Volume 7. Nomor 2, 2026, hlm 534-545 Jurnal Terapan Teknik Industri ISSN . 2722 3469 | ISSN [Onlin. 2722 4740 https://jurnal. id/index. php/jenius Digitalisasi konversi bill of materials (BOM) semi trailer side tipper: untuk mencapai akurasi pasokan dan manufaktur berkelanjutan di PT. UTPE Digitalization semi trailer side tipper bill of material (BOM) conversion: achieving supply accuracy and sustainable manufacturing at PT. UTPE Rifdah Zahabiyah*. Tria Okta Nur Selfiana * Politeknik Astra. Bekasi. Jawa Barat. Indonesia. Jl. Gaharu F-3 Lippo Cikarang. Bekasi 1750. Indonesia *Email: rifdah. zahabiyah@polytechnic. INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Histori Artikel Artikel dikirim 26/12/2025 Artikel diperbaiki 23/04/2026 Artikel diterima 30/04/2026 Kemajuan teknologi di sektor manufaktur telah secara signifikan meningkatkan efisiensi, kecepatan, dan akurasi pemrosesan data. PT. UTPE hanya mengizinkan 68% perbedaan antara data pasokan BulkPart dan Bill of Materials (BOM) produk Semi-Trailer Side Tipper, baik dari segi kuantitas maupun urutan routing produksi. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan sistem yang mengkonversi Bill of Materials (BOM) menjadi data pasokan BulkPart yang akurat menggunakan pendekatan Design Thinking, yang berfokus pada pemecahan masalah yang berpusat pada pengguna. Sistem ini dikembangkan melalui tiga iterasi prototipe berdasarkan umpan balik pengguna mengenai penggunaan dan Sistem yang dikembangkan, bernama KML Konversi Bill of Materials (BOM), berbasis Microsoft Excel dan ditingkatkan dengan rumus. Pivot Table, dan Makro VBA. Hasil implementasi menunjukkan sistem berhasil menyelesaikan semua perbedaan data, mencapai akurasi 100% yang ditunjukkan oleh hasil bahwa 67,8% perbedaan antara data dan stok diminimalkan menjadi nol sambil mengurangi waktu pemrosesan sebesar 109 menit tanpa mengorbankan kualitas data. Solusi ini juga mendukung keberlanjutan operasional dengan meminimalkan limbah material, mengurangi dampak lingkungan yang terkait dengan pergerakan material yang tidak perlu . , dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya. Studi ini memberikan kerangka kerja konversi digital praktis untuk akurasi pasokan material di lingkungan manufaktur. Kata Kunci: Daftar material (Bill of Materials/BOM). BulkPart. Design Thinking. Sistem Konversi. ABSTRACT Technological advancements in the manufacturing sector have significantly improved data processing efficiency, speed, and accuracy. PT. UTPE allows only 68% discrepancy between BulkPart supply data and the Bill of Materials (BOM) of the Semi-Trailer Side Tipper product, both in terms of quantity and production routing order. This study aims to develop a system that converts the Bill of Materials (BOM) into accurate BulkPart supply data using a Design Thinking approach, which focuses on user-centered problem solving. This system was developed through three prototype iterations based on user feedback regarding its usage and functionality. The developed system, named KML (Konversi Bill of Materials (BOM)), is based on Microsoft Excel and enhanced with formulas. Pivot Tables, and VBA Macros. The implementation results show the system successfully resolved all data discrepancies, achieving JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. ISSN . 2722 3469 | ISSN [Onlin. 2722 4740 DOI 10. 37373/jenius. 100% accuracy shown by the result that 67. 8% discrepancy form the data and stock are minimized into zero while reducing processing time by 109 minutes without compromising data quality. This solution also supports operational sustainability by minimizing material waste, reducing the environmental impact associated with unnecessary material movement . , and optimizing resource utilization. This study contributes a practical digital conversion framework for material supply accuracy in manufacturing Keywords: Bill of Materials (BOM). BulkPart. Design Thinking. Conversion System. Pendahuluan Kemajuan teknologi saat ini memungkinkan perusahaan untuk mengelola berbagai aktivitas dan tugas secara lebih efisien . Salah satu bentuk dukungan teknologi untuk industri adalah penerapan sistem digitalisasi dalam pengolahan data . Suatu sistem dapat didefinisikan sebagai sekumpulan komponen yang saling terhubung yang berfungsi untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi . Lebih lanjut, para sarjana lain mendeskripsikan sistem sebagai kumpulan elemen, komponen, atau variabel yang terorganisir, berinteraksi satu sama lain, saling bergantung, dan terintegrasi . Penerapan sistem digitalisasi dalam pengolahan data juga sejalan dengan kebutuhan PT UTPE, atau lebih dikenal dengan merek PATRiA. Dalam proses perakitan, terdapat proses penyediaan material dari gudang ke lini produksi. Manajemen pasokan material dari gudang terdiri dari beberapa kategori, seperti BulkPart. Fabricated Component. Purchase Parts, dan Raw Materials. BulkPart adalah komponen yang digunakan dalam proses perakitan dan umumnya mencakup berbagai jenis pengencang, seperti baut, mur, ring, dan pin. Sejauh ini, gudang belum memiliki sistem yang efektif, yang dapat dilihat dari kesalahan dalam penyediaan jumlah dan jenis material yang tidak sesuai dengan Bill of Materials dan routing produksi, karena tidak adanya referensi data pasokan yang tepat. Kesalahan pasokan sering terjadi untuk kategori BulkPart. Masalah ini terjadi karena Bill of Materials (BOM) yang diterima tidak sesuai dengan routing produksi untuk kebutuhan data pasokan. Sehingga gudang secara manual membuat daftar pasokan berdasarkan data historis dan permintaan dari lini produksi. Namun, daftar pasokan tidak sinkron dengan baik jika ada produk dengan nomor bagian baru. Produk Semi-Trailer Side Tipper menjadi fokus penelitian ini karena memiliki lebih banyak komponen dengan kategori BulkPart dibandingkan produk lainnya. Material List Aktual Warehouse Gambar 1. Perbandingan perbedaan data persediaan gudang dengan Bill of Materials (BOM). Gambar 1 kita tahu bahwa ada 17 jenis BulkPart yang memiliki perbedaan kuantitas antara data material dengan aktual digudang. Selain itu, dari Gambar 2 dibawah menunjukkan bahwa terdapat 29 jenis BulkPart yang tidak ditemukan dalam data persediaan gudang, ini menunjukkan 536 Rifdah Zahabiyah. Tria Okta Nur Selfiana Digitalisasi konversi bill of materials (BOM) semi trailer side tipper: mencapai akurasi pasokan dan manufaktur berkelanjutan di PT. UTPE bahwa 46 jenis BulkPart memiliki perbedaan kuantitas antara Bill of Materials (BOM) dan data persediaan gudang. B - 4070 - 22427 B - 2230 - 12409 B - 1550 - 31210 B - 1520 - 21619 B - 1610 - 10825 B - 1560 - 50809 B - 1010 - 51021 B - 1620 - 10508 B - 1050 - 51230 B - 1620 - 12032 Gambar 2. Daftar Material List tidak tersedia di Gudang Pada produk Semi-Trailer Side Tipper, terdapat 67 jenis BulkPart, yang berarti 68% BulkPart tidak sesuai dengan Bill of Materials (BOM). 46 jenis BulkPart berjumlah 2551 pcs, jika pada tahun 2024 produksi Semi-Trailer Side Tipper berjumlah 228 Unit dengan asumsi bahwa semua kuantitas BulkPart di setiap PN sama, maka total perbedaan antara data persediaan dan Bill of Materials (BOM) adalah 581. 625 pcs/tahun. Dalam proses implementasi, proyek ini menggunakan Microsoft Excel, aplikasi pengolahan data yang menyediakan fitur perhitungan, pembuatan grafik, dan analisis data. Excel mendukung penggunaan Pivot Table sebagai alat untuk perbandingan, deteksi pola, dan identifikasi tren melalui ringkasan dan analisis data, memungkinkan kesimpulan ditarik lebih efisien dari kumpulan data besar . Selain itu. VBA Excel merupakan turunan dari bahasa pemrograman Visual Basic Microsoft yang tertanam dalam Microsoft Excel, yang berfungsi sebagai bahasa skrip untuk mengotomatiskan tugas berulang, meningkatkan fungsionalitas, dan memperluas kemampuan pengolahan data berbasis spreadsheet . VBA merupakan turunan dari bahasa pemrograman Visual Basic yang terintegrasi ke dalam Microsoft Excel . Penelitian ini menggunakan metode Design Thinking, seperti yang sebelumnya diterapkan dalam studi yang mengembangkan aplikasi berbasis kode QR yang merancang prototipe aplikasi. Beberapa studi sebelumnya, belum ada sistem konversi daftar material, beberapa pasokan BulkPart didasarkan pada routing. Selain itu, studi sebelumnya hanya berfokus pada UI/UX daripada akurasi pasokan manufaktur. Dalam studi ini, fokus Design Thinking diarahkan pada konversi data Bill of Materials (BOM) menjadi data pasokan BulkPart, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan masalah spesifik pengguna. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem konversi digital yang menghilangkan perbedaan antara Bill of Materials (BOM) dan data pasokan BulkPart untuk produk SST. Metode Dapat dikatakan bahwa penelitian ini bertujuan untuk menyajikan data dalam bentuk yang lebih mudah dipahami oleh pengguna. Pengolahan data bertujuan untuk mengubah data mentah menjadi informasi yang bermakna dan bermanfaat . Dari perspektif lain, data didefinisikan sebagai peristiwa yang berasal dari fakta . Proses visualisasi data meliputi Pengumpulan . engumpulkan dat. Penguraian . enyusun dat. Penyaringan . Penggalian . engidentifikasi pol. Penyajian . enyajikan visual dasa. Penyempurnaan . eningkatkan visualisas. , dan Interaksi . enambahkan interaksi penggun. Proses ini selaras dengan fungsi Microsoft Excel, yang mendukung pengolahan, tabulasi, dan manajemen data . Pendekatan Design Thinking digunakan dalam penelitian ini untuk membantu organisasi mengurangi risiko kegagalan inovasi melalui tahapan pembuatan prototipe dan pengujian . Dengan melakukan uji coba awal, kesalahan dapat diidentifikasi sebelum implementasi penuh, sehingga proses menjadi lebih hemat biaya dan waktu. Selain itu. Herbert Simon, dalam The ISSN . 2722 3469 | ISSN [Onlin. 2722 4740 DOI 10. 37373/jenius. Sciences of the Artificial, menekankan bahwa pendekatan desain iteratif memungkinkan proses pemecahan masalah yang lebih adaptif terhadap perubahan kondisi dan kebutuhan . Penerapan Metodologi Design Thinking dalam desain ulang UI/UX aplikasi i-Pusnas menunjukkan efisiensi yang tinggi . Hal ini sejalan dengan temuan, seperti dalam penelitian, yang membuktikan bahwa Design Thinking mampu menghasilkan prototipe aplikasi dengan hasil yang sangat baik . C Berempati (Empathiz. Berempati bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang pengguna mengenai penggunaan sistem konversi Bill of Materials (BOM) yang dikembangkan . Pada tahap ini. Empathize menggunakan alat, yaitu peta empati dan templat persona. Profil pengguna, keluhan dan kebutuhan telah diuraikan dan dirumuskan pada tahap empati. Dengan potensi perubahan yang diusulkan oleh pengembang adalah pembuatan sistem/alat yang dapat mengkonversi Bill of Materials (BOM) menjadi data pasokan BulkPart. Sehingga data pasokan sesuai dengan kuantitas dan routing dan dapat diperbarui ketika ada P/N baru. Gambar 3. Templat persona pengguna 1 dan peta empati. Gambar 3 mengilustrasikan profil Pengguna-1, yang kesulitan dan titik permasalahannya telah diidentifikasi. Peta empati menjelaskan kebutuhan, masalah, dan potensi perubahan yang diinginkan oleh Pengguna 1, yang bertanggung jawab atas distribusi suku cadang. Gambar 4 mengilustrasikan profil Pengguna-2, yang kesulitan dan titik permasalahannya telah Peta empati menjelaskan kebutuhan, masalah, dan potensi perubahan yang diinginkan oleh Pengguna 1, yang bertanggung jawab atas rencana produksi produk. Gambar 4. Templat persona pengguna 1 dan peta empati. C Mendefinisikan (Defin. Informasi wawancara dari tahap empati diproses untuk merumuskan masalah spesifik menggunakan alat POV (Point of Vie. yang memiliki 3 elemen perumusan, yaitu Pengguna. Kebutuhan, dan Wawasan. 538 Rifdah Zahabiyah. Tria Okta Nur Selfiana Digitalisasi konversi bill of materials (BOM) semi trailer side tipper: mencapai akurasi pasokan dan manufaktur berkelanjutan di PT. UTPE Tabel 1 menyajikan ringkasan dari kedua pengguna setelah mengidentifikasi kendala dan kesulitan mereka, menghasilkan kebutuhan masing-masing pengguna dan wawasan yang sesuai yang menggambarkan solusi yang diharapkan. Pengguna User -1 User - 2 Tabel 1. POV templat. Kebutuhan Insight Sebuah instrumen/cara agar pasokan Data pasokan BulkPart tidak sesuai data BulkPart dipasok sesuai dengan dengan standar. quantity dan routing produksi standar. Sebuah instrumen/cara agar dapat Kesulitan memasok BulkPart sesuai memasok BulkPart sesuai dengan jumlah standar dan routing produksi. quantity dan routing P/N terbaru. Sebuah instrumen/cara agar BulkPart Potensi kesalahan dalam memasok dipasok sesuai dengan routing produksi BulkPart dan jumlah standar yang dibutuhkan. ketidaktepatan jadwal produksi sesuai C Mengembangkan ide (Ideat. Setelah merumuskan kebutuhan pengguna pada tahap definisi, pengguna kemudian akan mengajukan ide-ide terkait solusi masalah yang kemudian diproses oleh pengembang. Tahap ideasi diorganisir menggunakan metode brainstorming 6-3-5 kepada tiga pengguna. Kemudian ditentukan menggunakan metode Cluster Vote Discuss Decide (CVDD). Ide Tabel 2. Templat curah pendapat. Anggota 2 (Prit. Sistem yang digunakan Rancangan sistem yang bisa membuat data pasokan penggunaan BulkPart pada BulkPart sesuai quantity masing-masing secara praktis . secara cepat . Perbaikan komunikasi antara departemen yang terkait. Alat atau sistem yang dapat untuk pembahasan tentang mengidentifikasi komponen BulkPart yang penggunaan BulkPart dalam pembaharuan setiap sequence . Alat Pengecekan selisih data menghubungkan antara Bill pasokan BulkPart dengan of Materials (BOM) dan data BOM secara berkala . pasokan BulkPart . Anggota 1 (Ridwa. Anggota 3 (Tri. Work Instruction untuk membagi BulkPart ke sequence secara quantity benar . Sistem Konversi Bill of Materials (BOM) menjadi data pasokan BulkPart . Keterlibatan Engineering dalam proses pemasokan BulkPart . Tabel 2 menggambarkan proses brainstorming yang dilakukan oleh dua pengguna dan satu penulis, dengan tujuan menghasilkan ide sebanyak mungkin untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi oleh pengguna. Setelah mengumpulkan ide pada tahap brainstorming, tahap selanjutnya adalah tahap CVDD. Cluster Cluster Ide Hasil Vote Tabel 3. Templat CVDD. Cluster 1 Cluster 2 Perancangan Sistem Perbaikan Metode Kerja 1, 3. 1, 1. 2, 2. 2, 3. 2, 2. 3: 3 Vote (RPT) 2: 2 Vote (PT) 3: 2 Vote (PT) 1: 1 Vote (R) Cluster 3 Kolaborasi Department 3, 2. 1: 1 Vote (T) Tabel 3 menunjukkan hasil pengelompokan ide-ide yang telah dikumpulkan dan diberi peringkat yang kemudian akan dipilih oleh anggota tim. Setelah 9 ide dikelompokkan berdasarkan klasternya, langkah selanjutnya adalah tahap pemungutan suara. Pada Gambar 9, kumpulan ide ISSN . 2722 3469 | ISSN [Onlin. 2722 4740 DOI 10. 37373/jenius. dikelompokkan berdasarkan klaster sistem, peningkatan metode kerja, dan kolaborasi. Setelah itu, ide-ide tersebut dipilih, dan ide dengan hasil pemungutan suara tertinggi dipilih bersama dengan ide-ide lain dalam klaster yang sama. C Membuat prototipe dan menguji 1 (Prototype and Testin. Dari ide-ide yang telah dipilih, dibuatlah sebuah prototipe yang mencakup diagram, sketsa, dan storyboard untuk memberikan gambaran kepada pengguna mengenai ide-ide yang akan Gambar 5. Sketsa prototipe 1. Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5, dirancang untuk memudahkan pengguna dalam mengkonversi Bill of Materials (BOM) hanya dengan menekan tombol "perbarui data" untuk memperbarui kuantitas sesuai dengan rincian dalam bill of material. Berikut adalah skema sistem konversi yang digunakan dalam prototipe yang dikembangkan: Material List Ie Cleaning Ie Mapping Routing Ie Aggregation Ie Convert Ie Bulk Part Supply Data Ie save. Gambar 6. Diagram prototipe 1. Gambar 6 mengilustrasikan alur kerja sistem yang diusulkan, yaitu Sistem Konversi Daftar Material (Bill of Materials/BOM) menjadi Data Pasokan Komponen Massal. Sistem ini dirancang untuk mengatasi masalah utama dalam proses pasokan komponen, khususnya yang berkaitan dengan perbedaan data dan potensi kesalahan input. Gambar 7. Prototipe papan cerita 1. 540 Rifdah Zahabiyah. Tria Okta Nur Selfiana Digitalisasi konversi bill of materials (BOM) semi trailer side tipper: mencapai akurasi pasokan dan manufaktur berkelanjutan di PT. UTPE Gambar 7 mengilustrasikan antarmuka pengguna dan urutan penggunaan sistem yang Gambar tersebut menjelaskan setiap antarmuka pengguna sistem sesuai dengan langkah-langkah penggunaannya. Selanjutnya, hasil prototipe diuji pada tahap pengujian untuk mendapatkan umpan balik atau masukan dari pengguna tentang prototipe yang dibuat agar dapat ditingkatkan untuk mendapatkan hasil terbaik. Gambar 8 mengilustrasikan umpan balik yang diberikan oleh Pengguna 1 dan Pengguna 2 setelah pengujian tahap pertama prototipe sistem yang dikembangkan. Gambar 8. Formulir umpan balik pengguna 1 & 2 uji 1. Membuat prototipe dan menguji 2 Tahap prototipe 2 berisi perbaikan yang dirumuskan pada tahap pengujian prototipe 1 berdasarkan keinginan pengguna. Diagram tidak diperbaiki pada prototipe 2 karena prototipe 1 sudah memadai. Gambar 9. Sketsa prototipe 2. Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 9 yang telah direvisi berdasarkan masukan yang diberikan, fitur ini dirancang untuk memudahkan pengguna dalam mengkonversi Bill of Materials (BOM) hanya dengan menekan tombol Auimpor daftar materialAy lalu Auperbarui dataAy, serta menambahkan tombol Ausimpan dataAy sebagai hasil konversi. Gambar 10. Prototipe papan cerita 2. ISSN . 2722 3469 | ISSN [Onlin. 2722 4740 DOI 10. 37373/jenius. Gambar 10 mengilustrasikan antarmuka pengguna dan urutan penggunaan sistem yang dikembangkan setelah direvisi sebagai prototipe ke-2. Gambar tersebut menjelaskan setiap antarmuka pengguna sistem sesuai dengan langkah-langkah penggunaannya. Selanjutnya, hasil prototipe diuji pada tahap pengujian untuk mendapatkan umpan balik atau masukan dari pengguna tentang prototipe yang dibuat agar dapat ditingkatkan untuk mendapatkan hasil Gambar 11 mengilustrasikan umpan balik yang diberikan oleh Pengguna 1 dan Pengguna 2 setelah pengujian tahap kedua dari prototipe sistem yang dikembangkan. Gambar 11. Formulir umpan balik pengguna 1 tes 2. Membuat prototipe dan menguji 3 Prototipe tahap 3 berisi perbaikan yang dirumuskan pada tahap pengujian prototipe 2 berdasarkan keinginan pengguna. Diagram tidak diperbaiki pada prototipe 3 karena prototipe 1 sudah memadai. Gambar 12. Sketsa prototipe 3. Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 12 yang telah direvisi berdasarkan masukan yang diberikan, fitur ini dirancang untuk memudahkan pengguna dalam mengkonversi Bill of Materials (BOM) hanya dengan menekan tombol Auimpor daftar materialAy lalu Auperbarui dataAy, serta menambahkan tombol Ausimpan dataAy sebagai hasil konversi. Selain itu, terdapat opsi untuk mengubah nomor bagian menjadi PN baru. Gambar 13. Formulir umpan balik pengguna 1 tes 3. 542 Rifdah Zahabiyah. Tria Okta Nur Selfiana Digitalisasi konversi bill of materials (BOM) semi trailer side tipper: mencapai akurasi pasokan dan manufaktur berkelanjutan di PT. UTPE Gambar 13 mengilustrasikan umpan balik yang diberikan oleh Pengguna 1 dan Pengguna 2 setelah pengujian tahap kedua dari prototipe sistem yang dikembangkan. Berdasarkan formulir umpan balik yang telah dibuat, pengembang kemudian membuat kartu pembelajaran untuk dokumen dasar guna melakukan perbaikan berulang. Gambar 14 menunjukkan kartu pembelajaran yang berisi peningkatan yang dikembangkan oleh peneliti, mulai dari prototipe 1, 2, dan 3 hingga hasil implementasi akhir. Gambar 14. Kartu pembelajaran. Hasil dan Pembahasan Implementasi Hasil implementasi diperoleh dari ide-ide yang dipilih dan kemudian diimplementasikan. Sistem ini dikembangkan menggunakan Microsoft Excel, dilengkapi dengan rumus. Pivot Table, dan Makro VBA untuk memastikan akurasi dan otomatisasi pemrosesan data. Berikut adalah hasil Gambar 15. Dasbor KML sistem . Gambar 15 menunjukkan hasil akhir dari sistem yang dikembangkan, termasuk antarmuka awal dan fitur modifikasi nomor bagian. Instruksi kerja Instruksi kerja dibuat agar pengguna/pengguna sistem dapat memahami cara menggunakan sistem KML Konversi Bill of Materials (BOM) dengan benar. Sistem yang dikembangkan harus ISSN . 2722 3469 | ISSN [Onlin. 2722 4740 DOI 10. 37373/jenius. disertai dengan petunjuk kerja yang akan memudahkan pengguna dalam mengoperasikan sistem, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 16. Gambar 16. Instruksi kerja. Pengujian sistem Pengujian sistem mencakup perbandingan kuantitas/perbedaan kuantitas dengan Bill of Materials (BOM) antara sebelum dan sesudah perbaikan. Saat menguji perbedaan antara Bill of Materials (BOM) dan hasil sistem KML, tidak ada perbedaan kuantitas. Berikut adalah bagan perbandingan sebelum dan sesudah perbaikan. Gambar 17 menunjukkan bahwa implementasi sistem konversi Bill of Materials (BOM) dapat meningkatkan akurasi data dengan stok aktual. Ini menunjukkan peningkatan dari tingkat kesalahan 68,7% menjadi nol kesalahan. 80,0% 70,0% 68,7% 60,0% 50,0% 40,0% 30,0% 20,0% 10,0% 0,0% Sebelum Improvement Sesudah improvement -10,0% Gambar 17. Pengujian sistem. Dampak QCDMP 544 Rifdah Zahabiyah. Tria Okta Nur Selfiana Digitalisasi konversi bill of materials (BOM) semi trailer side tipper: mencapai akurasi pasokan dan manufaktur berkelanjutan di PT. UTPE Perbaikan yang diterapkan harus terukur menggunakan parameter yang jelas. Melalui aspek QCDMP (Kualitas. Biaya. Pengiriman. Moral. Produktivita. , implementasi proyek ini berdampak dalam beberapa hal yang akan dijelaskan pada Tabel 4. Adapun Tabel 4, peningkatan ini dapat mengurangi biaya hingga Rp 3. 556,89, yang menunjukkan potensi pemborosan akibat kesalahan pasokan. Hal ini juga meningkatkan akurasi hingga 100% dan mengurangi waktu pencarian hingga 109 menit. Aspek Kulaitas Biaya Pengiriman Moral Produktivitas Tabel 4. Aspek QCDMP. Dampak Keakuratan pasokan material 100% dan memenuhi persyaratan. Pengurangan waktu pemrosesan sebesar Rp3. 556,89 dan potensi pemborosan akibat kesalahan penyediaan data untuk 46 jenis BulkPart/Unit. Mempercepat proses konversi data hingga 109 menit, menghasilkan ketepatan komponen BulkPart yang dipasok. Penghematan waktu ini dapat dimanfaatkan untuk tugas-tugas lain yang lebih produktif. Efisiensi proses meningkat karena pasokan data yang lebih akurat dan kesalahan yang diminimalkan. Simpulan Penerapan pemikiran desain dalam pengembangan sistem berdasarkan pendekatan berpusat pada manusia telah terbukti efektif dalam menghasilkan solusi yang selaras dengan kebutuhan pengguna sekaligus memungkinkan peningkatan berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan akurasi data tetapi juga mengurangi waktu pemrosesan dan biaya operasional, menjadikannya metode yang andal untuk mengembangkan sistem yang efisien dan berorientasi pada pengguna. Studi ini telah menghasilkan sistem Konversi Bill of Materials (BOM) kategori BulkPart atau dikenal sebagai Sistem KML untuk produk Semi-Trailer Side Tipper yang terbukti sangat efektif dalam meningkatkan akurasi data produksi dan efisiensi manajemen. Sistem KML berhasil mengkonversi Bill of Materials (BOM) menjadi data pasokan BulkPart yang sesuai dengan kuantitas dan rute produksi, memastikan perencanaan material yang akurat di setiap tahap proses. Selain itu, sistem ini menghilangkan perbedaan antara data pasokan dan Bill of Materials (BOM), sehingga mencapai keselarasan data yang lengkap. Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan panduan pasokan BulkPart yang mudah dipahami, memungkinkan pihakpihak terkait untuk menggunakannya secara efisien dan konsisten di seluruh operasi, sehingga meningkatkan koordinasi dan produktivitas secara keseluruhan dalam pembuatan Semi-Trailer Side Tipper. Peningkatan ini dapat mengurangi biaya hingga Rp 3. 556,89, yang menunjukkan potensi pemborosan yang disebabkan oleh kesalahan pasokan. Hal ini juga meningkatkan akurasi hingga 100% dan mengurangi waktu pencarian hingga 109 menit. Referensi