Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI UPTD PUSKESMAS ONOLALU KABUPATEN NIAS SELATAN Henis Dewi Putri Duha Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nias Raya henisduha@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguruh motivasi terhadap kinerja pegawai di UPTD Puskesmas Onolalu Kabupaten Nias Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuntitatif bersifat kausal. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 orang. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai di UPTD Puskesmas Onolalu. Dalam penelitian ini diperoleh persamaan regresi linear sederhana yaitu: Y = 13,796 0,672X, dan diperoleh nilai thitung . > ttabel . ) dan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Kemudian diperoleh nilai koefisien determinasi (R. sebesar 0,449 artinya Motivasi mampu menjelaskan variabel kinerja pegawai sebesar 49,9%. Berdasarkan hasil penelitian ini dan pembahasan yang diuraikan, dapat ditarik kesimpulan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di UPTD Puskesmas Onolalu. Kata Kunci: Motivasi. Kinerja Pegawai Abstract This study aims to determine the influence of motivation on employee performance at the UPTD Onolalu Health Center. South Nias Regency. This type of research is a causal quantitative research. The sample in this study amounted to 42 people. The analytical method used in this research is simple linear regression analysis. The results of this study indicate that there is an influence of motivation on employee performance at the Onolalu Health Center UPTD. In this study, a simple linear regression equation was obtained, namely: Y = 13. 672X, and obtained tcount . > ttable . ) and a significant value of 0. 000 <0. Then the value of the coefficient of determination (R. 449, meaning that motivation is able to explain the variable employee performance of 49. Based on the results of this study and the discussion described, it can be concluded that motivation has a positive and significant effect on employee performance at the UPTD Puskesmas Onolalu. Keywords: Motivation. Employee Performance Pendahuluan Dalam organisasi pengelolaan sumber daya manusia sangat akan menunjang tercapainya sasaran dan tujuan yang di https://jurnal. id/index. php/JIM bersama-sama dengan dua orang atau lebih dari dua SDM merupakan modal kelimpahan utama yang harus dimiliki oleh suatu organisasi atau perkumpulan, dimana pada Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 umumnya kemampuan SDM sebagai pendorong utama dalam setiap tindakan atau pekerjaan yang dilakukan dalam suatu perkumpulan, keselarasan latihan atau pekerjaan tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya SDM. Setiap asosiasi sebenarnya membutuhkan SDM yang terampil, mempunyai tenaga kerja, disiplin waktu dalam mencapai tujuan yang bersifat Keberhasilan suatu asosiasi dalam mencapai tujuan hierarki dapat dicapai jika asosiasi tersebut dapat lebih mengembangkan kinerja pekerja dalam asosiasi tersebut. Sikap mental seseorang terhadap hakikatnyalah yang menentukan kinerja pegawai keyakinan bahwa sesuatu yang dilakukan dengan baik saat ini dan penuh tanggung jawab akan membuahkan hasil yang lebih baik di masa depan dan dapat Artinya pegawai yang melaksanakan tugas dan tanggung jawab pekerjaannya secara efektif dan efisien akan menghasilkan produktivitas yang dapat Kinerja pegawai merupakan hasil kerja sejauh kualitas dan kuantitas yang dilakukan oleh seorang wakil dalam menyelesaikan kewajiban dan kewajiban yang telah diberikan kepadanya. Eksekusi representatif yang berkembang lebih lanjut akan membawa kemajuan bagi asosiasi untuk dapat bertahan dalam persaingan yang stabil. Eksekusi yang baik adalah ditunjukkan oleh pedoman hierarki. Jadi eksekusi merupakan hal yang penting bagi seorang pekerja karena dengan eksekusi yang baik maka tujuan akan tercapai Eksekusi merupakan suatu cara untuk memperoleh hasil yang baik dalam perkumpulan, https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X memahami dan mengawasi pelaksanaan dalam suatu sistem tujuan, norma dan prasyarat karakteristik yang disepakati. Motivasi merupakan salah satu unsur pelaksanaan yang maksimal, karena mengkoordinasikan tingkah laku menuju Inspirasi penghiburan atau alasan yang membingkai premis kegembiraan seseorang untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif. Inspirasi adalah bidang kekuatan baik dari inisiatif asosiasi maupun dari perwakilan Dalam mencapai tujuan yang bersifat hierarkis, diperlukan inspirasi yang tinggi dalam menyelesaikan latihan-latihan yang diturunkan padanya. Dengan cara ini, asosiasi harus fokus pada perwakilan mereka dalam melakukan tugas yang telah diberikan kepada mereka, dan lebih jauh lagi fokus pada bantuan perwakilan pemerintah untuk meningkatkan efisiensi kerja yang tinggi dalam mencapai tujuan yang secara umum bersifat otoritatif. Berdasarkan hasil penelitian di UPTD Puskesmas Onolalu Kabupaten Nias Selatan penulis mengetahui bahwa kinerja pegawai masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari beberapa fenomena yang ada yaitu kondisi Kurangnya motivasi kerja yang diberikan oleh atasan dalam menyelesaikan suattu pekerjaan dengan Kondisi tempat kerja yang kurang menyenangkan, dimana lingkungan kerja yang kurang efektif. Kurangnya fasilitas kerja yang disediakan oleh organisasi sebagai pendukung terselesaikan pekerjaan dengan cepat. Kurangnya kualitas hasil kerja setiap pegawai dalam menyelesaikan pekerjaannya, dimana pegawai tidak menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 kualitas kerja yang dituntut oleh organisasi. Kurangnya menyelesaikan pekerjaannya, sehingga pekerjaan yang diberikan dengannya tidak terselesaikan berdasarkan waktu yang telah Kurangnya kerjasama antara sesama pegawai dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, dimana kurangnya kerjasama pegawai dalam menyelesaika suatu pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan oleh individu. Kajian Pustaka Konsep Motivasi (X) Pegawai termotivasi untuk bekerja keras dan efektif untuk mencapai tujuan lembaga ketika motivasi ada. Dengan kata lain, motivasi adalah suatu tujuan atau seseorang atau kelompok untuk melakukan tindakan guna mencapai tujuan tersebut. Inspirasi adalah suatu keadaan dalam kerinduan individu untuk melakukan latihan-latihan tertentu untuk mencapai Menurut Duha . Aumotivasi dapat diartikan sebagai sesuatu atau hal yang diberikan oleh satu pihak kepada pihak yang lain, agar pihak lain tersebut tergerak, terpengaruh, atau tertantang melakukan sesuatuAy. Konsep Kinerja Pegawai (Y) Kinerja pegawai adalah hasil yang dicapai oleh perwakilan sehubungan dengan latihan kerja. Eksekusi perwakilan adalah cara seseorang seharusnya bekerja dan bertindak sesuai tugas yang telah ditugaskan kepadanya. Menurut Periansa . Mengatakan bahwa Aukinerja pegawai merupakan perwujudan atas pekerjaan yang telah dihasilkan atau diemban pegawaiAy. https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Faktor-Faktor Mempengaruhi Motivasi Kerja (X) Menurut Busro . faktor yang mempengaruhi motivasi kerja yaitu: Usia, kematangan pribadi. Usia seseorang karena jika usia seseorang semakin tua maka motivasi kerja seseorang tesebut berkurang. Tingkat pendidikan. Pendidikan juga bisa mempengaruhi motivasi kerja seseorang, jika seseorang memiliki pendidikan yang tinggi maka ia akan mudah bekerja dalam suatu organisasi. Keinginan dan harapa pribadi. Motivasi kerja seseorang akan tinggi apabila ada keinginan sendiri dalam melakukan suatu kegiatan. Kebutuhan. Seseorang akan bekerja dengan lebih baik apabila pekerjaanyaa tersebut salah satu faktor yang bisa memenuhi kebutuhannya tentunya ia akan memiliki motivasi yang tinggi dalam dirinya untuk bekerja. Kepuasan kera. Jika seseorang puas akan pekerjaannya yang diberikan kepadanya atau pekerjaanya sesuai dengan harapannya, maka kinerja pegawai tersebut akan semakin tinggi. Lingkungan Jika lingkungan kerja bersih dan tertata rapi akan maka seseorang akan nyaman dalam bekerja sehingga dirinya akan termotivasi atau memiliki motivasi dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Kompensasi yang memadai. Kompensasi yang diberikan kepada seseorang akan mempengaruhi motivasi kerjanya, karena jika kompensasi yang ia terima sesia dengan hasil atau kinerjanya maka pegawai akan lebih bersemnat lagi dalam bekerja. Supervisi yang baik. Pengawasan yang akan dilakukan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 Atasan harus bisa mengawasi pegawai dengan lebih baik supaya pegawai bisa bekerja dengan lebih baik. Adanya jaminan pekerjaan. Jika pekerjaan seseorang dapat menjamin masa depannya. maka ia akan bekerja dengan baik karena ia berhadap dengan ia bekerja maka kebutuhan hidupnya akan terpenuhi. Supervisi Pengawasan yang akan dilakukan mempengaruhi kinerja seseorang. Status dan tanggungjawab. Jika bertanggung jawab akan pekerjaannya, maka ia akan memiliki motivasi kerja dalam bekerja. Selanjutnya. Menurut Dewi dan Harjoyo . Faktor Motivasi yaitu: Kondisi Lingkunagan kerja. Jika lingkungan kerja bersih dan tertata rapi akan maka seseorang akan nyaman dalam bekerja sehingga dirinya akan termotivasi atau memiliki motivasi dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Dan lingkungan yang bisa membuat seseorang nyaman maka ia akan betah dalam bekerja. Kompensasi yang memadai. Kompensasi yang diberikan kepada seseorang akan mempengaruhi motivasi kerjanya, karena jika kompensasi yang ia terima sesia dengan hasil atau kinerjanya maka pegawai akan lebih bersemnat lagi dalam bekerja. Supervisi Pengawasan yang akan dilakukan Atasan harus bisa mengawasi pegawai dengan lebih baik supaya pegawai bisa bekerja dengan lebih baik. https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Adanya jaminan pekerjaan. Jika pekerjaan seseorang dapat menjamin masa depannya. maka ia akan bekerja dengan baik karena ia berhadap dengan ia bekerja maka kebutuhan hidupnya akan terpenuhi. Status dan tanggungjawab. Jika bertanggung jawab akan pekerjaannya, maka ia akan memiliki motivasi kerja dalam bekerja. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kerja (X) Menurut Desseler Busro . faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja yaitu: Akurasi. Pegawai akurat akan lebih dan memberikan hasil kerja yang lebih baik pada organisasi. Ketelitian. Pegawai memiliki ketelitian dalam bekerja bisa pekerjaanya dengan sangat teliti tanpa melakukan kesalahan, sehingga kinerja seseorang tersebut efektif dan efesien. Kepribadian. seseorang yang memiliki karakter yang baik tentunya hasil kerjanya juga akan lebih baik dan menghasilkan kerja yang optimal. Kepemimpinan. Gaya kepemimpinan yang lebih baik dan efektif bisa mempengaruhi kinerja para mmpengaruhi anggotanya dengan lebih Bugaya Organisasi. Kebiasaan yang diberlakukan pemimpian seperti kedisiplinan dalam bekerja dan saling memotivasi satu sama lain akan tentunya mereka akan memiliki tingkat semangat kerja yang lebih baik. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 Penampilan. Penampilan seseorang sangat menentukan kinerja pegawai yang akan semakin meningkat. Arahan. Pemimpin mampu memberikan arahan kepada pegawai yang mau bekerja dengan lebih baik sehingga menghasilkan hasil kerja. Memberi arahan bagaimana bekerja dengan baik, bekerja sesuatu dengan tata kerja yang efektif. Perbaikan. Dalam melakukan pekerjaan tentu aka nada masalah, oleh melakukan perbaikan dengan lebih baik. Tingkat Kinerja dapat dilihat bagaimana hasil kerja dan dan kinerja yang optimal tersebut. sehingga bisa menyelesaikan suatu pekerjaanya dengan lebih baik. Ketepatan Seseorang yang bekerja dengan tepat waktu tentunya akan menyelesaikan pekerjaanya sesuai dengan tepat waktu menghasilkan kinerja yang lebih baik. Kemudian, menurut Asnawi . menyatakan bahwa ada enam yang bisa mempengaruhi tingkat kinerja pegawai Kualitas Kualitas meghasilkan kinerja yang lebih baik menyelesaikan pekerjaan mereka dengan baik sesuai apa yang diharapkan oleh Sarana pendukung. Organisasi harus memberikan keselatan kerja bagi pegawai yang bekerja disuatu organisasi, sehingga pegawai akan bekerja dengan lebih baik. Kesehatan kerja, organisasi harus bisa menjaga kesehatan dalam Teknologi, teknologi dapat https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X menyelesaikan pekerjaannya, dapat menyelesaikan pekerjaannya. Otoritas. Pemimpin mampu membangun relasi bagi para pegawainya serta menjalin komunikasi yang baik antar sesame agar mudah memehami apa yang disampaikan satu sama lain. Disiplin. Pegawai harus taat pegawai harus disiplin waktu dalam bekerja baik dating disiplinwaktu dalam menyelesaikan Indikator Motivasi (X) Menurut Farida dan Hartono . indikator motivasi kerja pegawai yaitu: Memberikan kesempatan kepada Pemimpin memberikan kesempatan kepada pegada pegawai bagi yang mau meningkatkan pengetahuannya lagi. Mengadakan evalsuai tugas. Pemimpin harus melakukan evalusia kerja apakah para pegawai untuk mentehaui apakah semua pegawai telah bekerja dengan benar sesuai prosedur kerja yang diberikan. Membiasakan melaksanakan tugas sesuai peraturan. Pemimpin harus membiasakan para pekerjaanya harus disesuaikan dengan tujuan sebelumnya. Memberikan pegawai untuk ikut meningkatkan Pemimpin memberikan peluang bagi para pegawai yang ingin meningkatkan prestasi Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 Mendorong pegawai dalam bekerja kelompok. Organisasi harus memndorong para anggotanya atau bawahannya dalam menyelesaikan suatu pekerjaanya dengan baik. Indikator Kinerja Pegawai (Y) Menurut Asnawi . 9:14-. indikator kinerja pegawai yaitu, sebagai berikut: Kuantitas Pekerjaan. Seberapa banyak pegawai menghasilkan kerjanya apakah yang dihasilkan kerjanya sesuai dengan target kerja yang telah ditatpkan dalam suatu organisasi serta sesuai dengan rencana sebelumnya. Kualitas kerja. Seberapa besar pegawai menyelesaikan pekerjaannya dengan memiliki kualitas kerja pegawai yang dapat menunjang kemajuan suatu organisasi serta kualitas kerja sesuai dengan yang dituntut oleh organisasi Ketetapan waktu. Pegawai harus organisasi dan sesuai dengan yang diharapkan oleh organisasi. Karena pekerjaanya tapat waktu mampu mencapai suatu tujuan organisasi. Keandalan. Pegawai yang memiliki suatu keandalan dalam bekerja sangat baik untuk organisasi, berarti pegawai memiliki suatu kemampuan yang bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Kehadiran. Pegawai harus selalu pekerjaanya yng diberikan kepadanya bisa ia selesaikan dengan tepat waktu. Selanjutnya, menurut Duha . indikator kinerja pegawai yaitu: Kelembagaan. Kelembagaan dalam menyelesaikan https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X suatu pekerjaan para pegawai sangat baik bagi setap organisasi. Koordinasi. Adanya pemimpin terhadap pekerjaan para Mampu mengntrol para pegawai dalam bekerja. Keandalan. Pegawai yang memiliki suatu keandalan dalam bekerja sangat baik untuk organisasi, berarti pegawai memiliki suatu kemampuan yang bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Harapan. Pegawi yang bekerja sangat mengharapkan ada dorongan yang bisa menyemangati dirinya dalam bekerja sesuai apa yang diharapkan oleh suatu organisasi Kerangka Berpikir Inspirasi ini sebenarnya harus dilihat dalam sebuah organisasi, dengan inspirasi maka para wakil dapat berfungsi dengan baik sehingga menghasilkan eksekusi yang baik sehingga tujuan yang berwibawa dapat tercapai dengan baik. Metodologi yang digunakan pencipta untuk menentukan dampak inspirasi terhadap eksekusi representatif adalah melalui penggambaran yang lugas bahwa inspirasi dapat semakin mengembangkan eksekusi pekerja. Maka dapat digambarkan pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai, sebagai berikut: Gambar Kerangka Berpikir Motivasi (X) Kinerja Pegawai (Y) Sumber : Olahan sendiri . Keterangan X : Variabel yang mempengaruhi Y : Variabel yang dipengaruhi Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 : Arah garis pengaruh variabel X terhadap Hipotesis Penelitian Berdasarkan rumusan masalah maka penulis merumuskan hipotesis penelitian yakni: Auada pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai di UPTD Puskesmas Onolalu Kabupaten Nias Selatan. Metode Penelitian Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang bersifat kausal. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Maka dalam penelitian ini data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai di UPTD Puskesmas Onolalu Kabupaten Nias Selatan. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teknik angket . Dalam penelitian ini fenomena sosial ini ditetapkan secara spesiifik oleh peneliti yang selanjutnya pemberian skor positif sampai pada sangat negatif yakni, menurut Sugiyono . sebagai mana terlihat dibawah ini: Sangat Tidak Setuju (STS) = 1 Tidak Setuju (TS) Ragu-Ragu (RR) Setuju (S) Sangat Setuju (SS) Uji Instrumen Uji Validitas. Uji validitas adalah uji yang digunakan untuk mengukur valid tidaknya suatu kuesioner. Uji Reliabilitas. Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X apakah alat pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas. Uji merupakan sebuah uji yang dilakukan dengan tujuan untuk menilai sebaran data, apakah sebaran data berdistribusi normal ataukah tidak. Uji Heteroskedastisitas. Uji keteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi adanya ketidaksamaan varian dan residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Uji Hipotesis Uji (Parsial (Uji . Uji parsial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian mengenai pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat. Kriteria menginterprestasikan hasilnya berlaku ketentuan sebagai berikut: Jika thitung > ttabel, maka variabel bebas berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat. Jika thitung < ttabel, maka variabel bebas tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat, (Suliyanto, 2018:. Keterangan: = nilai thitung = koefisien regresi = kesalahan baku koefisien Koefisien Determinasi. Koefisien determinasi (R. digunakan untuk mengukur seberapa besar variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat. Formula untuk mengetahui besarnya Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 koefisien determinasi yaitu berikut Suliyanto . E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X koefisien koneksi positif. Nilai Cronbach Alpha sebesar 0,954 > 0,60 . ilai standar Metode Analisis Data Metode analisis yang akan dipakai untuk menguji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linear sederhana. Regresi linear sederhana digunakan untuk menganalisis hubungan kausal satu variabel bebas terhadap satu variabel terikat. Model yang digunakan sederhana yaitu sebagai berikut Suliyanto . Y = a bX Keterangan: Y = nilai yang diramalkan a = konstnta b = koefisien regresi Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan Tabel 4. 5 perhitungan uji lengkap, koefisien hubungan rhitung yang diperoleh untuk benda penjelas nomor 1 sampai 9 adalah positif. Jadi rtabel untuk 15 responden dengan taraf kritis a = 0,05 adalah rtabel = 0,514. Sehingga cenderung diasumsikan bahwa hal-hal artikulasi nomor 1 sampai dengan 9 diumumkan secara substansial karena rhitung > rtabel mengandung arti bahwa semua pernyataan sehubungan dengan kinerja pegawai (Y) yang terdapat dalam daftar penjelasan dianggap sah mengingat fakta tersebut. bahwa koefisien hubungannya positif. Nilai Cronbach Alpha sebesar 0,913 > 0,60 . ilai standar reliabilita. R2 = 1 Ae Temuan Penelitian dan Pembahasan Temuan Penelitian Uji Instrumen Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Motivasi (X) Berdasarkan perhitungan uji legitimasi pada benda pengukuran lengkap, koefisien hubungan yang diperoleh rhitung untuk benda artikulasi nomor 1 sampai 9 adalah Jadi rtabel untuk 15 responden dengan taraf kritis a = 0,05 adalah rtabel = 0,514. Maka cenderung beralasan bahwa artikulasi angka 1 sampai dengan 9 dinyatakan substansial karena rhitung > rtabel mengandung arti bahwa semua pernyataan mengenai motivasi (X) yang terdapat dalam daftar penjelasan dianggap sah dengan alasan bahwa hal tersebut https://jurnal. id/index. php/JIM Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Data. Berdasarkan hasil pengujian bahwa sampel yang diambil dari populasi terdistribusi normal karena nilai Kolmogorov Smirnorv sebesar 0,697 dan signifikan Kolmogorov Smirnorv sebesar 0,716 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi normal. Uji Heteroskedastisitas. tidak terdapat masalah heteroskedastisitas menunjukkan ada suatu pola tertentu atau teratur dan karena hanya data yang menyebar maka persamaan tersebut telah memenuhi asumsi klasik. Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar Gambar 1 Uji Heteroskedastisitas Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 Sumber: hasil olahan peneliti 2023, dengan SPSS 21. 0 For Windows Pembahasan Pengujian Hipotesis `Uji Parsial (Uji . Berdasarkan hasil pengujian dapat dimengerti bahwa sampai batas tertentu variabel inspirasi (X) sangat berpengaruh terhadap variabel representatif pameran (Y), karena t nilai yang diperoleh sebesar 5,709 sedangkan t nilai tabelnya adalah a = 0,05 dengan tingkat peluang n-k . = 41 sebesar 1,683 dan nilai besar 000 < 0,05. Dapat keputusan menolak H0 dan menerima Ha dilakukan karena nilai thitung . lebih besar dari ttabel . maka motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di UPTD Puskesmas Onolalu. Koefisien Determinasi (R. Dari dampak penanganan informasi koefisien jaminan sebesar 0,449 . ,9%) sehingga dapat ditunjukkan bahwa 44,9% dari berbagai faktor inspirasi mempengaruhi kinerja pekerja dan masuk akal jika sisanya sebesar 55,1% terkena dampaknya. berbagai faktor di luar model. Dampak lengkap dari penanganan informasi dapat dilihat pada Tabel 4. https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Metode Analisis Data Berdasarkan Hasil pengujian diperoleh nilai bahwa variabel motivasi (X) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Maka untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada model regresi pada tabel Tabel 1 Pengaruh Motivasi (X) Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Coefficientsa Model Unstandardize Standardized d Coefficients Coefficients Std. Beta Error (Consta 13. Motiva si (X) Sumber: Hasil olahan peneliti . dengan alat bantu perangkat lunak SPSS 21. 0 For Windows. Dependent Variable: Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan Tabel di atas, dapat diketahui persamaan regresi pengaruh variabel motivasi terhadap kinerja pegawai dapat dijelaskan dengan persamaan regresi di bawah ini: Y = 13,796 0,672X Keterangan: Y = kinerja pegawai a = 13,796 b = 0,672 X = motivasi Berdasarkan hasil persamaan regresi linear sederhana di atas, dapat dijelaskan koefisien regresi variabel motivasi memiliki tanda positif. Hal ini peningkatan setiap variabel motivasi dapat meningkatkan nilai variabel kinerja pegawai. Interprestasi dari persamaan di atas, dapat diuraikan sebagai berikut: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 Konstanta . 13,796 menunjukkan nilai tetap variabel kinerja pegawai (Y) ketika nilai variabel motivasi (X) sama dengan nol. Koefisien regresi motivasi (X) = 0,672 menunjukkan nilai motivasi (X) ketika naik satu satuan maka akan meningkatkan kinerja pegawai (Y). Penutup Simpulan Berdasarkan hasil penelitian ini dan pembahasan yang telah diuraikan dapat kesimpulan bahwa berpengaruh terhadap kinerja pegawai di UPTD Puskesmas Onolalu. Saran Dalam penelitian ini yang menjadi saran peneliti di UPTD Puskesmas Onolalu yaitu, supaya kinerja pegawai optimal maka perlu memberikan motivasi atau dorongan kepada pegawai sehingga melakukan setiap pekerjaannya. Daftar Pustaka