https://jurnal. PEMBERIAN KOMPRES HANGAT WWZ (Warm Water Zac. PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) DENGAN MASALAH NYERI AKUT Naila Khalis1. Dahlia Sapuri2. Khairunnisa Batubara3 Mahasiswa Keperawatan/Di Keperawatan/Akper Gita Matura Abadi Kisaran. Kisaran. Indonesia Mahasiswa Keperawatan/Di Keperawatan/Akper Gita Matura Abadi Kisaran. Kisaran. Indonesia Dosen Keperawatan/Di Keperawatan/Akper Gita Matura Abadi Kisaran. Kisaran. Indonesia *Email Korespondensi: nailakhalis27@gmail. Abstract Urinary Tract Infection (UTI) occurs due to infection that occurs in the upper and lower urinary tract, where the presence of bacteria ranges from around 10. 5 colonies per milliliter (CFU/m. in a urine sample. To treat the main complaint in the form of pain, nurses can intervene with pharmacological therapy in the form of antibiotics and non-pharmacological therapy such as warm compresses to relieve pain, namely by applying warm compresses to the painful area. The purpose of writing this scientific paper is so that researchers can provide health education to patients and carry out nursing care for patients suffering from UTI with complaints of acute pain at the Kisaran City Hospital. This study uses a descriptive approach in the form of a case study. The results showed that giving warm compresses using WWZ . arm water zac. or better known as hot bubbles to the patient's painful area was proven to be able to reduce pain levels. In client 1, the pain that was initially on a scale of 6-7 decreased to 3-4, while for client 2, the pain level that was initially on a scale of 5-6 decreased to 2-3. The identified nursing diagnosis is acute pain related to physiological injury, indicated by pain during urination. The conclusion is that giving warm compresses is one of the effective non-pharmacological methods to reduce the pain felt by clients suffering from Urinary Tract Infection. Keywords: Acute Pain. Urinary Tract Infection. Warm Compress WWZ Abstrak Infeksi Saluran Kemih (ISK) muncul akibat infeksi yang terjadi di saluran kemih atas dan bawah, di mana keberadaan bakteri berkisar sekitar 10,5 koloni per mililiter (CFU/m. dalam sebuah sampel Untuk menangani keluhan utama yang berupa nyeri, perawat dapat melakukan intervensi dengan terapi farmakologi berupa antibiotik dan non-farmakologi seperti kompres hangat untuk meredakan nyeri, yaitu dengan menerapkan kompres hangat di area yang terasa sakit. Tujuan penulisan karya ilmiah ini agar peneliti dapat memberikan edukasi kesehatan kepada pasien serta menjalankan asuhan keperawatan untuk pasien yang menderita ISK dengan keluhan nyeri akut di RS Kota Kisaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yang berbentuk studi kasus. Hasil diadapatkan bahwa pemberian kompres hangat menggunakan WWZ . arm water zac. atau yang lebih dikenal dengan sebutan buli-buli panas pada area nyeri pasien terbukti mampu menurunkan tingkat nyeri. Pada klien 1, nyeri yang awalnya berada pada skala 6-7 menurun menjadi 3-4, sedangkan untuk klien 2, tingkat nyeri yang awalnya pada skala 5-6 berkurang menjadi 2-3. Diagnosa keperawatan yang teridentifikasi adalah nyeri akut yang berkaitan dengan cedera fisiologis, yang ditunjukkan oleh adanya nyeri saat buang air kecil. Kesimpulannya bahwa pemberian kompres hangat merupakan salah satu metode non-farmakologi yang efektif untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh klien yang menderita Infeksi Saluran Kemih. Kata Kunci: Nyeri akut. Infeksi Saluran Kemih. Kompres hangat WWZ Vol 1. No 2. Juli, 2025 *Corresponding author email : nailakhalis27@gmail. Page 8 of 13 PENDAHULUAN Infeksi saluran kemih adalah kondisi yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen yang bergerak dari uretra menuju kandung kemih, berkembang biak, dan memperbanyak diri, sehingga menimbulkan infeksi di ureter dan ginjal (Lina. , & Lestari, 2. Infeksi ini muncul akibat pertumbuhan mikroorganisme dalam saluran kemih manusia. Saluran kemih terdiri dari organ-organ mengumpulkan dan menyimpan urin, serta yang mengeluarkan urin dari tubuh, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra (Sari R, 2. Infeksi saluran kemih adalah infeksi yang terjadi di sepanjang saluran kemih, termasuk ginjal, akibat berkembangnya Kebanyakan infeksi saluran kemih disebabkan oleh bakteri, namun virus dan jamur juga dapat menjadi penyebabnya (Ramli, 2. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), terdapat 8,3 juta kasus infeksi saluran kemih dilaporkan setiap Prevalensi infeksi saluran kemih di Indonesia berkisar antara 5-15% (Kemenkes RI, 2. Di Indonesia, dari 200 anak yang diteliti, 33% adalah laki-laki dan 67% adalah perempuan yang mengalami infeksi saluran kemih (Tusino. , & Widyaningsih, 2. Infeksi ini lebih umum terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Perkiraan dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2023 menyebutkan bahwa terdapat 90-100 kasus infeksi saluran kemih per 100. 000 penduduk setiap tahunnya, yang berarti 000 kasus baru tiap tahun (Kemenkes RI, 2. Menurut Dinas Kesehatan Sumatera Utara, pada tahun 2018, ada 107,06 kasus baru infeksi saluran kemih 000 penduduk, dengan tiga kota tertinggi yaitu Medan, sebanyak 2. 717 per 000. Kabupaten Deli Serdang 2. 109 per 000, dan Simalungun 209 per 100. (Dinas kesehatan Sumatera Utara, 2. Kompres hangat adalah salah satu metode terapi yang bertujuan untuk memberikan stimulasi pada kulit. Metode ini dapat secara efektif meredakan nyeri. Dengan teknik tersebut, pasien dapat teralihkan perhatian dan fokus pada stimulasi taktil, sehingga jauh dari rasa sakit yang dialami, yang pada gilirannya mengurangi persepsi nyeri (Rizky E. Terapi ini melibatkan penggunaan kebutuhan kenyamanan, mengurangi atau menghilangkan rasa sakit, mencegah terjadinya kejang otot, serta memberikan kehangatan (Sultoni, 2. Terdapat berbagai jenis kompres hangat, salah satunya adalah WWZ (Warm Water Zac. atau buli-buli panas. Dalam menggunakan WWZ, pastikan bahwa alat ini bersih dan tidak bocor, lalu masukkan air hangat dengan suhu yang sesuai. METODE Metode memanfaatkan data asli dan data tambahan . elalui pemeriksaan fisik yang termasuk dalam pengkajian keperawatan bedah Penelitian ini melibatkan dua subjek, yaitu Ny. M dan Ny. Kedua pasien tersebut mengalami masalah keperawatan yang serupa dan merupakan pasien yang menderita Infeksi Saluran Kemih di ruang perawatan Rumah Sakit Kota Kisaran. HASIL Identitas Klien Tabel 1. Identitas Klien No. Identitas Pasien Nama Umur Jenis Kelamin Pendidikan Pekerjaan Status Agama Klien 1 Klien 2 Ny. 35 tahun Ny. 28 tahun SMA Ibu rumah Jati Sari. Tinggi Raja SMA Ibu rumah Dusun 2 Kapal Merah Copyright: @ 2025 Authors Hasil Anamnesa Tabel 2. Hasil Anamnesa Data Fokus Klien 1 Klien 2 Keluhan utama saat rumah sakit Keluhan utama saat Klien Klien n urin sedikit saat bak Klien nyeri dari perut sampai terasa mual, dan keluar urin sedikit Klien tidak Klien sedikit namun sadar dan orientasi Klien sering untuk tidak BAK, sedikit minum air k/u baik. GCS 15. E4. M6. V6, is. Temp 36,50c. 130/80 mmHg, pols 84x/menit. RR 20x/ menit, spo2 Klien nyeri saat berkemih Klien nyeri saat berkemih Riwayat Riwayat Riwayat Kebiasaan Pemeriksaan Pemeriksaan Hemoglobin Eritrosit Leukosit 12,79 13,77 Hemtokrit Glukosa Sewaktu Urine Acid Ureum Creatinime Rujukan 12 Ae 14 3,5 Ae 5,5 000 Ae 37,0 Ae <115 3,6 Ae 8,2 0,6 Ae 1,1 Analisis Data Dari tabel 2, hasil analisis Klien mengatakan nyeri dari perut yang disebabkan oleh cedera fisiologis di sampai pinggang, terasa mual area saluran kemih, yang ditandai dengan rasa sakit saat berkemih. Diagnosa Keperawatan Dalam keperawatan yang bisa ditegakkan adalah nyeri akut akibat cedera fisiologis yang Klien tidak memiliki berhubungan dengan rasa sakit saat penyakit sebelumnya Intervensi Keperawatan Kedua pasien tersebut mendapatkan Klien sedikit cemas, namun sadar dan perawatan yang serupa, yaitu pemberian orientasi baik kompres hangat di area perut bagian Implementasi Klien sering sekali Tindakan keperawatan yang dilakukan menahan untuk tidak BAK, sedikit minum mencakup pemberian kompres hangat air putih dengan menggunakan WWZ . arm water zac. , yang juga dikenal sebagai buli-buli panas, di sekitar perut bagian bawah dengan frekuensi setiap 15 menit untuk k/u baik. GCS 15. E4. M6. V6, mengurangi rasa nyeri. Temp Evaluasi 37,20c. TD 120/80 Evaluasi dari kasus ini melibatkan mmHg, pols terhadap skala nyeri pada 84x/menit. RR 20x/ menit, spo2 99% penurunan skala nyeri. Intervensi ini berhasil dilaksanakan, dan masalah keperawatan pada kedua pasien telah Pemeriksaan Diagnostik Tabel 3. Pemeriksaan Diagostik Jenis Klien Klien Nilai Copyright: @ 2025 Authors PEMBAHASAN Pembahasan ini mencermati data serta hasil penelitian terkait masalah nyeri akut yang dialami oleh pasien dengan infeksi saluran kemih (ISK) melalui penerapan kompres hangat. Tujuan dari tindakan ini adalah untuk memberikan penjelasan kepada pasien dan meredakan rasa sakit yang mereka Infeksi saluran kemih merupakan suatu kondisi yang umum dihadapi dan dapat berkontribusi pada peningkatan angka sakit dan kematian secara signifikan. Terutama, sekitar 50-60% wanita akan mengalami ISK setidaknya sekali dalam hidup mereka. Jumlah perempuan yang menderita ISK jauh lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki karena anatomi uretra wanita yang lebih pendek, yakni antara 2-3 cm. Ini memudahkan bakteri untuk masuk ke dalam saluran kemih. Selain itu, letak saluran kemih pada perempuan yang berdekatan dengan rektum juga memudahkan perpindahan mikroba. Di sisi lain, laki-laki memiliki uretra yang lebih panjang, yaitu antara 15-18 cm, ditambah dengan adanya cairan prostat yang memiliki sifat membunuh bakteria, berfungsi sebagai penghalang terhadap infeksi bakteri (Coyle. Prince. Sebuah studi terdahulu menunjukkan bahwa sebelum menerapkan terapi kompres hangat, 4 peserta merasakan nyeri sedang dan 10 peserta mengalami nyeri berat. Setelah terapi diterapkan, jumlah peserta yang mengalami nyeri sedang meningkat menjadi 12, sementara hanya 2 peserta yang masih merasakan nyeri berat. Penggunaan kompres hangat di leher ternyata efektif dalam mengurangi rasa sakit pada pasien (Syara. Siringoringo. & A & Sitorus, 2. Nyeri adalah pengalaman yang bersifat sensorik dan emosional, yang berbeda-beda tiap individu dan sering kali tidak menyenangkan karena adanya kerusakan jaringan, menyebabkan individu merasa tersiksa dan tentu dapat mengganggu kegiatan sehari-hari mereka (Rohimah. S & Kurniasih, 2. Nyeri yang dirasakan pada area perut hingga pinggang dapat memicu kontraksi otot. Ini terlihat dari sakit saat berkemih dan nyeri yang menjalar dari perut menuju pinggang. Rasa sakit ini biasanya bersifat akut dan ringan, kemungkinan adalah jenis nyeri yang paling umum dialami pasien ISK. Nyeri ini bisa diredakan dengan kompres panas lokal, pijatan, obat pereda nyeri, dan teknik relaksasi otot (Smeltzer. S, 2. Langkah yang dapat diambil untuk menurunkan intensitas nyeri meliputi penggunaan kompres hangat. Kompres hangat merupakan salah satu cara dalam manajemen nyeri yang memberikan energi panas melalui konduksi. Panas ini dapat menyebabkan pembuluh darah melebar atau vasodilatasi. Vasodilatasi yang dihasilkan dari kompres hangat dapat memperlebar arteriol, sehingga mengurangi resistensi dan meningkatkan aliran oksigen. Ini juga membuat otot yang mengelilingi pembuluh darah menjadi rileks, yang membantu mengurangi nyeri akibat kejang atau kekakuan, serta memberikan efek hangat pada area yang terkena. Panas yang mengurangi kontraksi dan meningkatkan Penggunaan kompres hangat bisa merangsang pelepasan hormon endorfin yang menghalangi transmisi rasa sakit (Putri. Hardono. Saputra. W & Alhafis. , 2. Penerapan kompres hangat bertujuan untuk menempelkan benda tersebut pada Copyright: @ 2025 Authors menggunakan WWZ atau botol berisi air panas pada suhu 50-60AC, atau sesuai dengan kenyamanan pasien. Lama pemakaian kompres sebaiknya sekitar 10-15 menit, namun durasi ini masih bisa diperpanjang. Efek fisiologis dari penggunaan kompres hangat meliputi pelunakan jaringan fibrosa, relaksasi otot, pengurangan atau penghilangan nyeri, serta peningkatan aliran darah (Mubarak. Indrawati. , & Susanto. Kami telah melakukan studi tentang perawatan keperawatan untuk pasien yang menderita infeksi saluran kemih di Rumah Sakit Ibu Kartini Kisaran selama tiga hari. Pada hari pertama, kami mengumpulkan data dan menentukan diagnosis keperawatan untuk kedua pasien. Data yang kami kumpulkan termasuk pasien pertama. Ny. M, seorang perempuan berusia 35 tahun yang sudah Sementara itu, pasien kedua. Ny. berusia 24 tahun, juga seorang perempuan yang telah menikah. Kedua pasien melaporkan mengalami nyeri di area perut hingga pinggang serta merasa sakit saat buang air Mereka tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya dan cenderung menahan buang air kecil serta hanya sedikit mengonsumsi air Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan kondisi yang masih bisa dianggap normal. Untuk pasien pertama, kondisi umumnya terlihat baik dengan GCS 15. E4. M6. V6, berorientasi, suhu tubuh 36,5AC, tekanan darah 130/80 mmHg, denyut nadi 84 kali per menit, frekuensi pernapasan 20 kali per menit, dan saturasi oksigen 98%. Sementara itu, pasien kedua juga dalam kondisi baik dengan GCS 15. E4. M6. V6, berorientasi, suhu tubuh 37,2AC, tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 84 kali per menit, frekuensi pernapasan 20 kali per menit, dan saturasi oksigen 99%. Setelah data dikumpulkan dan dianalisis, kami menemukan bahwa diagnosis keperawatan yang mungkin muncul adalah nyeri akut sebagai akibat dari cedera fisiologis, yang berkaitan dengan rasa sakit saat berkemih dan nyeri di area pinggang. Pada hari kedua, kami melaksanakan intervensi dan implementasi. Kami memberikan intervensi keperawatan berupa kompres hangat menggunakan handuk yang dibasahi (WWZ) pada bagian perut bawah kedua pasien untuk meredakan rasa sakit. Pada pukul 09. 30 WIB, kami memberikan tindakan keperawatan pada pasien pertama dengan kompres hangat menggunakan WWZ. Sebelumnya, kami memastikan alat tersebut bersih dan tidak bocor, lalu mengisi dengan air hangat pada suhu yang tepat, tidak lebih dari 800C. Kompres diterapkan di area perut bawah selama sekitar 10 menit, dilakukan secara mandiri oleh keluarga pasien ketika pasien merasakan nyeri. Tindakan yang sama dilakukan pada pasien kedua pada pukul 30 WIB. Setelah keperawatan pada hari pertama serta tindakan keperawatan pada hari kedua, kami mengevaluasi hasil dan menemukan bahwa kedua pasien telah merasakan penurunan rasa nyeri yang dialami. Pada pasien pertama, nyeri yang sebelumnya berada pada skala 6-7 berkurang menjadi skala 3-4. Sementara itu, pasien kedua yang awalnya mengalami nyeri pada skala 5-6 menjadi 2-3. Hasil ini menunjukkan bahwa masalah keperawatan telah teratasi dan bahwa tindakan kompres hangat terbukti efektif untuk pasien dengan infeksi saluran kemih yang mengalami nyeri akut. Copyright: @ 2025 Authors KESIMPULAN DAN SARAN Masalah yang dihadapi oleh kedua pasien tersebut adalah Infeksi Saluran Kemih disertai dengan masalah nyeri akut yang berkaitan dengan cedera fisik, yang ditandai oleh rasa sakit saat berkemih. Dalam waktu 3x24 jam, telah dilakukan intervensi dan tindakan, yaitu dengan memberikan kompres hangat menggunakan kantong air panas pada area yang mengalami nyeri, dan hasil evaluasi menunjukkan bahwa nyeri yang dirasakan oleh kedua pasien tersebut berkurang. Pada pasien 1, awalnya skala nyeri 6-7 turun menjadi 3-4, dan pada pasien 2, yang semula merasakan nyeri pada skala 5-6, berkurang menjadi 2-3. Ini menunjukkan bahwa penggunaan kompres hangat pada bagian yang ketidaknyamanan yang dialami oleh kedua UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih ini kami sampaikan kepada pihak RS Kota Kisaran yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melakukan asuhan keperawatan saat praktik di ruang bedah medis. DAFTAR PUSTAKA