Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 7 Nomor 4. April 2024 ISSN: 27342488 PENGARUH KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN TERHADAP HASIL BELAJAR SUBTEMA MANUSIA DAN LINGKUNGAN Sri Rahayu1. Fitra Angraeni2. Silpa Septi Aura B3. Muhammad Furqan4 Email: srirahayu@unismuh. id1, angraenifitra@gmail. com2, silpaseptiaurab@gmail. muhfurqan650@gmail. Universitas Muhammadiyah Makassar ABSTRAK Artikel ini membahas tentang Pengaruh Keterampilan Membaca Pemahaman terhadap Hasil Belajar Subtema Manusia dan Lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan membaca pemahaman terhadap hasil belajar subtema manusia dan lingkungan pada kelas V SD. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan kausal. Teknik yang digunakan, yaitu tes dan angket. Adapun subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas 5B dengan jumlah sampel sebanyak 29 siswa. Adapun hasil penelitian yang dilakukan Widiya Wahyu, dkk yang menjadi acuan atau referensi penulis menunjukkan bahwa pengaruh keterampilan membaca pemahaman terhadap hasil belajar subtema manusia dan lingkungan ditunjukkan dengan analisis statistik yang menghasilkan koefisien korelasi rxy sebesar 0,49. Ini menunjukkan adanya pengaruh antara keterampilan membaca pemahaman terhadap hasil belajar subtema manusia dan lingkungan, sedangkan koefisien determinasi . A) sebesar 24,01%. Sisanya sebanyak 75,99% ditentukan oleh faktor lain. Rata-rata hasil belajar subtema manusia dan lingkungan sebesar 24,01% ditentukan oleh keterampilan membaca pemahaman melalui persamaan regresi = 11,15 0,52X, yang artinya kenaikan unit nilai keterampilan membaca pemahaman akan menyebabkan peningkatan pada hasil belajar subtema manusia dan lingkungan sebesar 0,52 unit. Kata Kunci: Hasil Belajar. Keterampilan Membaca Pemahaman. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu proses berharga yang bertujuan untuk membimbing anakanak sejak lahir menuju puncuk kedewasaan, baik secara fisik maupun mental. Bimbingan ini harus mempertimbangkan hubungan anak-anak dengan alam dan lingkungan sekitarnya, (Nurkholis 2. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 yenyang system pendidikan Nasional juga menyatakan bahwa Au Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawabAy Disamping itu, pendidikan juga merupakan suatu sarana yang paling efektif dan efisien dalam meningkatkan sumber daya manusia untuk mencapai suatu dinamika yang diharapkan. Dalam dunia pendidikan kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Belajar dapat diartikan sebagai usaha untuk mengubah tingkah laku. Dan belajar adalah suatu proses perubahan yang terjadi pada peserta didik untuk memperoleh pengetahuan yang baru, hingga awal yang tidak tahu menjadi tahu. Rosnawati . Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan dengan sengaja atau tidak sengaja oleh setiap individu, sehingga terjadi perubahan dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak bisa berjalan menjadi bisa berjalan, tidak dapat membaca menjadi dapat membaca. Kajian PIRLS (Progress in International Reading Literacy Stud. 2011 yaitu studi internasional dalam bidang membaca pada anak-anak di seluruh dunia ini menunjukkan bahwa kemampuan membaca siswa kelas IV Sekolah Dasar di Indonesia berada pada urutan terakhir dari 45 negara di dunia. Jurnal Pendidikan. Psikologi, dan Konseling yang ditulis oleh Awaluddin Tjalla tahun 2008 tentang kajian PISA (The Programme for International Student Assessmen. juga menyatakan bahwa kemampuan literasi membaca siswa Indonesia berada pada peringkat ke-48 dari 56 negara. Skor rata-rata membaca yang diperoleh siswa Indonesia Skor rata-rata tertinggi dicapai oleh Korea . dan terendah dicapai Kyrgyzstan . Berdasarkan data di atas menunjukkan bahwa tingkat kemampuan membaca siswa di Indonesia masih rendah. Rendahnya kemampuan tersebut akan membawa pengaruh bagi rendahnya keterampilan lain seperti berbicara dan menulis karena untuk menghasilkan sebuah tulisan atau gagasan seseorang harus dapat menguasai kemampuan membaca, terlebih membaca untuk memahami isi suatu bacaan. Jika keterampilan membaca siswa kurang maka itu akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Oleh karena itu penulis ingin mengetahui pengaruh keterampilan membaca pemahaman terhadap hasil belajar siswa. ME TODE PE NE LITIA N Menurut Sugiyono . , metode penelitian adalah suatu cara ilmiah untuk mengumpulkan data dengan tujuan mendeskripsikan, membuktikan, mengembangkan, dan menemukan pengetahuan serta teori guna memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam kehidupan manusia. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan kasual, atau juga dikenal sebagai penelitian kausal, merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat dan sifat hubungan sebab-akibat. Penelitian ini biasanya digunakan untuk menilai dampak dari perubahan spesifik pada norma yang ada, berbagai proses, dan lainlain. Dalam penelitian kuantitatif, pengambilan sampel biasanya dilakukan secara acak dan pengumpulan data menggunakan instrumen metode kuantitatif. Analisis data yang bersifat kuantitatif atau statistik digunakan dalam proses ini. Pendekatan kuantitatif ini bertujuan untuk mengkaji teori-teori tertentu dengan meneliti hubungan antar variabel yang biasanya diukur dengan instrument-instrumen penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut hasil analisis tes kemampuan membaca pemahaman, hambatan, serta upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa yaitu: Pada tes yang diajukan kepada 29 orang siswa kelas V SD, terdapat beberapa kategori kemampuan membaca pemahaman diantaranya sebagai berikut: Tabel 1. Kategori Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V SD Kategori Siswa Skor Sangat baik 86-100% Baik 76-85% Cukup 56-75% Kurang 10-55% Jumlah Dari hasil kategorisasi tersebut rata-rata siswa kurang memahami memahami soal pada 2 indikator diantaranya yaitu pada indikator pemahaman inferensial yaitu menyimpulkan suatu bacaan sesuai dengan pokok pikiran, tingkat evaluatif yaitu menilai suatu bacaan dengan membandingkan pikiran pokok yang disajikan sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan siswa, dan tingkat apresiasi yaitu merespon secara emosional dan kepekaan terhadap suatu bacaan dengan membandingkan pikiran pokok yang disajikan sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan siswa. Jadi hasil kemampuan membaca pemahaman, tes siswa kelas V SD secara kesuluruhan yang memperoleh nilai rata-rata 71,79. Jika dimasukkan ke dalam kategorisasi kemampuan membaca pemahaman siswa tersebut termasuk ke dalam kategori cukup Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi dan menjadi penghambat dalam kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SD yaitu faktor keadaan, pengaruh lingkungan, kebiasaan, motivasi dan minatdan bahan bacaan. A Faktor keadaan baik keadaan diri siswa seperti sedang tidak enak badan atau mempunyai gangguan penglihatan dan lainnya atau keadaan luar diri atau tempat yang dapat mengganggu seperti kebisingan yang dihasilkan dari suara kendaraan atau mesin juga berisik dan gangguan orang lain terhadap mereka sedang membacaSejalan dengan pendapat Muhsyanur . 4, hl. mengumakakankegiatan membaca tidak berlangusng dengan baik, tetapi harus di dukung dengan bahan bacaan . , situasi atau tempat . lace and situatio. , dan keadaan pelaku itu sendiri (Situation of personalit. A Pengaruh lingkungan saat siswa membacakebanyakan siswa ketika diwawancarai mereka membaca ketika disuruh saja, mereka merasa lelah, bosan, mengantuk, dan tidak bersemangat untuk membaca sehingga sebagian besar siswa lebih memilih ngobrool dengan teman sebangku pada saat pembelajaran berangsung. Namun terdapat pula siswa yang orangtuanya sengaja membelihan handphone yang disalah gunakan oleh anak, seperti halnya bermain game lupa untuk belajar, lebih banyak mendengarkan musik, dari pada belajar. Artinya peran orangtua disini bukan memenuhi hanya untuk kebutuhan anaknya saja tetapi peran orangtua juga harus senantiasa membimbing anaknya dalam hal belajar. A Motivasi dan minat dalam hal ini yaitu dorongan atau dukungan serta keinginan siswa untuk semangat dalam melakukan sesuatu, dalam hal ini adalah membaca dan memahami A Bahan bacaan dalam tes kemampuan pemahaman membaca juga mempengaruhi siswa, diantaranya kalimat yang diarasa terlalu panjang, kosakata yang asingparagraf yang terlalu banyak. Dalam wawancara ditemukan beberapa alasan dari siswa yang mengaku bahwa merasa kesulitan karena ada kata yang dirasa asing dan baruIni dikarenakan kurangnya penguasa kota kata, dan juga kurangnya pembiasan dalam membaca. Upaya-upaya yang dilakukan untuk kemampuan meningkatkan membaca pemahaman siswa, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa upaya yang dilakukan diantaranya: A Memotivasi siswa dalam. Dimyati dan Mudjiono . 9, hlm. motivasi belajar dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku belajar seseorang Dalam motivasi terkandung adanya. keinginan mengaktifkan, yang menggerakkan, menyalurkan dan mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar. Cara yang dilakukan guru yaitu dengan memberikan semangat kepada anak, kemudian pada waktu pembelajaran anak disuruh ke depan untuk membaca A AMenentukan tujuan. Nurhadi . 4,hlm. mengemukakan "Tujuan membaca adalah akan meningkatkan pemahaman seseorang terhadap bacaan semakin sadar seseorang terhadap tujuan membacanya, semakin besar kemungkinan ia memperoleh apa yang diperlukannya dari buku atau hasil yang sebaliknya, bila tujuan membaca tidak dirumuskan" Menentukan tujuan membaca merupakan kewajiban guru untuk selalu mengingatkan, memotivasi kepada siswa tentang pentingnya menentukan tujuan dari membaca terutama pemahaman, membaca karena membaca pemahaman itu kita dapat memahami maksud dan tujuan serta isi dari bacaan yang telah dibaca. KESIMPULAN Hambatan-hambatan yang dialami siswa kelas V SD , yang mempengaruhi kemampuan membaca pemahaman diantaranya faktor keadaan, pengaruh lingkungan, kebiasaan, motivasi dan minat bahan bacaan. Upaya yang dilakukan guru dalam kemampuan meningkatkan membaca pemahamn siswa diantaranya yaitu memotivasi siswa dalam membaca, menentukan tujuan membaca, kepekaan guru terhadap siswa yang sulit dalam membaca pemahaman, penggunaan metode dan media dlam mengajar, adn pengguanaan sarana dan prasarana DAFTAR PUSTAKA