berjalan dengan baik dan mendapatkan dukungan penuh. Pemerintah desa berperan ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 8 Januari 2026 aktif dalam memfasilitasi peserta dan lokasi kegiatan, sehingga pelaksanaan program berjalan lancar. Hasil sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai konsep ekonomi kreatif dan pentingnya pengelolaan sampah plastik. Masyarakat mulai menyadari bahwa limbah plastik, khususnya botol bekas, dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual, bukan sekadar sampah yang harus dibuang. Pada kegiatan praktik ecoprint, peserta mampu menghasilkan kain ecoprint dengan motif alami yang beragam dan unik. Daun dan bunga lokal menghasilkan variasi warna dan pola yang mencerminkan kekayaan flora Desa Tewang Panjang. Antusiasme peserta terlihat dari kreativitas dalam menyusun motif serta diskusi aktif mengenai kemungkinan pengembangan produk seperti tas, syal, dan hiasan rumah. Hal ini menunjukkan bahwa ecoprint memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan ekonomi kreatif desa. Praktik daur ulang botol bekas menjadi celengan memberikan dampak edukatif yang signifikan bagi anak-anak sekolah dasar. Anak-anak tidak hanya belajar mengolah sampah plastik menjadi produk fungsional, tetapi juga memperoleh pemahaman tentang pentingnya menabung dan menjaga lingkungan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan keterampilan teknis masyarakat, menumbuhkan kesadaran lingkungan, serta membuka peluang pengembangan usaha mikro berbasis rumah tangga. Kegiatan ini sejalan dengan penelitian Putri . dan Widodo . yang menyatakan bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis kreativitas dan lingkungan mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat desa. KESIMPULAN Program pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi ecoprint dan daur ulang botol bekas menjadi celengan di Desa Tewang Panjang. Kabupaten Katingan, berhasil mengintegrasikan aspek lingkungan, kreativitas, dan ekonomi dalam satu kegiatan Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam lokal dan limbah plastik menjadi produk kreatif bernilai jual. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran lingkungan, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan masyarakat. Oleh karena itu, program ini dinilai relevan dan strategis dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan pembangunan berkelanjutan di wilayah pedesaan. SARAN