Jurnal Semnasdik Vol. No. Desember 2024, hlm. Implementasi Model Direct Instruction Berbantuan Media Interaktif Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA Siswa Sekolah Dasar Rivaldo Paul Telussa1. Nova Telussa2. Kevin Andrea Tamaela3 1Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Satya Wiyata Mandala. Nabire. Indonesia 2SD Negeri Inpres 02 Sanoba. Nabire. Indonesia 3Program Studi Pendidikan Biologi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Kristen Wacana. Sumba. Indonesia Email Penulis: rivaldopaultelussa@gmail. com 1 , telussanakupia@gmail. com 2, andreakevin127@gmail. ABSTRAK Penelitian yang dilatarbelakangi observasi awal yang menunjukkan rendahnya pemahamn konsep IPA. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa menggunakan model direct instruction berbantuan media interaktif materi siklus air dan ekosistem kelas i SD Negeri 02 Sanoba. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Inpres 02 Sanoba, tahun ajaran 2024/2025. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas i SD Negeri Inpres 02 Sanoba, sedangkan sampel berjumlah 25 siswa. Data dalam penelitian ini dihimpun melalui instrument tes yang berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis deskriptif dan menggunakan Uji Normalisasi Gain untuk menjawab peningkatan. Hasil yang diperoleh menunjukkan pemahaman konsep setelah pembelajaran dengan model direct instruction berbantuan media interaktif memperlihatkan adanya perubahan. Sementara untuk hasil uji N-gain diperoleh 1. 00 pada kategori tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model direct instruction berbantuan media interaktif layak dan dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Kata kunci: Pemahaman Konsep, model direct instruction, media interaktif. ABSTRACT The research was motivated by initial observations that showed low understanding of science concepts. This study aims to improve students' understanding of concepts using the direct instruction model assisted by interactive media on water cycle and ecosystem material in class i SD Negeri 02 Sanoba. This research was conducted at SD Negeri Inpres 02 Sanoba, 2024/2025 school year. The population in this study were third grade students of SD Negeri Inpres 02 Sanoba, while the sample size was 25 students. The data in this study were collected through a multiple choice test instrument. The data collected was then analysed descriptively and used the Gain Normalisation Test to answer the increase. The results obtained showed that the understanding of concepts after learning with the direct instruction model assisted by interactive media showed a change. While for the N-gain test results obtained 1. 00 in the high category. Thus it can be concluded that the application of direct instruction model assisted by interactive media is feasible and can be used to improve students' concept understanding. Keywords: Concept Understanding, direct instruction model, interactive media. PENDAHULUAN Pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing secara global hanya dapat dilakukan yaitu melalui pendidikan Mardhiyah, et al. , . Tugiah & Jamilus, . Pendidikan dasar merupakan pondasi penting dalam membentuk pemahaman ilmiah siswa. Di tingkat sekolah dasar (SD), pembelajaran bertujuan mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep agar siswa dapat menghadapi tantangan ilmu pengetahuan modern. Salah satu bidang studi yang krusial adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), yang bertujuan meningkatkan rasa ingin tahu siswa terhadap fenomena alam (Aprina, et al. , . Rusminati & Juniarso . Pengelolaan pembelajaran yang efektif dapat meningkatkan motivasi belajar, menurunkan gangguan kelas dan meningkatkan hasil beajar secara keseluruhan Telussa, . Menurut Ambarwati, et al. , . , sistem pendidikan yang efektif harus mampu mengintegrasikan perkembangan teknologi dengan metode pembelajaran yang tepat untuk mencapai hasil belajar optimal. Sejalan dengan hal tersebut. Abdurrahman, et al. , . menegaskan bahwa transformasi digital dalam pendidikan telah menjadi kebutuhan mendasar di era modern, terutama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat sekolah dasar. Sementara itu. Muliastrini, . menjelaskan bahwa penguatan fondasi pendidikan dasar menjadi kunci dalam mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan abad 21. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas i pada SD Negeri Inpres 02 Sanoba, ditemukan bahwa bahwa pemahaman siswa terhadap konsep-konsep IPA masih rendah, terutama pada materi yang membutuhkan abstraksi seperti siklus air dan ekosistem. Guru cenderung menggunakan metode ceramah tanpa Terbit online pada laman web: https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP/ Telussa, dkk. Implementasi Model Direct Instruction dengan Media Interaktif bantuan media pendukung interaktif, yang menyebabkan siswa kurang termotivasi. Selain itu, keterbatasan media pembelajaran menjadi kendala utama dalam proses pembelajaran. Hal ini mengindikasikan perlunya inovasi dalam pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa secara lebih efektif. Model Direct Instruction (DI) merupakan pendekatan pembelajaran terstruktur dan sistematis yang dirancang untuk memastikan siswa memahami materi secara mendalam melalui instruksi langsung dari guru Maarif, et al. , . Pendekatan ini menekankan intervensi langsung, umpan balik cepat, dan pengelolaan kelas yang efektif. Dengan dukungan media interaktif, model ini mampu meningkatkan fokus siswa dan membantu mereka memahami konsep yang sulit dengan lebih baik Nizaar, et al. , . Menurut Aliyah, . , model ini memiliki keunggulan dalam memberikan pemahaman sistematis melalui tahapan yang terstruktur. Penelitian Suhartono, et al. , . , membuktikan bahwa implementasi direct instruction yang dipadu dengan media interaktif dapat meningkatkan retensi dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Sementara itu. Hidayati, et al. , memaparkan bahwa penggunaan media interaktif dalam pembelajaran mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Media interaktif dalam pembelajaran IPA memiliki berbagai keunggulan yang signifikan. Media interaktif, seperti animasi, video, dan simulasi digital, telah terbukti efektif meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPA Juniari, et al. , . Dwiqi, et al. , . Media ini membantu siswa memvisualisasikan konsep abstrak seperti siklus air atau proses fotosintesis dengan lebih konkret. Selain itu, penggunaan media interaktif dapat mendorong pembelajaran aktif dan kolaboratif, di mana siswa lebih terlibat dalam eksplorasi materi Resti, et al. , . Jannah & Atmojo . Yasa, et al. , . Erfan, et al. , . Berdasarkan penelitian Khusniawati, et al. , . mengungkapkan bahwa media interaktif memungkinkan visualisasi konsep abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami. Selanjutnya. Jafnihirda, et al. , . menambahkan bahwa interaktivitas media pembelajaran dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa Pemahaman konsep IPA merupakan fondasi penting dalam pembelajaran sains di tingkat sekolah Pemahaman konsep IPA adalah kemampuan siswa mengintegrasikan informasi dan menerapkannya pada situasi nyata Irsan, . Hal ini penting untuk membangun literasi ilmiah yang menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari. Rendahnya pemahaman konsep IPA berdampak tidak hanya pada hasil belajar tetapi juga pada minat siswa terhadap sains di jenjang pendidikan lebih tinggi. Penelitian Indiana . menunjukkan bahwa penguasaan konsep dasar IPA berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini didukung oleh temuan Dewi, et al. , . yang mengidentifikasi korelasi positif antara pemahaman konsep IPA dengan kemampuan pemecahan masalah. Lebih lanjut. Nugraha, . menegaskan pentingnya penguatan pemahaman konsep IPA sejak dini untuk membangun literasi sains yang kuat. Beberapa penelitian terdahulu tentang model direct instruction berbantuan media interaktif untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA yang telah dilakukan oleh Sudiar, et al. , . ZILLAH, . Apetatu, . Namun belum ada yang berfokus pada materi pelajaran siklus air dan ekosistem. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada pengembangan model direct instruction yang diintegrasikan dengan media interaktif khusus untuk pembelajaran IPA di tingkat sekolah dasar. State of the art dalam penelitian ini mencakup penggunaan teknologi terkini dalam pengembangan media pembelajaran interaktif. Sehingga yang menjadi urgensi penelitian ini semakin relevan mengingat tantangan pendidikan di era digital. Penelitian ini menawarkan inovasi dengan mengintegrasikan model direct instruction dan media interaktif untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa. Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan diatas, maka penulis tertarik melakukan penelktian terkait dengan AuImplementasi Model direct instruction Berbantuan Media Interaktif Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA Siswa Sekolah DasarAy. Hasil penelitian yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa dan juga membantu dalam mengembangkan keterampilan mengajar yang lebih inovatif dengan memanfaatkan media interaktif untuk mengatasi kendala dalam mengajarkan konsep-konsep abstrak, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan menarik. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan pre-eksperimen dengan rancangan One-Group PretestPosttest Design. Pendekatan ini dipilih untuk mengukur peningkatan pemahaman konsep IPA siswa setelah diterapkannya model direct instruction berbantuan media interaktif. Desain ini melibatkan satu kelompok subjek penelitian yang diberikan pretest, diberi perlakuan, dan diakhiri dengan posttest. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Inpres 02 Sanoba. Kabupaten Nabire. Subjek penelitian adalah siswa kelas i yang berjumlah 25 orang Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kebutuhan penelitian, yaitu siswa dengan tingkat pemahaman awal yang relatif homogen dan memiliki akses terhadap media interaktif. Desain penelitian One-Group Pretest-Posttest dapat dilihat pada gambar berikut ini: Terbit online pada laman web: https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP/ Telussa, dkk. Implementasi Model Direct Instruction dengan Media Interaktif Gambar 1. Desain Penelitian One-Group Pretest-Posttest Prosedur penelitian ini terdiri dari 3 tahapan utama yaitu persiapan dimana peneliti melakukan observasi awal untuk mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan dalam pembelajaran, menyusun instrumen penelitian yaitu soal pretest dan posttest dan skenario pembelajaran. Jumlah soal sebanyak 10 dalam bentuk pilihan ganda (PG). Soal yang diberikan pada tes akhir memiliki indikator yang sama dengan tes yang pertama. Tahapan kedua yaitu pelaksanaan dimana tahap ini peneliti melakukan pretest untuk mengukur pemahaman awal siswa terhadap konsep IPA, peneliti melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan skenario yang telah direncanakan dan melakukan posttest setelah proses pembelajaran untuk mengukur perubahan kemampuan pemahaman konsep IPA siswa. Tahapan selanjutnya yaitu tahap evaluasi dimana kegiatan untuk menganalisis hasil pretest dan posttest untuk mengukur pemahaman konsep IPA siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman konsep siswa menggunakan model direct instruction berbantuan media interaktif. Materi yang difokuskan adalah siklus air dan ekosistem Kelas 3. Deskripsi peningkatan pemahaman konsep siswa kelas i SD Negeri Inpres 02 Sanoba adalah sebagai berikut: Deskripsi Hasil Tes Kemampuan Awal Siswa Hasil tes awal untuk menentukan kemampuan awal siswa sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model direct instruction berbantuan media interaktif, dapat dilihat pada tabel 1. sebagai berikut: Tabel 1. Kualifikasi Skor Tes Kemampuan Awal Siswa Interval Skor Pencapaian Frekuensi Presentase (%) Kualifikasi 91 Ae 100 Sangat Baik 81 Ae 90 Baik 71 Ae 80 Cukup < 70 Gagal Rata-rata skor pencapaian siswa = 50. Berdasarkan hasil yang diperoleh Pada Tabel 1. dapat dilihat bahwa kemampuan awal siswa sebelum menerapkan model direct instruction berbantuan media interaktif, 100% siswa berada pada kualifikasi gagal dengan rata-rata skor pencapaian adalah 50. 6 berada pada kualifikasi gagal. Mengacu pada KKM yang ada yakni 65, maka 100% siswa dapat dinyatakan belum tuntas. Kegagalan atau ketidaktuntasan siswa ini disebabkan karena siswa tidak memiliki dasar pengetahuan yang cukup untuk memahami materi baru, sehingga mereka kesulitan menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya. Kondisi ini sangatlah wajar karena materi ini belum diajarkan kepada siswa, sehingga siswa belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai materi ini. Sesuai penelitian yang dilakukan oleh Trianto . , bahwa seorang siswa mengalami kesulitan belajar dalam suatu pengetahuan tertentu, yang salah satu penyebabnya karena pengetahuan baru diterima tidak terhubung dengan pengetahuan sebelumnya atau pengetahuan awal sebelumnya belum dimiliki. Wakano . juga mengungkapan bahwa siswa akan mengalami kesulitan dalam meningkatkan pemahaman dan penguasaan konsep jika materi yang diujikan belum pernah diajarkan, siswa kemungkinan besar tidak memiliki pengetahuan dasar untuk menjawab soal dengan benar. Deskripsi Hasil Tes Kemampuan Akhir Siswa Hasil tes akhir mengukur tingkat keberhasilan siswa setelah melaksanakan proses pembelajaran Proses pembelajaran di kelas dengan menerapkan model direct instruction berbantuan media interaktif, dapat dilihat pada tabel 2. sebagai berikut: Terbit online pada laman web: https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP/ Telussa, dkk. Implementasi Model Direct Instruction dengan Media Interaktif Tabel 2. Kualifikasi Skor Pencapaian Tes Akhir Siswa Interval Skor Pencapaian Frekuensi Presentase (%) 91 Ae 100 81 Ae 90 71 Ae 80 < 70 Rata-rata skor pencapaian siswa = 92. Kualifikasi Sangat Baik Baik Cukup Gagal Berdasarkan hasil yang diperoleh pada Tabel 2. Dapat terlihat bahwa setelah menerapkan model direct instruction berbantuan media interaktif dalam proses pembelajaran, sebanyak 15 . %) siswa mampu memahami siklus air dan ekosistem pada kualifikasi sangat baik, 8 . %) siswa mampu memahami siklus air dan ekosistem pada kualifikasi baik, 2 . %) siswa mampu memahami siklus air dan ekosistem pada kualifikasi cukup. Mengacu pada KKM yang ada yakni 65, maka dapat dinyatakan bahwa hasil rata-rata nilai tes akhir siswa keseluruhan berada pada kualifikasi sangat baik dengan rata-rata skor pencapaian 92. 8 berada pada taraf tuntas (T). Siswa berhasil mencapai ketuntasan belajar dikarenakan menggunakan model direct instruction berbantuan media interaktif pada materi siklus air dan ekosistem, sehingga mempermudah pemahaman siswa dalam menyelesaikan persoalan-persoalan pada tes akhir. Hasil peneltiian yang dilakukan didukung oleh penelitian Wakano . , mengungkapan bahwa ketuntasan siswa ini disebabkan karena siswa telah memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang sebelumnya belum mereka miliki. Model dan media pembelajaran yang digunakan juga sesuai dengan kebutuhan mereka, hal ini menyebakan peningkatan pemahaman konsep siswa (Tamaela, et al. , 2. Deskripsi Peningkatan Pemahaman Konsep Siswa Menggunakan Uji N-Gain Pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan model direct instruction berbantuan media interaktif, dapat dilihat pada tabel 3. Sebagai berikut: Tabel 3. Kualifikasi Peningkatan Penguasaan Konsep Siswa Interval Skor Pencapaian Frekuensi Presentase (%) Kualifikasi g > 0,7 Tinggi 0,3 < g O 0,7 Sedang g O 0,3 Rendah Berdasarkan hasil yang diperoleh Pada Tabel 3. dapat dilihat bahwa 23 . %) mengalami peningkatan dalam pemahaman konsep siswa berada pada kualifikasi tinggi dan 2 . %) mengalami peningkatan pemahaman konsep berada pada kualifikasi sedang. Peningkatan pemahaman konsep siswa dikarenakan model direct instruction berbantuan media interaktif dapat membantu siswa untuk menerima penjelasan yang terstruktur, sistematis, dan jelas, sementara media interaktif membantu memperkuat visualisasi konsep serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran (Jufri, et al. , 2. Dengan kombinasi ini, siswa lebih termotivasi untuk belajar dan dapat menghubungkan teori dengan aplikasi praktis secara lebih efektif. Model direct instruction adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada struktur pembelajaran yang jelas, sistematis, dan terarah. Dalam penelitian ini, penerapan model direct instruction menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi siklus air dan Keberhasilan ini sejalan dengan temuan Suherlan . , yang menyatakan bahwa model direct instruction efektif dalam membangun pemahaman dasar siswa melalui penjelasan terstruktur. Selain itu, model direct instruction memberikan ruang bagi siswa untuk memahami langkah-langkah pembelajaran dengan lebih baik, seperti yang juga diungkapkan oleh Asmonah . Studi lain oleh Hermawati . mengonfirmasi bahwa model direct instruction sangat cocok untuk pembelajaran yang membutuhkan pemahaman mendalam terhadap konsep-konsep fundamental. Kelebihan direct instruction dalam pembelajaran IPA di tingkat SD terletak pada kemampuannya untuk membantu siswa menghubungkan teori dengan aplikasi praktis melalui penjelasan langsung dari guru. Siswa yang mengikuti model direct instruction cenderung lebih mudah memahami materi karena mendapatkan arahan yang jelas dalam setiap tahap pembelajaran Sumargo & Yuanita, . Selain itu, model direct instruction memungkinkan guru untuk mengevaluasi pemahaman siswa secara real-time, sehingga dapat dilakukan penyesuaian pembelajaran bila diperlukan Arianti, et al. , . Berdasarkan penelitian Suryadi . , direct instruction juga meningkatkan efisiensi waktu pembelajaran karena siswa dapat lebih cepat memahami materi dibandingkan dengan metode lain yang kurang terstruktur. Penggunaan media interaktif dalam penelitian ini terbukti memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan pemahaman konsep siswa. Media interaktif membantu siswa memvisualisasikan konsep abstrak menjadi lebih konkret, seperti yang ditunjukkan dalam studi oleh Putri & Muhtadi, . Kemampuan media ini untuk mengintegrasikan elemen visual, audio, dan kinestetik sangat relevan dalam pembelajaran IPA, terutama untuk materi yang memerlukan pemahaman tentang proses atau siklus Riniwanti, et al. , . Selain itu. Terbit online pada laman web: https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP/ Telussa, dkk. Implementasi Model Direct Instruction dengan Media Interaktif penggunaan media interaktif juga meningkatkan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran, seperti yang dilaporkan oleh Putri, et al. , . Kelebihan media interaktif dalam pembelajaran IPA di tingkat SD terlihat dari kemampuannya untuk membuat siswa lebih terlibat secara emosional dan intelektual. Media interaktif tidak hanya membantu siswa memahami materi, tetapi juga memotivasi mereka untuk belajar dengan cara yang lebih menyenangkan Wulandari, et al. , . Selain itu, media interaktif memberikan fleksibilitas kepada guru untuk menyampaikan materi secara variatif, sehingga siswa tidak mudah bosan Darmayanti & Widiani, . Studi oleh Pawana, et , . mengungkapkan bahwa media interaktif juga mempercepat transfer pengetahuan karena dapat diakses kapan saja dan berulang kali, sehingga siswa memiliki kesempatan untuk belajar sesuai dengan kecepatan mereka masing-masing. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dideskripsikan, maka dapat disimpulkan bahwa implementasi model direct instruction berbantuan media interaktif terbukti meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi siklus air dan ekosistem kelas 3 SD Negeri Inpres 02 Sanoba. DAFTAR PUSTAKA