TE DEUM: Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan Volume 14. Nomor 1 (Juni 2. : 25-45 ISSN 2252-3871 . , 2746-7619 . http://ojs. id/index. php/tedeum/index DOI: https://doi. org/10. 51828/td. Submitted: 07-05-2024 Accepted: 25-06-2025 Published: 30-06-2025 JANGAN BERIKAN KEPADAKU KEMISKINAN ATAU KEKAYAAN: KEUGAHARIAN DALAM AMSAL 30:7-9 GIVE ME NEITHER POVERTY NOR RICHES: SIMPLE LIFE IN PROVERBS 30:7-9 Bertha Wandasari Sinukaban Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta. Indonesia berthawandasari@gmail. ABSTRACT This paper examines the meaning of Agur the son of Jakeh's prayer in Proverbs 30:7-9 as a text that offers simple life. This research uses qualitative methods with interpretation-design of wisdom literature which analyzes text, structure, and sentence This research finds that Proverbs 30:7-9 reflects simple life which is very relevant to apply in today's life. Simple life is a simple way of life that is appropriate to prevent consumerism, hedonism, and greed. This finding can be seen in Agur the son of Jakeh's request for a 'middle state' . either poor nor ric. and the motivation for life that is echoed in his prayer. This research is an input and reminder for every believer and church to live their simple life by Biblical values as a form of gratitude, trust, and loyalty to God. Key phrases: Proverbs 30:7-9. the prayer of Agur. simple life. ABSTRAK Tulisan ini bertujuan untuk meneliti makna doa Agur bin Yake dalam Amsal 30:7-9 sebagai sebuah teks yang menawarkan keugaharian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan interpretasi bentuk sastra hikmat yang menganalisis teks, struktur dan bentuk kalimat. Penelitian ini menemukan bahwa Amsal 30:7-9 mencerminkan keugaharian yang sangat relevan diterapkan di dalam kehidupan saat ini. Keugaharian merupakan Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 26 | JANGAN BERIKAN KEPADAKU KEMISKINAN ATAU KEKAYAAN cara hidup sederhana yang tepat untuk menghalangi konsumerisme, hedonisme dan keserakahan. Temuan ini tampak dalam permohonan Agur bin Yake yang meminta Aokeadaan pertengahanAo . idak miskin dan tidak kay. dan motivasi hidup ugahari yang digemakan di dalam doanya. Penelitian ini menjadi masukan dan pengingat bagi setiap orang percaya dan gereja agar hidup ugahari sesuai dengan nilai-nilai Alkitabiah sebagai bentuk ucapan syukur, kepercayaan dan kesetiaannya kepada Tuhan. Frasa kunci: Amsal 30:7-9. doa Agur bin Yake. PENDAHULUAN Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa banyak dampak positif dalam kehidupan manusia. Contohnya, manusia semakin dimudahkan dalam melakukan aktivitas, akses perjalanan yang semakin mudah dan cepat, termasuk untuk mendapatkan informasi dan berkomunikasi jarak jauh. Selain itu, sektor ekonomi juga mengalami perkembangan, kehadiran toko-toko online sangat memudahkan konsumen untuk mendapatkan barang pesanannya karena dapat langsung diantar ke tempat konsumen berada. Layanan transaksi juga semakin cepat dan mudah karena didukung oleh layanan transaksi online, contohnya penggunaan dompet digital, e-banking, e-ticket dan berbagai aplikasi lainnya. Manusia semakin mudah untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan Namun, kemudahan-kemudahan tersebut dapat membawa dampak negatif bagi manusia apabila tidak disikapi dengan bijaksana, salah satunya adalah konsumerisme, gaya hidup yang menganggap barang-barang mewah sebagai ukuran kebahagiaan dan kesenangan. 2 Gaya hidup ini ditandai dengan perilaku boros atau tidak hemat. Menurut Rina Ekaningdyah Anggarasari, informasi yang dapat diterima dengan sangat cepat memungkinkan sesuatu yang terjadi di satu tempat segera diketahui oleh orang-orang di berbagai tempat yang lain. Informasi tersebut dapat mempengaruhi tindakan dan keputusan bahkan terhadap perilaku konsumsi seseorang. Sering kali pembelian dan pemakaian barang dilakukan karena didorong oleh keinginan untuk 1 Wiwin and Antonius Denny Firmanto. AuKonstruksi Model Spiritualitas Pastoral Bagi Katekis Di Era Digital,Ay Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik 1, no. : 125, https://doi. org/https://doi. org/10. 52110/jppak. 2 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. AuKamus Besar Bahasa Indonesia Daring,Ay accessed March 24, 2024, https://kbbi. id/konsumerisme. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. BERTHA WANDASARI SINUKABAN | 27 mengikuti tren yang diterimanya melalui media informasi. 3 Manusia terjebak dalam tekanan untuk mengikuti tren, gaya hidup mewah dan perilaku konsumsi yang berlebihan. Selain itu, hedonisme merupakan salah satu bentuk gaya hidup yang perlu diwaspadai saat ini. Gaya hidup ini meletakkan tujuan utama dalam hidup kepada kesenangan dan kenikmatan materi. 4 Orang-orang cenderung untuk memilih hidup yang mewah, enak, dan serba berkecukupan tanpa harus bekerja keras. Gaya hidup masyarakat ikut berubah dan berkembang sebagai respon terhadap perubahan zaman yang mengacu dan bergerak menuju modernitas. Sebagian masyarakat menganggap gaya hidup sebagai tren dan kebutuhan. Gaya hidup seseorang mencerminkan status sosialnya. Banyak orang saat ini yang tidak dapat membedakan antara kebutuhan dan Hal ini tentu menjadi tantangan bagi gereja. Salah satu upaya yang dapat dilakukan gereja adalah dengan memaknai kembali keugaharian atau kualitas hidup cukup yang sebenarnya selama ini telah dikenal dalam tradisi Kekristenan. Keugaharian menjadi topik yang layak didiskusikan, mengingat gereja hidup di tengah masyarakat yang cepat dan mudah mengalami perubahan karena perkembangan ilmu pengetahuan dan Beberapa penelitian terkait topik keugaharian seperti yang dilakukan oleh Nurelni Limbong dalam tulisannya yang berjudul AuSpiritualitas Keugaharian (Studi Injil Lukas 3:10-. Ay dari perspektif Perjanjian Baru melalui studi tafsir terhadap Injil Lukas 3:10-14. Ia mengatakan bahwa spiritualitas keugaharian merupakan sebuah mentalitas dan sikap hidup yang melihat dan menghargai kehidupan sebagai anugerah Allah. Spiritualitas keugaharian bukan berarti memiskinkan diri namun sikap mampu mengelola pemberian Tuhan dengan baik, hidup sederhana, sikap hidup cukup, dan semangat berbagi dengan sesama. 6 Makna dari teks Lukas 3 Rina Ekaningdyah. Anggarasari. AuHubungan Tingkat Religiusitas Dengan Sikap Konsumtif Pada Ibu Rumah Tangga,Ay Psikologia 2, no. : 15Ae16, https://doi. org/https://doi. org/10. 20885/psikologika. 4 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. AuKamus Besar Bahasa Indonesia Daring,Ay accessed March 24, 2024, https://kbbi. id/hedonisme. 5 Desy Wahyuningsari et al. AuMaraknya Hedonisme Berkedok Self Reward. ,Ay Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia . https://doi. org/https://doi. org/10. 52436/1. 6 Nurelni Limbong. AuSpiritualitas Keugaharian (Studi Injil Lukas 3:10-. ,Ay Jurnal Teologi Cultivation . http://ejounal. id/index. php/cultivation. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 28 | JANGAN BERIKAN KEPADAKU KEMISKINAN ATAU KEKAYAAN 3:10-14 yang ditekankan dalam penelitian ini adalah anugerah Allah cukup untuk memenuhi kebutuhan umat-Nya. Jika Nurelni Limbong meneliti spiritualitas keugaharian dari perspektif Perjanjian Baru, maka penelitian Eikel Ginting tentang keugaharian melalui proses pemaknaan konsep kesederhanaan Yesus dan Buddha di dalam pengajarannya. Ajaran Yesus dan ajaran Buddha mengenai kesederhanaan diperhadapkan dengan konteks FOMO syndrome. Ginting menguraikan spiritualitas keugaharian Yesus dan pengajaran Buddha tentang kesederhanaan memberi pesan untuk mencukupkan diri dengan menghindari perilaku konsumtif dan berfokus kepada kebutuhan Spiritualitas keugaharian mencakup pengendalian diri dan cara memahami harta benda sebagai pemberian Tuhan untuk pemenuhan kebutuhan bukan pemuasan keinginan. 7 Penelitian ini menemukan bahwa kedua perspektif pengajaran yang tertulis dalam kitab Kristen dan Buddha memberikan model pengajaran mengenai harta benda di dunia yang memberikan dampak dalam kehidupan. Jika harta benda tidak dikendalikan dan dikelola dengan baik maka akan memberikan dampak negatif bagi kehidupan manusia. Udin Firman Hidayat melakukan penelitian tentang spiritualitas keugaharian dari perspektif Pendidikan Kristen dalam konteks pembelajaran Sekolah Minggu. Menurutnya, spiritualitas keugaharian adalah salah satu model spiritualitas yang relevan untuk membendung konsumerisme dan hedonisme di kalangan anak muda. Cara hidup ugahari sangat baik untuk diajarkan kepada anak-anak agar dipraktekkan sebagai counter atas hegemoni budaya globalisasi. Sektor pendidikan baik pendidikan formal di sekolah maupun pendidikan non-formal seperti Sekolah Minggu memiliki potensi untuk mengatasi persoalan ini. Penelitian terbaru dilakukan oleh Donald Steven Keryapi dengan judul AuSpiritualitas Keugaharian Berdasarkan Mazmur 23:1-6Ay. Menurutnya, keugaharian merupakan sebagai salah satu bentuk spiritualitas yang muncul dari persekutuan dengan Allah yang diwujudnyatakan dalam 7 Eikel Ginting. AuKeugaharian: Memaknai Konsep Kesederhanaan Dalam Ajaran Yesus Dan Ajaran Buddha Terhadap Konteks FOMO Syndrome,Ay Jurnal Agama Buddha Dan Ilmu Pengetahuan (December 134Ae35, https://doi. org/10. 53565/abip. 8 Ginting, 133. 9 Udin Firman Hidayat. AuPenerapan Spiritualitas Keugaharian Melalui Pembelajaran Sekolah Minggu,Ay HUPERETES: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 4, no. 2 (June 30, 2. : 168, https://doi. org/10. 46817/huperetes. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. BERTHA WANDASARI SINUKABAN | 29 kehidupan sehari-hari agar bermanfaat bagi orang lain. Keugaharian menjadi sebuah tawaran yang dapat dipraktekkan untuk menjawab tantangan konsumerisme dan hedonisme. 10 Keryapi menawarkan tiga hal yang menjadi dasar utama spiritualitas keugaharian dari Mazmur 23:1-6. Pertama, spiritualitas keugaharian berawal dari keyakinan dan kepercayaan bahwa manusia mendapatkan kesempurnaan dan kenyamanan hidup tertinggi hanya di dalam Tuhan. Kedua, pengetahuan yang baik tentang diri sendiri merupakan salah satu bentuk kebijaksanaan yang terkandung dalam Ketiga, memiliki kemampuan untuk mengetahui batas diri merupakan bentuk spiritualitas keugaharian yang mendorong seseorang untuk hidup bersyukur, memiliki rasa cukup, dan menerapkan pola hidup sederhana sebagai respon atas kelimpahan yang diberikan Allah. Penelitian-penelitian pembahasan mengenai keugaharian melalui perspektif Perjanjian Lama masih sangat sedikit, secara khusus dari Kitab Amsal sebagai salah satu kitab hikmat di dalam Perjanjian Lama belum tersentuh sama sekali. Oleh karena itu, penulis tertarik meneliti tentang keugaharian dalam Amsal 30:79. Berdasarkan penelitian-penelitian tersebut terdapat kesenjangan penelitian yang dapat diisi melalui artikel ini dengan pertanyaan-pertanyaan penelitian: Apakah Amsal 30:7-9 mencerminkan keugaharian? Apakah Agur bin Yake anti kekayaan dan anti kemiskinan? Bagaimana keugaharian di dalam tradisi hikmat Kitab Amsal berdasarkan Amsal 30:7-9? Bagaimana teks Amsal 30:7-9 dapat digunakan sebagai landasan teologis yang kontekstual untuk menjawab permasalahan konsumerisme dan hedonisme? Seluruh pertanyaan tersebut menjadi titik tolak pembahasan dan diskusi di dalam penelitian ini. Oleh sebab itu, artikel ini bertujuan untuk membuktikan bahwa di dalam tradisi hikmat Kitab Amsal mengandung nilai keugaharian berdasarkan Amsal 30:7-9 sebagai dasar untuk cara hidup yang paling tepat dalam menghadapi konsumerisme, hedonisme dan 10 Donal Steven. Keryapi. AuSpiritualitas Keugaharian Berdasarkan Mazmur 23:1-6. ,Ay SOTIRIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 6, no. : 10, http://ejournal. id/index. php/sotiria. 11 Keryapi, 11Ae12. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 30 | JANGAN BERIKAN KEPADAKU KEMISKINAN ATAU KEKAYAAN METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis kualitatif dengan interpretasi bentuk sastra hikmat yang biasanya diterapkan pada kitab-kitab hikmat. Penelitian ini akan mengikuti langkah-langkah penafsiran sastra hikmat, seperti memperhatikan teks, struktur dan bentuk kalimat serta paralelisme antar baris dalam teks Amsal 30:7-9. Penulis juga berupaya memperhatikan struktur kalimat motivasi di dalam teks, sebagaimana teori dari Philip Johannes Nel. Menurutnya, untuk menentukan makna dari teks dalam Kitab Amsal pembaca harus memperhatikan struktur dan kalimat motivasi yang terdapat dalam teks 12 Untuk mengerjakan penelitian ini penulis akan menggunakan literatur yang berkaitan dengan topik dan peranti tafsir. Penulis akan memanfaatkan sumber-sumber tafsiran yang ada untuk mengambil kesimpulan bahwa Amsal 30:7-9 memang dapat dikategorikan sebagai teks yang menawarkan keugaharian. HASIL DAN PEMBAHASAN Definisi Keugaharian Keugaharian berasal dari kata dasar ugahari yang berarti sedang. Keugaharian berarti kesederhanaan. Di dalam buku Platon: Xarmides (Tentang Keugaharia. Platon menguraikan bahwa keugaharian berasal dari kata Yunani sophrosune. Dalam sejarah sastra Yunani, istilah sophrosune merujuk pada higiene jiwa, seseorang memiliki intelektual yang sehat dan mampu membuat penilaian dengan baik sehingga tindakannya terukur. 14 Sophrosune dekat dengan kebijaksanaan praktis, yang mencakup unsur moral . ahu bata. dan unsur intelektual serta dapat diterjemahkan dengan istilah mawas diri. Mawas diri akan membuat seseorang selalu berhati-hati, tajam penglihatannya, memiliki kemampuan menimbang, mereaksi dengan hati-hati terhadap keinginan, nafsu-nafsunya dan terhadap yang terjadi di luar dirinya. 12 Philip Johannes Nel. The Structure and Ethos of The Wisdom Admonitions in Proverbs (New York: Walter De Gruyter, 1. , 3. 13 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. AuKamus Besar Bahasa Indonesia Daring,Ay accessed March 24, 2024, https://kbbi. id/ugahari. 14 A. Setyo Wibowo. Platon: Xarmides (Tentang Keugaharia. (Yogyakarta: Kanisius, 2. , 8. 15 Wibowo, 10. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. BERTHA WANDASARI SINUKABAN | 31 Joas Adiprasetya menerangkan bahwa kata ugahari sering dipakai untuk membicarakan kualitas hidup cukup dan kesederhanaan. Menurutnya, ugahari berarti sederhana, bersahaja, dan sedang-sedang saja. Tidak lebih apalagi berlebihan, tidak kurang apalagi berkekurangan. 16 Joas Adiprasetya berpendapat bahwa spiritualitas keugaharian dianggap sebagai sebuah cara hidup yang paling tepat untuk menghalangi perilaku konsumtif, hedonisme, dan keserakahan yang semakin marak. 17 Dari beberapa pengertian tersebut, menurut penulis, keugaharian dapat diartikan sebagai sebuah cara hidup yang didasari oleh kebijaksanaan sehingga memampukan seseorang untuk hidup sederhana dan merasa cukup atas apa yang Amsal 30 Sebagai Perkataan Agur Bin Yake Amsal 30 merupakan perkataan-perkataan Agur bin Yake. Identitas mengenai Agur maupun ayahnya. Yake, tidak banyak diketahui. Kemungkinan mereka berasal dari suku Masa, suatu keturunan Ismail yang menetap di bagian utara Arabia. 18 Para sarjana Yahudi-Kristen, baik secara historis maupun saat ini, masih memiliki perbedaan pandangan mengenai pesan, struktur, dan identitas penulis Amsal 30. Namun mereka sepakat bahwa Amsal 30 termasuk bagian dari sastra hikmat. Beberapa ahli berpendapat bahwa Agur adalah Salomo dan Yake adalah Daud. Teori lain mengatakan bahwa Agur bukanlah nama diri seseorang melainkan sebutan untuk pengumpul Amsal atau orang-orang yang menyusun Amsal ini. Namun teori lain mengatakan bahwa Agur adalah nama seseorang dan bukan Salomo, hal ini dibuktikan dalam prasasti Semit di luar Israel. Brian Tice mengutip pendapat Leo G. Perdue yang mengatakan bahwa Amsal 30 menggemakan dokumen Mesopotamia yang berasal dari sekitar tahun 1200 SM yang disebut AuDialogue of PessimismAy. Joseph Parker juga mendukung hal ini dengan mengatakan bahwa penulis Amsal 30 bukan orang Yahudi dan ia mencatat kecenderungan orang Yahudi untuk menghormati hikmat di mana pun hikmat itu ditemukan. 20 Namun, 16 Joas Adiprasetya. Labirin Kehidupan: Spiritualitas Sehari-Hari Bagi Peziarah Iman (BPK Gunung Mulia, 2. , 55. 17 Adiprasetya, 54Ae55. 18 D. Hubbard & F. Bush Lasor. Pengantar Perjanjian Lama 2 (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 101. 19 Brian Tice. AuThe Sayings and Prayer of Agur: The Possibility of Gentile Wisdom in Proverb 30:1-14Ay (Grands Rapids Theological Seminary, 2. , 2. 20 Tice, 3. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 32 | JANGAN BERIKAN KEPADAKU KEMISKINAN ATAU KEKAYAAN menurut W. Robertson Nicoll, siapapun Agur bin Yake, ia memiliki individualitas yang tinggi. Ia mampu menggabungkan pertanyaanpertanyaan teologis yang luhur dari hasil perenungan dengan praktikpraktik teologi yang akan memberikan pemaknaan hidup yang berharga. Melalui perkataan-perkataannya tampak Agur bin Yake adalah seorang yang sangat pandai. Ciri khasnya adalah mengelompokkan keseluruhan ide dalam kesejajaran sastra yang indah, kemudian menggambarkannya ke dalam falsafah yang mengandung pendapat, pengalaman dan perasaan tentang 21 Terlepas dari kebangsaannya. Amsal 30 memperlihatkan penulisnya adalah seorang pemuja Tuhan orang Israel. Sumber Hal ini semakin diperjelas dengan penempatan Amsal 30:7-9 di tengah-tengah Amsal 30, dan juga sebagai satu-satunya doa dalam Kitab Amsal. Menurut David Atkinson, ayat 7-9 menunjukkan bahwa Agur adalah orang yang rendah hati. Ia berdoa agar Tuhan menolongnya karena Agur menyadari kelemahannya sendiri di dalam menghadapi kekayaan dan Kekayaan dapat membuat seseorang melupakan bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan. Di dalam doanya. Agur menyatakan bahwa manusia memerlukan bantuan dari Tuhan untuk memanfaatkan kekayaan dan merespon kemiskinan. 23 Isi doa Agur bin Yake menunjukkan kerendahan hati karena doa ini adalah permohonan untuk hidup cukup, tidak berkekurangan dan tidak lebih dari yang dibutuhkan agar keberadaannya tidak menjadi gangguan bagi orang lain dan tidak mencemarkan nama Tuhan. Dari pendapat-pendapat tersebut, menurut penulis. Amsal 30 dituliskan oleh orang yang berhikmat . , pada ayat 1 disebutkan identitasnya sebagai Agur bin Yake. Struktur Amsal 30 Amsal 30 memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh amsal-amsal sebelumnya karena pasal ini mencakup sebuah doa yang tidak biasa ditemukan di dalam kitab-kitab hikmat, kecuali dalam doa ratapan Ayub. Pasal ini juga mencakup sejumlah pepatah numerik dan kemungkinan sebuah instruksi untuk individu tertentu yang terlihat pada ayat 1 (The 21 Robertson W Nicoll. The ExpositorAos Bible (Michigan: Grand Rapids, 1. , 442. 22 Tice. AuThe Sayings and Prayer of Agur: The Possibility of Gentile Wisdom in Proverb 30:1-14,Ay 1. 23 David Atkinson. The Message of Proverbs (Downers Grove: Inter-Varsity Press. , 162Ae63. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. BERTHA WANDASARI SINUKABAN | 33 sayings of Agur son of Jakeh-an inspired utterance. This manAos utterance to Ithie. Amsal 30 ini diberi judul AuPerkataan-perkataan Agur bin YakeAy, namun para ahli memiliki perbedaan pendapat mengenai kata-kata Agur dengan pertanyaan AuApakah perkataan Agur mencakup seluruh ayat atau hanya ayat-ayat tertentu seperti ayat 4, 9, 14?Ay. 24 Risnawaty Sinulingga mengatakan bahwa banyak ahli dan penafsir yang berusaha memperlihatkan kesatuan seluruh Amsal 30. Pada akhirnya disepakati bahwa pasal ini merupakan satu kesatuan. Sinulingga berpendapat sebaiknya di dalam tafsiran pasal ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu ayat 1-14 dan ayat 15-33, dengan struktur keseluruhan:25 Judul: Perkataan Agur bin Yake dari Masa Bagian pertama: Pengajaran - Keterbatasan hikmat manusia - Kepercayaan, ketaatan kepada Tuhan dan doa - Mencerca hamba - Empat jenis kejahatan Bagian kedua: Pengajaran dalam kalimat angka - Empat hal yang tidak pernah merasa puas - Hukuman atas anak yang tidak patuh - Empat hal yang mengherankan - Peringatan tentang pelacur - Empat hal yang tidak dapat ditahankan - Empat hal terkecil tetapi bijaksana - Empat hal yang gagah langkahnya Pengajaran penutup tentang menahan diri . :1. :1b-. :1b-. :5-. :11-. :15-. :15-. :18-. :21-. :24-. :29-. :32-. Berbeda dengan Risnawaty Sinulingga. Bruce K. Waltke membagi struktur Amsal 30, sebagai berikut:26 Pendahuluan: Pengakuan autobiografi Agur bin Yake . :1-. Superskripsi Pengakuan Agur bin Yake - Perkataan penuh inspirasi dari Agur bin Yake :2-. 24 Lindsay Wilson. Proverbs (Illinois: InterVarsity Press. Epub, 2. Chap. 25 Sinulingga. Amsal Pasal 22:17-31:31: Tafsir Alkitab Kontekstual-Oikumenis, 446. 26 Bruce K Waltke. The Book of Proverbs Chapters 15-31 (Grand Rapids. Michigan: William B. Eerdmans Publishing Company, 2. , 463Ae64. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 34 | JANGAN BERIKAN KEPADAKU KEMISKINAN ATAU KEKAYAAN - Doa Agur bin Yake :7-. Badan Utama: Tujuh ucapan numerik :10-. Unit kedua . :32-. Di dalam penelitian ini, penulis mengikuti pembagian struktur Amsal 30 yang diuraikan oleh Waltke dengan mengelompokkan ayat 7-9 ke dalam struktur yang sama sebagai doa dari Agur bin Yake. Permohonan Mendesak dari Agur Bin Yake (Ayat . Ayat ini berisi pengajaran tentang doa yang disampaikan dengan menggunakan struktur kalimat hikmat angka yang dilengkapi oleh kalimat perintah, yang terletak pada kata Audua hal aku mohon kepada-MuAy. Pendapat ini didukung oleh Murphy, menurutnya walaupun doanya berupa permohonan dengan motif yang diutarakan di ayat 8 namun struktur amsal merupakan pepatah numerik. 28 Kalimat hikmat angka atau sering disebut pepatah numerik . he numerical sayin. merupakan genre (Gattunge. yang dapat ditemui di dalam Kitab Amsal. Menurut Philip Johannes Nel, pepatah numerik berbeda dengan teka-teki. Pepatah numerik menekankan ketakjuban atas penemuan dalam pengalaman hidup dan upaya untuk memahami esensinya. Pepatah numerik merupakan cerminan dari keinginan yang melekat pada manusia untuk membuat sistematis dan menyusun pengetahuan dan pengalamannya. Penggunaan pepatah numerik adalah cara dasar untuk mengekspresikan urutan atau membuat sistematis hasil dari penemuan pengalaman. Dalam literatur Alkitab, berbagai pola angka digunakan untuk mengurutkan fenomena. 29 Jadi, amsal yang dituliskan dengan struktur kalimat hikmat angka atau pepatah numerik memiliki makna ekspresi dari pengalaman hidup penulisnya bukan sekadar kuantitas atau angka matematis. Pepatah numerik yang terdapat di ayat 7 ini menunjukkan tingkatan yang signifikan dari refleksi seseorang tentang situasi pribadinya. Angka dua secara eksplisit ditunjukkan di dalam doa ini, namun isi doanya meminta tiga hal, yaitu: tidak ada kepalsuan . ecurangan dan kebohonga. , tidak ada kemiskinan atau kekayaan, makanan yang cukup. 30 Selain itu, kita dapat melihat urgensi dari doa Agur bin Yake yang dideskripsikan melalui ungkapan Auaku mohon kepada-MuAy dan Aujangan KautolakAy serta Ausebelum 27 Sinulingga. Amsal Pasal 22:17-31:31: Tafsir Alkitab Kontekstual-Oikumenis, 457. 28 Murphy. Proverbs - World Biblical Commentary, 229. 29 Nel. The Structure and Ethos of The Wisdom Admonitions in Proverbs, 11. 30 Murphy. Proverbs - World Biblical Commentary, 229. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. BERTHA WANDASARI SINUKABAN | 35 aku matiAy. Menurut Bruce K. Waltke, doa yang dinaikkan Agur bin Yake sangat mendesak hal ini tampak di dalam tiga cara, yaitu adanya peralihan suasana indikatif ke suasana imperatif, adanya perubahan dari ungkapan Auaku mohon kepada-MuAy menjadi Aujangan Kau tolakAy, dan dengan menambahkan ungkapan Ausebelum aku matiAy. Ungkapan-ungkapan ini menunjukkan kesungguhan yang luar biasa dari Agur dalam doanya seperti orang berdosa yang sedang sekarat memohon Tuhan mendengarkan Risnawaty Sinulingga menambahkan bahwa doa ini mendesak terlihat melalui kata-kata Ausebelum aku matiAy, di dalam ayat 7 ini berbeda dengan makna kata-kata Ausebelum aku matiAy yang terdapat dalam Mazmur 39:14. Kalau di dalam Mazmur 39:14, makna Ausebelum aku matiAy berarti tidak lama lagi aku akan mati. Doa pemazmur menjadi mendesak karena sebagai pendosa, ia menyadari umurnya tidak lama lagi. Namun kata Ausebelum aku matiAy di dalam Amsal 30:7 ini berarti berarti selama aku hidup atau pada sisa seluruh hidupku. 32 Agur sungguh-sungguh mengutarakan permohonannya kepada Tuhan, hal ini dilakukannya tentu karena ia mengenal Tuhan dan memiliki pengalaman iman bersama Tuhan. Agur percaya bahwa Tuhan yang menjadi tujuan permohonan Agur akan mendengar doanya dan berharap Tuhan mengabulkan doanya selama ia masih hidup. Keadaan AuPertengahanAy (Ugahar. dalam Doa Agur Bin Yake (Ayat . Menurut kesejajaran susunan kalimatnya, ayat 8 ini menunjukkan bentuk paralelisme sintetis. Dalam paralelisme sintetis ini. Agur mengemukakan dua petisi negatif yaitu kata-kata Aujauhkanlah darikuAy dan klausa Aujangan berikan kepadakuAy. Pada pada kalimat yang terakhir. Agur menyampaikan permohonannya secara positif yang digambarkan dalam kata-kata Aubiarkanlah akuAy. 33 Agur meminta agar Tuhan menjauhkannya dari kecurangan (Ibr. yang berarti kekosongan, kesia-siaan, kepalsuan, ketiadaan dan kebohongan (Ibr. kA-zAN) yang berarti dusta, penipuan, hal yang memperdayakan. Kecurangan dan kebohongan adalah perbuatan dan perkataan yang memperdayakan, kosong, penuh kepalsuan, dusta dan kesia- 31 Waltke. The Book of Proverbs Chapters 15-31, 479. 32 Sinulingga. Amsal Pasal 22:17-31:31: Tafsir Alkitab Kontekstual-Oikumenis, 457. 33 Waltke. The Book of Proverbs Chapters 15-31, 479. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 36 | JANGAN BERIKAN KEPADAKU KEMISKINAN ATAU KEKAYAAN Maksud kata ini adalah diperlakukan orang lain dengan curang dan memperlakukan orang lain dengan tindakan yang curang. Dalam TDOT diterangkan Aw berarti kata yang tidak berharga dan berarti doANar kA-zAN berarti dusta dari orang yang berbicara. Frasa ini mengacu kepada kata-kata yang secara objektif tidak berharga, tanpa realitas dan berisi kepalsuan meskipun diucapkan dengan iktikad yang 35 Kecurangan dan kebohongan merupakan kata-kata yang bertentangan dengan kebenaran. Agur memohon kepada Tuhan agar dijauhkan dari kecurangan dan kebohongan yang bukan hanya dapat merusak hubungan dengan Allah tapi juga dengan sesama manusia. Agur menginginkan hidup yang penuh integritas, apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan tidak bertolak belakang tapi penuh kebenaran. Tema tentang kekayaan dan kemiskinan merupakan salah satu tema penting di dalam Kitab Amsal. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya jumlah ayat di dalam Kitab Amsal yang relevan dengan tema tersebut. Ajaran Kitab Amsal mengenai kekayaan dan kemiskinan dapat dikategorikan ke dalam tujuh kategori, yaitu: Allah memberkati orang benar dengan kekayaan, tingkah laku bebal dapat menyebabkan kemiskinan, kekayaan orang bebal tidak akan bertahan, kemiskinan merupakan akibat dari ketidakadilan dan penindasan, orang yang memiliki uang harus bermurah hati, hikmat lebih berharga dari kekayaan, kekayaan bersifat fana dan memiliki nilai yang terbatas. Menurut Longman, pada zaman modern ini. Kitab Amsal sering dikritik karena dianggap memihak orang kaya dan mengabaikan orang miskin. 36 Seperti yang dikatakan oleh Eben Scheffer bahwa nilai hikmat Perjanjian Lama bersifat elitis, yang dapat menjadi pedoman bagi kaum kelas atas dalam bertindak menangani kekayaan dan kekuasaan, hingga perilaku mereka terhadap kemiskinan. 37 Pendapat ini dapat terbantahkan karena Kitab Amsal juga menampilkan pandangan simpatik bagi kondisi menyedihkan yang dialami orang miskin, secara khusus memperhatikan kebutuhan-kebutuhan mereka. 34 Sinulingga. Amsal Pasal 22:17-31:31: Tafsir Alkitab Kontekstual-Oikumenis, 458. 35 Mosis. AuAu ncA ,Ay in Theological Dictionary of the Old Testament, ed. Johannes Botterweck. Helmer Ringgren, and Heinz-Josef Fabry (Grand Rapids. Michigan: William B. Eerdmans Publishing Company, 1. , 115. 36 Tremper Longman. Hikmat Dan Hidup Sukses: Panduan Untuk Memperoleh Manfaat Dari Kitab Amsal. (Jakarta: Persekutuan Pembaca Alkitab, 2. , 153Ae54. 37 Eben Scheffer. AuPoverty in The Book of Proverbs: Looking from Above?,Ay Scriptura 3 . : 480. 38 Longman. Hikmat Dan Hidup Sukses: Panduan Untuk Memperoleh Manfaat Dari Kitab Amsal. , 162. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. BERTHA WANDASARI SINUKABAN | 37 Kitab Amsal mengajarkan pembacanya agar berhikmat di dalam memandang dan merespon kekayaan atau kemiskinan, seperti yang digambarkan di ayat ini. Agur meminta agar dijauhkan dari kemiskinan dan kekayaan karena keduanya dapat membuat manusia meninggalkan Tuhan apabila tidak dipandang dan direspon dengan bijaksana. Keadaan AupertengahanAy . idak miskin dan tidak kay. yang dimohonkan Agur di dalam doanya mencerminkan keugaharian. Seperti arti ugahari itu sendiri, yaitu: sedang, pertengahan, sederhana. Hal ini bukan berarti Agur bin Yake mengajarkan untuk membenci kekayaan atau untuk memandang sinis terhadap kemiskinan. Keadaan pertengahan . justru menjadi jembatan bagi orang yang hidup di dalam kelimpahan dan bagi orang yang hidup di dalam kemiskinan. Orang yang memiliki kekayaan dapat membagikannya kepada orang yang membutuhkan. Selanjutnya. Agur memohon Aubiarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagiankuAy, kata le-uem uuq-qy. berarti roti yang dibutuhkan yang diberikan oleh Tuhan. Di dalam TB2 diterjemahkan Aumakanan yang menjadi bagiankuAy. Authe food that I needAy (NRSV) atau Aumy daily breadAy (NIV). Kata uuq-qy. , di dalam Ayub 23:14, berarti Auapa yang ditetapkan bagikuAy. Dalam Amsal 31:15, uoq mengacu pada banyaknya makanan yang disediakan nyonya rumah kepada setiap anggota rumah tangganya setiap Dengan demikian lehem huqqi dapat dimaknai bahwa Tuhan menetapkan jumlah makanan tertentu setiap orang sebagai bagian yang 39 Dari terjemahan ini dapat dipahami bahwa Agur bin Yake di dalam doanya meminta makanan yang dibutuhkannya sesuai dengan takaran yang telah Tuhan tetapkan baginya. Waltke mengutip pendapat R. Byargeon yang mengatakan bahwa struktur dan teologi doa Agur bin Yake pada teks Amsal 30:7-9 mencatat kesamaan struktural dalam pola kiastik dengan Doa Bapa Kami dalam Matius 6:9-13 40, dan di dalam versi Lukas 11:2-4. Ia juga menguraikan doa yang dipanjatkan Agur bin Yake berisikan dua permohonan yang menggunakan kalimat negatif . enunjukkan penolaka. , yaitu: yang pertama, permohonan agar dijauhkan dari kecurangan dan kebohongan. Yang kedua, permohonan agar jangan diberikan kemiskinan atau kekayaan. Selain itu, doa Agur bin Yake berisikan permohonan yang positif yaitu diberikan kesempatan untuk menikmati makanan yang menjadi bagiannya. 39 Michael V. Fox. Proverbs 1-9: A New Translation with Introduction and Commentary The Anchor Yale Bible (London: Yale University Press, 2. , 860. 40 Waltke. The Book of Proverbs Chapters 15-31, 479. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 38 | JANGAN BERIKAN KEPADAKU KEMISKINAN ATAU KEKAYAAN Kata AumakananAy di dalam teks ini disebutkan sebagai majas pertautan yang menggantikan kata Aukebutuhan seseorangAy. 41 Kontras dengan kehidupan yang dipenuhi kelebihan dan kehidupan dalam kekurangan. Agur memohon kepada Tuhan agar diberikan kecukupan sesuai dengan Beberapa penafsir mengatakan bahwa kebutuhan yang dimaksud pada ayat ini adalah kebutuhan satu hari. Hal ini sesuai dengan pemahaman orang Yahudi bahwa kebutuhan hidup yang secukupnya adalah kebutuhan yang diperlukan untuk satu hari dan pemenuhan kebutuhan satu hari itu sesuai dengan takaran Tuhan, apa yang Tuhan anggap baik menjadi bagian untuk seseorang. 43 Permohonan ini menggambarkan bahwa Agur adalah orang yang memiliki hikmat untuk membedakan antara kebutuhan dan Kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi untuk keberlangsungan hidup sedangkan keinginan belum tentu yang penting yang menyangkut keberlangsungan hidup. Yang menjadi prioritas untuk dipenuhi adalah kebutuhan bukan keinginan dan hidup sesuai dengan takaran yang diberikan Tuhan. Motivasi Hidup Ugahari (Ayat . Mengacu struktur kalimat hikmat yang diuraikan oleh Philip Johannes Nel, penulis menemukan bahwa ayat 9 menunjukkan struktur Auadmonition-motivation in a final clauseAy. Hal ini ditandai dengan kata AusupayaAy yang terdapat di ayat 9 yang menunjukkan tujuan, harapan, motivasi dari ayat 7 dan 8 terdapat di klausa terakhir. Kalimat motivasi ini ditunjukkan dengan kalimat negatif Ausupaya jangan kalau aku kenyang, aku menyangkalMu dan berkata: Siapa Tuhan itu?Ay. Hal ini memperlihatkan bahwa motivasi dari doa yang dipanjatkan oleh Agur bin Yake supaya nama Allah dimuliakan di dalam kehidupan Agur bin Yake. Bruce K. Waltke berpendapat bahwa bentuk paralelisme sintetis ditunjukkan pada ayat 9, yang menggambarkan alasan atau tujuan permohonan Agur untuk maksud yang baik. Agur meminta permohonan ini bukan untuk kebutuhan pribadinya, namun yang menjadi motivasinya di dalam berdoa adalah kemuliaan Tuhan. Kebaikan yang biasanya positif dari rasa kenyang menjadi negatif ketika seseorang merasa kenyang melampaui 41 Waltke, 479. 42 Sinulingga. Amsal Pasal 22:17-31:31: Tafsir Alkitab Kontekstual-Oikumenis, 459. 43 Sinulingga, 459. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. BERTHA WANDASARI SINUKABAN | 39 porsi yang telah ditentukan. 44 Menurut Risnawaty Sinulingga, ayat 9 merupakan anak kalimat hikmat bagi ayat 7-8 yang ditandai dengan kata AusupayaAy. Kata AusupayaAy pada ayat 9 menjelaskan motivasi doa pada ayat 78. Pengajaran tentang motivasi doa dalam ayat 9 disampaikan melalui kalimat hikmat paralel antitesis. 45 Kondisi kenyang diletakkan berlawanan dengan kondisi lapar. Kenyang merupakan kondisi dipuaskannya keinginan atau rasa lapar seseorang. Secara umum kondisi ini juga berbentuk keadaan memiliki kelimpahan dan masih menginginkan lebih banyak lagi. Keadaan ini cenderung membawa seseorang merasa tidak perlu bersandar pada Tuhan tetapi mengandalkan kekayaannya, melupakan pertolongan dan berkat Tuhan yang telah diterimanya. Roland E. Murphy juga menjelaskan bahaya yang melekat pada kekayaan dan kemiskinan. Kedua hal ini dapat menjadi tantangan atas kesetiaan seseorang kepada Tuhan. Kekayaan dapat mengarahkan seseorang kepada penyangkalan terhadap Tuhan, sedangkan kemiskinan dapat menimbulkan godaan untuk mencuri yang mencederai nama Tuhan. 47 Oleh karena itu, seperti di dalam keseluruhan Kitab Amsal, doa Agur bin Yake dalam Amsal 30:7-9 tidak mengidealkan kemiskinan dan bukan pula mengutuk kekayaan. Kitab Amsal memberikan pengajaran agar setiap orang berhikmat dalam memandang, memperoleh dan menggunakan kekayaan. Orang yang tidak bijaksana di dalam memandang kekayaan dapat menimbulkan bencana karena rasa percaya diri yang berlebihan. Demikian pula apabila memandang kemiskinan sebagai sebuah kemalangan akan merusak kepercayaan kepada Tuhan serta menimbulkan penghujatan. 49 Hikmat yang diperlihatkan di ayat 9 adalah keugaharian yang diwujudkan dalam hidup sederhana, merasa cukup, berada di pertengahan antara kaya dan miskin, sedang-sedang saja, bergaya sesuai kemampuan agar tidak jatuh ke dalam 44 Waltke. The Book of Proverbs Chapters 15-31, 480. 45 Sinulingga. Amsal Pasal 22:17-31:31: Tafsir Alkitab Kontekstual-Oikumenis, 459. 46 Sinulingga, 459Ae60. 47 Murphy. Proverbs - World Biblical Commentary, 229Ae30. 48 Fox. Proverbs 1-9: A New Translation with Introduction and Commentary - The Anchor Yale Bible, 859. 49 Roger Norman Whybray. Wealth and Poverty in The Book of Proverbs (Sheffield: JSOT Press, 1. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 40 | JANGAN BERIKAN KEPADAKU KEMISKINAN ATAU KEKAYAAN Implementasi Nilai Keugaharian dalam Kehidupan Gereja Keugaharian dalam Doa Agur bin Yake Berdasarkan Amsal 30:7-9 Melalui langkah-langkah penafsiran di atas, penelitian ini membuktikan bahwa Amsal 30:7-9 adalah sebuah teks yang menawarkan topik keugaharian. AuKeadaan pertengahanAy yang digaungkan dalam doa Agur bin Yake mencerminkan spiritualitas keugaharian. Menurut Whybray, hal ini merupakan merupakan wujud nyata kesalehan yang murni dari seseorang seperti yang digambarkan dalam doa Agur bin Yake. 50 Walaupun singkat namun doa tersebut sangat relevan untuk diterapkan di masa kini. Di tengah gempuran perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memudahkan manusia untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Banyak individu, keluarga, komunitas bahkan anggota gereja yang terjebak dalam perilaku merusak diri sendiri, relasi dengan sesama dan relasi dengan Tuhan melalui kecenderungan membohongi diri sendiri, membohongi orang lain, mengejar kekayaan dan takut dengan kemiskinan. Kehidupan abad ke dua puluh satu memperlihatkan kehidupan manusia yang jauh dari keseimbangan, perbedaan antara kebutuhan dan keinginan menjadi sama, rasa bersyukur tergerus oleh keserakahan. Hasil temuan dari penelitian ini memperlihatkan bahwa Amsal 30:79 memberikan perspektif baru tentang Aokeadaan pertengahanAo, yang ditunjukkan dalam permohonan Agur AuJangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaanAy, merupakan cerminan dari keugaharian, hidup yang didasari oleh rasa syukur atas pemberian Tuhan, kerendahan hati, mempercayai dan menggantungkan hidup kepada Tuhan. Keugaharian mengajarkan kita untuk memandang kemiskinan dan kekayaan sebagai keadaan yang memiliki tantangannya masing-masing. Kemiskinan dapat Selain itu, doa Agur bin Yake juga menunjukkan bahwa motivasi hidup ugahari adalah untuk memuliakan nama Tuhan. Relevansi Keugaharian dalam Kehidupan Gereja di Masa Kini: Studi pada Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Dalam Sidang MPL-PGI 2015 di Malinau, spiritualitas ugahari menjadi pokok bahasan. Keugaharian diharapkan dapat menjadi aspek perilaku hidup keseharian warga gereja. Lebih lanjut, pada tahun 2016, 50 Whybray. 51 Jay K Payleitner. The Prayer of Agur: Ancient Wisdom for Discovering Your Sweet Spot in Life (Colorado: Multnomah. Epub. , 2. , chap. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. BERTHA WANDASARI SINUKABAN | 41 Sidang MPL-PGI di Parapat kembali mengangkat spiritualitas ugahari sebagai pokok pikiran dalam persidangan yang mencakup aspek lingkungan hidup, kebhinekaan dan solidaritas sosial. 52 Keugaharian dapat menjadi tawaran yang relevan bagi gereja yang memiliki anggota jemaat dengan berbagai status sosial. Agar jemaat memiliki kesadaran untuk hidup di dalam kesederhanaan, rasa cukup, solidaritas dan mau berbagi dengan sesama dan ciptaan lainnya. Salah satu gereja yang menerapkan nilai keugaharian adalah Gereja Batak Karo Protestan (GBKP). Dalam Garis Besar Pelayanan (GBP) Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) terdapat Tata Nilai Gereja yang artinya sekumpulan prinsip-prinsip yang bersumber dari Firman Tuhan yang dijadikan sebagai fokus perhatian untuk menopang, mempengaruhi dan menjelaskan apa yang dilakukan gereja dan bagaimana gereja melakukannya. Berdasarkan pengertian tersebut telah dipilih 5 nilai Kristiani yang dianggap paling relevan pada masa kini untuk menjadi fokus bagi seluruh warga GBKP untuk dihayati, digumuli, disosialisasikan, dan dipraktekkan terus menerus sehingga menjadi perilaku dan kebiasaan, yaitu: Kasih, kejujuran, keugaharian, kekerabatan dan GBKP memandang nilai keugaharian sangat penting di dalam kehidupan orang percaya sehingga menempatkannya sebagai Tata Nilai GBKP yang ke tiga dengan uraian bahwa keugaharian adalah kemampuan mengendalikan diri dan hidup sederhana dalam sikap kecukupan dan bersedia berbagi dengan orang lain agar sesama manusia dan semua makhluk ikut merayakan kehidupan karena percaya bahwa rahmat Allah cukup untuk semua ciptaanNya. 54 Kata kunci dari Tata Nilai GBKP mengenai keugaharian adalah sederhana, bersahaja, secukupnya dan seimbang dengan kalimat afirmasi yang menyatakan: AuKami insan GBKP menjalani hidup dengan selalu bersyukur atas apa yang ada, karena percaya bahwa Rahmat Tuhan cukup untuk semua ciptaanNya. Ay Di dalam GBP GBKP mengenai Tata Nilai keugaharian ini, dipetakan perilaku yang dianjurkan kepada jemaat untuk dihidupi yaitu: gaya hidup bersahaja tetapi tidak murahan, peduli terhadap sesama agar mereka hidup di dalam kecukupan juga, empati pada orang-orang yang 52 Markus Saragih. AuKeugaharian: Cukup Dan Berbagi Untuk Keberlanjutan Kehidupan,Ay Berita Oikumene, 2016, 4, http://pgi. id/wp-content/uploads/2016/03/BOFeb_full_upload. 53 Moderamen GBKP. Garis Besar Pelayanan GBKP Tahun Pelayanan 2021-2025, ed. Moderamen GBKP (Kabanjahe, 2. , 42Ae43. 54 GBKP, 44. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 42 | JANGAN BERIKAN KEPADAKU KEMISKINAN ATAU KEKAYAAN miskin dan menderita tanpa memandang perbedaan ras, suku, golongan dan agama, selalu berpihak kepada orang-orang yang diperlakukan tidak adil dan hidup di dalam kebenaran. 55 Tata Nilai keugaharian ditanamkan kepada jemaat melalui program-program GBKP termasuk menjadikan keugaharian sebagai tema bagi pembinaan warga gereja melalui kegiatan Penelaahan Alkitab (PA) kategorial dan kebaktian keluarga (Perpulungen jabujabu/ PJJ). KESIMPULAN AuJangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaanAy, doa yang dimohonkan Agur bin Yake kepada Tuhan dengan spesifik dan mencerminkan keugaharian, sebuah kebijaksanaan praktis yang memampukan seseorang untuk hidup sederhana. Membaca ulang Amsal 30:7-9 dengan memperhatikan teks, struktur dan bentuk kalimat sastra hikmat yang mengandung kalimat motivasi dan paralelisme setiap barisnya akan memberikan makna baru kepada pembaca bahwa teks ini menawarkan nilai keugaharian di dalam memandang dan merespon kemiskinan atau Agur bin Yake tidak anti kekayaan dan tidak pula anti Akan tetapi, melalui doanya dapat dibuktikan bahwa hidup sederhana yang dipenuhi oleh rasa cukup ada di dalam tradisi hikmat Kitab Amsal sehingga Amsal 30:7-9 dapat digunakan sebagai landasan teologis yang kontekstual dan sangat relevan untuk diterapkan pada masa kini untuk menghalangi konsumerisme, hedonisme dan keserakahan. Keugaharian sangat diperlukan di tengah gempuran perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memudahkan manusia untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya sehingga manusia dapat membedakan dan memilih yang utama di antara keduanya. DAFTAR PUSTAKA