Available online at: http://unikastpaulus. id/jurnal/index. php/jrt/ Randang Tana: Jurnal Pengabdian Masyarakat E-ISSN: 2622-0636 Volume 9. No 2. Mei 2026 . DOI: https://doi. org/10. 36928/jrt. Integrasi Artificial Intelligence dalam Pembelajaran di SDI Bangka Keli Maria Senisum1*. Yuliana Wahyu2. Fransiskus Marianus Hawi3. Laurentius Ni4. Maria Eltari Kurnia5 1,2,3,4,5Universitas Katolik Indonesia. Jalan Ahmad Yani No. Ruteng. Flores. NTT, 86518. Indonesia e-mail: graselaagung140212@gmail. com1, yulianawahyu76@gmail. fransiskushawi2025@gmail. com3, laurentiusniang@gmail. mariaeltarikurnia@gmail. Abstrak Literasi digital merupakan keharusan dalam transformasi pendidikan masa Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru di SDI Bangka Keli, kabupaten Manggarai, dalam mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pembelajaran yang kreatif dan inovatif di sekolah Masalah utama yang diidentifikasi di lokasi adalah kesenjangan infrastruktur digital serta terbatasnya keterampilan teknis guru dalam merumuskan prompt AI yang sesuai dengan kebutuhan, sehingga output yang dihasilkan seringkali tidak sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar yang berada di sekolah tersebut. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan intensif yang melibatkan kolaborasi antara dosen PGSD Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng dengan para guru di sekolah dimaksud. Kegiatan dilakukan dalam empat tahap yang saling berkaitan yaitu: observasi awal, persiapan teknis, pelaksanaan demonstrasi platform (Gemini. ChatGPT. Claude, dan Gamm. , dan terakhir refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan guru dalam menyusun prompt spesifik yang mampu memvisualisasikan konsep abstrak menjadi Selain itu, guru kini mampu memanfaatkan AI untuk menyediakan pertanyaan penuntun . yang mendukung pola pikir bertahap siswa sesuai teori Vygotsky. Disimpulkan bahwa penguasaan teknik prompting yang benar dapat mengatasi keterbatasan geografis dan memicu kreativitas guru dalam mendesain bahan ajar yang kontekstual dan memotivasi siswa. Kata kunci: Artificial Intelligence. Prompting. Literasi digital. Sekolah Dasar Integration of Artificial Intelligence in Learning at SDI Bangka Keli Abstract Digital literacy is a necessity in today's educational transformation. This Community Outreach aims to improve the teachersAos competency at SDI Bangka Keli. Manggarai, in integrating Artificial Intelligence (AI) to support creative and innovative learning. The main problems identified at the location were the digital infrastructure gap and the lack of technical skills of teachers in formulating accurate AI prompts, resulting in the resulting output often not matching the characteristics of the elementary school students at the school. The method used was intensive training and mentoring involving collaboration between PGSD lecturers at Universitas Katolik Santu Paulus Ruteng and teachers at SDI Bangka Keli. The activity was carried out in four interrelated stages: initial observation, technical preparation, implementation of platform demonstrations (Gemini. ChatGPT. Claude, and Gamm. , and reflection. The results of the activity 51 | Randang Tana: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. E-ISSN: 2622-0636 Maria Senisum1*. Yuliana Wahyu2. Fransiskus Marianus Hawi3. Laurentius Ni4. Maria Eltari Kurnia5 demonstrated a significant improvement in teachers' ability to create prompts that could visualise abstract concepts as concrete ones. Furthermore, educators are now equipped with the capability to employ artificial intelligence to facilitate guiding questions, also referred to as scaffolding, which are designed to support students' gradual cognitive development in accordance with Vygotsky's theory. It is concluded that mastering the correct prompting techniques can overcome geographical limitations and trigger teacher creativity in designing contextual teaching materials and motivating students. Keywords: Artificial Intelligence. Prompting. Digital literacy. Elementary school PENDAHULUAN Literasi digital dalam dunia pendidikan pada masa kini bukan lagi pilihan melainkan keharusan. Hal perubahan zaman yang didukung informasi yang berkembang cepat dalam berbagai lini kehidupan. Selain literasi digital, maka beberapa pekerjaan yang dulu dianggap sulit maka pada hari ini pekerjaan tersebut akan menjadi lebih cepat dengan dukungan informasi dari Salah komponen dalam literasi digital intelligence (AI) (Supriyadi et al. yang belakangan ini menjadi primadona dari banyak orang untuk mencari informasi dan mendukung pekerjaan, tidak terkecuali di bidang pendidikan sekolah dasar. Dengan bantuan AI beberapa pekerjaan administrasi maupun pembelajaran di ruang kelas dapat menjadi lebih mudah bagi guru. Tampilan yang memberdayakan kreativitas guru dalam mendesain (Damayanti et al. , 2. sehingga menarik bagi siswa. Integrasi AI dalam pembelajaran di sekolah dasar, tidak hanya bermanfaat bagi guru, tetapi yang paling esensial adalah manfaat integrasi AI tersebut bagi siswa. Marta et al. , . dalam hasil penelitiannya mengungkapkan bahwa dengan memanfaatkan AI dalam dapat meningkatkan hasil belajar Hal ini dikarenakan adanya bahasa yang mudah dipahami siswa sehingga dapat disesuaikan dengan kecepatan belajar pada masingmasing siswa. Di sisi lain, dengan memanfaatkan AI dalam pembelajaran, kreativitas siswa dapat dikembangkan (Kurniawan et al. belajar menjadi Pemanfaatan AI dalam belajar juga dapat mendorong siswa menumbuhkan motivasi berkarya (Hasibuan et , 2. dan mendukung pembelajaran IPA Konsep-konsep yang abstrak dalam pembelajaran di sekolah dasar misalnya tentang tata surya, dapat divisualisasikan dengan mudah dan menarik dengan bantuan virtual reality atau simulasi berbantuan AI. Meskipun memanfaatkan AI dalam pembelajaran di sekolah dasar sangat besar, namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa tidak selamanya otomatis dapat diaplikasikan dalam pembelajaran di sekolah dasar khususnya di SDI Bangka Keli. Satar Mese Barat kabupaten Manggarai. Masalah yang paling mendasar adalah kesenjangan infrastruktur digital yang disebabkan oleh keadaan geografis wilayah tersebut. Meskipun terdapat beberapa personal guru yang sudah dapat mengintegrasikan AI dalam pembelajaran, namun variasi AI tetap dibutuhkan untuk mendukung media pembelajaran yang menarik 52 | Randang Tana: Jurnal Pengabdian Masyarakat. E-ISSN: 2622-0636 Integrasi Artificial Intelligence dalam A. dan bervariasi. Hasil observasi awal bahwa, ketika guru memanfaarkan AI dalam pembelajaran maupun prompt yang digunakan dalam beberapa variasi AI . eperti Gemini. ChatGPT, dan Claud. kurang tepat untuk mendukung tujuan yang dibutuhkan guru. Kendala teknis lainnya adalah tidak semua guru di sekolah tersebut pernah mengikuti pelatihan atau pengimbasan program yang mengarah pada integrasi pembelajaran di kelas. Dengan adanya keadaan ini maka dari pihak kampus Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng bekerja sama dengan guruguru di sekolah tersebut mengadakan aktivitas Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan sasaran kegiatan adalah guru-guru dan tenaga pendidik di sekolah tersebut. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan guru dan tendik di SDI Bangka Keli tentang integrasi pemanfaatan AI dalam Manfaat kegiatan ini adalah guru dapat mengaplikasikan AI dalam pembelajaran di sekolah lebih menarik dan memotovasi belajar siswa. METODE PELAKSANAAN Kegiatan kolaborasi dua pihak antara dosendosen dari program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng dengan guru-guru di SDI Bangka Keli. Metode yang diterapkan dalam melaksanakan pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan dan pendampingan secara intensif tentang penerapan AI dalam pembelajaran di sekolah dasar. Pendekatan ini dipilih dengan fokus permasalahan tentang adanya kesenjangan penerapan literasi digital dan keterampilan teknis penerapan AI dalam pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan terbagi atas empat tahapan PkM ini dilaksanakan pada bulan April 2026 dengan melibatkan 15 orang guru di SDK Bangka Keli, mahasiswa, dan tim dosen PGSD dari Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng Pada tahap pertama, kegiatan PkM diawali dengan mendapatkan data awal tentang pemanfaatan AI oleh guru-guru di sekolah tersebut. Data tersebut diperoleh dengan wawancara dan observasi. Berdasarkan data awal tersebut maka pihak universitas menyiapkan materi yang mendukung kebutuhan guru-guru di sekolah tersebut yang berkaitan dengan integrasi AI dalam pembelajaran di sekolah dasar. Tahap kedua adalah persiapan, sosialisasi kegiatan dengan para guru di SDI Bangka Keli, dan koordinasi tentang waktu dan tempat yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal ini, memastikan secara pasti tempat pelaksanaan kegiatan dengan kriteria utama adalah tersedianya listrik dan akses jaringan internet. Kedua kriteria ini menjadi prasyarat karena dalam pelaksanaan baik peserta maupun dosen sebagai pemateri akan terhubung ke layanan Tahap ketiga, adalah pelaksanaan kegiatan. Pada tahap ketiga ini tim dosen mengawali kegiatan dengan penyajian materi yang berfokus pada literasi digital yaitu variasi penggunaan AI dengan platform seperti Gemini. ChatGPT. Gamma, dan Claude. Tahap terakhir adalah refleksi kegiatan. Pada tahap keempat ini peserta menyampaikan kesan dan pengalaman mereka sebelum menggunakan AI dan hal hal menarik apa yang membuat para pengintegrasian AI dalam pembelajaran. HASIL DAN PEMBAHASAN SDI Bangka Keli merupakan salah satu sekolah mitra kampus Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng 53 | Randang Tana: Jurnal Pengabdian Masyarakat. E-ISSN: 2622-0636 Maria Senisum1*. Yuliana Wahyu2. Fransiskus Marianus Hawi3. Laurentius Ni4. Maria Eltari Kurnia5 program studi PGSD. Sekolah ini dalam sepuluh tahun terakhir pada setiap tahunnya selalu menjadi tempat bagi mahasiswa untuk melaksanakan praktik pembelajaran pada mata kuliah magang. Letaknya yang jauh dari ibu kota kabupaten Manggarai mempengaruhi beberapa aspek dalam pembelajaran seperti infra struktur digital yang kurang Namun demikian para guru berusaha untuk mengatasi kondisi yang tidak diharapkan tersebut dengan berkolaborasi dengan tim dosen PGSD dari kampus. Pelaksanaan PkM ini diawali dengan mendapatkan data tentang pembelajaran pada ruang kelas bagi siswa sekolah dasar di beberapa sekolah dalam satu kecamatan (Satar Mese Bara. Data tersebut didapatkan dengan wawancara dan Dari data tersebut tim dosen menemukan bahwa meskipun terdapat guru yang sudah mulai mencoba menerapkan AI dalam administrasi lainnya, namun masih ditemukan kendala serius yang mengakibatkan kurang sempurnanya hasil yang diinginkan. Hal ini dikarenakan prompt atau perintah yang diinput ke dalam beberapa platform yang digunakan kurang Dari tersebut, tim dosen menyusun dikhususkan pada membuat prompt Gemini. ChatGPT. Claude, dan Gamma untuk mendesain pembelajaran yang kreatif dan menarik. Keputusan menentukan SDI Bangka Keli karena memenuhi kriteria tersedianya pasokan listrik dan akses jaringan internet yang Pemenuhan terhadap kedua kriteria ini sangat penting untuk mendukung demonstrasi langsung saat pelatihan berlangsung. Pada aktivitas utama yaitu uraian materi langsung integrasi platform Gemini. ChatGPT, dan Claude dalam mata pembelajaran matematika dan IPAS. Pada bagian pemaparan materi tim dosen menyampaikan cara membuat dan menginput prompt ke dalam aplikasi sesuai dengan kebutuhan guru, seperti Gambar 1 berikut. Gambar 1. Pemaparan Prompting AI Setelah penjelasan materi, langkah selanjutnya adalah demonstrasi langsung mengintegrasikan platform Gemini. ChatGPT, dan Claude ke dalam bahan ajar. Pada menginput prompt ke dalam aplikasi sesuai dengan kebutuhan yaitu untuk materi ajar matematika dan IPAS. Dari hasil pengamatan tim dosen, tidak semua guru dapat menginput prompt yang sesuai. Misalnya ketika ditemukan guru yang menginput prompt seperti Aumateri ajar bagian-bagian tumbuhanAy. Ketika prompt ini diinput dalam platform ChatGPT maka materi yang muncul dari output adalah materi tentang bagian-bagian tumbuhan yang bersifat umum. Output ini kurang tepat karena bahasa gaya bahasa yang ada cocok untuk siswa sekolah menengah maupun mahasiswa. Selain itu ulasan materinya juga terlalu luas. 54 | Randang Tana: Jurnal Pengabdian Masyarakat. E-ISSN: 2622-0636 Integrasi Artificial Intelligence dalam A. Prompting sebaiknya diperbaiki dengan menambahkan kata Auuntuk siswa sekolah dasar kelas tigaAy. Dengan demikian output materi yang keluar menjadi lebih sederhana sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif siswa. Pada sesi ini terjadi banyak diskusi dan pertanyaan dari peserta, terutama ketika mereka menemukan banyak hal yang membingungkan mereka saat seperti Gambar 2 berikut. Gambar 2. Demonstrasi Penerapan Kesalahan-kesalahan prompting pada sesi latihan ini menjadikan peserta menjadi lebih tertantang spesifik sesuai dengan kebutuhan seperti tingkat pendidikan, karakter siswa, kondisi geografis sekolah. Keadaan ini mirip dengan (Bomantara & Zulherman, 2. materi pembelajaran sehingga hasil belajar mereka meningkat. Prompting yang benar dan spesifik juga akan menghasilkan output yang tidak hanya menguntungkan siswa tetapi juga menambah kreativitas guru (Prabawani et al. , 2. untuk menyediakan media belajar yang memicu semangat belajar siswa. Prompting yang didemonstrasikan dalam kegiatan ini tidak saja untuk menyiapkan media pembelajaran yang menarik tetapi juga pembelajaran sesuai dengan tujuan Prompting evaluasi dalam konteks ini tidak bertujuan untuk menemukan jawaban terhadap soal, tetapi tentang tahapan yang dilakukan siswa untuk menyelesaikan soal. Ketika terdapat soal dalam IPAS yang berbunyi Auapa fungsi klorofil dalam proses fotosintesis tumbuhanAy. Jika soal tersebut diinput sebagai prompt pada AI baik ChatGPT. Gemini, maupun Gemini, dengan menambahkan kata Ausoal untuk siswa sekolah dasarAy maka yang keluar adalah jawaban langsung terhadap pertanyaan tersebut. Dengan prompting yang tepat maka tidak hanya jawaban yang diperoleh tetapi juga disertai dengan pertanyaan penuntun yang mengarahkan kemampuan siswa untuk menjawab pertanyaan. Pertanyaan penuntun yang diformulasikan dalam bentuk prompting berbantuan AI mendukung teori belajar Vygotsky (Liu & Matthews, 2. yang mengemukakan bahwa bantuan yang diberikan kepada siswa yang sedang belajar dilakukan secara bertahap. Pertanyaan penuntun untuk menyelesaikan soal dengan prompting AI juga sering digunakan guru sekolah dasar untuk menyelesaikan soal matematika (Sari et al. , 2. sehingga guru memberikan bimbingan untuk menyelesaikan memilih kunci jawaban yang benar. Tahap keempat yang merupakan tahap terakhir dari kegiatan ini adalah refleksi dan komentar dari para guru di SDI Bangka Keli setelah mengikuti pelatihan. Para guru memberikan refleksi dalam bentuk narasi perbandingan media belajar yang disiapkan antara sebelum dan setelah mengintegrasikan AI. Sebelum mengikuti pelatihan mereka mengakui bahwa materi pembelajaran yang mereka sajikan kepada siswa, dalam bentuk format PDF, power point, maupun canva. Konten materi yang disajikan dalam tiga format tersebut merupakan konten materi yang kurang spesifik dan 55 | Randang Tana: Jurnal Pengabdian Masyarakat. E-ISSN: 2622-0636 Maria Senisum1*. Yuliana Wahyu2. Fransiskus Marianus Hawi3. Laurentius Ni4. Maria Eltari Kurnia5 tidak disesuaikan dengan karakteristik dan tingkat perkembangan siswa sekolah dasar yang ada di sekolah mereka. Namun, dengan adanya pendampingan dan demonstrasi langsung para guru merasa sangat terbantu dan menyadari bahwa penggunaan prompting yang spesifik akan mendapatkan konten materi dan media yang menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar yang ada di sekolah Menurut mereka materi yang sama, jika disajikan di tempat yang berbeda akan menghasilkan pemahaman yang berbeda pula, yang disebabkan oleh adanya perbedaan karakteristik siswa. Tanggapan penelitian lain (Tusadya & Sylvia, 2. yang mengungkapkan bahwa berkontribusi terhadap karakter dan hasil belajar siswa. Hasil mengungkapkan bahwa tampilan platform AI yang bervariasi dari segi mengasah kreativitas mereka untuk konsep-konsep abstrak menjadi lebih konkret sehingga sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak yang berada pada tahap operasional Mereka merasa optimis bahwa meskipun terdapat tantangan infrastruktur digital, penguasaan teknik prompting yang benar dapat motivasi belajar siswa di kelas. Demonstrasi secara langsung ini memotivasi tenaga pendidik di SDI Bangka Keli mengintegrasikan teknologi AI dalam PGSD Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng di SDI Bangka Keli kecamatan Satar Mese Barat berhasil mencapai tujuannya yaitu untuk meningkatkan kompetensi guru dalam hal integrasi AI dalam pembelajaran di sekolah dasar. Pelatihan berhasil mengatasi kendala penggunaan prompt yang sebelumnya kurang tepat dan terlalu Dengan pelatihan ini, maka guru memahami bahwa prompting yang spesifik akan menentukan dihasilkan oleh platform seperti ChatGPT. Gemini. Claude, dan Gamma sehingga konsep yang abstrak menjadi lebih konkret dengan desain sajian dan konten materi yang menarik dan memotivasi. Selain itu, prompting AI juga menyediakan pertanyaan penuntun . untuk melatih pola pikir siswa secara bertahap. Pelatihan ini juga memicu kreativitas guru dalam mendesain bahan ajar yang lebih bervariasi dan kontekstual. SIMPULAN DAN SARAN Hasibuan. Yani. , & Erika. Analisis Penggunaan Teknologi Artifical Intelligence ( Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen DAFTAR PUSTAKA