Tersedia di https://jurnal. id/index. php/JPMK/ Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Volume 7 No 1, 2025, 26-30 PENGGUNAAN POP UP BOOK SEBAGAI MEDIA EDUKASI VALIDASI EMOSIONAL KEGAWATAN MENTAL ANAK PRA SEKOLAH THE USE OF POP UP BOOKS AS AN EDUCATIONAL MEDIUM FOR EMOTIONAL VALIDATION OF MENTAL DISTRESS IN PRESCHOOL CHILDREN Maria Ulfah Kurnia Dewi 1. Nuke Devi Indrawati 2. Ellen Ekuful 3. Ajeng Ika Indriyani4 Profesi Bidan. FIKKES. Universitas Muhammadiyah Semarang Di Kebidanan. FIKKES. Universitas Muhammadiyah Semarang S1 Kebidanan. FIKKES. Universitas Muhammadiyah Semarang Di Kebidanan. FIKKES. Universitas Muhammadiyah Semarang Email : mariaulfahkd@unimus. ABSTRAK Anak usia prasekolah berusia antara 3 sampai 6 tahun. Anak akan mengalami perkembangan psikososial dan Perkembangan anak usia prasekolah yang perlu mendapat perhatian adalah perkembangan sosial emosional yaitu perkembangan dalam membentuk hubungan sosial dan emosional anak. Anak usia prasekolah rentan mengalami berbagai gangguan perkembangan sosial emosional seperti depresi, hiperaktif, dan perilaku Dalam tahun terakhir gangguan mental emosi yang menjadi sorotan dan perhatian utama. Angka kejadian kelainan ini adalah sekitar 3 Ae10%, di Ameriksa serikat sekitar 3-7% sedangkan di Negara Jerman. Kanada dan Selandia Baru sekitar 5-10%. Di indonesia angka kejadiannya masih belum ada angka yang pasti, meskipun kelainan ini cukup banyak terjadi, terkadang seorang anak hanya dianggap 'nakal', sehingga seringkali tidak ditangani secara benar, seperti dengan kekerasan yang dilakukan oleh orangtua dan guru akibat dari kurangnya pengertian dan pemahaman tentang Masalah Mental Emosi. Tujuan Penggunaan Pop Up Book sebagai Media Edukasi Validasi Emosional Kegawatan Mental Anak Prasekolah di PAUD Aisyiyah Purin Kendal adalah untuk meningkatkan Perkembangan Emosi Anak Prasekolah. Nilai Pre Test KMME menunjukkan bahwa siswa PAUD dengan hasil Sesuai sejumlah 11 orang . ,1%) dan Meragukan 7 orang . ,9%) sedangkan setelah dilaksanakan kegiatan pop up book sebagai media Edukasi validasi emosional kegawatan mental anak pra sekolah nilai post test KMME menunjukkan peningkatan yaitu hasil Sesuai sejumlah 14 orang . ,8%) dan Meragukan 4 orang . ,2%). Penggunaan buku pop-up ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan mental anak usia dini. Implikasi hasil penelitian ini dapat digunakan menjadi referensi bagi guru dan orangtua dalam menyiapkan media pembelajaran yang menarik dan efektif untuk anak. Kata Kunci: Pop Up Book,Media Edukasi. Validasi Emosional. Prasekolah ABSTRACT Preschool children are between 3 and 6 years old. Children will experience psychosocial and cognitive The development of preschool children that needs attention is social-emotional development, namely development in forming children's social and emotional relationships. Preschool children are susceptible to various social-emotional development disorders such as depression, hyperactivity, and challenging behavior. In recent years, emotional mental disorders have been the main focus and concern. The incidence of this disorder is around 3-10%, in the United States 3-7% while in Germany. Canada, and New Zealand around 5-10%. Indonesia, the incidence rate still has no definite figure, although this disorder is quite common, sometimes a child is only considered 'naughty', so it is often not handled properly, such as violence by parents and teachers due to a lack of understanding and comprehension of Mental Emotional Problems. Using Pop-up Books as educational media for emotional validation of mental emergencies in preschool children at PAUD Aisyiyah Purin Kendal is to improve the emotional development of preschool children. The KMME Pre-Test score showed that PAUD students with Appropriate results were 11 people . 1%) and Doubtful 7 people . 9%) while after the pop-up book activity was carried out as an Educational media for emotional validation of mental emergencies in preschool children, the KMME post-test score showed an increase, namely Appropriate results were 14 people . 8%) and Doubtful 4 people . 2%). This pop-up book is instrumental in improving the mental health of early childhood. The implications of the results of this study can be used as a reference for teachers and parents in preparing interesting and effective learning media for children. Keywords: Pop Up Book. Educational Media. Emotional Validation. Preschool Copyright A 2025. JPMK, e-ISSN: 2654-7996 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan 27 Volume 7 No 1, 2025 PENDAHULUAN Perkembangan sosial-emosional semakin dipahami sebagai krisis tumbuh kembang anak. Hal ini karena anak terbentuk melalui perkembangan dalam proses belajar. Perkembangan emosi anak mencakup mengenali perasaan dan emosi apa yang dialaminya, memahami bagaimana dan mengapa hal itu terjadi, mengenali perasaan dirinya sendiri dan orang lain, serta Seiring pertumbuhan anak, perkembangan emosinya juga akan semakin kompleks tergantung dari pengalaman yang Sejak masa perkembangan awal, bayi menunjukkan rasa aman dalam keluarganya jika kebutuhannya dipenuhi oleh lingkungan. Bayi akan bereksplorasi melalui sentuhan, rasa, dll. Dari penjelajahan, bayi akan belajar. Sebaliknya jika bayi merasa tidak aman di menghabiskan energinya untuk mengatur dirinya sehingga bayi tidak mempunyai kesempatan untuk bereksplorasi. Ketika bayi tidak mempunyai kesempatan untuk bereksplorasi, bayi tidak mempunyai kesempatan untuk belajar. Anak usia dini yaitu anak dengan usia 4-6 tahun dimana anak telah memasuki jenjang prasekolah. Anak pada usia tersebut mengalami perubahan pada fase kehidupan Masa anak usia dini sering disebut dengan Augolden ageAy atau masa emas. Pada masa ini hampir seluruh potensi anak mengalami masa peka untuk tumbuh dan berkembang secara tepat dan hebat. Perkembangan setiap anak tidak sama karena setiap individu memiliki perkembangan yang Taman kanak-kanak sebagai salah satu bentuk pendidikan prasekolah yang ada di jalur pendidikan yang memberikan layanan bagi anak usia dini hingga memasuki tahapan pendidikan dasar. Patmonodewo . menyebutkan Auanak prasekolah adalah mereka yang berusia antara 3-6 tahun. Mereka biasanya mengikuti program Sedangkan di Indonesia, umumnya mereka mengikuti program tempat penitipan anak . bulan Ae 5 tahu. dan kelompok bermain . sia 3 tahu. , sedangkan pada usia 4-6 tahun biasanya mereka mengikuti program taman kanakkanakAy. Pendidikan pada taman kanakkanak diarahkan untuk mengembangkan potensi anak semaksimal mungkin sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Anak usia dini adalah anak yang berusia 46 tahun yang telah memasuki jenjang Anak pada usia tersebut mengalami perubahan-perubahan pada fase-fase kehidupan sebelumnya. Anak usia dini sering disebut sebagai Aumasa keemasanAy. Pada masa ini, hampir semua potensi anak mengalami masa yang peka untuk tumbuh dan berkembang secara tepat dan hebat. Perkembangan setiap anak tidaklah sama karena setiap individu memiliki perkembangan yang berbedabeda. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu bentuk pendidikan prasekolah pada jalur pendidikan yang memberikan layanan bagi anak usia dini hingga memasuki tahap pendidikan dasar. Patmonodewo . menyatakan Auanak prasekolah adalah mereka yang berusia antara 3-6 tahun. Mereka biasanya mengikuti program prasekolah. Sementara itu di Indonesia pada umumnya mereka mengikuti program penitipan anak . bulan Ae 5 tahu. dan kelompok bermain . , sedangkan pada usia 4-6 tahun biasanya mereka mengikuti program PAUD. PAUD mengembangkan potensi anak semaksimal mungkin sesuai dengan tahap-tahap perkembangan anak (Anzani and Insan. Perkembangan sosial emosional makin dipahami sebagai krisis dalam tumbuh kembang anak. Hal ini karena anak terbentuk melalui perkembangan dalam proses belajar. Proses belajar pada masa ini mempengaruhi perkembangan pada tahap Masa tumbuh kembang bayi hingga masuk sekolah dasar menjadi dasar pembelajaran yang kuat bagi anak untuk mengembangkan kemampuan sosial dan emosional menjadi lebih sehat dan anak siap menghadapi tahap perkembangan berikutnya yang lebih kompleks. Copyright A 2025. JPMK, e-ISSN: 2654-7996 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan 28 Volume 7 No 1, 2025 Tahap krisis ini merupakan saat yang ini adalah Sosialisasi pada siswa tepat untuk meletakkan landasan bagi PAUD Aisyiyah Purin Kendal. sosialMelalui proses-proses diharapkan informasi dapat diadopsi secara berkesinambungan, serta target Masalah kesehatan jiwa adalah umum sasaran mempunyai kemampuan terjadi pada usia muda dan mulai untuk melakukan analisis terhadap melakukannya muncul pada masa kanakmasalahnya. Satu masuk sepuluh anak memiliki mengembangkan solusinya. Supaya masalah kesehatan mental serius yang dapat setiap proses berlangsung dengan mengganggu dengan fungsi dan partisipasi baik, maka penyampaian informasi anak dalam lingkungan rumah, sekolah, dan kepada masyarakat ditempuh melalui Kompetensi sosial-emosional tahapan penjelasan, diskusi, praktek selama prasekolah adalah salah satu perkembangan tugas yang bisa digunakan Secara umum proses memprediksi kesehatan mental di kemudian hari kehidupan. Perkembangan sosial emosional yang buruk pada anak usia dini kesehatan anak. merupakan suatu risiko faktor penyebab masalah psikososial seperti depresi dan kesepian, bahan pelecehan, tindakan b. Tahapan kegiatan kriminogenik pada usia dewasa. (Indanah and Tabel Tahap kegiatan pengunaan pop up book Yulisetyaningrum, 2. Validasi Emosi Anak Usia Pra Sekolah Perkembangan sosial emosi adalah suatu proses belajar menyesuaikan diri memahami keadaan dan perasaan ketika berinteraksi dengan orang yang berada dilingkungannya sehingga memiliki kesehatan mental yang Baik orang tua, saudara, teman sebaya atau orang lain dikehidupan sehari sebagai media Edukasi validasi emosional kegawatan mental anak pra sekolah No Aktivitas/ BULAN Media Pop Up Book Pop up book merupakan pilihan media pembelajaran berbentuk buku tiga dimensi yang kompilasi Jika dibuka akan muncul gambar yang timbul dan tulisan yang bisa menarik perhatian anak. Menurut Diyk dan Hewit. Pop-up atau jenis buku yang berbentuk 3 dimensi dan dapat dihasilkan secara otomatis sangat menarik perhatian individu yang d. senang atau tidak, bagi anak-anak dan orang tua (Masykuroh and Wahyuni, 2. METODE Transfer IPTEKS yang dilakukan pada tiap tahapan dengan menggunakan prinsip bahwa setiap informasi yang diterima oleh Metode kegiatan pengabdian masyarakat Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 Penyusunan kerja dan Sosialisasi Kegiatan inti Oo Oo Oo Oo Oo Pelaporan Oo Oo Sasaran Sasaran kegiatan pengunaan pop up book sebagai media edukasi validasi emosional kegawatan mental anak pra sekolah adalah siswa PAUD Aisyiyah Purin Kendal. Metode evaluasi Metode evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pre test dan post test. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: kuesioner Kuesioner Masalah Mental Emosional pada Anak (KMME). HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari kegiatan pengabdian Copyright A 2025. JPMK, e-ISSN: 2654-7996 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan 29 Volume 7 No 1, 2025 masyarakat dapat terlihat dari nilai post test KMME pengunaan pop up book sebagai media edukasi validasi emosional kegawatan mental anak pra sekolah (Risnawati. Ida Hayati, 2. Tabel Distribusi Nilai Pre Test Peserta pengunaan pop up book sebagai media edukasi validasi emosional kegawatan mental anak pra sekolah Hasil Interpretasi Sesuai Meragukan Penyimpangan Total Tabel Distribusi Nilai Pre Test menunjukkan bahwa siswa PAUD dengan hasil Sesuai sejumlah 11 orang . ,1%) dan Meragukan 7 orang . ,9%). Tabel Distribusi Nilai Post Test Peserta pengunaan pop up book sebagai media edukasi validasi emosional kegawatan mental anak pra sekolah Hasil Interpretasi Sesuai Meragukan Penyimpangan Total Tabel Distribusi Nilai Post Test menunjukkan bahwa siswa PAUD dengan hasil Sesuai sejumlah 14 orang . ,8%) dan Meragukan 4 orang . ,2%). Mariana Putri Manurung berpendapat bahwa anak tidak dapat berkonsentrasi dipengaruhi oleh dua faktor yaitu, internal dan eksternal. Faktor internal yang muncul dari anak adalah ketidaksiapan dalam menerima pelajaran, kondisi fisik, dan kondisi psikologis anak tersebut. Faktor eksternal muncul dari luar anak seperti suara berisik yang mengganggu. Robert Dilts dan Jennifer Dilts . menyatakan bahwa sulitnya konsentrasi dikarenakan anak yang mempunyai banyak kekhawatiran, ingin melakukan hal lain, merasa lelah, lapar, dan canggihnya teknologi zaman sekarang yang dapat mengganggu konsentrasi anak seperti komputer dan internet juga mainan seperti video game. Menurut Dzuanda . , jenis-jenis Popup Book adalah : 1. Transformation, yaitu tampilan yang terdiri dari potongan popup yang disusun vertikal. Volvelles, yaitu tampilan yang menggunakan unsur lingkaran dalam pembuatannya. Peepshow, yaitu tampilan yang tersusun dari serangkaian tumpukan kertas yang menciptakan ilusi kedalaman dan Pull-tabs, yaitu sebuah tab kertas yang dapat digerakan untuk memperlihatkan gerakan tertentu. Carousel, yaitu teknik yang didukung oleh tali, pita atau kancing yang apabila dibuka dan dilipat membentuk benda kompleks. Box and Cylinder, yaitu gerakan kubus atau tabung yang bergerak naik di tengah halaman jika dibuka. Berdasarkan pelitian yang dilakukan oleh Rukiyati, dkk . , penelitian telah pembelajaran pop-up book untuk anak usia 4 sampai 5 tahun, sehingga media pop-up book layak digunakan menurut penilaian para ahli dan hasil tes, dan media pop-up book efektif meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 4 sampai 5 tahun (Angkawijaya. Karnita and Hapsari. SIMPULAN Simpulan masyarakat ini adalah orang tua perlu meningkatkan pengetahuan tentang validasi emosi anak pra sekolah sehingga memiliki kesehatan mental yang seimbang, hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini akan diserahkan kepada PAUD Aisyiyah Purin Kendal sebagai bahan pertimbangan untuk program peningkatan kesehatan mental anak pra sekolah. DAFTAR PUSTAKA