KIAT-KIAT MEMBANGUN STRATEGI PEMBELAJARAN EMANSIPATORIS PADA PENDIDIKAN DASAR ISLAM Triono Al Fata Email: am. triono@yahoo. Dosen STIT Sunan Giri Trenggalek Abstract Building strategies for emancipatory learning in Islamic basic education requires a lot of learning from the journey of Islamic education from the past to developing with models and styles that are relevant to current developments. How Islamic Education theories are formulated in such a way that they can adapt to developments in the world of education and technology. So that we can work together to build a civilization that is relevant to the developments and needs of the times. So tips and strategies for building emancipatory learning need to continue to be developed and can be integrated with the values of basic Islamic education. More collaboration in finding a format for Islamic basic education will in time foster a culture of emancipatory learning in Islamic basic education that is relevant to current developments. Keywords: Strategy. Learning. Emancipatory. Islamic Basic Education Abstrak Membangun strategi untuk pembelajaran emansipatoris pada pendidikan dasar Islam perlu banyak belajar dari perjalanan Pendidikan Islam dari masa lalu sampai berkembang dengan model dan gaya yang relevan dengan perkembangan zaman. Bagaiamana teori-teori Pendidikan Islam diramu sedemikian rupa agar bisa beradaptasi dengan perkembangan dunia Pendidikan dan teknologi. Sehingga mampu bersinergi membangun peradaban yang relevan dengan perkembangan dan kebutuhan zaman. Maka kiat-kiat dan strategi membangun pembelajaran emansipatoris perlu terus dikembangkan serta bisa diintegrasikan dengan nilai-nilai Pendidikan dasar Islam. Semakin banyak berkolaborasi dalam menemukan format Pendidikan dasar Islam pada saatnya akan menumbuhkan budaya Pembelajaran emansipatoris pada Pendidikan dasar Islam yang relevan dengan perkembangan zaman. 94 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Kata Kunci: Strategi. Pembelajaran. Emansipatoris. Pendidikan Dasar Islam PENDAHULUAN Untuk mencapai keberhasilan pendidikan dasar Islam perlu adanya strategi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan pendidikan dasar Islam. Karena pendidikan dasar Islam memiliki peran yang strategis sebagai pondasi dasar dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar Islam. Pondasi dasar pendidikan dasar Islam menjadi dasar pijakan dalam memberikan bekal-bekal pendidikan pada peserta didik yang memiliki karakter sesuai dengan perkembagan usianya. Oleh karena itu strategi pembelajaran pada pendidikan dasar Islam memiliki peran yang penting dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan dasar Islam. Dan dalam pembelajaran pendidikan dasar Islam perlu memperhatikan tingkat efektivitas dalam proses pembelajaranya. Karena apapun strategi pembelajaran yang digunakan kalau tidak memperhatikan strategi pembelajaran yang relevan akan berjalan tidak efektif dan akan memberikan pengaruh yang tidak baik dalam peningkatan mutu dan kualitas pendidikan dasar Islam. Sehingga strategi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan pendidikan dasar Islam menjadi sangat diperlukan. Diperlukan tidak hanya bagi peserta didik tapi juga sebagai upaya untuk membangun pendidikan dasar Islam yang efektif dan kondusif sesuai dengan perkembangan anak pada pendidikan dasar Islam. Strategi pembelajaran emansipatoris merupakan salah satu pembelajaran yang bisa diterapkan dalam pendidikan dasar Islam. Pembelajaran emansipatoris menjadi bagian dari pembelajaran yang bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran di pendidikan dasar Islam oleh karena itu dalam pembahasan makalah ini berkaitan dengan kiat-kiat membangun strategi pembelajaran emansipatoris pada pendidikan dasar Islam. PEMBAHASAN Strategi Pembelajaran Emansipatoris 95 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Strategi pada dasarnya mempunyai pengertian suatu usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Kalau dikaitkan dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Beberapa pendapat para ahli pembelajaran tentang pengertian strategi pembelajaran yang dikutip oleh Hamzah B. Uno dalam bukunya yang berjudul AuModel Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif dan efektif sebagai berikut: 1 Kemp . menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa, strategi pembelajaran terdiri atas seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan belajar yang/atau digunakan oleh guru dalam rangka membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Menurut mereka strategi pembelajaran bukan hanya terbatas pada prosedur atau tahapan kegiatan belajar saja, melainkan termasuk juga pengaturan materi atau paket program pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik. Komponen strategi pembelajaran Pembelajaran merupakan suatu sistem instruksional yang mengacu pada seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan. Selaku suatu sistem, pembelajaran meliputi suatu komponen, antara lain tujuan, bahan, peserta didik, guru, metode, situasi, dan evaluasi. 2 Agar tujuan itu tercapai, semua komponen yang ada harus diorganisasikan sehingga antar sesama komponen terjadi kerja sama. Oleh karena itu, guru tidak boleh hanya Hamzah B. Uno. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif dan efektif (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008 ), hlm. Anisatul Mufarokah. Strategi Belajar Mengajar (Yogyakarta: Teras, 2. , hlm. 96 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 memperhatikan komponen-komponen tertentu saja misalnya metode, bahan, dan evaluasi saja, tetapi ia harus mempertimbangkan komponen secara keseluruhan. Prinsip-prinsip penggunaan strategi pembelajaran Yang dimaksud dalam prinsip-prinsip dalam pembahasan skripsi ini adalah halAehal yang harus diperhatikan dalam menggunakan strategi Menurut killen dalam bukunya Wina Sanjaya bahwa guru harus mampu memilih strategi yang dianggap cocok dengan oleh sebab itu, guru perlu memahami prinsip-prinsip umum penggunaan strategi pembelajaran, yaitu: berorientasi pada tujuan, aktivitas, individualitas, dan integritas. Penting untuk diperhatikan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpatisi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi perkasa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik. Strategi membuat perencanaan pembelajaran Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan program pengajaran yaitu: kurikulum, kondisi sekolah, kemampuan dan perkembangan siswa, keadaan guru Strategi memilih dan mengembangkan materi Strategi guru agama dalam pemilihan dan mengembangkan materi dalam kegiatan belajar mengajar. Materi pelajaran merupakan suatu yang disajikan guru untuk diolah dan kemudian dipahami oleh siswa, dalam rangka pencapaian tujuan instruksional yang telah Dengan kata lain, materi pelajaran merupakan salah satu unsur atau komponen yang penting artinya untuk mencapai tujuantujuan pengajaran. Dengan mengacu pada uraian yang telah dikemukakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih/menetapkan materi pelajaran: Wina Sanjaya. Strategi Pembelajaran (Jakarta: Kencana, 2. , hlm. 97 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Dengan mengacu pada uraian yang telah dikemukakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih/menetapkan materi tujuan pengajaran materi pelajaran hendaknya ditetapkan dengan mengacu pada tujuantujuan instruksional yang ingin dicapai. pentingnya bahan materi yang diberikan hendanknya merupakan bahan yang betul-betul penting, baik dilihat dari tujuan yang ingin dicapai maupun fungsinya untuk mempelajari bahan berikutnya. nilai praktis materi yang dipilih hendanknya bermakna bagi para siswa, dalam arti mengandung nilai praktis/bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. tingkat perkembangan peserta didik kedalaman materi yang dipilih hendaknya ditetapkan dengan memperhitungkan tingkat perkembangan berfikir siswa yang bersangkutan, dalam hal ini biasanya telah dipertimbangkan dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan. tata urutan materi yang diberikan hendaknya ditata dalam urutan yang memudahkan dipelajarinya keseluruhan materi oleh peserta didik atau Strategi pemilihan metode Strategi guru agama dalam pemilihan metode belajar mengajar. Untuk mencapai maksud dan tujuan pembelajaran yang maksimal diperlukan cara penyampaian yang baik, yang bisa disebut dengan metode mengajar. Metode mengajar menurut Drs. Mansyur diartikan sebagai suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru atau instruktur. Strategi yang digunakan guru dalam melaksanakan pembelajaran adalah menggunakan komponen Metode Pembelajaran. Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan Ibrahim. Nana Syaodih S. Perencanaan Pengajaran (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , hlm. Anisatul Mufarokah. Strategi Belajar Mengajar (Yogyakarta: Teras, 2. , hlm. 98 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Menurut Arifin, sebagaimana yang dikutip H. Abudin Nata: AuMetode berasal dua perkataan yaitu meta dan hodos. Meta berarti AumelaluiAy dan hodos berarti AujalanAy atau AucaraAy. Dengan demikian metode berarti cara atau jalan yang dilalui untuk mencapai suatu Ay7 Menurut Hamzah Uno dalam metode pembelajaran terdapat beberapa variable yang diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu : Strategi pengorganisasian (Organizational Strateg. Strategi Penyampaian (Delivery Strateg. Strategi pengolahan pembelajaran (Management Strateg. Ketiga variable diatas merupakan bagian yang integral dalam metode pembelajaran, sehingga membuat pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan tujuannya dan menghasilkan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Oleh karena itu dengan adanya variable juga perlu adanya metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk mengimplementasikan proses pembelajaran antara lain: metode ceramah adalah cara menyajikan pelajaran melalui penuturan secara lisan atau penjelasan langsung kepada sekelompok siswa. metode dokumentasi adalah metode penyampaian pelayan dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi, atau benda tertentu, baik sebenarnya atau sekedar tiruan. metode tanya jawab adalah mengajukan pertanyaan kepada peserta didik, metode ini dimaksudkan untuk merangsang untuk berfikir dan membimbingnya dalam mencapai kebenaran. metode tulisan adalah metode mendidik dengan huruf atau symbol apapun. merupakan suatu hal yang sangat penting dan merupakan jembatan untuk mengetahui segala sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui. metode diskusi Zaini Hisyam. Desai Pembelajaran (Yogyakarta: GSD IAIN Sunan Kalijogo, 2. , hlm. Abudin Nata. Filsafat Pendidikan Islam . , hlm. 99 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 adalah metode merupakan salah satu cara mendidik yang berupaya memecahkan masalah yang dihadapi, baik dua orang atau lebih yang masing-masing mengajukan argumentasinya untuk memperkuat metode pemecahan masalah . roblem solvin. adalah metode memberikan pengertian dengan menstimulasi anak didik untuk memperhatikan, menelaah dan berfikir tentang suatu masalh untuk selanjutnya menganalisa masalah tersebut sebgai upaya untuk memecahkan masalah. metode perumpamaan adalah suatu metode yang digunakan untuk mengungkapkan suatu sifat dan nasihat dari realitas sesuatu. metode praktek dimaksudkan supaya untuk mendidik dengan memberikan materi pendidikan baik menggunakan alat atau benda secara diperagakan dengan harapan anak didik menjadi jelas dan gambling sekaligus dapat mempraktekkan meteri yang dimaksud. metode kerja Sama Adalah upaya untuk saling membantu antara dua orang atau lebih. Di dalam proses belajar mengajar, guru harus memiliki strategi, agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu ialah harus menguasai teknik-teknik penyajian, atau biasanya disebut metode Teknik penyajian pelajaran adalah suatu pengetahuan tenyang caracara mengajar yang dipergunakan oleh guru atau instruktur. Pengertian lain ialah sebagai teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa didalam kelas, agar pelajaran tersebut dapat ditangkap, dipahami dan digunakan oleh siswa dengan baik. Perlu dipahami bahwa setiap jenis teknik penyajian hanya sesuai atau tepat untuk mencapai suatu tujuan yang tertentu pula. Jadi untuk tujuan yang berbeda pula, atau guru menyiapkan beberapa tujuan, ia harus mampu pula menggunakan beberapa teknik penyajian sekaligus untuk mencapai tujuannya tersebut. Sebab itu seorang guru harus mengenal mempelajari dan menguasai banyak teknik penyajian, agar dapat menggunakan dengan variasinya, sehingga guru mampu Hamzah Uno. Perencanaan A, hlm. 100 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 menimbulkan proses belajar mengajar yang berhasil guna dan Dari bermacam-macam teknik mengajar itu, ada yang menekankan peranan guru yang utama dalam pelaksanaan penyajian, tetapi ada pula yang menekankan pada media hasil teknologi modern seperti televisi, radio kaset, video-tape, film, hlm. ead-projektor, mesin belajar dan lainlain, bahkan telah menggunakan pula bantuan satelit. Seorang guru harus mengenal sifat-sifat yang khas pada setiap teknik penyajian, hlm. al itu sangat perlu untuk penguasaan setiap teknik penyajian, agar ia mampu mengetahui, memahami dan trampil menggunakannya, sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Walaupun setiap teknik penyajian mempunyai ciri khas, berbeda yang satu dengan yang lainya, namun kita perlu memiliki suatu pola atau standar untuk mepelajari suatu teknik itu dan bisa saling melengkapi. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai standar pemahaman setiap teknik penyajian ialah : adanya pengertian apa yang dimaksud dengan teknik penyajian. harus merumuskan tujuan-tujuan apa yang dapat dicapai dengan teknik penyajian yang digunakan itu. bila teknik penyajian itu dapat digunakan secara efisien dan efektif atau tidak. apakah teknik penyajian itu memiliki keunggulan dan dalam penggunaan teknik penyajian itu apa dan bagaimana peranan guru/instruktur. harus menempuh langkah-langkah yang bagaimana, sehingga penggunaan teknik penyajian itu dapat berhasilguna dan Strategi merumuskan kegiatan belajar mengajar Strategi guru agama dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang dimaksud adalah cara-cara yang dapat ditempuh dalam penyajian suatu bahan pelajaran agar dapat dipelajari peserta didik dan tujuan pengajaran dapat dicapai. Terdapat berbagai bentuk kegiatan belajar mengajar yang dapat dilakukan guru, misalnya melalui bentuk Satuan Pelajaran (Satpe. Satpel merupakan Persiapan Mengajar Harian guru atau (PMH), selanjutnya menggunakan modul, pengajaran berprogram, 5-8. Roestiyah N. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2. , 101 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 radio, televisi pendidikan, model pengajaran unit, dan model pembelajaran terpadu. Tahap-tahap merumuskan kegiatan belajar mengajar dapat diperinci sebagai berikut : Perencanan, meliputi : Menetapkan apa yang mau dilakukan, kapan dan bagaimana cara Membatasi sasaran dan menetapkan pelaksanaan kerja untuk mencapai hasil yang maksimal melalui proses penentuan target. Mengembangkan alternatif-alternatif Mengumpulkan dan menganalisis informasi Mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana-rencana dari keputusan-keputusan. Pengorganisasian Menyediakan fasilitas, perlengkapan dan tenaga kerjayang diperlukan untuk menyusun kerangka yang efisien dalam melaksanakan rencana-rencana melalui proses penetapan kerja yang diperlukan untuk menyelesaikannya. Pengelompokan komponen kerja ke dalam struktur organisasi secara teratur. Membentuk struktur wewenang dan mekanisme koordinasi. Merumuskan dan menetapkan metode dan prosedur. Pengarahan Menyusun kerangka waktu dan biyaya secara terperinci. Memprakarsai dan menampilkan kepemimpinan dalam melaksanakan rencana dan pengambilan keputusan. Mengeluarkan instruksi-instruksi yang spesifik. Membimbing, memotivasi dan melakukan supervisi. Pengawasan Mengevalusai pelaksanaan kegiatan dibandingkan dengan Melaporkan penyimpangan untuk tindakan koreksi dan merumuskan tindakan koreksi, menyusun standar-standar dan saran-saran. Menilai pekerjaan dan melakukan tindakan koreksi terhadap penyimpangan-penyimpangan. Abu Ahmadi. Joko Tri Prasetya. Strategi Belajar Mengajar (Bandung : CV Pustaka Setia, 2. , hlm. 102 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Proses belajar mengajar adalah suatu aspek dari lingkungan sekolah yang terorganisasi. Lingkungan ini diatur serta diawasi agar kegiatan belajar terarah sesuai tujuan pendidikan. Salah satu faktor yang mendukung kondisi belajar didalam suatu kelas adalah job description proses belajar mengajar yang berisi serangkaian pengertian peristiwa belajar yang dilakukan oleh sekelompokm siswa. Sehubungan dengan hal ini, job description guru dalam proses kegiatan belajar mengajar adalah: Perencanaan instruksional, yaitu alat atau media untuk mengarahkan kegiatan-kegiatan organisasi belajar. Organisasi belajar yang merupakan usaha yang menciptakan wadah dan fasilitas atau lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan yang mengandung kemungkinan terciptanya proses belajar mengajar. Menggerakkan anak didik yang usaha memancing, membangkitkan, dan mengarahkan motivasi belajar siswa. Supervisi dan pengawasan, yakni usaha mengawasi, menunjang, membantu, menugaskan dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan perencanaan intruksional yang telah didesain Penelitian yang lebih bersifat assesment yang mengandung pengertian yang dibandingkan dengan pengukuran atau evaluasi pendidikan. Berdasarkan UU RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1. Bab I: Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan Sedangkan arti dari emansipatoris: berkaitan dengan emansipasi, atau cenderung mempengaruhi emansipasi. Menurut kamus ilmiah popular emansipasi adalah pembebasan diri dari gerakan untuk memperoleh pengakuan persamaan kedudukan, derajat serta hak dan kewajiban dalam hukum. kesamaan hak, derajat dan kedudukan. Istilah emansipatoris, tidak lepas dari sejarah teori kritis. Dalam pembahasannya ada dua unsur penekanan. Pertama, perhatian realitas material, yaitu sebuah pemikiran yang mempertanyakan ideologi hegemonik yang bertolak pada kehidupan realitas empirik. Kedua, relasi kekuasaan dalam hubungannya dengan pemberi dan penerima narasi . , maupun relasi politik . enguasa-rakya. Ibid. , hlm. 103 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Secara historis, pemilihan istilah emansipatoris pada dasarnya tidak lepas dari pembacaan teori kritis yang berkembang di era kontemporer yang dikaitkan dengan penafsiran agama secara kritis. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan penafsiran agama secara kritis mencakup dua dimensi: Pertama, realitas material, yaitu model penafsiran agama yang mempertanyakan ideologi hegemonik yang bertolak pada kehidupan riil dan materiil atau mempertanyakan hegemoni yang bertolak pada realitas empirik. Kedua, visi transformatif, yaitu model penafsiran agama yang memiliki komitmen pada perubahan struktur, maupun relasi hegemonik dalam hubungan pemberi dan penerima narasi . lama-uma. maupun relasi politik . enguasa-rakya. Belajar Emansipatoris . mancipatory learnin. menekankan upaya agar seseorang mencapai suatu pemahaman dan kesadaran yang tinggi akan terjadinya perubahan atau transformasi budaya dalam lingkungan Dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan serta sikap yang benar untuk mendukung terjadinya transformasi kultural tersebut. Pemahaman dan kesadaran terhadap transformasi kultural inilah yang oleh Habermas dianggap sebagai tahap belajar yang paling tinggi, sebab transformasi kultural adalah tujuan pendidikan yang paling Model pembelajaran berpusat pada peserta didik. Dan model pembelajaran emansipatoris dihadirkan oleh beberapa alasan . transformasi dunia karena revolusi teknologi telekomunikasi dan komputer menjadi agenda utama perubahan dunia saat ini. Dunia tidak lagi dapat dipandang sebagai benua-benua yang terpisah atau kumpulan negaranegara yang terpisah, melainkan dunia menjadi syaraf global telekomunikasi dan komputer. Kepesatan perkembangan teknologi telekomunikasi dan komputer telah meng-antarkan masyarakat memasuki era global. Globalisasi ditandai oleh kompleksitas keragaman kehidupan masyarakat. Model kehidupan seperti ini tak dapat lagi direduksi ke dalam model-model nor-matif yang standar dan tak banyak lagi pengaturan sentral. Aktivitas hidup lebih banyak bermula dan berlangsung pada interaksi-interaksi antar individu yang diprakarsai individu itu sendiri. Society is produced and reproduced by the interacting individuals. Setiap individu di era global dituntut Masdar F. MasAoudi. AyParadigma dan Metodologi Islam Emansipatoris,Ay dalam Very Verdiansyah. Islam EmansipatorisA, hlm. 104 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 mengembangkan kapasitasnya secara optimal, kreatif dan mengadaptasikan diri ke dalam situasi global yang amat ber-variasi dan cepat berubah. Setiap individu dituntut melakukan customization. Setiap individu dituntut memiliki daya nalar kreatif dan kepribadian yang tidak simpel, melainkan kompleks. Sekompleks situasi-situasi yang penuh varian yang dihadapi. (Agus Suprijono. Jadi pembelajaran emansipatoris menurut penulis adalah pembelajaran yang mengedepankan nilai-nilai kebebasan dalam kreativitas berpikir dan tidak hanya terpaku pada teks atau dalam proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan sistem pembelajaran yang kontekstual yang sesuai dengan situasi dan kondisi sosial untuk mencapai suatu pemahaman dan kesadaran pembelajaran pendidikan yang relevan dengan tujuan pendidikan. Strategi Pembelajaran Pendidikan Dasar Islam Strategi pendidikan Islam mencoba mengurai dan menawarkan alternatif solusi sebuah strategi yang mampu mengeluarkan para awak pendidikan Islam di Indonesia dari kungkungan multiproblem pendidikan nasional yang telah jamak kerap terlontar dalam diskusi maupun pemberitaan media. Problem-problem tersebut antara lain: . fasilitas dan sarana, di antara kondisi faktual yang dapat kita temukan adalah rusaknya ribuan gedung sekolah, bahkan banyak di antaranya roboh dan belum diperbaiki, serta belum adanya akses bagi warga untuk memperoleh dan menikmati sekolah. guru, yang kesejahteraannya hingga sekarang belum terjamin benar, dan kualitasnya pun masih belum memadai dan belum memenuhi arus kemajuan yang terus berkembang. kurikulum yang belum memperlihatkan arah yang jelas dan orientasi arah ke depan yang prospektif, dan kalaupun baik dan menjanjikan, kurikulum yang yang dibuat sering kali tidak disesuaikan dengan kemestian operasionalitas, efisiensi, dan efektivias sehingga dirasa memberatkan para pelajar. PAI dalam kurikulum MI Di dalam pendidikan agama islam di MI kurikulum mata pelajaran agama islam, diantara pelajaran agama islam tersebut adalah mata pelajaran Akhidah Akhlak. QurAoan Hadist. Fiqih. SKI dan Bahasa Arab. Yang mana setiap guru kelas membawakan pelajaran tersebut disamping membawakan pelajaran umum lainnya. Mujamil Qomar. Strategi Pendidikan Islam (Jakarta: Erlangga, 2. , hlm. 105 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 PAI dalam kurikulum MI penyusunan program caturwulan, rincian pokok bahasan menjadi sub atau sub-sub pokok bahasan perlu juga memperhatikan waktu yang tersedia. Demikian juga pada waktu menyusun rincian bahan ajaran dalam satuan pelajaran, luasnya bahan dan banyaknya aktivitas belajar perlu disesuaikan dengan waktu yang Karena waktu pertemuan atau penyampaian pelajaran pada setiap minggu sama dan jumlah pertemuan dalam caturwulan dapat diketahui/dihitung. Pendidikan dapat diartikan sebagai bimbingan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Sehingga pendidkan dipandang sebagai salah satu aspek yang memiliki peranan pokok dalam membentuk generasi muda agar memiliki kepribadian yang utama. Dalam Islam pada mulanya pendidikan Islam disebut dengan kata "ta'dib". Kata "Ta'dib"mengacu pada pengertian yang lebih tinggi, dan mencakup unsur-unsur pengetahuan ('il. a'li. dan pengasuhan yang baik . Akhirnya dalam perkembangan kata ta'dib sebagai istilah pendidikan telah hilang peredarannya, dan tidak dikenal lagi, sehingga ahli pendidik Islam bertemu dengan istilah At Tarbiyah atau Tarbiyah, sehingga sering disebut Tarbiyah. Sebenarnya kata ini berasal dari kata "Robba-yurabbi-Tarbiyatan" yang artinya tumbuh dan berkembang. Maka dengan demikian populerlah istilah "Tarbiyah" diseluruh dunia Islam untuk menunjuk pendidikan Islam. Pendidikan agama Islam merupakan faktor yang paling esensial dalam kehidupan manusia. Keberadaan pendidikan agama Islam mutlak diperlukan demi kelangsungan hidup manusia sehingga terwujud kebahagiaan baik di dunia dan akhirat. Secara alamiah, manusia tumbuh dan berkembang sejak dalam kandungan sampai meninggal, mengalami proses tahap demi tahap. Demikian pula kejadian alam semesta ini diciptakan Tuhan melalui proses setingkat demi setingkat. Mengingat pentingnya pendidikan agama Islam bagi manusia, maka di bawah ini akan dipaparkan tentang berbagai aspek yang berkaitan dengan pendidikan agama Islam. Pengertian Pendidikan Agama Islam Menurut Bahasa Munarji. Ilmu Pendidikan (Jakarta : PT BinaIlmu, 2. , hlm. Arifin. Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , hlm. 106 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Bila kita akan melihat pengertian pendidikan dari segi bahasa, maka kita harus melihat kepada arab karena ajaran Islam itu diturunkan dalam bahasa tersebut. Kata AupendidikanAy yang umum kita gunakan sekarang, dalam bahasa arabnya adalah AutarbiyahAy, dengan kata kerja AurabbaAy. Kata AupengajaranAy dalam bahasa arabnya adalah AutaAolimAy dengan kata kerjanya AuallamaAy. Pendidikan dan pengajaran dalam bahasa arabnya Autarbiyah wa taAolimAy sedangkan Aupendidikan islamAy dalam bahasa arabnya adalah AuTarbiyah IslamiyahAy. Kata kerja rabba . sudah digunakan pada zaman Nabi Muhammad SAW seperti terlihat dalam ayat Al-QurAoan dan Hadist Nabi. Dalam ayat Al-QurAoan kata ini digunakan dalam susunan sebagai berikut : A INI EI OOI AO (EA Artinya : AuYa Tuhan, sayangilah keduanya . bu bapak. sebagaimana mereka telah mengasuhku . sejak kecil. Ay (Q. 17 AlIsraAo . Pengertian Pendidikan Agama Islam Menurut Istilah Istilah pendidikan berasal dari kata AudidikAy dengan memberinya awalan AupeAy dan akhiran AukanAy, mengandung arti AuperbuatanAy. Istilah pendidikan ini semula berasal dari bahasa Yunani, yaitu AuPaedagogieAy, yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. Istilah ini kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dengan AuAducationAy yang berarti pengembangan atau Dalam bahasa Arab sering diterjemahkan dengan AuTarbiyahAy yang berarti pendidikan. Pengertian pendidikan seperti yang lazim dipahami sekarang belum terdapat dizaman Nabi. Tetapi usaha dan kegiatan yang dilakukan oleh Nabi dalam menyampaikan seruan agama dengan berdakwah, menyampaikan ajaran, memberi contoh, melatih keterampilan berbuat, memberi motivasi dan menciptakan Zakiah Daradjat. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta : PT Bumi Aksara, 2. , hlm. Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Kalam Mulia, 2. , hlm. 107 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 lingkungan sosial yang mendukung pelaksanaan ide pembentukan pribadi muslim itu, telah mencakup arti pendidikan dalam pengertian Dengan itu berarti Nabi telah mendidik, membentuk kepribadian yaitu kepribadian muslim dan sekaligus berarti Nabi Muhammad SAW adalah seorang pendidik yang berhasil. Cirinya ialah perubahan sikap dan tingkah laku sesuai dengan petunjuk ajaran Islam. Untuk itu perlu adanya usaha, kegiatan, cara, alat dan lingkungan hidup yang menunjang keberhasilannya. Dengan demikian, secara umum dapat kita katakan bahwa pendidikan agama islam itu adalah pembentukan kepribadian muslim. Dari uraian dalam bab ini mengenai pengertian pendidikan agama islam dapat disimpulkan sebagai berikut : pendidikan agama islam ialah usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar kelak setelah selesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama islam serta menjadikannya sebagai pandangan hidup. hy of lif. pendidikan agama islam ialah pendidikan yang dilaksanakan berdasar ajaran iaslam. pendidikan agama islam adalah pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran agama islam, yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan ia dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran agama islam yang telah diyakini secara menyeluruh, serta menjadikan ajaran agama islam itu sebagai suatu pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia maupun di akhirat kelak. Dasar-dasar Pendidikan Islam Dasar-dasar yang bersumber Pendidikan agama islam yang tertera dalam ayat Al-QurAoan maupun hadits Nabi. 20 Menurut ajaran islam bahwa melaksanakan pendidikan agama islam adalah merupakan perintah dari Allah dan merupakan ibadah kepada-Nya. Dalam Al QurAoan banyak ayat-ayat yang menunjukkan adnya perintah tersebut antara lain dalam surah An Nahl ayat 125, yang artinya :Ay Ibid, hlm. Ibid, hlm. 108 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Ajaklah kepada Agama tuhanmu dengan cara yang bijaksana dan dengan nasehat yang baik (An Nahl ayat . Ay. Dalam suatu aktivitas yang berkesinambungan, sebagai transformasi ilmu pengetahuan, sebagai pewarisan . budaya, dan sebagi agen perubahan sosial, pendidikan memerlikan suatu landasan fundamental atau dasar yang kuat. Dasar yang dimaksud ialah dasar pendidikan islam. Suatu totalitas kependidikan harus bersandar pada landasan dasar. Pendidikan islam, baik sebagai konsep maupun sebagai aktivitas yang bergerak dalam rangka pembinaan kepribadian yang utuh, paripurna atau syumul, memerlukan suatu dasr yang kokoh. Kajian tentang pendidikan islam tidak boleh lepas dari landasan yang terkait dengan sumber ajaran islam yang mendasar. Ada empat dasar fundamental pendidikan islam, yaitu:. Al-QurAoan, . Al-Sunnah, . Al-Kaun, dan . Ijtihad. Uraian masing-masing dari keempat dasar pendidikan islam tersebut akan diartikan pada bagian ini. Al-QurAoan Al-QurAoan diakui oleh orang-orang islam sebagai firman Allah, dan karenanya ia merupakan dasar bagi hukum mereka. Sebenarnya. Al-QurAoan merupakan himpunan wahyu Tuhan yang sampai kepada Nabi Muhammad saw dengan perantara malaikat Jibril. Al-QurAoan tidak diwahyukan secara keseluruhan, tetapi turun secara sebagian-sebagian, sesuai dengan timbulnya kebutuhan, dalam masa kira-kira dua puluh tiga tahun. Diturunkannya AlQurAoan secara berangsur-angsur bertujuan untuk memecahkan setiap problema yang timbul dalam masyarakat. Dan juga menunjukkan suatu kenyataan bahwa pewahyuan total pada suatu waktu adalah mustahil, karena Al-QurAoan turun menjadi petunjuk bagi kaum muslimin dari waktu kewaktu yang selaras dan sejalan dengan kebutuhan yang terjadi. Al-Sunnah Dalam bahasan ini kita menyamakan antara pengertian alSunnah dan al-Hadits, karena pada perkembangan pengertiannya Hadist dan Sunnah adalah menjadi sama. Secara substansial keduanya mengacu pada segala perkataan, tindakan dan persetujuan beliau terhadap hal-hal yang baik. Al-QurAoan dan Terjemahannya (Bandung : J-Art , 2. , hlm. An Nahl: 109 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Dijadikannya al-Sunnah sebagai dasar pendidikan islam tidak terlepas dari fungsi al-Sunnah itu sendiri terhadap alQurAoan. Fungsi al-Sunnah terhadap al-QurAoan adalah sangat penting, yaitu: . Sunnah menerangkan ayat-ayat al-QurAoan yang bersifat umum. Maka dengan sendirinya yang menerangkan itu terkemudian dari yang diterangkan, . Sunnah mengkhidmati alQurAoan. Memang al-sunnah menjelaskan mujmal al-QurAoan, menerangkan musykinya dan memanjangkan keringkasannya. Al-Kaun Selain menurunkan ayat-ayat Qauliyah kepada umat manusia melalui perantara malaikat Jibril dan nabi-nabiNya, ia juga membentangkan ayat-ayat Kauniyah secara nyata, yaitu alam semesta dengan segala macam partikel dan heteroginitas berbagai etintas yang ada didalamnya: langit yang begitu luas dengan gugusan-gugusan galaksinya, laut yang begitu membahana dengan kekayaan ikan dan aneka primata yang dikandungnya, bumi yang bulat dengan segala yang dilahirkannya: pepohonan, bebukitan, gunung-gunung, berbagi macam binatang dan sebagainya. Mengenai ayat-ayat Kauniyah tersebut, dengan gamblang beberapa ayat di dalam al-QurAoan menyatakan sebagaimana dalam surah ar-RaAod . ayat 3: AuDialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dia menjadikan padanya buah-buahan berpasang-pasangan. Allah . yang menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda . ebesaran Alla. bagi kaum yang berpikirAy. Ijtihad Berakhirnya kenabian dan turunya wahyu wahyu dengan wafatnya Rasulullah Muhammad saw pada hakikatnya mengandung nilai yang sangat penting bagi manusia. Manusia, dengan demikian, tidak dapat lain kecuali kembali kemampuannya sendiri dengan al-QurAoan sebagai wahyu dan Sunnah Rasul sebagai teladan, untuk berihtiar menghadapi dan menyelesaikan persoalannya sendiri dimuka bumi ini. Ijtihad sebagai langkah untuk memperbaharui interpretasi dan 110 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 pelembagaan ajaran islam dalam kehidupan yang berkembang merupakan semangat kebudayaan islami. Tujuan Pendidikan Agama Islam Tujuan ialah suatu yang diharapkan tercapai setelah sesuatu usaha atau kegiatan selesai. Maka pendidikan, karena merupakan suatu usaha dan kegiatan yang berproses melalui tahap-tahap dan tingkatan-tingkatan, tujuannya bertahap dan bertingkat. Tujuan pendidikan bukanlah suatu benda yang berbentuk tetap dan statis, tetapi ia merupakan suatu keseluruhan dari kepribadian seseorang, berkenaan dengan seluruh aspek kehidupannya. Kalau kita melihat kembali pengertian pendidikan agama islam, akan terlihat dengan jelas sesuatu yang diharapkan terwujud setelah orang mengalami pendidikan agama islam secara keseluruhan, yaitu kepribadian seseorang yang membuatnya menjadi Auinsan kamilAy dengan pola takwa. Insan kamil artimya manusia utuh rohani dan jasmani, dapat hidup dan berkembang secara wajar dan normal karena takwanya kepada Allah SWT. Ini mengandung arti bahwa pendidikan agama islam itu diharapkan menghasilkan manusia yang berguna bagi dirinya dan masyarakatnya serta senang dan gemar mengamalkan dan mengembangkan ajaran islam dalam berhubungan dengan Allah dan dengan manusia sesamanya, dapat mengambil manfaat yang semakin meningkat dari alam semesta ini untuk kepentingan hidup di dunia kini dan di akhirat nanti. Tujuan ini kelihatannya terlalu ideal, sehingga sukar dicapai. Tetapi dengan kerja keras yang dilakukan secara berencana dengan kerangka-kerangka kerja yang konsepsional mendasar, pencapaian tujuan itu bukanlah sesuatu yang mustahil. Ada beberapa tujuan pendidikan Islam, yaitu: Tujuan Umum Tujuan umum ialah tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan pendidikan, baik dengan pengajaran atau dengan cara Tujuan itu meliputi seluruh aspek kemanusiaan yang meliputi sikap, tingkah laku, penampilan, kebiasaan dan Tujuan umum ini berbeda pada setiap tingkat umur, kecerdasan, situasi dan kondisi, dengan kerangka yang sama. Bentuk insan kamil dengan pola takwa harus dapat tergambar Khoiron Rosyadi. Pendidikan Profetik (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , 111 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 pada pribadi seseoarang yang sudah di didik, walaupun dalam ukuran kecil dan mutu yang rendah, sesuai dengan tingkattingkat tersebut. Tujuan Akhir Pendidikan islam itu berlangsun selama hidup, maka tujuan akhirnya terdapat pada waktu hidup di dunia ini telah berakhir Tujuan umum yang berbentuk insan kamil dengan pola takwa dapat mengalami perubahan naik turun, bertambah dan berkurang dalam perjalanan hidup seseorang. Perasaan, lingkungan dan pengalaman dapat mempengaruhinya. Karena itulah pendidikan islam itu berlaku selama hidup untuk menumbuhkan, memupuk, mengembangkan, memelihara dan mempertahankan tujuan pendidikan yang telah dicapai. Orang yang sudah takwa dalam bentuk insan kamil, masih perlu mendapatkan pendidikan dalam rangka pengembangan dan penyempurnaan, sekurang-kurangnya pemeliharaan supaya tidak luntur dan berkurang, meskipun pendidikan oleh diri sendiri dan bukan dalam pendidikan formal. Tujuan Sementara Tujuan sementara ialah tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam suatu kurikulum pendidikan formal. Pada tujuan sementara bentuk insan kamil dengan pola takwa sudah kelihatan meskipun dalam ukuran sederhana, sekurang-kurangnya beberapa ciri pokok sudah kelihatan pada pribadi anak didik. Tujuan pendidikan islam seolah-olah merupakan suatu lingkaran yang pada tingkat paling rendah mungkin merupakan suatu lingkaran kecil. Semakin tinggi tingkatan pendidikannya, lingkaran tersebut semakin besar. Tetapi sejak dari tujuan pendidikan tingkat permulaan, bentuk lingkarannya sudah harus kelihatan. Bentuk lingkaran inilah yang menggambarka insan kamil itu. Disinilah barangkali perbedaan yang mendasar bentuk tujuan pendidikan islam dibandingkan dengan pendidikan lainnya. Strategi pembelajaran PAI di MI Zakiah Daradjat. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta : PT Bumi Aksara, 2. , hlm. 112 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Ada empat unsur fundamental dalam kegiatan pembelajaran di MI. Pertama berkenaan dengan tujuan dari proses belajar mengajar atau proses pembelajaran, kedua mengenai isi atau bahan pembelajaran, ketiga mengenai metode dan alat pembelajaran dan keempat berkenaan penilaian dalam pembelajaran. Keempat aspek tersebut, adalah unsur-unsur yang membentuk terjadinya kegiatan pembelajaran dikelas baik untuk mengajar teori maupun untuk mengajar praktek. Keempat aspek tersebut saling mempengaruhi satu sama lainnya. Interaksi siswa dan guru dibangun atas dasar empat unsur Dalam interaksi tersebut siswa diarahkan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran, melalui bahan pembelajaran yang dipelajari oleh siswa dengan menggunakan berbagai metode dan alat untuk kemudian dinilai ada tidaknya perubahan pada diri siswa setelah ia menyelesaikan proses belajar mengajar. Keberhasilan interaksi guru dan siswa, salah satu diantaranya bergantung pada bentuk komunikasi yang digunakan guru pada saat ia mengajar. Oleh karenanya guru harus memiliki kemampuan dalam ketrampilan dasar mengajar dengan baik. Strategi Pembelajaran Emansipatoris Pada Pendidikan Dasar Islam Paradigma emansipatoris adalah sebuah paradigma pembebasan, jadi makna emansipatoris adalah pembebasan manusia dari belenggu-belenggu baik itu itu belenggu politik, ekonomi, social, maupun belenggu yang Dan belenggu inilah yang perlu dibebaskan dari pendidikan Islam agar menjadi manusia yang bebas dari kemiskinan, keterpurukan. Ide-ide dasar pemikiran pendidikan Islam emansipatoris memang banyak dipengaruhi oleh Asghar Ali Engineer. Farid Esack, dan Hasan Hanafi sebagaimana diuraikan. Pada akhirnya, muncullah prinsipprinsip dasar paradigmatik pendidikan Islam emansipatoris sebagaimana juga berkembang tafsir emansipatoris, yang berawal dari gagasan-gagasan perlawanan tokoh tersebut. Prinsip-prinsip dasar strategi dalam membangun pembelajaran emansipatoris adalah sebagai berikut: pertama, keterbukaan al QurAoan. Konsekuensi manakala al QurAoan diposisikan sebagai kitab yang tertutup, yaitu pendidikan hanya akan mengajarkan sikap agama legalistik, yaitu Mufarokah Anissatul. Strategi Belajar Mengajar (Yogyakarta: penerbit Teras, 2. , hlm. 113 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 hanya berputar-putar pada hukum ancaman atau sanksi yang cenderung mencari orang bersalah dan bahkan orang yang layak dihilangkan. Pendidikan kurang merespon problem-problem sosial tentang tingginya angka putus sekolah, kurang gizi kasus lingkungan, praktik korupsi anggaran, termasuk isu gender. Keterbukaan ini dimaksudkan dalam proses yang berintegrasi dengan problem sosial. Kedua, keadilan. Kehadiran Nabi-Nabi merupakan aksi sistematis untuk membebaskan kaumnya dari penindasan, yang berarti untuk menegakkan pondasi keadilan. Di sini, pendidikan mempunyai makna sebagai proses perubahan struktural untuk menghapus eksploitasi manusia dengan mengembangkan semangat kesederajatan dan keadilan sosial sebagai titik essensial. Kecenderungan dalam prinsip pendidikan Islam emansipatoris ini, menghendaki adanya penghargaan kesamaan potensi manusia yang paling sempurna berupa akal. Ketiga, pembebasan. Agama yang diturunkan oleh Allah pada dasarnya mementingkan transformasi sosial dalam bentuk membebaskan akal, fisik, martabat kemanusiaan agar dapat menyejahterakan manusia. Untuk itu agama harus difahami secara produktif dan up to date untuk melepaskan ketergantungan manusia dari hegemoni tertentu. Dengan demikian, kemampuan pendidikan untuk berefek guna dalam masyarakat terletak pada kemampuannya membebaskan manusia dari hegemoni tertentu yang menghilangkan daya nalar dan kritisisme. Keempat, kemanusiaan. Prinsip ini ingin menghadirkan dimensi yang mengangkat harkat manusia tanpa melihat perbedaan apapun. Sejarah penyebaran Islam pada awal kelahirannya, mempunyai misi untuk membela dan menegakkan keadilan tanpa memandang latar sosial. Sayangnya, sejarah Islam sebagai kekuatan pembebas kemanusiaan lintas batas itu mengalami kemandegan analisis, yaitu berhenti pada agama untuk Tuhan. Sebagai imbasnya, pendidikan agama jarang membahas tema-tema sosial sehingga kehilangan jarak dengan manusia dalam Kelima, pluralisme. Islam adalah agama damai, hlm. al ini jelas dalam misi kenabian berupa kesejahteraan bagi semesta. Dalam praksisnya, ini didukung adagium menghindarkan kerusakan lebih diutamakan dari upaya menghadirkan kebaikan . arAou al-mafasid muqaddim Aoala jalbi al- Nurcholis Madjid . Khazanah Intelektual Islam. Yayasan Obor Indonesia (Jakarta: Bulan Bintang, 1. , hlm. 114 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Untuk itulah Islam lebih mengedepankan toleransi daripada konfrontasi, kendati sebagai pihak yang kuat. Keenam, sensitifitas gender. Dalam berbagai tradisi dan budaya, sejarah perempuan meninggalkan tragedi yang mengerikan. Hal ini bisa dilihat dari peradaban Yunani dan Romawi yang menjadikan perempuan sebagai budak. Di jazirah Arab, perempuan juga direspon kebencian sehingga kelahirannya harus disambut penguburan hidup-hidup. Dan, mitos kultural rendahnya perempuan juga berkembang di Indonesia yang melekatkan perempuan dengan wilayah domestik. Hal ini berakibat dalam pendidikan publik yang cenderung patriarkis . ale dominate. Ketujuh, non-diskriminatif. Aspek ini adalah hambatan utama dala bermasyarakat yang melahirkan penindasan dan ketidakadilan. Penyebab inti yang sering mengakibatkan proses diskriminasi adalah adanya ekspresi kesombongan, baik intelektual, sosial, emosional, sampai pada kesombongan keagamaan. Sehingga penghayatan eksistensi nama-nama Allah yang ada, hlm. anya satu yang perlu dibreak down dalam kehidupan sehari-hari, yaitu nama mutakabbir (Zat maha sombon. Sebagaimana pemahaman bahwa pendidikan sebagai proses aktualisasi sifat Ilahi pada manusia, maka pesan kesombongan yang terkandung di dalam nama Allah harus diintegrasikan dalam kehidupan bermasyarakat dengan kesadaran bahwa tidak ada unsur superioritas dalam diri manusia atas manusia lainya. Jadi, pendidikan emansipatoris adalah konsepsi pendidikan yang memadukan antara teosentris, antroposentris, dan kosmosentris untuk membebaskan manusia dari hegemoni tertentu atas dasar tauhid sebagai dogma revolusi. Dalam format pendidikan yang membebaskan, ada sebuah keleluasaan dalam melakukan kreatifitas berfikir siswa untuk mampu mengkritisi realitas sosial dengan kemurnian berfikir dari masing-masing individu Paradigma pendidikan yang strategis adalah paradigma yang sangat terkait dengan peranan pendidikan itu sendiri. John C. Bock, dalam Educational and Development: A Conflict Meaning . , mengidentifikasi peranan pendidikan, yaitu: . memasyarakatkan ideologi dan nilai-nilai sosio-kultural bangsa. mempersiapkan tenaga kerja untuk memerangi kemiskinan, kebodohan, dan mendorong perubahan . untuk meratakan kesempatan dan pendapatan. Peran yang Budhy Munawar Rahman. Islam Pluralis (Jakarta: Paramadina, 2. , hlm. 115 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 pertama merupakan fungsi politik pendidikan dan dua peran yang lain merupakan fungsi ekonomi. Secara singkat strategi pembelajaran emansipatoris sinergis dengan pembelajaran yang konstruktivistik adalah strategi pembelajaran yang mengaktifkan siswa. Contohnya: . strategi pembelajaran berbasis inkuiri . nquiry based learnin. strategi pembelajaran berbasis masalah . roblem based learnin. strategi pembelajaran kontekstual . ontextual teaching & learning = ct. strategi pembelajaran kooperatif . ooperative learnin. Harus diakui, pendidikan agama (Isla. yang dikembangkan sejak dari sekolah dasar (SD) sampai perguruan Tinggi selama ini sebagian sekolah dalam penerapanya masih lebih besifat verbalistis yang menekankan pada aspek indoktrinasi dan penanamana nilai ala kadarnya daripada penumbuhan daya kritis dan pengemabangan intelektualisme Karena sifatnya yang doktriner maka Auperbuatan salahAy dianggap sebagai suatau AudosaAy yang diancam neraka bagi yang melakukan. Pendidikan yang semacam ini, disatu sisi memang dapat mendorong anakn untuk santun, tunduk pada perintah an bertingkah laku mulia. Namun disisi lain, penumbuhan daya kritis dan pengembangan daya kreatifitas berfikir anak akan menjadi terabaikan. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam proses pembelajaran agama untuk menciptakan generasi yang emansipatoris, yaitu melakukan reorientasi pembelajaran pendidikan agama dengan melakukan beberapa hal. Pertama, melakukan pergeseran titik perhatian dari agama ke Dalam beragama, bukan Aoto have relgionAy yang menentukan harus di hargai dan harus diusahakan, akan tetapi Aubeing religionAy. Kedua, memasukkan kemajemukan, terutama kemajemukan agama sebagai bagian dari proses dalam memperkaya pengalaman beragama. Sebagai realitas kosmik, kemajemukan merupakan realitas yang tidak terbantahkan. Oleh karena itu hal penting yang perlu dikembangkan adalah sikap proaktif dengan cara mengembangkan rasa kesamaan dan saling mengerti, bukan Zamroni. Paradigma Pendidikan Masa Depan (Yogyakarta: Bigraf Publishing, 2. , hlm. 116 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 sekedar berdampingan secara damai, tetapi tidak saling mengerti. 28 Ketiga, menekankan pada pembentukan sikap. Pendidikan agama yang berlangsung selama ini memang lebih cenderung diisi dengan materi agama secara eksplisit tekstual. Pola pembelajaran yang lebih cenderung menceramahi, bukan membimbing dan mengkondisikan anak untuk menumbuh kembangkan potensi diri. Maka dari itu, model pembelajaran pendidikan Islam emansipatoris adalah lebih tepat dengan pembelajaran sistem pemecahan masalah kemanusiaan atau disebut problem solving. Metode problem solving merupakan cara mengajar yang dilakukan dengan cara melatih peserta didik menghadapi berbagai masalah untuk dipecahkan sendiri atau secara bersamaAesama, dengan menggunakan strategi, cara, atau teknik tertentu untuk menghadapi situasi baru, agar keadaan tersebut dapat dilalui sesuai keinginan yang ditetapkan. Pengajaran dimulai dengan pertanyaan Ae pertanyaan yang mengarahkan kepada konsep, prinsip, dan hukum, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan memecahkan masalah disebut sebagai pengajaran yang menerapkan metode pemecahan Dengan demikian metode ini adalah suatu metode pembelajaran yang mengaktifkan peserta didik dan dapat melatih peserta didik untuk menghadapi berbagai masalah dan dapat mencari pemecahan masalah atau solusi dari permasalahan itu. Manfaat dari penggunaan metode problem solving pada proses belajar mengajar untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih menarik. metode problem solving memberikan beberapa manfaat antara lain. Mengembangkan sikap keterampilan peserta didik dalam memecahkan permasalahan, serta dalam mengambil kepuutusan secara objektif dan . Mengembangkan kemampuan berpikir para peserta didik, anggapan yang menyatakan bahwa kemampuan berpikir akan lahir bila pengetahuan makin bertambah. Melalui inkuiri atau problem solving kemampuan berpikir tadi diproses dalam situasi atau keadaan yang bener Ae bener dihayati, diminati peserta didik serta dalam berbagai macam ragam altenatif . Membina pengembangan sikap perasaan B Mangun Wijaya. AuPergeseran Titik Berat, dari keagamaan ke ReligiositasAydalam Ahmad Suedy, et al. Spiritualitas Baru: Agama dan Aspirasi Rakyak (Yogyakarta. Dian Interfidei, 1. Komarudin Hidayat. Wahyu di Langit Wahyu di Bumi (Jakarta: Paramadina, 2. , hlm. 117 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 . ngin tahu lebih jau. dan cara berpikir objektif Ae mandiri, krisis Ae analisis baik secara individual maupun kelompok. Metode problem solving atau metode pemecahan masalah bukan hanya sekedar metode mengajar. Ia juga merupakan suatu metode berpikir sebab dalam problem solving dapat digunakan metode-metode lain yang dimulai dengan mencari data sampai pada penarikan kesimpulan. Langkah-langkah penggunaan metode ini sebagai berikut. adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan. Masalah ini harus tumbuh dari peserta didik sesuai dengan taraf kemampuannya. mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang muncul. misalnya dengan jalan membaca buku-buku, meneliti, bertanya, dan berdiskusi. menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut. dugaan jawaban tentu saja didasarkan pada data yang telah diperoleh pada langkah kedua di atas. menguji kebenaran jawaban sementara tersebut sehingga batulbetul yakin bahwa jawaban tersebut betul-betul cocok. menarik kesimpulan. artinya peserta didik harus sampai pada kesimpulan terakhir tentang jawaban dari masalah tadi. Model pendidikan pembebasan . , disamping efektif untuk kemandirian berfikir, juga sangat potensial dalam membangun sikap kritis dan pencerahan akal bagi masyarakat. Dampak secara luas dari model pendidikan pembebasan ini akan menumbuhkan learning society . asyarakat belaja. dan educational society . asyarakat Learning society adalah model masyarakat yang selalu siap untuk menjawab kebutuhannya sendiri. Mereka tidak terlalu bergantung oleh fasilitas atau ruang yang diberikana oleh negara, yang justru kadang membelenggu dan mengkontrol kebebasan Dalam rangka menciptakan proses belajar mengajar yang baik, seorang guru harus mampu memposisikan dirinya sebagai orang yang terlibat langsung dalam proses tersebut. Dalam artian guru harus mampu menyejajarkan diri dengan komunitas yang melakukan pendidikan secara Menurut Maxine Greene . , untuk mencari gerak yang koumikatif dan kata-kata yang ekspresif, seorang guru harus mencoba secara sadar untuk bergerak di antara dan merenungkan bersama anak Ia berkonsistensi dengan murid serta membuka kemungkinankemungkinan cara pandang bersama para murid. 118 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Landasan utama dalam kajian Islam adalah bagaimana sikap kita terhadap tradisi relefansinya dengan realitas kemoderenan. Realisasinya diperlukan langkah- langkah strategis yang dilakukan dalam melakukan transformasi pemikiran IslamAo yaitu dengan melakukan pembacaan ulang tradisi secara kritis. Pembacaan tradisi secara kritis merupakan pijakan awal untuk membuka lembaran baru pemikiran Islam tanpa harus menafikan tradisi lama. Tradisi merupakan problematika yang signifikan yang harus dibaca ulang untuk melahirkan pemikiran transformatif. Berkaitan dengan upaya merekonstruksi tradisi, pembelajaran Islam Emansipatoris adalah suatu upaya yang menitikberatkan pada metode perlunya pembacaan tradisi dengan meminjam metodologi berpikir dari para pemikir liberal dan filsafat kontemporer yang didasarkan pada fakta untuk memecahkan masalah kemanusiaan. Dengan model demikian dalam wacana pemikiran Islam yang dikembangkan dalam Islam Emansipatoris adalah menekankan kepada persoalan-persoalan kemanusiaan ketimbang pada persoalan-persoalan Dari uraian ini, wacana yang dikembangkan telah terjadi pergeseran paradigma, yaitu pergeseran tema yang mengalihkan perhatian pada tafsir agama yang bersifat teologis . menuju tafsir yang bersifat riil . Tema-tema yang diusung lebih menekankan tema-tema tentang Islam sebagai agama lewat penafsiran progresif terhadap problem- problem kemanusiaan kontemporer melalui penelusuran doktrin, sejarah dan kajian kontemporer untuk menemukan Islam persoalan-persoalan kemanusiaan sebagai upaya kontekstualisasi pemahaman agama. Jadi, dari uraian tersebut untuk membangun strategi pembelajaran emansipatoris pada pendidikan dasar Islam perlu memperhatikan berbagai aspek kehidupan sosial yang saat ini berkembang tanpa menafikan nilainilai prinsip ajaran Islam yang harus dipegang kuat dalam diri ummat Islam. Diantaranya untuk mewujudkan pembelajaran emansipatoris pada pendidikan dasar Islam adalah: Memberdayakan kajian materi pendidikan agama Islam secara komperhensif tidak hanya terpaku dengan teks tapi juga mengkontektualisasikan dengan kehidupan sosial yang berkembang saat ini. Menerapkan metode-metode pembelajaran yang memberikan kesempatan pada peserta didik untuk berpikir kreatif, mandiri, dan 119 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 . Membangun sistem pendidikan yang humanis dan bermartabat. Melalui program-program pendidikan yang bernilai humanistik. KESIMPULAN Banyak strategi untuk melaksanakan pendidikan dasar Islam, dan dan strategi pembelajara emansipatoris memiliki daya efektifitas yang perlu diperhatikan lebih serius lagi khususnya pada pendidikan Islam karena Pembelajaran emansipatoris adalah pembelajaran yang mengedepankan nilai-nilai kebebasan dalam kreativitas berpikir dan tidak hanya terpaku pada teks atau dalam proses pembelajaran berpusat pada peserta didik dan menggunakan sistem pembelajaran yang kontekstual sesuai dengan situasi dan kondisi sosial untuk mencapai suatu pemahaman dan kesadaran pembelajaran pendidikan yang relevan dengan tujuan Dalam melaksanakan pembelajaran emansipatoris, diperlukan strategi untuk membangun dan mengkomunikasikannya dalam pendidikan Islam karena untuk membangun strategi pembelajaran emansipatoris pada pendidikan dasar Islam perlu memperhatikan berbagai aspek kehidupan sosial yang saat ini berkembang tanpa menafikan nilai-nilai prinsip ajaran Islam yang harus dipegang kuat dalam diri ummat Islam. Diantaranya untuk mewujudkan pembelajaran emansipatoris pada pendidikan dasar Islam adalah: . Memberdayakan kajian materi pendidikan agama Islam secara komperhensif tidak hanya terpaku dengan teks tapi juga mengkontektualisasikan dengan kehidupan sosial yang berkembang saat ini. Menerapkan metode-metode pembelajaran yang memberikan kesempatan pada peserta didik untuk berpikir kreatif, mandiri, dan produktif. Membangun sistem pendidikan yang humanis dan bermartabat. Melalui program-program pendidikan yang bernilai humanistik. DAFTAR PUSTAKA