Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3123-3132 Dinamika Keberhasilan Program Bertani Untuk Negeri di Kecamatan Gekbrong dalam Perspektif Persepsi dan Partisipasi Success Dynamics of the Bertani Untuk Negeri Program in Gekbrong District from the Perspective of Perception and Participation Shelly Natalia*. Muhammad Arbi Universitas Sriwijaya Jl. Palembang-Prabumulih. KM 32 Indralaya. Kabupaten Ogan Ilir. Sumatera Selatan 30662 *Email: shellynatt12@gmail. (Diterima 11-05-2025. Disetujui 26-07-2. ABSTRAK Program Bertani Untuk Negeri merupakan inisiatif pemberdayaan petani yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, penerapan prosedur operasional standar (POS), serta kesejahteraan petani. Program ini dilaksanakan di Kecamatan Gekbrong. Kabupaten Cianjur, dengan melibatkan petani sebagai aktor utama. Keberhasilan program sangat ditentukan oleh partisipasi aktif petani serta persepsi mereka terhadap manfaat dan efektivitas program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: . pengaruh persepsi terhadap partisipasi petani, . pengaruh persepsi terhadap keberhasilan program, dan . pengaruh partisipasi petani terhadap keberhasilan program. Penelitian dilaksanakan pada Februari hingga Juni 2024 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei, wawancara, dan kuesioner terhadap 104 petani dampingan dari total populasi 144 orang. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani berpengaruh positif dan signifikan terhadap partisipasi, serta memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan program. Partisipasi petani memiliki pengaruh yang lebih besar dan signifikan terhadap keberhasilan program dibandingkan persepsi, dan berperan sebagai mediasi parsial dalam hubungan antara persepsi dan keberhasilan program. Temuan ini menunjukkan bahwa partisipasi aktif petani merupakan faktor kunci dalam pencapaian tujuan program, termasuk peningkatan produktivitas, penerapan POS, dan peningkatan pendapatan. Dengan demikian, persepsi positif dan keterlibatan aktif petani menjadi fondasi utama bagi keberhasilan program pemberdayaan berbasis komunitas ini. Kata Kunci: partisipasi, persepsi, keberhasilan program. SEM-PLS ABSTRACT The Bertani Untuk Negeri program is an agricultural empowerment initiative aimed at improving farming productivity, implementing standard operating procedures (SOP), and enhancing farmersAo welfare. Implemented in Gekbrong Subdistrict. Cianjur Regency, the program involves farmers as key actors. Its success depends largely on farmers' active participation and their perceptions of the programAos benefits and This study analyzes: . the influence of perceptions on farmer participation, . the influence of perceptions on program success, and . the influence of participation on program success. Conducted from February to June 2024, the study used a quantitative approach through surveys and questionnaires with 104 farmers from a population of 144. Data were analyzed using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Results show that farmersAo perceptions positively and significantly influence participation and program success. Participation has a stronger impact on program success and partially mediates the effect of perception. These findings highlight that positive perceptions and active farmer participation are critical for achieving program goals, including improving productivity, applying SOP, and increasing income. Keywords: participation, perception, program success. SEM-PLS PENDAHULUAN Program Bertani Untuk Negeri merupakan program yang digagas oleh Yayasan Edu Farmers Internasional yang mempertemukan generasi muda dengan petani dan peternak untuk bekerjasama serta belajar bersama sebagai upaya mengembangkan sektor pertanian di Indonesia. Program ini Dinamika Keberhasilan Program Bertani Untuk Negeri di Kecamatan Gekbrong dalam Perspektif Persepsi dan Partisipasi Shelly Natalia. Muhammad Arbi bertujuan untuk menciptakan generasi masa depan di sektor pertanian. Pada Batch ke-8 Program Bertani Untuk Negeri. Kecamatan Gekbrong. Kabupaten Cianjur, menjadi salah satu daerah sasaran program Bertani untuk negeri dengan fokus komoditi cabai. Dengan total 72 mahasiswa sebagai FDA (Farmers Development Associat. yang bertanggung jawab untuk meningkatkan produktivitas dari 432 petani dampingan komoditas cabai. Kegiatan yang dilakukan sebagai usaha peningkatan produktivitas berupa pembuatan lahan percontohan oleh FDA, kegiatan Sekolah Lapang yang dikelola oleh FDA, kunjungan dan observasi rutin ke lahan/kebun petani dampingan, mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan di usaha tani cabai petani dampingan berdasarkan data dan hasil observasi, berdiskusi bersam petani mengenai permasalahan dan Solusi yang diimplemetasikan, tracking perkembangan rekomendasi yang diimplementasika dan memastikan rekomendasi dilaksanakan dengan baik (Edufarmers. Mencapai keberhasilan program Bertani Untuk Negeri, terdapat beberapa indikator yaitu peningkatan produktivitas lahan, peningkatan pendapatan petani dari hasil usaha tani, peningkatan pengetahuan serta peningkatan penerapan SOP dalam kegiatan usaha tani. Hal ini didukung oleh hasil penelitian terdahulu, yaitu perilaku petani yang berkaitan dengan dan keterampilan berpengaruh nyata terhadap keberhasilan pelaksanaan program pemberdayaan (Sudewa, et al. , 2. Menurut Permana et al. , 2022. bahwa tingkat partisipasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan program. Bentuk partipasi dalam berupa usulan, saran, kritik dan ide jika program tersebut masih dalam tahap perencanaan. Pada tahap pelaksanaan bentuk partisipasi dapat berupa tenaga, kehadiran selama program. Dalam tahap evaluasi, bentuk partisipasi berupa kritik dan saran yang diberikan oleh masyarakat untuk program. Disamping partisipasi, persepsi petani terhadap program yang berjalan sangat penting, karena petani adalah pelaku utama dalam kegiatan. Persepsi petani dapat dilihat dari keberhasilan program, jika petani memilikipersepsi baik, maka program diharapkan berjalan dan dapat dibuat berkelanjutan (Rangga et al. , 2. Sebaliknya, apabilla persepsi petani terhadap program tidak baik, maka keberlangsungan program tersebut tidak akan baik dan maksimal, mengalami gangguan bahkan tidak dapat berjalan dan akan sulit untuk melanjutkan program tersebut (Sukmayanto et al. , 2. Berdasarkan observasi lapangan yang dilakukan, muncul berbagai persepsi yang berbeda dari petani dampingan. Beberapa melihat program ini sebagai solusi atas permasalahan yang mereka rasakan, sementara beberapa masih merasa bahwa program ini tidak memberikan manfaat yang nyata. Meskipun secara administratif program ini dianggap berjalan sesuai rencana, di lapangan masih ditemukan kendala seperti rendahnya tingkat partisipasi beberapa petani dan terdapat indikasi bahwa program ini belum sepenuhnya memenuhi kriteria keberhasilan program yang telah ditetapkan. Berdasarkan penelitian yang telah dijelaskan, terdapat asumsi bahwa persepsi mempengaruhi partisipasi dan keduanya berkontribusi terhadap METODE PENELITIAN Tempat yang dipilih untuk penelitian ini adalah beberapa desa di Kecamatan Gekbrong yang menjadi wilayah program Bertani Untuk Negeri Batch 8 dilakukan yaitu Desa Kebonpeteuy. Desa Gekbrong, dan Desa Songgom. Penelitian dilakukan sejak Februari 2024 hingga Juni 2024. Objek yang diteliti adalah persepsi, partisipasi dan tingkat keberhasilan program. Adapun variable dalam penelitian ini adalah persepsi dengan indikator . Persepsi petani terhadap Fasilitator, . Persepsi petani terhadap dampak program, . Persepsi terhadap kualitas program, variabel partisipasi dengan indikator . Kehadiran di Sekolah lapang, . Pengisian formular evaluasi sekolah lapang, . Penerapan rekomendasi pembuatan produk alterntif rekomendasi. Variabel Keberhasilan program diukur dengan indikator . Peningkatan pengetahuan dengan target 25%, . Peningkatan penerapan SOP rekomendasi dengan target 30%, . Peningkatan produktivitas dengan target 7 ton/ha, . Peningkatan pendapatan dengan target 15%. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode survei menggunakan wawancara menggunakan angket sebagai panduan. Dengan sampel 104 orang dari 144 responden yang merupakan petani dampingan program Bertani Untuk Negeri Batch 8 di Kecamatan Gekrbrong dengan mempertimbangkan minimum penggunaan data untuk melakukan analisis data menggunakan SEM-PLS dibantu dengan software SMARTPLS. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3123-3132 Adapaun rancangan analisis data: Pengujian Outer Model (Model Pengukura. Validitas Konvergen Evaluasi validitas konvergen dalam model pengukuran formatif mengacu pada sejauh mana konstruk ditentukan secara formatif berkorelasi dengan variable lain yang diukur secara reflektif yang mewakili konsep yang sama. Hair et al. menyarakan bahwa korelasi antara konstruk secara formatif dengan item yang diukur secara reflektif sebaiknya mencapai 0,7 atau lebih. Collinearity indikator Kolinearitas terjadi Ketika dua atau lebih indikatoe dalam model pengukuran formatif memiliki korelasi yang tinggi. Untuk menguji collinearity dapat dilihat dari nilai Variace Inflation Factor (VIF), nilai VIF yang direkomendasikan adalah <3,3 (Hair et al, 2. Signifikansi Statistik dan Relevansi Bobot Indikator Bobot indikator dihitung dari hasil regresi konstruk formatif terhadap indikatornya, mencerminkan pentingnya relatif tiap indikator. Signifikansi bobot diuji menggunakan bootstrapping, yang tidak bergantung pada asumsi distribusi (Hair et al. , 2. Rekomendasi minimal sampel bootstrap adalah Parameter yang dinilai meliputi t-value (>1,. , p-value (<0,. , dan outer loading. Jika pvalue tidak signifikan, indikator tetap dapat dipertahankan bila outer loading >0,5 (Hair et al. , 2. Pengujian Model Struktural . nner mode. Koefisien Determinansi (R. R-square mereprentasikan varian yang dijeaskan dalam setiap konstruk endogen dan menjadi ukuran kekuatan penjelas model. R-square berkisar 0-1, semakin mendekati 1 maka semakin kuat. Sebagai pedoman umum, nilai RA sebesar 0,75, 0,50, dan 0,25 masing-masing dapat dianggap substansial, moderat, dan lemah dalam banyak disiplin ilmu sosial (Hair et al, 2. Relevansi Prediktif . Q-square adalah relevansi prediktif yang mengukur apakah sebuah model memiliki relevansi prediktif atau tidak (> 0 dianggap bai. Selain itu. QA menunjukkan relevansi prediktif dari konstruk Nilai Q-square yang lebih besar dari nol menunjukkan bahwa nilai-nilai data telah direkonstruksi dengan baik dan model tersebut memiliki relevansi prediktif. Effect Size (F. FA . -squar. dalam PLS-SEM mengukur pengaruh konstruk prediktor terhadap konstruk endogen dengan melihat perubahan nilai RA saat konstruk dihapus. Menurut Cohen . FA diklasifikasikan kecil (>0,. , sedang (>0,. , dan besar (>0,. FA membantu menilai pentingnya konstruk prediktor, mengidentifikasi efek mediasi, serta membandingkan kontribusi konstruk terhadap prediksi model (Hair et al. , 2. Path Coefficient dan Uji signifikansi statistik Path coefficient adalah nilai yang berguna untuk menunjukkan arah hubungan pada variabel, hubungan tersebut menunjukkan arah positif atau negatif pada variabel. Rentangan path coefficient berada pada kisaran -1 sampai 1, artinya jika path coefficient berada antara 0 sampai 1 maka hubungan dengan variabel dinyatakan positif, akan tetapi jika nilai path coefficient berada antara -1 sampai 0 maka hubungan dengan variabel dinyatakan negatif (Hair, et al. Efek Mediasi Ffek mediasi dihitung menggunakan metode Variance Accounted For (VAF) untuk mengukur sejauh mana variabel mediasi (M) mempengaruhi hubungan antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y) dalam model Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). ycycyc O ycyeayeIyeOyeeyeIyeEyei ycyeNyeNyeIyeEyei y . cyeayeIyeOyeeyeIyeEyei yeIyeNyeNyeIyeEyei yeIyeOyeeyeIyeEyei yeIyeNyeNyeIyeEyei Nilai VAF digunakan untuk menentukan apakah mediasi bersifat penuh . ull mediatio. atau parsial . artial mediatio. Menurut Hair et al. , jika VAF kurang dari 20%, efek mediasi dianggap lemah atau tidak signifikan, sedangkan jika berada antara 20% hingga 80%, mediasi bersifat parsial, dan jika lebih dari 80%, mediasi dikategorikan sebagai penuh Dinamika Keberhasilan Program Bertani Untuk Negeri di Kecamatan Gekbrong dalam Perspektif Persepsi dan Partisipasi Shelly Natalia. Muhammad Arbi HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Pada penelitian ini keseluruhan responden adalah laki-laki dengan rentang usia dari 20 tahun hingga 70 tahun. Data hasil penelitian disajikan pada tabel berikut. Tabel 1. Tabel Karateristik Responden Klasifikasi Jumlah (Oran. Laki-Laki < 29 >45 Tingkat Pendidikan Tidak tamat SD Tamat SD Luas Lahan . <999m2 Pengalaman Bertani 0-5 tahun 6-10 tahun >11 Sumber: Analisis Data Primer . Karakteristik Jenis Kelamin Usia (Tahu. Persentase (%) 100,00 10,58 36,54 52,88 97,12 2,88 12,50 75,00 14,42 16,35 69,23 Berdasarkan data pada Tabel 1 dari 104 responden, seluruhnya berjenis kelamin laki laki, hal ini karena petani utama untuk setiap lahan adalah laki-laki, sementara wanita berperan dalam kegiatan panen dan penanaman. Mayoritas dari petani tidak tamat SD karena akses ke sekolah yang sulit. Pengalaman bertani mayoritas telah lebih dari 11 tahun, karena merupakan pekerjaan turun temurun dari orang tua. Uji Outer Model Validitas Konvergen Pengujian validitas konvergen dilakukan dengan cara menguji laten reflektif dan laten formatif, dengan nilai uji adalah nilai path coefficient berniali 0,7 atau lebih. Jika nilai, path coefficient lebih besar sama dengan 0,7 maka model formatif dianggap valid dan dapat digunakan untuk analisis lebih Apabila nilai uji dibawah 0,7 maka disarankan untuk menghapus ataupun mengganti indikator yang ada di laten formatif. Gambar 1. Uji Validitas Konvergen Berdasarkan Gambar 1, nilai seluruh variable berada diatas 0,7 dengan nilai persepsi sebesar 0,877, partisipasi sebesar 0,940, dan keberhasilan program sebesar 0,931, yang artinya keseluruhan variable dinyatakan valid dan dapat dilakukan pengujian berikutnya. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3123-3132 Uji Multikolinearitas Indikator (VIF) Untuk mengetahui adanya masalah kolineritas pada indikator dapat dilihat dari nilai VIF (Variance Inflation Facto. Dalam model SEM-PLS berentuk formatif, besaran nilai VIF yang dianjurkan adalah lebih kecil sama dengan 3. 3, jika 54 Universitas Sriwijaya nilai tersebut memenuhi maka dapat dikatan bahwa data penelitian bebas dari masalah kolinearitas. Tiap tiap indikator memiliki nilai VIF lebih kecil dari 3. 3, yang artinya data ini terbebas dari masalah multikolinearitas dapat dipertahankan indikatornya untuk pengujian lebih lanjut. Berikut merupakan rincian nilai VIF setiap Tabel 2. Nilai VIF Indikator Indikator Persepsi Petani terhadap Fasilitator (X1. Persepsi Petani terhadap Dampak Program (X1. Persepsi Petani terhadap Kualitas Program (X1. Partisipasi Sekolah Lapang (X2. Partisipasi Evaluasi Sekolah Lapang (X2. Partisipasi Pemanfaatan Hasil (X2. Keberhasilan Penignkatan Pengetahuan Petani 25% (Y. Keberhasilan Peningkatan Penerapan SOP 30% (Y. Keberhasilan Penignkatan Produktivitas Lahan Mencapai 7 ton/ha (Y. Keberhasilan Peningkatan Pendapatan Petani 15% (Y. Sumber: Analisis Data Primer . VIF 1,269 1,659 1,646 Uji Signifikansi Bobot Indikator Pengujian signifikansi bobot indikator berguna untuk melihat apakah pengaruh indikator terhadap variabel signifikan atau tidak. Pengujian ini berpatokan kepada nilai T-statistik dengan nilai lebih besar dari 1. 96 dan P-value yang lebih kecil sama dengan 0. Namun apabila nilai T dan P tidak memenuhi, nilai path coefficient menjadi pertimbangan. Apabila nilai outer loading memenuhi nilai 5, maka indikator dapat dipertahankan untuk pengujian lebih lanjut. Gambar 2. Nilai t-statistik Indikator terhadap Variabel Berdasarkan Gambar 2. terdapat beberapa indikator yang dinyatakan tidak signifikan, yaitu indikator P2 (Persepsi Petani terhadap Dampak Progra. Pa1 (Partisipasi dalam Sekolah Lapan. K1 (Keberhasilan Peningkatan Pengetahuan Petani 25%). K2 (Keberhasilan Peningkatan Penerapan SOP 30%), dan K3 (Keberhasilan Kenaikan Poduktivitas Lahan 7ton/h. Tabel 3. Signifikansi Indikator Terhadap Variabel Variabel Status Statistic Value Signifikansi X1. 1- Persepsi 007 Signifikan X1. 2- Persepsi 501 Tidak Signifikan X1. 3-Persepsi 001 Signifikan X2. 1- Partisipasi 316 Tidak signifikan X2. 2-Partisipasi 030 Signifikan Dinamika Keberhasilan Program Bertani Untuk Negeri di Kecamatan Gekbrong dalam Perspektif Persepsi dan Partisipasi Shelly Natalia. Muhammad Arbi X2. 3-Partisipasi 005 Signifikan Y1-Keberhasilan 273 Tidak Signifikan Y2-Keberhasilan 094 Tidak signifikan Y3-Keberhasilan 189 Tidak signifikan Y4-Keberhasilan 000 Signifikan Sumber: Analisis Data Primer . Diperlukan pengujian path coefficient untuk melihat apaka indikator yang tidak signifikan dapat dipertahankan atau harus dihapus. Berikut adalah hasil uji outer loading: Tabel 4. Nilai Outer Loading Indikator Terhadap Variabel Indikator Nilai Outer Status Loading Indikator X1. -Persepsi Dipertahankan X2. -Partisipasi Dipertahankan Y1-Keberhasilan Dipertahankan Y2-Keberhasilan Dipertahankan Y3-Keberhasilan Dipertahankan Sumber: Analisis Data Primer . Berdasarkan nilai outer loading, didapatkan indikator yang tidak signifikan memiliki nilai diatas 5 secara keseluruhan, maka dappat disimpulakna keseluruhan indikator boleh dipertahankan dan dapat dilakukan pengujian lanjutan Pengujian Inner Model Uji Koefisien Determinansi (R. Tabel 5. Nilai R2 Variabel Nilai R2 Status Partisipasi Lemah Keberhasilan Program Substansial Sumber: Analisis Data Primer . Hasil pengujian r-square untuk partisipasi adalah 0. 459 yang berarti 45. 9% variabel partisipasi . dapat dijelaskan oleh variabel persepsi . , sisanya sebesar 54,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Model ini termasuk dalam lemah. Hasil pengujian r-square untuk keberhasilan program 769 yang berarti 76. 9% variabel keberhasilan . dapat dijelaskan oleh variabel partisipasi . dan variabel persepsi . , sisanya sebesar 23,1% dipengaruhi oleh faktor Model ini termasuk dalam model substansial atau kuat. Uji Q2 Tabel 6. Nilai Q2 Variabel Endogen dalam Model. No Variabel Q-square Partisipasi Keberhasilan Program Sumber: Analisis Data Primer . Dari hasil uji Q-square diperoleh hasil untuk partisipasi sebesar 0. 135 yang berarti lebih besar daripada 0 menunjukan bahwa model memliki relevansi prediktif. Untuk variabel keberhasilan programmemiliki nilai Q2 sebesar 0. 227 yang menunjukan model memiliki relevansi prediktif. Uji F2 Tabel 7. Nilai f2 antar Variabel Variabel f-square Persepsi - Partisipasi Persepsi- Keberhasilan Program Partisipasi Ae Keberhasilan Program Sumber: Analisis Data Primer . Status Pengaruh besar Pengaruh sedang Pengaruh besar Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3123-3132 Variabel persepsi memiliki pengaruh besar terhadap partsipasi, berarti persepsi petani terhadap program diperlukan untuk meningkatkan partisipasi dari petani dampingan untuk program. Variabel Persepsi memiliki pengaruh sedang terhadap variabel keberhasilan program, berarti persepsi petani terhadap program tetap memberikan pengaruh untuk keberhasilan program, namun lebih kecil. Dengan kata lain, diperlukan variabel lain untuk meningkatkan keberhasilan program. Variabel partisipasi memiliki pengaruh kuat terhadap variabel keberhasilan program, berarti partisipasi petani atau keterlibatan petani dalam program memiliki pengaruh yang kuat untuk menentukan keberhasilan Path Coefficient dan Uji Signifikansi statistik Untuk menjawab ketiga rumusan masalah, dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Pengujian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara variabel laten dalam model penelitian. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan, didapatkan bahwa: Persepsi mempengaruhi partisipasi secara signifikan dan memiliki arah positif. Persepsi mempengaruhi keberhassilan program secara signifikan dan memiliki arah positif. Partisipasi mempengaruhi keberhasilan program seara signifikan dan memiliki arah positif. Persepsi mempengaruhi keberhasilan program dengan partisipasi sebagai mediasi secara signifikan dengan arah positif. Berikut adalah hasil pengujian hipotesis: Tabel 8. Hasil Uji Hipotesis Path Coefficient Persepsi Ae Partisipasi Persepsi Ae Keberhasilan Program Partisipasi Ae Keberhasilan Program Persepsi Ae Partisipasi Ae Keberhasilan Program Sumber: Data Primer yang Diolah 2024 Variabel P values Status Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Pengaruh Persepsi terhadap Partisipasi Pengaruh dan signifikansi persepsi petani terhadap partisipasi petani dalam program Bertani untuk Negeri di Kabupaten Cianjur maka hasil pengujian untuk pengaruh persepsi terhadap partisipasi 677 yang berarti bahwa persepsi mempengaruhi 67,7% secara positif terhadap partisipasi. Sisanya sebesar 32,3% dipengaruhi oleh variabel lain. Dengan nilai t-statistik 3. 278 yang berarti lebih besar dari 1. 96 yang artinya pengaruh persepsi terhadap partisipasi signifikan. selanjutnya nilai p-value adalah 0. 001 yang mana lebih kecil dari 0. 5, berarti persepsi berpengaruh secara nyata terhadap partisipasi. Secara keseluruhan dapat dinyatakan bahwa Persepsi memiliki pengaruh positif yang signifikan dan nyata terhadap Partisipasi. Yang berarti hasil pengujian ini sesuai dengan hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh yang signifikan antara Persepsi Petani terhadap Partisipasi dalam Program Bertani Untuk Negeri di Kabupaten Cianjur. Hal ini selajalan dengan penelitian terdahulu yang berjudul penelitian AuPengaruh Persepsi Dan Motivasi Terhadap Partisipasi Masyarakat Desa Hutan Dalam Pengelola Hutan Bersama Masyarakat di Kawasan BkPH GuwoAy oleh Mandasari dan maesaroh . menyatakan bahwa korelasi antara persepsi dan partisipasi diperoleh sebesar 0,604. Angka ini menunjukan bahwa ada hubungan yang kuat antara persepsi dengan partisipasi dalam mengikuti PHBM. Sedangkan nilai koefisien determinasi diperoleh sebesar 0,364 yang artinya partisipasi Masyarakat dalam PHBM dapat dipengaruhi oleh persepsi Masyarakat sebesar 36,4% dan sisanya 63,6% dipengaruhi oleh variabel lain. Rakhmat . 1 dalam Isti el al. menyatakan bahwa persepsi memiliki tiga komponen, yaitu komponen afektif, kognitif, dan Komponen kognitif adalah komponen intelektual yang berkaitan dengan pengetahuan individu yang berkaitan dengan objek. Komponen afektif merupakan emosional dari factor sosiopsikologis seperti kecenderungan bertindak, merasa dalam menghadapi objek, sikap menyenangkan atau tidak menyenangkan, kebebasan dan kesadaran. Komponen konatif merupakan aspek yang berhubungan dengan kebiasaan dan kemauan bertindak. Oleh karenanya suatu persepsi dapat mendorong partisipasi dari seorang individu. Dinamika Keberhasilan Program Bertani Untuk Negeri di Kecamatan Gekbrong dalam Perspektif Persepsi dan Partisipasi Shelly Natalia. Muhammad Arbi Pengaruh Partisipasi terhadap Keberhasilan Program Pengaruh persepsi program terhadap keberhasilan program secara langsung Pengaruh dan signifikansi persepsi petani terhadap keberhasilan program maka hasil pengujian untuk pengaruh persepsi terhadap keberhasilan program bernilai 0. 308 yang berarti bahwa persepsi 8% secara positif terhadap keberhasilan program, sisanya sebesar 69,92% dipengaruhi variabel lain. Dengan nilai t-statistik 2. 178 yang berarti lebih besar dari 1. 96 yang berati pengaruh persepsi terhadap keberhasilan program signifikan. Selanjutnya nilai p-value adalah 0. yang mana lebih kecil dari 0. 5, berarti pengaruh persepsi terhadap keberhasilan program nyata. Secara keseluruhan dapat dinyatakan bahwa Persepsi memiliki pengaruh positif yang signifikan dan nyata terhadap Keberhasilan Program. Yang berarti hasil pengujian ini sesuai dengan hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh yang signifikan antara Persepsi Petani terhadap Keberhasilan Program dalam Program Bertani untuk Negeri di Kabupaten Cianjur. Hal ini sejalan dengan penelitian terhadulu dengan judul AuPengaruh Persepsi Pengusaha Dan Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Terhadap Keberhasilan Usaha UMKM Di Kecamatan Wiyung SurabayaAy Oleh Riswanda et al,. Yang menyatakan adanya dampak atau pengaruh antara persepsi terhadap keberhasilan usaha umkm di Kecamatan Wiyung Surabaya. Yang mengartikan semakin baik perspsi pengusaha maka semakin baik pula keberhasilan usaha yang dijalankan. Persepsi memainkan peran penting dalam menentukan keberhasilan suatu program karena dapat memengaruhi penerimaan, keterlibatan, dan efektivitas implementasi. Menurut Teori Kognitif Sosial (Bandura, 1. , individu cenderung bertindak berdasarkan persepsi mereka terhadap lingkungan dan pengalaman sebelumnya. Jika suatu program dipersepsikan bermanfaat, individu akan lebih cenderung mendukung dan berpartisipasi, yang berkontribusi terhadap keberhasilan program. Pengaruh persepsi program terhadap keberhasilan program secara tidak langsung Untuk menghitung efek mediasi yang diberikan partisipasi dalam pengaruh persepsi program terhadap keberhasilan program perlu dilakukan perhitungan. Adapun perhitungan sebagai berikut: ycycyc O ya. yeycya y . yeycya ya. ycycyc O ya. yeycya y yiye ycycyc O ya. yeyi Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan hasil VAF sebesar 0. 57, berdasarkan kategori yang dianjurkan oleh Hair . , maka efek mediasi partisipasi dalam pengaruh persepsi terhadap keberhasilan program adalah mediasi parsial. Pengaruh Partisipasi terhadap keberhasilan Program Pengaruh dan signifikansi partisipasi petani terhadap keberhasilan program dalam Program Bertani Untuk Negeri di Kabupaten cianjur maka hasil pengujian untuk pengaruh partisipasi terhadap keberhasilan program adalah sebesar 0. 638 atau 63,8% sementara sisanya 36,2% dipengaruhi variabel lainnya. Dengan nilai t-statistik 3. 119 yang lebih besar daripada 1. 96 yang berarti pengaruh partisipasi terhadap keberhasilan program signifikan. Selanjutnya untuk nilai p-value sebesar 0. yang berarti lebih kecil daripada 0. 5, berarti partisipasi berpengaruh nyata terhadap keberhasilan Secara keseluruhan dapat dinyatakan bahwa Partisipasi memiliki pengaruh positif yang signifikan dan nyata terhadap keberhasilan program, yang artinya hasil pengujian sesuai dengan hipotesis yang menyatakan adanaya pengaruh yang signifikan antara partisipasi dan keberhasilan program dalam Program Bertani Untuk Negeri di Kabupaten Cianjur. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang berjudul AuHubungan Tingkat Partisipasi Dengan Tingkat Keberhasilan Program Desa Mandiri Pangan (Desa Tegalwaru. Kecamatan Ciampea. Kabupaten BogorAy yang dilakukan oleh Sari dan Sadono . yang menyatakan Hubungan positf antara tingkat partisipasi dengan keberhasilan, jika partisipasi tinggi, maka keberhasilan juga tinggi. Partisipasi merupakan faktor kunci dalam menentukan keberhasilan suatu program, karena tingkat keterlibatan individu atau kelompok akan memengaruhi efektivitas implementasi serta pencapaian tujuan program. Menurut teori partisipasi (Arnstein, 1. , semakin tinggi tingkat keterlibatan masyarakat dalam suatu program, semakin besar kemungkinan program tersebut berjalan dengan baik dan mencapai hasil yang diharapkan. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3123-3132 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Kecamatan Gekbrong. Kabupaten Cianjur, dapat disimpulkan bahwa persepsi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap partisipasi, dengan kontribusi sebesar 67,7%. Selain itu, persepsi juga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keberhasilan program dengan pengaruh sebesar 30,2%. Sementara itu, partisipasi memberikan pengaruh paling besar terhadap keberhasilan program, yaitu sebesar 63,8%, yang juga bersifat positif dan signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik persepsi petani terhadap program, maka semakin tinggi pula tingkat partisipasi mereka, yang pada akhirnya berdampak langsung pada keberhasilan program. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan untuk penelitian selanjutnya agar dapat memperluas cakupan variabel dengan mempertimbangkan faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian berikut juga disarankan untuk memperdalam analisis terkait pengaruh mediasi parsial partisipasi dalam hubungan antara persepsi dan keberhasilan program, guna memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap dinamika implementasi program pertanian. DAFTAR PUSTAKA