Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PENGELUARAN KAS DI MANAJEMEN NEXT LEVEL VILLA PADONAN Rovina Dama Nairo1. Ni Putu Erviani Astari 2 Program Studi Akuntansi. Fakultas Bisnis Pariwisata Pendidikan dan Humaniora. Universitas Dhyana Pura 22111501022@undhirabali. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian internal pengeluaran kas di manajemen Next Level Villa Padonan. Pengendalian internal yang efektif sangat diperlukan untuk memastikan bahwa pengeluaran kas dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, menjaga keamanan aset, dan mencegah terjadinya penyalahgunaan dana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara dengan pihak terkait, observasi langsung terhadap proses pengeluaran kas, dan analisis dokumen yang Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun manajemen telah memiliki sistem pengendalian internal, masih terdapat kelemahan dalam implementasinya, seperti kurangnya pembagian tugas yang jelas, pengawasan yang belum optimal, serta prosedur pencatatan yang kurang terdokumentasi dengan baik. Penelitian ini menyarankan agar dilakukan perbaikan dalam hal pembagian tugas, peningkatan pengawasan terhadap transaksi kas, dan penyusunan prosedur yang lebih rinci untuk meminimalisir risiko penyalahgunaan dan meningkatkan akuntabilitas pengelolaan kas. Dengan demikian, diharapkan pengelolaan pengeluaran kas di Next Level Villa Padonan dapat lebih transparan, efisien, dan terkontrol dengan baik. Kata Kunci: Akuntabilitas. pengendalian internal. pengeluaran kas. Pendahuluan Sistem informasi akuntansi adalah susunan berbagai catatan, formulir, peralatan . ermasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikas. , tenaga pelaksanaannya, dan laporan yang terkoordinasikan secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen. Dalam sistem informasi akuntansi, pengendalian internal dapat membantu pelaksanaan operasional perusahaan agar berjalan efektif dan efisien. Adanya pengendalian internal yang baik sangat penting untuk mempertahankan daya saing perusahaan. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, memeriksa ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen. Sistem dan prosedur pengendalian kas berhubungan dengan kelancaran penerimaan dan pengeluaran kas. Untuk menciptakan suatu pengendalian intern yang optimal dan memadai dalam kegiatan penerimaan dan pengeluaran kas maka diperlukan adanya sistem yang mampu menangani masalah-masalah yang ada pada aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas di perusahaan tersebut. Ada empat unsur pokok yang harus dipatuhi dalam menerapkan sistem pengendalian internal kas pada suatu perusahaan menurut Mulyadi . yaitu struktur organisasi, otorisasi dan pencatatan, praktik yang sehat, dan karyawan yang Segala jenis transaksi penerimaan dan pengeluaran kas yang ada dalam perusahaan meliputi banyak transaksi mulai dari penjualan tunai, penerimaan pembayaran piutang, penjualan aktiva, permintaan kas dari bagian atau divisi yang membutuhkan kas, pembelian bahan baku, pembelian aset perusahaan, dan penggajian karyawan. Adanya pengendalian intern yang baik dalam penerimaan dan pengeluaran kas akan dapat membantu dalam pengawasan dan pengendaliannya, sehingga dapat memperlancar kegiatan operasional Pada sistem penerimaan dan pengeluaran kas yang baik, semua transaksi penerimaan dan pengeluaran dalam jumlah besar harus dilakukan dengan menggunakan cek melalui bank, sedangkan untuk penerimaan dan pengeluaran tunai yang jumlahnya relatif kecil dilakukan melalui kas kecil atau dengan menggunakan kas kecil yang ada di brankas perusahaan. Penjualan yang dihasilkan oleh Manajemen Next Level Villa sudah cukup baik, namun tidak diimbangi dengan pengendalian pada penerimaan dan pengeluaran kas yang sesuai, sehingga Manajemen Next Level Villa perlu melakukan perbaikan pada sistem pengendalian internal di perusahaannya, karena permasalahan yang terjadi di perusahaan terdapat dalam analisis pengeluaran kas yaitu adanya fluktuasi yang terjadi antara musim tinggi dan rendah. Pada musim ramai, jumlah tamu meningkat, sehingga pendapatan juga lebih besar, namun pengeluaran kas untuk operasional bisa sangat tinggi. Sebaliknya, pada musim sepi, pendapatan menurun, tetapi beberapa biaya tetap seperti gaji karyawan dan pemeliharaan fasilitas harus tetap dikeluarkan sehingga fluktuasi ini mempersulit analisis yang akurat karena pengeluaran kas tidak selalu linier atau mudah diprediksi. Sistem pengendalian internal dilakukan untuk mengatur manajemen agar kegiatan dalam perusahaan berjalan dengan efektif. Pengendalian intern juga bertujuan menjaga aset perusahaan dengan cara mengatur kebijakan dan prosedur untuk menjaga aktiva terutama pada penerimaan dan pengeluaran kas, karena kas merupakan hal yang sangat rawan terjadi kecurangan. Hal ini menyebabkan sistem pengendalian intern penerimaan dan pengeluaran kas menjadi penting untuk manajemen Next Level Villa dalam melakukan aktivitas produksinya. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Metode Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendeketan deskriptif kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan rangkaian kegiatan atau proses penyaringan data dan informasi yang bersifat sewajarnya mengenai suatu masalah dalam kondisi, aspek, atau bidang tertentu dalam objek yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara. Peneliti melakukan wawancara dengan pengelola dan staf keuangan, serta analisis dokumen laporan keuangan dan pengeluaran kas selama periode tertentu. Hasil dan Pembahasan Unsur Pengendalian Intern Pengeluaran Kas Unsur pengendalian intern yang terdapat dalam sistem akuntansi pengeluaran kas pada Manajemen Next Level Villa adalah sebagai berikut : Struktur Organisasi Fungsi penyimpanan kas tidak terpisah dari fungsi akuntansi. Transaksi pengeluaran kas Manajemen Next Level Villa tidak ditangani oleh kasir melainkan ditangani langsung oleh bagian akuntansi dalam hal menyerahkan uang dan mengeluarkan kas yang diperlukan untuk kegiatan usaha perusahaan dimana sekaligus bagian tersebut melakukan pencatatan akuntansi terhadap pengeluaran uang kas yang terjadi. Transaksi pengeluaran kas tidak dilaksanakan sendiri oleh bagian Transaksi pengeluaran kas pada manajemen Next Level Villa tidak dilaksanakan sendiri oleh bagian akuntansi dan keuangan yang merangkap sebagai bagian kasir juga. Tetapi dalam transaksi pengeluaran tersebut dibantu atau bekerja sama dengan pemilik yang sekaligus mengawasi jalannya setiap kegiatan keuangan dalam perusahaan. Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan Transaksi pengeluaran kas perusahaan dan transaksi pengeluaran pemilik perusahaan tidak dibedakan, sehingga pencatatan pengeluran kas perusahaan tercampur menjadi satu dengan pengeluaran pemilik perusahaan. Hal tersebut dapat menimbulkan salah saji pada pencatatan laporan keuangan perusahaan. Transaksi pengeluaran kas yang telah terjadi pada manajemen Next Level Villa diotorisasi langsung oleh bagian akuntansi dan keuangan dengan terlebih dahulu diotorisasi oleh pemilik atas izin untuk pengeluaran kas yang dilakukan. Pencatatan dalam jurnal pengeluaran kas atas transaksi yang terjadi telah disertai otorisasi juga oleh bagian akuntansi yang dilampiri dengan slip bukti kas keluar. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Praktik yang Sehat Pada manajemen Next Level Villa, setiap dokumen dasar dan dokumen pendukung transaksi pengeluaran kas telah dibubuhi cap lunas oleh bagian akuntansi setelah transaksi pengeluaran kas Secara periodik diadakan pencocokkan kas yang ada ditangan dengan catatannya. Manajemen Next Level Villa melakukan pencocokkan kas ditangan dengan catatan akuntansi nya setiap akhir penutupan transaksi hariannya. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir adanya ketidaksesuaian antara kas ditangan dengan catatan akuntansinya. Simpulan Pada unsur sistem otorisasi dan pencatatan untuk sistem pengengendalian intern pengeluaran kas. Manajemen Next Level Villa, masih belum membedakan antara pengeluaran perusahaan dengan pengeluaran pribadi pemilik perusahaan, sehingga hal tersebut dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan serta terjadinya penyalahgunaan wewenang dan kesalahan penyajian pada pelaporan keuangan. Saran yang mampu diberikan penulis kepada pihak terkait dengan sistem pengendalian Manajemen Next Level Villa alian intern penerimaan dan pengeluaran kas, sebaiknya perusahaan melakukan perbaikan sebagai berikut: Dalam unsur struktur organisasi pada penerimaan dan pengeluaran kas yang ada diperusahaan, sebaiknya dilakukan pemisahan tugas antara fungsi akuntansi dengan fungsi kas agar tidak terjadi adanya rangkap jabatan yang dapat menimbulkan kesalahan dalam penerapannya. Dalam unsur praktik yang sehat pada penerimaan kas yang ada diperusahaan, sebaiknya perusahaan melakukan perputaran jabatan secara rutin untuk menjaga independensi para pegawai dan menghindari terjadinya persekongkolan antar pegawai dalam melakukan kecurangan. Dalam unsur sistem otorisasi dan pencatatan pada pengeluaran kas yang ada di perusahaan, sebaiknya perusahaan memisahkan pengeluaran perusahaan dengan pengeluaran pribadi pemilik perusahaan agar tidak menimbulkan kerugian bagi perusahaan dan menghindari terjadinya penyalahgunaan wewenang dan salah saji pada pencatatan laporan keuangan. Pelaksanaan program magang yang telah dilaksanakan selama 6 bulan di Manajemen Next Level Villa membawa banyak ilmu baru bagi penulis selaku pelaksana magang terkait ilmu dalam akuntansi. Banyak etika yang telah diajarkan seperti kedisiplinan, tanggung jawab, belajar mengasah kemampuan dalam berkomunikasi, dan belajar menyesuaikan pada lingkungan baru. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Kegiatan program magang juga membantu penulis menerapkan ilmu yang didapat dari bangku perkuliahan dalam lingkungan pekerjaan sehingga penulis mendapatkan bekal gambaran kondisi kerja yang sebenarnya di masa Daftar Rujukan Artarini. Analisis Sistem Pengendalian Intern Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Guna Meningkatkan Efektivitas Penggunaan Dana Pada Rsud Kota Madiun. In Fipa: Forum Ilmiah Pendidikan Akuntansi (Vol. No. dan Hopwood. Accounting Information Systems. Ninth Edition. Upper Saddle River. New Jersey 07458: Pearson Education Inc. COSO. Internal Control Ai Integrated Framework. Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission, (Ma. Fengky. Sabijono. , & Kalalo. Evaluasi penerapan sistem pengendalian internal penerimaan kas pada Hotel Yuta Manado. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi. Manajemen. Bisnis dan Akuntansi, 7. Jusup. Al. Haryono. Dasar-Dasar Akuntansi Jilid 2 Edisi 7. Cetakan Ketiga. STIE YKPN. Yogyakarta. Jusup. Al Haryono. Dasar-Dasar AkuntansiJilid Yogyakarta:Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN. Edisi Jusup. Al. Haryono. Dasar-Dasar Akuntansi Jilid 2 Edisi 7. Cetakan Ketiga. STIE YKPN. Yogyakarta. Krismiaji . Sistem Informasi Akuntansi. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN. Yogyakarta. Mardi, . Sistem Informasi Akuntansi. Bogor: Ghalia Indonesia. Mulyadi, . Sistem Akuntansi,Salemba Empat. Jakarta Mulyadi, . Sistem Akuntansi. Salemba Empat. Jakarta Mulyadi, . Sistem Akuntansicetakan kelima. Jakarta: Salemba Empat Mulyadi, . Sistem Informasi Akuntansi. Salemba Empat. Jakarta. Beta. Bandung. Sumarsan. Sistem Pengendalian Manajemen. Indeks. Jakarta Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Suroso. Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas pada PT. Sinar Galuh Pratama. Jurnal Ilmiah AuDUNIA ILMUAy, 2. , 141147 Widjajanto. , . Sistem Informasi Akuntansi. Penerbit Erlangga: Jakarta. Zulganef. Metode Penelitian Sosial Bisnis. Yogyakarta Graha Ilmu.