Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 09 No. 02 Bulan Juli 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 289 - 294 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/437 Perbedaan Kapasitas Vital Paru (KVP) pada Atlet Lari Sprint dan Atlet Renang The Difference of Lung Vital Capacity (LVC) between Sprint Running Athlete and Swimming Athlete Advent Rio Pambudi, *Binuko Amarseto. Diyono Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional Email Korespondensi: binukoamarseto88@gmail. Diterima: 23 Agustus 2024 | Ditinjau: 18 September 2024 | Disetujui: 24 Mei 2025 | Publikasi Online: 14 Juli 2025 ABSTRAK Kapasitasvital paru (KVP) merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur nilai fungsi paru. Olahraga teratur dapat meningkatkan fungsi paru-paru, terutama dikalangan atlet, karena menyebabkan adaptasi sistem pernafasan berupa peningkatan konsumsi oksigen. Orang yang melakukan aktivitas olahraga berbasis air seperti berenang diduga memiliki fungsi paru-paru yang lebih baik dibandingkan mereka yang melakukan aktivitas olahraga darat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kapasitas vital paru pada atlet lari sprint dan atlet renang. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis komparatif menggunakan data nilai KVP dari pengukuran spironetri, dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 orang, yang terdiri dari 10 atlet renang, 10 atlet lari sprint, dan 10 orang kelompok kontrol yang tidak terlibat dalam program latihan rutin olahraga apapun. Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling, dimana sampel penelitian ditentukan dari kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian didapatkan rata-rata nilai KVP pada atlet lari renang sebesar 4655 ml, rata-rata nilai KVP atlet lari sprint sebesar 3698 ml, dan rata-rata nilai KVP kelompok kontrol sebesar 2908 ml. Selisih rata-rata nilai KVP atlet renang dan atlet lari sprint sebesar 957 ml. Hasil analisis statistik menggunakan uji T independent pada nilai KVP atlet renang dan atlet lari sprint didapatkan p . < 0,05 . ,001 < 0,. yang berarti terdapat perbedaan nilai kapasitas vital paru pada atlet renang dan atlet lari sprint. Kesimpulan, terdapat perbedaan kapasitas vital paru pada atlet lari sprint dan atlet renang. Kata kunci :Kapasitas Vital Paru. Olahraga. AtletLari Sprint. AtletRenang ABSTRACT Lung vital capacity (LVC) is one of the important indicators to measure lung function value. Regular exercise can improve lung function, especially among athletes, because it causes adaptation of the respiratory system in the form of increased oxygen consumption. People who do water-based sport activities such as swimming are thought to have better lung function than those who do land based sport activities. This study aims to determine the differences in lung vital capacity in sprint athletes and swimmers. The research method used is comparative analysis using LVC value data from spironetric measurements, with a cross-sectional approach. The research sample consisted of 30 people, consisting of 10 swimmers, 10 sprint athletes, and 10 control group people who were not involved in any regular sports training program. The sample selection technique used purposive sampling, where the research sample was determined from the inclusion and exclusion criteria. The results of the study showed that the average LVC value in swimmers was 4655 ml, the average LVC value in sprint athletes was 3698 ml, and the average LVC value in the control group was 2908 ml. The average difference in the LVC value of swimmers and sprinters is 957 ml. The results of statistical analysis using the independent T test on the LVC values of swimmers and sprinters obtained p . <0. 001 <0. which means there is a difference of the lung vital capacity value between swimmers and sprinters. Conclusion, there is a difference of the vital lung capacity between sprinters and swimmers. Keyword : Lung Vital Capacity. Sport. Running Sprint Athlete. Swimming Athlete PENDAHULUAN Olahraga merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang untuk meningkatkan performa fisiknya agar kesehatannya tetap terjaga. Olahrga secara teratur dapat meningkatkan derajat kesehatan dan mencegah timbulnya berbagai macam penyakit dan cedera, selain itu juga dapat mengurangi tingkat stress, depresi, meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan dalam berkonsentrasi, dan kualitas tidur. Olahraga yang dilakukan secara rutin dan terprogram oleh pelaku olahraga khususnya pada atlet dapat mengakibatkan adaptasi sistem kardiorespirasi karena meningkatknya kebutuhan oksigen, sehingga terjadi peningkatan fungsi paru . Dalam dunia olahraga, atlet lari sprint dan renang adalah dua kelompok atlet yang menunjukkan perbedaan signifikan dalam tuntutan fisik dan fisiologis mereka. Lari sprint Perbedaan Kapasitas Vital Paru (KVP) pada Atlet Lari Sprint dan Atlet Renang | Advent Rio P, dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 09 No. 02 Bulan Juli 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 289 - 294 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/437 termasuk dalam cabang olahraga atletik merupakan induk dari cabang olahraga. Atletik terdiri dari gerakan jalan, lari, lompat, dan lempar. Berjalan, berlari, melompat dan melempar merupakan bentuk olahraga yang sangat penting dan tidak tergantikan bagi manusia. Dalam ilmu perkembangan gerak, manusia harus bisa berjalan, berlari, melompat dan melempar agar bisa bertahan hidup . Salah satu yang popular adalah lari cepat atau biasa disebut sprint. Lari sprint merupakan olahraga yang bersifat anaerobik. Atlet lari sprint mengandalkan ledakan kekuatan dan kecepatan otot dalam waktu yang sangat singkat, yang membutuhkan kapasitas anaerobik yang tinggi . Olahraga lain yang juga sangat digemari dan dianggap penting adalah olaharaga renang. Renang merupakan olahraga yang sangat popular contohnya di Umbul Pelem. Klaten. Jawa Tengah, setiap hari datang sekitar 300 orang untuk berenang . Pada orang yang rutin berenang atau atlet renang, terjadi pengembangan otot pernapasan dada dan diafragma dikarenakan tekanan air yang tinggi sehingga menyebabkan penguatan fungsional otot dan peningkatan elastisitas dinding dada. Pada perlombaan renang, dimana perenang harus berenang secepat cepatnya untuk mencapai jarak tujuan yang ditentukan, sudah termasuk dalam olahraga yang bersifat anaerobik . Latihan renang yang teratur dan intensitas yang sesuai dapat meningkatkan kapasitas vital paru pada atlet renang . Kondisi tubuh perenang harus dapat mempertahankan kinerja dalam jangka waktu yang cepat dan dalam medium air, yang memerlukan kapasitas aerobik yang lebih besar serta kemampuan untuk bernapas secara teratur dan efisien . Adaptasi fisiologis yang terjadi pada atletlari sprint dan renang sebagai respons terhadap tuntutan olahraga mereka dapat mempengaruhi kapasitas vital paru. Kapasital vital paru (KVP) diukur menggunakan alat yang disebut spirometri. Spirometri adalah alat uji fungsi paru yang sangat penting, sebagai metode standar untuk memperkirakan mekanisme pernapasan dan ventilasi Nilai Spirometri yang ditentukan pada atlet, biasanya mengacu pada standar nilai, seperti yang direkomendsasikan oleh organisasi internasional, seperti European Respiration Society (ERS). European Commonwealth of Coal and Steel (ECCS), dan American Thoracic Society (ATS) . Karena pada umumnya seorang atlet memerlukan latihan yang rutin dan terukur untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Hal ini membuat latihan menjadi hal yang membantu meningkatkan sistem fungsi pernapasan, dimana fungsi pernapasan ini adalah hal yang diunggulkan dari seorang atlet. Maka inilah yang menjadi dasar penulis untuk melakukan penelitian mengenai perbandingan kapasitas vital paru (KVP) antara atlet lari sprint dan renang. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode analisis komparatif dengan pendekatan Cross Sectional. Pengukuran kapasitas vital paru (KVP) menggunakan alat ukur Spirometri. Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling, dimana sampel penelitian ditentukan dari kriteria inklusi dan eksklusi. Seorang atlet lari sprint dan atlet renang yang memenuhi kriteria sebagai sampel adalah berjenis kelamin laki-laki, berusia 16 Ae 18 tahun, indeks massa tubuh normal, mengikuti latihan secara rutin dalam 8 minggu terakhir, dan durasi latihan minimal 12 jam/minggu. Kriteria menjadi kelompok kontrol adalah laki-laki berusia 16 Ae 18 tahun. Kriteria eksklusi dalam penentuan sampel adalah seorang perokok, memiliki riwayat penyakit paru, dan tidak mengikuti penelitian sesua prosedur. Prosedur sebelum pengukuran nilai kapasitas vital paru, sampel mengisi informed consent. Kemudian, melakukan pendataan mengenai usia, tinggi badan, dan berat badan. Nilai kapasitas vital paru diukur secara langsung menggunakan spirometer. Peneliti memberikan penjelasan dan demonstrasi cara pengukuran nilai kapasitas vital paru pada sampel. Pengukuran dilakukan sebanyak tiga kali berturut-turut, kemudian diambil nilai tertinggi. Data didapat dilakukan analisis statistik menggunakan software SPSS. Uji analisis statistik yang dilakukan meliputi uji prasyarat, uji homogenitas, uji perbedaan 3 kelompok, dan uji perbedaan antara 2 kelompok. Perbedaan Kapasitas Vital Paru (KVP) pada Atlet Lari Sprint dan Atlet Renang | Advent Rio P, dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 09 No. 02 Bulan Juli 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 289 - 294 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/437 HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga Maret tahun 2024 berada di tiga tempat. Didapatkan total sampel berjumlah 30 orang yang telah memenuhi kriteria, terdiri dari 10 atlet renang, 10 atlet lari sprint, dan 10 orang kelompok kontrol. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan data nilai kapasitas vital paru sebagai Tabel 1. Data Karakteristik Sampel Data Karakteristik Sampel Kelompok Renang Lari Sprint KelompokKontrol Mean KVP . Minimum KVP . Maksimum KVP . Median KVP . Sumber: Data penelitian Berdasarkan tabel 1. Hasil penelitian menggunakan Spirometer didapatkan karakteristik data hasil kapasitas vital paru (KVP) pada tiga kelompok yaitu kelompok renang bernilai 4450 Ae 4820 ml dengan rata Ae rata 4655 ml, kelompok lari sprint bernilai 3510 Ae 3940 ml dengan rata Ae rata 3698 ml, dan kelompok kontrol bernilai 2490 Ae 3180 ml dengan rata Ae rata 2908 ml. Data yang didapat kemudian dilakukan uji prasyarat analisis statistic meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Uji Shapiro-Wilk digunakan sebagai uji normalitas dan uji Lavene digunakan sebagai di uji homogenitas kemudian didapatkan hasil sebagai berikut: Tabel 2. Uji Normalitas (Uji Shapiro-Wil. Uji Normalitas Kelompok df Sig. Keterangan Renang Normal Lari Sprint Normal KelompokKontrol 10 0. Normal Sumber: Hasil uji statistik SPSS Berdasarkan tabel 2. Didapatkan ketiga kelompok dianggap berdistribusi normal, karena nilai signifikansi ketiga kelompok Ou 0,05. Hasil uji homogenitas disajikan seperti berikut: Tabel 3. Uji Homogenitas (Uji Laven. Uji Homogenitas Kelompok R/L/K R/L R/K L/K Sig. Keterangan Tidak Homogen Homogen Tidak Homogen Homogen R. Renang. Lari Sprint. Kelompok Kontrol Sumber: Hasil uji statistik SPSS Hasil uji homogenitas pada tabel 4. 4 menggunakan uji Lavene didapatkan 2 kelompok bernilai signifikansi < 0,05 yang diartikan bahwa data berasal dari populasi dengan varians yang berbeda . idak homoge. , yaitu uji varian yang berisikan 3 kelompok . enang, lari sprint, kelompok kontro. dan uji varian yang berisikan 2 kelompok . enang dan kelompok kontro. Sedangkan 2 kelompok yang lain bernilai signifikansi > 0,05 yang diartikan bahwa data berasal dari sampel yang homogen, yaitu pada uji varian kelompok renang dengan lari sprint, dan lari sprint dengan kelompok kontrol. Perbedaan Kapasitas Vital Paru (KVP) pada Atlet Lari Sprint dan Atlet Renang | Advent Rio P, dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 09 No. 02 Bulan Juli 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 289 - 294 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/437 Hasil dari uji prasyarat menentukan uji yang digunakan untuk menganalisa perbedaan kapasitas vital paru. Berikut hasil uji analisis perbedaan kapasitas vital paru: Tabel 4. Uji Perbedaan Uji Perbedaan Kelompok R/L/K*** R/L** R/K* L/K** < 0. 001 < 0. 001 < 0. 001 < 0. Sig. Renang. Lari Sprint. Kelompok Kontrol Keterangan: ***:Kruskal-Wallis Test **:Independent T Test *:Mann-Whitney U Test Sumber: Hasil uji statistik SPSS Berdasarkan tabel 4, hasil uji Kruskal-Wallis pada kapasitas vital paru (KVP) antara kelompok renang, lari sprint, dan kelompok ontrol menghasilkan nilai Asymp. Sig. < 0,05 . ,001 < 0,. , sehingga dapat dikatakan bahwa hasil uji Kruskal-Wallis menunjukan terdapat perbedaan KVP antara ketiga kelompok. Berdasarkan tabel 4, hasil uji Mann-Whitney pada kapasitas vital paru (KVP) antara renang dan kelompok kontrol menghasilkan nilai probabilitas . <0,05 . ,001 <0,. sehingga dapat dikatakan bahwa hasil uji Mann-Whitney menunjukkanbahwa terdapat perbedaan KVP antara renang dan kelompok kontrol. Berdasarkan tabel 4, hasil uji T-Independent pada kapasitas vital paru (KVP) antara lari sprint dan kelompok kontrol menghasilkan nilai probabilitas . < 0,05 . ,001 < 0,. sehingga dapat dikatakan bahwa hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa secara terdapat perbedaan KVP antara lari sprint dan kelompok kontrol. Berdasarkan tabel 4, hasil uji T Independentpada kapasitas vital paru (KVP) antara renang dan lari sprintmenghasilkan nilai probabilitas . <0,05 . ,001 <0,. sehingga dapat dikatakan bahwa hasil uji T Independent menunjukkanbahwa secara terdapat perbedaan KVP antara lari sprint dan kelompok kontrol. Renang melibatkan koordinasi pernapasan yang ketat dengan gerakan tubuh dalam air, yang mengharuskan atlet untuk menyesuaikan pernapasan mereka dengan irama gerakan dan hanya bernapas pada saat-saat tertent. Tekanan hidrostatik air memberikan resistensi tambahan pada dada, yang memperkuat otot-otot pernapasan seperti diafragma dan otot-otot interkostal. Hal ini tidak hanya meningkatkan kapasitas vital paru, tetapi juga meningkatkan efisiensi pertukaran gas di paru-paru dengan memperluas jumlah alveoli yang aktif dan meningkatkan kapilarisasi di sekitar alveoli . Atlet lari sprintmeskipun tidak melibatkan koordinasi pernapasan yang kompleks seperti renang, latihan ini tetap meningkatkan kapasitas vital paru dengan meningkatkan kebutuhan oksigen dan menguatkan otot-otot pernapasan serta kardiovaskular. Peningkatan volume tidal selama latihan sprint membantu melatih paru-paru untuk mengatur napas dalam kondisi intensitas tinggi, meskipun tidak sebanyak latihan renang dalam hal kontrol pernapasan yang eksklusif . Secara keseluruhan, baik atlet renang maupun lari sprint memiliki kapasitas vital paru yang tinggi dibandingkan dengan individu yang tidak aktif secara fisik. Namun, perbedaan spesifik terletak pada jenis latihan yang mereka lakukan dan cara tubuh mereka beradaptasi terhadap tuntutan fisik dari olahraga masing Ae masing . Dari data diatas menggambarkan bahwa besar rata Ae rata kapasitas vital paru (KVP) pada atlet renang sebesar 4655 ml sedangkan atlet lari sprint sebesar 3698 ml, terdapat perbedaan yang didapatkan dari selisih rata Ae rata KVP antara kelompok atlet renang dan atlet lari sprintsebesar 957 ml, dapat dikatakan rata Ae rata KVP atlet renang lebih besar 20% dari rata Ae rata KVP atlet Perbedaan Kapasitas Vital Paru (KVP) pada Atlet Lari Sprint dan Atlet Renang | Advent Rio P, dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 09 No. 02 Bulan Juli 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 289 - 294 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/437 lari sprint. Penjelasan atas data diatas menunjukan bahwa terdapat perbedaan kapasitas vital paru pada atlet lari sprint dan atlet renang. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil uji analisis dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kapasitas vital paru pada atlet lari sprint dan atlet renang. Perbedaan dapat terlihat dari selisih rata-rata kapasitas vital paru sebesar 957 ml, dapat dikatakan rata-rata kapasitas vital paru atlet renang lebih besar 20% dari rata-rata kapasitas vital paru atlet lari sprint. Oleh karena itu, peneliti menyarankan pada semua orang untuk dapat berolahraga secara rutin khususnya renang, untuk meningkatkan kapasitas vital paru sebagai indikator kesehatan kardiorespirasi. DAFTAR PUSTAKA