Vol 3. No 2. Oktober 2019 P-ISSN 2614-5723. E-ISSN 2620-6617 jic@utu. TANTANGAN DAN KONSEP KELUARGA SAKINAH MAWADDAH WA RAHMAH DI ERA MILLENIAL DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA (STUDI KASUS PROVINSI ACEH) Cut Asmaul Husna Prodi Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Teuku Umar e-mail: cutasmaulhusna@gmail. ABSTRACT Indonesia, including Aceh, has entered the millennial era, it needs strategic and policy in forming a sakinah family, mawaddah wa rahmah, so as to create a generation Y that has good character, noble character and morality. Islam actually regulates and has guidance in efforts to foster a harmonious household and is also blessed by Allah SWT. Religious guidance can prevent a household from divorce. Given, the divorce rate is still quite high among the people who are another The problem discussed in this journal is how is the concept of an Islamic family in dealing with problems and challenges in realizing an Islamic family in Aceh? This research is a qualitative research with a descriptive approach. This research seeks to understand and describe the challenges for the formation of Islamic families in the millennial era. The results of the study show that the Koran is the best guide and guide in life that gives us the salvation of all the erosion of Maintaining an education system that is guided by the values of Islam . he Qur'an and Sunna. to form a good and Islamic family. Until whenever the Koran is very relevant to technology, then in millennial times it is very important to maintain specificity and have Islamic principles and values. The government and all parties must have a strategy to foster society and families so that the concept of a comprehensive Islamic family can be applied to all levels of society, which is guided by the Qur'an. Make the Koran readings every day and guidelines in the family, so that the realization of a family that sakinah mawaddah warrahmah. Keywords: Authority of the District Court. Business Dispute and Arbitration Clause PENDAHULUAN Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala kepala dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Bailon dan Maglaya, 1978 mendefinisikan keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masingmasing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya. Jurnal Ius Civile Vol 3. No 2. Oktober 2019 P-ISSN 2614-5723. E-ISSN 2620-6617 jic@utu. Hidup berumah tangga merupakan tuntunan fitrah manusia sebagai makhluk sosial. Dengan berumah tangga maka dapat membentuk keluarga yang memiliki fungsi-fungsi. BKKBN menyebutkan ada 8 fungsi keluarga. Fungsi Agama. Keluarga menjadi tempat dimana nilai agama diberikan, diajarkan, dan dipraktikkan. Fungsi Kasih Sayang. Sejak bayi dilahirkan. Fungsi Perlindungan. Fungsi Sosial Budaya. Fungsi Reproduksi. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan. Fungsi Ekonomi, dan Fungsi Pembinaan Lingkungan. Aceh sebagai suatu daerah yang menerapkan Syariat Islam, yang menjadikan hukum dan adat sebagai zat dan sifat yang tidak dapat dipisahkan, seharusnya menjadikan Hukum Islam menjadi dasar dan pondasi dalam membentuk keluarga yang sesuai dengan hukum fiqh keluarga yang telah diatur pedomannya sangat komplek Dengan berbagai fungsi keluarga, maka keluarga dalam agama Islam memiliki peranan penting, sebagai pembentuk peradaban dan daulat islamiah. Keluarga membentuk sebuah masyarakat. Jika keluarga tersebut kuat, masyarakat akan kuat. Begitu juga sebaliknya. Jika keluarga tersebut lemah, masyarakat akan lemah dan mudah dapat dipengaruhi oleh kemajuan zaman yang tidak dapat dikendalikan. Karena itu sangat penting bagi ummat islam untuk membentuk keluarga dengan berpedoman pada AlqurAoan dan Al Hadist serta Sunnah Nabi Muhammad. SAW. Keluarga islami adalah rumah tangga yang di dalamnya terdapat sakinah . erasaan tenan. , mawadah . emiliki rasa cint. dan rahmah . asih sayan. setiap harinya. Seluruh anggota keluarga merasakan suasana surga di Baiti jannati . umahku surgak. , demikian slogan Islam sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah untuk membentuk ummah yang kuat. AlqurAoan adalah sumber utama ajaran Islam dan pedoman hidup bagi setiap muslim. AlqurAoan bukan sekedar memuat petunjuk tentang hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan sesamanya . ablum min Allah wa hablum min an-na. , serta manusia dengan alam sekitarnya. Untuk memahami ajaran Islam secara sempurna . , diperlukan pemahaman terhadap kandungan AlqurAoan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari secara sungguh-sungguh dan konsisten. Firman Allah AlqurAoan Surat Annisa Ayat 1 yang artinya AuHai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan istri-nya, dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan . namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan . hubungan Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimuAy. Seiring dengan perkembangan zaman, apa yang menjadi ajaran Islam dalam berkeluarga sudah jauh dari harapan dan tujuan sebagaimana yang telah disebutkan dalam AlqurAoan. Jurnal Ius Civile Vol 3. No 2. Oktober 2019 P-ISSN 2614-5723. E-ISSN 2620-6617 jic@utu. Dalam pandangan AlqurAoan, salah satu tujuan pernikahan adalah untuk menciptakan sakinah, mawaddah, dan rahmah antara suami, istri dan anakanaknya. Hal ini ditegaskan dalam AlqurAoan Surah Al-Rum ayat 21. Artinya: dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteriisteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. Dunia informasi dan telekomunikasi yang canggih telah membawa perubahan yang sangat drastis pada keluarga dan masyarakat. Perubahan ini mulai dirasakan dalam komunikasi dan berbagai kemudahan akses informasi sampai pada cara berpikir dan merespon terhadap permasalahan yang ada. Perubahan jika menguntungkan tidak perlu kita khawatirkan, namun jika perubahan membawa manusia menjadi malas, semakin mundur cara berpikir atau tidak mampu mengendalikan diri, inilah yang menjadi tantangan dalam menghadapi kehancuran masa depan termasuk dalam keluarga dan rumah Perubahan sosial yang mendasar dipengaruhi oleh arus globalisasi menjadi tantangan dalam mewujudkan keluarga yang islami. Konsekuensi logis dari globalisasi adalah tergerusnya nilai-nilai lokal yang ada dalam sebuah Hal itu terjadi karena terjadinya pertalian simpul-simpul kebudayaan yang terjadi karena pengaruh modernisasi. Sementara itu nilainilai tradisional tergugat eksistensinya, agama dan moralitas pun pada akhirnya menjadi sesuatu yang sangat jadul sehingga sikap dan prilaku mahasiswa jauh dari nilai-nilai agama dan karakter bangsa. Diantara tantangan yang paling besar adalah hilangnya karakter yang memiliki kekuatan dan sulit untuk dipengaruhi oleh ideologi atau pemikiran bangsa atau umat lainnya. Karakter inilah yang dikhawatirkan tidak dimiliki generasi sekarang yang disebut dengan generasi milinial. Generasi Millennial atau generasi Y adalah generasi penerus yang menurut penelitian dimulai oleh generasi yang lahir sejak tahun 1980 sampai tahun 2000. Itu berarti, setelah 37 tahun berlalu dapat dipastikan sekitar 87% populasi penduduk bumi sekarang didominasi oleh generasi millennial. Karakter yang dimiliki oleh generasi muda ini juga cenderung khas. Karakter mereka sangat berbeda dari generasi sebelumnya mulai dari budaya, sikap, tingkah laku dan hal lainnya. Hal ini disebabkan karena generasi ini sedikit banyaknya tinggal menggunakan apa yang sudah ditemukan oleh generasi sebelumnya, yaitu generasi X. Maka generasi ini juga disebut dengan generasi muda penduduk bumi. Generasi muda suatu umat atau bangsa menjadi tolak ukur terhadap nasib dan masa depan dari umat atau bangsa tersebut. Jika kita ingin melihat kekuatan dan ketahanan suatu umat dan bangsa, maka lihatlah dari kualitas generasi muda yang mereka miliki. Jika generasi muda mereka baik, maka pastilah kekuatan mereka juga baik dan sulit untuk Jurnal Ius Civile Vol 3. No 2. Oktober 2019 P-ISSN 2614-5723. E-ISSN 2620-6617 jic@utu. dipengaruhi oleh ideologi atau pemikiran bangsa atau umat lainnya. Namun sebaliknya, jika generasi muda suatu bangsa atau umat buruk, maka dapat dipastikan mereka sangat rentan dengan kehancuran dan mudah untuk dipengaruhi oleh ideologi bangsa atau umat lain. Selain itu memudarnya nilai penerapan dari nilai-nilai keislaman yang diwariskan kepada keluarga muslim termasuk kepada kaum pemuda Islam. Inilah titik kehancuran fondasi Islam dan terbukanya pintu untuk negara barat memasuki dan mempengaruhi keluarga islam dengan ideology dan kecanggihan teknologi zaman sekarang dan dipengaruhi oleh lingkungan yang tidak kondusif serta tidak lagi menjadikan AlqurAoan sebagai pedoman hidup . ay of lif. Indonesia termasuk Aceh saat ini sudah memasuki era milenial, diperlukan strategis dan kebijakan dalam membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah, sehingga mampu menciptakan generasi Y yang memiliki karakter yang baik, berakhlak mulia dan bermoral. Secara umum. Islam sebenarnya telah mengatur dan memiliki petunjuk dalam upaya membina sebuah rumah tangga yang harmonis dan diberkahi juga diridhai Allah SWT. Tuntunan agama dapat menghindarkan sebuah rumah tangga dari perceraian. Mengingat, tingkat perceraian masih cukup tinggi di kalangan masyarakat yang menjadi tantangan lainnya. Selain permasalahan dan tantangan yang telah tersebut di atas, berikut ini masih banyak permasalahan dan tantangan yang diindentifikasi dalam mewujudkan keluarga Islami di Aceh sebagai berikut. Masih rendahnya sumberdaya manusia Aceh dalam memahami ajaran islam secara kaffah . Tingginya angka perceraian dan tingginya tingkat kekerasan dalam rumah tangga terutama terhadap perempuan dan anak . Banyaknya masyarakat yang sudah lalai dengan urusan dunia, sehingga meninggalkan urusan untuk persiapan akhirat . Semakin berkurangnya menjadikan Alquran sebagai konsep hidup atau pedoman hidup berumah tangga . Masih banyak pengangguran usia produktif sehingga menjadi masalah baru dalam keluarga . Banyak terlibat kasus narkoba dan kekerasan seksual serta melakukan tindakan kriminal lainnya. Lemahnya perlindungan terhadap perempuan dan anak serta anak atau yang rentan . dalam keluarga . Masih belum optimalnya pembinaan keluarga yang sakinah, mawaddah wa Masih minimnya keterlibatan semua pihak dalam membentuk keluarga yang Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas, maka perumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimanakah konsep Jurnal Ius Civile Vol 3. No 2. Oktober 2019 P-ISSN 2614-5723. E-ISSN 2620-6617 jic@utu. keluarga islami dalam menghadapi permasalahan dan tantang dalam mewujudkan keluarga Islami di Aceh? METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Penelitian ini berupaya untuk memahami dan mendeskripsikan tantangan bagi pembentukan keluarga Islami di era millenial. Di samping itu pendekatan ini juga berguna untuk merancang strategi yang dapat diterapkan oleh keluarga untuk mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah. Riset ini mengumpulkan berbagai data dari berbagai sumber literatur yang terkait topik penelitian. Selanjutnya data dari literatur yang telah dikumpulkan akan dikonstruksi menjadi sebuah konsep dan pendekatan bagi pengembangan keluarga sakinah mawaddah warahmah. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Alquran dan Hadist sebagai petunjuk dan pedoman Konsep Keluarga Islami Keluarga adalah Auumat kecilAy yang memiliki pimpinan dan anggota, mempunyai pembagian tugas dan kerja, serta hak dan kewajiban bagi masingmasing anggotanya. Keluarga adalah sekolah tempat putra-putri bangsa Dari sana mereka mempelajari sifat-sifat mulia, seperti kesetiaan, rahmat, dan kasih-sayang, ghirah . ecemburuan positi. dan sebagainya. Kesejahteraan lahir dan batin yang dinikmati oleh suatu bangsa, atau sebaliknya, kebodohan dan keterbelakangannya, adalah cerminan dari keadaan keluarga-keluarga yang hidup pada masyarakat bangsa tersebut (M. Quraish Shihab, 1. Itulah antara lain yang menjadi sebab sehingga agama Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembinaan keluarga, perhatian yang sepadan dengan perhatiannya terhadap kehidupan individu serta kehidupan umat manusia secara keseluruhan. Ayat AlqurAoan dan hadis Nabi Muhammad SAW merupakan petunjuk dan pedoman yang sangat jelas menyangkut hakikat dalam berumahtangga. Allah SWT menganjurkan agar kehidupan keluarga menjadi bahan pemikiran setiap insan dan hendaknya dapat ditarik pelajaran berharga. Kebahagiaan akan muncul dalam rumah tangga jika didasari ketakwaan, hubungan yang dibangun berdasarkan percakapan dan saling memahami, urusan yang dijalankan dengan bermusyawarah antara suami, istri, dan anakanak. Semua anggota keluarga merasa nyaman karena pemecahan masalah dengan mengedepankan perasaan dan akal yang terbuka. Prinsip dasar dalam membina keluarga yang harmonis Prinsip dasar dalam membina keluarga yang harmonis sehingga terwujudnya keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah adalah antara lain: Jurnal Ius Civile Vol 3. No 2. Oktober 2019 P-ISSN 2614-5723. E-ISSN 2620-6617 jic@utu. Niat yang baik dalam membina dan membangun rumah tangga yang harmonis dan diberkahi Allah SWT dengan mendapatkan pahala, menjaga kehormatan, dan takut terjerumus ke perbuatan maksiat. Dalam AlquAoan Surah Saba ayat 37. Allah berfirman, 'Dan bukanlah hartamu dan anakanakmu yang mendekatkan kamu kepada Kami, melainkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itulah yang yang memperoleh balasan yang berlipat ganda dan mereka akan berada di surga dengan penuh rasa aman dan nikmatAy. Membangun keluarga dalam konteks atau upaya meningkatkan iman dan amal saleh. Memiliki pemimpin atau pengemudi. Pemimpin inilah yang mengendalikan rumah tangga. Dalam hal ini. Rasulullah SAW sudah memberi tahu bahwa kaum laki-laki adalah pemimpinnya. Selain itu, prinsip ini juga dijelaskan di Surah an-Nisa ayat 34. Ao laki-laki adalah pemimpin bagi perempuanAy. Konsekuensi tampilnya laki-laki sebagai pemimpin atau kepala rumah tangga adalah pemimpin harus mengayomi dan memperlakukan istrinya dengan cara yang baik. Para ahli tafsir berpendapat, cara yang baik ini adalah termasuk dengan melembutkan perkataan dan melakukan perbuatan yang Selain itu, pemimpin juga harus mengetahui karakteristik dan sifat-sifat dari perempuan. Memahami tanggung jawab, kewajiban dan hak suami-istri. Suami bertanggung jawab untuk mencari nafkah. Suami juga harus membina, mengarahkan, dan mendidik anak serta istrinya untuk belajar ilmu Dari sisi perempuan, seorang istri diwajibkan untuk menuruti dan menaati suaminya. Selain itu, seorang istri juga mesti bisa menjaga kehormatan suami dan mengelola harta suaminya dengan baik. Jika masingmasing tanggung jawab, hak dan kewajiban suami Aeistri dijalankan dengan baik akan terbentuk keluarga sakinah yang secara harfiah adalah ketenangan dan kedamaian. Kondisi inilah yang diharapkan bisa timbul dari sebuah keluarga dan rumah tangga yang Islami. Sesungguhnya pilar hubungan suami istri adalah kekerabatan dan persahabatan yang terpancang di atas cinta dan kasih sayang. Hubungan yang mendalam dan lekat ini sangat mirip dengan hubungan seseorang dengan dirinya sendiri. Al-QurAoan menjelaskan: AuMereka itu adalah pakaian bagimu dan kamu pun adalah pakaian bagi Ay [Al-Baqarah: . Terlebih lagi ketika mengingat apa yang dipersiapkan bagi hubungan ini, misalnya pendidikan anak dan jaminan kehidupan. Syarat dan Landasan keluarga islami Keluarga islami tidak akan muncul begitu saja, harus dibangun oleh generasi-generasi muslim yang tangguh dan bermartabat. Meskipun begitu. Jurnal Ius Civile Vol 3. No 2. Oktober 2019 P-ISSN 2614-5723. E-ISSN 2620-6617 jic@utu. membangun keluarga islami dapat dilakukan tanpa memandang lamanya usia Asalkan ada komitmen bagi setiap anggotanya, keluarga islami akan terbentuk. Insya Allah. Membentuk keluarga islami dapat dilakukan dengan empat hal. Empat hal tersebut harus dipenuhi sebagai syarat dalam membangun sebuah Syarat-syarat tersebut adalah antara lain sebagai berikut: Menjadikan keluarga sebagai tempat utama pembentukan generasi yang Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyediakan keluarga sebagai tempat yang aman, sehat, dan nyaman bagi interaksi antara orang tua dan . Kehidupan berkeluarga harus dijadikan sarana untuk menjaga nafsu seksual laki-laki dan perempuan. Menjadikan keluarga sebagai tempat pertama dalam menanamkan nilainilai kemanusian, seperti cinta dan kasih sayang. Menjadikan keluarga sebagai tempat bagi setiap anggotanya untuk berlindung dan tempat memecahkan segala permasalahan yang dihadapi Selain syarat yang harus dipenuhi, membangun keluarga islami juga membutuhkan landasan pentingnya. Landasan penting ini perlu diketahui dengan baik oleh setiap anggota keluarga. Landasan ini sekaligus menjadi tolak ukur dari kekuatan keluarga islami tersebut. Berikut merupakan landasan dalam membangun keluarga ini. Keluarga dibangun atas dasar beribadah kepada Allah Swt. Sejak proses memilih jodoh, menikah, memiliki anak, dan lain-lain dilakukan sematamata untuk beribadah kepada Allah Swt. Menjalani kehidupan Islam secara menyeluruh. Hal ini juga harus diajarkan kepada anak-anak sejak dini agar kelak ketika dewasa mereka komitmen terhadap adab-adab islami. Di sinilah peran keluarga dan orang tua memberikan perlindungan kepada anak terhadap era globalisasi seperti . Memberikan keteladanan yang baik serta diaplikasikan pada kehidupan Orang tua memiliki posisi dan peran yang sangat penting dalam hal Sebelum memerintahkan kebaikan atau melarang kemungkaran kepada anggota keluarga yang lain, pertama kali orang tua harus memberikan . Menempatkan posisi keluarga sesuai dengan syariat Islam. Kasus seperti suami yang hanya menuntut hak dan istri yang lalai akan kewajiban tak pelak akan menimbulkan ketidakharmonisan. Bentuk ketidakharmonisan ini akan berefek negatif pada anak, yaitu ketika mereka dewasa, mereka akan mengalami beberapa bentuk penyimpangan. Saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan yang diaplikasikan pada kehidupan rumah tangga. Saling mengingatkan dan menasihati jika ada Jurnal Ius Civile Vol 3. No 2. Oktober 2019 P-ISSN 2614-5723. E-ISSN 2620-6617 jic@utu. anggota keluarga yang berbuat salah akan menumbuhkan rasa kerja sama anggota keluarga untuk mewujudkan keluarga islami. Lingkungan yang kondusif dalam membangun keluarga islami. Selain komponen keluarga, komponen lingkungan juga memengaruhi. Lingkungan yang kotor, sempit, tidak bersekat, dan sebagainya akan membuat keluarga islami menjadi sulit terbentuk. Itulah beberapa syarat dan landasan yang perlu hadir dalam proses membentuk keluarga islami. Karakteristik Keluarga Islami Dalam konsep keluarga islami, maka ada karakteristik yang menjadi alat ukur bahwa sebuah keluarga telah terbentuk keluarga islami antara lain sebagai . Memelihara aspek tauhid Sebuah rumah tangga berstatus islami, memiliki asas penegakan didasari Tauhid kepada Allah, seluruh orientas hidup ini akan sangat ditentukan oleh asas ketauhidan kepada Allah. Maka dari sinilah Rasulullah SAW mensyariatkan penanaman Tauhid kepada umatnya dimulai sejak usia dini yaitu ketika manusia baru terlahir dari rahim sang ibundanya untuk . Memperhatikan ibadah dan kepatuhan kepada Allah Suasana islami yang tercermin dari keluarga muslim adalah ketaatan dan ibadahnya kepada Allah SWT, upaya menumbuhkan suasana tersebut adalah dengan pembiasaan, untuk terwujudnya hal tersebut maka antara sesama anggota keluarga harus saling menopang. Menyemai nilai akhlak islami : amanah, muraqabah, shiddiq, dan fatanah. Penyangga utama rumah tangga islami adalah akhlak setelah tauhid dan Akhlak merupakan pangkal dari kedamaian dan sakinah sebuah Bila anggota keluarga telah tertanam dalam perilakunya sifat amanah, jujur, dan dapat diteladani. Penuh perhatian Seorang suami begitu perhatian kepada istrinya, berkata santun, memenuhi kebutuhannya, dan mencintainya, selalu mengayomi agar istri selalu dalam ketaatan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Dan seorang wanita shalihah selalu menyenangkan suami, menaati perintahnya, dan menjaga kesucian dirinya, berpesan kepada suaminya dipagi hari, dan menanyakan keadaannya di sore hari. Penuh perhatian dan bersemangat dalam berpartisipasi memenuhi kewajiban-kewajiban dakwah, dan merasa mulia dengan dakwah. Karakter dan sifat spesifik dari keluarga islam adalah keterikatannya dengan dakwah, contohnya rumah tangga Rasulullah Saw dan Khulafaur Rasyidin. Memelihara ajaran islam dalam setiap urusan rumah tangga. Jurnal Ius Civile Vol 3. No 2. Oktober 2019 P-ISSN 2614-5723. E-ISSN 2620-6617 jic@utu. Tidak satupun urusan kehidupan manusia ini yang tidak diatur dalam Islam, sebuah keluarga Islami akan menjalankan perannya dalam mengaplikasikan nilai-nilai agung. Memelihara ajaran islam dalam kehidupan berumah tangga sebagai pedoman. Menjaga kebersihan dan keindahan rumah Sungguh keindahan Islam itu sebahagiannya diperankan oleh keluarga Islami, karena senang hidup bersih, dalam perilaku, pakaian, makanan, usaha dan sebagainya, keluarga islami sadar bersih adalah pangkal . Membentengi rumah dan pencemaran akhlak. Diantara yang berat dihadapi keluarga muslim saat ini adalah serangan dari musuh-musuh Islam dengan berbagai cara, maka sebuah kesadaran harus terus di hidupkan melalui interaksi yang intens terhadap nilai-nilai Islam, dan dakwah amar maAoruf nahi munkar agar nuansa keislaman rumah, anak-anak, lingkungan, dan seluruh aktivitas kita mampu terbentengi dari pencemaran akhlak . Menjaga dan memelihara status dan hak masing-masing Diantara karakteristik keluarga Islami adalah terpeliharanya status dan hak masing-masing anggota keluarga. Sederhana dalam maAoisyah . idak berlebiha. Kesederhanaan (Al Basatha. menjadi karakter Islam, sehingga Tidak pelit dan tidak juga boros, terbaik dalam memberi nafkah,sifat inilah yang diturunkan oleh Al-Quran ke dalam dada setiap mukmin. Menjaga hubungan baik dengan tetangga Keindahan karakter keluarga Islami juga tercermin dari interaksi sosial masyarakatnya dengan mengikuti keteladanan Rasulullah Pilar tegaknya Keluarga Islami Ada banyak faktor yang menjadi tegaknya keluarga islami, yang di dalamnya terjalin kuat hubungan kasih sayang: Iman Dan Taqwa Kepada Allah TaAoala. Berpegang teguh kepada tali keimanan: iman kepada Allah dan Hari Akhir, takut kepada Dzat Yang mempemerhatikan segala yang tersembunyi. Firman Allah dalam Alquran surat At-Thalaq: 2-3 a AaOa A Aa A Aa eI a aA aAea a a A Aa a o an aOa A Aa e a UaA. a e A a AuDemikianlah diberi pengajaran dengan itu, orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat. Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannyaAy. Jurnal Ius Civile Vol 3. No 2. Oktober 2019 P-ISSN 2614-5723. E-ISSN 2620-6617 jic@utu. Menjalin Hubungan Baik Termasuk di antara yang menjaga hubungan ini adalah pergaulan antara suami istri dengan baik. Ini tidak akan tercipta kecuali dengan saling mengerti dan memahami hak dan kewajibannya masing-masing. Memahami Tugas Suami dan Tugas Istri Seorang suami sebagai pemimpin keluarga dituntut untuk lebih bersabar ketimbang istrinya, di mana seorang istri itu lemah secara fisik maupun Dalam hal ini maka berprilakulah lemah lembut di mana sumbersumber kebahagiaan itu berada. Allah TaAoala berfirman: Aea Oa IA Aea Ua aA aAe U A AuDan bergaullah bersama mereka dengan patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka maka bersabarlah karena mungkin kamu tidak menyukai sesuata padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyakAy [An-Nisa: Adapun seorang istri maka ketahuilah bahwa kebahagiaan, cinta dan kasih sayang tidaklah akan sempurna kecuali ketika si pemilik kesucian dan agama mengetahui kewajibannya dan tidak melalaikannya. Berbakti kepada suaminya sebagai pemimpin, pelindung, penjaga dan pemberi nafkah. Taat kepadanya, menjaga dirinya sebagai istri dan menjaga harta suaminya merupakan kewajiban seorang istri. Demikian juga menguasai tugas istri dan mengerjakannya serta memerhatikan diri dan rumahnya. Inilah istri yang shalihah sekaligus ibu yang penuh kasih sayang, pemimpin di rumah suaminya dan bertanggungjawab atas yang dipimpinnya. Juga mengakui kecakapan suaminya dan tidak mengingkari kebaikan pelayanannya. KESIMPULAN Alquran merupakan petunjuk jalan dan pedoman yang terbaik dalam kehidupan ini yang memberikan keselamatan kita semua dari tergerusnya Dalam kesempatan ini dari apa yang disampaikan di atas, beberapa masalah harus diselesaikan. Berbagai tantangan di era milenial saat ini, seperti narkoba, hubungan bebas, kenakalan remaja, menjadi situasi yang harus difikirkan dalam keluarga. Saat ini yang merupakan era keterbukaan, kebebasan berekresi dan kemudahan memperoleh informasi harus dijadikan peluang dalam menyusun rencana masa depan yang baik dengan tetap mempertahankan nilai-nilai syariat islam dan kearifan lokal yang ada. Mempertahankan sistem pendidikan yang berpedoman pada nila-nilai agama Islam (Alquran dan Sunna. untuk membentuk keluarga yang baik dan Sampai kapanpun Alquran sangat relevan dengan teknologi, maka pada zaman milenial sangat penting untuk mempertahankan kekhususan dan mempunyai prinsip dan nilai-nilai keislaman. Pemerintah dan semua pihak harus memiliki strategi untuk membina masyarakat dan keluarga agar dapat diterapkanya konsep keluarga islami yang komprehensif pada seluruh lapisan Jurnal Ius Civile Vol 3. No 2. Oktober 2019 P-ISSN 2614-5723. E-ISSN 2620-6617 jic@utu. masyarakat, yang berpedoman pada AlqurAoan. Jadikan Alquran bacaan setiap hari dan pedoman dalam keluarga, sehingga terwujudnya keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah. REFERENSI