DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI PADA SISWA JURUSAN AKUNTANSI SMKN 15 SAMARINDA Novisa Riani1. Diana Imawati2. Yoga Achmad Ramadhan3. Siti Khumaidatul U4 Fakultas Psikologi. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Dukungan Sosial terhadap Motivasi Berprestasi pada Siswa Jurusan Akuntansi SMK Negeri 15 Samarinda. Motivasi berprestasi merupakan konsep personal yang merupakan factor pendorong untuk meraih atau mencapai sesuatu yang diinginkan agar meraih kesuksesan. Untuk mencapai kesuksesan tersebut setiap orang akan mengalami hambatan-hambatan akan dapat diatasi dan kesuksesan yang diinginkan dapat diraih, serta mampu mencapai berbagai macam prestasi dan kesuksesan dimasa depan. Pendekatan yang digunakan penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif yaitu kegiatan pengumpulan data dalam rangka menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang menyangkut keadaan pada waktu yang sedang berjalan dari pokok suatu penelitian. Analisa data yang digunakan menggunakan nalisa regresi. Subyek yang diambil pengambilan sampel uji coba digunakan 50 responden. Dari hasil penelitian bahwa variabel Dukungan Sosial (X) terhadap Motivasi berprestasi (Y) pada siswa jurusan akutansi SMKN 15 Samarinda dengan nilai F = 25. 295 dengan p = 0,000. Oleh karena p < 0,01 maka terdapat pengaruh yang signifikan antara Dukungan Sosial (X) terhadap Motivasi Berprestasi (Y). Terdapat pengaruh antara Dukungan Sosial (X) terhadap Motivasi Berprestasi (Y), dengan nilai F = 25. 295 dengan p = 0,000. Oleh karena p < 0,01 maka terdapat pengaruh antara Dukungan Sosial (X) terhadap Motivasi Berprestasi (Y). Dengan nilai (R. sebesar 0,345 maka penagruh yang diberikan oleh variabel Dukungan Sosial terhadap Motivasi Berprestasi sebesar 34,5%. Kata Kunci: Dukungan Sosial. Motivasi Berprestasi ABSTRACT The study was intended to see how social support would affect performance motivation for honor students in the country's SMK accounting department 15 samarinda. Motivation for excellence is a personal concept that is the driving factor in reaching out or achieving something desirable in order to achieve success. To achieve that success, everyone will face obstacles that are overcome and that success is achievable, and that can achieve many future achievements and successes. The approach that the study USES is a quantitative approach by using a descriptive method of data collection in order to test hypotheses or answer questions that involve circumstances at the time of the study. The data analysis used using the nalisa regression. Subject taken test samples used 50 From studies that variable social support . on high-achieving motivation . in student accounting sminda 15 samarinda with value f = 25,295 with p = 0,000. p < 0. 01 therefore there is a significant influence between social support . on performance motivation . There is an influence between social support . on highvalue motivation . , with a value of f = 25,295 with p = 0,000. As p < 0. 01 therefore there is an influence between social support . on executive motivation . With a value . 345 hence the boom Keywords: Social support, motivation overachievers PENDAHULUAN Gunawan . mengemukakan bahwa negara-negara yang perekonomiannya maju, masyarakat pada umumnya memiliki dorongan motivasi berprestasi yang tinggi. Dengan memiliki motivasi berprestasi maka akan muncul kesadaran bahwa dorongan untuk selalu mencapai kesuksesan dapat menjadi sikap dan prilaku permanen pada diri Motivasi berprestasi menjadi factor dorongan seorang individu menghadapi tantangan hidup sehingga mencapai kesuksesan. Begitu pula dengan Santrock . yang mengatakan bahwa motivasi berprestasi itu adalah keinginan untuk menyelesaikan sesuatu untuk mencapai suatu usaha dengan tujuan untuk mencapai kesuksesan Penelitian yang menunjukan bahwa siswa tidak mampu memahami dengan baik pelajaran yang disampaikan oleh guru-guru mereka. Hal ini menunjukan bahwa siswa tersebut tidak mempunyai motivasi yang kuat untuk belajar. Sehingga untuk memilih kegiatan lain diluar konteks belajar seperti menonton televise, sms, dan bergaul dengan teman sebaya. Bimakab. Banyak penelitian yang menunjukkan adanya korelasi antara capaian akademis dan motivasi, dimana motivasi berprestasi siswa juga dianalisa. Hasilnya menunjukkan kebutuhan berprestasi sebagai faktor utama dari komitmen siswa dan berkorelasi dengan performa akademis siswa. Motivasi berprestasi merupakan hal yang krusial dalam pembelajaran dua arah, yakni sebagai faktor dan tujuan belajar (Tempelaar, 2. Motivasi berprestasi merupakan hal yang krusial dalam pembelajaran dua arah, yakni sebagai faktor dan tujuan belajar (Tempelaar, 2. Motivasi akan mengindikasikan kegunaan seluruh waktu dan tenaga untuk mencapai standar objek yang telah ditentukan Keunikan dari motivasi berprestasi lainnya adalah konstruk orientasi tujuan dari belajar, kepercayaan alasan mengapa siswa berusaha berprestasi secara akademis (Pintrich, dalam Wantzel, 2. Motivasi berprestasi merupakan bekal untuk meraih sukses. Gunarsa . dorongan berprestasi merupakan usaha dalam pencapaian sasaran untuk memperoleh keberhasilan dalam persaingan dengan beberapa standar keunggulan. Motivasi berprestasi merupakan konsep personal yang merupakan faktor pendorong untuk meraih atau mencapai sesuatu yang diingkannya agar meraih kesuksesan. Untuk mencapai kesuksesan tersebut setiap orang mempunyai hambatan hambatan yang berbeda, dan dengan memiliki motovasi berprestasi yang tinggi diharapkan hambatan-hambatan tersebut akan dapat diatasi dan kesuksesan yang diingkan dapat diraih, serta mampu mengaktualisasikan diri dengan mencapai berbagai prestasi khususnya di bidang akademik. Dengan memiliki motivasi berprestasi maka akan muncul kesadaran bahwa dorongan untuk selalu mencapai kesuksesan dapat menjadi sikap dan perilaku permanen pada diri individu. Motivasi berprestasi dapat menjadi factor pendorong seseorang individu dalam menghadapi tantangan hidup sehingga mencapai suatu kesuksesan. Begitupula dengan Santrock . yang mengatakan bahwa motivasi berprestasi itu adalah keinginan untuk menyelesaikan sesuatu untuk mencapai sesuatu usaha dengan tujuan mencapai kesuksesan. Menurut Gunarsa . mengatakan, motivasi berprestasi merupakan ciri kepribadian seseorang, dan sesuatu yang mengenai apa yang dibawa dari Tetapi dipihak lain motivasi berprestasi merupakan sesuatu yang ditumbuh kembangkan mulai interaksi dengan lingkungan. Sedangkan lingkungan hidup yang terutama dari seorang anak adalah keluarga, sekolah, lingkungan pergaulan dan Menurut Suryabrata . motivasi berprestasi dipengaruhi pula oleh faktor sosial, yaitu hubungan yang terjalin antar manusia. Para atlet cabang olahraga beregu sebaiknya dapat mengembangkan interaksi positif, misalnya dalam bentuk kerjasama yang baik saat bermain. Kekompakan antar anggota tim ditentukan oleh adanya ketertarikan antara anggota dalam tim, hal ini mengisyaratkan adanya kohesi kelompok. Kohesi dalam tim olahraga mencerminkan rasa kesatuan anggota dalam timuntuk tetap terikat atau menyatu atau tetap tinggal dalam tim dan mencegahnya meninggalkan tim (Walgito, 2. Hasil penelitian McCormick dan Caroll . yang menunjukan salah satu penyebab 30% mahasisa Universitas Saint Luis tingkat pertama gagal lulus ke tingkat berikutnya dan 50% mahasiswa gagal menyelesaiakan masa studinya dalam jangka waktu lima tahun dikarenakan rendahnya motivasi berprestasi mereka. Penelitian Rathee & Singh . memberikan bukti bahwa motivasi berprestasi yang tinggi merupakan faktor penting yang membedakan tinggi rendahnya performa pemain dalam tim olahraga. Hasilhasil penelitian tersebut dapat dikatakan bahwa secara tidak langsung tinggi rendahnya motivasi berprestasi dapat mempengaruhi prestasi seseorang. Kegiatan untuk menumbuhkan motivasi berprestasi pada siswa bukanlah hal mudah untuk dilakukan. Rendahnya kepedulian orang tua dan merupakan salah satu penyebab sulitnya menumbuhkan motivasi pada remaja. Hal ini dapat dilakukan dalam bentuk dukungan, guna untuk meningkatkan motivasi berprestasi pada kalangan remaja. Maka orang tua dan guru perlu bekerja sama menumbuhkan motivasi tersebut dengan memberikan dukungan terbaik untuk mereka. Demi menghasilkan kolaborasi dalam rangka mencapai tujuan yang baik maka orang tua dan guru perlu bekerja sama untuk menghasilkan motivasi berprestasi yang baik. Seperti halnya dukungan yang dilakukan oleh Gottlieb . , bahwa dukumgam itu biasanya didapat dari orangorang terdekat yang akrab dengan subjek. Salah satunya dukungan dari orangtua yang berfungsi memberikan penguatan bagi remaja, yaitu dalam menumbuhkan rasa aman dalam melakukan partisipasi aktif, dan eksplorasi dalam kehidupan, yang pada akhirnya menumbuhkan peningkatan rasa percaya diri pada remaja untuk menghadapi situasi baru dan tantangan di dalam kehidupan. Sebagai contoh, dikemukakan pada hasil penelitian Hidayati. T . mengatakan bahwa ada pengaruh positif antara motivasi berprestasi dan dukungan orang tua terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran akutansi pada siswa kelas II MA AL-Asro Patemon Gunungpati Semarang tahun pelajar 2004/2005. Selain itu pentingnya dukungan sosial dapat berasal dari orang-orang sekitar individu seperti: keluarga, teman dekat, atau rekan. Dalam penelitian ini, yang akan kita lihat yaitu seberapa besar dukungan sosial yang berasal dari orang tua, guru, dan teman sebaya sehingga dapat mempengaruhi motivasi berprestasi. Dukungan sosial yang dimaksud yaitu dukungan sosial yang mengarah kepada motivasi berprestasi mereka, yang meliputi komponen-komponen dari sosial itu sendiri. Selain lingkungan keluarga, lingkungan sekolah juga berpotensi untuk memberikan dukungan bagi siswa. Contoh guru dapat membantu siswa memotivasi mereka untuk berprestasi dengan memberikan tugas yang membutuhkan keterlibatan siswa secara aktif dalam materi, mengkomunikasikan harapan yang tinggi sehingga siswa, dan secara konsisten memberikan prioritas utama tujuan akademik serta menciptakan lingkungan dan budaya sekolah yang baik. Tugas-tugas sekolah seringkali menjadi sumber permasalahan bagi anak dan Banyak ditemui siswa malas mengerjakan tugas, yang pada akhirnya mereka diberikan hukuman oleh guru. Hal ini membuat menjadi malas untuk pergi kesekolah. Dari sini bisa dilihat bahwa motivasi berprestasi memegang peranan dalam proses belajar Begitupula peran guru yang sangat penting dalam mengembangkan pola pikir siswa agar bersemangat untuk mencapai kesuksesan. Selain itu ada penelitian yang menunjukan bahawa siswa tidak mampu memahami dengan baik pelajaran yang disampaikan oleh guruguru mereka. Hal ini menunjukan bahwa siswa tersebut tidak memiliki motivasi yang kuat untuk belajar. Sehingga keinginan untuk memiliki prestasi itu cukup rendah. Siswa masih menganggap kegiatan belajar tidak menyenangkan dan memilih kegiatan diluar konteks belajar seperti menonton televisi, sms, dan bergaul dengan teman sebaya. Rendahnya motivasi berprestasi siswa bisa mendorong mereka unutk melakukan hal-hal yang negatif, seperti minum obat-obatan terlarang, pergaulan bebas dan lainnya. Di samping semua itu, ternyata peran guru disekolah juga dapat membangkitkan motivasi remaja sehingga ia mau melakukan serangkaian kegiatan belajar sehingga dapat memotivasi siswa untuk berprestasi disekolah. Pernyataan tersebut dapat menyatakan bahwa sekolah dan guru dapat memberikan pengaruh yang sngat kuat dalam perkembangan siswa. Karena pada dasarnya sekolah adalah pijakan awal seorang siswa. Sekolah memberikan suasana untuk membangkitkan diri sendiri sehubung denga prestasi dibidang akademik. Karena sekolah merupakan institusi didalam masyarakat dewasa ini yang sanggup memberikan sistem yang diperlukan unutk pendidikan mengenai karirintruksi, bimbingan, penempatan, dan koneksi sosial menurut Bachhuber dan Vinton . alam Santrock, 2. Remaja muda membutuhkan guru yang adil dan konsisten, yang dapat menyadari bahwa remaja membutuhkan seseorang untuk mendorong keterbatasan Karena guru yang berpengalaman cukup bijak memanfaatkan kebutuhan anak didik, sehingga dapat memancing semangat belajar anak didik agar menjadi siswa yang gemar belajar sehingga menghasilkan prestasi yang memuaskan. Meskipun demikian beberapa struktur kepribadian guru diasosiakan dengan hasil siswa yang positif contohnya, menunjukan antusiasme, kemampuan membuat rencana, kemampuan untuk membuat penilaian yang baik, kemampuan beradaptasi, kehangatan, keluwesan, dan kesadaran terhadap perbedaan individual, hal ini dapat dilakukan oleh pendidik guna meningkatkan motivasi berprestasi siswa. Dalam suatu studi yang dilakukan baru-baru ini pengharapan guru yang positif dapat dikaitkan dengan prestasi siswa yang lebih tinggi (Santrock, 2. Selain tugas seorang guru memberikan dukungan serta mendidik muridnya untuk memiliki motivasi berprestasi, ternyata penelitian Syaifudin . mengatakan guru haruslah bisa menampilkan karakter yang positif terhadap para siswa, agar proses belajar mengajar bisa berjalan efektif serta guru mampu membangkitkan motivasi berprestasi pada siswa. Maka dengan cara inilah siswa lebih tertarik menyenangi pelajarannya. Pelajaran dapat dianggap nyaman jika suasana belajarnya pun baik. Karena suasana belajar yang membuat siswa nyaman dapat menjalin interaksi positif antara dan murid karena interaksi tersebut akan mempelancar proses belajar dan penilain berasumsi bahwa semua akan mempengaruhi motivasi berprestasi bagi siswa. Adapun pengaruh teman sebaya dapat menjadi positif dan negatif (Santorck 2. yang menekankan bahwa melalui interaksi teman sebayalah anak-anak dan remaja mulai belajar pola hubungan timbal balik dan setara. Mereka belajar juga untuk mengamati dengan teliti terhadap minat dan pandangan teman sebaya, dengan tujuan untuk memudahkan proses penyatuan dirinya ke dalam aktifitas teman sebaya yang sedang berlangsung. Teman sebaya juga merupakan salah satu agen sosialisasi dalam mikrosistem karena bersama teman sebaya, kebutuhan-kebutuhan tertentu dari seseorang individu dapat terpenuhi serta teman sebaya dapat memberikan pengaruh yang baik perkembangan sosial, kognitif, dan psikologis. Pribadi remaja yang perkembangan dengan baik dapat dibentuk sejak dini didalam keluarga, karena keluarga merupakan lingkunga utama yang akan mempengaruhi perkembangan pribadi anak. Remaja yang hidupnya didalam keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan biologis, psikologis, maupun sosialnya akan tumbuh dan pada perkembangan dengan sehat, dapat mengaktualisasikan potensi-potensi yang dimilikinya, dan dapat belajar untuk menyelesaikan masalah dan tugas-tugas yang dihadapinya, termasuk tugas-tugas yang berkaitan dengan akademik. Berdasarkan permasalahan yang telah diatas, peneliti menarik melakukan penelitian tentang pengaruh dukungan sosial teman sebaya terhadap motivasi berprestasi pada siswa jurusan akuntansi SMK Negeri 15 Samarinda METODE Metode penelitian sangat menentukan karena menyangkut cara yang benar dalam pengumpulan data, analisa data, dan pengambilan kesimpulan hasil penelitian, dan metode penelitian (Sugiyono, 2. Berdasarkan pada judul yang di kemukakan, maka jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini adalah Sekolah Jurusan Akutansi SMK Negeri 15 Samarinda yang diperkirakan berjumlah 50 orang dengan berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Menurut sugiyono . AuPopulasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannyaAy. Perhitungan validitas aitem untuk skla motivasi berprestasi dalam penelitian ini menggunakan Statistical Product and service solution (SPSS) 22. 0 dengan metode Correlated-Item Total Correlation. Perhitungan validitas aitem dapat dihitung dengan mengkorelasi skor aitem dengan skor total aitem. Koefisien validitas dapat dianggap memuaskan apabila nilai r O Sehingga aitem-aitem yang mempunyai nilai dibawah 0,30 akan (Sugiyono. Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas pada 50 orang subyek penelitian skala motivasi berprestasi diperoleh hasil dari 45 aitem terdapat sebanyak 28 aitem yang memenuhi indeks daya diskriminasi (Vali. dan 17 aitem dinyatakan gugur dikarenakan nilai r O 0,30 dan Perhitungan validitas aitem untuk skala dukungan sosial dalam penelitian ini menggunakan Statistical Product and service solution (SPSS) 22. 0 dengan metode Correlated-Item Total Correlation. Perhitungan validitas aitem dapat dihitung dengan mengkorelasi skor aitem dengan skor total aitem. Koefisien validitas dapat dianggap memuaskan apabila nilai r O 0,30. Sehingga aitem-aitem mempunyai nilai dibawah 0,30 akan digugurkan (Sugiyon. Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas pada 50 orang subyek penelitian skala dukungan sosial diperoleh hasil dari 40 aitem terdapat sebanyak 29 aitem yang memenuhi indeks daya diskriminasi (Vali. dan 11 aitem dinyatakan gugur dikarenakan nilai r O 0,30. Analisa data yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah analisis agresi. Teknik analisis agresi adalah hubungan secara linier antara dua atau lebih Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel indenpenden dengan variabel dependen apakah masing-masing variabel indenpenden berhubungan positif atau negative dan untuk memprediksikan nilai dari variabel apabila nilai variabel indenpenden mengalami kenaikan atau penurunan (Sugiyono, 2. Analisa data dilakukan dengan menggunakan program SPSS. HASIL Pada penelitian ini mendapatkan pengaruh yang signifikan antara Dukungan Sosial terhadap Motivas Berprestasi dengan nilai F = 25. 295 dengan p = 0,000. Oleh karena p < 0,01 artinya Dukungan Sosial memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Motivasi Berprestasi pada siswa jurusan akuntansi SMKN 15 Samarinda. Diketahui pula nilai (R. sebesar 0,345 maka penagruh yang diberikan oleh variabel Dukungan Sosial terhadap Motivasi Berprestasi sebesar 34,5%. Selain penelitian yang menunjukan bahawa siswa tidak mampu memahami dengan baik pelajaran yang disampaikan oleh guru-guru Hal ini menunjukan bahwa siswa tersebut tidak memiliki motivasi yang kuat untuk belajar. Sehingga keinginan untuk memiliki prestasi itu cukup rendah. Siswa masih menganggap kegiatan belajar tidak menyenangkan dan memilih kegiatan diluar konteks belajar seperti menonton televisi, sms, dan bergaul dengan teman sebaya. Rendahnya motivasi berprestasi siswa bisa mendorong mereka unutk melakukan hal-hal yang negatif, seperti minum obat-obatan terlarang, pergaulan bebas dan lainnya. Disamping semua itu, ternyata peran guru disekolah juga dapat membangkitkan motivasi remaja sehingga ia mau melakukan serangkaian kegiatan belajar sehingga memotivasi siswa untuk berprestasi disekolah. Dengan demikian pengujian hipotesis yang dilakukan penulis membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikansi antara dukungan sosial terhadap motivasi Karena derajat dukungan sosial yang meliputi, dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental dan dukungan informasi yang diberikan pengaruh terhadap motivasi berprestasi siswa XI akutansi SMKN 15 Samarinda. Namun dalam penelitian lain ternyata, ada juga hal yang dapat meningkatkan motivasi berprestasi siswa selain dukungan sosial yaitu persepsi murid terhadap gurunya, dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Susuilowati. Ika . AuKorelasi Persepsi Hubungan Guru dan Murid dengan motivasi berprestasi murid SD Bhakti Kemaanggis. Jakarta-BaratAy menyatakan bahwa dari hasil kolerasi tersebut dapat dikatakan secara spasifik jika persepsi hubungan guru dan muridnya baik, maka akan diikuti oleh motivasi berprestasi yang tinggi atau sebaliknya, jika persepsi hubungan guru dan muridnya kurang baik maka akan diikuti poleh motivasi berprestasi yang rendah. Begitupula hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Tatik Hidayati . mengatakan bahwa ada pengaruh positif antara motivasi berprestasi dan dukungan orang tua terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran akutansi pada siswa kelas II MA AL-Asror Patemon Gunungpati Semarang tahun pelajar 2004/2005. KESIMPULAN Kesimpulan Diketahu bahwa variabel Dukungan (X) terhadap Motivasi berprestasi (Y) ada siswa jurusan akutansi SMKN 15 Samarinda dengan nilai F = 25. 295 dengan p = 0,000. Oleh karena p < 0,01 maka terdapat pengaruh yang signifikan antara Dukungan Sosial (X) terhadap Motivasi Berprestasi (Y). Terdapat pengaruh antara Dukungan Sosial (X) terhadap Motivasi Berprestasi (Y), dengan nilai F = 25. 295 dengan p = 0,000. Oleh karena p < 0,01 maka terdapat pengaruh antara Dukungan Sosial (X) terhadap Motivasi Berprestasi (Y). Dengan nilai (R. sebesar 0,345 maka penagruh yang diberikan oleh variabel Dukungan Sosial terhadap Motivasi Berprestasi sebesar 34,5%. sebagai penyempurnaan dengan penelitian serupa dan ada beberapa hal yang dapat dipertimbangkan untuk selanjutnya. Siswa diharapkan mampu meningkatkan motivasi berprestasi, belajar dengan giat, membuka diri untuk pengembangan pribadi, dan bias menerima saran dari orang tua, guruguru atau teman. Disarankan kepada seluruh staf SMK N 15 Samarinda untk meningkatkan kreatifitas siswa. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan pengalaman yang dialami dalam penelitian ini, penelitian menyadari bahwa masih banyak kekurangan didalam Untuk itu, ada beberapa saran untuk penelitian selanjutnya yang terkait membuat acara yang meningkatkan motivasi berprestasi pada siswa. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti motivasi berprestasi pada siswa disarankan menggunakan variabel lain dan teknik analisa data, sampel yang berbeda. Dapat memperluas jumlah sampel yang dipakai sehingga dapat memperkaya hasil penelitian. DAFTAR PUSTAKA