Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO. NON-PERFORMING FINANCING DAN FINANCING TO DEPOSITE RATIO TERHADAP RETURN ON ASSET PADA PT BANK SYARIAH MANDIRI PERIODE 2013-2020 Lela Latifah1. Wirman2 Universitas Singaperbangsa Karawang. Ekonomi dan Bisnis 1710631030104@student. wirman@feb. ABSTRACT The performance of the company is influenced by several factors. The purpose of this research is to determine and also analyze the effect of the Capital Adequacy Ratio (CAR). NonPerforming Financing (NPF) and Financing to Deposite Ratio on Return on Assets (ROA) at PT Bank Syariah Mandiri. The population of this study is all financial statements of Bank Syariah Mandiri, while for the sample the research uses the quarterly financial reports of Bank Syariah Mandiri from the 2013 to 2020 period. has no effect on ROA, partially NPF has a negative and significant effect on ROA, partially FDR has a positive and significant effect on ROA simultaneously Capital Adequacy Ratio (CAR) Non-Performing Finance (NPF) Financing to Deposite Ratio (FDR) has a significant effect to Return on Asset (ROA). The significance value of 0. 000 is smaller than 0. 05, because it can be stated that H0 is rejected and H1 is accepted Keyword: CAR. NPF. FDR. ROA ABSTRAK Kinerja pada perusahaan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan juga menganalisa mengenai pengaruh dari Capital Adequacy Ratio (CAR). Non-Performing Financing (NPF) dan Financing to Deposite Ratio Terhadap Return on Asset (ROA) pada PT Bank Syariah Mandiri. Populasi dari penelitian ini merupakan seluruh laporan keuangan Bank Syariah Mandiri sedangkan untuk sempel penelitiannya menggunakan laporan keuangan triwulan Bank Syariah Mandiri dari periode 2013 sampei dengan periode 2020. Hasil dari penelitiannya pengolahannya menggunakan uji t, dimana di dapat hasil bahwa secara pada variabel CAR tidak signifikan dan tidak berpengaruh terhadao ROA, secara parsial NPF memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA, secara parsial FDR memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ROA secara simultan Capital Adequacy Ratio (CAR) Non-Performing Finance (NPF) Financing to Deposite Ratio (FDR) berpengaruh secara signifikan terhadap Return on Asset (ROA). Nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 oleh karna itu dapat dinyatakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima Kata kunci: CAR. NPF. FDR. ROA usahanya dngan berdasarkan pada prinsip PENDAHULUAN Dalam sistem operasional perbankan di syariah, atau prinsip hukum islam yang telah Indonesia memiliki dua macam sistem diatur dalam fatwa majelis ulama Indonesia diantaranya ada perbankan konvensional dan seperti prinsip keadilan dan keseimbangan juga perbankan syariah. Hal tersebut telah (Aoadl wa tawazu. , kemaslahatan . , sesuai dengan UU No. 21 2008 tentang perbankan syariah, dimana bank syariah mengandung riba, zalim, maysir, gharar dan merupakan bank yang menjalankan kegiatan objek yang harm. (OJK, 2. Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 Ada beberapa indicator dalam menilai berdasarkan Global Islamic Finance Report tingkat kesehatan pada bank dan salah satu (GiFR) 2019 Indonesia telah menempati dari indicator tersebut yaitu merupakan urutan kesatu pada Islamic Finance Country laporan keuangan pada bank. Pada laporan Index (IFCI) yaitu dengan perolehan skor keuangan tersebut perhitungan pada rasio sebesar 81,93. Berdasarkan hasil dari GIFR keuangan bisa dilakukan hal ini dikarnakan tersebut peran Indonesia di industri perbankan rasio keuangan sering dijadikan sebagai dasar penilaian dari tingkat kesehatan pada lembaga mengukuhkan peranan nyatanya di dunia. Hal perusahaan perbankan (Syakhrun et al. , 2. ini dikarnakan pada tahun lalu Indonesia Dari hasil analisis laporan keuangan tersebut berada dalam posisi ke 6. dapat dilihat sehat atau tidaknya pada suatu Menurut Fahmi . potensi atas Gangguan ekonomi yang disebabkan keberhasilan pada perusahaan tergambarkan dalam suatu lapoan keuangan yang ada pada menimbulkan dampak berupa permasalahan bagi perbankan hal tersebut bisa terjadi dimana profitabilitas ini terdiri dari Return On dikarnakan lembaga yang menjadi perantara Asset dan juga Return On Equity. Rasio yang atau mendukung suatu kebutuhan bagi masyarakat ini mengalami bank panic dimana nasabahnya telah menarik dananya secara kemampuan dari keseluruhan asset yang telah besar-besaran dari suatu perbankan. digunakan merupakan rasio ROA. Sedangkan menurut OJK pada kuartal ke tiga tahun 2019 untuk Rasio ROE merupakan keuntungan mencatat bahwa Return On Asset pada yang dihasilkan dari besarnya kembalian atas perbankan telah berada pada kisaran level Profitabilitas adalah suatu indikator 2,48% sedangkan ditahun sebelumnya yaitu dalam menilai kemampuan dan juga kinerja 2,5% maka bisa dilihat bahwa ROA tersebut pada suatu lembaga dalam hal untuk turun (Kontan. id, 2. Berbeda dengan perbankan syariah di Indonesia pada masa pandemic covid-19 yang seluruh harta dari yang telah dimiliki. Apabila telah menunjukan pertumbuhan atau tren yang tingkat profitabilitas tinggi berarti hal ini positif (Liputan6. com, 2. Latarbelakang menggambarkan bahwa dalam mengerjakan terjadinya hal tersebut yaitu munculnya kegiatan operasionalnya lembaga tersebut kesadaran dari masyarakat sendiri mengenai mampu bekerja secara efektif dan juga efisien. membeli dan juga mengkonsumsi suatu Return On Asset dan Return On Equity produk yang halal menjadi meningkat yaitu merupakan rasio yang sering dipakai sebagai dikisaran 75,6% bahkan diantaranya juga alat untuk mengukur kinerja profitabilitas. memilih perbankan yang berperinsip syariah Pada penelitian ini yang akan dipakai yaitu (Endarwati. ROA dikarnakan rasio ini dalam mendapatkan Bahkan Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 keuntungan secara keseluruhannya diperoleh berasal modal lembaga perbankan itu sendiri dengan mengukur kemampuan manajemen (Moorcy et al. , 2. pinjaman dan dana Tingkat keuntungan bank akan semakin besar apabila ROA bank besar dan juga posisi diperoleh dari luar bank itu sendiri rumus bank dalam penggunaan asset akan semakin untuk menghitung CAR yaitu: dana-dana baik (Gunawan et al. , 2. CAR = TINJAUAN PUSTAKA Modal Bank Aktiva Tertimbang Menurut Risiko y 100% Return On Asset (ROA) Return On Asset merupakan suatu rasio Hasil dari penelitian yang telah dilakukan pengembalian keuntungannya dapat dilihat (Pratiwi, 2. memperlihatkan dari investasi yang ditanamkan sudah sejauh parsial bahwa Capital Adequacy Ratio mana kemampuannya untuk mempunyai pengaruh yang positif dan juga target keuntungan yang sesuai dengan yang Asset perusahaan yang telah Return Asset. Sedangkan dilakukan oleh (Nasution, 2. menunjukan secara parsial bahwa Capital Adequacy Ratio Berdasarkan atas hal tersebut ROA pada memiliki pengaruh yang negatif dan penelitian ini digunakan sebagai alat ukur signifikan terhadap Return On Asset. kinerja suatu perusahaan. Menurut (Fahmi. Non Performing Financing (NPF) Non Performing Finance adalah suatu 2. peningkatan pada profitabilitas terjadi rasio keuangan yang memiliki hubungan mengalami peningkatan hal tersebut tentunya terhadap resiko pembiayaan yang ada pada oleh pemegang saham dapat dinikmati. ROA ROA = Dalam sebagaimana telah di berikan oleh bank NPF Laba Sebelum Pajak y 100% Total Aktiva Capital Adequacy Ratio (CAR) memanajemen bank (Dewi, 2. Dimana Capital Adequacy Ratio merupakan rasio apabila pada rasio ini mengalami keadaan yang memiliki kegunaan sebagai alat untuk yang tinggi maka kualitas dari pembiayaan mengukur kecukupan modal yang telah pada bank akan semakin buruk, hal tersebut dimiliki oleh lembaga perbankan yang kemudian digunakan sebagai saranan untuk menghasilkan atau mengandung resiko . urat kondisi tersebut bank berkemungkinan akan berharga, penyertaan, kredit, tagihan kepada mengalami kondisi bermasalah semakin besar bank lai. yang telah dibiayai oleh dana yang (Anam & Kharunnisah, 2. Rumus untuk Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 menghitung besarnya nilai Non Performing yayaycI = Finance yaitu sebagai berikut: ycEyceycoycaycnycaycycaycaycu ycNycuycycayco yaycaycuyca ycEycnEaycayco yayceycycnyciyca y 100% NPF = Berdasarkan hasil dari penelitian (Fajar Sidik. Pembiayaan Bermasalah y 100% Total Pembiayaan memperlihatkan bahwa secara parsial Financing to Deposite Ratio berpengaruh Hasil penelitian yang dilakukan oleh positif dan signifikan terhaadap Return On (Nasution, 2. memperlihatkan dimana Asset. Sedangkan penelitian oleh (Anam & Non Performing Finance memiliki pengaruh Kharunnisah, 2. menunjukan hasil yang negative dan signifikan terhadap Return On berbeda bahwa secara parsial Financing to Asset, penelitian tersebut mendukung hasil Deposite Ratio berpengaru negative dan tidak penelitian dari signifikan terhadap Return On Asset. (Rahma, 2. dimana signifikan antara Non Performing Finance Kerangka Pemikiran: terhadap Return On Asset. Bisa dilihat pada gambar 1. 1 dibawah ini diketahui ROA (Y) merupakan variabel Financing to Deposite Ratio (FDR) Dependennya Menurut Eng . Financing to Independennya CAR(X. NPF(X. dan Deposit Ratio merupakan rasio yang bisa FDR(X. dipakai dengan tujuan untuk mengukur likuiditas pada lembaga keuangan perbankan. FDR yang bagus memiliki pencapaian yang Indonesia Sehingga FDR tidak bisa terlau tinggi ataupun terlalu rendah dikarnakan hal tersebut tidaklah (Istiyani. METODE Metode Diperlukannya menetapkan kisaran FDR menggunakan metode penelitian kuantitatif dikarnakan hal tersebut berpengaruh terhadap yang dimana data sekunder merupakan data yang akan digunakan populasi yang akan dipakai dalam penelitian ini yaitu merupakan FDR seluruh laporan keuangan pada PT Bank Syariah Mandiri sedangkan untuk sampelnya Rumus menghitung besarnya FDR yaitu: triwulan Bank Syariah Mandiri yaitu dari periode 2013 sampai dengan 2020 data tersebut bersumber dari web resmi PT Bank Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 Syariah mandiri yang dapat di akses melalui tidak adanya korelasi antara variabel id (Mandiri Syariah, bebasnya maka model regresi tersebut 2. Berdasarkan hal tersebut maka pada dinyatakan baik. Namun apabila variabel bebas pada mode regresi tujuan penelitian ini adalah agar dapat terjadi adanya korelasi yang tinggi mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dari . ada umumnya lebih dari 0,. dapat Capital Adequacy Ratio. Financing Deposite ratio, dan Non performing Financing terhadap Return On Asset. Pada penelitian ini Metode VIF dan alat uji yang dipakai yaitu merupakan SPSS Tolerance merupakan suatu metode Teknik analisis data menggunakan: Uji Asumsi Klasik Uji Heteroskedastisitas Uji Normalitas Penggunaan Penggunaan uji heteroskedastisitas ini bertujuan sebagai alat uji dalam bertujuan agar dapat mengetahui regresi apakah mengalami terjadinya perbedaan variance pada residuel dari maupun independent ataupun dari satu pengamat ke pengamat lain. keduanya berdistribusi normal atau Metode untuk menguji apakah ada mendekati normal ataupun mendekati tidak bisa menggunakan uji gleser Pada dilakukan karna digunakan sebagai alat uji statistic apa yang nantinya Uji Autokorelasi normalitas ini dapat diketahui dengan melihat signifikansi yaitu dengan Analisis Regresi Linier Berganda Penggunaan melihat tingkat kepercayaan sebesar berganda bertujuan untuk memprediksi rata- Jika nilai dari signifikansinya rata atau untuk mengestimasi atau juga rata- lebih dari 0,05 maka data merupakan rata dari populasi pada variabel terkait data yang berdistribusi normal. bebasnya yang diketahui. persamaan ycU = Uji Multikolinieritas Penggunaan pada uji multikolinieritas yu yu1 ycU1 yu2 ycU2 yu3 ycU3 A A A e ini bertujuan agar dapat mengetahui merupakan persamaan yang dapat dipakai agar dapat mengetahui mengenai pengaruh dari variabel independent terhadap variabel menggunakan model regresi. Apabila Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 Uji Hipotesis terkecilnya 11,35% untuk nilai terbesar Dalam menghasilkan suatu keputusan 17,68% rata-ratanya yang berupa menolak hipotesis ataupun 14,8438% dan standar defiasi 1,56273%. NPF menerima hipotesis dapat dilakukan dengan berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat nilai menggunakan pengujian hipotesis karna terkecilnya 2,44% untuk nilai terbesar 6,89% pengujian hipotesis bertujuan menghasilkan dan untuk nilai rata-ratanya 4,4647% dan prosedur yang dimaksut untuk mengambil standar deviasi 1,54359%. Pada vriabel FDR suatu keputusan. berdasarkan tabel tersebut nilai terkecil sebesar 73,89% untuk nilai terbesar 95,61% PEMBAHASAN dan untuk rata-ratanya 81,4844% dan standar Analisis Statistik Deskriptif deviasinya 6,03475%. Agar dapat mengetahui karakteristik dari sampel yang dipakai pada penelitian yang Uji Asumsi Klasik Normalitas Untuk menguji apakah data yang digunakan berdistribusi normal atau gambaran mengenai variabel yang akan dipakai tersebut. Tabel 1. 1 Descriptive Statistics Minimum Maximum ROA Mean CAR NPF FDR Valid N . Pengujian normalitas Std. Deviation signifikaninya yaitu dengan melihat tingkat kepercayaan 5%. Apabil nilai Bisa dilihat pada tabel 1. 1 berdasarkan signifikansinya lebih dari 0,05 maka tabel tersebut variabel dependennya yaitu berdistribusi normal nilai residualnya. ROA dan untuk variabel dependennya ada Tabel 2. 1 Uji normalitas beberapa diantanya CAR. NPF, dan juga One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized FDR. Pada nilai yang telah di observasi Residual memperlihatkan data yang dipakai pada Normal Parametersa penelitian ini sebanyak 32 sampel. pada tabel Most Extreme Differences tersebut bisa dilihat bahwa nilai terkecil dari ROA -0,04. Nilai terbesarnya sebesar 2,56% nilai rata-ratanya 1,0519% nilai tersebut dikategorikan cukup sehat karna berada diatas Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. ketentuan Bank Indonesia 0,05% dan standar Berdasarkan tabel 1. 2 pada uji deviasi 0,59414%. Pada variabel CAR normalitas besarnya jumlah ROA uji berdasarkan tabel tesebut dapat dilihat nilai Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 0,701. besar dari 0,10 untuk nilai VIF Berdasarkan hal tersebut maka nilai sebesar 2,901 lebih kecil dari 10. Berdasarkan hal tersebut maka pada karna 0,701 lebih besar dari 0,05 variabel CAR dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa nila residualnya Pada variabel NPF berdistribusi normal. nilai tolerance sebesar 0,389 lebih Multikolinieritas besar dari 0,10 untuk nilai VIF nya Pengujian multikolinieritas dilakukan sebesar 2,570 lebih kecil dari 10. dengan tujuan agar dapat mengetahui Berdasarkan pada model regresi apakah ada variabel NPF dapat diambil sebuah korelasi atau tidak antara variabel Metode VIF (Variance Sedangkan pada Inflation Facto. variabel FDR nilai tolerance 0,812 Apabila lebih besar dari 0,10 untuk nilai VIF sebesar 1,231 lebih kecil dari 10. terdapat hubungan antara variabrl Berdasarkan variabel FDR dapat diambil sebuah dikatakan baik. Apabila nilai VIF lebih dari 10 (VIF>. atau tolerance kurang dari 0,10 . olerance <0,. Heteroskedastisitas maka dapat dikatakan bahwa terjadi adanya multikolinieritas. Dilakukannya penelitian ditemukan atau tidaknya Tabel 2. 2 Uji multikolinieritas Coefficientsa Penelitian yang baik adalah penelitian Collinearity Statistics Model Tolerance VIF (Constan. heteroskedastisitas uji regresi dengan CAR NPF FDR dilakukan untuk melihat ada atau Dependent Variable: ROA tidaknya heteroskedastisitas. Berdasarkan pada tabel 2. 2 uji bahwa pada variabel CAR nilai Tolerance nya sebesar 0,345 lebih Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 Gambar 2. 1 Uji Heteroskdastisitas sebaliknya jika nilai Asymp. Sig . > 0,05 maka pada data tersebut tidak terdapat gejala autokorelasi. Tabel 2. 3 Uji Autokorelasi Runs Test Unstandardized Residual Test Valuea Cases < Test Value Cases >= Test Value Dapat dilihat pada gambar 2. 1 bahwa Total Cases titik-titik Number of Runs menyebar secara keseluruan ada yang Asymp. Sig. -taile. dia atas dan dibawah dengan acak Median tersebar dengan rata diatas sumbu X maupun Y. titik-titiknya juga tidak Berdasarkan tabel 2. 3 hasil output uji mengumpul hanya di atas atau bawah autokorelasi dengan run test diperoleh nilai Asymp. Sig . -taile. yang sebesar 0,208 nilai membentuk suatu pola tertentu. Maka tersebut lebih besar dari 0,05 berdasarkan pada uji heteroskedastisitas dapat pada hal tersbut maka dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa tidak terdapat gejala regresi ini tidak terdapat masalah penelitiannya bisa dapat dilnjutkan. Autokorelasi Untuk Analisis Regresi Linier Berganda Penggunaan pengujian uji regresi linier berganda bertujuan agar dapat mengetahui pengganggu antara satu variabel terhadap variabel dependen dan independent apakah ada pengaruh atau tidak yaitu dengan Untuk mendeteksi ada ycU = yu yu1 ycU1 yu2 ycU2 yu3 ycU3 Tabel 3. autokorelasi pada penelitian maka Uji regresi linier berganda Coefficientsa digunakan metode uji Run Test Standardized Unstandardized Coefficients pengujian pada run test apabila nilai Model dari Asymp. Sig . -taile. < 0,05 maka pada data tersebut terjadi (Constan. CAR NPF FDR Dependent Variable: ROA Std. Error Coefficients Beta Sig. Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 Y= -2,436 0,056 X1 -0,308 X2 Tabel 4. 1 Koefisien Determinasi Model Summaryb 0,049 X3. Nilai knstanta berdasarkan pada 1 yaitu memiliki nilai sebesar -2,436. Hal ini berarti menunjukan apabila variabel Model Analisis: R square = R2 x 100% 2,436. Pada variabel CAR (X. koefisien R square = 0,817 x 100% = 81,7% hal ini Berdasarkan menunjukan bahwa apabila pada variabel CAR naik sebesar satu satuan nilai ROA akan besarannya pengaruh CAR. NPF dan mengalami kenaikan sebesar 0,065. Pada juga FDR kepada ROA memiliki variabel NPF (X. koefisien regresinya pengaruh sebesar 81,7% sedangkan sebesar -0,308 maka hal ini menunjukan 18,3% dipengaruhi faktor lain yang bahwa apabila pada variabel NPF naik sebesar dalam penelitian ini tidak diteliti atau satu satuan nilai ROA akan mengalami penurunan sebesar 0,308. Pada variabel FDR Uji Signifikansi Parsial (Uji . (X. koefisien regresinya sebesar 0,049 maka Untuk mengetahui apakah terdapat hal ini menunjukan bahwa apabila pada variabel FDR naik sebesar satu satuan nilai variabel independent secara masing - ROA akan mengalami kenaikan sebesar masing, variabel independent pada 0,049. Estimate Dependent Variable: ROA dan FDR = 0, maka untuk ROA sebesar - 0,56 maka Std. Error of the Square Predictors: (Constan. FDR. NPF. CAR dependen pada penelitian ini yaitu CAR. NPF regresinya sebesar Adjusted R R Square penelitian ini terdiri dari Capital Uji Hipotesis Adequacy Koefisien Determinasi (R. Untuk Non Financing to Deposite Ratio (FDR) terhadap dependen yaitu Return On variabel indepenten pada penelitian Asset (ROA) maka pengujian uji diantaranya Capital Adequacy Ratio, signifikansi parsial inj dilakukan Non Performing Financing, dan Financing to Deposite Ratio secara (CAR) Performing Financing (NPF) dan seberapa besarnya pengaruh dari Ratio Tabel 4. 2 Uji Signifikansi Parsial Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients dependennya yaitu terhadap Return Model On Asset maka pengujian dengan menggunakan koefisien determinasi ini dilakukan. Berikut. tablel hasil (Constan. Std. Error CAR NPF FDR Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: ROA koefisien determinasi (R. Berdasarkan pada tabel 4. 2 dalam menentukan t tabel yaitu sebagai berikut = Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 0,05, n= 32 dan K = 3. Untuk menghitung t Dari tabel 4. 2 juga menunjukan nilai tabel: = 5% . df = N Ae K Ae 1 = 32 Ae 3 Ae signifikansi sebesar 0,000 dimana 1 = 28 . ,05: . = 2,048. nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 Hipotesis 1 yang berarti H0 ditolak dan H1 Bisa dilihat pada tabel 4. 2 pada uji Uji Signifikansi Simultan (Uji . bahwa secara parsial CAR tidak Untuk signifikan dan tidak berpengaruh variabel independent secara bersama terhadao ROA. Bisa dilihat bahwa sama memiliki pengaruh terhadap nilai pada t hitung 1,070 lebih kecil variabel depend maka pengujian dibandingkan dengan t tabel 2,048. dengan uji signifikansi simultan dapat Dari tabel 4. 2 juga menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,294 dimana pengaruh tersebut. nilai tersebut lebih besar dari 0,05 yang berarti H0 diterima dan H1 Tabel 4. 3 Uji Signifikansi Simultan ANOVAb Model Hipotesis 2 Bisa dilihat pada tabel 4. 2 pada uji Residual Total Sig. Diketahui pada tabel 4. 3 uji signifikansi simultan bisa dilihat bahwa F hitung 41,653 dan pada nilai signifikansi 0,000. Berdasarkan nilai pada t hitung 6,171 lebih besar pada hasil dari tabel 4. 3 tersebut menunjukan dari pada dengan t tabel yaitu 2,048. signifikansi memiliki nilai lebih kecil dari Dari tabel 4. 2 juga menunjukan nilai 0,05 oleh karna itu dapat dinyatakan bahwa H0 signifikansi sebesar 0,000 dimana ditolak dan H1 diterima sehingga dapat nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 diambil sebuah kesimpulan secara simultan yang berarti H0 ditolak dan H1 Capital Adequacy Ratio (CAR) Non Performing Finance (NPF) Financing to Hipotesis 3 Deposite Ratio (FDR) berpengaruh secara Bisa dilihat pada tabel 4. 2 pada uji signifikan terhadap Return On Asset (ROA). Setelah bahwa secara parsial FDR memiliki Mean Square Dependent Variable: ROA terhadap ROA. Bisa dilihat bahwa Predictors: (Constan. FDR. NPF. CAR bahwa secara parsial NPF memiliki Sum of Squares Regression pengolahan terdap data yang sudah diperoleh terhadap ROA. Bisa dilihat bahwa nilai pada t hitung 5. 600 lebih besar dari pada dengan t tabel yaitu 2,048. Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 mendukung hipotesis. Berikut pembahasan Berdasarkan hasil hipotesis 3 bisa dari hasil tersebut: dilihat pada tabel 4. 2 pada uji statistic tersebut memperlihatkan bahwa secara parsial FDR Pengaruh CAR terhadap ROA pada Bank Syariah Mandiri Apabila Capital Adequacy memiliki pengaruh positif dan signifikan Ratio terhadap ROA. Bisa dilihat bahwa nilai pada t mengalami kenaikan maka hal tersebut dapat 600 lebih besar dari pada dengan t berpengaruh terhadap Return On Asset yang tabel yaitu 2,048. Dari tabel 4. 2 juga akan ikut naik. Berdasarkan pada hasil menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,000 hipotesis 1 dimana memperlihatkan secara dimana nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 parsial CAR tidak signifikan dan tidak yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima berpengaruh terhadao ROA. Bisa dilihat bahwa nilai pada t hitung 1,070 lebih kecil Pengaruh CAR. NPF. FDR terhadap ROA pada Bank Syariah Mandiri dibandingkan dengan t tabel 2,048. Dari tabel Diketahui pada tabel 4. 3 uji signifikansi 2 juga menunjukan nilai signifikansi sebesar simultan bisa dilihat bahwa F hitung 41,653 0,294 dimana nilai tersebut lebih besar dari dan pada nilai signifikansi 0,000. Berdasarkan 0,05 yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak. pada hasil dari tabel 4. 3 tersebut menunjukan signifikansi memiliki nilai lebih kecil dari Pengaruh NPF terhadap ROA pada Bank Syariah Mandiri 0,05 oleh karna itu dapat dinyatakan bahwa H0 Apabila Non Performing Loan pada ditolak dan H1 diterima sehingga dapat perbankan mengalami terjadinya kenaikan diambil sebuah kesimpulan secara simultan maka hal tersebut dapat berpengaruh terhadap Return Asset Capital Ratio (CAR) Non Performing Finance (NPF) Financing to Berdasarkan hasil hipotesis 2 bisa dilihat pada Adequacy Deposite Ratio (FDR) berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Asset (ROA memperlihatkan bahwa secara parsial NPF memiliki pengaruh negatif dan signifikan KESIMPULAN terhadap ROA. Bisa dilihat bahwa nilai pada t Berdasarkan hitung 6,171 lebih besar dari pada dengan t pengujian dengan menggunakan sampel pada tabel yaitu 2,048. Dari tabel 4. 2 juga laporan keuangan triwulan pada PT Bank menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,000 Syariah Mandiri periode 2013-2020 dengan dimana nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 menggunakan SPSS 16 maka dapat ditarik yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Pengaruh FDR terhadap ROA pada Bank Syariah mandiri Secara parsial CAR tidak signifikan dan Apabila FDR semakin tinggi maka tidak berpengaruh terhadao ROA nilai keuntungan atau laba dari perusahaan akan signifikansi variabel CAR sebesar 0,294 semakin besar dengan demikian dengan dimana nilai tersebut lebih besar dari meningkatnya FDR maka ROA juga akan ikut Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 0,05 yang berarti H0 diterima dan H1 tumbuh-positif-1604596295 Fajar Sidik. Analisis pengaruh capital adequacy ratio (CAR). Non Performing Financing to Deposite Ratio (FDR) Terhadap Return On Asset (ROA) Pada Bank Syariah Mandiri ban Bank Muamalat tahun 2010-2015. , 1Ae Secara parsial NPF memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA nilai signifikansi variabel NPF sebesar 0,000 dimana nilai tersebut lebih kecil Gunawan. Purnamasari. , & Setiawan, . Pengaruh Car. Npf. Fdr, dan Bopo terhadap Profitabilitas (Ro. pada Bank Syariah Bukopin Periode 20122018. Jurnal Manajemen Sdm. Pemasaran. Dan Keuangan, 01. , 19Ae dari 0,05 yang berarti H0 ditolak dan H1 bahwa secara parsial FDR memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ROA nilai signifikansi variabel NPF Istiyani. Analisis Pengaruh CAR. NPF. FDR dan BOPO Terhadap Profitabilitas Pada Bank Syariah Mandiri. , 1689Ae1699. sebesar 0,000 dimana nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima Kontan. Return On Asset perbankan turun ke 2,48% per September https://keuangan. id/news/roaperbankan-turun-ke-248-per-september2019 Secara simultan Capital Adequacy Ratio (CAR) Non Performing Finance (NPF) Financing to Deposite Ratio (FDR) berpengaruh secara signifikan terhadap Return Asset (ROA). Nilai Liputan6. Di Tengah Pandemi. Perbankan Syariah Tetap Tumbuh Positif 9,22 Persen. https://w. com/bisnis/read/4 363732/di-tengah-pandemi-perbankansyariah-tetap-tumbuh-positif-922persen signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 oleh karna itu dapat dinyatakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima DAFTAR PUSTAKA