Volume 6 Nomor 2 (September 2. 75 Ae 84 P-ISSN: 2502-4094 E-ISSN: 2598-781X DOI: https://doi. org/10. 36636/dialektika. http://ejournal. id/index. php/dialektika ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK KOPI DAN EXPERIENTIAL MARKETING TERHADAP BRAND IMAGE 45 GRAHA COFFEE SHOP SIDOARJO Ludy Roosandiantoa,*. Sugeng Purwantob Program Studi Manajemen Universitas Pembangunan Nasional AuVETERANAy Jawa Timur Jl. Rungkut Madya No. Gn. Anyar. Kec. Gn. Anyar. Kota Surabaya. Indonesia ludyroos71@gmail. ABSTRACT This study aims to determine the effect of product quality coffee drinks and experiential marketing on the brand image of 45 Graha Coffee Shop located in Sidoarjo. The number of samples taken as many as 115 respondents with a sampling method using Non-Probability Sampling, the determination of the sample used in this study is the purposive sampling method with several specified criteria. Data collection in this study was carried out through the distribution of questionnaires given to respondents, namely consumers who visited and enjoyed coffee drinks at 45 Graha Coffee Shop. The analysis technique used is Validity Test. Reliability Test and Hypothesis Testing by using Partial Least Squares (PLS) application. Based on the results of the research conducted, it can be said that significantly, namely: Variable . Product Quality (X. has a positive effect on Brand Image Variable (Y). The Experiential Marketing Variable (X. has a positive effect on the Brand Image Variable (Y) at 45 Graha Coffee Shops located in Sidoarjo. Keywords: Product Quality. Experiential Marketing. Brand Image. ABSTRAK Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Kualitas Produk minuman Kopi Dan Experiential Marketing terhadap Brand Image 45 Graha Coffee Shop yang berlokasi di Sidoarjo. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 115 responden dengan metode pengambilan sampling menggunakan Non-Probability Sampling. Penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan metode purposive sampling dengan beberapa kriteria yang ditentukan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang diberikan kepada responden yaitu konsumen yang berkunjung dan menikmati minuman kopi di 45 Graha Coffee Shop. Teknik analisis yang digunakan yaitu Uji Validitas. Uji Reabilitas dan Uji Hipotesis dengan menggunakan aplikasi Partial least squares (PLS). Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa secara signifikan yaitu: Variabel . Kualitas Produk (X. memiliki pengaruh positif terhadap Variabel Brand Image (Y). Variabel Experiential Marketing (X. memiliki pengaruh positif terhadap Variabel Brand Image (Y) pada 45 Graha Coffee Shop yang berlokasi di Sidoarjo. Kata Kunci: Kualitas Produk. Experiential Marketing. Brand Image. Jurnal Dialektika. Volume 6. Nomor 2. September 2021 Pratama menjelaskan bahwa peningkatan bisnis PENDAHULUAN disektor kuliner dipengaruhi oleh tuntutan gaya Perkembangan dunia bisnis pada era hidup yang serba efisien terutama diberbagai 0 tumbuh dengan pesat. Hal ini kota besar di Indonesia, sehingga bisnis kuliner dibuktikan dengan banyaknya persaingan usaha Para disajikan dengan berbagai fasilitas untuk mendukung kenyamanan konsumen seperti dihadapkan dengan persaingan bisnis yang adanya wifi, tempat parkir, serta suasana tempat semakin ketat serta adanya pandemi dimasa yang menyenangkan. sekarang menambah ketidakpastian kondisi Kopi terpopuler di dunia, minuman yang diolah dari biji kopi dengan cara diseduh yang telah melalui berinovasi dalam menciptakan produk mereka. proses roasting dan dihaluskan menjadi bubuk Peluang bisnis dibidang kuliner di dan memiliki aroma dan citarasa yang khas. Indonesia begitu besar, dengan didukung data Jenis kopi yang banyak digemari adalah arabika jumlah penduduk sesuai Datadocks yang dan robusta. Kopi merupakan warisan nenek mencapai 267 juta jiwa. Sehubungan dengan moyang yang diadaptasi dari peninggalan informasi dari Direktur Parama Indonesia. Agni penjajah kemudian menjadi tradisi hingga kini. Tabel 1 Data penjualan 45 Graha Coffee Shop Sum of net Sales Category Espresso Coffee bean Total Target Juli-Des Prosentase Jan-Juni Target Prosentase Rp32. Rp60. Rp45. Rp80. Rp52. Rp85. Rp 80. Rp140. Rp66. Rp112. Rp100. Rp180. Sumber: 45 Graha Coffee Shop Tabel 1 menunjukkan bahwa data dari Hal ini menjadi suatu yang krusial bagi penjualan produk minuman kopi di 45 Graha keberlangsungan hidup bisnis 45 Graha Coffee Coffee Shop belum mencapai target yang Shop dengan kondisi persaingan ketat antar ditentukan oleh perusahaan. Berdasarkan data bisnis yang bermunculan di kota Sidoarjo, tersebut dapat diketahui target penjualan dalam utamanya persaingan Coffee Shop yang sedang enam bulan terakhir pada tahun 2019 yaitu tren dikalangan anak muda baik pria ataupun sebesar Rp. 856 pada kategori Espresso basic. Rp. 918 pada kategori Coffee menghabiskan waktu di Coffee Shop langganan Bean dan total sebesar Rp. 774 belum dapat terealisasikan sesuai dengan target atau pencapaian yang telah ditentukan. Pada enam bulan awal di tahun 2020-pun juga belum dapat terealisasikan dari taget yang telah ditentukan. Ludy Roosandianto. Sugeng Purwanto Analisis Pengaruh Kualitas Produk Kopi dan Experiential Marketing terhadap Brand Image 45 Graha Coffee Shop Sidoarjo Tabel 2 Data hasil pra-survey terhadap Brand Image 45 Graha Coffee Shop Responden: Warga Sidoarjo Mengetahui 45 Graha Coffee Shop Sidoarjo Memperhatikan kualitas produk minuman kopi di 45 Graha Coffee Shop Sidoarjo Mendapatkan pengalaman baru atas produk minuman kopi di 45 Graha Coffee Shop (Prosentas. 10 Orang 25% 16 Orang 40% Tidak (Prosentas. 30 Orang 24 Orang 12 Orang 28 Orang Sumber: Warga Sidoarjo Dari pra-survey Brand image memotivasi perusahaan menunjukkan bahwa presentase tertinggi dalam untuk mampu mempertahankan eksistensi pernyataan tersebut diperoleh dari pernyataan merknya agar terciptanya brand image yang pertama yaitu sebesar 75%. Artinya, 75% dari positif dan kuat di benak konsumen karena 40 warga Sidoarjo atau sebanyak 30 warga brand image membuat konsumen mampu Sidoarjo masih belum mengetahui 45 Graha mengenali dan mengingat sebuah produk. Coffee shop ini. Tentunya ini berkaitan dengan Brand Image dari Coffee Shop tersebut. Data pembelian dan mendapatkan pengalaman serta tersebut dijadikan sebagai acuan permasalahan kepuasan tersendiri dari diferensiasi produk dalam penelitian ini Maka dari itu, melalui tertentu (Lin dkk, 2007:. penelitian ini bertujuan untuk mengatasi Menurut Low and Lamb . Indikator masalah yang dialami oleh objek yaitu brand image sebagai berikut: bagaimana agar 45 Graha memiliki brand 45 Graha Nusantara Coffee Shop mudah image yang baik dan positif agar dapat meningkatkan penjualannya sehingga nantinya AuBrand image adalah bagaimana persepsi untuk dikenali (Y. Graha Nusantara Coffee Shop merupakan Coffee Shop yang terkenal 45 Graha Nusantara Coffee Shop memiliki menu yang trendy (Y. konsumen menganggap atau menilai . (Y. Menurut Kotler dan Keller . , kewajiban bagi semua perusahaan. Selain tercermin dalam asosiasi yang terjadi dalam sebagai faktor krusial bagi keberlangsungan memori konsumenAy Simamora dalam Sangadji dan Sopiah . mengemukakan bahwa konsumen dapat menumbuhkan keunggulan AuCitra merek adalah seperangkat asosiasi unik bersaing antar perusahaan. Pada akhirnya yang ingin diciptakan atau dipelihara oleh kualitas produk menggambarkan bagaimana Asosiasi-asosiasi itu menyatakan apa suatu produk mampu memberikan manfaat sesungguhnya merek dan apa yang dijanjikan yang dapat memuaskan konsumen. kepada konsumenAy. Pemenuhan kepuasan konsumen adalah Jurnal Dialektika. Volume 6. Nomor 2. September 2021 Adapun menurut American Society for Quality, dikutip oleh Kotler dan Ketler . ketahanan produk ketika digunakan dalam waktu tertentu. mengatakan bahwa kualitas adalah seluruh sifat Serviceability, dimensi ini mencakup serta karakter pada produk atau layanan yang kualitas barang dalam segi pelayanan dan memenuhi kebutuhan implisit. Kotler dikonsumsi oleh konsumen yang meliputi Ketler kecepatan, kompetensi, dan kenyamanan. mengatakan bahwa kualitas produk yang baik Estetika, dalam dimensi ini dinilai dari adalah produk yang mampu meyakinkan kualitas suatu barang berdasarkan tampilan konsumen untuk mengeluarkan sejumlah uang fisik seperti penampilan, rasa, bau, corak, untuk membeli produk yang berkualitas dengan serta daya tarik tersendiri bagi konsumen. harapan dapat memenuhi kepuasannya. Menurut Sviokla Kualitas yang dipersepsikan (Perceived Lupiyoadi qualit. Konsumen tidak selalu memiliki Hamdani . 6:176-. , terdapat beberapa informasi yang lengkap mengenai atribut- dimensi dari kualitas produk yaitu meliputi: atribut produk. Namun umumnya merek. Performa kinerja, merupakan sifat dasar nama, dan negara produsen. Ketahanan suatu produk, karena setiap produk yang produk dapat menjadi hal yang sangat ditawarkan memiliki fungsi dan manfaat kritis dalam pengukuran kualitas produk. untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Keistimewaan Faktor Experiential (Feature. Marketing dikarenakan dapat memengaruhi brand image dan meningkatkan penjualan. penyempurnaan fungsi produk dilakukan Namun, dalam penelitian ini hanya berfokus melalui penambahan pada produk inti. pada faktor kualitas produk dan experiential Kehandalan (Reliabilit. Kualitas produk kopi yang baik dalam produk dinilai berdasarkan sejauh ditambah dengan pemberian pengalaman baru tersebut dapat digunakan dalam jangka ServQual-nya mampu menciptakan brand waktu tertentu dan tidak mengalami image yang positif di benak konsumen sehingga nantinya dapat meningkatkan penjualan kopi di Kesesuaian 45 Graha Coffee Shop. Sehingga dalam (Conformance to Specificatio. , pada penelitian ini kedua faktor tersebut menjadi hal dimensi ini, kesesuaian dari segi bentuk, yang menarik untuk di analisis pada objek ukuran, warna, maupun pengoperasiannya apakah sesuai dengan standar yang berlaku atau tidak. Daya tahan (Durabilit. , dalam dimensi ini Konsep Experiential Marketing (EM) Bernd Schmitt . ttp://202. 82/swamajala. sejak 1990 Ludy Roosandianto. Sugeng Purwanto Analisis Pengaruh Kualitas Produk Kopi dan Experiential Marketing terhadap Brand Image 45 Graha Coffee Shop Sidoarjo mengikutsertakan konsumen melalui emosi. Think Experience (X2. perasaan, mendorong mereka untuk berpikir. Tipe experience ini bertujuan untuk memicu melakukan tindakan, maupun untuk menjalin kemampuan kognitif konsumen untuk berpikir komunitas untuk mengaktualisasikan ke-lima Indikator yang digunakan lokasi Coffee elemen ini akan membuat merek tertanam lebih Shop yang mudah ditemukan (X2. , dan konsep live music dan outdoor (X2. Experiential marketing fokus pada pemberian pengalaman Act Experience (X2. baru yang nyata kepada pelanggan terhadap Tipe experience dengan cara memperlihatkan brand/product/service kepada pelanggan suatu terobosan lain untuk penjualan dan brand image. Hal yang sama berbuat sesuatu, merubah gaya hidup maupun dilakukan oleh (Limanto & Dharmayanti, 2. interaksi sosial. Indikator yang digunakan dalam penelitianya yang berpendapat bahwa adalah memperhatikan beragam makanan dan minuman di 45 Graha Nusantara Coffee Shop memiliki pengaruh positif terhadap Brand (X2. , dan merekomendasikan tempat untuk Image. berkumpul di Graha Nusantara Coffe Shop Menurut Schmitt . terdapat lima (X2. bentuk pengalaman konsumen yang dapat Relate Experience (X2. Merupakan hubungan yang terjadi akibat dari 4 marketing yakni sense, feel, think, act, dan elemen yang diatas yaitu meliputi sense, feel, think, dan act. Menambah pengalaman individu Sense experience (X2. serta mengkaitkan dirinya sendiri dengan orang Tipe experience ini merujuk pada pemberian pengalaman sensorik melalui panca indera penggunaan sosial media sebagai sarana seperti penciuman, pengelihatan, perasa, dan informasi dan promosi produk (X2. , dan Indikator yang digunakan adalah rasa memberikan rekomendasi kepada orang lain makanan dan minuman (X2. , dan aroma (X2. Indikator kopi (X2. Feel Experience (X2. Tipe experience ini mengacu pada keterlibatan emosi dari konsumen terhadap pengalaman atas suatu produk yang dikonsumsi. Indikator yang digunakan adalah kemampuan barista dalam menjelaskan setiap daftar menu minuman kopi yang tersedia (X2. , dan perasaan nyaman diruangan (X2. Gambar 1 Kerangka Konseptual Jurnal Dialektika. Volume 6. Nomor 2. September 2021 minuman kopi di 45 Graha Nusantara Coffee METODE PENELITIAN . Shop. Teknik analisis yang digunakan yaitu Uji mengatakan bahwa AuMacam-macam skala Validitas. Uji Reabilitas dan Uji Hipotesis pengukuran dapat berupa: skala nominal, skala dengan menggunakan aplikasi Partial least ordinal, skala interval, dan skala rasio, dari squares (PLS). Menurut Sugiyono skala pengukuran ini akan diperoleh data berupa nominal, ordinal, interval, dan rasioAy. Secara umum, teknik dalam pemberian menggunakan skala Likert. Menurut Sugiyono HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan pembahasan penelitian setelah karakteristik responden pada tabel 3. AuSkala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok tentang fenomena sosialAy. Usia Responden diminta untuk melengkapi kuisioner yang mengharuskan mereka untuk Tabel 3 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia. Pertanyaan atau pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini disebut dengan variabel penelitian dan ditetapkan secara spesifik oleh peneliti. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang berasal dari kuesioner yang telah disebarakan melalui google form. Penentuan representative menurut Hair et al. 5 dalam Kiswati 2. adalah tergantung pada jumlah indikator dikali 5 sampai 10. Dengan jumlah indikator sebanyak 23 item, maka banyak nya responden yaitu 23 x 5 = 115 responden. Sampel yang diambil sebanyak 115 >30 Tahun 19-24 Tahun 25-30 Tahun Total Frequency Percent Valid Percent Berdasarkan data dari tabel 2 diketahui bahwa kategori usia responden terbanyak diperoleh dari kategori usia 19-24 tahun sebanyak 89 responden atau sebesar 77. Hal ini mengindikasikan bahwa pada kategori usia tersebut konsumen memiliki kecenderungan gaya hidup masa kini dimana responden pada usia tersebut cenderung menghabiskan waktu di coffee shop. Tabel 4 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin. Jenis Kelamin Laki - Laki Perempuan Total Frequency Percent Valid Percent responden dengan metode purposive sampling. Pengumpulan penyebaran kuesioner dengan sampel yaitu Berdasarkan tabel 4 dapat diketahui bahwa konsumen yang berkunjung dan menikmati sebagian besar responden dalam penelitian ini Ludy Roosandianto. Sugeng Purwanto Analisis Pengaruh Kualitas Produk Kopi dan Experiential Marketing terhadap Brand Image 45 Graha Coffee Shop Sidoarjo adalah berjenis kelamin laki-laki sebanyak 76 model yang baik apabila nilai AVE masing- responden atau sebesar 66. Hal ini masing konstruk lebih besar dari 0,5. menunjukkan bahwa responden laki Ae laki lebih cenderung menggemari coffee shop sebagai Tabel 5 Average variance extracted (AVE) tempat yang nyaman untuk sekadar mengobrol, membuang penat maupun hanya menikmati Uji Validitas Untuk menilai dicriminant validity dilakukan dengan cara membandingkan square root of Average Extracted (AVE) untuk setiap variabel dengan nilai korelasi antara variabel. Model mempunyai discriminant validity yang tinggi jika akar AVE untuk setiap variabel lebih AVE Act Experience BRAND IMAGE (Y) Conformance EXPERIENTIAL MARKETING (X. Estetika Features Feel Experience KUALITAS PRODUK (X. Performance Relate Experience Sense Experience Serviceability besar dari korelasi antar konstruk (Handayani et , 2. Jika akar AVE lebih tinggi daripada Hasil pengujian AVE seluruh konstruk korelasi antar variabel yang lain, maka dapat baik variabel maupun dimensi antara lain dikatakan hasil ini menunjukkan Discriminant Conformance. Validity yang tinggi. Performance. Uji penelitian dalam penelitian ini Estetika. Serviceability. Features. Kualitas Produk, serta dimensi Feel Experience. Act adalah uji validitas dan realibilitas seluruh Experience, variabel penelitian yaitu Variabel Kualitas Experience, dan Think Experience, dan Produk (X. , dan Experiential Marketing (X. variabel Experiential Marketing (X. serta terhadap Brand Image (Y). Dalam penelitian variabel Brand Image (Y) menunjukan nilai ini proses perhitungan terhadap uji validitas dan Avarage Variance Extracted (AVE) diatas cut- realibilitas skore hasil kuesioner yang telah di off 0,5, sehingga dapat dikatakan secara isi oleh 115 responden akan di olah dengan keseluruhan konstruk . ariabel dan dimens. menggunakan MS. Excel dan Program PLS. dalam penelitian ini validitasnya baik. Average variance extracted (AVE) adalah nilai yang menunjukkan besarnya varian Konvergen nilai AVE lebih besar 0,5 menunjukkan kecukupan validitas yang baik bagi variabel laten. Pada variabel indikator reflektif dapat dilihat dari nilai AVE untuk . Relate Experience. Sense Jurnal Dialektika. Volume 6. Nomor 2. September 2021 Uji Reabilitas inner model dapat dilihat dari nilai R-square pada persamaan antar variabel latent. Nilai R2 Tabel 6 Composite Reliability Act Experience BRAND IMAGE (Y) Conformance EXPERIENTIAL MARKETING (X. Estetika Features Feel Experience KUALITAS PRODUK (X. Performance Relate Experience Sense Experience Serviceability Think Experience Composite Reliability Nilai R-square untuk variabel Brand Image (Y) sebesar 0,572221, artinya besarnya pengaruh variabilitas pada Brand Image dapat dijelaskan oleh variabel Kualitas Produk dan Experiential Marketing Pengujian Hipotesis: 57,22%, sedangkan sisanya sebesar 42,78% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian. Kualitas Produk (X. berpengaruh positif terhadap Brand Image (Y) dapat diterima, dengan path coefficients sebesar 0. Hasil pengujian composite reliability seluruh konstruk baik variabel maupun dimensi Conformance. Estetika. Serviceability. Performance, dan Features. Kualitas Produk. Experience. Act Experience. Feel Relate Experience. Sense Experience, dan Think Experience. Experiential Marketing (X. serta variabel Brand Image (Y) menunjukan nilai Coposite Reliability diatas cut-off 0,7, sehingga dapat dikatakan secara keseluruhan konstruk . ariabel dan dimens. dalam penelitian ini sudah reliabel. Tabel 7 R-square BRAND IMAGE (Y) EXPERIENTIAL MARKETING (X. KUALITAS PRODUK (X. dan nilai T-Statistic sebesar 2. 1,96 . ari nilai tabel Z = 0,. , maka dapat dikatakan Signifikan . Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Saraswati & Rahyuda . yang menjelaskan bahwa terdapat pengaruh positif antara variabel kualitas produk dengan brand image. Dalam penelitiannya, (Saraswati & Rahyuda, produk yang memiliki kualitas baik akan memiliki dampak pada Brand Image suatu Ketika kualitas produk baik mampu menciptakan persepsi yang positif R Square di benak konsumen yang berdampak pada Brand Image perusahaan itu sendiri. Experiential Marketing (X. berpengaruh positif terhadap Brand Image (Y) dapat diterima, dengan path coefficients sebesar Pengujian terhadap model struktural 437068, dan nilai T-Statistic sebesar dilakukan dengan melihat nilai R-Square yang 253885 > 1,96 . ari nilai tabel Z = 0,. , merupakan uji goodness-fit model. Pengujian maka dapat dikatakan Signifikan . Ludy Roosandianto. Sugeng Purwanto Analisis Pengaruh Kualitas Produk Kopi dan Experiential Marketing terhadap Brand Image 45 Graha Coffee Shop Sidoarjo Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian sebelumnya yang terhadap perusahaan tersebut. Sejalan oleh Limanto & Dharmayanti . yang dengan hasil penelitian sebelumnya, teori menjelaskan bahwa terdapat pengaruh yang dikemukakan oleh (Schmitt, 1. yang menjelaskan bahwa experiential Experiential Marketing terhadap Brand Image. Dalam Limanto think, act, dan relate. Kelima bentuk Dharmayanti . menjelaskan bahwa tersebut diharapkan mampu menciptakan perusahaan yang mampu memberikan suatu pengalaman tak terlupakan akan konsumsi kepada konsumennya akan peningkatan brand image suatu produk. memliki pengaruh yang kuat terhadap brand image perusahaan itu sendiri. Ketika konsumen mendapatkan suatu pengalaman yang tak pernah ia dapatkan sebelumnya. Tabel 8 Path Coefficients (Mean. STDEV. T-Value. KUALITAS PRODUK (X. -> BRAND IMAGE (Y) EXPERIENTIAL MARKETING (X. -> BRAND IMAGE (Y) Path Coefficients (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) Standard Error (STERR) T Statistics (|O/STERR|) Berdasarkan hasil penelitian yang telah SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa variabel kualitas produk memiliki pengaruh signifikan positif terhadap brand image 45 Graha Coffee Shop penelitian ini diterima, dengan hasil Path Coefficients sebesar 0. 353296, dan nilai TStatistic sebesar 2. 937014 > 1,96 . ari nilai tabel Z = 0,. , maka dapat dikatakan Signifikan . , yang artinya semakin baik kualitas produk minuman kopi yang disajikan kepada konsumen maka semakin baik brand image dari 45 Graha coffee shop Sidoarjo. dilakukan, diperoleh hasil bahwa variabel Experiential Marketing memiliki pengaruh signifikan positif terhadap Brand Image pada Graha Sehingga coefficients sebesar 0. 437068, dan nilai TStatistic sebesar 3. 253885 > 1,96 . ari nilai tabel Z = 0,. , maka dapat dikatakan Signifikan . , yang artinya semakin baik kemampuan suatu produk dalam memberikan pengalaman yang tak terlupakan kepada konsumen setelah mengkonsumsi akan sesuatu maka semakin tinggi Brand Image dari produk Sebagai implikasi dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan beberapa saran yang Jurnal Dialektika. Volume 6. Nomor 2. September 2021 dapat dipertimbangkan atau dimanfaatkan sebagai pengambilan keputusan antara lain: Kualitas produk melalui penambahan bahan tambahan pada minuman kopi sangatlah digemari, menambahkannya pada katalog menu dapat mempermudah konsumen dalam menentukan toping yang akan dipilih sehingga dapat meningkatkan daya tarik konsumen yang nantinya memberikan kesan positif terhadap suatu produk. Brand Image 45 Graha coffee shop yang mudah dikenali oleh konsumen merupakan sesuatu yang penting bagi suatu produk. Graha mempertahankannya, melalui penciptaan minuman dan makanan yang inovatif serta kebutuhan dan keinginan konsumen serta menjaga kualitas produk yang dimilikinya, sehingga brand image 45 Graha coffee shop akan tetap melekat dibenak konsumen. DAFTAR PUSTAKA