Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 BENTUK PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM SANITASI BERBASIS MASYARAKAT ( PAMSIMAS ) DI DESA BONGKANG KECAMATAN HARUAI KABUPATEN TABALONG Amalia Putri Dini* . Muhammad Riyandi Firdaus amaliaputridini0412@gmail. riyandi@stiatabalong. Program Studi Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Kelurahan Pembataan Tanjung AeTabalong Telp. /Fax . 2022484 Kode Pos 7012 Email : info@stiatabalong. ABSTRAK PAMSIMAS dilaksanakan dengan pendekatan berbasis masyarakat melalui keterlibatan dan pedekatan yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat melalui proses pemberdayaan untuk menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam memutuskan, merencananakan, menyiapkan, melaksanakan, mengoprasikan dan memelihara sarana yang telah dibangun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk keterlibatan masyarakat dalam setiap proses partisipasi publik untuk pemanfaatan hasil program PAMSIMAS di Desa Bongkang RT . 03 Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong. Faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat untuk mewujudkan sustainable development goals (SDG. dalam program PAMSIMAS di desa Bongkang RT . 03 Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan sampel sumber data berjumlah 6 orang informan dan tehnik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini berupa wawancara, observasi dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan analisis data model interaktif dari 4 aktivitas analisis data, yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi masyarakat dalam program PAMSIMAS di Desa Bongkang RT. 03 berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari, bentuk partisipasi dalam pengambilan keputusan terdapat musyawarah. Kemudian bentuk partisipasi dalam pelaksanaan terdapat partsipasi uang dan tenaga. Dan bentuk partisipasi pemanfaatan terdapat peningkatan konsumsi dan pendapatan. Serta terdapat saransaran yang terkait dengan bentuk partispasi masyarakat dalam evaluasi , merealisasikanan program Sustainable Development Goals (SDG. khususnya Goal nomor 6 yaitu penyediaan air minum dan sanitasi yang aman dan terjangkau untuk semua. Dan sesuai dengan visi Desa Bongkang yang ingin membangun Desa yang layak air bersih dan sanitasi. Faktor pendukung partisipasi antara lain kesadaran dan kemauan berpartisipasi serta mampu memberikan ide gagasan, sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan merupakan kepentingan serta minat masyarakat. Kata kunci : Partisipasi Masyarakat. Program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat. Desa Bongkang Kecamatan Haruai FORMS OF COMMUNITY PARTICIPATION IN THE COMMUNITY-BASED DRINKING WATER AND SANITATION PROGRAM (PAMSIMAS) IN BONGKANG VILLAGE. HARUAI DISTRICT, TABALONG REGENCY ABSTRACT PAMSIMAS is implemented with a community-based approach, involving the community and responding to their needs through an empowerment process to foster active community participation in deciding, planning, preparing, implementing, operating, and maintaining the facilities that have been built. The purpose of this study is to understand the forms of community involvement in each process of public JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 participation in the utilization of PAMSIMAS program results in Bongkang Village RT. Haruai District. Tabalong Regency, and to identify the supporting and inhibiting factors in achieving the Sustainable Development Goals (SDG. within the PAMSIMAS program in Bongkang Village RT. Haruai District. Tabalong Regency. The method used in this study is qualitative, with a sample size of 6 informants. Data collection techniques used in this research include interviews, observation, and documentation, which were then analyzed using an interactive data analysis model consisting of four data analysis activities: data collection, data condensation, data presentation, and conclusion drawing or data verification. The results of the study indicate that community participation in the PAMSIMAS program in Bongkang Village RT. 03 is functioning well. This can be seen from the forms of participation in decision-making, where deliberations were held. Participation in implementation included financial and labor contributions. Participation in utilization resulted in increased consumption and income. The study also provides suggestions related to forms of community participation in evaluation, realizing the Sustainable Development Goals (SDG. , particularly Goal 6, which is the provision of safe and affordable drinking water and sanitation for all, and aligns with the vision of Bongkang Village to build a village with adequate clean water and sanitation. Supporting factors for participation include awareness, willingness to participate, and the ability to provide ideas that meet the community's needs and interests. Keywords: Community Participation. Community-Based Drinking Water and Sanitation Program. Bongkang Village. Haruai District PENDAHULUAN Sebagai pelayanan publik yang mendasar, berdasarkan Undang-Undang No. 17 Tahun 2019 tentang mengatur dan mengelola sumber daya air, pemerintah pusat dan/ atau pemerintah daerah diberi tugas dan wewenang untuk mengatur dan mengelola sumber daya air. Pelayanan air minum dan sanitasi telah menjadi urusan wajib Pemerintah Daerah. Maka dari itu untuk mendukung kapasitas Pemerintah Daerah dalam menyediakan layanan air minum dan sanitasi yang memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Program Pamsimas berperan dalam menyediakan dukungan finansial baik untuk investasi fisik dalam bentuk sarana dan prasarana, maupun investasi non-fisik dalam bentuk manajemen, dukungan teknis, dan pengembangan kapasitas. PAMSIMAS telah menjadi salah satu program andalan nasional (Pemerintah dan Pemerintah Daera. untuk meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak dengan pendekatan berbasis masyarakat. Program PAMSIMAS I yang dimulai pada Tahun 2008 sampai dengan Tahun 2012 dan Pamsimas II dari Tahun 2013 sampai dengan Tahun 2015 telah berhasil meningkatkan jumlah warga miskin perdesaan dan pinggiran kota yang dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi, serta meningkatkan nilai dan perilaku JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 hidup bersih dan sehat di sekitar 12. 000 desa yang tersebar di 233 kabupaten/kota. Untuk terus meningkatkan akses penduduk perdesaan dan pinggiran kota terhadap fasilitas air minum dan sanitasi dalam rangka pencapaian target Akses Universal Air Minum dan Sanitasi dan target SDGs. Program PAMSIMAS dilanjutkan pada Tahun 2016 sampai dengan Tahun 2021 khusus untuk desa-desa di Kabupaten. Pada tahun 2022 PAMSIMAS dilanjutkan pelaksanaannya sebagai kegiatan untuk mendukung capaian air minum layak dan aman untuk seluruh masyarakat Indonesia pada tahun 2024 sesuai dengan RPJMN 2020 - 2024. (PUPR. PEDOMAN UMUM PAMSIMAS, 2. Dikutip dari PU Tahun 2023. PAMSIMAS dilaksanakan dengan pendekatan berbasis masyarakat melalui keterlibatan masyarakat . erempuan dan laki-laki, kaya dan miskin, dan lain-lai. dan pendekatan yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat . emand Kedua pendekatan tersebut dilakukan melalui proses memutuskan, merencanakan, menyiapkan, memelihara sarana yang telah dibangun, serta Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 melanjutkan kegiatan peningkatan derajat kesehatan di masyarakat termasuk di lingkungan sekolah. Ruang lingkup PAMSIMAS mencakup lima komponen program: Pemberdayaan pengembangan kelembagaan daerah dan Peningkatan perilaku higienis dan pelayanan sanitasi. Penyediaan sarana air minum dan sanitasi Hibah Insentif. Dukungan teknis dan manajemen pelaksanaan program. Pelaksanaan program PAMSIMAS juga tercakup dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Pemerintah Daerah penyelenggaraan pelayanan dasar bagi masyarakat di daerah yang akan datang, termasuk pelayanan air minum dan sanitasi. Partisipasi dan pemberdayaan merupakan salah satu cara yang efektif untuk merangsang kemandirian, dengan partisipasi masyarakat dalam penyusunan program pembangunan, dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, partisipatif dan pemberdayaan tindak lanjut upaya pemecahan masalah di masyarakat dan dilakukan secara bersamasama, dilakukan tentunya melalui musyawarah masyarakat, gotong royong, gotong royong dan gotong royong masyarakat yang dalam hal ini menjalin hubungan social (Purba, 2. Salah satu alasan lahirnya program PAMSIMAS ini adalah karena RPJMN 20202024 mencatat pencapaian kinerja akses pelayanan air bersih yang masih belum cukup memuaskan pada periode pembangunan Peningkatan akses air minum layak dan aman masih perlu terus Ada beragam tantangan dalam penyediaan akses air minum. mulai dari masih lemahnya tata kelola dan kelembagaan, hingga masih terbatasnya komitmen dan kapasitas pemerintah daerah. Sampai tahun 2018, akses air minum layak di Indonesia sudah mencapai JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 88% dari populasi dengan estimasi akses aman sebesar 7%, namun yang menikmati akses perpipaan baru sekitar 20%. asil survey Ekonomi Nasional BPS 2. Untuk menjamin semua masyarakat punya akses air minum layak dan aman, pemerintah menargetkan 100% akses air minum layak dan 15% akses AIr minum aman serta yang menikmati akses perpipaan sekitar 30% di tahun 2024. Seperti hal yang sudah dimandatkan dalam RPJMN 2020-2024. Disamping itu, pemerintah saat ini juga dihadapkan pada target pencapaian Sustainable Development Goals (SDG. tahun 2030 khususnya Goal nomor 6 yaitu penyediaan air minum dan sanitasi yang aman dan terjangkau untuk semua pada tahun 2030. Air bersih dan sanitasi layak adalah kebutuhan dasar manusia. Salah satu poin dalam tujuan pembangunan . ustainable goals/SDG. pada sektor lingkungan hidup adalah memastikan masyarakat mencapai akses universal air bersih dan sanitasi. Masyarakat desa merupakan salah satu strategi global untuk mengelola sumber daya air di batas terkecil wilayah. Pemberdayaan masyarakat sangat penting dilakukan agar masyarakat sebagai tujuan utama memiliki kemauan dan tenaga untuk memelihara dan meningkatkan kapasitasnya dalam memberdayakan sumber daya air yang merupakan kapasitas masyarakat. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah melalui program PAMSIMAS. Adapun yang menjadi pertanyaan besar dalam penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan hasil pamsimas dalam perspektif keamanan akses air bersih dan menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih yang berkelanjutan di desa Bongkang RT . Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong. Adapun yang menjadi pertanyaan turunan dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah masyarakat dalam setiap proses partisipasi publik untuk pemanfaatan hasil program Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 PAMSIMAS di Desa Bongkang RT . Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong? Apa saja factor yang menjadi pendukung dan penghambat untuk mewujudkan tujuan sustainable development goals (SDG. dalam program PAMSIMAS di desa Bongkang RT. 03 Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong? Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk : Mengetahui masyarakat dalam setiap proses partisipasi publik untuk pemanfaatan hasil program PAMSIMAS di Desa Bongkang RT . Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong. Mengetahui faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat untuk mewujudkan sustainable development (SDG. PAMSIMAS di desa Bongkang RT . Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong. Penelitian tentang Bentuk Partisipasi Masyarakat Dalam Program PAMSIMAS Di Desa Bongkang Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong memberikan kegunaan secara teoritis dan praktis sebagai berikut : Secara Teoritis Secara teoritis penelitian ini bermanfaat untuk pengembangan khasanah ilmu khususnya perspektif partisipasi masyarakat dalam program PAMSIMAS Di Desa Bongkang RT. 03 Kecamatan Haruai. Secara praktis Kepala Desa dan pemerintahan Desa yaitu sebagai suatu bahan masukan dalam melakukan usaha dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di berbagai bidang. PAMSIMAS di Desa Bongkang. Masyarakat yaitu agar menuju masyarakat yang lebih bertanggung jawab dan dapat terus berperan aktif mengikuti pembangunan di Desanya. Peneliti sendiri yaitu agar lebih mengetahui bagaimana partisipasi JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Desa Bongkang dan juga diharapkan pembangunan bisa lebih dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. TINJAUAN PUSTAKA Penlitian Terdahulu (Maulana, 2. yang berjudul AuPartisipasi Masyarakat Desa Pedawang dalam Pengembangan Wisata Sipare Karanganyar Kabupaten PekalonganAy. Kekuatan dalam penelitian ini adalah partisipasi tertinggi yang dilakukan oleh masyarkat yaitu partisipasi memberikan tenaga dan ide, dan metode serta prosedur penelitian di tampikan dengan lengkap dan jelas. Sedangkan kelemahan dalam penelitian ini adalah partisipasi dalam memberikan materil sangat kecil yang dikarenakan masyarakat sendiri lebih mengutamakan kebutuhan keluarganya terlebih dahulu ketimbang memberikan sumbangan untuk pengelolaan obyek wisata Sipare. Masih perlu adanya usaha untuk meningkatkan partisipasi masyarakatnya. (Sufriyadi. AuPartisipasi Masyarakat dalam Program Penyediaan Air Minum . dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Kabupaten Aceh JayaAy. Kekuatan dalam menunjukkan bahwa bentuk partisipasi masyarakat pada perencanaan di Desa Lhok Geulumpang berupa sumbangan pikiran dalam bentuk usulan, saran dan kritik, saat pelaksanaan berupa incash . dan inkind . ontribusi swadaya masyarakat/gotong royon. Peran tokoh masyarakat. Pemda dan Tim Fasilitator Masyarakat (TFM) mempengaruhi seluruh Manfaat lingkungan yang diperoleh oleh wilayah yang mendapatkan Program PAMSIMAS masuk kedalam aspek keberlanjutan sarana air minum dan sanitasi yang terlihat melalui perubahan perilaku hidup bersih Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 dan sehat. Sementara itu kelemahan dari penelitian ini adalah diperlukannya peran stakeholder untuk mengajak masyarakat Desa Lhok Geulumpang menghadiri dan memberikan usulan setiap pertemuan. Program PAMSIMAS pembangunan prasarana di lokasi lain, dukungan Pemerintah Daerah perlu dalam keberlanjutan diharapkan terus berjalan dan berkelanjutan, sehingga prasarana yang terbangun dapat terpelihara dan (Purba, 2. yang berjudul AuPartisipasi Masyarakat Dalam Program Penyedian Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Desa Jandiraya Kecamatan Dolog Masagal Kabupaten SimalungunAy. Kekuatan dalam Penelitian ini adalah partisipasi masyarakat dalam program penyedian PAMSIMAS sudah selesai sehingga sudah ada hasil nyata dari pembangunan PAMSIMAS. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan sudah cukup baik, terlihat dengan adanya masyarakat yang masih melaksanakan pembangunan PAMSIMAS sehingga pembangunan selesai. Dan kelemahan dari penelitian ini adalah tingkat partisipasi masyarakat masih tergolong rendah melaksanakan pembangunan PAMSIMAS Partisipasi masyarakat yang masih kurang ini disebabkan karena faktor pekerjaan yang dilakukan masyarakat desa jandiraya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa. (Ibal, 2. yang berjudul AuPartisipasi Masyarakat Dalam Program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Bernasis Masyarakat (PAMSIMAS) Tahun 2022 Di Desa Batu Putih Kabupaten Konawe SelatanAy. Kelebihan dalam penelitian ini adalah Bentuk Partisipasi Masyarakat dalam Program PAMSIMAS di Desa Batu Putih Kecamatan Kolono Timur JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Kabupaten Konawe Selatan adalah . Perencanaan, masyarakat nampak dalam tahapan Dalam tahap perencanaan. Program PAMSIMAS berupa sumbangan pikiran. Pelaksanaan, kegitan Pamsimas dilaksanakan setelah pencairan dana, partisipasi masyarakat adalah gotong royong saat pembersihan lahan untuk pembuatan bak penampung air bersih. Operasional dan Pemeliharaan, partisipasi infrastruktur Pamsimas yang telah dibangun berjalan dengan baik. Penguatan Keberlanjutan, masyarakat adalah mengikuti pelatihan pembukuan dan pelatihan memperbaiki peralatan yang rusak dan sebagainya. Dan kelemahan dari penelitian ini adalah tidak penelitian yang jelas. (Marulis, 2. yang berjudul Aupartisipasi masyarakat dalam Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsima. di Desa Naumbai Kecamatan Kampar Kabupaten KamparAy. Kekuatan penelitian ini adalah partisipasi masyarakat dalam air minum berbasis (PAMSIMAS) Desa Naumbai. Kecamatan Kampar. Kampar Kabupaten telah berpartisipasi dengan baik, hal ini terlihat dari keterlibatan desa masyarakat dalam kegiatan PAMSIMAS. Dan kelemahannya adalah masih kurangnya dalam meningkatkan dan mengembangkan keswadayaan masyarakat agar lebih mandiri dalam penyediaan air minum dan sanitasi lingkungan terutama melalui Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsima. , agar kedepannya masyarakat tidak selalu bergantung pada pemerintah. Paradigma Administrasi Publik Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Studi ini membahas tentang partisipasi masyarakat yang masuk kedalam paradigma public service. Dalam konsep pelayanan publik, posisi masyarakat ialah sebagai pengguna layanan, yang memiliki hak atas pelayanan publik serta berhak menuntut pelayanan yang seharusnya diperoleh. Namun, masyarakat sesungguhnya bukan hanya sekadar pengguna atau sering dianalogikan sebagai customer, melainkan dapat mengambil bagian dalam membuat dan merumuskan Partisipasi masyarakat merupakan salah satu konsep yang merujuk pada pengambilan keputusan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pelayanan publik. Partisipasi masyarakat sangat penting agar para penyelenggara pelayanan publik dapat lebih mengenal warganya, termasuk cara berpikir dan kebiasaan hidup warga masyarakatnya, masalah yang dihadapinya, apa yang disumbangkan dalam memecahkan masalah yang dihadapinya dan lain-lain. Konsep Dasar Administrasi Publik Konsep partisipasi masyarakat dalam pembangunan sudah mulai dikenalkan oleh pemerintah sejak awal tahun 1980-an melalui istilah pemberdayaan masyarakat. Masyarakat diharapkan untuk dapat berpartisipasi dalam membangun serta menjaga lingkungan dimana mereka berada. Untuk mengsukseskan gerakan pemberdayaan masyarakat tersebut kemudian pemerintah membentuk beberapa lembagalembaga PKK. LKMD, dan karang taruna sebagai wadah dalam mendorong komunitas lokal untuk berpartisipasi dan menjunjung solidaritas bersama Definisi partisipasi masyarakat Menurut (John. Echola M dan Hassan Shadily, 2. kata partisipasi berasal dari bahasa inggris AyparticipationAy yang berarti pengambilan bagian, pengikutsertaan. Menurut (Djalal. Fasli dan Dedi Supriyadi, 2. partisipasi dapat juga berarti bahwa pembuat keputusan menyarankan kelompok atau masyarakat ikut terlibat dalam bentuk JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 penyampaian saran dan pendapat, barang, keterampilan, bahan dan jasa. (Isbandi, 2. partisipasi masyarakat adalah keikutsertaan masyarakat dalam proses mengidentifikasi masalah dan potensi yang ada di masyarakat, pemilihan dan pengambilan keputusan tentang alternative solusi untuk menangani masalah, pelaksanaan upaya masyarakat dalam proses mengevaluasi perubahan yang terjadi . (Adisamita, 2. menyatakan, partisipasi masyarakat asalah pemberdayaan masyarakat, peran sertanya dalam kegiatan penyusunan perencanaan dan pembangunan, dan merupakan aktualisasi dan ketersediaan dan kemauan masyarakat untuk berkorban dan berkontribusi terhadap progam (Cohen. , & Uphoff. T, 1. memberikan rumusan partisipasi yang lebih aplikatif dan lebih nyata terjadi di masyarakat yaitu participation in decision making, participation in implementasion, participation in benefit, and patcipation in evalution. Dalam rumusan partisipasi tersebut peneliti dalam hal ini menggunakan participation in benefit dikarenakan sangat berkaitan dengan penlitian Participation in benefit atau yang biasa disebut partisipasi dalam pemanfaatan hasil ini tidak lepas dari hasil pelaksanaan yang telah dicapai baik yang berkaitan dengan kualitas maupun kuantitas. Dari segi kualitas dapat dilohat dari output, sedangkan dari segi kuantitas dapat dilihat dari persentase keberhasilan program. Berdasarkan dari beberapa pendapat para ahli, dapat ditarik kesimpulan bahwa partisipasi masyarakat merupakan keterlibatan atau keikutsertaan masyarakat secara sadar pengembangan dalam rangka mencapai suatu kondisi yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Dengan demikian masyarakat juga ikut berperan serta secara langsung dan aktif dalam aktivitas berupa perencanaan dan pelaksanaan Wujud dari partisipasi dapat Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 berupa saran, jasa ataupun dalam bentuk materi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam suasana demokrasi. Bentuk Partisipasi (Slamet, partisipasi masyarakat dalam pembangunan terdiri dari tiga bentuk, yaitu: Partisipasi dalam tahap perencanaan Partisipasi pada tahap ini maksudnya adalah pelibatan seseorang pada tahap penyusunan rencana dan strategi dalam penyusunan kepanitiaan dan anggaran pada suatu kegiatan/proyek. Masyarakat berpartisipasi dengan aktif dalam mengikuti rapat warga dan memberikan usulan, saran dan kritik pada rapat tersebut. Partisipasi dalam tahap pelaksanaan Partisipasi dalam tahap ini adalah pelibatan pekerjaan satu proyek. Masyarakat di sini dapat memberikan tenaga, uang ataupun material /barang serta ide-ide sebagai salah satu wujud partisipasinya pada pekerjaan Partisipasi dalam pemanfaatan Partisipasi pada tahap maksudnya adalah pemanfaatan suatu proyek Setelah proyek tersebut selesai dikerjakan. Partisipasi pada tahap ini berupa tenaga dan uang untuk mengoperasikan dan memelihara proyek yang telah dibangun. Menurut (Cohen. , & Uphoff. , bentuk partisipasi dapat dibagi dalam beberapa tahapan yaitu : Partisipasi dalam pengambilan keputusan Bentuk partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan bermacam-macam, seperti kehadiran rapat, sumbangan tanggapan atau Partisipasi dalam pengambilan keputusan merupakan suatu pertimbangan menyeluruh dan rasional. Partisipasi dalam pelaksanaan program JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Keberhasilan pembangunan tergantung dari adanya partisipasi masyarakat dalam keseluruhan tahap pelaksanaan program. Partisipasi dalam pelaksanaan program merupakan kelanjutan dari tahapan perencanaan yang sudah disepakati Dalam pelaksanaan program dibutuhkan partisipasi berbagai unsur, terutama pemerintah sebagai fokus atau sumber utama pembangunan. Lingkup partisipasi pelaksanaan program meliputi. menggerakkan sumber daya dan dana, kegiatan administrasi dan koordinasi, dan Partisipasi pelaksanaan program menjadi penentu keberhasilan program tersebut. Partisipasi dalam pemanfaatan Partisipasi dalam pengambilan manfaat adalah salah satu jenis partisipasi yang lebih Satu-satunya bahaya serius yang bisa muncul dalam pengamatan pada partisipasi jenis ini, para pengamat bisa mengabaikan fakta bahwa partisipasi dalam aspek-aspek penting lain, seperti pengambilan keputusan justeru tidak terjadi. Setidaknya ada tiga jenis manfaat yang dapat diperoleh dari partisipasi dalam sebuah proyek. perolehan manfaat secara materi, . sosial, dan . Partisipasi dalam evaluasi Ada tiga kegiatan utama bagaimana masyarakat dapat berpartisipasi dalam evaluasi proyek (Cohen. , & Uphoff. T, 1. tiga jenis evaluasi yaitu. evaluasi proyek terpusat . roject centered evaluatio. , . aktifitas politik . olitical activitie. , dan . opini publik . ublic opinion effort. Partisipasi evaluasi dapat disimpulkan bahwa project centered evaluation dinilai sebagai proses evaluasi formal, sedangkan political activities berkaitan dengan pemilikan anggota-anggota wakil rakyat lokal atau pemimpin lokal. Public opinion efforts merupakan opini publik dalam melakukan evaluasi terhadap suatu program mempengaruhi melalui media masa. Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Pendukung Partisipasi (Mulyadi, 2. mengatakan bahwa partisipasi ditentukan oleh beberapa faktor Sesuai dengan Kebutuhan masyarakat. Merupakan kepentingan dan minat Sesuai dengan adat istiadat masyarakat. Sifatnya mengikat setiap anggota masyarakat yang satu dengan yang lain. Selain itu faktor pendukung terjadinya partisipasi masyarakat juga diungkapkan oleh (Khairuddin, 1. bahwa suatu partisipasi yang terjadi di dalam masyarakat dapat dilihat dari segi motivasinya, karena ada paksaan dari atasannya, karena hanya mengikuti anggota masyarakat yang lain sebagai rasa solidaritas antar masyarakat, dan kesadaran dari anggota masyarakat tersebut. partisipasi masyarakat menjadi sangat penting. Partisipasi masyarakat merupakan suatu alat ukur untuk memperoleh informasi mengenai kondisi, dan kebutuhan kehadirannya program pembangunan serta proyek-proyek akan gagal. Bahwa masyarakat akan lebih mencapai proyek atau program pembangunan jika merasa dilibatkan dalam proses persiapan dan perencanaannya, karena mereka akan lebih mengetahui perihal proyek tersebut. Adanya anggapan bahwa merupakan suatu hak demokrasi bila masyarakat masyarakat itu sendiri Kerangka Konseptual Gambar 1. kerangka konseptual Penghambat partisipasi Undang undang No. 06 Tahun Faktor faktor yang mempengaruhi 2014 Tentang Desa ataupun menghambat partisipasi masyrakat tersebut dapat dibedakan dalam faktor internal dan eksternal, dijelaskan sebagai berikut: Pelaksanaan Program Pamsimas Dilandasi Dengan Kebijakan Pemerintah Yang Tertuang Dalam Undang-Undang No. Faktor internal untuk faktor faktor internal Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional [RPJP] 2005-2025 Tingkah laku individu berhubungan antara ciri ciri individu Bentuk Partispasi dengan tingkat partisipasi, seperti usia. PAMSIMAS tingkat pendidikan, jenis pekerjaan. Masyarakat Faktor Menurut Cohen and lamanya menjadi anggota masyarakat. Ophoff dalam Saputrie menjaga pembangunan . besarnta pendapat, keterlibatan dalam PAMSIMAS Bentuk Partisipasi : kegiatan pembangunan akan sangat Partisipasi Dalam Kesadaran masyarakat berpartisipasi serta berpengaruh pada partisipasi. Pengambilan mampu memberikan Faktor eksternal, menurut (Sunarti, 2. Keputusan ide gagasan Partisipasi Dalam PAMSIMAS faktor faktor eksternal ini dikatakan Sesuai Pelaksanaan Program Kemampuan Kebutuhan petaruh . , yaitu dalam dal ini Partisipasi Dalam stakeholder yang mempunyai kepentingan pemanfaatan Merupakan dalam program ini adalah pemerintah Partisipasi Dalam Evaluasi PAMSIMAS. desa/kelurahan minat masyarakat. Keberhasilan Program (RT/RW), tokoh masyarakat/adat dan Sesuai Kualitas Yang konsultan/fasilitator. Diinginkan Pentingnya Partisipasi Partisipasi masyarakat menurut (Tjahja, 2. ada tiga alasan utama mengapa JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Partisipasi Bermanfaat Dengan Baik Sumber : Peneliti,2024 Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 METODE PENELITIAN Pendekatan Dan Jenis Penelitian Pada penelitian ini peneliti menggunakan menekankan pada makna dan proses daripada hasil suatu aktivitas. Untuk melakukan penelitian seseorang dapat menggunakan metode penelitian tersebut yang sesuai dengan masalah, tujuan, kegunaan dan kemampuan Penelitian berhubungan dengan ide, persepsi, pendapat atau kepercayaan orang yang diteliti yang semuanya tidak dapat diukur oleh angka. Dalam penelitian kualitatif peneliti merupakan alat penelitian yang utama. Selanjutnya menggunakan teknik eksploratif untuk mengeksplor dan memperdalam pengetahuan tentang pemanfaatan hasil program Penyedian Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dalam perspektif partisipasi masyarakat di Desa Bongkang RT . Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong. Lokasi penelitian Dalam penelitian ini peneliti melakukan penelitian yang berlokasi di Desa Bongkang RT. Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong. Berdasarkan pemikiran untuk mengetahui atau melihat secara langsung bagaimana pemanfaatan hasil program Penyedian Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dalam perspektif partisipasi masyarakat di Desa Bongkang RT 03 Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong. Subyek Penelitian Subjek dalam penelitian ini yang menjadi informan penelitian adalah orang pilihan peneliti yang dianggap terbaik dalam memberikan informasi yang dibutuhkan kepda Dalam penelitian ini, subjek yang diambil untuk mengetahui pemanfaatan hasil program Penyedian Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dalam perspektif partisipasi masyarakat di Desa JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Bongkang RT . 03 Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong, maka data diambil dari : Kepala Desa Bongkang 1 orang Kepala BPD (Badan Permusyawaratan Des. 1 orang Kepala pengelola PAMSIMAS 1 orang Masyarakat Desa Bongkang RT. sebanyak 3 orang. Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah kata-kata dan tindakan para informan maupun dokumen-dokumen mendukung pernyataan informan. Untuk memperoleh data-data yang relevan dengan tujuan penelitian, maka data yang diperoleh berdasarkan sumber data sebagai berikut: Data primer Data primer merupakan data yang diperoleh dari lokasi penelitian ataupun data yang bersumber dari informan atau Data yang digunakan untuk analisis maupun untuk pembahasan hasil penelitian tentang pemanfaatan hasil program Penyedian Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) partisipasi masyarakat di Desa Bongkang RT . 03 Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong . Data sekunder Data pendukung dalam penelitian yang diperoleh secara tidak langsung atau melalui media perantara berupa laporanlaporan, buku-buku, jurnal, dokumendokumen, organisasi, visi dan misi serta data jumlah masyarakat yang berpartisipasi dalam program PAMSIMAS. Pengumpulan Data Berdasarkan sumber data diatas, teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah sebagai berikut: Observasi Observasi yaitu melakukan pengamatan langsung di lapangan secara sistematis serta Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 akurat terhadap fenomena-fenomena yang ada sesuai dengan topik pembahasan dalam Penelitian yang dilakukan peneliti yaitu dengan memperhatikan dan melihat sejauh mana pemanfaatan hasil program Penyedian Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). Dokumentasi Dokumentasi yaitu cara pengumpulan data dimana dokumen-dokumen yang dianggap permasalahan yang akan diteliti seperti buku-buku, jurnal, laporan-laporan, foto perundang-undangan, hasil karya dan lain Wawancara Pada wawancara, peneliti meminta supaya responden memberikan informan sesuai dengan yang dialami, diperbuat, atau sehari-hari PAMSIMAS di Desa Bongkang. Tujuan dilakukan wawancara adalah untuk menggali informasi secara langsung dan mendalam dari beberapa informan yang terlibat dalam progam PAMSIMAS ini. Wawancara dilakukan dengan face to face atau tatap muka langsung dengan informan, sehingga terjadi kontak pribadi dan melihat langsung kondisi informan. Analisis Data Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik analisis data yang dilakukan secara induktif, yakni berusaha mengabstraksikan data dari temuan di lapangan yang telah dikumpulkan dengan analisis data model interaktif seperti yang dikemukakan oleh (Miles,Mattehew B. Huberman dan Johny Saldana, 2. Berikut penjelasan komponen-komponen teknik analisis data model interaktif dari 4 aktivitas analisis data tersebut diatas, yaitu: Pengumpulan Data (Data Collectcio. , yaitu pengumpulan data pertama atau data yang masih mentah yang dikumpulkan dalam suatu penelitian. Kondensasi Data (Data Condesatio. , yaitu mengacu kepada sebuah proses pengabstrakan dan perubahan data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis yang dihasilkan ketika berada di lapangan saat penelitian berlangsung, dengan menulis catatan-catatan dalam file, membuat pedoman wawancara, dokumen dan bahan emperis lainnya Penyajian Data (Data Displa. , yaitu sebuah aktivitas yang menyajikan data peneliti mengambil sebuah kesimpulan sementara . dan juga dapat merencanakan suatu tindakan berikutnya bila terjadi data yang tidak lengkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan tersebut. Penarikan Kesimpulan atau Verifikasi Data (Conclution Drawing atau Data Verificatio. , yaitu sebuah aktivitas yang merumuskan kesimpulan berdasarkan dua aktivitas sebelumnnya. Kesimpulan ini dapat berupa kesimpulan awal dan kesimpulan akhir. Kesimpulan awal ynag dikemukakan masih bersifat sementara . dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data Jadi, dari uraian pembahasan teknik analisis data yang dikemukakan oleh (Miles,Mattehew B. A Huberman dan Johny Saldana, 2. tersebut diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa teknik analisis data telah disajikan dengan prosedur analisis data kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data yang merupakan sebuah prosedur yang saling terkait sebelumnya, selamanya dan setelah pengumpulan data dalam bentuk paralel, untuk membuat domain umum disebut AuanalisisAy Pengujian Keabsahan Data JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Triangulasi data merupakan teknik menggabungkan berbagai data dan sumber yang telah ada, triangulasi data merupakan teknik pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu. Maka terdapat triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data dan triangulasi Triangulasi Sumber Triangulasi sumber untuk menguji kredibiltas suatu data dilakukan dengan cara melakukan pengecekan pada data yang telah diperoleh dari berbagai sumber data seperti hasil wawancara, arsip, maupun dokumen lainnya. Triangulasi Teknik Triangulasi kredibiltas suatu data dilakukan dengan cara melakukan pengecekan pada data yang telah dipeoleh dari sumber yang sama menggunakan teknik yang berbeda. Misalnya data yang diperoleh dari hasil observasi, kemudian dicek dengan Triangulasi Waktu Waktu dapat mempengaruhi kredibilitas suatu data. Data yang dipeoleh dengan teknik wawancara dipagi hari pada saat narasumber masih segar biasanya akan menghasilkan data yang lebih valid. Untuk itu pengujian kredibilitas suatu data harus dilakukan pengencekan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi pada waktu atau situasi yang berbeda sampai mendapatkan data yang kredibel. untuk menilai suatu keputusan atau kebijaksanaan yang sedang berjalan. Partisipasi keputusan adalah proses dimana prioritasprioritas pembangunan dipilih dan dituangkan dalam bentuk program yang Dengan mengikutsertakan masyarakat secara tidak langsung mengalami latihan untuk menentukan masa depannya sendiri secara demokratis Berdasarkan temuan di lapangan terdapat musyawarah untuk pengambilan keputusan pada program PAMSIMAS di Desa Bongkang RT. 03 hal ini dapat dilhat dari bentuk partisipasi masyarakat yang dikaitkan dalam bentuk partispasi masyarakat dalam pemeliharaan dan menjaga hasil bangunan PAMSIMAS terlihat dari penuturan informan yang mengatakan bahwa masyarakat ikut pembangunan secara rutin berkala misalnya gotong royong seminggu sekali dan musyawarah untuk perbaikan serta PAMSIMAS keberlanjutan selanjutnya. Selain pada pemeliharaan dan menjaga hasil bangunan temuan di lapangan juga terdapat musyawarah hal ini dapat dilhat dari bentuk partisipasi masyarakat yang dikaitkan dalam bentuk partispasi yang dilakukan pemanfaatkan hasil bangunan dimana pada awal pembangunan sudah dimusyawarahkan kepada masyarakat siapa saja yamg mau ikut dalam program PAMSIMAS dapat mendaftarkan diri mempertimbangkan semaksimal mungkin untuk menggunakan PAMSIMAS secara ikhlas dan pribadi. HASIL DAN PEMBAHASAN Partisipasi Dalam Pengambilan Keputusan Dari hasil penelitian partisipasi dalam pengambilan keputusan menurut (Cohen, , & Uphoff. T, 1. adalah berupa pemberian kesempatan kepada pendapatnya untuk menilai suatu rencana atau program yang akan ditetapkan. Masyarakat juga diberikan kesempatan JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Partisipasi Dalam Pelaksanaan Program (Cohen. , & Uphoff. T, 1. keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 operasional pembangunan berdasarkan program yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaan program pembangunan, bentuk partisipasi masyarakat dapat dilihat dari jumlah . yang aktif dalam berpartisipasi, bentuk-bentuk yang dipartisipasikan misalnya tenaga, bahan, uang, semuanya atau sebagiansebagian, partisipasi langsung atau tidak langsung, semangat berpartisipasi, sekali-sekali atau berulang-ulang. Temuan di lapangan terdapat partsipasi pelaksanaan program hal ini dapat dilhat dari bentuk partisipasi masyarakat yang dikaitkan dalam bentuk partispasi dalam PAMSIMAS bentuk-bentuk yang dipartisipasikan adalah uang dan tenaga yang diperlukan misalnya untuk biaya pembelian alat-alat dan membantu perbaikan bila terdapat Selain itu partispasi dalam pelaksanaan juga dapat hal ini dapat dilhat dari bentuk partisipasi masyarakat yang dikaitkan dalam bentuk partispasi kemampuan pembangunan dimana setiap tahunnya ada peningkatan jumlah pengguna yang masyarakat yang aktif berpartisipasi. Serta program dan peningkatan pendapatan PAMSIMAS karena banyak masyarakat banyak yang menjadikan program PAMSIMAS sebagai sumber air utama pengganti sumur dan air sungai. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat mampu PAMSIMAS sebagai bentuk dari Partispasi Dalam Pemanfaatan (Cohen. , & Uphoff. T, 1. memberikan rumusan bahwa partisipasi dalam pemanfaatan adalah partisipasi masyarakat dalam menikmati atau memanfaatkan hasil-hasil pembangunan JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Partisipasi pemanfaatan hasil ini tidak lepas dari hasil pelaksanaan yang telah dicapai baik yang berkaitan dengan kualitas maupun Dari segi kualitas dapat dilihat dari output, sedangkan dari segi kuantitas dapat dilihat dari persentase keberhasilan Partisipasi dalam menerima hasil bangunan tergantung pada distribusi maksimal suatu hasil pembangunan yang Berdasarkan hasil temuan di lapangan ditemukan bahwa terdapat peningkatan pemanfaatan program PAMSIMAS. Hal ini dapat dilhat dari bentuk partisipasi masyarakat yang dikaitkan dalam bentuk merealisasikan hasil pembangunan. Menurut penuturan dari kepala desa dan BPD desa Bongkang bahwa banyak PAMSIMAS sebagai sumber air dan ada menggunakan sumur karena memiliki sumur pribadi sendiri namun hampir 90% masyarakat menggunakan PAMSIMAS PAMSIMAS. Peningkatan ini terlihat pada musim kemarau dimana banyak masyarakat beralih dari penggunaan sunur menjadi PAMSIMAS PAMSIMAS semenjak awal dibangun menunjukan bentuk realisasi masyarakat dalam program PAMSIMAS, dari yang awalnya belum mendaftarkan diri kemudian menjadi mendaftarkan diri untuk menggunakan PAMSIMAS. Partisipasi Dalam Evaluasi Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Dari hasil penelitian terkait partisipasi dalam evaluasi menurut (Cohen. , & Uphoff. T, 1. adalah partisipasi masyarakat dalam bentuk keikutsertaan menilai serta mengawasi kegiatan hasil-hasilnya. Penilaian ini dilakukan secara langsung, misalnya dengan ikut serta dalam mengawasi dan menilai atau secara tidak langsung, misalnya, memberikan saransaran, kritikan atau protes. Berdasarkan temuan di lapangan terdapat saran pada program PAMSIMAS di Desa Bongkang RT. 03 hal ini dapat dilhat dari bentuk partisipasi masyarakat yang terkait dengan bentuk partispasi dalam evaluasi untuk keberhasilan program sesuai dengan kualitas yang diinginkan yaitu agar kedepannya fasilitas dari PAMSIMAS ini lebih ditingkatkan lagi untuk lebih modern karena fasilitas PAMSIMAS yang sekarang ini masih sederhana. Selain itu juga terdapat masukanmasukan PAMSIMAS mulai dari peningkatan pemeliharaan agar bangunan tidak rusak serta meningkatkan aliran air yang mengalir dengan menambahkan mesinmesin dari PAMSIMAS. Faktor Pendukung Dan Penghambat Partisipasi Masyarakat Dalam Program PAMSIMAS Partisipasi sering diberi makna keterlibatan seseorang secara sukarela tanpa tekanan dan jauh dari perintah. Ada berbagai macam faktor yang mendorong kerelaan untuk keterlibatan ini, bisa solidaritas, bisa karena mempunyai tujuan yang sama dan bisa juga karena ingin melakukan langkah bersama walaupun tujuan berbeda. Partisipasi dipengaruhi oleh kesadaran sehingga masyarakat dapat berkesempatan JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 untuk menyampaikan ide atau gagasan dalam musyawarah, dapat ikut serta dalam pelaksanaan pembangunan dengan meluangkan waktu, tenaga, dan materi mewujudkan program pembangunan PAMSIMAS. Menurut (Mulyadi, 2. mengatakan bahwa partisipasi ditentukan oleh beberapa faktor yaitu: sesuai dengan Kebutuhan kepentingan dan minat masyarakat, sesuai dengan adat istiadat masyarakat dan masyarakat yang satu dengan yang lain. Temuan di lapangan ditemukan beberapa faktor pendukung partisipasi diantaranya, adanya kesadaran dan kemauan berpartisipasi serta mampu memberikan ide gagasan terhadap pembangunan program PAMSIMAS, faktor lainnya adalah karena kesesuaian anatara kebutuhan masyarakat itu sendiri kepentingan serta minat masyarakat dalam memanfaatkan hasil program PAMSIMAS. Pembangunan Keberlanjutan Sustainable Development Goals (SDG. SDGs merupakan merupakan komitmen bersama untuk mencapai kesejahteraan masyarakat sekaligus tetap melestarikan lingkungan. Secara khusus dalam penelitian membahas tentang tujuan dari pada SDGs nomor 6 yang mana tujuannya adalah untuk menjaga ketersediaan dan manajemen air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan bagi Untuk mewujudkan hal tersebut maka pemerintah melalui berbagai kebijakan program dan pembangunan yang terkait dengan air minum dan sanitasi dipenuhi melalui program PAMSIMAS. PAMSIMAS dilaksanakan dengan pendekatan berbasis Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 masyarakat melalui keterlibatan dan pedekatan yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat melalui proses pemberdayaan untuk menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam mengoprasikan dan memelihara sarana yang telah dibangun. Masyarakat Desa Bongkang khususnya pada RT. 03 secara keseluruhan PAMSIMAS baik dalam partisipasi perencanaan, pembangunan, pemanfaatan dan evaluasi Dengan masyarakat Desa Bongkang RT. 03 dalam program PAMSIMAS maka dapat membantu pembangunan keberlanjutan Sustainable Development Goals (SDG. khusunya goal nomor 6 yaitu penyediaan air minum dan sanitasi yang aman dan terjangkau untuk semua. KESIMPULAN Partisipasi masyarakat dalam program PAMSIMAS di Desa Bongkang RT. berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat Bentuk partisipasi dalam pengambilan Kemudian bentuk partisipasi dalam pelaksanaan terdapat partsipasi uang dan tenaga. Dan bentuk partisipasi pemanfaatan terdapat peningkatan konsumsi dan pendapatan. Serta terdapat saran-saran yang terkait dengan bentuk partispasi masyarakat dalam evaluasi. Merealisasikanan program Sustainable Development Goals (SDG. khususnya Goal nomor 6 yaitu penyediaan air minum dan sanitasi yang aman dan terjangkau untuk semua. Dan sesuai dengan visi Desa Bongkang yang ingin membangun Desa yang layak air bersih dan sanitasi. Faktor Pendukung JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Dalam partisipasi masyarakat di Desa Bongkang RT. 03 terdapat faktor-faktor pendukung yaitu : Adanya kesadaran dan kemauan memberikan ide gagasan terhadap PAMSIMAS. Sesuai masyarakat itu sendiri. Merupakan kepentingan serta memanfaatkan hasil program PAMSIMAS. SARAN