CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 130-141 Analisis Sentimen Komentar Audiens terhadap Tayangan 'LIVE - Anies dan Efek Kejut di Pilkada Jakarta | ROSI' pada Kanal YouTube KOMPASTV: Studi tentang Persepsi Publik di Media Digital. https://doi. org/10. 25008/caraka DINA JUNIAR ANGGRAINI Universitas Gunadarma - Indonesia SEPTIAN DWI PUTRI Universitas Gunadarma - Indonesia MARIA Universitas Gunadarma - Indonesia Abstract This study analyses audience sentiment toward the program "LIVE - Anies and Efek Kejut di Pilkada Jakarta | ROSI" on KompasTV's YouTube channel to understand public perception in digital discourse. Using a descriptive-exploratory approach, data consisting of 1,742 comments were collected via web scraping with Python and processed through preprocessing, translation, and sentiment classification using TextBlob. The analysis revealed that 53. 1% of the comments were positive, 36. 61% neutral, and 29% negative. A word cloud visualization highlighted the dominance of terms related to Anies Baswedan as the discussion's focal point. Furthermore, contextual and semantic analysis of several comments emphasized the limitations of automated classification in accurately capturing sentiment. The study underscores the necessity of integrating quantitative and qualitative methods to gain comprehensive insights into public opinion on digital platforms. These findings demonstrate the critical role of digital media, particularly YouTube, as an interactive arena for political communication. Keywords: Sentiment Analysis. Political Communication. Public Perception. YouTube. Pilkada 2024. Abstrak Penelitian ini menganalisis sentimen komentar audiens terhadap tayangan "LIVE - Anies dan Efek Kejut di Pilkada Jakarta | ROSI" di kanal YouTube KompasTV, untuk memahami persepsi publik dalam diskursus digital. Dengan pendekatan deskriptif eksploratif, data berupa 1. 742 komentar dikumpulkan melalui web scraping menggunakan Python dan diolah melalui tahapan preprocessing, penerjemahan, serta klasifikasi sentimen dengan TextBlob. Hasil analisis menunjukkan 53,1% komentar bersentimen positif, 36,61% netral, dan 10,29% negatif. Visualisasi word cloud mengungkap dominasi kata terkait Anies Baswedan sebagai fokus diskusi. Selain itu, analisis konteks dan makna terhadap beberapa CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 130-141 komentar menyoroti adanya bias klasifikasi otomatis yang dapat mengaburkan sentimen sebenarnya. Studi ini menegaskan bahwa penggabungan metode kuantitatif dan kualitatif diperlukan untuk memperoleh wawasan yang lebih komprehensif tentang opini publik di media digital. Temuan ini memperlihatkan pentingnya media digital, khususnya YouTube, sebagai arena interaktif dalam komunikasi politik. Kata Kunci: Analisis Sentimen. Komunikasi Politik. Persepsi Publik. YouTube. Pilkada 2024. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital pada tahun 2024 telah menunjukkan kemajuan yang pesat. Diawali dengan penggunaan kecerdasan buatan yang semakin meluas dan melengkapi perkembangan media digital. Perkembangan ini juga diiringi dengan meningkatnya kesiapan digital masyarakat. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominf. melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Informatika (BPSDM Kominf. resmi meluncurkan hasil pengukuran Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2024 sebesar 43,34 yang menunjukkan kenaikan skor sebesar 0,16 dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan adanya peningkatan kesiapan digital masyarakat (Puslitbang Aptika IKP, 2. Data We Are Social menunjukkan jumlah pengguna internet di Indonesia tahun 2024 sebesar 5,35 miliar yang artinya mengalami kenaikan sebesar 97 juta atau 1,8% dari tahun 2023. Sementara pengguna media sosial aktif sebanyak 5,04 milyar yang artinya mengalami kenaikan 266 juta atau 5,6% dari tahun 2023 (We Are Social, 2. Tidak hanya itu. We Are Social juga mencatat terdapat situs web yang sering dikunjungi oleh pengguna internet di Indonesia berdasarkan penilaian dari Similarweb, adapun urutan 5 tertingginya yaitu: . Google. Youtube. Facebook. Instagram. com, dan . Whatsapp. Sebagai urutan kedua situs web yang paling sering dikunjungi, platform YouTube telah dijadikan ruang diskursus publik yang interaktif, di mana audiens tidak hanya sebagai penerima informasi tetapi juga turut berpartisipasi melalui komentar yang mencerminkan opini dan sentimen terhadap isu-isu yang dibahas. Tidak terkecuali isu politik yang ramai diperbincangkan sepanjang tahun 2024 sebagai tahun pemilu. Dengan fitur komentar yang dimiliki, sangat memungkinkan bagi YouTube untuk digunakan sebagai sarana untuk mencerminkan respons publik secara langsung, baik dalam bentuk dukungan, kritik, atau diskusi. Sehingga, seringkali fitur komentar ini dijadikan data penting untuk penilaian terhadap opini publik yang merupakan salah satu elemen utama dalam komunikasi politik. Opini publik adalah pendapat yang sama dan dinyatakan oleh banyak orang, yang diperoleh melalui diskusi intensif sebagai jawaban atas pertanyaan dan permasalahan yang menyangkut kepentingan umum (Arifin, 2. Pada dasarnya, opini publik dapat terbentuk melalui isu atau permasalahan yang disebarkan melalui media massa. Namun, saat ini isu atau permasalahan CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 130-141 tersebut bergeser seiring juga dengan bergesernya penggunaan media digital yang lebih masif termasuk YouTube. Isu pemilu menjadi salah satu yang paling hangat dibahas melalui berbagai platform media digital khususnya media berita di YouTube. Salah satu media berita yang banyak menarik perhatian adalah kanal YouTube KompasTV yang memiliki 18,1 juta subscriber. KompasTV menjadi salah satu media berita digital yang terus menampilkan isu terbaru terutama terkait Pilkada serentak yang dilaksanakan di Indonesia pada tanggal 27 November 2024. Sebagai Ibu Kota. Pilkada Jakarta tentu menarik banyak sekali perhatian media. Termasuk bagaimana peta politik yang muncul terkait pengusung dan pendukung bagi masing-masing pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta. Salah satu tokoh yang dinilai kontroversial dan banyak disebut pada pilkada Jakarta kali ini adalah Anies Rasyid Baswedan yang merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta ke-17 sekaligus peserta pada pemilihan Presiden yang dilakukan sebelumnya, yang juga sempat disebut akan ikut serta sebagai calon Gubernur Jakarta saat ini namun tidak terlaksana. Bahkan, pakar komunikasi politik Effendi Gazali mengatakan Anies Baswedan dan Jakmania menjadi faktor penentu suara dalam Pemilihan Gubernur (Pilgu. Jakarta 2024 (CNN, 2. Satu hari setelah pelaksanaan Pilkada. KompasTV secara eksklusif membahas mengenai pengaruh Tokoh ini dalam pelaksanaan dan hasil sementara yang menunjukkan kemenangan bagi pasangan calon yang didukung secara terbuka, yaitu pasangan calon nomor urut 3 Pramono AnungRano Karno dengan perolehan berdasarkan hitung cepat sebesar 50,18% (Liputan6. com, 2. Pembahasan ini ditayangkan secara Live melalui kanal YouTube KompasTV dengan tajuk AoLIVE - Anies dan Efek Kejut di Pilkada Jakarta | ROSI'. Hal ini tentu berpotensi untuk memunculkan beragam respon publik melalui kolom komentar yang disediakan. Tercatat dalam waktu 4 jam setelah waktu disiarkan sudah mendapat tayangan sebanyak 236. 456 dengan jumlah likes 4,1 ribu dan 737 Mengingat masih terbatasnya penelitian tentang analisis sentimen di media digital dalam konteks politik, penelitian saat ini tertarik untuk melihat bagaimana sentimen yang muncul dari masyarakat melalui kolom komentar pada tayangan AoLIVE - Anies dan Efek Kejut di Pilkada Jakarta | ROSI' tersebut. KERANGKA TEORI Teori Komunikasi Politik Teori Komunikasi Politik adalah cabang dari ilmu komunikasi yang fokus pada pertukaran informasi antara aktor politik, media, dan publik, serta bagaimana proses tersebut mempengaruhi perilaku, opini, dan keputusan politik. Dalam konteks komunikasi politik, peran media menjadi pusat perhatian, terutama dalam era digital yang memungkinkan komunikasi interaktif antara aktor politik dan masyarakat. CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 130-141 Menurut McNair . , komunikasi politik mencakup semua bentuk komunikasi yang digunakan untuk mempengaruhi hasil politik, baik yang dilakukan oleh politisi, media, maupun publik. Fokusnya adalah bagaimana informasi disebarkan, diterima, dan ditafsirkan dalam konteks politik. Komunikasi politik melibatkan Aktor Politik: Politisi, partai, pemerintah. Media: Media tradisional dan digital, termasuk platform seperti YouTube serta Publik: Audiens atau masyarakat yang menjadi penerima informasi dan aktor dalam diskusi politik. Persepsi Publik Persepsi adalah pengalaman tentang fenomena, kejadian atau hubungan-hubungan yang didapatkan dengan menyimpulkan dan mengartikanya (Notoatmodjo, 2. Persepsi juga didefinisikan sebagai konsep yang penting dalam psikologi karena dengan persepsi manusia menghasilkan pandangan dalam hidupnya (Nasbahry, 2. Sementara itu, publik diartikan sebagai sekelompok orang yang memiliki kebersamaan dalam berpikir, perasaan, harapan, sikap, dan tindakan yang baik dan benar berdasarkan nilai-nilai dan norma yang mereka miliki (Inu dkk dalam Sinambela. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Persepsi publik merujuk pada pandangan atau interpretasi sekelompok orang terhadap suatu isu, individu, organisasi, atau fenomena tertentu, yang sering kali dipengaruhi oleh pengalaman, nilai, media, dan interaksi sosial. Berdasarkan literatur terbaru, persepsi publik di media digital sangat dipengaruhi oleh narasi, kecepatan penyebaran informasi, serta interaktivitas media sosial (Anwar, dkk. , 2. Sebagai contoh, dalam konteks politik, persepsi publik terbentuk melalui kampanye digital dan keterlibatan masyarakat dalam diskusi daring, yang secara langsung mempengaruhi opini publik dan kepercayaan terhadap tokoh atau kebijakan tertentu (Revolusi, 2. Studi juga menunjukkan bahwa persepsi publik juga dapat dipengaruhi oleh reputasi, yang melibatkan kinerja, perilaku, komunikasi, dan faktor autentisitas suatu entitas. Dalam hal ini, komunikasi efektif melalui media sosial menjadi krusial untuk membangun citra positif (Patrianti, 2. Analisis Sentimen Salah satu cara untuk bisa memahami persepsi publik melalui media digital adalah dengan melakukan analisis sentimen. Analisis sentimen adalah teknik analisis teks untuk mendeteksi polaritas teks dalam dokumen, paragraf, kalimat, ataupun klausa (Muhaddisi dkk. , 2. Selain itu, analisis sentimen juga dikenal sebagai mining opinion yang dapat diartikan penelitian tentang perhitungan pandangan, evaluasi, sikap, dan emosi orang yang keberadaannya oleh entitas (Zhao dkk. , 2. Sedangkan menurut Irawan . analisis sentimen dapat digunakan untuk mengungkap pola tersembunyi dari kelimpahan data konten buatan pengguna yang tersedia di situs media sosial salah satunya YouTube. YouTube sebagai Arena Diskursus CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 130-141 YouTube sebagai Arena Diskursus mencerminkan peran platform ini sebagai ruang interaksi digital dimana pengguna dapat berbagi, mengomentari, dan mendiskusikan berbagai isu sosial, politik, budaya, dan lainnya. Sebagai salah satu media sosial berbasis video terbesar di dunia. YouTube tidak hanya menjadi tempat konsumsi konten tetapi juga platform untuk dialog publik. Pergeseran dalam penggunaan bentuk media ini telah dilihat oleh Abrahamson . bahwa saat ini media sosial menjadi televisi baru bagi khalayak, khususnya kaum muda. Lebih jauh, diketahui bahwa kaum muda sudah mulai menjauhi layar televisi dan berganti ke layar smartphone (Abdullah & Puspitasari, 2. Argumentasi tersebut juga diperkuat oleh studi Nielsen yang menyebutkan bahwa pengguna smartphone saat ini telah melampaui jumlah penonton media televisi tradisional, terutama bagi pemirsa berusia 18-34 tahun (Puji, 2. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa pola konsumsi informasi para generasi muda telah bergeser. Alih-alih membaca koran atau menonton televisi, kaum muda lebih banyak mengonsumsi informasi melalui platform new media dan media sosial termasuk YouTube. Melihat tren tersebut, membuat media konvensional juga merambah penyebaran informasinya melalui platform media digital. Salah satunya dilakukan oleh kantor berita Kompas yang membuka kanal YouTube KompasTV sebagai bentuk inovasi dari media penyiaran sebelumnya. Saat ini, kanal tersebut telah memiliki subscriber sebanyak 18,1 juta dan total penayangan sebanyak 14,502,555,287 views untuk total 336,752 video yang telah di upload sejak dibuat pertama kali pada 23 Agustus tahun 2013. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis data komentar secara numerik . lasifikasi sentime. dan kualitatif untuk menafsirkan konteks komunikasi serta makna Desain penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif untuk menggambarkan pola sentimen dan menjelaskan persepsi publik berdasarkan data komentar. Adapun teknik pengumpulan data adalah dengan melakukan web scraping untuk mengunduh komentar dari YouTube secara otomatis menggunakan tools Python . engan library YouTube Data API). Pengambilan data dilakukan 24 jam setelah tayangan disiarkan melalui channel YouTube KompasTV. Kemudian, dilakukan teknik pengolahan data dengan tahapan sebagai berikut: Preprocessing Data Teks. Yaitu membersihkan data komentar untuk memastikan hasil analisis yang akurat dengan . menghilangkan komentar kosong, simbol, emoji, dan bahasa yang tidak . melakukan tokenisasi . emecah teks menjadi kata-kat. dan hilangkan stop words . ata umum yang tidak bermakna seperti "yang", "dan"), dan . menggunakan teknik stemming untuk mengubah kata ke bentuk dasar . isalnya, "membicarakan" menjadi "bicara"). CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 130-141 Klasifikasi Sentimen. Yaitu menentukan polaritas dan nilai dari masing-masing komentar. Hal ini dilakukan dengan bantuan tools Python dan Google Collab. Interpretasi hasil klasifikasi secara kualitatif. Penentuan Topik Penelitian Kajian Literatur dan Perumusan Penyusunan Metodologi Penelitian Analisis Sentimen Preprocessin g Data Pengumpula n Data (Komentar Interpretasi Kesimpulan Gambar 1. Diagram Alur Penelitian Analisis Sentimen HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Sentimen Menggunakan Python Pengumpulan data berupa komentar pada tayangan yang berjudul AoLIVE - Anies dan Efek Kejut di Pilkada Jakarta | ROSIAo pada Kanal YouTube KompasTV dilakukan pada tanggal 29 November 2024 atau satu hari setelah tayangan tersebut disiarkan secara langsung. Pada saat proses pengambilan data tercatat bahwa tayangan tersebut sudah ditonton sebanyak 427. 985 kali dengan jumlah suka 6,9 ribu dan komentar sebanyak 1. 742 komentar. CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 130-141 Gambar 2. Tayangan Kanal YouTube KompasTV berjudul AoLIVE - Anies dan Efek Kejut di Pilkada Jakarta | ROSIAo Komentar diunduh dengan bantuan tools Python dan Google Collab. Dari total sebanyak 1. komentar yang didapatkan, kemudian dihilangkan komentar yang merupakan reply, sehingga yang digunakan hanya komentar tanpa reply dengan jumlah 1. 314 komentar. Setelah itu dilakukan pemeriksaan terhadap komentar yang sama kemudian dihapus sehingga tersisa 1. 292 komentar. Gambar 3. Tampilan Data Sebelum Diproses Dalam mengolah data yang sudah dikumpulkan, dilakukan beberapa tahap diantaranya yang Pertama adalah cleaning data, yaitu dilakukan penghapusan terhadap url, mention, karakter spesial serta emotikon yang ada di komentar. Kedua, dilakukan langkah preprocessing yang mencakup normalisasi untuk mengubah seluruh teks menjadi format huruf kecil . atau huruf besar . , tergantung pada kebutuhan analisis, kemudian stopword removal untuk menghapus kata-kata umum dan tidak relevan yang tidak dianalisis, selanjutnya tokenisasi untuk memecah teks menjadi kata-kata individu, lalu yang terakhir pada proses preprocessing yaitu stemming untuk mengubah kata berimbuhan menjadi kata dasar. CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 130-141 Gambar 4. Data setelah dilakukan Preprocessing Langkah Ketiga, data yang sudah dilakukan preprocessing selanjutnya diterjemahkan menjadi bahasa Inggris sebelum akhirnya dilakukan labeling untuk menentukan sentimen positif, negatif atau Hal ini dilakukan dikarenakan proses labeling menggunakan alat otomatis seperti TextBlob umumnya dirancang untuk teks dalam bahasa Inggris. Setelah itu masuk pada langkah Keempat, yaitu langkah labeling untuk menentukan klasifikasi sentimen positif, negatif atau netral. Hasil yang didapatkan dari proses analisis sentimen ditunjukkan dalam diagram sebagai berikut: Gambar 5. Data Jumlah Komentar Berdasarkan Klasifikasi Positif. Netral dan Negatif Bagan tersebut menunjukkan bahwa telah dideteksi sebanyak 686 komentar dengan sentimen positif, 473 komentar dengan sentimen netral dan sebanyak 133 komentar negatif. Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sentimen yang terbentuk pada kolom komentar tayangan YouTube AoLIVE - Anies dan Efek Kejut di Pilkada Jakarta | ROSIAo bersifat positif dengan prosentase 53,1 % dibandingkan dengan komentar dengan sentimen netral dan negatif masing-masing 36,61% dan 10,29%. Adapun visualisasi dari kata-kata yang paling banyak digunakan pada data dapat dilihat melalui tampilan Word Cloud seperti pada Gambar 6. CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 130-141 Gambar 6. Word Cloud Komentar Tayangan Youtube AoLIVE - Anies dan Efek Kejut di Pilkada Jakarta | ROSIAo Kata-kata AoaniesAo. AopakAo. AoabahAo. AoanisAo, dan AojakartaAo terlihat lebih besar menandakan bahwa kata ini yang paling banyak digunakan di komentar. Hal ini memperlihatkan dengan jelas bahwa pokok bahasan dalam komentar YouTube yang dianalisis fokus membahas Pak Anies yang juga sering dipanggil AoAbahAo dan pengikutnya disebut AoAnak AbahAo dalam momen pilkada Jakarta saat ini. Analisis Konteks dan Makna Komentar Pada proses analisis sentimen menggunakan algoritma Python, kalimat pada komentar dipecah menjadi kata perkata pada proses tokenisasi. Hal ini membuat penilaian dilakukan berdasarkan nilai pada kata-kata tersebut secara individu. Dalam sistem, hal ini memudahkan untuk proses klasifikasi sentimen. Namun, di sisi lain hal ini juga memungkinkan untuk menghilangkan konteks serta makna pada kalimat komentar jika dilakukan penilaian secara utuh. Untuk itu, analisis konteks dan makna pada komentar secara utuh juga perlu dilakukan. Gambar 7. Data Komentar YouTube . ext, author dan klasifikasi positi. Komentar yang ditunjukkan pada Gambar 7. Menunjukkan bahwa jika kalimat komentar dibaca secara utuh dan disandingkan dengan konteks yang ada author @DaudJusuf-z8v sedang melakukan kritik dan sindiran yang cukup tajam serta bernada negatif. Komentar pertama mengacu CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 130-141 pada sindiran pada program rumah gratis DP 0% yang pernah dijanjikan oleh Anies Baswedan saat menjabat sebagai Gubernur Jakarta. Sementara komentar kedua menyiratkan bahwa dalam menyusun kata yang dilakukan Anies terdapat hal yang berlebihan. Dan komentar ketiga dengan jelas menyebut bahwa Anies sedang dalam kondisi AonganggurAo dan tidak memiliki uang untuk membuat partai politik sehingga membuat kejutan yang bersifat Aoaji mumpungAo atau memanfaatkan keadaan serta menyebut tidak ada satu partai pun yang mau mendukung. Gambar 8. Data Komentar YouTube . ext, author dan klasifikasi negati. Pada Gambar 8. ditunjukkan salah satu komentar pada yang saat dianalisis menggunakan Python, diklasifikasikan sebagai sentimen AonegatifAo. Akan tetapi jika kita melihat secara utuh dan mengaitkan dengan konteksnya, maka komentar ini bisa diklasifikasikan sebagai komentar AopositifAo. Kalimat pada komentar yang dituliskan oleh author @ir. 68 menggambarkan bahwa pada ketika Pak Anies membahas mengenai AoKampung BayamAo terlihat tidak bisa membendung emosinya yang menunjukkan kepeduliannya yang tinggi kepada rakyat kecil. Gambar 9. Data Komentar YouTube . ext, author dan klasifikasi netra. Pada Gambar 9. di atas, dapat dilihat beberapa kalimat komentar diklasifikasikan sebagai Namun, jika kita memahami secara utuh konteks kalimat pada masing-masing komentar, maka memungkinkan untuk menampilkan klasifikasi yang berbeda. Baik positif maupun negatif. Tidak CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 130-141 hanya makna kalimat, namun sentimen juga bisa dilihat dari penggunaan emotikon yang juga bisa mengandung makna tertentu. KESIMPULAN Berdasarkan pemaparan hasil di atas, dapat disimpulkan bahwa analisis sentimen komentar audiens terhadap tayangan 'LIVE - Anies dan Efek Kejut di Pilkada Jakarta | ROSI' pada Kanal YouTube KOMPASTVAo yang dilakukan menggunakan algoritma Python dan dibantu dengan Google Colab menunjukkan terdapat sebesar 53,1% sentimen positif, 36,61% sentimen netral dan 10,29% sentimen Hasil ini dapat membantu untuk mengetahui dengan mudah bagaimana sentimen publik terhadap isu yang sedang dibahas pada media digital melalui kolom komentar terutama dengan jumlah yang banyak. Sementara dalam memahami lebih jauh persepsi publik yang terbentuk di media sosial, tidak bisa hanya menggunakan metode penghitungan menggunakan fungsi algoritma saja. Analisis konteks dan makna juga perlu dilakukan untuk melengkapi hasil yang sudah didapatkan DAFTAR PUSTAKA