Volume: 4 | Nomor 1 | Mei 2026 | E-ISSN: 2987-9. DOI: 10. 47709/geci. V 4i1. Pengaruh Model Pembelajaran Dan Penggunaan Media Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Author: Didit Darmawan1 Alfi Nadiroh NF2 Lailatul Mubarok3 Afiliation: Universitas Sunan Giri Surabaya1,2,3 Corresponding email diditdarmawan@gmail. alfinadiroh8@gmail. mubaroklailatul03@gmail. Histori Naskah: Submit: 09-05-2026 Accepted: 12-05-2026 Published: 13-05-2026 How To cite: This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. International License Abstrak: Latar belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya hasil belajar siswa sekolah dasar yang disebabkan oleh kurang bervariasinya model pembelajaran serta belum optimalnya pemanfaatan media pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan aktif siswa agar hasil belajar meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model dan media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar berdasarkan berbagai penelitian Metode penelitian: Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh dengan menelusuri artikel ilmiah dari Google Scholar. ResearchGate, dan jurnal pendidikan nasional dalam 10 tahun terakhir. Sebanyak 20 artikel dipilih berdasarkan kriteria yang relevan dengan pendidikan dasar serta memiliki data empiris mengenai model pembelajaran, media pembelajaran, dan hasil belajar. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik sintesis isi untuk membandingkan berbagai model dan media pembelajaran dari penelitian terdahulu. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi model pembelajaran aktif seperti Problem Based Learning (PBL) dan Inquiry Learning dengan media pembelajaran interaktif seperti Canva, animasi audiovisual, dan media konkret/manipulatif memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa sekolah Berdasarkan sintesis 20 artikel, pendekatan tersebut terbukti meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman konsep, dan secara konsisten meningkatkan capaian akademik di berbagai mata pelajaran. Kesimpulan Penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa tidak hanya dipengaruhi oleh kecanggihan media pembelajaran, tetapi juga oleh ketepatan pemilihan model pembelajaran yang mampu mendorong partisipasi aktif siswa. Oleh karena itu, guru perlu mengombinasikan model pembelajaran aktif dengan media yang sesuai agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan hasil belajar siswa Kata kunci: Hasil Belajar. Media Pembelajaran. Model Pembelajaran. Pendidikan Dasar. Sistematic Literature Review. Pendahuluan Pendidikan berfungsi sebagai pilar fundamental dalam mengonstruksi kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing serta memiliki integritas karakter. Institusi pendidikan tidak hanya memosisikan diri sebagai entitas transmisi pengetahuan, melainkan juga sebagai wahana pembentukan sikap, sistem nilai, serta kecakapan peserta didik agar mampu mencapai perkembangan optimal sejalan dengan dinamika perubahan zaman. Internalisasi kesadaran global serta sensitivitas sosial sebagai bagian dari ranah afektif dapat difasilitasi melalui peran pendidikan sosial (Hariani, 2. Dalam era digital, penguasaan literasi Volume: 4 | Nomor 1 | Mei 2026 | E-ISSN: 2987-9. DOI: 10. 47709/geci. V 4i1. digital serta distribusi akses teknologi yang ekuitabel menjadi prasyarat penting dalam membuka aksesibilitas pendidikan (Arifin & Darmawan, 2. Keberadaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa pendidikan diarahkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi individu yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab sosial (Purbiyanto & Rustiana, 2. Dengan demikian, pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang unggul secara akademik sekaligus berkarakter. Sistem pendidikan merepresentasikan entitas integratif yang tersusun atas komponen masukan, proses, dan luaran. Peserta didik sebagai masukan diproses melalui aktivitas edukatif yang melibatkan interaksi antara pendidik, peserta didik, dan sumber belajar secara metodis. Tingkat keberhasilan proses pembelajaran dipengaruhi oleh ketepatan dalam memilih metode pedagogis yang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar siswa (Mardikaningsih, 2. Dalam sistem pendidikan, asesmen berfungsi sebagai instrumen untuk memverifikasi pencapaian tujuan instruksional (Junaedi, 2. Kualitas proses pembelajaran menjadi determinan utama keberhasilan akademik peserta didik (Purbiyanto & Rustiana. Capaian akademik dipandang sebagai indikator utama keberhasilan pendidikan karena merepresentasikan luaran proses pembelajaran. Hasil belajar tidak hanya mencerminkan penguasaan materi, tetapi juga perkembangan afektif dan psikomotorik peserta didik. Nurmala et al. menjelaskan bahwa hasil belajar mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pencapaian akademik dipengaruhi oleh faktor internal seperti kondisi fisiologis, inteligensi, minat, dan motivasi berprestasi (Anasro & Darmawan, 2. , serta faktor eksternal seperti lingkungan belajar, model pembelajaran, dan media instruksional (Syafi'i et al. , 2. Studi empiris menunjukkan bahwa otonomi belajar, lingkungan sosial, dan model pembelajaran berkontribusi terhadap peningkatan prestasi siswa (Khunafah et al. , 2024. Nengseh et al. , 2. Dalam kerangka konseptual, hasil belajar diklasifikasikan ke dalam tiga ranah utama, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ranah kognitif berkaitan dengan kemampuan memahami dan mengolah informasi, ranah afektif berhubungan dengan sikap dan nilai, sedangkan ranah psikomotorik menitikberatkan pada keterampilan praktik dan koordinasi motorik. Perspektif ini sejalan dengan Moore . yang memosisikan ketiga ranah tersebut sebagai dasar evaluasi pedagogis. Penelitian kontemporer menunjukkan bahwa model dan media pembelajaran yang adaptif mampu memperkuat ketiga domain tersebut secara seimbang (Wulandari et al. , 2024. Ramadhan & Darmawan, 2. Model pembelajaran memiliki pengaruh signifikan terhadap dinamika interaksi edukatif antara guru dan peserta didik. Model pembelajaran dipahami sebagai skema konseptual yang digunakan guru dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan kurikuler (Arends, 2. Ketepatan pemilihan model pembelajaran dapat meningkatkan partisipasi, keterlibatan, dan pemahaman siswa terhadap materi. Model inkuiri, misalnya, mampu mengembangkan kapasitas berpikir analitis peserta didik (Darmawan et al. , 2. Efektivitas model pembelajaran dipengaruhi oleh kesesuaiannya dengan karakteristik siswa, tujuan kurikuler, materi, dan kondisi lingkungan belajar (Harahap & Harahap, 2. Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan yang berpusat pada peserta didik, seperti Discovery Learning dan Problem Based Learning, lebih efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar dibandingkan metode konvensional (Sari & Nugroho, 2. Selain model pembelajaran, media instruksional juga berkontribusi terhadap peningkatan minat, perhatian, dan motivasi belajar peserta didik (Rahmawati & Hidayat, 2022. HD et al. , 2024. Laili et al. Penggunaan media pembelajaran yang tepat mampu membantu siswa memahami materi, meningkatkan partisipasi, serta memperkuat kemampuan transfer konsep (Putri et al. , 2. Dalam era digital, literasi digital dan media pembelajaran berbasis teknologi terbukti memberikan kontribusi terhadap peningkatan hasil belajar siswa (Rizal & Darmawan, 2. Rahmawati dan Hidayat . menegaskan bahwa media audiovisual dan platform digital interaktif dapat meningkatkan capaian akademik melalui penyajian materi yang konkret dan menarik. Oleh karena itu, pemilihan media pembelajaran yang adaptif menjadi strategi penting dalam mengoptimalkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. Volume: 4 | Nomor 1 | Mei 2026 | E-ISSN: 2987-9. DOI: 10. 47709/geci. V 4i1. Berdasarkan kajian teoretis mengenai hasil belajar, model pembelajaran, dan media instruksional, penelitian ini diarahkan untuk menginvestigasi kontribusi implementasi model dan media pembelajaran terhadap capaian akademik siswa sekolah dasar. Analisis dilakukan dengan memperhatikan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik guna memperoleh pemahaman yang lebih integratif mengenai efektivitas strategi pedagogis dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Metode Penelitian Studi ini mengoperasionalisasikan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dalam kerangka kualitatif untuk menginvestigasi akumulasi temuan empiris dari publikasi terdahulu. Keseluruhan data yang diproses berstatus sekunder, diakses dari beragam riset sebelumnya yang mengkaji kontribusi model instruksional serta pemanfaatan media pedagogis terhadap capaian akademik populasi siswa jenjang dasar. Melalui prosedur identifikasi dan evaluasi literatur secara terstruktur dan komprehensif, penelitian ini berupaya mengonstruksi sintesis baik pada tataran konseptual maupun empiris guna membangun pemahaman yang koheren mengenai relasi antara strategi edukatif dan performa akademik di lingkungan pendidikan dasar. Sumber data diakses dari jurnal ilmiah nasional yang terindeks Google Scholar dengan rentang publikasi 2014 hingga 2025. Artikel yang teridentifikasi selanjutnya diproses melalui tahapan seleksi berdasarkan kriteria inklusi, yakni merupakan studi empiris yang memiliki relevansi dengan fokus kajian serta mencantumkan luaran penelitian secara eksplisit. Berdasarkan proses seleksi tersebut, diperoleh 20 artikel ilmiah yang sesuai dengan kriteria yang diperlukan untuk dianalisis lebih lanjut. Analisis data dilakukan secara kualitatif deskriptif melalui proses pengelompokan artikel berdasarkan jenis model pembelajaran, jenis media pembelajaran, teknik analisis data, serta hasil dan kesimpulan studi. Sintesis dari penelitian ini menggambarkan pola dan kecenderungan dampak model dan media instruksional terhadap hasil pembelajaran siswa sekolah dasar, sehingga memberikan gambaran yang komprehensif tentang efektivitas pengajaran di tingkat pendidikan dasar Hasil dan Pembahasan Variabel Model Pembelajaran Terminologi model pembelajaran merujuk pada struktur atau skema prosedural yang dioperasionalisasikan oleh tenaga pendidik dalam merancang, mengimplementasikan, serta mengevaluasi skenario instruksional guna mengoptimalkan pencapaian target pedagogis (Arends. Suatu model pembelajaran mengintegrasikan tahapan sistematis, strategi, serta pendekatan yang diorientasikan untuk mengaktivasi partisipasi siswa, memperkuat penguasaan substansi materi, serta mengembangkan kapasitas analitis dan kreatif. Seleksi model pembelajaran yang adaptif berdampak langsung pada kualitas relasi pedagogis antara guru dan peserta didik, sekaligus menentukan tingkat kapabilitas siswa dalam menginternalisasi dan mentransfer konsep yang dipelajari (Harahap & Harahap, 2. Dengan demikian, implementasi model pembelajaran tidak semata merepresentasikan rangkaian prosedural, melainkan berfungsi sebagai indikator capaian proses edukatif, di mana setiap fase yang diaplikasikan berpotensi menginisiasi pergeseran positif pada ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik peserta didik (Bistari, 2. Ni Wayan Juniati dan I Wayan Widiana . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran berbasis inkuiri terhadap proses pembelajaran IPA pada siswa kelas IV SD No. 5 Gulingan. Sebanyak 20 siswa dijadikan sampel dan diberikan perlakuan berupa penerapan model inkuiri. Kemampuan penguasaan materi diukur menggunakan tes yang disusun sesuai dengan tujuan pembelajaran, kemudian data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk melihat perubahan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan capaian setelah penerapan model inkuiri, sehingga model ini dinilai efektif dalam membantu siswa memahami konsep IPA dan meningkatkan hasil belajar di sekolah dasar. Lisenia Monika Saragih. Darina Sofia Tanjung dan Dewi Anzelina . Volume: 4 | Nomor 1 | Mei 2026 | E-ISSN: 2987-9. DOI: 10. 47709/geci. V 4i1. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kontribusi model pembelajaran Open Ended terhadap hasil belajar siswa secara kuantitatif di SDN 064978 Manunggal. Kecamatan Medan Denai. Populasi penelitian terdiri dari 60 siswa kelas V, dengan 27 siswa dipilih sebagai sampel melalui teknik simple random sampling. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan model Open Ended memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Dengan demikian, model ini dinilai efektif dan dapat digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan prestasi akademik siswa sekolah dasar. Dimas Daniel Afandi. Ervika Eka Subekti dan Susilo Adi Saputro . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran terhadap hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui desain pra-eksperimen one group pretestAeposttest. Kajian difokuskan pada penerapan Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran IPAS pada siswa kelas IV SDN Pandeanlamper 03 Semarang tahun ajaran 2023/2024 dengan jumlah sampel 27 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor setelah penerapan PBL dibandingkan sebelum pembelajaran, yang menandakan bahwa model tersebut memberikan dampak positif terhadap hasil belajar. Dengan demikian. PBL dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan prestasi akademik siswa sekolah dasar. Ayu Ade Anjelina Putri . Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa sekolah Penelitian kuasi-eksperimen ini dilakukan pada siswa kelas i SD Klaster VI Kecamatan Sawan tahun ajaran 2017/2018 dengan dua kelompok, yaitu kelompok PBL dan kelompok Data yang diperoleh dari tes pilihan ganda dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok, di mana kelompok PBL memiliki hasil belajar yang lebih tinggi. Abdul Muhammad Ilham dan Helmia Tasti Adri . Penerapan model pembelajaran berbasis proyek pada mata pelajaran IPAS menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa yang terlihat dari skor evaluasi setelah pembelajaran. Model ini membantu memperkuat pemahaman konsep serta membuat proses belajar siswa menjadi lebih terarah dan aktif dalam membangun pengetahuan. Penelitian kuantitatif dengan desain praeksperimen one group pretestAeposttest ini dilakukan di kelas V SDN Rawagede menggunakan tes sebagai instrumen, dan hasilnya menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Asmedy . Hasil analisis mengonfirmasi bahwa implementasi model kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) menghasilkan pengaruh bermakna secara statistik terhadap capaian Temuan ini memosisikan STAD sebagai strategi pedagogis yang relevan dalam mengeskalasi hasil belajar pada jenjang pendidikan dasar. Studi ini dikonstruksi untuk mengestimasi besaran kontribusi model pembelajaran terhadap keberhasilan akademik. Pendekatan kuantitatif dengan rancangan kuasi-eksperimental diadopsi. Kajian dipusatkan pada implementasi model kooperatif tipe STAD serta implikasinya terhadap capaian belajar siswa di SDN 1 Dompu. Populasi penelitian terdiri atas 94 individu, dengan 31 siswa ditetapkan sebagai unit sampel melalui teknik purposive sampling. Data yang terakumulasi selanjutnya dianalisis untuk memverifikasi keberadaan serta magnitude pengaruh model STAD terhadap eskalasi capaian akademik. I Gusti Agung Cahyani Ari Putri. Semara Putra dan Siti Zulaikha . Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara siswa yang menggunakan metode SQ3R dan siswa yang belajar dengan metode biasa, di mana kelompok SQ3R memiliki skor literasi membaca yang lebih tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa metode SQ3R memberikan dampak positif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan kelompok kontrol nonekuivalen, melibatkan 72 Volume: 4 | Nomor 1 | Mei 2026 | E-ISSN: 2987-9. DOI: 10. 47709/geci. V 4i1. siswa yang dipilih sebagai sampel secara acak. Kemampuan membaca diukur menggunakan tes pilihan ganda, kemudian dianalisis dengan uji-t untuk melihat perbedaan hasil belajar antara kedua Nita Mei Ekawati dan Diana Kusumaningrum . Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan metode mind mapping dan siswa yang belajar dengan metode konvensional, di mana kelompok eksperimen memperoleh skor rata-rata yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan mind mapping memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen nonequivalent control group design yang dilaksanakan pada siswa kelas V SDN 2 Sumberrejo dengan total 41 sampel yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen diberi perlakuan berupa metode mind mapping, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran Riska Putri Taupik dan Yanti Fitria . Penelitian ini mengkaji efektivitas model Project Based Learning (PjBL) terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Gugus II Koto Salak dengan pendekatan kuantitatif kuasi-eksperimental yang melibatkan 19 siswa sebagai sampel melalui teknik random sampling. Data dianalisis dengan membandingkan capaian belajar antara kelompok PjBL dan pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan model PjBL memperoleh skor lebih tinggi dibandingkan kelompok konvensional, yang menandakan bahwa PjBL memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar karena mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, sehingga dinilai lebih efektif untuk diterapkan di sekolah dasar. I Putu Yoga Pramana dan I Made Suarjana . Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Time Token yang dipadukan dengan media video memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar IPA siswa. Kombinasi metode yang mendorong partisipasi aktif dan media visual membantu siswa memahami materi secara lebih Hal ini menegaskan bahwa pemilihan model dan media pembelajaran yang tepat sangat penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen yang dilakukan di SD Gugus I Kecamatan Tegallalang. Kabupaten Gianyar, dengan fokus pada siswa kelas V. Dari total 131 siswa, dipilih 35 siswa sebagai sampel. Data hasil belajar dianalisis secara deskriptif untuk melihat perubahan capaian setelah penerapan Variabel Penggunaan Media Terminologi media instruksional berakar pada leksem medium yang merujuk pada entitas perantara atau instrumen, yang difungsikan sebagai fasilitator dalam mentransmisikan konten keilmuan agar lebih asesibel bagi peserta didik. Spektrum media pembelajaran meregang dari kategori elemental seperti materi cetak hingga varian digital yang menawarkan tingkat interaktivitas lebih tinggi. Seluruh ragam media tersebut diorientasikan untuk mengakomodasi dinamika pembelajaran (Rahmawati & Hidayat, 2. Seleksi dan aplikasi media yang adaptif terbukti mampu mengoptimalkan internalisasi konseptual, mengaktifasi dorongan berprestasi, serta mengintensifkan kontribusi partisipatoris siswa, yang pada gilirannya mendorong efisiensi dan efektivitas skenario edukatif. Oleh karena itu, media pembelajaran tidak semata berposisi sebagai instrumen tambahan, melainkan bertransformasi menjadi determinan capaian proses belajar, di mana pemanfaatannya berpotensi menginisiasi pergeseran positif pada kapasitas kognitif, orientasi afektif, serta kecakapan prosedural peserta didik (Putri et al. , 2. Rahma Fajrianti dan Septi Fitri Meilana . Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media audiovisual berbasis animasi ANIMAKER memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V di SDN Pulo Gebang 05 Volume: 4 | Nomor 1 | Mei 2026 | E-ISSN: 2987-9. DOI: 10. 47709/geci. V 4i1. Jakarta Timur. Media animasi membantu memperjelas penyampaian materi, meningkatkan pemahaman konsep, dan mendorong partisipasi belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental dengan desain nonequivalent control group dan melibatkan seluruh 93 siswa sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda dan kuesioner, lalu dianalisis menggunakan SPSS 25. 0 dengan uji KolmogorovAeSmirnov, homogenitas, dan ANOVA. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh signifikan media ANIMAKER terhadap peningkatan capaian akademik IPS siswa. Al Mawaddah. Ashimatul Wardah. Thamrin Hidayat. Siti M. Amin dan Sri Hartatik . Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas penggunaan Quizizz sebagai media pembelajaran digital dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDIT Al Ibrah Gresik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen sederhana dan melibatkan 26 siswa sebagai Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan angket respons siswa. Data angket dianalisis secara deskriptif, sedangkan data tes dianalisis menggunakan statistik inferensial untuk melihat perbedaan skor sebelum dan sesudah penggunaan Quizizz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Quizizz memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan numerasi siswa, meningkatkan hasil belajar, serta memperkuat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu. Quizizz dinilai sebagai media pembelajaran digital yang inovatif dan efektif, terutama untuk mendukung pembelajaran jarak jauh. Tahan Suci Windasari dan Harlinda Syofyan . Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media pembelajaran audio-visual terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN Duri Kepa 05. Penelitian menggunakan pendekatan pra-eksperimental dengan desain one group pretestAeposttest dan melibatkan 28 siswa sebagai sampel. Data diperoleh melalui tes pilihan ganda yang diberikan sebelum dan sesudah penggunaan media audio-visual. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai belajar setelah penggunaan media tersebut. Media audio-visual membantu siswa lebih mudah memahami materi karena memadukan unsur visual dan auditori, sehingga berdampak positif terhadap pemahaman konsep dan prestasi belajar siswa. Oleh karena itu, media audio-visual dinilai efektif sebagai strategi pembelajaran di sekolah dasar. Lalu Muhammad Nasir dan Akhmad Jamiludin . Penelitian ini mengkaji pengaruh penggunaan media PowerPoint terhadap hasil belajar sains siswa kelas IV SDN Teratak. Dengan pendekatan kuantitatif dan desain kuasi-eksperimental, data diperoleh melalui angket minat belajar dan tes hasil belajar sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media PowerPoint memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar dan minat belajar siswa. Penyajian materi yang visual dan terstruktur membantu siswa lebih mudah memahami konsep sains, sehingga PowerPoint dinilai efektif digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Juwita Gumilang . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Mopoli (Monopoli Pembelajara. terhadap hasil belajar IPA siswa kelas i SDN 1 Gondang dengan pendekatan eksperimen kuantitatif pada 40 siswa. Data diperoleh melalui tes dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif untuk menguji signifikansi pengaruh media tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Mopoli memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPA, karena penyajian materi dalam bentuk permainan monopoli membuat pembelajaran lebih interaktif, menyenangkan, dan membantu siswa lebih mudah memahami konsep. Dengan demikian, media Mopoli dinilai efektif sebagai alternatif media pembelajaran inovatif di sekolah dasar. Trixie Ardhita Maharany. Qomario. Rahayu Soraya dan Ahmad Tohir . Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan media tangram terhadap peningkatan hasil belajar numerasi siswa kelas i SDN 3 Serdang dengan pendekatan kuantitatif pra-eksperimen desain one group pretestAeposttest yang melibatkan 20 siswa sebagai sampel. Data dikumpulkan Volume: 4 | Nomor 1 | Mei 2026 | E-ISSN: 2987-9. DOI: 10. 47709/geci. V 4i1. melalui tes dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji t untuk melihat perbedaan hasil sebelum dan sesudah penggunaan media. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor numerasi setelah pembelajaran menggunakan tangram, yang menandakan bahwa media tersebut efektif dalam membantu siswa memahami konsep matematika secara lebih konkret dan terstruktur, sehingga layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran di sekolah dasar. Fitri Murni. Happy Karlina Marjo dan Endang Wahyuningrum . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media manipulatif, tingkat kepercayaan diri akademik, serta interaksi keduanya terhadap capaian numerasi siswa kelas i SDN Kebon Jeruk 11 Pagi. Jakarta Barat dengan pendekatan kuantitatif eksperimen yang melibatkan 32 siswa kelompok eksperimen dan 32 siswa kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui tes, angket, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji F dan uji t dalam ANOVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media manipulatif dan kepercayaan diri siswa berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar numerasi, termasuk adanya efek interaksi di antara keduanya, sehingga dapat disimpulkan bahwa keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh kombinasi antara penggunaan media yang tepat dan faktor psikologis siswa seperti kepercayaan diri. Hendi Antika. Wawan Priyanto dan Iin Purnamasari . Penelitian ini menguji pengaruh media animasi SANDISKO berbasis model SAVI (Somatic. Auditory. Visualization. Intellectua. terhadap hasil belajar siswa kelas II SDN Tambakrejo 01 dengan pendekatan kuantitatif kuasi-eksperimental yang melibatkan 27 siswa kelas II A dan 26 siswa kelas II B sebagai sampel. Data dianalisis untuk melihat dampak penggunaan media terhadap capaian akademik siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media SANDISKO berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar, karena integrasi unsur somatik, auditori, visual, dan intelektual membantu siswa memahami materi dengan lebih baik sehingga meningkatkan skor akademik, dan menjadikannya sebagai media pembelajaran yang efektif di sekolah dasar. Nasrullah. Tahmid Sabri dan Rosnita . Penelitian ini menguji pengaruh media audio-visual terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas IV SDN 3 Kota Pontianak menggunakan pendekatan kuasieksperimental desain nonequivalent control group dengan sampel 93 siswa yang terdiri dari 31 siswa kelas kontrol dan 32 siswa kelas eksperimen. Data diperoleh melalui tes pilihan ganda setelah pembelajaran untuk mengukur capaian akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio-visual memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar, di mana siswa pada kelompok eksperimen memperoleh skor lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, sehingga media ini dinilai efektif dalam membantu meningkatkan pemahaman siswa di sekolah dasar. Eva Margaretha Saragih dan Syahriani Sirait . Penelitian ini menguji efektivitas penggunaan media animasi Plotagon terhadap hasil belajar siswa kelas V SD N 010246 Banjar dengan pendekatan kuantitatif yang melibatkan seluruh 26 siswa sebagai sampel melalui teknik sensus. Data dikumpulkan menggunakan tes capaian akademik pada tahap sebelum dan sesudah pembelajaran, kemudian dianalisis secara deskriptif komparatif untuk melihat perbedaan skor. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan setelah penggunaan media animasi Plotagon, yang juga meningkatkan pemahaman konsep, partisipasi siswa, serta motivasi belajar, sehingga media ini dinilai efektif dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah dasar. Volume: 4 | Nomor 1 | Mei 2026 | E-ISSN: 2987-9. DOI: 10. 47709/geci. V 4i1. Tabel 1. Studi Tentang Model Pembelajaran. Media Pembelajaran dan Hasil Belajar. Tingkat SD Lokasi Penelitian Fosuk Penelitian Temuan Utama Penelitian Juniati & Widiana . SD No. Gulingan Model inkuiri meningkatkan hasil belajar sains siswa kelas IV SD No. 5 Gulingan karena membuat pembelajaran lebih aktif dan berpusat pada siswa. Model inkuiri terbukti meningkatkan hasil belajar IPA sekaligus memperkuat struktur kognitif siswa SD. Saragih et al. SD Negeri Manunggal Kecamatan Medan Denai Penelitian ini mengkaji kontribusi pendekatan Open Ended terhadap hasil belajar siswa kelas V pada tema lingkungan. Model Open Ending terbukti menghasilkan koefisien pengaruh yang bermakna secara statistik pada variabel terikat yang diukur. Afandi et al. SDN Pandeanlamper 03. Semarang Studi ini menganalisis pengaruh Problem Based Learning (PBL) terhadap penguasaan konsep IPAS pada materi wujud zat dan Terdapat peningkatan skor pemahaman yang secara inferensial signifikan pasca implementasi PBL, yang didukung oleh disparitas rerata prates-pascates. Putri . SD Klaster VI. Kecamatan Sawan Penelitian ini membandingkan Problem Based Learning dan metode konvensional untuk mengetahui perbedaan hasil belajar sains siswa kelas i SD. Kelompok eksperimen dengan Problem Based Learning menunjukkan hasil belajar lebih tinggi secara signifikan dibanding kelompok kontrol. Ilham & Adri SDN Rawagede Penelitian ini menelusuri efek penerapan paradigma Project Based Learning (PjBL) terhadap level pencapaian akademik dalam ranah IPAS pada kelompok siswa kelas V jenjang sekolah dasar. Kontribusi intervensi ini bersifat signifikan dalam mengangkat capaian akademik sekaligus mentransformasi pengalaman belajar menjadi lebih esensial dan Asmedy. SD Negeri 1 Dompu Orientasi utama riset ini adalah mengukur besaran kontribusi model kooperatif tipe STAD terhadap peningkatan prestasi akademik siswa kelas V di SD Negeri 1 Dompu. Efektivitas pendekatan ini secara empiris terbukti melampaui metode sebelumnya, dengan selisih skor yang menunjukkan signifikansi pada taraf uji statistik yang ditetapkan. Putri et al. SD Gugus 1 Denpasar Selatan Eksperimen ini membandingkan efektivitas metode SQ3R dan metode konvensional dalam meningkatkan kemampuan membaca Bahasa Indonesia. SQ3R terbukti lebih efektif daripada metode konvensional dalam meningkatkan hasil belajar Volume: 4 | Nomor 1 | Mei 2026 | E-ISSN: 2987-9. DOI: 10. 47709/geci. V 4i1. Ekawati & Kusumaningrum SDN 2 Sumberrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang Riset ini bertujuan mengidentifikasi efek implementasi teknik mind mapping terhadap capaian belajar siswa kelas V di SDN 2 Sumberrejo selama periode akademik 2018/2019. Studi ini menguji kontribusi Project Based Learning (PjBL) terhadap hasil belajar IPA tema Lingkungan Sehat pada siswa kelas V SD. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi model Time Token dengan media video berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Studi ini menguji pengaruh media Animaker terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas V pada tema kemasyarakatan. Penelitian ini menganalisis efektivitas penggunaan Quizizz sebagai media pembelajaran terhadap capaian numerasi siswa sekolah dasar. Komparasi skor pratindakan dan pascatindakan mengonfirmasi bahwa metode mind mapping memberikan kontribusi diferensial yang bermakna terhadap distribusi capaian belajar. Taupik & Fitria SDN 02 Koto Salak Pramana & Suarjana . SD Negeri 5 Tegallang Fajrianti & Meilana . SDN Pulo Gebang 05. Jakarta Timur Al Mawaddah et SDIT Al Ibrah Gresik. Jawa Timur Windasari & Sofyan . SDN Duri Kepa 05. Jakarta Penelitian ini mengukur pengaruh media audio visual terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV. Media audiovisual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV. Nasir. , & Jamiludin. SD Negeri Teratak. Lombok Tengah. Nusa Tenggara Barat Studi ini mengukur pengaruh media PowerPoint terhadap minat belajar dan hasil kognitif siswa dalam pembelajaran sains. Media PowerPoint berpengaruh signifikan terhadap minat belajar dan hasil kognitif siswa. Gumilang SD Negeri 1 Gondang. Kabupaten. Tulungagung. Jawa Timur Penelitian ini mengevaluasi kontribusi media permainan edukatif Monopoli terhadap penguasaan konten IPA pada populasi siswa kelas i. Media permainan Monopoli berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas i SD Negeri 1 Gondang. Maharany et al. SD Negeri 3 Serdang. Kota Bandar Lampung Penelitian ini menunjukkan bahwa model inkuiri berbantuan media konkret meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V. Model inkuiri berbantuan media manipulatif nyata meningkatkan partisipasi kelas dan hasil belajar matematika secara signifikan. Model PjBL lebih efektif dibanding metode konvensional dalam meningkatkan hasil belajar IPA, dengan hasil uji yang signifikan secara statistik. Model Time Token berbantuan video berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA. Media Animaker berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPS siswa. Penggunaan Quizizz dalam pembelajaran jarak jauh terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan capaian numerasi Volume: 4 | Nomor 1 | Mei 2026 | E-ISSN: 2987-9. DOI: 10. 47709/geci. V 4i1. Murni et al. SDN Kebon Jeruk 11 Pagi. Jakarta Barat Antika et al. SD Negeri Tambakrejo 01. Semarang Nasrullah et al. SD Negeri 3 Kota Pontianak Saragih & Sirait SD Negeri Banjar Penelitian ini menguji pengaruh media manipulatif dan kepercayaan diri terhadap hasil belajar matematika siswa kelas i. Penelitian ini mengkaji efektivitas media animasi SANDISKO berbasis model SAVI terhadap hasil belajar siswa pada tema Riset ini mengkaji besarnya sumbangan media audio-visual terhadap tingkat penguasaan materi dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Studi ini menguji pengaruh penggunaan media animasi Plotagon terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Media manipulatif dan selfefficacy sama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika. Kombinasi media animasi SANDISKO berbasis SAVI terbukti meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Integrasi media audio-visual dalam pembelajaran terbukti meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Media animasi Plotagon terbukti efektif sebagai media pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Temuan empiris menunjukkan bahwa variasi model dan pendekatan pembelajaran dapat meningkatkan capaian akademik siswa sekolah dasar. Kajian pustaka memperlihatkan bahwa pendekatan non-konvensional lebih efektif dibanding metode tradisional. Model seperti Inkuiri. Open Ended. PBL. PjBL. STAD. SQ3R. Time Token, mind mapping, dan media audiovisual menghasilkan hasil belajar yang lebih baik karena berpusat pada siswa. Pendekatan tersebut mendorong siswa lebih aktif, berpikir kritis, bekerja sama, dan belajar mandiri. Oleh karena itu, reorientasi model pembelajaran penting untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Temuan ini sejalan dengan penelitian terdahulu. Juniati dan Widiana . menemukan bahwa model Inkuiri meningkatkan penguasaan konsep siswa. Saragih et al. menunjukkan bahwa Open Ended Learning memberi ruang eksplorasi berpikir yang lebih luas. Afandi et al. dan Putri . membuktikan bahwa Problem Based Learning (PBL) meningkatkan kemampuan berpikir kritis, sedangkan Ilham dan Andri . menunjukkan bahwa Project Based Learning (PjBL) berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar. Model-model tersebut menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam membangun pengetahuan dan menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata. Pendekatan ini juga mendukung pengembangan kompetensi global dan pendidikan berkelanjutan (Mardikaningsih et al. , 2. Taupik dan Fitria . membuktikan bahwa PjBL efektif meningkatkan hasil belajar sains di sekolah dasar. Asmedy . menunjukkan bahwa model STAD meningkatkan prestasi belajar melalui kerja sama dan tanggung jawab kelompok. Hal ini sejalan dengan teori belajar sosial Bandura . yang menekankan pentingnya observasi dan interaksi sosial dalam proses belajar. Selain model pembelajaran, disiplin belajar dan budaya literasi juga memengaruhi hasil belajar siswa (Azizah & Darmawan, 2. Ekawati . menyatakan bahwa mind mapping membantu siswa memahami materi melalui visualisasi konsep. Pramana . juga menemukan bahwa kombinasi Time Token dan media video meningkatkan penguasaan IPA melalui partisipasi aktif dan dukungan audiovisual. Di era digital, literasi digital menjadi faktor penting yang memengaruhi motivasi dan keterampilan siswa (Kholid & Darmawan, 2023. Khayru et al. , 2. Putri . menambahkan bahwa metode SQ3R efektif meningkatkan kemampuan membaca karena menggunakan langkah belajar yang terstruktur. Implikasi praktis dari temuan ini menunjukkan bahwa guru perlu memprioritaskan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan meninggalkan metode tradisional. Pembelajaran yang melibatkan berpikir Volume: 4 | Nomor 1 | Mei 2026 | E-ISSN: 2987-9. DOI: 10. 47709/geci. V 4i1. kritis, diskusi, kerja kelompok, dan penggunaan media terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar. Strategi tersebut juga dapat membangun kesadaran dan perilaku positif peserta didik (Gautama & Mardikaningsih, 2. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga pembentuk karakter dan perilaku siswa (Alfaaza et al. , 2. Oleh karena itu, sekolah perlu mendukung melalui pelatihan guru, penyediaan media pembelajaran, dan penguatan komunikasi digital agar model pembelajaran inovatif dapat diterapkan secara optimal (Hariani et al. , 2. Selain itu, kesiapan menghadapi perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial juga perlu ditanamkan sejak dini kepada peserta didik (Zahid et al. , 2. Kesimpulan Berdasarkan sintesis temuan, dapat diformulasikan bahwa implementasi model instruksional serta utilisasi media pedagogis memberikan kontribusi positif yang bermakna secara statistik terhadap capaian akademik peserta didik pada jenjang pendidikan dasar. Aplikasi model pembelajaran yang merepresentasikan inovasi pedagogis, meliputi inkuiri, open ended. Problem Based Learning. Project Based Learning, kooperatif tipe STAD, serta beragam strategi lainnya, terkonfirmasi mampu mengeskalasi intensitas partisipasi, kedalaman pemahaman konseptual, serta derajat keterlibatan siswa dalam skenario Lebih lanjut, optimalisasi media instruksional yang adaptif baik dalam format visual, audiovisual, maupun media berbasis aktivitas yang berkontribusi secara signifikan dalam mengaktifasi dorongan berprestasi serta memfasilitasi konstruksi pemahaman materi secara lebih konkret dan esensial. Integrasi antara model pedagogis yang selaras dengan spektrum karakteristik peserta didik dan media yang memiliki tingkat efikasi tinggi mentransformasi dinamika pembelajaran menjadi lebih atraktif, interaktif, dan berorientasi pada sentralitas siswa. Dengan demikian, optimalisasi model dan media pembelajaran secara simultan perlu diprioritaskan dalam tahapan perencanaan maupun implementasi instruksional di lingkungan sekolah dasar guna merealisasikan capaian akademik pada level optimal. Referensi