KURVATEK Vol. No. April 2024, pp. e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 ANALISIS KEBERADAAN MANIFESTASI PANAS BUMI MENGGUNAKAN FAULT FRACTURE DENSITY (FFD) DI KECAMATAN TEMPURAN. KABUPATEN MAGELANG ANALYSIS OF THE EXISTENCE OF GEOTHERMAL MANIFESTATIONS USING FAULT FRACTURE DENSITY (FFD) IN TEMPURAN DISTRICT. MAGELANG REGENCY Salma Khoirunnisa1,*). Nugroho Budi Wibowo1,2. Hana Rosyida1. Icha Khaerunnisa1. Dea Mutiara Jannah1. Fathunajah Elsha C. Indar Mery S. Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Jl. Laksda Adisucipto Sleman. Gedung Student Center Lt. i No. BMKG. Stasiun Geofisika Sleman. Jl Wates km 8 Jitengan Balecatur Sleman *Email corresponding: 21106020046@student. uin-suka. Email: nugrohobudiwibowo@gmail. How to cite: S. Khoirunnisa. Wibowo. Rosyida. Khaerunnisa. Jannah. Elsha C, and Mery S. A "Analisis keberadaan manifestasi panas bumi menggunakan fault fracture density (FFD) di Kecamatan Tempuran. Kabupaten Magelang," Kurvatek, vol. 9, no. 1, pp. 63-72, 2024. 33579/krvtk. 4701 [Onlin. Abstrak Ai Berada pada jalur api aktif, menjadikan wilayah Indonesia mempunyai potensi panas bumi. Lokasi penelitian panas bumi berada pada wilayah Tempuran Kabupaten Magelang. Metode yang dilakukan yaitu dengan menggunakan kelurusan pada data Digital Elevation Model National (DEMNa. dan dihitung dengan metode Fault Fracture Density (FFD) yang hasilnya berupa peta kontur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan manifestasi panas bumi dengan nilai FFD. Hasil penelitian menunjukkan nilai FFD pada kawasan manifestasi panas bumi Tempuran bervariasi antara 0. 09 - 1. 80 km/km2. Nilai FFD tersebut menunjukkan bahwa manifestasi panas bumi Tempuran berada pada zona kepadatan yang rendah. Tidak terdapat korelasi secara langsung antara keberadaan manifestasi panas bumi dengan nilai FFD. Manifestasi panas bumi Tempuran diduga berhubungan dengan formasi geologi yang tersusun atas batuan vulkanik dan berkaitan dengan sistem akuifer, serta patahan yang berarah Barat Luat-Tenggara. Kata kunci: Mata air panas. FFD. Struktur geologi. Formasi. Tempuran Abstract Ai Being in an active fire lane means that Indonesia has geothermal potential. The geothermal research location is in the Tempuran area. Magelang Regency. The method used is by using alignment in the National Digital Elevation Model (DEMNa. data and calculating it using the Fault Fracture Density (FFD) method, the result of which is a contour map. This research aims to identify the existence of geothermal manifestations with FFD values. The research results show that the FFD value in the Tempuran geothermal manifestation area varies between 0. 09 - 1. 80 km/km2. The FFD value shows that the Tempuran geothermal manifestation is in a low density zone. There is no direct correlation between the presence of geothermal manifestations and the FFD value. The Tempuran geothermal manifestation is thought to be related to geological formations composed of volcanic rock and related to an aquifer system, as well as faults that trend northwest-southeast. Keywords: Geothermal. FFD. Geological structure,Formations. Tempuran. PENDAHULUAN Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng , yaitu Lempeng hindia-Australia yang cenderung bergerak ke Utara. Lempeng Pasifik yang cenderung bergerak ke arah Barat Laut, dan Lempeng pasifik yang cenderung diam . Dampak interaksi ini memberikan pengaruh besar terhadap tatanan tektonik di Received January 6, 2024. Revised April 16, 2024. Accepted April 17, 2024 DOI : https://doi. org/10. 33579/krvtk. Indonesia . , salah satunya menjadikan Indonesia berada pada wilayah rangkaian gunung berapi dan tektonik aktif . Berada pada jalur gunung api aktif, menjadikan wilayah indonesia mempunyai potensi panas bumi yang tinggi terutama adanya sumber energi panas sebagai komponen penyusun panas bumi. Pada data juga ditunjukkan bahwa Indonesia memiliki 40% cadangan energi panas bumi atau geothermal di dunia . Sementara pengaruh tektonik aktif menjadikan banyak sesar di Indonesia. Banyak para peneliti melakukan eksplorasi hanya pada sistem panas bumi vulkanik karena memberikan kontribusi besar sehingga menarik untuk dilakukan analisis . Energi panas bumi adalah energi yang tersimpan pada keadaan geologi tertentu di dalam beberapa kilometer dalam kerak bumi dengan bentuk berupa air panas atau uap panas. Keberadaan reservoir panas bumi di bawah permukaan tergambar melalui kemunculan manifestasi seperti mata air panas,kolam lumpur dan lain lain . , . Uap dan air akan muncul ke permukaan melalui kekar dan sesar yang terbentuk . , . Sesar dan kekar dipermukaan diasumsikan sebagai bidang lemah yang menjadi lokasi zona reservoir . Kemunculan Mata air panas ini terjadi pada wilayah kecamatan Tempuran. Kabupaten Magelang. Patahan-patahan yang disebabkan oleh gempa tektonik menjadi salah satu faktor masuknya cairan panas bumi . Berdasarkan peta geologi regional . , terdapat struktur sesar normal yang berada pada wilayah penelitian dengan arah Barat Laut-Tenggara (Gambar . Keberadaan sesar tersebut menjadi asumsi munculnya sejumlah manifestasi panas bumi di wilayah penelitian. Selain itu, dari gambar 1 juga diketahui formasi pada wilayah penelian ialah formasi endapan Gunungapi Sumbing muda yang disusun oleh pasir tufan, tufan pasiran, dan breksi andesit. Sementara pada bagian timur wilayah penelitian disusun oleh batuan vulkanik berupa breksi Gunungapi dan bagian barat terdapat formasi endapan Gunungapi Sumbing tua. Gambar 1. Peta geologi daerah penelitian Lokasi penelitian panas bumi ini berada pada wilayah Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang. Secara Geografis, wilayah penelitian ini terletak pada koordinat 110 05Ao41. 5644Ay Ae 110 14Ao00. 5743Ay BT dan 7 30Ao26. 1252Ay- 7 40Ao57. 7184Ay LS dengan luas 15. 6 x 19. 6 km2. Pada wilayah tersebut terdapat 9 titik yang menjadi sumber kemunculan mata air panas (Gambar . KURVATEK Vol. No. April 2024: 63 Ae 72 KURVATEK e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 Gambar 2. Peta lokasi penelitian Motode Fault Fracture Density (FFD) merupakan metode untuk menentukan zona permeabel sebagai indikator resevoir panas bumi . Metode ini memberi penjelasan tentang zona densitas rekahan yang tinggi, zona ini memiliki potensial yang memberi jalan fluida sehingga terjadi siklus hidrologi pada sistem panas non-vulkanik . Tujuan dilakukannya Fault Fracture Density (FFD) yaitu peneliti memiliki gambaran korelasi struktur geologi dan sebaran manifestasi sebelum melaksanakan eksplorasi . Pada penelitian yang dilakukan, zona manifestasi dianalisis dari data kelurusan, peta demnas, peta geologi, dan juga Fault Fracture Density (FFD) sehingga dengan data tersebut dapat diketahui faktor geologi yang memicu kemunculan mata air panas di Wilayah Magelang, khususnya Kecamatan Tempuran. II. METODE PENELITIAN Metode yang dilakukan menggunakan metode pengindraan jauh dari data dem dan metode ffd yang dihitung dari data kelurusan. kelurusan dibentuk dari menarik garis pola punggungan sampai lembahan dengan aplikasi global mapper. dari pola tersebut kemudian dihitung panjang untuk masing masing penarika pola tersebut diasumsikan sebagai zona lemah yang menjadi perkerakan fluida. karena itu, pola tersebut dapat menunjukkan korelasi dengan zona permeabel. Proses dari penelitian ini digambarkan oleh diagram alir dibawah (Gambar . Analisis Keberadaan Manifestasi Panas Bumi Menggunakan Fault Fracture Density (FFD) di Kecamatan Tempuran. Kabupaten Magelang (Salma Khoirunnisa1. Nugroho Budi Wibowo. Hana Rosyida. Icha Khaerunnisa. Dea Mutiara Jannah. Fathunajah Elsha C. Indar Mery S. DOI : https://doi. org/10. 33579/krvtk. Gambar 3. Diagram alir metode penelitian Analisis Pola DEM Pola kelurusan didapatkan berdasarkan kenampakan melalui citra Digital Elevation Model National (DEMNa. Kondisi Geomorfologi suatu wilayah dapat kita ketahui dengan DEMNAS. Dari data tersebut didapatkan zona gambaran highlight rekahan yang menjadi jalur fluida. Penggambaran kelurusan diperoleh dengan memberikan pola pola pada DEM yang dibuat secara manual (Gambar . Hasil deliniasi pola kelurusan diketahui memiliki arah Barat Laut-Tenggara berdasarkan rose diagram . iagram mawa. yang telah dibuat (Gambar . Analisis FFD Fault Fracture Density (FFD) ialah metode yang menentukan tinggi atau rendahnya suatu zona permeabilitas berdasarkan tingkat kepadatan dari kelurusan . Pada wilayah kajian, kepadatan kelurusan dihitung berdasarkan luasan grid 2 x 2 km2. Proses ini bertujuan untuk mengetahui secara detail dan merata nilai kerapatan kelurusan pada wilayah penelitian. Kepadatan pada masing masing grid kemudian dihitung dari jumlah panjang total kelurusan dibagi jumlah luasan grid setiap area . dan dibuat kontur kerapatan pada software Rockwork yang diberikan skala warna guna menunjukkan tingkat zona densitas. Hasil yang didapatkan berupa peta kontur yang memberikan gambaran pada wilayah penelitian (Gambar . Wilayah dengan kerapatan tinggi menunjukkan zona lemah atau zona yang berkorelasi terhadap keberadaan manifestasi panas bumi . KURVATEK Vol. No. April 2024: 63 Ae 72 KURVATEK e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 HASIL DAN DISKUSI Analisis Manifestasi panas bumi menggunakan Fault Fracture Density (FFD) dilakukan dengan terlebih dahulu menggunakan tahapan delineasi kelurusan. Untuk dapat mendeliniasi kelurusan tersebut, pada peta DEMNAS perlu dianalisa untuk bentuk pola-pola yang ada. Pembentukan kelurusan secara manual dapat dilakukan pada software Global Mapper. Berdasarkan pola yang telah dibuat kelurusan terdapat berada pada bagian selatan. Hal ini mungkin dipicu oleh adanya sesar normal pada daerah tersebut. Arah kelurusan wilayah tersebut didominasi pada Barat Laut-Tenggara yang diperkuat dengan diagram mawar yang diperoleh melalui software Rockwork. Setelah melakukan analisa delineasi, dilakukan proses tahapan untuk kepadatan patahan. Gambar 4. Peta kelurusan pada wilayah penelitian Gambar 5. Diagram Mawar wilayah penelitian Analisis Keberadaan Manifestasi Panas Bumi Menggunakan Fault Fracture Density (FFD) di Kecamatan Tempuran. Kabupaten Magelang (Salma Khoirunnisa1. Nugroho Budi Wibowo. Hana Rosyida. Icha Khaerunnisa. Dea Mutiara Jannah. Fathunajah Elsha C. Indar Mery S. DOI : https://doi. org/10. 33579/krvtk. Proses melakukan pembagian grid pada wilayah tersebut diperoleh dari software Qgis. Proses ini dilakukan untuk mengetahui secara detail nilai densitas kelurusan. Setiap grid akan dihitung total panjang kelurusan pada masing masing grid. Nilai FFD yang didapatkan berada pada rentang 0. 09 - 1. 80 km/km2. Nilai pada masing masing grid tersebut kemudian dijadikan kontur kerapatan pada software surfer yang diberikan skala guna menunjukkan tingkat kelurusan zona densitas. Gambar 6. Peta fault fracture density wilayah Magelang Berdasarkan analisa, nilai FFD dibagi menjadi 3 kelas seperti yang diperlihatkan pada Tabel 1 Tabel 1. Klasifikasi Nilai FFD Zona Rendah Sedang Tinggi FFD . m/km. 1 Ae 0. 61 Ae 1. 31 Ae 1. Warna Biru Hijau Merah Wilayah Penelitian tersebut memiliki arah kelurusan yang dominan dari Barat Laut - Tenggara . Pada sekitar wilayah tersebut juga ditemukan sesar normal dengan arah kelurusan sama yang berjarak kurang lebih 7 km dari wilayah penelitian. Jauh atau dekatnya wilayah penelitian juga mempengaruhi suhu yang dihasilkan oleh air panas. Hasil kerapatan menunjukkan jika sesar-sesar tersebut berada pada zona sedang sementara keberadaan wilayah mata air panas tersebut berada pada nilai FFD dengan zona yang Keberadaan mata air panas di Kecamatan Tempuran. Kabupaten Magelang terletak tidak jauh dari sesar utama yang ada. Wilayah ini berada pada blok naik pada sesar sehingga munculnya mata air panas yang ada ini diinterpretasikan berasosiasi dengan struktur sesar dan kekar yang berada pada batuan penyusun di zona tersebut. Dari peta geologi yang diperlihatkan pada Gambar 1, ke 9 titik sumber mata air panas tersebut memiliki formasi yang sama yaitu endapan gunungapi sumbing muda dengan batuan penyusunnya yaitu batu pasir tuff, tuf pasiran, dan breksi andesit. Batuan pada formasi tersebut didominasi oleh batuan sedimen. Batuan ini merupakan batuan yang mengalami silisifikasi dimana panas terkonduksi dan merambat melalui batuan ini, sementara konveksi panas dialirkan melalui fluida di sekitar zona permeabilitas . ekahan batua. Hipotesis munculnya mata air panas ini juga dipengaruhi oleh formasi breksi gunung api dan breksi gunungapi muda yang berada di dekat wilayah penelitian dengan batuan penyusun salah satunya yaitu KURVATEK Vol. No. April 2024: 63 Ae 72 KURVATEK e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 lelehan lava dan juga lahar. Oleh karenanya, sumber panas pada penyusun formasi ini kemudian merambat pada batuan yang memiliki tingkat konduktivitas yang baik seperti batuan sedimen sehingga air tanah akan terpanasi di kedalaman dan naik ke permukaan melalui rekahan yang ada, seperti yang digambarkan pada Gambar 7. Artinya, selain berkorelasi dengan sesar yang ada, manifestasi panas bumi ini juga berkorelasi juga dengan aktivitas vulkanik. Gambar 7. Animasi munculnya mata air panas Saat ini keberadaan mata air panas, dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dengan baik, salah satunya dengan menjadikan sebagai tempat wisata kolam renang. Pemanfaatan dari kolam renang itu sendiri bisa dilihat pada Gambar 8 dan Gambar 9. Terdapat 9 mata air panas yang saat ini dijadika sebagai wisata kolam renang. Gambar 8. Pemanfaatan Air Panas: a. Kolam Renang Tirta Sambara, b. Kolam Renang Azzira Tirta Gemilang, dan c. Pemandian Air Hangat Ngasinan . Analisis Keberadaan Manifestasi Panas Bumi Menggunakan Fault Fracture Density (FFD) di Kecamatan Tempuran. Kabupaten Magelang (Salma Khoirunnisa1. Nugroho Budi Wibowo. Hana Rosyida. Icha Khaerunnisa. Dea Mutiara Jannah. Fathunajah Elsha C. Indar Mery S. DOI : https://doi. org/10. 33579/krvtk. Gambar 9. Pemanfaatan Air Panas: d. Pemandian Air Hangat Tirta Dambara, e. Kolam Renang Sumberarum, f. Pemandian Air Panas Umbul Banyu Roso, g. Lintang Waterpark Tempuran, h. Lintang Waterpark Education, dan i. Pemandian Air Hangat Tirta Madu Barokah. KURVATEK Vol. No. April 2024: 63 Ae 72 KURVATEK e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 IV. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diketahui pola kelurusan berada pada arah Barat LautTenggara, begitu pula sesar yang ada berkorelasi dengan arah kelurusan yang ada. Nilai FFD pada kontur berada pada rentang 0. 09 - 1. 80 km/km2 yang menunjukan jika pada daerah penelitian, manifestasi panasbumi muncul pada tingkat kepadatan yang rendah. Oleh karena itu munculnya air panas tersebut tidak berkorelasi dengan nilai Fault Fracture Density (FFD) yang tinggi tetapi karena dipengaruhi oleh batuan yang menyusun pada formasi tersebut, sesar yang ada dan juga batuan penyusun pada formasi di dekat wilayah penelitian. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih ditujukan untuk memberikan kesempatan penulis menucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penelitian maupun penulisan artikel ini. Penelitian ini dilaksanakan dengan baik berkat bantuan dari beberapa pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih pada dosen pengampu mata kuliah geologi struktur dan Instansi terkait yaitu UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. DAFTAR PUSTAKA