Volume 8. Nomor 1, pp 52-67, 2022 DOI: https://doi. org/10. 33005/jedi. ISSN (Onlin. : 2614-2384 Journal of Economics Development Issues URL:http://JEDI. id/index. php/JEDI Dampak Keterbukaan Perdagangan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Anggara Pratama Putra nC Damia Liana2 Mohamed Lamin Conteh 3 Magister Ilmu Ekonomi. Universitas Airlangga. Indonesia, anggara. putra2023@feb. Received: May 1, 2024. Published: February 28, 2025 ABSTRACT Globalization has encouraged trade openness to support economic growth. The dynamics of Indonesia's economic growth in the last three decades have tended to fluctuate, especially during a crisis. Empirical studies on the impact of trade openness on Indonesia's economic growth show different results. Therefore, this study aims to examine the relationship between trade openness and Indonesia's economic growth, including when the crisis hit Indonesia. This study uses secondary data from 1984-2023 using ARDL method. The results shows that there is a positive and significant relationship between trade openness and Indonesia's economic growth in the long-term, but in the short-term trade openness has a negative impact on Indonesia's economic growth. In addition, human capital and FDI have a positive impact on Indonesia's economic growth in the long-term. The crisis that occurred will cause a decline in Indonesia's economic growth in the short-term, but the effect does not last in the long-term. Keywords: ARDL. Economic Growth. Trade Openness. ABSTRAK Era globalisasi telah mendorong terjadinya keterbukaan perdagangan untuk menunjang perekonomian domestik serta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kurun waktu tiga dekade terakhir yang cenderung mengalami fluktuasi, terutama saat terjadi krisis. Studi empiris mengenai dampak keterbukaan perdagangan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan hasil yang berbeda. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara keterbukaan perdagangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia termasuk ketika krisis melanda Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari tahun 1984-2023 dengan menggunakan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara keterbukaan perdagangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang, namun dalam jangka pendek keterbukaan perdagangan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, modal manusia dan FDI berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Krisis yang terjadi akan menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka pendek, namun efeknya tidak bertahan hingga jangka panjang. nC Corresponding author email: anggara. putra-2023@feb. This is an open-access article under the CC-BY License Anggara Pratama Putra dkk / Journal of Economics Development Issues Vol. 8 No. Kata kunci: ARDL. Keterbukaan Perdagangan. Pertumbuhan Ekonomi How to cite: Nama penulis . Dampak Keterbukaan Perdagangan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Journal of Economics Development Issues. Vol 8. , pp 52-67. https://doi. org/10. 33005/jedi. PENDAHULUAN Keterbukaan perdagangan telah lama diakui sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi, khususnya di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Dalam era globalisasi, keterbukaan perdagangan memungkinkan sebuah negara untuk terintegrasi dalam pasar internasional, membuka akses terhadap inovasi teknologi, investasi asing langsung (FDI), serta efisiensi ekonomi yang lebih baik. Penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan perdagangan berkontribusi pada peningkatan efisiensi alokasi sumber daya, transfer teknologi, dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Misalnya, studi di Eropa mengungkapkan bahwa keterbukaan perdagangan memiliki hubungan dua arah dengan pertumbuhan ekonomi, yang mendukung teori bahwa integrasi ekonomi global membawa manfaat efisiensi dan inovasi (Bajo-Rubio & Ramos-Herrera. Penelitian di ASEAN juga menunjukkan bahwa peningkatan volume perdagangan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, meskipun hasil ini bervariasi antar negara akibat perbedaan kebijakan dan kualitas tata kelola (Nam & Ryu, 2. Dalam konteks ini, penelitian di Malaysia menyoroti pentingnya modal manusia dan kebijakan ekonomi yang kondusif untuk memaksimalkan manfaat keterbukaan perdagangan (Makun, 2. Selain itu, penelitian di negara-negara berkembang lainnya menunjukkan bahwa kualitas pendidikan dan tata kelola yang baik memainkan peran penting dalam memanfaatkan peluang perdagangan internasional secara optimal (Gharsallah & Trabelsi, 2. , (Onafowora & Owoye, 2. Investasi asing langsung (FDI) juga menjadi salah satu faktor penting yang mendukung pertumbuhan Penelitian menunjukkan bahwa FDI berkontribusi melalui pembentukan modal, transfer teknologi, dan peningkatan modal manusia. Studi di 178 negara menemukan bahwa FDI secara signifikan mendukung pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang dengan menyediakan akses ke teknologi baru dan manajemen yang lebih baik (Lee et al. , 2. Penelitian lain menunjukkan bahwa interaksi FDI dengan pertumbuhan ekonomi dapat meningkatkan efisiensi energi dan adopsi teknologi ramah lingkungan, terutama di negara-negara berkembang (Uddin et al. , 2. Modal manusia, yang mencakup pendidikan dan pelatihan, memainkan peran tidak kalah pentingnya. Peningkatan kualitas modal manusia memungkinkan negara untuk lebih efektif menyerap manfaat dari keterbukaan perdagangan dan FDI. Sebagai contoh, penelitian di Tiongkok menunjukkan bahwa modal manusia menjelaskan hampir tiga perempat variasi pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang (Shi, 2. Studi lain menyoroti bahwa modal manusia berkualitas dapat membantu negara-negara berkembang memaksimalkan manfaat dari keterbukaan perdagangan dan FDI (Matousek & Tzeremes, 2. Integrasi perdagangan dan pengembangan keuangan juga saling melengkapi dalam mendukung pertumbuhan Penelitian di Afrika Utara menunjukkan bahwa keterbukaan perdagangan bekerja secara sinergis dengan pengembangan sektor keuangan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi (Sghaier, 2. Penelitian di Turki menemukan bahwa kombinasi antara keterbukaan perdagangan dan perkembangan sektor keuangan memiliki dampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, meskipun tantangan seperti ketergantungan pada impor energi tetap menjadi hambatan (Alsamara et al. , 2. Selain itu, regulasi pasar tenaga kerja yang kaku dapat menghambat realokasi sumber daya ke sektor-sektor yang lebih produktif (Polat & Andrys, 2. Gambar 1 menunjukkan dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kurun waktu 1984-2023 yang cenderung mengalami fluktuasi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung mengalami penurunan pada saat terjadi krisis seperti saat krisis tahun 1997-1998 yang disebabkan oleh krisis finansial Asia, krisis moneter pada tahun 2008-2009, serta krisis kesehatan tahun 2020-2021 akibat pandemi COVID-19. Peristiwa- Anggara Pratama Putra dkk / Journal of Economics Development Issues Vol. 8 No. peristiwa ini menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia masih rentan terhadap guncangan eksternal, sehingga memerlukan upaya penguatan struktur ekonomi domestik untuk meningkatkan daya tahannya. Gambar 1. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi. Perdagangan. APK SMP, dan Investasi Asing (FDI) Tahun 1984-2023 Sumber: World Bank, 2024 Pada sisi perdagangan, meskipun kontribusinya terhadap perekonomian terlihat stabil dalam jangka panjang, grafik menunjukkan bahwa perdagangan belum mampu menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh faktor struktural seperti kurangnya diversifikasi produk ekspor, ketergantungan pada komoditas tertentu, serta tantangan dalam meningkatkan daya saing global. Tren ini membuka peluang penelitian lebih lanjut mengenai langkah-langkah strategis untuk memaksimalkan manfaat perdagangan bagi Di bidang pendidikan. APK SMP menunjukkan tren peningkatan yang konsisten, terutama setelah memasuki era reformasi pada tahun 2000-an. Ini mengindikasikan keberhasilan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan menengah. Namun, perlu dianalisis lebih lanjut apakah peningkatan ini diiringi oleh peningkatan kualitas pendidikan dan apakah hal tersebut memberikan dampak nyata terhadap produktivitas tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Investasi asing langsung (FDI) memperlihatkan pola yang tidak stabil dengan penurunan tajam pada masamasa krisis. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh sentimen global dalam menarik investasi asing. Stabilitas politik, kebijakan ekonomi yang jelas, serta iklim investasi yang kondusif menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan untuk menjaga arus FDI yang stabil dan berkelanjutan. Penelitian dapat diarahkan untuk memahami faktor-faktor penentu ketertarikan investor asing dan bagaimana memitigasi risiko volatilitas investasi. Hubungan antara pertumbuhan ekonomi, perdagangan, pendidikan, dan FDI saling memengaruhi, terutama dalam konteks Indonesia. Keterbukaan perdagangan berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi melalui diversifikasi ekspor dan integrasi rantai pasok global. Namun, tantangan seperti ketergantungan pada ekspor bahan mentah, fluktuasi harga komoditas, dan dampak krisis ekonomi global tetap menjadi kendala signifikan yang memengaruhi stabilitas ekonomi. Pengembangan modal manusia dan tata kelola institusi menjadi kunci untuk memaksimalkan manfaat keterbukaan perdagangan dan FDI. Penelitian ini menawarkan pendekatan unik dengan menggunakan beberapa indikator keterbukaan perdagangan, seperti rasio total perdagangan terhadap PDB, ekspor terhadap PDB, dan impor terhadap PDB. Pendekatan ini berbeda dari studi sebelumnya yang sering mengabaikan peran impor, padahal impor dapat mendorong pertumbuhan melalui spillover teknologi dan transfer pengetahuan. Selain itu, penelitian ini juga mempertimbangkan dampak krisis ekonomi global terhadap efektivitas keterbukaan perdagangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Anggara Pratama Putra dkk / Journal of Economics Development Issues Vol. 8 No. Menggunakan Model Autoregressive Distributed Lag (ARDL), penelitian ini akan menganalisis hubungan jangka pendek dan panjang antara keterbukaan perdagangan, dampak krisis ekonomi, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama periode 1984Ae2023. Hasilnya diharapkan memberikan wawasan komprehensif tentang indikator keterbukaan perdagangan yang paling efektif untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, termasuk mitigasi dampak krisis ekonomi global secara berkelanjutan. KAJIAN LITERATUR Pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai peningkatan kapasitas suatu perekonomian untuk menghasilkan barang dan jasa dalam jangka panjang (Todaro & Smith, 2. Salah satu indikator utama pertumbuhan ekonomi adalah perubahan dalam Produk Domestik Bruto (PDB). Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh sebuah negara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya adalah melalui perdagangan. Dalam perspektif Teori Keunggulan Komparatif yang dikemukakan oleh David Ricardo . , negara sebaiknya fokus memproduksi barang yang memiliki keunggulan biaya relatif dibandingkan negara lain. Teori ini menekankan pentingnya spesialisasi, sehingga negara dapat memaksimalkan efisiensi ekonomi dan memperluas perdagangan internasional. Dalam konteks Indonesia, penerapan keunggulan komparatif dapat dioptimalkan melalui pengembangan sektor-sektor unggulan, seperti agribisnis dan manufaktur berorientasi Model Heckscher-Ohlin (H-O), yang dikenal juga sebagai Hexagonal Theory and Trading Patterns, melengkapi analisis perdagangan internasional dengan menyoroti perbedaan faktor produksi . odal dan tenaga kerj. antar negara. Menurut teori ini, negara yang kaya akan faktor produksi tertentu cenderung mengekspor barang yang memanfaatkan faktor tersebut secara intensif. Indonesia, sebagai negara dengan keunggulan tenaga kerja melimpah, seharusnya mengoptimalkan ekspor produk-produk padat karya sambil mengimpor barang-barang padat modal untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan teknologi. Kegiatan ekspor-impor yang dilakukan oleh sebuah negara termasuk Indonesia dapat diartikan sebagai keterbukaan perdagangan. Keterbukaan perdagangan merujuk pada sejauh mana suatu negara terintegrasi dengan ekonomi global melalui kegiatan ekspor dan impor barang dan jasa. Menurut Krugman dan Obstfeld . , keterbukaan perdagangan dapat meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya, mendorong transfer teknologi, dan memfasilitasi pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas. Bhagwati . menjelaskan bahwa keterbukaan perdagangan juga memungkinkan negara untuk memanfaatkan keunggulan komparatifnya, sehingga meningkatkan daya saing global. Dreher . menambahkan bahwa keterbukaan perdagangan memiliki hubungan erat dengan liberalisasi ekonomi, yang mengurangi hambatan perdagangan seperti tarif dan kuota. Dalam konteks negara berkembang, keterbukaan perdagangan sering kali diiringi dengan aliran investasi asing yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui akumulasi modal dan inovasi teknologi (Frankel & Romer, 1. Keterbukaan perdagangan dapat mendorong adanya aliran modal masuk ke dalam negeri. Masuknya aliran modal asing ke Indonesia diharapkan mampu untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sehingga mampu untuk menciptakan efek spillover yang akan mendorong peningkatan pendapatan negara. Investasi asing juga langsung memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama di negara Hill . mengungkapkan bahwa FDI dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperkenalkan teknologi baru, dan meningkatkan kualitas modal manusia melalui pelatihan dan transfer Studi lain oleh Borensztein. De Gregorio, dan Lee . menemukan bahwa dampak positif FDI terhadap pertumbuhan ekonomi bergantung pada kualitas modal manusia di negara penerima. Negaranegara dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung lebih efektif dalam menyerap manfaat FDI. Manfaat lain yang dapat diperoleh oleh suatu negara dari adanya keterbukaan perdagangan adalah peningkatan modal manusia. Modal manusia mencakup pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi tenaga kerja yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan. Becker . menjelaskan bahwa modal manusia adalah salah satu faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan daya saing ekonomi. Schultz . juga menegaskan bahwa investasi dalam pendidikan memiliki pengaruh langsung terhadap kemampuan individu untuk menyerap teknologi dan memanfaatkan peluang ekonomi. Dalam konteks keterbukaan perdagangan, modal manusia memungkink,an negara untuk lebih cepat mengadopsi inovasi dari luar negeri, meningkatkan daya saing ekspor, dan memanfaatkan keuntungan dari FDI (Nelson & Phelps. Anggara Pratama Putra dkk / Journal of Economics Development Issues Vol. 8 No. METODOLOGI PENELITIAN Variabel dan keterangan variabel yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 1. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari World Bank. Tabel 1. Variabel dan Sumber Data No Variabel Keterangan 1 lnpdb Produk Domestik Bruto (Current LCU) 2 trade* Jumlah ekspor dan impor barang dan jasa (% dari PDB) 3 exp01* Ekspor barang dan jasa (% dari PDB) 4 imp* Impor barang dan jasa (% dari PDB) 5 hc APK pendidikan menengah (%) 6 fdi Penanaman modal asing langsung (% dari PDB) 7 d_krisis Dummy krisis Keterangan: * Proksi dari Keterbukaan Perdagangan Sumber World Bank World Bank World Bank World Bank World Bank World Bank Penelitian ini menggunakan metode analisis Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Penggunaan model ARDL bertujuan untuk melihat hubungan antara keterbukaan perdagangan dan pertumbuhan ekonomi. Model ARDL dikembangkan oleh Pesaran dan Shin . Pesaran. Shin dan Smith . Pesaran et al. 0, 2. menggunakan model ARDL untuk melihat hubungan jangka panjang antar variabel dengan bantuan koreksi kesalahan vektor tak terbatas. Model ARDL memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan model kointegrasi lainnya. Model ARDL dapat diterapkan tanpa harus memperhatikan apakah regresor terintegrasi pada tingkat level I . atau first difference I . Selain itu model ARDL dapat melakukan estimasi dengan lebih baik pada ukuran sampel yang kecil, model ARDL memungkinkan untuk melakukan estimasi walaupun variabel penjelas bersifat endogen, serta dapat menurunkan model kesalahan dinamis melelui Error Correction Model (ECM) melalui transformasi linear sederhana (Pesaran. Shin & Smith, 1999, 2. Terdapat beberapa pengujian data pendahuluan yang harus dilakukan, diantaranya: Uji Unit Root (Stasionerita. Uji Stasioneritas dilakukan untuk melihat apakah data pada penelitian sudah stasioner atau tidak. Data yang stasioner berarti pola sebaran pada data sudah konsisten pada variannya. Pengujian ini dilakukan agar terhindar dari hasil penelitian yang semu. Uji Stasioneritas dilakukan dengan menggunakan Augmented Dickey Fuller (ADF). Penentuan Optimum Lag Penentuan lag optimum dilakukan untuk menghilangkan permasalahan autokorelasi pada model ARDL. Penentuan lag optimum juga dilakukan untuk melihat seberapa lama keterpengaruhan suatu variabel terhadap variabel lainnya. Penelitian ini menggunakan Akaike Information Criterion (AIC) untuk menentukan lag optimum. Uji Kointegrasi Uji Kointegrasi dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel dependen dan independen dalam jangka panjang. Kointegrasi terjadi jika pada model terdapat ECM yaitu adanya hubungan jangka pendek yang diturunkan dari jangka panjang (Verbeek, 2. Estimasi ARDL Secara umum model ARDL dapat dituliskan sebagai berikut: OIycU# = yu& yu( ycU#)( yu* ycU(#)( yu, ycU*#)( yu- ycU,#)( yu( Oc012( OIycU#)( yu* Oc312( OIycU(#)( yu. Oc412( OIycU*#)( yu- Oc512( OIycU,#)( yuA# . yu( , yu* , yu, , yu: Koefisien jangka panjang. Anggara Pratama Putra dkk / Journal of Economics Development Issues Vol. 8 No. yu( , yu* , yu, , yu: Koefisien ARDL jangka panjang. yuA# : Error yang terdistribusi normal. Uji Kesesuaian Model Uji Kesesuaian Model ARLD dilakukan untuk melihat apakah model yang digunakan sudah sesuai dengan kaidah ekonometrika dan model yang dihasilkan tidak melanggar asumsi klasik. Pengujian ini diantaranya adalah uji autokorelasi, uji heterokedastisitas, dan uji normalitas. Uji Stabilitas Model Uji stabilitas model dilakukan untuk melihat apakah parameter dalam penelitian sudah stabil. Uji stabilitas dilakukan menggunakan CUSUM. Uji CUSUM merupakan uji yang cukup baik untuk menguji stabilotas variabel pada model (Pesaran et al. , 2. Model penelitian ini merujuk pada model penelitian yang dilakukan oleh Fitriani et al. untuk melihat hubungan antara ketebukaan perdagangan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Penelitian ini dibagi ke dalam tiga model yaitu: Model 1, indikator keterbukaan perdagangan yang digunakan adalah rasio ekspor ditambah impor dinagi PDB. Model 2, indikator keterbukaan perdagangan yang digunakan adalah rasio ekspor dibagi dengan PDB. Model 3, indikator keterbukaan perdagangan yang digunakan adalah rasio impor dibagi dengan PDB Model empiris secara umum pada penelitian ini adalah OIycoycuycyyccyca# = yu& yu( ycoycuycyyccyca#)( yu* ycycu(#)( yu. Eayca yceyccycn- ycU,#)( yu( Oc012( OIycoycuycyyccyca#)( yu* Oc012( OIycycu(#)( yu. Oc012( OIEayca*#)( yu- Oc012( OIyceyccycn,#)( yuA# . Dimana to adalah proksi model 1, model 2, dan model 3 dari keterbukaan perdagangan, hc adalah proksi dari modal manusia, fdi adalah proksi dari investasi asing langsung. At adalah error yang terdistribusi normal, dan 0 , 1, 2, 3, 4 . merupakan parameter, dan i menjelaskan selisih atau perubahan dalam periode waktu dari dua nilai suatu variabel HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Unit Root Tahapan awal pengujian data time series pada penelitian ini adalah uji unit root untuk melihat stasioneritas. Augmented Dickey Fuller (ADF) merupakan uji unit root yang digunakan dalam penelitian ini, hasilnya menunjukkan variabel yang stasioner pada tahap level adalah impor. Sedangkan variabel lainnya yaitu pertumbuhan ekonomi . , ekpsor, human capital, dan fdi stasioner pada first difference (Tabel . Tabel 2. Uji Stasioneritas Data Level First Difference Variabel I . I . d_krisis Keterangan: *Signifikan pada taraf nyata () sebesar 0,05. Sumber: Hasil olah data Eviews 12 Penentuan Lag Optimum Penentuan nilai lag optimum pada penelitian ini didasarkan pada nilai dari kriteria Akaike Information Criterion (AIC). Panjang lag yang akan terpilih adalah yang memiliki nilai AIC terendah. Model akan Anggara Pratama Putra dkk / Journal of Economics Development Issues Vol. 8 No. semakin baik apabila memiliki nilai AIC yang semakin kecil. Dari gambar 2 terlihat bahwa hasil lag optimum untuk penelitian ini adalah ARDL . ,3,1,0,. untuk model 1. ARDL . ,2,0,0,. untuk model 2, dan ARDL . ,3,2,0,. untuk model 3. Gambar 2. Uji Lag Optimum Sumber: Hasil olah data Eviews 12 Hasil Uji Kointegrasi Uji kointegrasi dilakukan untuk melihat hubungan jangka panjang antara variabel keterbukaan perdagangan dan pertumbuhan ekonomi. Hasil dari uji kointegrasi akan terlihat dari nilai F-statistik. Jika nilai F-statistik berada diatas nilai upper bound artinya terdapat hubungan kointegrasi antar variabel dan sebaliknya jika nilai F-statistik berada di bawah lower bound artinya tidak terdapat hubungan kointegrasi antar variabel. F-statistic Tabel 3. Hasil Uji Kointegrasi Model 1 Model 2 Model 3 Keterangan: *Signifikan pada taraf nyata () sebesar 0,05. Sumber: Hasil olah data Eviews 12 Pengujian kointegrasi dari ketiga model pada penelitian ini menunjukkan adanya hubungan kointegrasi. Nilai F-statistik pada tabel 3 menunjukkan bahwa pada model 1 . ,3,1,0,. , model 2 . ,2,0,0,. , dan model 3 . ,3,2,0,. berada diatas nilai upper bound yaitu 3,49 dengan taraf kepercayaan 5 persen. Artinya terdapat hubungan kointegrasi . angka panjan. pada ketiga model tersebut. Estimasi Model ARDL Koefisien Jangka Panjang Pengujian kointegrasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan jangka panjang antara keterbukaan perdagangan baik itu dari sisi perdagangan . , ekpor, dan impor dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dari tahun 1984-2023. Tabel 4 menunjukkan bahwa seluruh model pada penelitian ini memiliki hubungan jangka panjang yang signifikan dan bernilai positif. Pada model 1, jika keterbukaan perdagangan . mengalami peningkatan 1 persen maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat sebesar 0,017 persen, ceteris paribus. Pada model 2, peningkatan ekpor sebesar 1 persen maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat sebesar 0,036 persen. Sedangkan pada model 3, hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan impor sebesar 1 persen akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,041 persen. keterbukaan perdagangan dari sisi impor . memiliki pengaruh yang paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan pada impor barang dan modal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir sehingga berdampak positif dalam jangka panjang ke pertumbuhan ekonomi Indonesia (Fitriani, et , 2. Tabel 4. Hasil Uji Coefficient Long Run Model 1 Model 2 Model 3 Variabel ARDL ARDL ARDL ,3,1,0,. ,2,0,0,. ,3,2,0,. Anggara Pratama Putra dkk / Journal of Economics Development Issues Vol. 8 No. d_krisis Keterangan: *Signifikan pada taraf nyata () sebesar 0,05. Sumber: Hasil olah data Eviews 12 Pengaruh positif keterbukaan perdagangan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sejalan dengan teori keunggulan komparatif yang di kemukakan oleh David Ricardo, dimana barang-barang yang memiliki keunggulan komparatif akan di produksi dan diekspor sedangkan impor barang akan dilakukan oleh suatu negara jika biaya produksi dalam negeri lebih mahal (Mankiw, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sehrawat & Giri . Sunde et al. Tahir & Hayat . Duodu & Baidoo . yang menyatakan bahwa keterbukaan perdagangan memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara. Islam et al. , menemukan bahwa dalam jangka panjang keterbukaan perdagangan dan pertumbuhan ekonomi memiliki hubungan positif dan signifikan, demikian pula dengan investasi yang memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Brunei Darussalam. Zafar . juga menyatakan bahwa terdapat kointegrasi positif dan stabil dalam jangka panjang antara keterbukaan perdagangan, investasi asing langsung, dan pertumbuhan ekonomi di Pakistan, serta terdapat hubungan kausalitas dua arah antara keterbukaan perdagangan dan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa keterbukaan perdagangan dapat memainkan peran penting terkait pertumbuhan ekonomi Pakistan. Fitriani et al. juga menemukan bahwa terdapat hubungan positif antara keterbukaan perdagangan, modal manusia, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Ertika et al. melakukan penelitian terkait dengan keterbukaan perdagangan, investasi asing langsung, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia, hasilnya menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan diantara variabel-variabel tersebut. Hubungan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga model dapat dilihat investasi asing langsung . memiliki dampak positif dan signifikan terhadap pertumbuhan jangka panjang. Apabila investasi asing mengalami peningkatan maka akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang yaitu dari periode tahun 1984-2023. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Harrod-Domar bahwa investasi adalah syarat yang harus dipenuhi agar suatu perekonomian dapat mencapai pertumbuhan yang tangguh atau steady growth dalam jangka panjang (Todaro & Smith, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Febriansya . yang meneliti tentang hubungan antara FDI, ekspor dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan menggunakan vector error correction model, hasilnya menunjukkan bahwa FDI memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hubungan Modal Manusia dan Pertumbuhan Ekonomi Dari ketiga model yang digunakan, hasilnya menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara human capital . atau modal manusia dengan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Peningkatan pada modal manusia akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dari periode tahun 19842023. Hal ini sejalan dengan Teori pertumbuhan endogen yang menekankan pentingnya modal manusia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Salah satu faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi adalah modal manusia, terutama bagi negara-negara berkembang. Todaro dan Smith . menekankan bahwa pentingnya investasi untuk pendidikan dalam meningkatkan modal manusia. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa modal manusia memiliki kontribusi yang besar dalam meningkatkan kinerja ekonomi suatu negara, terutama dalam jangka panjang (Bawono et al. , 2. Beberapa penelitian empiris menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara peningkatan human capital dan laju pertumbuhan ekonomi, baik di negara maju maupun negara berkembang. Studi-studi tersebut Anggara Pratama Putra dkk / Journal of Economics Development Issues Vol. 8 No. mengungkapkan bahwa negara-negara yang secara konsisten menginvestasikan sumber dayanya dalam pendidikan dan pelatihan tenaga kerja mampu mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan (Carillo 2024. Wirajing 2023 et al. ,2023. Wujarsono 2. Modal manusia berfungsi sebagai fondasi untuk adopsi teknologi baru, pengembangan infrastruktur, dan peningkatan produktivitas sektorsektor kunci dalam perekonomian. Hubungan Krisis dan Pertumbuhan Ekonomi Dari ketiga model yang digunakan, hasilnya menunjukkan bahwa krisis tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang, hal ini dapat terjadi karena krisis sering kali memiliki dampak yang lebih kuat dalam jangka pendek dibandingkan dengan jangka panjang. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Tansuchat & Klinlampu yang menemukan bahwa efek krisis terhadap pertumbuhan ekonomi hanya terjadi dalam jangka pendek dan efeknya tidak bertahan dalam jangka panjang. Koefisien Jangka Pendek Untuk melihat hubungan jangka pendek pada penelitian ini maka dilakukan uji Error Correction Form (ECM). Pengujian ECM dilakukan untuk melihat seberapa cepat variabel pada penelitian ini akan kembali ke keseimbangan jangka panjang. Tabel 5. Hasil Uji Short Run Model 1 Model 2 Variabel ARDL ARDL ,3,1,0,. ,2,0,0,. D(LNPDB(-. D(TRADE) D(TRADE(-. D(TRADE(-. D(EXP. D(EXP01(-. D(IMP) D(IMP(-. D(IMP(-. D(HC) D(D_KRISIS) D(D_KRISIS(-. Adjusted R2 CointEq(-. Model 3 ARDL ,3,2,0,. Keterangan: *Signifikan pada taraf nyata () sebesar 0,05. ** Signifikan pada taraf nyata () 0,1. Sumber: Hasil olah data Eviews 12 Tabel 5 menunjukkan bahwa D(LNPDB(-. ) atau variabel pertumbuhan ekonomi saat first difference (LNPDB saat ini dikurangi LNPDB tahun sebelumny. pada lag 2 atau pada periode kedua dari penelitian. D(TRADE). D(EXP. D(IMP) menunjukkan variabel keterbukaan perdagangan pada keadaan first difference pada lag 1 periode pertama penelitian. D(HC) artinya adalah variabel HC dalam keadaan first difference pada lag 1 atau periode pertama penelitian. Nilai koefisien variabel Error Correction Term (ECT) CointEq (-. merupakan ukuran untuk melihat terjadinya penyesuaian akibat adanya perubahan . peed of Nilai ECT adalah bentuk mutlak dari seberapa cepat waktu menuju keseimbangan (Fitriani et al. Model 1 Hasil pengujian ECM pada model 1 menunjukkan bahwa nilai ECT sebesar . artinya akan terjadi kecepatan 0,249 persen per tahun untuk bisa menuju keseimbangan pada model 1 . erbaikan Anggara Pratama Putra dkk / Journal of Economics Development Issues Vol. 8 No. ketidakseimbangan jangka pendek menuju jangka panjang sebesar 0,249 persen per tahu. Variabel keterbukaan perdagangan . , modal manusia . , investasi asing langsung . , dan dummy krisis secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap variabel pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 80,3 persen, sedangkan sisanya sebesar 19,7 persen dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Dari tabel 5 dapat dilihat bahwa keterbukaan perdagangan yang digambarkan melalui trade . kspor ditambah impo. dalam jangka pendek . urang dari 5 tahu. memiliki pengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Elfaki & Inrahim . yang menemukan bahwa keterbukaan perdagangan menunjukkan efek negatif pada pertumbuhan ekonomi Indonesia pada jangka pendek. Dampak dari perdagangan internasional baru akan terlihat dalam jangka panjang karena masih butuh adanya penyesuaian untuk menghasilkan manfaat dari perdagangan bebas (Fitriani et al, 2. Modal manusia . tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara signifikan dalam jangka pendek, hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Islam & Alam . bahwa modal manusia tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Bangladesh dalam jangka pendek, hal ini dapat disebabkan karena butuh waktu untuk mewujudkan dampak modal manusia terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara. Sedangkan dummy krisis akan menyebabkan penurunan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Raza dan Karim . Hina & Qayyum . bahwa krisis finansial akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara seperti yang terjadi di China dan Pakistan, hal ini dikarenakan adanya tekanan terhadap penurunan output per kapita dan adanya perlambatan konvergensi menuju tingkat output yang tangguh . teady-stat. Model 2 Hasil pengujian ECM pada model 2 menunjukkan bahwa nilai ECT sebesar . artinya akan terjadi kecepatan 0,239 persen per tahun untuk bisa menuju keseimbangan pada model 2 . erbaikan ketidakseimbangan jangka pendek menuju jangka panjang sebesar 0,239 persen per tahu. Variabel keterbukaan perdagangan . , modal manusia . , investasi asing langsung . , dan dummy krisis secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap variabel pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 75,8 persen, sedangkan sisanya sebesar 24,2 persen dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Dari tabel 5 dapat dilihat bahwa keterbukaan perdagangan yang digambarkan melalui ekspor dalam jangka pendek . urang dari 5 tahu. memiliki pengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sedangkan Modal manusia . tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara signifikan dalam jangka Hubungan negatif antara ekspor dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan bahwa dalam jangka pendek peningkatan ekspor akan menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan sebaliknya. Hal ini dapat terjadi karena efek dari ekspor belum akan terlihat dalam jangka pendek, dibutuhkan waktu yang cukup panjang sehingga ekspor dapat memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Wulandari et al. memaparkan bahwa ekspor memiliki dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sedangkan krisis akan menyebabkan penurunan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Model 3 Hasil pengujian ECM pada model 3 menunjukkan bahwa nilai ECT sebesar . artinya akan terjadi kecepatan 0,324 persen per tahun untuk bisa menuju keseimbangan pada model 3 . erbaikan ketidakseimbangan jangka pendek menuju jangka panjang sebesar 0,324 persen per tahu. Variabel keterbukaan perdagangan . , modal manusia . , investasi asing langsung . , dan dummy krisis secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap variabel pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 74,2 persen, sedangkan sisanya sebesar 25,8 persen dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Dari tabel 5 dapat dilihat bahwa keterbukaan perdagangan yang digambarkan melalui impor dalam jangka pendek . urang dari 5 tahu. memiliki pengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sedangkan Modal manusia . tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara signifikan dalam jangka Sedangkan krisis akan menyebabkan penurunan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hubungan negatif antara impor dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan bahwa dalam jangka pendek peningkatan impor akan menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan sebaliknya. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang di lakukan oleh Liu & Zhang yaang menyatakan bahwa dalam jangka Anggara Pratama Putra dkk / Journal of Economics Development Issues Vol. 8 No. pendek impor memiliki dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi China, hal ini dikarenakan struktur impor di China tidak memiliki teknologi yang tinggi sehingga tidak dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Fitriani et al. juga menjelaskan bahwa dalam jangka pendek, impor memiliki dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, hal ini dapat disebabkan oleh adanya guncangan-guncangan ekonomi di Indonesia. Uji Kesesuaian Model ARDL Uji Autokorelasi Hasil dari uji autokorelasi dengan menggunakan Uji Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test menunjukkan bahwa nilai probability (A value statisti. Chi2 dari ketiga model berada diatas taraf nyata () 5 persen. Sehingga pada model 1 . ,3,1,0,. , model 2 . ,2,0,0,. , dan model 3 . ,3,2,0,. tidak terdapat autokorelasi dalam model atau terima H0. Artinya data yang digunakan tidak terdapat korelasi atau hubungan antar observasi dalam satu variabel. Tabel 6. Hasil Uji Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Model 1 Model 2 Model 3 F-statistic Obs*R Prob. Chi2 . Sumber: Hasil olah data Eviews 12 Uji Normalitas Hasil uji normalitas dengan menggunakan uji Jarque-Bera menunjukkan bahwa nilai probabilitas (A valu. dari ketiga model berada diatas taraf nyata () 5 persen. Artinya terima H0 atau dapat dikatakan bahwa error terdistribusi secara normal pada ketiga model tersebut. Tabel 7. Hasil Uji Jarque-Bera Model 1 Model 2 Model 3 Jarque-Bera Sumber: Hasil olah data Eviews 12 Uji Heteroskedastisitas Hasil uji heteroskedastisitas dengan mengenakan Uji Heteroskedasticity Test: Breusch-PaganGodfrey menunjukkan bahwa nilai Probability Chi-Square dari ketiga model berada diatas taraf nyata () 5 Artinya terima H0 atau dapat dikatakan bahwa tidak terdapat permasalahan heterokedastisitas pada ketiga model tersebut. Tabel 8. Hasil Uji Heteroskedasticity Test: Breusch-Pagan-Godfrey Model 1 Model 2 Model 3 Prob. Chi Sumber: Hasil olah data Eviews 12 Uji Stabilitas (CUSUM) Penelitian ini perlu melihat apakah model yang digunakan telah cukup stabil . dari adanya Uji stabilitas dilakukan dengan menggunakan Uji CUSUM pada taraf kepercayaan 5 persen. Stabilitas model ditentukan dengan melihat posisi CUSUM line yaitu yang berupa garis tidak beraturan ditengah yang berada diantara dua garis lurus merah di bagian atas dan bawah . ignificance line 5 perse. Hasil pengujian dari ketiga model tersebut menunjukkan bahwa CUSUM line berada di antara significance Artinya terbukti bahwa ketiga model cukup stabil. Anggara Pratama Putra dkk / Journal of Economics Development Issues Vol. 8 No. Gambar 3. Uji CUSUM dari Ketiga Model Sumber: Hasil olah data Eviews 12 SIMPULAN Keterbukaan perdagangan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang, terutama pada periode 1984Ae2023, melalui peningkatan impor barang modal dan bahan baku yang mendukung kapasitas produksi domestik dan ekspor. Strategi yang berfokus pada pengembangan nilai tambah barang dan jasa lokal serta penguatan sektor riil diperlukan untuk memaksimalkan manfaat keterbukaan perdagangan. Investasi asing langsung (FDI) menjadi langkah strategis yang perlu didukung dengan seleksi ketat dan kerja sama antar-stakeholder untuk memastikan dampak positifnya pada produksi nasional. Selain itu, modal manusia berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi, sehingga peningkatan kualitas pendidikan dan akses bagi masyarakat kurang mampu harus menjadi prioritas. Krisis ekonomi cenderung berdampak sementara pada pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek, sementara dampaknya memudar dalam jangka panjang. Penelitian mendatang diharapkan mempertimbangkan faktor eksternal, analisis periode berbeda, dan perbandingan dengan negara serupa untuk memahami hubungan keterbukaan perdagangan dan pertumbuhan ekonomi secara lebih mendalam. DAFTAR PUSTAKA