Jurnal Nasional Teknomedik | Vol. No. 1, 28 Juni 2024 Submitted: 05-04-2024. Accepted 10-05-2024. Published: 28-06-2024 ISSN 3062-8474 . edia onlin. Online at https://ejournal. id/jnt Rancang Bangun Simulator BPM Kalibrator Fetal Doppler Dengan Sistem Kalibrasi Internal Muhammad Sainal Abidin1. Dita Sartika2. Oltfaz Rabaker Rane3 Program Studi D-i Teknologi Elektro-Medis. Universitas Mandala Waluya Jalan Jendaral A. Nasution No. G-37, kelurahan Kambu. Kota Kendari. Kode Pos 93231 Corresponding author: sainalxp2@gmail. IntisariAiKalibrasi menjadi hal yang penting dilakukan pada setiap alat ukur untuk memastika nilai pengukuran yang diperoleh telah sesuai dengan nilai standar. Dalam peralatan Kesehatan terdapat berbagai peralatan yang harus dilakukan kalibrasi agar tidak terjadi kesalahan diagnosa pada pasien. Diantara alat Kesehatan yang harus rutin dikalibarsi adalaj fetal doppler yang digunakan untuk mengukur detak jantung janin (DJJ). Untuk dapat menganalisa pengukuran fetal doppler maka diperlukan alat simulator yang dapat mensimulasikan bunyi detak jantung janin dengan frekuensi yang dapat disesuaikan. Sebagai sumber bunyi, maka digunakan relay yang dapat menghasilkan bunyi detukkan saat relay aktif. Frekuensi detakkan ini akan dikontrol menggunakan mikrokontroler atmega328 dan LCD Oled sebagai media penampil. Agar menghasilkan frekuensi detakan yang sesuai maka dilakukan pengaturan terhadap delay detakkan relay. Pengaturan dilakukan dengan memanfaat memory EEPROM pada mikrokontroler agar data terimpan tanpa harus dilakukan pemrogram berulang-ulang. Hasil pengukuran simulasi DJJ yang terukur oleh fetal doppler menunjukkan hasil yang baik. Nilai pengukuran awalnya memiliki error sebesar 7,93 atau 7,32% kemudian dilakukan pengaturan delay detakkan relay agar nilai pengukuran menjadi lebih baik. Setelah dilakukan pengaturan delay maka diperoleh hasil pengukuran dengan error yang lebih kecil dari pengukuran sebelumnya yaitu sebesar 2,13 atau 1,58%. Pada pengembangan selanjutnya dapat menggunakan sumber bunyi yang lain seperti speaker agar bunyi yang dihasilkan menyerupai dengaan bunyi DJJ yang sebenarya. Kata KunciAi Fetal Doppler. Detak Jantung Janin. Mikrokonkotroler. EEPROM PENDAHULUAN Dalam proses kehamilan seorang ibu, pemeriksaan terhadap janin harus rutin dilakukan untuk memastikan janin dalam kondisi yang baik. Salah pemeriksaan yang dilakukan adalah pengukuran detak jantung pada janin . Detak jantung janin (DJJ) mulai bisa terdetektsi pada usia kehamilan 6 minggu. Frekuensi detak Dari DJJ trus bertambah seiring dengan bertambahnya usia Denyut jantung yang normal adalah 90 hingga 110 denyut per menit . Memasuki 9 minggu ke atas bertambah antara 120 hingga 160 BPM . pemeriksaan ini, dapat diperoleh gambaran dari kondisi Kesehatan janin dan sebagai referensi terhadap pemeriksaan lanjutannya . Berbeda dengan pengukuran detak jantung pada manusia pada umumnya yang menggunakan alat pulse oximeter, sedangkan untuk pengukuran Detak Jantung Janin menggunakan alat fetal doppler . Fetal doppler merupakan alat yang termasuk dalam peralatan diagnostic yang berfungsi untuk mengukur detak jantung janin. Dalam pengoperasiannya, peralatan Kesehatan yang berfungsi untuk melakukan pengukuran harus dilakukan kalibrasi pada jangka waktu tertentu. Kalibrasi ini sendiri bertujuan untuk menjamin nilai pengukuran yang diperoleh sesuai dengan alat standar . Dengan dasar ini, maka alat fetal doppler juga perlu dilakukan pengecekan terhadap hasil pengukuran yang dihasilkan. Untuk dapat melakukan kalibrasi pada fetal doppler dibutuhkan suatu instrument yang dapat mensimulasikan detak jantung janin dengan frekunsi dapat diatur. Penelitian untuk dapat menghasilkan suatu alat kalibrator fetal doppler telah dilakukan oleh beberapa Kalibrator feteal doppler yang dikembangkan dengan menggunakan Arduino uno sebagai system kontrolernya dan speaker sebagi sumber bunyi detak Dengan menggunakan Arduino uno maka ukuran alat yang dihasilkan akan menjadi lebih besar serta penggunaan power suplai yang menjadikan alat Muhammad Sainal Abidim: Rancang Bangun Simulator BPMAA. Jurnal Nasional Teknomedik | Vol. No. 1, 28 Juni 2024 tidak porTabel . Selain itu terdapat pula perancangan simulator fetal doppler yang yang memanfaatkan menggunakan relay sebagai sumber bunyi simulasi detakkan jantung janin. Namun pada penelitian ini, untuk dapat melakukan pengaturan awal frekuensi detakan harus dilakukan pemrogrman secara berulang . Dari hasil penelitian-penelitian tersebut maka dilakukanlah suatu percaangan simulator DJJ yang menggunakan relay sebagai sumber bunyi detakkan dengan penggunaan EEPROM pada mikrokontoler agar alat yang dibuat dapat terlebih dahulu dilakukan kalibrasi agar sesuai dengan standar. Selain itu, digunakan board mikrokontroler Arduino promini yang memiliki ukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan arduino uno dan penggunaan baterai sebagai sumber tegangan sehingga alat menjadi porTabel. Mikrokontroler yang digunakan jenis Atmega328 dengan board Arduino Promini. Untuk menampilkan data alat, digunakan LCD jenis Oled dengan ukuran 0,9 inchi . Blog diagram ini menjadi dasar dalam membuat rangkaian elektronika. Rangkaian elektronika akan memberikan gambaran yang lebih detail dalam menghubungkan setiap komponen yang digunakan. Gambar 2 merupakan skematik rangkaian yang II. METODE Alat simulasi detak jantung janin ini memanfaatkan bunyi detakkan dari relay yang aktifkan. Agar frekuensi detakkan dapat diatur sesuai, maka digunakan mikrokontroler serta beberapa komponen lainnya. Gambar 1 memperlihatkan blok diagram dari alat Gambar 2 Skematik rangkaian Agar mikrokontroler dapat melakukan pengontrolan sesuai dengan peracangan, maka mikrokontroler terlebih dahulu harus dilakukan pemrograman. Percancangan alogritma program berdasarkan flow chart pada Gambar Gambar 1 Blok Diagram Sebagai sumber tegangan alat, digunakan baterai Liion agar menjadil lebih porTabel. Proses pengisian dan pengosongan baterai menggunak modul TP4056. Dengan modul ini maka proses pengisian akan dihentikan secara otomatis saat tegangan bateri telah mencapai 4,2v dan proses penggunan akan dihentikan secara otomatis saat tegangan telah mecapai 3v . tegangan dari baterai kemudian dimasukkan ke dalam modul boost conveter yang berfungsi untuk menaikkan tegangan menjadi 5v. tegangan ini merupakan nilai tegangan yang dibutuhkan oleh komponen lain seperti mikrkontroler. LCD (Liquid Crystal Displa. dan Relay. Gambar 3 Flow chart program Muhammad Sainal Abidim: Rancang Bangun Simulator BPMAA. Jurnal Nasional Teknomedik | Vol. No. 1, 28 Juni 2024 Submitted: 05-04-2024. Accepted 10-05-2024. Published: 28-06-2024 ISSN 3062-8474 . edia onlin. Online at https://ejournal. id/jnt Secara umum, program ini bertujuan untuk melakukan frekuensi detak pada relay berdasarkan besarnya waktu AuDelayAy yang digunakan. Secara teori besarnya waktu delay yang dibutuhkan sesuai dengan Delay A BPM Sebagai wadah untuk menempatkan komponen elektronika, dilakukan percangan casing menggunakan aplikasi 3D desain untuk dicetak menggunakan printer 3 Gambar 4 merupakan hasil peracangan desain casing alat. Gambar 5 Alat Simulator BPM Keterangan: Panel LCD 0,9 Inchi Port Charger Micro USB Panel tombol . Up, n Down, n Ente. Saklar On/Off Stand Probe Fetal Doppler Saat alat dinyalakan, maka pada LCD akan tertampil nilai BPM yang akan dihasilkan (Gambar . Nilai ini dapat diubah dengan menggunakan tombol yang tersedia. Gambar 4 Desain Casing alat i. HASIL DAN PEMBAHASAN Simulator BPM fetal doppler ini merupakan alat yang digunakan untuk mensimulasikan jumlah detak jantung janin permenitnya (Gambar . Alat ini akan menghasilkan menghasilkan bunyi detakkan yang kecepatnya dapat diatur sesuai kebutuhan. Alat ini memiliki spesifikasi sebagai berikut: Tabel 1 Spesifikasi Alat Dimensi Berat Catu daya Seting BPM Antar muka Material box 80 mm x 70 mm x 40mm . x l x . 5 VDC, 1500mA (Micro USB) 30 Ae 200 BPM C LCD Oled 0. 9 inchi C Push button C Polylactic Acid (PLA) Gambar 6 Tampilan Alat Meskipun nilai delay frekuensi relay telah ditetapkan, namun untuk memastikan frekuensi yang dihasilkan tealh sesuai dengan standar maka telebih dahulu alat ini harus dilakuka uji coba. Uji coba yang dilakukan dengan menggunakan fetal doppler yang diasumsikan sebagai alat yang masih dalam kondisi standar. Pengaturan delay alat yang masih dalam kondisi standar diujikan untuk mengukuran BPM pada fetal Pengaturan dibandingkan dengan hasil pengukuran pada fetal Tabel 2 adalah hasil pengukuran yang diperoleh. Muhammad Sainal Abidim: Rancang Bangun Simulator BPMAA. Jurnal Nasional Teknomedik | Vol. No. 1, 28 Juni 2024 Tabel 2 pengukuran awal No. Seting alat (BPM) Rata-rata Tabel 3 Pengukuran setelah pengaturan delay Fetal (BPM) Selisih Error 7,93 15,00 17,14 11,25 11,11 5,00 10,00 6,67 5,38 8,57 2,00 0,63 4,71 1,11 4,21 7,00 7,32 Dari data awal yang diperoleh, telihat bahwa pada pengaturan awal dari alat simulator menghasilkan BPM yang belum sesuai dengan jika dibandingkan dengan hasil pengukuran fetal doppler. Dengan demikian dilakukan pengaturan ulang terhadap delay yang dapat dilakukan secara langsung tanpa harus dilakukan pemrograman ulang pada mikrokontroler. Pengaturan dilakukan dengan melakukan mengaturan pada delay hingga nilai BPM yang diatur pada alat telah sesuai dengan BPM yang tertera pada fetal doppler. Nilai delay yang telah sesuai akan tersimpan pada memori EEPROM mikrokontroler sehingga data akan tersimpan secara permanen tanpa harus dilakukan permrogram secara berulang-ulang. Pengaturan delay dilakukan pada masing-masing nilai BPM agar menghasilkan detakkan yang sesuai untuk semua Tabel 3 data hasil pengukuran fetal doppler setelah dilakukan pengaturan delay detakkan relay. Simulator BPM Rata-rata Fetal Dopler (BPM) Selisih Error 2,13 0,00 0,01 0,06 0,01 0,01 0,00 0,00 0,01 0,00 0,02 0,06 0,01 0,06 0,02 0,02 1,58 Dari Tabel 2 dan Tabel 3 terlihat bahwa selisih hasil pengukuran fetal doppler terhadap nila BPM yang dihasilkan simulator memperoleh hasl yang lebih baik setelah dilakukan pengaturan ulang nilai delay. IV. KESIMPULAN Berikut adalah kesimpulan dari penelitian ini: Bunyi detakkan relay dapat digunakan sebagai sumber bunyi untuk mensimulasikan detak jantung janin Freskuensi detakkan harus terlebih dahulu diatur agar sesuai dengan hasil pengukuran fetal doppler UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Yayasan Mandala Waluya Kendari yang telah mendanai penelitian ini melalui seleksi yang dilakukan oleh LPPM Universitas Mandala Waluya. REFERENSI