Sherly Abelia Ananda1. Suroto2. Galuh Sandi3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PENGARUH PENERAPAN METODE THINK PAIR SHARE DAN KREATIVITAS GURU TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 NATAR Sherly Abelia Ananda1. Suroto2. Galuh Sandi3 Universitas Lampung1. Universitas Lampung2. Universitas Lampung3 pos-el: sherlyabelia7372@gmail. com1, suroto. 1993@fkip. 2, galuh. sandi@fkip. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode think pair share dan kreativitas guru terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Natar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan ex post fakto dan survey dengan jumlah populasi sebanyak 142 responden. Sampel pada penelitian ini ditentukan dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu probability sampling dengan simple random sampling memperoleh jumlah sebanyak 104 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan google form dan pengujian hipotesis menggunakan uji t dan uji F melalui program SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode think pair share dan kreativitas guru secara parsial maupun simultan berpengaruh terhadap hasil belajar ekonomi. Namun, hasil belajar siswa juga dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak di teliti dalam penelitian ini. Implikasinya, penerapan metode think pair share yang dikombinasikan dengan kreativitas guru dapat menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menarik, sehingga dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Kata kunci : Hasil Belajar. Kreativitas Guru. Penerapan Metode Think Pair Share ABSTRACT This study aims to determine the effect of the application of the think pair share method and teacher creativity on the economic learning outcomes of class X students of SMA Negeri 1 Natar. The method used in this research is descriptivedescriptive verification method with an expost facto approach and survey withpopulation of 142 respondents. Samplein this study were determined using sampling techniquessampling technique, namely probability sampling with simple random sampling, obtaining a number104 respondents. Datacollected through a questionnaire using googleform and hypothesis testing using the t test and F test through the SPSS version 25 program. shows that the application of the thinkpair share method and teacher creativity partially or simultaneously affect economic learning outcomes. on economic learning However, student learning outcomes are also influencedby other factors not examined in this study. The implication,the application of the think pair share method combined with teacher creativity can create interactive and interesting learning. can create interactive and interesting learning, so that it can improve student activeness and learning outcomes. student activeness and learning outcomes. Keywords: Learning Outcomes. Teacher Creativity. Application of Think Pair Share Method PENDAHULUAN Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan Dalam upaya pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter dapat dilakukan dengan cara peningkatan kualitas pendidikan salah satunya melalui pendidikan formal. Pendidikan formal merupakan proses pendidikan yang dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang mulai dari tingkat dasar (SD), tingkat menengah (SMP dan SMA), dan tingkat tinggi (Perguruan Tingg. Salah satu jenjang pendidikan formal yang menjadi sangat penting untuk Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Sherly Abelia Ananda1. Suroto2. Galuh Sandi3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan dilakukan peningkatan kualitas pendidikan adalah jenjang SMA, karena pada jenjang ini merupakan tahapan akhir pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi ataupun melanjutkan ke dunia kerja. Dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan tersebut, tidak terlepas dari peran strategis pihak sekolah, terutama peran guru sebagai tenaga pendidik atau pengajar yang banyak melalukan interaksi dengan siswa dalam proses pembelajaran. Kualitas seorang tenaga pendidik dalam meningkatkan kualitas pendidikan merupakan langkah penting yang berfungsi strategis dalam mentransformasikan isi kurikulum kepada peserta didik melalui kegiatan belajar (Khotimah, 2. Peningkatan kualitas pendidikan pada jenjang SMA dapat kurikulum, metode pembelajaran, media, dan kreativitas guru serta sarana dan prasarana pendidikan yang dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta keberhasilan pembelajaran. Keberhasilan dicapai melalui kegiatan belajar mengajar yang dapat dilihat dari hasil belajar yang Gagne mengemukakan bahwa hasil belajar merupakan kemampuan baru yang diperoleh melalui pengolahan informasi yang dipengaruhi oleh tiga kompenen utama yaitu kondisi internal . inat, motivasi, dan kesiapan belaja. , kondisi eksternal . etode pembelajaran dan kreativitas gur. , dan pencapaian hasil belajar. Hasil belajar berfungsi sebagai aspek penting dalam pendidikan, karena dari hasil tersebut guru dapat mengetahui sejauh mana tingkat perkembangan pengetahuan setiap peserta didik (Wibowo, dkk. , 2. Selain itu. Berutu dan Tambunan . mengatakan bahwa hasil belajar dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran yang tercermin dalam tiga domain, yaitu kognitif, afektif, dan Dari ketiga ranah tersebut, aspek kognitif dijadikan penilaian yang utama, karena lebih mudah di ukur secara ojektif melalui berbagai bentuk tes terstandar. Hasil belajar yang diperoleh siswa biasanya dalam bentuk angka atau nilai setelah (Pritandhari, dkk. , 2. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kondisi nyata hasil belajar siswa di lapangan sebagai dasar dalam upaya perbaikan pembelajaran. Berdasarkan penelitian pendahuluan yang dilakukan terhadap siswa kelas X SMA Negeri 1 Natar diperoleh informasi bahwa hasil belajar penilaian tengah semester siswa kelas X SMA Negeri 1 Natar masih banyak yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum dengan persentase 88,73% atau 126 siswa yang mendapatkan nilai dibawah atau sama dengan 75, sementara 11,27% atau 16 siswa yang berhasil mencapai nilai yang telah ditetapkan. Jika dilihat dari hasil tersebut sebagian besar siswa masih belum Tinggi rendahnya hasil belajar siswa tentunya ada faktor yang mempengaruhinya. Pada dasarnya kemampuan yang dimiliki setiap siswa berbeda-beda dan hasil belajar yang rendah dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang memengaruhinya (Adiyah. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor internal dan Faktor internal berasal dari dalam diri individu seperti minat, motivasi, dan perhatian, sedangkan faktor eksternal yang berasal dari luar diri individu seperti metode mengajar, media pembelajaran, kreativitas guru dan lingkungan sosial yang dapat mempengaruhi hasil belajar (Kurniawan. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Sherly Abelia Ananda1. Suroto2. Galuh Sandi3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan , 2. Dengan demikian, keberhasilan proses pembelajaran menuntut guru untuk mampu memilih dan menggunakan metode karakteristik serta kondisi peserta didik yang nantinya dapat memengaruhi hasil belajar yang diperoleh siswa. Metode langkah prosedur yang digunakan guru dalam menyampaikan materi dan cara peserta didik dalam menerimanya, sehingga berfungsi sebagai sarana dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif (Nasron, , 2. Melalui pendekatan, metode, model serta strategi pembelajaran yang fokus memberdayakan proses belajar yang menekankan pada partisipasi aktif siswa, bukan pada aktivitas pengajaran guru (Rusdiani, dkk. , 2. Metode pembelajaran erat kaitannya dengan hasil belajar siswa. Menurut Yulianto, dkk. , . metode pembelajaran yang digunakan guru selama kegiatan pembelajaran dapat berpengaruh terhadap pencapaian hasil belajar siswa. Oleh karena itu, guru dapat memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang efektif agar dapat mencapai keberhasilan dalam pembelajaran. Metode pembelajaran yang efektif merupakan metode yang tidak hanya mampu mengondisikan siswa, tetapi juga mampu mendorong perhatian mereka agar terfokus pada materi pelajaran yang disampaikan Salah satu metode pembelajaran yang efektif digunakan untuk membuat siswa berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar adalah metode think pair share. Metode think pair share merupakan suatu cara yang paling efektif digunakan untuk membuat variasi pembelajaran diskusi di kelas (Nainggolan, dkk. , 2. Metode think pair share pertama kali diperkenalkan oleh Frank Lyman tahun 1981 yang dalam penerapannya meliputi tiga tahapan yaitu berpikir . , berpasangan . , dan berbagi . Dengan demikian melalui tiga tahapan tersebut dapat menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif, sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran dan pada akhirnya akan berdampak positif terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan menimbulkan suatu pertanyaan terhadap penerapan metode think pair share dalam proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Natar. Berdasarkan informasi yang diperoleh peneliti melalui penyebaran kuesioner kepada 61 siswa kelas X SMA Negeri 1 Natar diketahui bahwa sebanyak 32 siswa dengan persentase 52% menyatakan bahwa belum sepenuhnya memikirkan jawaban sendiri sebelum berdiskusi, 36 siswa dengan persentase 59% menyatakan belum saling ber bagi pendapat saat berdiskusi, 37 siswa dengan persentase 61% menyatakan bahwa masih merasa ragu saat menyampaikan hasil diskusi, selanjutnya 40 siswa dengan persentase 66% menyatakan bahwa belum selalu aktif bertanya ketika tidak memahami materi pelajaran, dan 34 siswa atau 56% menyatakan bahwa belum bekerjasama dengan baik dan menyampaikan pendapat dengan jelas. Selanjutnya hasil wawancara bersama guru ekonomi kelas X memperoleh informasi bahwa di dalam kegiatan belajar dengan menggunakan metode think pair share mengalami beberapa kendala salah satunya yaitu masih ada beberapa siswa yang hiperaktif, sehingga pada saat diberi tugas untuk mencatat dan memahami isi materi yang ada di buku malah mengabaikan tugas yang diberikan guru dan mengerjakan hal-hal yang tidak berkaitan dengan pembelajaran, serta masih banyak siswa yang malas membaca materi yang ada dibuku. Hal inilah Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Sherly Abelia Ananda1. Suroto2. Galuh Sandi3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan yang menyebabkan kurangnya pemahaman siswa terkait materi ekonomi yang akhirnya berdampak pada rendahnya capaian belajar Selain metode think pair share, ada faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu kreativitas guru. Kreativitas pembelajaran sangat berperan penting, karena guru yang kreatif mampu menjelaskan materi dengan cara yang lebih mudah dipahami, sehingga mempercepat pemahaman siswa (Monawati dan Fauzi. Andhika dan Wahyuni . mengatakan bahwa kreativitas guru dalam kegiatan belajar mengajar dapat berupa penggunaan metode pembelajaran yang tepat, media yang beravariasi, dan mampu mengelola kelas, sehingga kegiatan belajar berlangsung secara nyaman dan kondusif. Kreativitas yang dimiliki guru tidak hanya menumbuhkan kreativitas siswa, tetapi juga berpengaruh terhadap keberlangsungan pembelajaran, khususnya pada hasil belajar yang dicapai siswa. Berdasarkan pendahuluan yang dilakukan peneliti kepada 61 siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi diketahui bahwa sebanyak 45 siswa dengan persentase 74% mengatakan bahwa guru belum membuka pelajaran dengan cara menarik, 38 siswa dengan persentase 60% mengatakan bahwa pada saat menjelaskan materi ekonomi, guru belum selalu memberikan contoh yang sesuai dengan materi, dan 46 siswa dengan persentase 75% mengatakan guru belum menggunakan metode dan media pembelajaran yang Berdasarkan data tersebut, maka dapat diketahui bahwa kreativitas guru dalam merancang dan menyampaikan pembelajaran masih perlu ditingkatkan agar terciptanya suasana belajar yang lebih menarik dan bervariasi, sehingga dapat berdampak positif pada hasil belajar yang diperoleh siswa. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada dua variabel yang akan dikaji secara bersamaan. Penelitian terdahulu umumnya hanya mengkaji penerapan metode think pair share dan kreativitas guru secara terpisah, sedangkan penelitian ini mengkaji secara bersamaan antara penerapan metode think pair share dan kreativitas guru terhadap hasil belajar siswa. Kebaruan pada penelitian ini tentunya terletak pada penggabungan dua aspek penting yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa, yaitu penerapan metode think pair share yang digabungkan dengan kreativitas guru dalam mengajar. Dengan menggabungkan kedua nya penelitian ini diharapkan dapat memberikan temuan yang lebih menyeluruh untuk melihat sejauh mana penerapan metode think pair share dan kreativitas guru dalam mempengaruhi hasil belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Natar. Dilihat dari fenomena dan permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka penulis ingin melakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan penerapan metode think pair share dan kreativitas guru terhadap hasil belajar ekonomi di SMA Negeri 1 Natar dengan hipotesis penelitian yang digunakan adalah . Penerapan metode think pair share berpengaruh secara parsial terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Natar, . Kreativitas guru berpengaruh secara parsial terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Natar, . Penerapan metode think pair share dan kreativitas guru berpengaruh secara simultan terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Natar. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Sherly Abelia Ananda1. Suroto2. Galuh Sandi3 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan ex post facto serta survey. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode probability simple random sampling. Uji hipotesis pertama dan kedua dianalisis melalui regresi linear sederhana dengan pengujian Sementara itu, hipotesis ketiga dianalisis menggunakan regresi berganda atau multiple dengan signifikansi yang ditentukan melalui uji F. Populasi dalam penelitian ini memperoleh jumlah sampel peneliti menggunakan perhitungan dengan rumus slovin dengan tingkat signifikansi 0,05, maka memperoleh jumlah sampel sebanyak 104 responden. Sampel dalam penelitian ini di bagi menjadi 4 bagian, setiap bagian berjumlah 25 dan 29. Teknik observasi, wawancara, kuesioner, serta Pengujian persyaratan instrumen pada penelitian ini dianalisis dengan menggunakan bantuan SPSS melalui uji Teknik persyaratan analisis data menggunakan uji persyaratan statistik parametrik dengan uji normalitas dan homogenitas. Uji asumsi klasik menggunakan uji linearitas garis regresi, uji multikolonieritas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas. Pengujian hipotesis menggunakan uji linearitas garis regresi dan uji regresi linear multiple. HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut ini hasil uji persyaratan analisis data dengan menggunakan uji normalitas dan homogenitas yaitu sebagai Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Uji Normalitas Variabel Sig. 0,098 0,200 0,045 Kondisi 0,098 > 0,025 0,200 > 0,025 0,045 > 0,025 Kesimpulan Normal Normal Normal Sumber: Hasil Pengoalahan Data SPSS Tahun Berdasarkan hasil uji normalitas menggunakan SPSS diketahui bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. pada ketiga variabel memiliki nilai lebih besar dari 0,025 yang artinya H0 diterima dan data dinyatakan berdistribusi normal. Selajutnya homogenitas dapat dilihat pada tabel Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Uji Homogenitas Variabel Sig. 0,102 0,823 Kondisi 0,102> 0,05 0,823 > 0,05 Kesimpulan Homogen Homogen Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS Tahun Berdasarkan hasil uji homogenitas menggunakan SPSS diketahui bahwa nilai Sig. pada semua variabel lebih besar dari 0,05 yang artinya menerima H0. Kondisi tersebut menunjukkan data bervarians Selanjutnya berdasarkan hasil uji linearitas garis regresi memperoleh hasil sebagai berikut: Uji Kelinieran X1 terhadap Y Berdasarkan linearitas memperoleh nilai Sig. kolom deviation from linearity pada tabel ANOVA sebesar 0,188 > 0,05. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa menerima H0, sehingga model regresi berbentuk Uji Kelinieran X2 terhadap Y Sherly Abelia Ananda1. Suroto2. Galuh Sandi3 Berdasarkan linearitas memperoleh nilai Sig. kolom deviation from linearity pada tabel ANOVA sebesar 0,098 > 0,05. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa menerima H0, sehingga model regresi berbetuk Pengaruh Penerapan Metode Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Metode think pair share merupakan salah satu strategi pembelajaran yang diterapkan guru dalam proses belajar Metode penerapannya menuntut peserta didik untuk dapat berpikir secara individu, menyampaikan hasil diskusi kepada kelompok lain. Sebagaimana pendapat Lestari dan Ningrum . yang menyatakan bahwa penerapan metode think pair share ini memberi peluang kepada peserta didik belajar secara individu kesempatan kepada siswa untuk bekerja sendiri dan berkolaborasi dengan teman, sehingga menciptakan pola interaksi dalam pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode think pair share memiliki pengaruh terhadap hasil belajar Hal ini di buktikan melalui analisis regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil pada tabel cofficients menunjukkan bahwa nilai thitung > ttabel atau 21,516 > 1. 659, serta nilai signifikansi 0,000 kurang dari 0,05 yang artinya menolak H0 dan menerima H1. Dengan demikian, variabel penerapan (X. berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar ekonomi (Y) pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Natar. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Selanjutnya, dari hasil perhitungan pada tabel model summary terlihat bahwa hubungan antara penerapan metode think pair share dengan hasil belajar mencapai 0,905 yang termasuk dalam kategori yang sangat kuat dengan nilai R Square 0,819. Hasil tersebut menunjukkan bahwa 81,9% variasi atau perubahan dalam hasil belajar ekonomi dapat dijelaskan oleh variabel penerapan metode think pair share atau dengan kata lain penerapan metode think pair share memberikan kontribusi yang signifikan terhadap hasil belajar ekonomi, sehingga semakin optimal nya penerapan metode pembelajaran, semakin tinggi hasil belajar yang dicapai peserta didik. Sebaliknya, apabila penerapan metode ini kurang optimal, maka akan membuat peserta didik kesulitan memahami materi, yang pada akhirnya menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Pengaruh tersebut dapat terjadi karena melalui beberapan tahapan yang ada pada penerapan metode think pair Tahapan pertama yaitu tahapan berpikir secara mandiri, dimana hasil penelitian menujukkan bahwa siswa lebih siap untuk mengikuti diskusi ketika sebelumnya diberikan kesempatan oleh guru untuk memahami materi terlebih dahulu secara individu, sehingga siswa memiliki pemahaman awal yang kuat terhadap materi pelajaran. Temuan ini sesuai dengan pendapat Rofiah dan Aisah pelaksanaan metode think pair share memberikan peluang kepada peserta didik untuk berpikir sendiri sebelum berdiskusi dan berbagi hasil kepada kelompok lain. Tahapan selanjutnya yaitu pair dan share, dimana hasil penelitian menunjukkan Sherly Abelia Ananda1. Suroto2. Galuh Sandi3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan menyampaikan pendapat dengan bahasa yang jelas saat berdiskusi, selain itu siswa menyampaikan hasil diskusi di depan kelas, sehingga hasil diskusi yang disampaikan mudah dipahami oleh seluruh anggota kelas. Temuan ini diperkuat dengan pendapat Khaerunisa . yang menyatakan bahwa pada tahapan penyampaian hasil diskusi dengan kelompok lain dapat melatih keterampilan siswa dalam berkomunikasi dan dapat mengembangkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Selanjutnya, berdasarkan indikator dalam penelitian ini yaitu keterlibatan aktif siswa serta kemampuan kerjasama menunjukkan hasil bahwa melalui penerapan metode think pair share, guru memberi peluang kepada peserta didik untuk bertanya dan memberikan arahan yang jelas, sehingga membuat siswa lebih mudah menguasai materi dan terdorong untuk berpartisipasi secara aktif. Kondisi ini membentuk lingkungan belajar yang interaktif, dimana siswa terlibat langsung dalam memperdalam pemahaman materi. Temuan ini diperkuat dengan pendapat Sutria . yang menegaskan bahwa metode think pair share dirancang untuk pemahaman peserta didik terhadap materi, sehingga memberikan dampak positif terhadap hasil belajar. Hasil penelitian ini diperkuat dengan pendapat Suprihatin, dkk. yang mengatakan bahwa metode think pair share ini berkontribusi pada peningkatan pemahaman peserta didik, kemampuan komunikasi, motivasi belajar, berpikir kritis, serta partisipasi siswa dalam menyumbangkan sebuah ide di dalam proses pembelajaran. Oleh sebab itu, penerapan metode ini berperan dalam membantu peserta didik memahami materi dengan lebih mudah, karena mereka terlibat langsung dalam proses belajar mulai dari kegiatan berpikir individu, berdiskusi dengan teman hingga menyampaikan hasil diskusi kepada Kondisi menunjukkan bahwa penerapan metode think pair share dalam pembelajaran mampu mendorong keterlibatan aktif peserta didik, yang pada akhirnya dapat berdampak positif pada capaian belajar. Dengan demikian, penerapan metode think pair share terbukti memiliki pengaruh terhadap hasil belajar yang diperoleh siswa. Hasil penelitian ini sejalan dengan Andriyansyah . yang menunjukkan bahwa metode think pair share dapat memberikan pengaruh terhadap hasil belajar ekonomi. Selain itu, penelitian ini juga di dukung dengan hasil penelitian Saputra dkk. , . yang menunjukkan bahwa metode think pair share berpengaruh terhadap hasil belajar Berdasarkan penjelasan yang telah di uraikan di atas, dapat diketahui bahwa variabel penerapan metode think pair share adalah salah satu faktor yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa atau penerapan metode think pair share memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Natar. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Pengaruh Kreativitas Guru Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Kreativitas kemampuan yang dimiliki seorang guru Sherly Abelia Ananda1. Suroto2. Galuh Sandi3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan dalam menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan serta bervariasi. Dalam kegiatan pembelajaran, kreativitas guru dapat terlihat dari penggunaan berbagai media belajar serta kemampuan mengelola kelas, sehingga proses belajar menjadi nyaman dan kondusif (Andhika dan Wahyuni, 2. Menurut Tikuallo, , . guru yang kreatif mampu merancang pembelajaran, mulai dari perencanaan, pemilihan metode, dan interaksi dengan peserta didik, sehingga kemampuan yang dimilikinya tersebut dapat menciptakan lingkungan belajar semangat, perhatian, dan hasil belajar. Berdasarkan menggunakan SPSS secara parsial, diperoleh nilai thitung untuk variabel kreativitas guru sebesar 13,941 dengan (Si. 0,000, sedangkan untuk nilai ttabel dengan derajat kebebasan . = n Ae 2 = 104 Ae 2 = 102 dan = 0,05 diperoleh nilai sebesar 1,659. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai thitung . lebih besar dari ttabel . dan tingkat signifikansi . lebih kecil daripada 0,05. Dengan demikian, menolak H0 dan menerima H1. Artinya, kreativitas guru memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar ekonomi, dengan hipotesis penelitian yang diterima yaitu "Ada pengaruh secara parsial kreativitas guru terhadap hasil belajar ekonomi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Natar". Tingkat korelasi antara kreativitas guru dan hasil belajar siswa adalah 0,810, yang termasuk dalam kategori hubungan sangat kuat. Tingkat (RA) 0,656 menunjukkan bahwa variabel kreativitas guru memengaruhi hasil belajar sebesar 65,6%, sedangkan sisa 34,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pengaruh yang terjadi pada penelitian ini dapat dilihat melalui indikator yang digunakan. Indaktor yang pertama yaitu proses kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam membuka dan menutup pelajaran. Dimana dalam kegiatan membuka pelajaran guru memberitahu tujuan yang hendak dicapai dan membukanya dengan cara yang menarik seperti bercerita, sehingga menumbuhkan ketertarikan peserta didik untuk mengikuti kegiatan belajar yang pada akhirnya akan membantu mereka lebih mudah memahami isi materi Penelitian ini didukung dengan pendapat yang disampaikan oleh Pratiwi, , . bahwa proses membuka pelajaran dengan cara yang menarik menumbuhkan minat, rasa ingin tahu, dan motivasi siswa untuk mau memahami materi yang akan dipelajari. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa guru menutup kegiatan pembelajaran dengan cara memberikan pengutan materi yang telah dipelajari, sehingga mendorong peserta didik untuk mengingat serta memahami kembali isi pembelajaran. Indikator keterampilan bertanya, dimana guru memberikan pertanyaan sesuai dengan kemampuan siswa dengan bahasa yang mudah dimengerti. Hal ini membantu siswa dalam mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta mempermudah dalam menguasai materi Temuan ini sejalan dengan Nurainun, dkk. yang menyatakan mengajukan pertanyaan kepada siswa dapat memperdalam pemahaman dan menciptakan suasana pembelajaran yang Indikator ketiga adalah keterampilan menjelaskan, dimana guru mengajar dengan suara yang terdengar jelas dan memberikan contoh-contoh yang relevan, yang memungkinkan siswa untuk lebih cepat dalam memahami materi pembelajaran. Indikator terakhir pengelolaan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi metode seperti diskusi, tanya jawab, dan penugasan kelompok dapat mencegah kejenuhan dan meningkatkan perhatian Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Sherly Abelia Ananda1. Suroto2. Galuh Sandi3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Temuan ini diperkuat dengan pendapat Sanjaya . bahwa variasi dalam pembelajaran perlu dilakukan untuk mencegah kebosanan peserta didik dan dapat menarik perhatian peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Selain itu, guru juga menciptakan kelas yang kondusif dengan memantau jalannya diskusi dan membatasi penggunaan handphone, sehingga siswa lebih fokus dalam memahami materi. Kondisi ini membuktikan bahwa kreativitas guru berperan strategis dalam mendorong tercapainya hasil belajar peserta didik yang optimal. Temuan penelitian ini diperkuat dengan pendapat DaAoas . yang menyatakan bahwa kreativitas guru dapat meningkatkan prestasi siswa, serta dapat meningkatkan keterlibatan pribadi dan sosial siswa melalui pembelajaran. Selain itu. Andika dan Wahyuni . mengatakan bahwa kreativitas guru dalam pemanfaatan media pembelajaran yang beragam dan mampu dalam mengelola kelas, sehingga mampu mewujudkan proses pembelajaran yang nyaman dan Dengan adanya kreativitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran akan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, menarik, dan dapat meningkatkan motivasi peserta didik untuk terlibat aktif di dalam mengikuti kegiatan belajar. Hal tersebut dapat meningkatkan pemahaman peserta didik, yang pada akhirnya dapat berkontribusi pada peningkatan capaian belajar peserta Dengan demikian, kreativitas dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Pardede dkk. , . menunjukkan adanya pengaruh signifikan kreativitas guru dalam mengajar terhadap hasil belajar ekonomi siswa. Selain itu, penelitian ini juga di dukung oleh hasil penelitian Mahmud dkk. , . yang menunjukkan hasil bahwa kreativitas guru dapat mempengaruhi hasil belajar yang diperoleh siswa. Berdasarkan uraian di atas, dapat merupakan salah satu faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Natar. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Pengaruh Penerapan Metode Think Pair Share dan Kreativitas Guru Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Berdasarkan temuan penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh secara simultan antara penerapan metode think pair share dan kreativitas guru terhadap hasil belajar siswa. Metode think pair share merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pada peningkatan pemahaman serta keaktifan siswa melalui tiga tahapan yaitu berpikir individu, mempresentasikan hasil diskusi kepada kelompok lain. Selain itu, dukungan dari kreativitas guru dalam pembelajaran juga dapat menciptakan suasana pembelajaran menyenangkan, sehingga memotivasi peserta didik untuk berperan aktif dalam kegiatan belajar dan memahami materi secara optimal. Dengan demikian, kedua pemahaman siswa yang berpengaruh pada hasil belajar. Berdasarkan hasil analisis regresi multiple pada tabel ANOVA memperoleh nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel atau 349,061 lebih besar dari 3,09 dengan nilai Signifikansi 0,000 kurang dari 0,05, hasil temuan tersebut menunjukkan bahwa menerima H1 yang berarti ada pengaruh secara simultan penerapan metode think pair share dan kreativitas guru terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Natar. Selain itu, pada tabel model summary terlihat bahwa nilai korelasi mencapai 0,935 yang menandakan hubungan yang kuat, dengan R Square Sherly Abelia Ananda1. Suroto2. Galuh Sandi3 sebesar 0,874 atau 87,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa variabel penerapan metode think pair share dan kreativitas guru secara simultan memberikan kontribusi 87,4% terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Natar, sedangkan 12,6% sisanya berasal dari faktor lain di luar penelitian. Temuan penelitian Jannah . di MIN 21 Aceh pengaruh signifikan secara simultan antara metode think pair share dan kreativitas guru terhadap hasil belajar Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kreativitas guru dalam mengelola metode think pair share secara bersamasama memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa kedua variabel dalam penelitian ini yaitu penerapan metode think pair share (X. dan kreativitas guru (X. memiliki pengaruh secara simultan terhadap hasil belajar ekonomi (Y) siswa kelas X SMA Negeri 1 Natar. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis pada penelitian ini, penerapan metode think pair share dapat mempengaruhi hasil belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Natar. Hal tersebut menunjukkan bahwa dengan diterapkannya metode think pair share yang tepat, maka akan memberikan kontribusi yang positif terhadap hasil belajar yang diperoleh siswa. Selain itu, kreativitas guru juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar Hal ini menunjukkan bahwa guru yang memiliki kreativitas yang tinggi dalam kegiatan pembelajaran tentunya dapat menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif, sehingga Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan siswa dapat terlibat secara langsung dalam peningkatan pemahaman mereka terhadap materi pelajaran yang pada akhirnya akan berdampak positif pada hasil belajar yang diperoleh. Selanjutnya, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa ketika penerapan metode think pair share dan kreativitas guru secara bersamaan diterapkan dalam pembelajaran dapat mempengaruhi hasil belajar siswa secara signifikan. Dengan demikian, penerapan metode think pair share yang tepat serta kreativitas guru dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatan pemahaman siswa yang akan berdampak positif pada hasil belajar. Oleh karena itu, berdasarkan hasil temuan tersebut, guru disarankan untuk dapat mengoptimalkan penerapan metode think pair share sekaligus mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran, sehingga dengan mengkombinasikan keduanya dapat menciptakan proses belajar yang lebih interaktif dan inovatif yang dapat mendorong keaktifan siswa, memudahkan meningkatkan hasil belajar siswa. DAFTAR PUSTAKA