Jurnal Media Teknik & Sistem Industri Vol. 50 - 59 http://jurnal. id/JMTSI e-issn: 2581-0561 p-issn: 2581-0529 DOI 10. 35194/jmtsi. Analisis Pengendalian Kualitas Produksi Kabinet Piano Jenis Side Arm R/L Model Up Polyester dengan Menggunakan Metode PDCA Tirtana Siregar1*. Munawar2. Pandu Adi Cakranegara3. Hilmi Mufthia Nurhuda4 Program Studi Manajemen Logistik Industri Elektronika. Politeknik APP Jakarta. Jakarta. Indonesia Akuntasi Sektor Publik. Politeknik Negeri Kupang. Nusa Tenggara Timur. Indonesia Departemen Bisnis. Jurusan Manajemen. Universitas Presiden. Bekasi. Indonesia 1*tirtana. mts@gmail. 2munawar@gmail. 3pandu@gmail. Analysis of Production Quality Control of Piano Cabinets Type Arm Side R / L Model Up Polyester Using PDCA Method Dikirimkan : 08, 2021. Diterima : 03, 2022. Dipublikasikan : 03, 2022 AbstractAi This research aims to analyze the quality control of the piano cabinet production type Side Arm R / L up polyester model in the Woodworking Department of the Cabinet Sides section of PT Yamaha Indonesia. The Side Arm R / L cabinet is the side part of the piano keyboard that serves to protect the piano keys so that they are stable when played. The problem occurs in product quality, especially on the Cabinet Side. In this study, the method used is the PDCA (Plan. Do. Check. Actio. method with the Basic Seven Quality Tool as a The PDCA method is used to solve the problem of the Cabinet Sides defect product. The data used in this final project is defect data for the Side Arm R / L cabinet during April 2019-March 2020. Based on the analysis, it is known that defects dominate 80% of the defects that occur, namely chipped, stretch (The results of the cabinet press are not meeting so that there is air going into the pres. The main factors for the emergence of the three types of defects are the method, machine, and material aspects. Proposed improvements to address the causes of these defects include monitoring, recording, and evaluating errors in work methods and providing training for new operators and old operators who lack skills, schedule pre-operation inspections, and conduct assessment and maintenance of machines and tools work. As a result of the repair priority, the proportion of defects from April 2019 to March 2020 were all within the predetermined control limits, so it could be said that the process was under control. KeywordsAi PDCA. Quality control. Seven tools AbstrakAi Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian jumlah produksi cacat yang terjadi pada produk kabinet piano jenis Side Arm R/L model up polyester di Departemen Woodworking bagian Cabinet Side PT Yamaha Indonesia. Kabinet Side Arm R/L merupakan bagian sisi samping keyboard piano yang berfungsi untuk melindungi tuts keybord piano agar stabil ketika dimainkan. Permasalahan terjadi pada mutu produk, terutama pada bagian Cabinet Side. Dalam Penelitian ini metode yang digunakan adalah metode PDCA (Plan. Do. Check. Actio. dengan alat bantu Basic Seven Quality Tool. Metode PDCA digunakan untuk menyelesaikan permasalahan defect product Cabinet Side. Data yang digunakan dalam Penelitian ini yaitu Copyright A ---- THE AUTHOR(S). This article is distributed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International license. Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri is published by Industrial Engineering of Universitas Suryakancana berupa data defect kabinet Side Arm R/L selama bulan April 2019-Maret 2020 . Berdasarkan hasil analisis diketahui 80% defect yang terjadi didominasi oleh jenis defect yakni gompal, renggang, uki (Hasil pres kabinet tidak rapat sehingga ada udara masuk ke dalam produk yang sudah di pre. Faktor utama munculnya ketiga jenis defect tersebut adalah faktor metode, mesin, dan material. Usulan perbaikan untuk mengatasi penyebab terjadinya defect tersebut di antaranya adalah melakukan pengawasan, pencatatan, dan evaluasi kesalahan metode kerja yang digunakan serta memberikan pelatihan untuk operator baru dan operator lama yang kurang memiliki skill, membuat jadwal pemeriksaan pra-operasi dan melakukan pemeriksaan serta perawatan mesin dan alat kerja. Hasil dari prioritas perbaikan, proporsi defect selama bulan April 2019 sampai dengan bulan Maret 2020 seluruhnya berada dalam batas kendali yang telah ditetapkan, sehingga bisa dikatakan bahwa proses telah terkendali. Kata kunciAi PDCA, pengendalian kualitas. Alat pengendalian kualitas PENDAHULUAN Persaingan di bidang industri dari tahun ke tahun semakin ketat. Hal ini dapat diketahui dari banyaknya perusahaan yang berlomba-lomba dalam menghasilkan produk yang berkualitas . Pada kenyataannya sering kali produk yang telah diproduksi memiliki kualitas yang lebih rendah dari standar yang telah ditentukan . , . Hal tersebut dikarenakan adanya berbagai macam faktor, salah satunya kesalahan dalam proses produksi yang menyebabkan produk tersebut cacat dan rusak, sehingga perusahaan harus menanggung biaya perbaikan produk . Strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas, salah satunya dengan melakukan pengendalian kualitas . , . Berdasarkan data yang diperoleh dari bulan April 2019AeMaret 2020 ternyata produksi yang dilakukan sering kali terjadi permasalahan terkait mutu produk terutama pada bagian Cabinet Side yang menyebabkan produktivitas lini produksi departemen Woodworking dan departemen selanjutnya menjadi terganggu. Dari data yang ada diketahui bahwa rata-rata produksi piano model UP Polyester Kabinet Side Arm R/L per-bulan pada departemen Woodworking bagian Cabinet Side dari bulan April 2019 - Maret 2020 adalah 4171,75 pcs dengan rata-rata defect produk sebesar 223,92 pcs atau sekitar 5,37 % dari total produksi setiap bulan. Dari data tersebut diketahui persentase defect yang muncul masih tergolong tinggi dan berfluktuasi. TABEL I. JUMLAH CACAT PRODUK KABINET PIANO APRIL 2019 Ae MARET 2020 Bulan Total Produksi Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar Total Renggang . Gompal (Prose. Jenis Defect Uki Pecah/ retak rambut (Prose. Metode PDCA (Plan. Do. Check. Actio. sangat sesuai untuk digunakan sebagai kegiatan continues improvement dalam pengendalian kualitas produksi. Metode ini dilakukan dengan memahami gambaran proses produksi dari perusahaan dalam upaya meminimalisasi product defect . , . Melalui metode PDCA diharapkan pengendalian mutu yang dilaksanakan dapat menjadi suatu sistem kendali yang efektif untuk menjaga kualitas dan perbaikan mutu serta Dekok Defect Jumlah Defect Persentase Defect 3,17% 3,22% 8,50% 9,93% 5,79% 5,52% 4,68% 5,38% 6,76% 5,33% 4,05% 3,20% 5,37% peningkatan kinerja secara berkesinambungan dan terus menerus terhadap pengendalian kualitas produksi. , . Penerapan metode PDCA pada tahap Plan dibantu dengan alat bantu yaitu Basic Seven Quality Tools, alat bantu ini merupakan 7 alat yang digunakan untuk mengendalikan kualitas atau mutu suatu produk . , . Alat - alat tersebut yakni checksheet, diagram pareto, histogram, control chart, diagram scatter, diagram fishbone, dan Siregar dkk. diagram alur . Alat Ae alat ini membantu pengendalian maupun perbaikan kualitas. Alat ini menyelesaikan permasalahan yang dihadapi . Berdasarkan tulisan ilmiah Handoko . PDCA, menunjukkan jumlah kerugian dari kecacatan produk lantai kayu mengalami penurunan sebesar Rp. 000 dan jumlah kerugian dari kecacatan produk dinding panel kayu mengalami Rp. Berdasarkan tulisan ilmiah yang kedua, dilakukan oleh Dharmayanti . , telah menggunakan seven tools, hasil analisis menunjukkan bahwa proses produksi produk Adjuster R KWB terkendali dengan rata-rata proporsi cacat . ,71%) . Tingkat kecacatan didominasi oleh ulir macet . %) dan lingkaran tidak simetri . %). Dari kedua tulisan ilmiah tersebut masing-masing berhasil meminimasi permasalahan mutu yang terjadi pada lini produksi. Namun pada kedua tulisan ilmiah tersebut belum membahas mengenai prioritas penyebab masalah yang paling membutuhkan perbaikan segera. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis cacat jumlah persentase yang terbesar pada produk, yang selanjutnya akan dianalisis perbaikan untuk meminimalisir kejadian cacat produk tersebut dengan menggunakan metode PDCA. Menghitung garis pusat/Central Line (CL) . Garis pusat merupakan rata-rata kerusakan produk ( . Oc ycuycy yaya = i = Oc ycu Keterangan : Oc ycuycy = jumlah total yang rusak Ocycu = jumlah total yang diperiksa Menentukan Lower Control Limit (LCL) . Untuk menghitung batas kendali bawah atau LCL dilakukan dengan rumus : yayaya = i Oe 3Oo ycu Keterangan : i = rata-rata ketidak sesuaian produk = jumlah produksi Menghitung Upper Control Limit (UCL) dengan rumus sebagai berikut . Oe. ycOyaya = i 3Oo ycu i. HASIL PENELITIAN Berdasarkan observasi dan wawancara yang telah dilakukan, diketahui pada lantai proses produksi department Woodworking bagian Cabinet Side terdapat masalah yang menyebabkan produktifitas terganggu, yaitu sering kali terjadi masalah yakni produk defect. Permasalahan defect yang terjadi pada bagian Cabinet Side sering kali terjadi pada model cabinet UP Polyester. Berikut ini pada Tabel II merupakan jenis kabinet piano model UP Polyester yang diproduksi pada bagian Cabinet Side. Di antaranya adalah sebagai berikut: II. METODOLOGI PENELITIAN Berdasarkan permasalahan yang terjadi pada PT Yamaha Indonesia dapat digunakan adalah metode yang ada pada Basic Seven Quality Tools yaitu PDCA (Plan. Do. Check. Actio. dengan menggunakan alat bantu Basic Seven Quality Tool . Hal ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengendalian kualitas produksi kabinet piano jenis Side Arm R/L model up polyester pada Departemen Woodworking bagian Cabinet Side. Oleh karena itu dibutuhkan data defect kabinet Side Arm R/L selama bulan April 2019-Maret 2020. TABEL II MODEL CABINET UP POLYESTER Model B1 ALL Oe. Menghitung Persentase Defect . ycuycy ycE= . ycu Keterangan : = jumlah gagal dalam sub grup = jumlah yang diperiksa dalam sub grup Sub-grup = Bulan ke- B2 ALL Cabinet Side Arm R/L Side Board R/L Pedal Rail Side Arm R/L Side Board R/L Leg R/L Model B3 ALL Cabinet Side Arm R/L Side Board R/L Leg R/L U1J Side Arm R/L Side Board R/L Side Base R/L Berikut ini merupakan OPC (Operation Process Char. dari kabinet Side Arm R/L pada bagian Cabinet Side departemen Woodworking PT Yamaha Indonesia pada gambar 1. Plan (Rencan. Menemukan Masalah atau Persoalan Langkah awal pada tahap ini adalah menemukan masalah atau persoalan dengan melakukan stratifikasi atau pengelompokan data yang dibuat berdasarkan pada jenis defect yang ada pada departemen Woodworking di PT Yamaha Indonesia. Jenis defect tersebut antara lain adalah sebagai berikut pada gambar 2. Peta Proses Operasi Nama Objek Nomor Peta Dipetakan Oleh Tanggal Dipetakan : Side Arm R/L : 001 : Hilmi Mufthia Nurhuda : 25 September 2019 MDF CARB2 4X8X18 Backer dan Lem 3,53 O-1 1,54 O - 2 Proses Press R - Mesin Rotary Press - Mesin Glue Spreader Proses Meratakan Baker R - Mesin Edge Former - Nomi 0,55 O-3 Proses Sanding Atas dan Bawah - Mesin Edge Sander Proses Meratakan Baker Atas dan Bawah - Mesin Edge Former - Nomi Proses Sanding Belakang - Mesin Edge Sander 13,89 Pemeriksaan Penyimpanan Total 13,89 Dari gambar 2, dapat dilihat jenis defect yang paling sering terjadi adalah gompal dengan jumlah defect sebanyak 920 pcs. Jumlah defect renggang sebanyak 710 pcs, jumlah defect uki proses sebanyak 471 pcs, jumlah defect pecah/retak rambut . sebanyak 410 pcs, dan jumlah defect lainnya sebanyak 176 pcs. Selanjutnya dilakukan perhitungan dengan menggunakan control chart P atau P chart untuk mengetahui sejauh mana defect yang muncul masih dalam batas kendali statistik melalui grafik kendali. P chart mempunyai manfaat untuk membantu dalam pengendalian kualitas produksi serta dapat memberikan informasi mengenai kapan dan di mana perusahaan harus melakukan perbaikan kualitas . Adapun langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut yang ditunjukkan pada Tabel i. 0,92 O - 7 Proses Press Bagian Belakang - Mesin Rotary Press - Mesin Glue Spreader 0,90 O - 8 Proses Meratakan Bagian Belakang - Mesin Edge Former - Nomi 0,83 O - 9 Proses Pembentukan Mentory - Mesin Hand Trimer Ringkasan Operasi Gambar 2. Grafik kejadian cacat pada proses produksi . April 2019 Ae Maret 2020 Backer dan Lem Waktu (Meni. Proses Press Atas dan Bawah O - 4 - Mesin Rotary Press - Mesin Glue Spreader 0,32 O - 6 Jumlah 0,93 O - 5 Kegiatan Backer dan Lem 3,75 Proses Orbital 0,62 O - 10 - Mesin Orbital Sander Gambar 1. OPC kabinet Side Arm R/L TABEL i TABEL DATA NILAI BATAS KONTROL APRIL 2019-MARET 2020 Sub grup Bulan April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Januari Februari Maret Total Total Check Proporsi Defect 0,0317 0,0322 0,0850 0,0993 0,0568 0,0552 0,0468 0,0538 0,0676 0,0533 0,0405 0,0320 0,654318 Defect UCL 0,06413 0,06493 0,06726 0,06381 0,06365 0,06333 0,06313 0,06354 0,06508 0,06340 0,06374 0,06405 0,05357 0,05357 0,05357 0,05357 0,05357 0,05357 0,05357 0,05357 0,05357 0,05357 0,05357 0,05357 LCL 0,043018 0,042222 0,039884 0,043342 0,043494 0,043821 0,044020 0,043607 0,042065 0,043750 0,043410 0,043102 Siregar dkk. Dari hasil perhitungan Tabel i di atas didapat nilai proporsi defect UCL . pper control limi. CL . entral limi. LCL . ow control limi. selama 12 . ua bela. bulan yakni dari April 2019 sampai dengan Maret 2020. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, selanjutnya dapat dituangkan ke dalam bentuk grafik P Chart menggunakan aplikasi Minitab 16 yang dapat dilihat pada gambar 3. Dari gambar 4 diatas diketahui bahwa hampir 80% defect yang terjadi pada produksi cabinet Side Arm R/L dari bulan April 2019-Maret 2020 didominasi oleh 3 jenis defect yakni gompal . dengan persentase 34,2%, renggang . dengan persentase 26,4%, uki . dengan persentase 17,5% dari jumlah produksi. Jadi perbaikan dapat dilakukan dengan memfokuskan pada 3 jenis defect tersebut. Hal ini dikarenakan ketiga jenis Defect tersebut mendominasi 80% dari total defect yang terjadi pada Cabinet Side Arm R/L. P Chart of Cacat 0,10 0,09 Menemukan Tindakan Penanggulangan Langkah akhir pada tahap ini ialah menemukan tindakan penanggulangan dengan metode 5W1H. Metode 5W1H merupakan metode yang dapat dilakukan untuk mendapatkan informasi secara lebih kaya dan mendalam . Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan menggunakan diagram pareto serta berdasarkan data hasil wawancara yang diperoleh maka didapatkan informasi mengenai beberapa alternatif yang dapat dilakukan dengan menggunakan metode wawancara untuk mencari akar penyebab permasalahan catat tersebut terjadi. Proportion 0,08 0,07 UCL=0,06405 0,06 P=0,05357 0,05 LCL=0,04310 0,04 0,03 Sample Tests performed with unequal sample sizes Gambar 3. Peta kendali proporsi defect bulan April 2019Maret 2020 Berdasarkan gambar 3 dapat dilihat bahwa data yang diperoleh tidak seluruhnya berada dalam batas kendali yang telah ditetapkan bahkan banyak yang keluar dari batas kendali, hanya 5 . titik yang berada di dalam batas kendali yakni pada periode ke-5 bulan Agustus, periode ke-6 bulan September, periode ke-7 bulan Oktober, periode ke-8 bulan November, dan periode ke-10 bulan Januari. Sehingga bisa dikatakan bahwa proses tidak Hal ini menunjukkan terjadinya penyimpangan yang tinggi pada lini produksi Hal tersebut menyatakan bahwa pengendalian kualitas di PT Yamaha Indonesia memerlukan adanya perbaikan. Setelah diketahui bahwa proses produksi pada bagian Cabinet Sade tidak terkendali, maka selanjutnya dilakukan analisa untuk menentukan jenis defect yang paling dominan pada kabinet piano jenis Side Arm R/L model UP Polyester di bagian Cabinet Side. Analisa yang dilakukan menggunakan bantuan Diagram Pareto dengan penentuan 80% dari total defect yang terjadi . Berikut ini gambar 4 merupakan tabulasi yang didapat dari data checksheet perusahaan bagian Quality Control selama periode bulan April tahun 2019 sampai dengan Maret tahun 2020 yang telah dibentuk dengan menggunakan diagram pareto. 60,7% 78,2% 93,4% 97,5% 100% 34,2% DO (Lakuka. Setelah mengetahui jumlah persentase defect yang terjadi pada produk kabinet piano di PT Yamaha Indonesia, maka langkah selanjutnya adalah melakukan dan melaksanakan usulan perbaikan pada proses produksi bagian cabinet side department Woodworking di PT Yamaha Indonesia. Berdasarkan hasil wawancara menggunakan metode 5W1H, didapatkan tiga . faktor penanggulangan cacat yang terjadi, yaitu faktor material, mesin, dan metode. Penanggulangan Faktor Material Melakukan pemeriksaan dan memastikan bahan . sesuai standar dengan menggunakan penggaris mini, penggaris siku, dan mikrometer. Penanggulangan Faktor Mesin Memberikan arahan kepada operator untuk menggunakan pisau yang sesuai dengan kebutuhan, selain itu dilakukan penggantian model pisau . roses nom. yakni Mengganti pisau saat ini dengan pisau R . eperti pisau hand trimme. agar hasilnya lebih baik. Melakukan pengecekan ketajaman pisau . di mesin edge former saat akan digunakan. Melakukan pemeriksaan mesin secara rutin, pemeriksaan dilakukan di awal dan di akhir kerja. Hal ini dilakukan untuk mengetahui keadaan mesin serta untuk mengetahui apakah mesin butuh perawatan atau tidak walaupun sudah ada jadwal tetapnya. Mengganti jig dan melakukan pemeriksaan jig di awal dan di akhir kerja. Memastikan posisi ampere meter dan voltage meter dalam batas standar serta memeriksa kondisi scun 100,0% 80,0% 60,0% 40,0% 20,0% 0,0% JenisA Gambar 4. Diagram pareto jenis defect periode April 2019-Maret 2020 . esin Elbartran. sebelum melakukan proses Check (Memeriks. Setelah melakukan tindakan perbaikan pada tahap DO, maka langkah selanjutnya adalah memeriksa kembali apakah tindakan perbaikan tersebut dapat mengurangi jumlah defect produk piano model UP Polyester kabinet Side Arm R/L Cabinet Side Departemen Woodworking PT Yamaha Indonesia. Yakni membandingkan dari sebelum perbaikan dengan sesudah dilakukan perbaikan, mengevaluasi aktivitas perbaikan, dan menghitung kapabilitas setelah perbaikan. Data yang diambil yaitu periode 2 bulan sebelum dan sesudah yaitu data sebelum pada bulan April dan Mei 2020, dan data sesudah perbaikan pada bulan Juni dan Juli 2020. Untuk membandingkan sebelum perbaikan dengan sesudah dilakukan perbaikan maka dilakukan pengecekan dengan alat bantu checksheet yang didapat dari bagian QC departemen Woodworking bagian Cabinet Side. Berikut pada gambar 5 menunjukkan grafik penurunan jumlah persentase cacat sebelum dan sesudah perbaikan. Penanggulangan Faktor Metode Melakukan pengawasan, pencatatan, dan evaluasi kesalahan metode kerja yang digunakan serta memberikan pelatihan untuk operator lama dan baru. Memberikan arahan kepada operator bagaimana peletakan kabinet hasil proses press yang baik dan benar. Kepala kelompok perlu memberikan teguran apabila ada operator yang Memberikan arahan, pengawasan, dan teguran kepada operator untuk menggunakan rak yang sesuai dengan model kabinet. Memastikan komposisi bahan lem sudah sesuai spesifikasi dilakukan untuk menghindari terjadi lem yang lama kering ataupun terlalu lengket, dan memastikan bahan lem tidak ada gumpalan terigu ( 3 meni. yang tersisa ketika proses pencampuran. Memastikan peleburan lem sesuai standar. Untuk memudahkan operator dalam memastikan maka dibuatkan standar peleburan lem. Memberikan arahan mengenai proses setting press yang sesuai dan melakukan pemeriksa kerapatan antara jig dengan bahan secara visual setiap kali melakukan 2,50% 1,97% 2,00% 1,50% 1,00% 0,82% 1,05% 0,71% 0,35% 0,50% 0,29% 0,12% 0,15% 0,10% 0,07% 0,00% Renggang . Uki (Prose. Gompal (Prose. April Ae Mei 2020 Pecah/ retak rambut . Defect lainnya Juni Ae Juli 2020 Gambar 5. Perbandingan jenis defect Sebelum dan sesudah perbaikan Diketahui dari Gambar 5 sesudah dilakukan perbaikan terjadi penurunan total defect yang terjadi sebesar 171 pcs dengan beberapa jenis defect seperti renggang sebesar 70 pcs, uki sebesar 61 pcs, gompal sebesar 25 pcs, pecah /retak rambut sebesar 9 pcs dan defect lainnya sebesar 6 pcs selama bulan Juni dan Juli 2020. Tahap selanjutnya dilakukan perbandingan menggunakan control chart P atau P chart untuk mengetahui sejauh mana defect yang muncul setelah dilakukan perbaikan apakah masih dalam batas kendali statistik ataupun malah sebaliknya melalui grafik kendali. Maka selanjutnya untuk mengetahui batas kendali statistik dilakukan penentuan garis pusat atau Center Line. Upper Control Limit (UCL). Lower Control Limit (UCL). Data yang akan digunakan adalah data setelah dilakukan perbaikan selama bulan Juni dan Juli 2020 dengan jumlah produksi sebesar 7. 387 pcs. Menghitung garis pusat atau Central Line Oc ycuycy (CL)yaya = i = Oc = 0,02315 Menghitung batas kendali atas atau Upper Control Limit (UCL) dan menghitung batas kendali bawah atau Lower Control Limit (LCL). UCL yang dihasilkan selama pengamatan berbeda-beda dikarenakan jumlah n atau jumlah produksi per harinya tidak sama. Berikut adalah Siregar dkk. Sub-grup 2 O contoh perhitungan UCL dan LCL pada 1 dan 2 Juni 2020 adalah sebagai berikut. Pengamatan pertama pada tanggal 01 Juni 2020 Sub-grup 1 O ycOyaya = i 3Oo Oe. ycOyaya = i 3Oo = 0,0189 = 0,0542 Sub-grup 1 O yayaya = i Oe 3Oo = 0,0189 Oe = -0,0164 Pengamatan kedua pada tanggal 02 Juni 2020 01/06/2020 04/06/2020 06/06/2020 07/06/2020 08/06/2020 09/06/2020 10/06/2020 11/06/2020 13/06/2020 14/06/2020 16/06/2020 17/06/2020 18/06/2020 20/06/2020 21/06/2020 22/06/2020 23/06/2020 24/06/2020 25/06/2020 27/06/2020 28/06/2020 29/06/2020 10/07/2020 11/07/2020 12/07/2020 13/07/2020 14/07/2020 17/07/2020 18/07/2020 19/07/2020 20/07/2020 21/07/2020 24/07/2020 25/07/2020 26/07/2020 27/07/2020 Total i. Oe. ycu = 0,0189 Oe 0,0189. Oe0,0. = -0,0058 = 0,0436 Berikut hasil perhitungan yang selengkapnya dapat dilihat pada Tabel IV. 0,0189. Oe0,0. Tanggal = 0,0189 Sub-grup 2 O yayaya = i Oe 3Oo 0,0189. Oe0,0. 0,0189. Oe0,0. Oe. Oe. TABEL IV TABEL DATA NILAI BATAS KONTROL JUNI 2020-JULI 2020 Jumlah Jumlah Defect Persentase Defect UCL Produksi 0,052239 0,0542 0,003650 0,0436 0,044444 0,0494 0,015957 0,0487 0,000000 0,0456 0,034700 0,0419 0,025126 0,0479 0,007353 0,0540 0,038462 0,0548 0,032967 0,0618 0,042857 0,0471 0,000000 0,0457 0,028037 0,0584 0,018265 0,0465 0,038462 0,0492 0,020690 0,0429 0,004608 0,0467 0,000000 0,0518 0,000000 0,0633 0,010256 0,0482 0,015544 0,0483 0,041667 0,0779 0,017751 0,0504 0,015228 0,0480 0,000000 0,0537 0,018868 0,0513 0,000000 0,0519 0,006579 0,0521 0,010753 0,0489 0,004167 0,0453 0,021277 0,0456 0,017699 0,0461 0,021097 0,0455 0,012346 0,0510 0,044843 0,0463 0,029740 0,0438 0,019323 LCL 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 0,0189 -0,0164 -0,0058 -0,0115 -0,0109 -0,0077 -0,0040 -0,0101 -0,0161 -0,0169 -0,0239 -0,0093 -0,0079 -0,0206 -0,0087 -0,0114 -0,0051 -0,0088 -0,0139 -0,0254 -0,0103 -0,0105 -0,0401 -0,0125 -0,0102 -0,0159 -0,0135 -0,0140 -0,0142 -0,0110 -0,0075 -0,0077 -0,0083 -0,0076 -0,0132 -0,0085 -0,0060 Setelah dihitung nilai UCL. CL. LCL pada periode perbaikan bulan Juni dan Juli 2020. Selanjutnya dapat ditampilkan grafik pada gambar 6. P Chart of Jumlah Defect 0,08 0,07 Proportion 0,06 0,05 UCL=0,04384 0,04 0,03 P=0,01892 0,02 0,01 0,00 LCL=0 Sample Tests performed with unequal sample sizes Gambar 6. Grafik P chart sesudah perbaikan periode Juni- Juli 2020 Berdasarkan gambar 6 diketahui proporsi defect selama bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2020 seluruhnya berada dalam batas kendali yang telah ditetapkan. Sehingga bisa dikatakan bahwa proses terkendali. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan nilai proporsi defect setelah dilakukan Ketika terjadi ketidaksesuaian pada mesin, operator tidak langsung melakukan pelaporan pada KK/WKK (Kepala Kelompok/Wakil Kepala Kelompo. Perbaikan yang dapat dilakukan yakni memberikan arahan di awal kerja untuk selalu melakukan pelaporan bila terjadi ketidaksesuaian pada mesin ketika bekerja, selain itu juga diberikan pelatihan berupa simulasi jika terjadi kerusakan mesin. Pemakaian jig press yang terus menerus menyebabkan jig berubah bentuk sehingga hasil press menjadi renggang dan uki. Perbaikan yang dapat dilakukan yakni membuat dua jig cadangan yang berfungsi untuk penggantian jig setiap beberapa kali pemakaian untuk mencegah terjadinya perubahan bentuk pada jig. Selain itu perlu dilakukan perhitungan jangka waktu pemakaian juga. Action (Tindaklanjut. Langkah terakhir dalam metode PDCA ini adalah langkah Action, langkah Action ini adalah langkah untuk mencegah timbulnya kembali kerusakan dan merencanakan kembali perbaikan apa yang akan dibuat setelah perbaikan sebelumnya Berdasarkan hasil perbaikan yang dilakukan pada departemen Woodworking bagian Cabinet Side hasil yang didapat belum maksimal dikarenakan terdapat beberapa kendala, di antaranya adalah sebagai berikut : Kurangnya pengawasan terhadap operator sehingga operator tidak melakukan pekerjaan dengan benar. Perlu dilakukan pengawasan khusus terhadap operator yang sering melakukan kesalahan, selain itu untuk mempermudah pengawasan dapat dilakukan pemasangan CCTV pada area produksi yang berguna untuk memantau pekerjaan yang dilakukan operator dan keadaan area produksi, selain itu CCTV juga berguna untuk kejadiankejadian tidak terduga yang terjadi di lini Sementara perbaikan selanjutnya yang akan dilakukan adalah meneruskan perbaikan yang belum terselesaikan pada tahap sebelumnya yakni Melakukan perbaikan pada rak yang rusak dengan cara menyiapkan rak cadangan untuk menggantikan rak yang akan dilakukan perbaikan. Mengganti steinless yang dekok agar tidak lagi digunakan ganjalan dari baker hasil pemotongan. Selain itu perbaikan yang dapat dilakukan pada faktor yang belum dilakukan perbaikan yakni faktor lingkungan dan faktor manusia pada defect renggang dan uki Siregar dkk. dan pada defect gompal proses pada faktor manusia, lingkungan dan material. penggaris mini, penggaris siku, dan mikrometer. Memastikan pada saat akan melakukan proses pengeleman tidak ada debu atau serbuk kayu. Melakukan pemeriksaan tanggal kadaluarsa bahan lem di awal kerja. IV. PEMBAHASAN Setelah dilakukan analisis masalah defect pada kabinet Side Arm R/L yang terjadi di bagian Cabinet Side departemen Woodworking PT Yamaha Indonesia dengan mengunakan metode PDCA, maka didapat usulan perbaikan masalah defect yang telah diterapkan selama 2 . periode yang di bulan Juni dan Juli 2020 pada perusahaan sebagai berikut : Usulan Perbaikan untuk masalah defect Gompal (Prose. Pada faktor metode, usulan perbaikan yang dilakukan adalah melakukan pengawasan, pencatatan, dan evaluasi kesalahan metode kerja yang digunakan serta memberikan pelatihan untuk operator lama dan baru. Memberikan pelatihan mengenai cara handling yang baik. Memberikan arahan kepada operator bagaimana peletakan kabinet hasil proses press yang baik dan benar. Memberikan arahan, pengawasan, dan teguran kepada operator untuk menggunakan rak yang sesuai dengan model kabinet. Pada faktor mesin, usulan perbaikan yang dilakukan adalah Memberikan arahan kepada operator untuk menggunakan pisau yang sesuai dengan kebutuhan. Melakukan pengecekan ketajaman pisau . di mesin edge former saat akan digunakan. Melakukan pemeriksaan mesin secara rutin, memperbaiki rak yang rusak. Usulan Perbaikan untuk masalah defect Renggang dan Uki (Prose. Pada faktor metode, usulan perbaikan yang dilakukan adalah memastikan komposisi bahan lem sudah sesuai spesifikasi, memastikan peleburan lem sesuai standar, memperhitungkan jumlah lem yang akan digunakan tiap harinya, memberikan arahan mengenai proses setting press yang sesuai dan melakukan pemeriksa kerapatan antara jig dengan bahan secara visual setiap kali melakukan pengepresan. KESIMPULAN Setelah melakukan pengolahan serta analisis data, maka dapat ditarik kesimpulan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu Jenis defect yang sering terjadi dengan menggunakan Analisa Peta kendali P-Chart yang dapat menyebabkan kerugian terbesar hingga 80% dari total masalah defect pada kabinet Side Arm R/L yang di produksi di bagian cabinet side adalah gompal, renggang, dan uki. Berdasarkan analisa dengan menggunakan diagram pareto dapat diketahui faktor yang paling berpengaruh terhadap penyebab defect gompal . adalah faktor metode dan mesin, sedangkan faktor yang paling terhadap penyebab defect renggang dan uki adalah faktor metode, mesin, dan material. Berdasarkan hasil dari prioritas perbaikan dari hasil brainstorming menggunakan konsep Analisa PDCA, proporsi defect selama bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2020 seluruhnya berada dalam batas kendali yang telah ditetapkan. Sehingga bisa dikatakan bahwa proses telah terkendali. REFERENSI