SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 1809-1815 Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021 Karakteristik Perkembangan Siswa Sekolah Dasar : Sebuah Kajian Literatur Fitri Hayati1. Neviyarni2. Irdamurni3 Program Studi Pendidikan Dasar. Universitas Negeri Padang e-mail: fitrihayati927@gmail. neviyarni@konselor. irdamurni241161@gmail. Abstrak Pembelajaran di sekolah dasar memiliki perbedaan dengan proses pembelajaran pada level pendidikan lainnya. Pembelajaran di sekolah dasar mempertimbangkan aspek perkembangan siswa sekolah dasar yang terdiri dari aspek fisik, kognitif dan psiko sosial. Banyaknya pembelajaran yang tidak sesuai dengan karakteristik pembelajaran akan berdampak terhadap kualitas pembelajaran yang dikembangkan. Oleh sebab itu perlu adanya kajian mengenai karakteristik perkembangan siswa sekolah dasar. Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan infromasi mengenai perkembangan siswa sekolah dasar. Metodologi penulisan menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji 25 artikel terkait. Berdasarkan kajian yang telah dipaparkan bahwa ada jenis perkembangan siswa sekolah dasar yang perlu diketahui oleh guru yaitu perkembangan fisik, kognitif dan psikososial. Implementasi siswa sekolah dasar dilihat dari ketiga perkembangan tersebut melahirkan kebutuhan siswa berupa siswa sekolah dasar senang bermain, dasar senang bergerak, menyukai pekerjaan berkelompok, dan menyukai peragaan langsung. Kebutuhan inilah yang menjadi landasan guru sekolah dasar dalam mengembangkan pembelajaran agar dapat menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Kata kunci: Karakteristik. Perkembangan. Siswa. Sekolah Dasar Abstract Learning in elementary school has a difference with the learning process at other levels of Primary school learning takes into account the developmental aspects of primary school students consisting of physical, cognitive and psycho-social aspects. The number of learning in elementary schools that do not match the characteristics of learning will have an impact on the quality of learning developed. Therefore, there needs to be a study on the characteristics of the development of elementary school students. The purpose of this writing is to provide information on the development of elementary school students. The methodology of writing is to use the method of literature study by reviewing 25 related Based on the studies that have been presented that there is a type of development of elementary school students that needs to be known by elementary school teachers, namely physical, cognitive and psychosocial development. The implementation of elementary school students seen from these three developments gave birth to the needs of students in the form of elementary school students happy to play, love to move, love group work and school students love live demonstrations. These needs are the foundation of primary school teachers in developing learning in order to create quality learning. Keywords : Characteristics. Development. Students. Elementary School PENDAHULUAN Pendidikan merupakan hal yang harus didapatkan oleh setiap individu. Pendidikan dapat diperoleh baik melalui jalur formal maupun jalur non formal, (Darlis, 2. Salah satu cara formal yang biasa digunakan oleh individu untuk mendapatkan pendidikan adalah melalui pendidikan sekolah. Pendidikan sekolah merupakan pendidikan yang ditempuh oleh individu pada proses kegiatan disekolah yang dikelola secara sistematis, teratur dan bertingkat melalui ketentuan-ketentuan yang ketat dan jelas yang dimulai dari taman kanak- Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 1809-1815 Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021 kanak hingan pendidikan pada perguruan tinggi, (Indonesia, 2. Termasuk pada tingkatan sekolah dasar. Sekolah dasar merupakan sekolah pertama formal yang harus diikuti oleh siswa yang berada di Indonesia, (Kenedi et al, 2. Sekolah dasar ditempuh dalam waktu enam tahun yang dimulai dari kelas satu sampai kelas enam melalui aktivitas yang disusun secara rapi dan terencana, (Sari, 2. Layaknya sebagai sebuah sekolah, sekolah dasar harus dapat berkembang didalam masyarakat agar dapat memberikan pelayanan dalam mendidik siswa dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Pendidikan disekolah dasar memiliki tujuan besar yang berguna bagi negara dan siswa itu sendiri. Pendidikan disekolah dasar bertujuan sebagai landasan utama dalam membangun pengetahuan, kecerdasan serta kepribadian agar siswa dapat hidup mandiri dan dapat melanjutkan pendidikanya pada level yang lebih tinggi sehinga diharapkan terbentuklah siswa yang memiliki budi perkerti yang baik, (Kurniawan, 2. Pendidikan disekolah dasar juga memiliki tujuan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dasar yang akan di gunakan oleh siswa dalam proses kehidupan sehari-hari, (Hadiana. Pada proses pengetahuan, siswa pada sekolah dasar akan dibekali dengan pengetahuan-pengahuan yang berhubungan dengan informasi yang bisa digunakan oleh siswa dalam memecahkan pengetahuan sehari-hari, (Hidayah, 2. Pada keterampilan, siswa akan dibekali dengan segala bentuk keterampilan dalam menunjang siswa untuk dapat aktif memecahkan permasalahan melalui porses berpikir dan proses melaksanakan tindakan, (Diahwati et al, 2. Pada aspek sikap, siswa sekolah dasar akan dibekali dengan penanaman nilai dan moral sebagai warga negara, (Hakim, 2. Oleh sebab itu pendidikan disekolah dasar harus dapat dilaksanakan dengan maksimal agar tujuan tersebut dapat dicapai oleh siswa. Pendidikan disekolah dasar tidak akan terlepas dari proses pembelajaran. Pembelajaran disekolah dasar harus disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar, (Kiswanto, 2. Guru harus mampu mendesain dan melaksanakan pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik perkembangan anak usia sekolah dasar. Banyak fakta membuktikan bahwa proses pembelajaran yang tidak sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar akan berdampak kepada kualitas pencapaian tujuan pembelajaran, ( Haryanty, 2017. Latifah, 2017. Suryaman dan Karyono, 2. Banyak nya ditemukan siswa yang tidak mencapai ketuntasan belajar juga merupakan salah satu dampak dari pembelajaran yang tidak disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar, (Hamdu dan Agustina, 2011. Alghazali, 2. Selain itu adanya isu ketakutan dan kecemasan siswa terhadap proses pembelajaran juga merupakan bukti bahwa pembelajaran disekolah dasar tidak sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa, (Maharani et al, 2018. Wahyudi et al. Pembelajaran di sekolah dasar berbeda jauh dari proses pembelajaran pada level pendidikan lainnya. Hal ini dilihat dari aspek perkembangan siswa. Disinilah peran guru untuk mampu memahami karakteristik pembelajaran siswa sekolah dasar sehingga guru dapat merancang pembelajaran dengan memperhatikan tingkat perkembangan siswa. Banyaknya guru yang lupa melaksanakan pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik perkembangan siswa. Hal ini lah yang melatarbelakangi penulisan artikel ini dengan tujuan penulisan untuk mendeskripsikan karakteristik perkembangan siswa sekolah dasar. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang mengkaji sebanyak 25 jurnal yang berhubungan dengan karakteristik perkembangan siswa sekolah dasar. Hasil pengkajian tersebut dijadikan sebagai referensi untuk menemukan karakteristik perkembangan siswa sekolah dasar dan menemukan cara melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 1809-1815 Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021 HASIL DAN PEMBAHASAN Ada beberapa karateristik perkembangan anak usia sekolah dasar yang harus diketahui oleh guru agar dapat mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa sekolah dasar. Siswa sekolah dasar merupak anak yang sering mengalami perubahan drastis baik dari segi fisik maupuun dari segi mental. Pada umunya anak usia sekolah dasar memiliki rentang umur antara 6-12 tahun. maka ada berbagai bentuk perkembangan yang terjadi. Namun ada tiga perkembangan utama yang dibahas pada artikel ini yaitu perkembangan fisik, perkembangan kognitif dan perkembangan psikososial. Perkembangan fisik siswa sekolah dasar Perkembangan fisik siswa sekolah dasar dapat meliputi proses pertumbuhan biologis seperti pertumbuhan tulang, otot dan otak, (Istiqomah and Suyadi, 2019. Fikriyah, 2. Usia anak 10 tahun, tinggi dan berat badannya akan mengalami pertambahan lebih kurang 5 Kilogram baik itu anak perempuan maupun anak laki-laki. Namun setelah anak mengalami masa remaja dengan pekiraan dimulai pada usia 12-13 tahun, anak perempuan akan lebih bekembangan cepar dari pada anak laki-laki. Ada beberapa poin yang harus diketahui oleh guru mengenai perkembangan fisik siswa bahwa: Siswa sekolah dasar yang baru masuk kelas satu merupakan anak yang berada dalam masa peralihan pertumbuhan cepat masa anakanak awal ke masa pertumbuhan yang sedikit lebih lambat. Oleh sebab itu perkembangan fisik anak siswa kelas satu tidak secepat pertumbuhan ketika pada masa taman kanak-kanak. Pada siswa yang berumur 9 tahun, siswa laki-laki maupun siswa perempuan memiliki ukuran yang kurang lebih sama namun sebelum siswa berumur 9 tahun anak laki-laki memiliki ukuran lebih tinggi dan lebih gemuk dari pada anak perempuan. Siswa perempuan akan mengalami lonjakan pertumbuhan pada akhir kelas empat yang dapat dilihat dari lenga dan kaki yang lebih berisi. Siswa perempuan akan memiliki postur yang lebih tinggi, badan yang lebih berat dan kekuatan yang lebih kuat dari pada siswa laki-laki pada akhir kelas lima. Hal ini dikarenakan siswa laki-laki akan mengalami lonjakan pertumbuhan pada usia lebih kurang sebelas tahun. Pada awak kelas 6, siswa perempuan akan mengalami fase klimak tertinggi proses Pada masa ini . entang umur 12-13 tahu. siswa akan mengalami masa pubertas yang ditandai dengan terjadinya mentruasi. Untuk siswa laki-laki akan mengelami masa pubertas dengan rentang umur 13-16 tahun dengan ditandai terjadinya proses ejakulasi. Masa pubertas merupakan masa dimulainya perkembangan fisik seorang remaja. Pada masa ini siswa yang mengalami masa pubertas akan mengalami perubahan fisiologis yang mampu bereproduksi. Pada umumnya setiap individu akan mengalami urutan masa pubertas yang sama namun memiliki rentang waktu dan proses yang berbeda-beda. Pada kenyataanya masa pubertas siswa perempuan lebih cepat sekitaran 1. 5-2 tahun dari pada siswa laki-laki. Maka dengan ini dapat disimpulkan bahwa meskipun siswa memiliki usia yang sama maka akan memiliki masa pubertas yang berbeda-beda. Perkembangan kognitif siswa sekolah dasar Perkembangan kognitif siswa sekolah dasar dapat meliputi perubahan yang terjadi dalam pola pikir siswa sekolah dasar, (Prabowo and Widodo, 2004. Bujuri, 2. Ahli kognitif, piaget . , menyatakan bahwa ada empat fase kognitif yang dialami oleh manusia yaitu: Fase Sensomotorik. Fase ini berada pada rentang 0-2 tahun. Pada fase ini bayi yang baru lahir dengan sejumlah refleks bawaan yang mendorong untuk mengekloprasi Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 1809-1815 Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021 Fase praoperasional. Fase ini berada pada rentang 2-7 tahun. Pada fase ini siswa belajar untuk dapat merepresentasikan dan menggunkan objek melalui kata-kata maupun gambaran sesuatu. Fase operasional kongkrit. Fase ini berada pada rentang usia 7-11 tahun. Pada fase ini siswa sudah dapat menggunakan logika. Tahapan ini siswa belajarn untuk dapat memahami sesuatu secara logis menggunakan bantuan benda kongkret. Pada fase ini lah siswa sekolah dasar berada. Sehinga diperlukan proses pembelajaran dengan penglogikaan melalui benda-benda kongkret. Fase operasional formal. Fase ini berada pada rentang usia 12-15 tahun. Pada fase ini kemampuan berpikir sudah dapat dilakukan secara abstrak. selain itu siswa pada masa ini sudag dapat melakukan penalaran secara logis dan dapat menarik kesimpulan dari informasi yang disajikan. Secara rentang umur anak usia sekolah dasar berada pada fase operasiona kongret. Fase ini menuntut guru untuk dapat mengembangkan penalaran siswa melalui benda-benda kongret maupun dari pengalaman langsung siswa. Perkembangan Psikososial Siswa Sekolah Dasar Perkembangan psikososial berhubungan erat dengan perkembangan dan perubahan emosi siswa, (Khasanah et al, 2019. Khaulani et al, 2. Havighurst . menyatakan bahwa harus sejalanya perkembangan aspek siswa yang meliputi aspek psikis, sosial dan Siswa saat menjelang masuk sekolah telah telah mampu mengembangkam kemampuan berpikir dalam bertindak dan pengaruh sosial secara menyeluruh. Pada masa awal sekolah, siswa masih berada pada masa egosentris terhadap diri sendiri dan Artinya siswa pada masa ini masih berpusat kepada diri sendiri dan hal-hal yang berhubungan dengan lingkungannya seperti keluarga, rumah, dan taman kanakkanaknya. Setelah siswa memasuki kelas rendah di sekolah dasar, siswa mulai menampakan rasa percaya diri dan ada juga yang telah bisa menampkan rasa rendah diri. Pada fase ini siswa akam memperlihatkan bahwa mereka adalah sosok orang yang dewasa. Siswa akan merasa bahwa mereka akan mampu mengerjakan tugas dengan sendiri. Maka tahapan ini juga dikenal dengan tahapan Au I can do it my selfAy. Siswa yang telah menginjak kelas tinggi akan memiliki daya konsentrasi yang tinggi. Siswa akan mampu menyisihkan waktu lebih terhadap tugas yang mereka senangi dan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Pada fase ini siswa akan lebih mandiri, mampu berkerjasama dalam kelompok dan berusaha beprilaku agar dapat diterima dalam Pada fase ini siswa juga sudah mampu melakukan permainan secara jujur. Difase ini juga siswa sudah mampu melakukan penilaian terhadap diri sendiri dan membandingkannya dengan orang lain. Siswa kelas rendah akan cendrung melakukan perbandingan sosial terhadap norma-norma yang ada sedangkan pada siswa kelas tinggi telah mampu melakykan perbandingan sosial dengan melakukan penilaian terhadap kemampuan diri sendiri. Akibat dari perkembangan koginitif dan fisik ini pada siswa kelas tinggi akan memperlihatkan diri siswa menjadi lebih dewasa. Pada siswa kelas tinggi mereka ingin di perlakukan seolah menjadi orang dewasa. Perubahan sosial dan emosional yang terjadi pada siswa kelas tinggi, ketika siswa dilibatkan dalam sebuah kelompok akan memunculkan rasa bahwa diri mereka adalah sosok yang berharga. Ketika terjadinya penolakan dalam kelompok akan berdampak kepada permasalahan emosional yang lebih serius. Pada fase ini, siswa akan sangat menghargai keberadaan teman dari pada fase sebelumnya. Pada fase ini siswa akan lebih menyukai keseragaman dalam berteman contohnya pada pakaian yang digunakan. Siswa pada tahapan ini akan sangat menyukai pakaian yang seragam dengan temannya sebagai bentuk kesetiakawanan. Pada fase ini hubungan guru dengan siswa akan selalu berubah. Untuk siswa kelas rendah memiliki ketergantungan dengan guru nya sehingga mudah menerima apa yang disampaikan oleh gurunya. Pada awal kelas tinggi hubungan antara guru dan siswa menjadi Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 1809-1815 Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021 lebih komplek. Siswa akan lebih sering menceritakan sesuatu dengan gurunya ketimbang dengan orang tua mereka. Bahkan beberapa siswa akan cendrung menjadikan guru nya sebagai model. Namun disisi lainnya pada fase ini siswa bisa membantah guru dengan cara yang berbeda dari pada fase sebelumnya, bahkan ada beberapa siswa yang melakukan pertentangan dengan guru secara terbuka. Pada siswa kelas tinggi sudah mulai memasuki masa remaja. Salah satu tanda siswa memasuki masa remaja adalah mulainya siswa untuk melakukan refletivitas. Reflektivitas yang dimaksud adalah dengan berpikir tentang apa yang terjadi didalam benaknya dan melakukan pengkajian sendiri. Siswa akan berpikir mengenai kemungkinan yang terjadi. Siswa pada fase remaja ini akan mampu menyadari bahwa adanya perbedaan antara yang mereka pikirkan, rasakan dan apa yang mereka laksanakan. Hal ini lah yang membuat siswa mulai mempertimbangkan beberapa kemungkinan yang terjadi. Oleh sebab itu siswa yang berada pada fase ini akan mudah merasa tidak puas dengan pencapaian diri Siswa akan mengkritik diri sendiri dan melakukan pembandingan dengan siswa lainya dan mencoba untuk memperbaiki prilaku nya. Berdasarkan paparan tersebut maka ada beberapa kebutuhan siswa sekolah dasar yang perlu diketahui oleh guru sekolah dasar yaitu: Siswa sekolah dasar senang bermain Siswa sekolah dasar merupakan anak yang menyukai permainan. Berdasarkan kebutuhan inilan guru sekolah dasar dituntut untuk dapat mengembangkan pembelajaran yang terdapat unsur-unsur permainan terutama pada siswa kelas Guru sekolah dasar harus mampu mendesaiann model pembelajaran yang terdapat kegiatan permainan. Intinya pada proses pembelajaran didesain dengan serius namun dilaksanakan dengan santai. Guru harus mampu menyusun dan mengelola pembelajaran yang serius dengan pembelajaran yang mengandung unsur Siswa sekolah dasar senang bergerak Siswa sekolah dasar merupakan puncak kulminasi dari pengaktifan maksimal sistem motorik halus dan kasar sehingga membuat siswa sekolah dasar aktif bergerak. Maka pada kebutuhan ini guru sekolah dasar harus mampu mendesaian pembelajaran yang membuat siswa aktif untuk bergerak. Guru harus mampu mendesain siswa aktif bergerak dalam menemukan informasi pembelajaran. Siswa sekolah dasar menyukai pekerjaan berkelompok Siswa sekolah dasar memiliki pergaulan yang baik dengan teman sebayanya. Guru harus mampu mengembangkan pembelajaran berkelompok. Pada proses ini lah siswa sekolah dasar akan belajar mengenai aturan kelompok, konsep setia kawan, konsep belajar dapat dari siapapun, belajar untuk dapat bertanggun jawab dengan tugas yang diberikan, dan belajar sportif. Siswa sekolah menyukai peragaan langsung Siswa sekolah dasar merupakan siswa yang berada pada masa operasional Pada fase ini siswa akan belajar untuk mencari keterhubungan antara konsep lama dengan konsep baru. Bagi siswa sekolah dasar, penjelasan yang diberikan oleh guru akan lebih mudah dipahami dibandingkan dengan siswa melaksanakannya sendiri. Oleh sebab itu guru dituntut untuk dapat mendesain pembelajaran yang bersifat kongkret dan berhubungan dengan pengalaman nyata Dengan guru memahami karakteristik siswa sekolah dasar dan kebutuhan siswa sekolah dasar, diharapkan agar guru mampu untuk mengembangkan pembelajaran yang Proses pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar akan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran yang berdampak kepada pencapaian tujuan Oleh sebab itu diharapkan guru untuk dapat memahami karakteristik siswa sekolah dasar dalam mengembangkan pembelajaran. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 1809-1815 Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021 SIMPULAN Berdasarkan kajian yang telah dipaparkan bahwa ada jenis perkembangan siswa sekolah dasar yang perlu diketahui oleh guru sekolah dasar yaitu perkembangan fisik, kognitif dan psikososial. Perkembangan fisik berhubungan dengan pertumbuhan otak, otot dan tulang. Perkembangan kognitif berhubungan dengan pola pikir dan perkembangan psiko sosial berhubungan dengan perubahan emosi. Implementasi siswa sekolah dasar dilihat dari ketiga perkembangan tersebut melahirkan kebutuhan siswa berupa siswa sekolah dasar senang bermain, siswa sekolah dasar senang bergerak, siswa sekolah dasar menyukai pekerjaan berkelompok dan siswa sekolah menyukai peragaan langsung. Kebutuhankebutuhan ini lah yang menjadi landasan guru sekolah dasar dalam mengembangkan pembelajaran agar dapat menciptakan pembelajaran yang berkualitas. DAFTAR PUSTAKA