Prevalensi Kelainan Geographic Tongue pada Ibu Hamil di Puskesmas Gianyar I Periode Juni-Juli 2023 I Gusti Ngurah Putra Dermawan1. Ni Nyoman Gemini Sari2. Ni Putu Andini Dewi Febriyanti3 Departemen Penyakit Mulut. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Mahasaraswati Denpasar *Corresponding email: I Gusti Ngurah Putra Dermawan. Mailing addres. Email: tutokfkg@yahoo. ABSTRAK Pendahuluan: Geographic tongue adalah lesi annular yang bisa terdapat pada dorsum dan tepi lidah. Lesi ini juga dikenal sebagai erythema migrans. Gambaran klinis dari Geographic tongue terdiri dari lesi berwarna putih, kuning, atau abu-abu di bagian tepinya yang sedikit lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi kasus kelainan Geographic tongue pada ibu hamil di Puskesmas Gianyar I. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian epidemiologi deskriptif. Jumlah total sampel pada penelitian ini sebanyak 125 responden ibu hamil di Puskesmas Gianyar I. Analisis data dilakukan secara deskriptif yaitu yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Dari hasil penelitian, prevalensi geographic tongue pada ibu hamil di Puskesmas Gianyar I periode Juni Ae Juli 2023, terdapat 11 . ,8%) penderita kelainan geographic tongue, dimana berdasarkan usia kehamilan . , terdapat 6 penderita geographic tongue atau sekitar . ,11%) pada trimester i, sedangkan pada trimester II terdapat 4 . ,52%) orang yang menderita geographic tongue dan hanya 1 orang . ,44%) yang menderita geographic tongue pada trimester I. Kesimpulan: Prevalensi kasus geographic tongue paling banyak ditemukan pada kehamilan trimester i dan kebanyakan tidak meiliki simptom atau tidak terasa sakit. Kata Kunci: geographic tongue, ibu hamil, kelainan pada lidah ABSTRACT Introduction: Geographic tongue is an annular lesion that can be found on the dorsum and the edges of the tongue. This lesion is also known as erythema Migrans. The clinical appearance of Geographic tongue consists of white, yellow, or gray lesions on the slightly elevated edges. The purpose of this study was to determine the prevalence of geographic tongue cases in pregnant women at the Community Health Center Gianyar I. Method: The type of research used in this study was a descriptive epidemiological research method. The total number of samples in this study were 125 respondents of pregnant women at the Community Health Center Gianyar I. Data analysis was carried out descriptively, namely those presented in the form of frequency and percentage distribution tables. Results: From the research results, the prevalence of geographic tongue in pregnant women at the Gianyar I Community Health Center period June - July 2023, there were 11 . 8%) sufferers of geographic tongue disorder, where based on gestational age . , there were 6 sufferers of geographic tongue or around ( 11. 11%) in the third trimester, while in the second trimester there were 4 . 52%) people who suffered from geographic tongue and only 1 person . 44%) who suffered from geographic tongue in the first trimester. Conclusion: The prevalence of geographic tongue cases is mostly found in the third trimester of pregnancy and most have no symptoms and no pain. Keyword: disorders of the tongue, geographic tongue, pregnant women PENDAHULUAN Kesehatan merupakan perhatian utama seseorang, sehingga tidak jarang seseorang menjalani rutinitas hidup sehat agar terhindar dari penyakit yang dapat menyerang daya tahan tubuh, namun tidak jarang juga masyarakat yang belum memahami pentingnya pola hidup sehat dan pentingnya menjaga kesehatannya. Namun, tidak sedikit masyarakat yang kurang memperhatikan kesehatannya, tanpa terkecuali kesehatan gigi dan mulut. Berdasarkan data RISKESDAS (Riset Kesehatan Dasa. 2018, masalah kesehatan gigi dan mulut penduduk Indonesia sebesar 57,6%. 1 Hal ini dikarenakan tingkat pengetahuan masyakat Indonesia tentang memelihara kesehatan gigi dan mulut masih Kesehatan gigi dan mulut penting diperhatikan untuk mencegah timbulnya penyakit gigi dan mulut. 2 Penyakit gigi dan mulut bisa timbul, baik dari gigi maupuan dari mukosa mulut. Penyakit yang timbul dari gigi dapat berupa karies gigi dan kelainan periodontal sedangkan penyakit yang timbul dari mukosa mulut bisa berasal dari bibir, palatum, dan lidah yang sangat berdampak bagi kesehatan seseorang. Lidah merupakan sekumpulan otot rangka yang dilapisi dengan membran mukosa halus yang terletak di bagian bawah mulut. Lidah dapat merasakan rasa yang berbeda pada makanan, seperti manis, asin, pahit, asam, dan pedas. Selain sebagai indera pengecap, lidah juga dapat membantu dalam mengunyah dan menelan makanan dengan baik. Lidah memiliki banyak fungsi, sehingga lidah merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh manusia. 5,6,7 Gangguan lesi pada lidah banyak ditemukan, salah satunya yaitu Geographic Geographic tongue adalah salah satu lesi mukosa mulut yang paling umum namun, hampir tidak ada penelitian yang tersedia untuk menjelaskan etiologi dari penyakit ini. Bentuk dari Geographic tongue yaitu melingkar dan berpindah-pindah, mencerminkan atrofi papila filiform. 8,9 Lesi dapat dimulai pada tempat yang berbeda, daerah tepi menyatu membuat munculnya gambaran klinis khas dari Geographic tongue. Gambaran klinis dapat bervariasi dari lesi tunggal hingga multipel yang menempati seluruh dorsum lidah, tergantung pada aktivitas lesi. 10 Geographic tongue memiliki prevalensi 1% - 3% dari populasi dan lebih sering terkena pada wanita daripada pria dengan rasio 2:1. 11 Prevalensi rata-rata dari lesi ini sangat rendah, kemungkinan tingkat kesadaran penderita akan adanya lesi ini di rongga mulut juga sangat rendah, lesi ini juga jarang menimbulkan rasa sakit sehingga jarang dikeluhkan oleh penderita, oleh sebab itu juga lesi ini jarang diketahui sebagai suatu abnormalitas pada tubuh penderita itu 12,13 Pada ibu hamil penyakit gigi dan lesi mulut sering terjadi, prevalensi kelainan Geographic tongue pada ibu hamil sebanyak 6 orang . ,7%), dapat muncul karena disebabkan oleh berbagai faktor pemicu, diantaranya perubahan metabolisme dan imunologi dalam tubuh, serta perubahan hormonal yang berkaitan dengan kehamilan dan faktor lokal lainnya. Perubahan hormonal selama kehamilan biasanya berhubungan dengan perubahan pola makan, perubahan suasana hati . ood swin. yang akan meningkatkan stres emosional ibu hamil, sehingga cenderung mengabaikan kesehatan rongga mulutnya. Peningkatan risiko penyakit mulut pada ibu hamil juga dapat disebabkan oleh reflek muntah . dan mual . 14 Pengetahuan, perilaku, dan sikap ibu hamil sangat mempengaruhi tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Kesehatan gigi dan mulut ibu hamil dapat dimaksimalkan dengan memberikan informasi, edukasi dan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan gigi dan mulut melalui pelayanan gigi dan mulut. 15 Menjaga kebersihan gigi dan mulut pada ibu hamil sangat penting karena sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh lainnya. Perilaku yang paling penting adalah tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut meliputi peningkatan pengetahuan tentang pentingnya menjaga oral hygiene selama hamil, mengkonsumsi makanan yang berserat serta rajin melakukan kontrol kesehatan pada fasilitas kesehatan selama masa kehamilan. Berdasarkan uraian yang dipaparkan diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai prevalensi kelainan Geographic tongue pada ibu hamil di Puskesmas Gianyar I. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian epidemiologi deskriptif. Metode penelitian epidemiologi deskriptif adalah suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan atau penyakit secara obyektif pada masyarakat. Populasi terjangkau yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien ibu hamil trimester I sampai trimester i di Puskesmas Gianyar I periode Juni Ae Juli 2023 yang berjumlah 125 Prevalensi didapat dari jumlah seluruh pasien ibu hamil di Puskesmas Gianyar I periode Juni-Juli 2023 yang memiliki kelainan geographic tongue dibagi jumlah seluruh ibu hamil di Puskesmas Gianyar I periode Juni-Juli 2023 . dan dikalikan 100%. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Pengukuran prevalensi geographic tongue berdasarkan usia kehamilan Usia Penderita Populasi Geographic Presentase Kehamilan Trimester I 3,44% Trimester 9,52% 11,11% Trimester i Total 8,8 % Berdasarkan Tabel 1, menunjukkan prevalensi pasien yang menderita Geographic tongue berdasarkan usia kehamilan . rimester I. II dan . Sebagian besar subyek yang menderita Geographic tongue adalah pasien yang memiliki usia kehamilan pada trimester i yaitu 6 orang sebesar . ,11%), sedangkan pada trimester I hanya 1 orang sebesar . ,44%), dan trimester II terdapat 4 orang sebesar . ,52%). Total penderita Geographic tongue pada ibu hamil di Puskesmas Gianyar I pada bulan Juni Ae Juli tahun 2023 yaitu 11 orang sebesar . ,8%). Hal ini mungkin terjadi karena pada usia kehamilan trimester i biasanya terjadi perubahan hormon yang dapat menimbulkan kelainan dalam rongga mulut antara lain: peradangan pada gusi, timbulnya benjolan pada gusi . iantara dua gig. terutama yang berhadapan dengan pipi, dan dapat menimbulkan berbagai gangguan pada lidah. Kehamilan dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Keadaan ini terjadi karena adanya peningkatan kadar hormon estrogen dan progesterone selama kehamilan yang dihubungkan dengan peningkatan jumlah plak yang melekat pada permukaan gigi yang dapat menimbulkan berbagai penyakit pada rongga mulut tanpa terkecuali dapat terjadinya geographic tongue. 17 Hormon estrogen dan progesterone yang mengalami peningkatan dapat merubah struktur mikrobiota biofilm, jaringan gingival secara biologis dan pembuluh darah. Keadaan ini diyakini dapat mempengaruhi kesehatan gusi, dan juga kedua hormon tersebut dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehingga sering terjadi pembesaran gingiva pada ibu hamil. Beberapa manifestasi mulut ditemukan lebih dari satu pada wanita hamil, seperti gangguan pada lidah, ulserasi, lidah yang kotor, bahkan berujung pada penyakit periodontal merupakan wujud keadaan mulut yang paling sering terdeteksi. Kondisi ini biasanya muncul pada usia kandungan pada trimester I dan II kemudian akan mengalami peningkatan pada trimester i. Tabel 2. Distribusi responden berdasarkan keluhatan rasa sakit. Penderita Keluhan Geographic Presentase Sakit 1,6% Tidak Sakit 7,2% Berdasarkan Tabel 2, ditemukan 2 orang . ,6%) mengeluhkan adanya simptom atau rasa sakit sedangkan 9 orang . ,2%) lainnya tidak memiliki simptom atau tidak mengeluh adanya rasa sakit. Dari hasil anamnesis, sebagian penderita tidak mengetahui secara pasti kapan kelainan geographic tongue muncul pada lidah mereka, dikarenakan penderita tidak melakukan pemeriksaan secara rutin pada lidahnya. Dari penelitian ini didapatkan kebanyakan pasien melaporkan tidak adanya rasa sakit atau kehilangan rasa. Namun, beberapa pasien terkadang mengalami rasa terbakar atau menyengat di daerah lesi, terutama saat memakan makanan yang pedas atau asam karena dapat menjadi pemicu timbulnya lesi geographic tongue dan kepekaan terhadap mukosa lidah. 19,20,21 Geographic tongue merupakan lesi yang bersifat asimptomatik serta bukan suatu kondisi dimana pasien selalu merasakan sakit akibat munculnya lesi tersebut, melainkan hanya saat terdapat faktor pencetus rasa sakitnya, seperti makanan yang pedas, panas, dan asam serta minuman yang berkarbonasi atau beralkohol. Lesi geographic tongue juga kadang muncul saat periode menstruasi atau pada saat kondisi pasien sedang stress. Kondisi stress sangat berkaitan dengan masa kehamilan, maka dapat dikatakan ibu hamil yang memiliki lesi geographic tongue karena kondisi stress yang dialami. 22,23,24 SIMPULAN Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan, berdasarkan usia kehamilan ditemukan pasien dengan usia kehamilan trimester i yaitu 6 orang . ,11%). Sedangkan pasien dengan usia kehamilan trimester II yaitu terdapat 4 orang . ,52%) dan hanya terdapat 1 orang . ,44%) pasien dengan usia kehamilan trimester I yang menderita Geographic tongue. jadi, pada usia kehamilan trimester i lebih banyak terdapat geographic tongue. Sedangkan berdasarkan hasil anamnesis, ditemukan 2 orang . ,6%) mengeluhkan adanya simptom atau rasa sakit sedangkan 9 . ,2%) lainnya tidak memiliki simptom atau tidak mengeluhkan rasa sakit. DAFTAR PUSTAKA