JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 3. Nomor 1 (April 2. Page: 44-51 Homepage : https://jurnal. com/index. php/abdidalem PENGGUNAAN DRAMA UNTUK MENGAJARKAN KOSA KATA BAHASA INGGRIS BAGI ANAK-ANAK DI YAYASAN PANTI ASUHAN TUNAS HARAPAN JITRA Agung Suhadi Pendidikan Bahasa Inggris . Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan . Universitas Muhammadiyah Bengkulu Email : agungslecturer@gmail. Amanda Ramadaniza Pendidikan Bahasa Inggris . Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan . Universitas Muhammadiyah Bengkulu Email : amandaramadhaniza@gmail. Anjela Larasati Pendidikan Bahasa Inggris . Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Bengkulu Email : larasatianjela9@gmail. Ikel Dania Pendidikan Bahasa Inggris . Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Bengkulu Email : ikeldania34@gmail. Nia Agustin Pendidikan Bahasa Inggris . Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Bengkulu Email : agustinnia340@gmail. Tia Alfarisca Pendidikan Bahasa Inggris . Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Bengkulu Email : alfarisca123@gmail. *amandaramadhaniza@gmail. Received: 15 Januari 2026 Revised: 20 Januari 2026 Published: 08 April 2026 Abstrak Bahasa Inggris merupakan mata pelajaran penting yang perlu diperkenalkan sejak dini, termasuk bagi siswa sekolah dasar. Dalam pembelajaran bahasa Inggris, aspek speaking memerlukan perhatian khusus karena kosa kata merupakan unsur utama yang menentukan kemampuan berbicara. Penguasaan kosakata yang memadai sangat diperlukan untuk keberhasilan penggunaan bahasa kedua (L. tanpa hal tersebut, siswa tidak dapat menggunakan struktur dan fungsi bahasa dengan efektif dalam komunikasi. Oleh karena itu, diperlukan teknik pembelajaran yang tepat untuk menciptakan suasana Penggunaan Drama Untuk Mengajarkan Kosakata Bahasa Inggris Bagi Anak-anak di Yayasan Panti Asuhan Harapan Jitr. 44 Volume 3. Nomor 1 (April 2. Page: 44-51 belajar yang menyenangkan dan membantu anak-anak belajar tanpa rasa takut. Program pengabdian ini menerapkan media mini drama sebagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan partisipasi dan kemampuan speaking anak-anak di Yayasan Panti Asuhan Jarapan Jitra. Kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai penggunaan media cerita dalam pembelajaran bahasa Inggris melalui short dialog dan rekaman short story mini drama secara daring. Selanjutnya, diberikan contoh penerapan mini drama untuk memperkaya kosakata siswa. Tahap berikutnya adalah pendampingan latihan hingga anak-anak dinilai cukup mampu berlatih secara mandiri, kemudian diakhiri dengan evaluasi untuk menilai pemahaman mereka terhadap materi speaking. Target kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan speaking anak-anak, khususnya dalam memperkaya kosakata sehari-hari. Luaran yang diharapkan meliputi peningkatan kemampuan komunikasi, bertambahnya kosakata baru yang relevan, serta pemanfaatan media mini drama secara optimal dalam kegiatan belajar mengajar di panti asuhan. Kata kunci: bahasa Inggris. mini drama. anak-anak Abstract English is an essential subject to introduce at an early age, including for elementary school In English learning, the speaking aspect requires special attention because vocabulary is a key element that strongly influences studentsAo speaking ability. Adequate vocabulary mastery is crucial for successful second language (L. without it, students cannot effectively apply language structures or functions in communication. Therefore, appropriate learning techniques are needed to create an engaging environment that helps children learn without fear. This community service program employs mini drama media as a learning strategy to enhance the participation and speaking skills of children at Yayasan Panti Asuhan Jarapan Jitra. The activities began with an orientation introducing story-based learning media in English through short dialogues and online mini drama story This was followed by demonstrations on how mini drama can be used to enrich studentsAo English vocabulary. The next stage involved guided practice until the children were considered capable of practicing independently, and the program concluded with an evaluation to assess their understanding of the speaking material. The main target of this program is to improve the childrenAos speaking skills, particularly in expanding vocabulary used in daily conversations. Expected outcomes include enhanced English communication skills, increased acquisition of relevant vocabulary, and the optimal use of mini drama media in the orphanageAos regular learning activities. Keywords: English, speaking, vocabulary, mini drama, children PENDAHULUAN Penguasaan kosakata bahasa Inggris merupakan pondasi penting dalam pembelajaran bahasa, khususnya bagi anak-anak yang sedang berada pada tahap perkembangan bahasa. Kosakata berperan sebagai dasar dalam penguasaan empat keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis (Rahman & Utam. Anak dengan penguasaan kosakata yang baik akan lebih mudah memahami instruksi, mengekspresikan diri, serta berpartisipasi aktif Penggunaan Drama Untuk Mengajarkan Kosakata Bahasa Inggris Bagi Anak-anak di Yayasan Panti Asuhan Harapan Jitr. 45 abdi dalem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam komunikasi. Selain itu, penguasaan kosakata sejak dini juga mendukung perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak serta meningkatkan kepercayaan diri dalam berbahasa. Untuk tingkat Sekolah Dasar, penguasaan kosakata dan kepercayaan diri berbahasa dapat ditingkatkan melalui penerapan metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Lee menyatakan bahwa anak-anak lebih efektif mempelajari kosakata melalui lingkungan belajar yang kontekstual, interaktif, dan bersifat bermain. Sejalan dengan hal tersebut, penggunaan drama dalam pembelajaran bahasa Inggris banyak direkomendasikan karena memungkinkan peserta didik mempraktikkan bahasa secara aktif melalui peran, interaksi, dan ekspresi emosional. Pembelajaran kosakata berbasis drama membantu anak memahami makna kata dalam konteks nyata, memperkuat daya ingat, serta mendorong partisipasi dan keberanian berkomunikasi (Putri & Abdullah. Zha. Berdasarkan observasi awal di Yayasan Panti Asuhan Tunas Harapan Jaya, pembelajaran bahasa Inggris masih didominasi metode tradisional seperti menghafal kosakata dan latihan tertulis, yang cenderung kurang menarik dan kurang efektif bagi anak-anak dengan fasilitas terbatas. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan memotivasi. Pengajaran kosakata melalui drama dipilih sebagai alternatif karena mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, inklusif, dan bermakna. Metode ini tidak hanya meningkatkan penguasaan kosakata, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial, kerja sama, serta ekspresi diri anak (Hamida & Chen. Silva. Irwansya. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan pembelajaran kosakata berbasis drama dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris bagi anak-anak di lingkungan panti asuhan. METODE Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah kombinasi dari Pelatihan dan Pendidikan Masyarakat, yang disesuaikan dengan konteks pembelajaran kosakata bahasa Inggris di panti Pendekatan ini dirancang untuk menyelesaikan masalah rendahnya kemampuan kosakata bahasa Inggris pada anak-anak di panti asuhan, dengan fokus pada penggunaan media visual dan interaktif seperti gambar kartu, serta teknik pengelompokan untuk memfasilitasi pemahaman dan retensi kosakata. Berikut adalah uraian rinci cara yang digunakan: 46 | Penggunaan Drama Untuk Mengajarkan Kosakata Bahasa Inggris Bagi Anak-anak di Yayasan Panti Asuhan Harapan Jitra Volume 3. Nomor 1 (April 2. Page: 44-51 . Pendidikan Masyarakat Penyuluhan kepada pengasuh dan staf panti asuhan untuk meningkatkan kesadaran tentang manfaat pembelajaran bahasa Inggris sejak dini, melalui diskusi . Pelatihan Pelatihan langsung kepada anak-anak dengan demonstrasi dan percontohan untuk membangun keterampilan kosakata: A Persiapan Media: Gunakan gambar kartu untuk tema hewan, buah, warna, tubuh, dan bagian tubuh. A Teknik Pengelompokan: Anak-anak dikelompokkan berdasarkan usia, lalu mengidentifikasi dan menyebutkan kosakata sambil berdiskusi. A Demonstrasi: Fasilitator menunjukkan kartu sambil mengucapkan kosakata dengan gerakan dan permainan. anak-anak meniru dan berlatih. A Durasi: 4-5 sesi mingguan selama 4 minggu, masing-masing 30-45 menit per tema. Metode ini dipilih karena efektif dalam konteks panti asuhan, di mana anak-anak sering memiliki latar belakang pendidikan terbatas. Pendidikan Masyarakat membangun dukungan lingkungan, sementara Pelatihan melalui demonstrasi memastikan transfer keterampilan secara langsung. Evaluasi dilakukan melalui observasi perilaku anak-anak, tes sederhana . isalnya, menyebutkan kosakata dari kart. , dan umpan balik dari pengasuh, untuk mengukur keberhasilan dalam meningkatkan kosakata bahasa Inggris. HASIL DAN PEMBAHASAN. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini diperoleh melalui pengamatan langsung selama kegiatan pembelajaran bahasa Inggris yang diikuti oleh 32 peserta dari jenjang TK. SD. SMP, hingga SMA. Data yang diperoleh mencakup hasil kuantitatif berupa persentase penguasaan kosakata serta hasil kualitatif berupa respons, keterlibatan, dan kemampuan siswa selama proses pembelajaran. Paparan hasil disajikan dalam bentuk uraian yang bermakna dan mudah dipahami untuk menggambarkan capaian kegiatan secara komprehensif. Penggunaan Drama Untuk Mengajarkan Kosakata Bahasa Inggris Bagi Anak-anak di Yayasan Panti Asuhan Harapan Jitr. 47 abdi dalem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Gambar 1. Pengenalan kosakata daily activitie. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap 15 siswa tingkat TK dan SD, diperoleh temuan bahwa hanya 6 siswa . %) yang mampu memahami dan mengingat kosakata bertema daily activities dengan cepat setelah proses pembelajaran berlangsung. Sebagian besar siswa lainnya masih membutuhkan waktu yang lebih lama serta pengulangan yang intensif untuk dapat mengingat dan menggunakan kosakata tersebut secara tepat. Selain itu, jika ditinjau dari total keseluruhan peserta pembelajaran yang berjumlah 32 siswa, hanya 13 siswa . %) yang menunjukkan penguasaan kosakata daily activities pada kategori baik. Data ini menunjukkan bahwa secara umum tingkat penguasaan kosakata siswa masih tergolong rendah dan belum mencapai hasil yang optimal. Secara kualitatif, hasil observasi menunjukkan bahwa siswa cenderung mengalami kesulitan dalam mengingat kosakata yang bersifat abstrak serta kosakata yang memerlukan pemahaman urutan kegiatan, seperti aktivitas yang dilakukan dari pagi hingga malam hari. Beberapa siswa juga terlihat mudah lupa ketika kosakata tidak dikaitkan langsung dengan pengalaman sehari-hari mereka. Kondisi ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang digunakan perlu lebih menekankan pada keterkaitan antara kosakata dan konteks kehidupan nyata (Gambar 2. Pengenalan kosakata buah-buaha. Hasil pembelajaran kosakata fruits menunjukkan capaian yang sangat baik. Dari 15 siswa TK dan SD, sebanyak 13Ae14 siswa . ekitar 90%) mampu mengenali dan menyebutkan nama buah dalam bahasa Inggris beserta ciri khasnya. Hanya 1Ae 2 siswa yang masih memerlukan bantuan, terutama dalam mengingat nama buah 48 | Penggunaan Drama Untuk Mengajarkan Kosakata Bahasa Inggris Bagi Anak-anak di Yayasan Panti Asuhan Harapan Jitra Volume 3. Nomor 1 (April 2. Page: 44-51 yang kurang umum. Sementara itu, dari total 32 peserta kegiatan, sebanyak 29 siswa . ekitar 90%) telah menguasai kosakata buah dengan baik, bahkan mampu menjelaskan manfaat buah dan menggunakannya dalam kalimat sederhana. Secara kualitatif, tingginya capaian ini dipengaruhi oleh kedekatan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa serta penggunaan media konkret seperti gambar dan contoh buah. Meskipun demikian, pengembangan pembelajaran masih dapat dilakukan dengan memperkenalkan kosakata buah yang lebih variatif dan latihan komunikasi kontekstual. (Gambar 3. Pengenalan kosakata warn. Kegiatan pembelajaran pengenalan warna dilaksanakan di panti asuhan dengan jumlah peserta sebanyak 32 anak. Materi meliputi warna dasar seperti merah, kuning, biru, hijau, hitam, dan putih yang disampaikan melalui media gambar, benda sekitar, serta aktivitas mewarnai. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebanyak 6Ae8 anak sudah mampu menyebutkan dan membedakan warna dengan benar tanpa bantuan, sedangkan sekitar 13 anak telah menguasai warna dasar dengan cukup baik. Sebagian besar anak lainnya mulai mengenal warna namun masih memerlukan pendampingan dan pengulangan. Secara kualitatif, pembelajaran ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan konsentrasi, daya ingat, serta kemampuan motorik halus anak. Aktivitas mewarnai dan interaksi langsung dengan benda sekitar terbukti efektif dalam membantu anak memahami konsep warna secara lebih konkret. (Gambar 4. Pengenalan kosakata bagian tubu. Penggunaan Drama Untuk Mengajarkan Kosakata Bahasa Inggris Bagi Anak-anak di Yayasan Panti Asuhan Harapan Jitr. 49 abdi dalem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Berdasarkan hasil pengamatan terhadap 15 siswa TK dan SD, sebanyak 7 siswa . %) mampu mengenali dan menyebutkan kosakata body parts seperti head, eyes, ears, nose, dan hands dengan cukup baik. Dari total 32 peserta kegiatan, terdapat 15 siswa . %) yang menunjukkan penguasaan kosakata body Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat penguasaan kosakata body parts berada pada kategori cukup. Secara kualitatif, siswa masih mengalami kendala dalam pengucapan dan penggunaan kosakata dalam konteks sederhana. Oleh karena itu, diperlukan latihan berulang dengan pendekatan yang lebih interaktif, penggunaan media visual, serta aktivitas gerak agar pemahaman dan pelafalan siswa dapat meningkat. (Gambar 5. Pengenalan kosakata hewa. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran kosakata dengan tema animals yang diikuti oleh 32 peserta, diperoleh hasil yang cukup baik. Dari 15 siswa jenjang TK dan SD, sebanyak 11Ae12 siswa . ekitar 75Ae80%) mampu mengenali dan menyebutkan nama-nama hewan dalam bahasa Inggris dengan benar, seperti cat, cow, dog, dan bird, serta mengaitkannya dengan suara atau ciri Sementara itu, 3Ae4 siswa . Ae25%) masih memerlukan bimbingan, terutama dalam pengucapan dan mengingat kosakata hewan yang kurang Jika ditinjau dari keseluruhan peserta, sebanyak 25 siswa . ekitar 78%) menunjukkan penguasaan kosakata animals yang baik, ditandai dengan kemampuan menggunakan kalimat sederhana seperti AuIt is a catAy dan AuThe cow says mooAy. Adapun 7 siswa . %) lainnya masih berada pada tahap pengenalan awal dan memerlukan pengulangan materi secara bertahap. Penggunaan metode Total Physical Response (TPR) terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan daya ingat siswa. Hal ini terlihat dari kemampuan siswa merespons instruksi guru secara tepat melalui gerakan fisik tanpa ketergantungan pada terjemahan Selain itu, pemanfaatan flashcard, lagu, dan storytelling mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan komunikatif. Secara kualitatif, pembelajaran kosakata animals 50 | Penggunaan Drama Untuk Mengajarkan Kosakata Bahasa Inggris Bagi Anak-anak di Yayasan Panti Asuhan Harapan Jitra Volume 3. Nomor 1 (April 2. Page: 44-51 memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris secara lisan. Kombinasi metode berbasis aktivitas dan media visual-audio mendukung penguasaan kosakata, pemahaman makna, serta keberanian siswa dalam mengekspresikan bahasa Inggris pada tingkat dasar. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Yayasan Panti Asuhan Tunas Harapan Jitra menunjukkan bahwa pembelajaran kosakata bahasa Inggris melalui pendekatan interaktif dan berbasis aktivitas efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata serta kepercayaan diri siswa. Penerapan metode Total Physical Response (TPR), mini drama, serta pemanfaatan media visual-audio terbukti mampu meningkatkan keterlibatan aktif dan pemahaman siswa terhadap berbagai tema kosakata, meliputi animals, fruits, colors, body parts, dan daily activities. Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak positif terhadap kemampuan berbahasa Inggris siswa dan dapat direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran yang efektif di lingkungan pendidikan informal. DAFTAR PUSTAKA