Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Februari 2020 Figur Jokowi Dalam Video Opening Ceremony Asian Games 2018 Aprinandi Sudedi. Salman. Ilmu Komunikasi. Fakultas Industri Kreatif. Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis Jalan Pulomas Selatan Kav. Jakarta 132101 Email: aprinandisudedi98@gmail. Email: salman. naning@kalbis. Abstract: President usually has a formal attitude in the figure. But that is different from what is described in the Opening Ceremony Asian Games 2018 video. Jokowi is portrayed as a heroic figure with his In this video described different JokowiAos figure in it. The aim of this research is to find out the meaning of the JokowiAos figure in the Opening Ceremony Asian Games 2018 video. In this research using constructivism paradigm. This research use the theory of construction of social reality in the mass media and qualitative research as the approach with semiotics analysis technique by Charles Sanders Pierce by using triangle meaning are sign, object and interpretant. This research found that JokowiAos figure is interpreted as the most important figure for the Indonesian state and has the same nature as the general public who are not to formal in his potition. Keywords: construction social of reality, figure, mass media, semiotics Abstrak: Presiden biasanya memiliki sikap yang formal dalam figurnya. Tetapi berbeda dengan apa yang digambarkan dalam video Opening Ceremony Asian Games 2018. Jokowi digambarkan sebagai sosok yang heroik dengan aksi-aksinya. Dalam video ini menggambarkan figur Jokowi yang berbeda di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna figur Jokowi di dalam video Opening Ceremony Asian Games 2018. Dalam penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi realitas sosial media massa serta menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika yang dikemukakan oleh Charles Sanders Pierce dengan menggunakan triangle meaning yaitu sign, object dan interpretant. Penelitian ini menemukan bahwa figur Jokowi dimaknai sebagai figur terpenting bagi negara Indonesia dan memiliki sifat yang sama seperti masyarakat pada umunya yang tidak terlalu formal sifatnya dalam jabatannya. Kata kunci: figur, konstruksi realitas sosial, media massa, semiotika PENDAHULUAN Aktivitas Presiden Joko Widodo kerap menjadi perhatian publik. Jokowi juga memiliki banyak kesibukan dalam pekerjaan negara. seperti melakukan pertemuan dengan mentri di negara Indonesia dan juga mengadakan pertemuan dengan negara lain. Tidak hanya itu, salah satu kesibukannya adalah Jokowi mendapat kesempatan untuk melakukan pembukaan dalam pesta olahraga terbesar tingkat Asia yakni Asian Games 2018. Asian Games adalah ajang di mana seluruh negara Asia mengadakan pesta Pesta olahraga Asian Games ini diadakan setiap empat tahun sekali dan diadakan di negara yang sesuai dengan kesepakatan pada seluruh negara Asia. Asian Games ini diselenggarakan oleh Dewan Olimpiade Asia. Sebagai tuan rumah. Indonesia sukses menyelenggarakan kompetisi yang dimulai pada 18 Agustus 2018 hingga 2 September 2018. Asian Games diikuti oleh 45 negara Asia. Asian Games telah diselenggarakan sejak tahun 1962. Pada Asian Games yang ke-18. Indonesia terpilih sebagai tuan rumah dengan menggunakan dua kota yaitu Jakarta dan Palembang. Upacara pembukaan Asian Games banyak meraih respon positif baik dalam Negeri maupun luar Negeri. Respon positif seperti mendukung acara pembukaan, ikut meramaikan melalui media sosial maupun mendatangi Stadion Gelora Bung Karno pada Opening Asian Games Tidak hanya itu. Jokowi juga berpartisipasi dalam meramaikan pembukaan Asian Games 2018 yaitu menjadi figur pada video Opening Ceremony Asian Games 2018. Hal itu juga membuat banyak perbincangan di kalangan masyarakat Indonesia. Karena pada video tersebut terlihat Jokowi menggunakan sepeda motor Yamaha FZ1, motor 1000 CC yang biasa di gunakan untuk pengawalan Paspampres. Jokowi juga menggunakan helm branded Nolan Helmet, produk helm dari negara Italia. Helm itu juga biasa di gunakan oleh Paspampres dengan tipe N104 Classic Flat Black. Yang dimunculkan dalam video Opening Ceremony Asian Games 2018 adalah hal yang sangat jarang dimunculkan oleh media massa. Karena Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Februari 2020 memunculkan figur Presiden dengan sikap seperti pada video tersebut adalah suatu hal yang sangat jarang sekali muncul, bahkan menjadi hal unik bagi masyarakat Indonesia. Wajar saja jika masyarakat Indonesia terkejut melihat hal tersebut. bahkan tidak hanya respon positif, tetapi masyarakat Indonesia juga memberikan respon negatif terhadap Jokowi. karena aksinya yang berani itu, melainkan karena aksi yang Jokowi lakukan adalah menggunakan pemeran pengganti yaitu stuntman. Tetapi media berhasil membuat figur Jokowi menjadi berbeda terhadap Presiden pada umunya. hal tersebut dapat membentuk figur seorang Jokowi menjadi berbeda. Sosok Presiden, di dalam benak kita adalah sosok figur yang sangat formal dan juga kaku. Tetapi di dalam video tersebut tidak, melainkan Jokowi menjadi sosok yang sangat gagah, berani dan juga selalu melakukan aksi heroik. Semua bentuk di dalam video Opening Ceremony Asian Games 2018 adalah sebuah konstruksi media massa. Di dalam video Opening Ceremony Asian Games 2018 ini Jokowi menjadi sosok yang sangat berbeda. Jokowi memang sering sekali membuat masyarakat Indonesia tercengang dengan sikapnya. Seperti berkeliling di pasar, mengendarai motor dengan Ibu Presiden di Papua, mengendarai motor trail menaiki Gurun di Papua. Bahkan Jokowi mau memerankan peran yang ditentukan dalam video Hal itu yang membuat unik dan berbeda dari seorang Jokowi dalam video Opening Ceremony Asian Games 2018. Seorang pemimpin negara yang memiliki sikap formal, sikap yang berwibawa dapat dibentuk menjadi seseorang yang sangat berani dan juga gagah di dalam video tersebut. itu adalah hasil dari konstruksi di media massa. Terlihat jelas figur Jokowi sangat berbeda di dalam video tersebut. Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan arti dari figur adalah sosok, wujud atau tokoh yang menjadi sentral atau pusat perhatian. Jokowi adalah sentral yang menjadi pusat perhatian negara Indonesia karena jabatannya sebagai orang nomor satu di Indonesia yaitu seorang Presiden. Ketika kita melihat figur Jokowi di dalam video tersebut, mulai dari gerakan, cara berpakaian, cara menggunakan atribut berkendara itu sangat jelas menunjukan suatu hal yang berbeda pada figur Jokowi tersebut. Gerakan seperti melakukan aksi standing menggunakan motor besar, membiarkan kerumunan orang yang sedang berteriak mendukung pembukaan Asian Games 2018. Cara berpakaiannya seperti menggunakan jas, dasi dan perlengkapan lainnya seperti Presiden pada umumnya. Hal yang membuat Jokowi menjadi berbeda adalah ketika mengendarai sepeda motor. Jokowi menggunakan helm milik paspampres. Seperti yang kita ketahui, sosok Presiden adalah sosok yang berwibawa dan selalu menunjukan sikap yang formal. Tetapi hal ini berbeda dalam video tersebut. Figur Jokowi sangat digambarkan berbeda pada sikap Presiden pada umumnya, karena melakukan atraksi pada Video Opening Ceremony Asian Games 2018. Peneliti tertarik dengan penelitian ini karena sampai saat ini belum pernah ada yang membuat penelitian tentang figur Jokowi didalam Video Opening Ceremony Asian Games 2018. Hal ini akan membuat topik baru dalam dunia penelitian, dan juga bisa menambah wawasan penelitian tentang figur Jokowi. Tidak hanya itu, peneliti juga tertarik untuk membahas tentang figur Jokowi yang di perankan berbeda didalam video tersebut. hal ini akan membuat kebaharuan dalam bentuk hasil dan topik yang belum pernah ada sebelumnya. Peneliti memilih topik ini karena terdapat masalah di dalamnya yaitu perbedaan figur Jokowi di dalam Video Opening Ceremony Asian Games Hal ini akan membahas mengapa figur Jokowi digambarkan berbeda dengan sikap Presiden pada Pada umumnya. Presiden memiliki sikap yang sangat formal dan juga berwibawa di depan Tetapi di video tersebut. Jokowi melakukan aksi yang heroik dan berani seperti melakukan aksi standing pada motor besar yang Tentu hal itu sangat berbeda denga sikap Presiden pada umumnya. Pasalnya Presiden sangat jarang mau melakukan aksi tersebut untuk ikut meramaikan pembukaan acara besar. Oleh karena itu, peneliti tertarik dengan topik penelitian ini dan membuat penelitian ini menjadi sangat penting. Dalam penelitian ini, menggunakan teori konstruksi realitas sosial. Penelitian ini juga menggunakan analisis semiotika yang dikemukakan oleh Charles Sanders Pierce. II. METODE PENELITIAN Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktivisme. Paradigma ini digunakan untuk melihat realitas apa yang muncul dalam video Opening Ceremony Asian Games Paradigma adalah suatu cara pandang untuk memahami kompleksitas dunia nyata (Mulyana, 2008: . Menurut Denzin & Lincoln dalam Gunawan . 3: . mengartikan paradigma sebagai sistem keyakinan dasar atau cara memandang dunia yang Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Februari 2020 membimbing peneliti, tidak hanya dalam pemilihan metode, tetapi juga cara-cara fundamental yang bersifat ontologis dan epistimologis. Perbedaan antar paradigma dapat diketahui berdasarkan empat landasan falsafahnya yaitu Ontologis. Epistemologis. Aksiologis, dan Metodelogis (Kriyantono, 2016: . Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Riset kualitatif adalah riset yang menggunakan cara berpikir induktif, yaitu cara berpikir yang berangkat dari hal-hal yang khusus . akta empiri. menuju hal-hal yang umum . ataran konse. (Kriyantono, 2016: . Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata-kata, kalimat-kalimat, narasinarasi (Kriyantono, 2016: . Penelitian kualitatif berarti penelitian yang memiliki data dan penjabaran data dalam bentuk kata-kata dan juga kalimat. Riset kualitatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya (Kriyantono, 2016: . Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif. Karena peneliti akan menjabarkan dan menjelaskan tentang bahan penelitian terkait dengan literatur-literatur yang sesuai dengan penelitian ini. Dalam Rakhmat . 9: . penelitian deskriptif ditujukan untuk, mengumpulkan informasi aktual secara rinci yang menggambarkan sesuatu yang ada, mengidentifikasi masalah atau memeriksa kondisi dan praktek-praktek yang berlaku, membuat perbandingan atau evaluasi, dan menentukan apa yang dilakukan orang lain dalam menghadapi masalah yang sama dan belajar dari pengalaman mereka untuk menetapkan rencana dan keputusan pada waktu yang akan datang. Jenis penelitian ini bertujuan membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat tentang fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau objek tertentu (Kriyantono, 2016: . Dalam penelitian ini, menggunakan analisis isi. Analisis isi kualitatif bersifat sistematis, analitis tapi tidak kaku seperti analisis isi kualitatif (Kriyantono, 2016: . Menurut Altheide dalam buku Kriyantono . 6: . mengatakan bahwa analisis isi kualitatif disebut pula sebagai Ethnograpich Content Analysis (ECA), yaitu perpaduan analisis isi objektif dengan observasi partisipan. Artinya, istilah ECA adalah periset berinteraksi dengan material-material dokumentasi atau bahkan melakukan wawancara mendalam sehingga pernyataan-pernyataan yang spesifik dapat diletakan pada konteks yang tepat untuk dianalisis (Kriyantono, 2016: . Observasi memiliki dua jenis data, yaitu data primer dan sekunder. Dimana data primer menggunakan pengamatan pada video Opening Ceremony Asian Games 2018. Lalu data sekunder menggunakan literatur seperti buku, jurnal demikian juga artikel. Dalam penelitian ini menggunakan semiotika yang dikemukakan oleh Charles Sanders Pierce. Tanda-tanda . adalah basis dari seluruh komunikasi . obur, 2009: . Semiotika adalah suatu ilmu atau metode analisis untuk mengkaji Tanda-tanda adalah perangkat yang kita pakai dalam upaya berusaha mencari jalan di dunia ini, di tengah-tengah manusia dan bersama-sama manusia (Sobur, 2009: . Dalam konteks ini, pierce memandang bahwa proses pemaknaan menjadi penting karena manusia memberi makna pada realitas yang ditemuinya (Rusmana, 2014: . Pada tahap fisrtness tingkat pemahaman subjek dan eksistensi tanda-tanda masih potensial, penuh probabilitas dan Tahap ini disebut sebagai tahap pencerapan potensi (Rusmana, 2014: . Dalam semiotika pierce berangkat dari tiga elemen utama yang disebut dengan triangle meaning (Kriyantono, 2016: . Diantaranya, sign adalah sesuatu yang berbentuk fisik yang dapat ditangkap oleh panca indera manusia dan merupakan sesuatu yang merujuk . hal lain di luar tanda itu sendiri (Kriyantono, 2016: . Object adalah konteks sosial yang menjadi referensi dari tanda atau sesuatu yang dirujuk tanda (Kriyantono, 2016: . Interpretant adalah konsep pemikiran dari orang yang menggunakan tanda dan menurunkannya ke suatu makna tertentu atau makna yang ada dalam benak seseorang tentang objek yang dirujuk sebuah tanda (Kriyantono, 2016: . Berikut adalah hubungan sign, object, dan interpretant dalam triangle of meaning yang dikemukakan oleh Charles Sandres Pierce seperti pada Gambar 1. Gambar 1 Triangle of Meaning Semiotika Charles Sanders Pierce (Kriyantono, 2016: . HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan bahan penelitian video Opening Ceremony Asian Games 2018. Dalam salah satu scene menunjukan gambar berikut ini: Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Februari 2020 Gambar 2 Jokowi Melambaikan Tangan kepada Masyarakatnya Pada Gambar 2 di atas menunjukan ekpresi seorang laki-laki yang sedang senyum dan melihat ke arah kiri luar kaca mobil. Pada gambar tersebut juga memperlihatkan bahwa seorang laki-laki itu melambaikan tangan ke arah luar mobil. Laki-laki itu menggunakan jas hitam, kemeja putih dan dasi berwarna merah. Rambut pada laki-laki didalam video tersebut tertata rapi. Teknik pengambilan gambar ini diambil secara low angle dan medium shot. Kemudian interpretan pada gambar di atas menunjukan bahwa pada gambar di atas. Jokowi memberikan senyuman. Senyuman adalah salah satu gerak tubuh yang amat bermakna. Ada orang tersenyum karena merasa bahagia, ada juga yang tersenyum karena ingin memberi sinyal kepada orang Sinyal itu bisa berarti sebuah perhatian, apresiasi atau sebuah pengharapan (Dian, 2016: . Artinya bahwa Jokowi memberikan sinyal apresiasi kepada masyarakat yang ikut serta memeriahkan pembukaan Asian Games 2018. Bahwa Jokowi kagum kepada masyarakatnya yang telah membantu meramaikan pembukaan Asian Games tersebut. Tangan yang melambaikan ke arah luar mobil menunjukan bahwa Jokowi menyapa masyarakat yang ada disekitar Jokowi ketika meramaikan atau memeriahkan pembukaan Asian Games. Suit adalah setelan yang dirancang dengan baik sebagai ikon gaya, yang secara bersamaan menampilkan keanggunan dan gaya, sambil menunjukan formalitas dan pengalaman secara Pembuatan setelan disesuaikan sehingga mencapai keseimbangan yang sempurna pada tubuh (Angus, et al, 2015: . Yang artinya, suit itu terdiri dari jas, kemeja, hingga celana yang menunjukan formalitas dari figur Jokowi sebagai Presiden di negara Indonesia. Pakaian adalah sebagai penunjuk bahwa figur Jokowi adalah figur yang sangat formal. Warna hitam yang mengartikan bahwa figur Jokowi sebagai figur yang tegas tugas yang dijalaninya (Nugroho, 2015: . Warna putih pada kemeja yang artinya. Figur Jokowi membawa suasana positif dan tetap menunjukan sikap yang tegas di dalam video tersebut saat mengahadiri pembukaan Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno (Nugroho, 2015: . Dasi adalah sebagai pelengkap gaya yang berguna sebagai penghias (Angus, et al, 2015: . Warna Merah yang menunjukan bahwa Jokowi memiliki jiwa yang energik dalam video tersebut (Nugroho, 2015: . Dalam video tersebut bentuk segi lima berwarna merah, putih dan emas adalah sebuah lencana yang beliau gunakan. Melambangkan bahwa Jokowi memiliki jabatan di dalam negara Republik Indonesia. Dan warna emas yang memiliki arti kemakmuran (Sugiarto, 2014: . Artinya Jokowi menjadi figur yang memimpin negara yang makmur yaitu negara Indonesia. Rambut Presiden Jokowi tertata rapi yang berarti Presiden Jokowi adalah figur yang bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya (Dian, 2016: . Dalam scene ini teknik pengambilan gambar yang digunakan adalah low angle yang memiliki tujuan untuk memperlihatkan bahwa figur Jokowi adalah figur yang memiliki kekuasaan di negara Indonesia (Latief dan Utud, 2015: . Sehingga pada gambar ini memiliki kesimpulan bahwa figur Jokowi digambarkan sebagai figur yang ramah terhadap masyarakatnya. Mudah memberikan apresiasi kepada masyarakatnya yang ikut serta berpartisipasi kepada negara Indonesia. Jokowi juga menjadi figur yang bertanggung jawab dalam tugas-tugasnya sebagai pemimpin negara Indonesia. Terlihat dalam gambar ini dari teknik pengambilan gambar low angle yang menunjukan bahwa figur Jokowi adalah figur yang berkuasa atau sebagai pemimpin untuk negara Indonesia. Setelah dengan menggunakan sign, object, interpretant yang dikemukakan oleh Charles Sanders Pierce menemukan bahwa: figur Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia. Jokowi memiliki jabatan yang tinggi di negara ini. Tentu saja Jokowi memiliki sifat yang bertanggung jawab dalam tugasnya sebagai pemimpin negara. Figur Jokowi juga memiliki sifat yang tegas dalam menjalani tugasnya. Tegas dalam mengambil keputusan untuk menajuan negara Indonesia. Tetapi dalam hal ini Figur Jokowi memiliki sifat yang sangat perhatian kepada masyarakatnya, dan juga memiliki sifat yang energik seperti anak muda pada umumnya. Hal ini menujukan bahwa figur Jokowi memiliki sifat yang sama seperti maysarakat biasa pada umunya. Tidak menutup diri terhadap jabatannya sebagai Presiden di Indonesia. Jokowi tidak memiliki sifat yang tertutup kepada Jokowi memiliki perhatian dan apresiasi terhadap masyarakatnya yang ikut serta membangun negara Indonesia menjadi negara yang Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Februari 2020 maju dan menjadi negara yang hebat. Selalu terbuka dengan kreatifitas masyarakatnya sebagai apresiasi bagi kemajuan negara Indonesia. Figur Jokowi pada video ini, menjelaskan figur yang selalu memberikan contoh yang baik terhadap Di mana pada video tersebut menunjukan figur Jokowi yang memberikan contoh baik kepada masyarakatnya untuk mematuhi tata tertib di negara Indonesia. Seperti menggunakan perlengkapan saat berkendara sepeda motor dan juga mendahulukan pejalan kaki untuk menyeberangi Pada video tersebut juga menunjukan figur Jokowi menghargai hak pejalan kaki di Indonesia. Selalu memberikan contoh baik bagi masyarakatnya. Jokowi ingin memberikan contoh baik kepada masyarakatnya untuk selalu mematuhi tata tertib yang ada di Indonesia. Jokowi juga menyampaikan pesan dalam video tersebut untuk selalu menghargai pejalan kaki dalam menggunakan zebracross. Penggambaran figur Jokowi melalui tanda-tanda yang muncul pada video tersebut. beberapa sifat yang ada pada figur Presiden Jokowi seperti memiliki sifat yang perhatian, tegas, bertanggung jawab, energik dan selalu memberikan apresiasi kepada masyarakatnya. Tidak hanya itu, figur Jokowi juga di gambarkan sebagai figur yang selalu memberikan contoh baik bagi masyarakatnya. Dan memiliki sifat yang sama seperti masyarakatnya walaupun Jokowi sebagai Presiden Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi realitas sosial di media massa. Dalam teori konstruksi realitas sosial di media massa memiliki tiga tahap proses konstruksi realitas sosial yaitu eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil dari tahap proses konstruksi realitas sosial tersebut merupakan sebuah pesan yang disampaikan melalui media massa dan diterima oleh penerima pesan secara subjektif, objektif atau intersubjektif. Setelah itu menghasilkan efek yang lebih cepat, lebih luas, merata, membentuk opini massa, massa cenderung terkonstruksi, opini massa cenderung apriori dan sinis. Pada tahapan eksternalisasi terjadi ketika pembuatan Video Opening Ceremony Asian Games Pertama, pembuatan video ini memiliki frame of reference yang berasal dari sosok Jokowi yang menjadi orang yang berkuasa atau memiliki jabatan sebagai pemimpin di negara Indonesia yang menjadi sosok penting bagi negara Indonesia. Serta pembuat video melihat bahwa Jokowi memiliki sifat yang sama seperti masyarakat pada umunya. Kemudian pembuat video mendapatkan ide untuk membuat video ini dan langsung mendatangi Presiden Jokowi untuk mendisukusikan tentang konsep yang akan dilaksanakan dalam video tersebut. pembuat video juga meminta persetujuan dari Presiden Jokowi. Kedua, pembuat video memiliki field of experience yaitu pengalaman dalam membuat konsep program televisi dan pembuat video ini merupakan CEO dari salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia. Pembuat video juga berdiskusi dengan Bapak Erick Thohir selaku ketua INASGOC (Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committe. untuk membicarakan konsep. Pembuat video juga memikirkan secara matang konsep yang akan dituangkan ke dalam video seperti atribut yang akan digunakan, properti dan juga tempat untuk mendukung konsep dalam Video Opening Ceremony Asian Games 2018. Berawal dari ide yang di kreatifitaskan oleh pembuat video dan dijadikan sebagai konsep ide kreatif dalam Video Opening Ceremony Asian Games 2018. Di mana pembuat video tersebut memikirkan konsep yang di diskusikan oleh Jokowi secara langsung. Dalam proses objektivasi, pembuat video ini menganggap frame of reference dan field of experience benar bahwa Jokowi adalah orang terpenting atau orang nomor satu dalam negara Indonesia dan memang benar memiliki sifat yang sama seperti masyarakat pada umunya. Dengan begitu, hal ini menjadi realitas sosial yang sesungguhnya. Kemudian dalam tahap internalisasi pembuat video menuangkan makna dalam video. Pemahaman dan pengetahuan pembuat video dituangkan langsung dalam video tersebut. Konsep yang didapatkan oleh pembuat video ini dijadikan sebuah pesan dalam video yang disebut dengan objektif di mana khalayak menonton video tersebut pada saat pembukaan Asian Games 2018. Video tersebut berdurasi 6 menit saja dalam tayangan Opening Ceremony Asian Games 2018 tersebut. Tetapi video tersebut menjadi video teaser pada program acara Opening Ceremony Asian Games 2018. Lalu pesan di terima secara subjektif, di mana khalayak menerima pesan tersebut berbedabeda karena adanya perbedaan sudut pandang. Sudut pandang tersebut berbeda karena adanya perbedaan pemikiran atas lingkungan atau latar belakang yang ada pada setiap khalayak yang menonton video Perbedaan sudut pandang tersebut membuat perspektif yang berbeda terhadap figur Jokowi yang di tampilkan di dalam video tersebut. Kemudian Intersubjektif adalah pesan tersebut dipandang berbeda karena ada nya fakor kesamaan antara figur Jokowi dengan khalayak yang menontonnya. Seperti persamaan karena memiliki kewarganegaraan yang Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Februari 2020 sama ataupun memiliki dasar atas ideologi yang sama antara figur Jokowi dengan khalayak yang menonton video tersebut. Hal itu membuat pesan yang terkonstruksi pada masyarakat muncul perbedaan. Sehingga dampak realitas sosial yang dikonstruksi lebih luas dan juga membentuk opini massa mengenai figur Jokowi yang ditonjolkan dalam video Opening Ceremony Asian Games 2018. Lebih luas karena video tersebut di tayangkan di media massa dan di siarkan secara langsung di seluruh negara Asia. Dalam hal ini, muncul opini massa yang bersifat positif dan negatif. Opini massa ini muncul karena pesan yang diterima oleh khalayak berbeda-beda. Di mana opini massa muncul karena aksi yang di lakukan oleh figur Jokowi. Opini massa yang bersifat positif adalah Jokowi dinlai sebagai figur yang keren dalam video tersebut karena aksinya yang heroik dan dianggap sebagai figur yang mengikuti zaman. Tidak hanya itu, dalam video tersebut Jokowi memberikan contoh yang baik kepada masyarakatnya yaitu tertib terhadap aturan lalu lintas. Jokowi juga memberikan contoh kepedulian dan saling menghargai kepada semua pejalan kaki. Kemudian opini massa yang bersifat negatif adalah Jokowi dianggap membohongi masyarakat karena menggunakan stuntman dalam melakukan aksi yang heroik tersebut. Jokowi tidak melakukan aksi tersebut sendirian, tetapi menggunakan stuntman, di mana khalayak merasa Jokowi berbohong kepada publik dalam video tersebut. Hasil ini menjelaskan bahwa makna figur Jokowi adalah menunjukan figur yang tidak menutup diri terhadap jabatannya, menjadikan figur Jokowi sebagai sosok yang tidak kaku dalam formalnya terhadap jabatan sebagai pemimpin negara Indonesia. Jokowi dibangun dari realitas dalam kehidupan Jokowi sendiri yang memiliki sifat yang sama seperti masyarakat Indonesia pada umumnya. IV. SIMPULAN Bahwa figur Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia. Jokowi memiliki jabatan yang tinggi di negara ini. Tentu saja Jokowi memiliki sifat yang bertanggung jawab dalam tugasnya. Figur Jokowi juga memiliki sifat yang tegas dalam menjalani Tetapi dalam hal ini Figur Jokowi memiliki sifat yang sangat perhatian kepada masyarakatnya, dan juga memiliki sifat yang energik seperti anak muda pada umumnya. Hal ini menujukan bahwa figur Jokowi memiliki sifat yang sama seperti maysarakat biasa pada umunya. Tidak menutup diri terhadap jabatannya sebagai Presiden di Indonesia. Jokowi memiliki perhatian dan apresiasi terhadap masyarakatnya yang ikut serta membangun negara Indonesia menjadi negara yang maju dan menjadi negara yang hebat. Figur Jokowi pada video ini, menjelaskan figur yang selalu memberikan contoh yang baik terhadap Di mana pada video tersebut menunjukan figur Jokowi yang memberikan contoh kepada masyarakatnya untuk mematuhi tata tertib di negara Indonesia. Seperti menggunakan perlengkapan saat berkendara sepeda motor dan juga mendahulukan pejalan kaki untuk menyeberangi jalan. Pada video tersebut juga menunjukan figur Jokowi menghargai hak pejalan kaki di Indonesia. Selalu memberikan contoh baik bagi masyarakatnya. Penggambaran figur Jokowi melalui tanda-tanda yang muncul pada video tersebut. beberapa sifat yang ada pada figur Presiden Jokowi seperti memiliki sifat yang perhatian, tegas, bertanggung jawab, energik dan selalu memberikan apresiasi kepada masyarakatnya. Tidak hanya itu, figur Jokowi juga di gambarkan sebagai figur yang selalu memberikan contoh baik bagi masyarakatnya. Dan memiliki sifat yang sama seperti masyarakatnya walaupun Jokowi sebagai Presiden. DAFTAR RUJUKAN Angus. E, et al . The Fashion Encyclopedia: A Visual Resource For Terms. Technique, and Styles. BARONAoS EDUCATIONAL SERIES. Inc. New York. Bungin. Sosiologi Komunikasi. PRENADAMEDIA GROUP. Jakarta. Bungin. Konstruksi Sosial Media Massa. PRENADAMEDIA GROUP. Jakarta. Cangara. Hafied . Pengantar Ilmu Komunikasi. RAJAGRAFINDO PERSADA. Jakarta. Dian . I Know Your Gesture. PUSTAKA BARU