JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI,Vol. No. 2 ,Desember 2022, pp. 447 - 453 p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2614-8870 . n page 447 http://journal. id/index. php/kompak Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perataan Laba (Income Smoothin. pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di BEI Rena Naena Fitriana Putri1. Cahyani Nuswandari2 Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang addres, telp/fax of institution/affiliation, e-mail: renanaenafitrianaputri@mhs. Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang addres, telp/fax of institution/affiliation, e-mail: cahyani@edu. ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: Received 30 September 2022 Received in revised form 2 November 2022 Accepted 10 November 2022 Available online 1 Desember 2022 The main thing of the operational activities of a business company is to make a profit. In fact, maximizing profit is the main goal of all business decisions and activities. The company will go bankrupt if it does not make a profit. This study discusses the Factors Affecting Income Smoothing in Manufacturing Companies Listed on the Stock Exchange 2016-2020. Therefore, the purpose of this study is to test and analyze the effect of firm size, financial leverage, profitability, cash holding, and auditor reputation on income smoothing in manufacturing companies listed on the IDX. The method used in this research is a quantitative method with a descriptive approach. The results of this study can be said that company size, profitability, and cash storage have no significant effect on earnings performance. Meanwhile, financial leverage and auditor reputation have a negative and significant effect on earnings management in manufacturing companies. Keywords: Size. Financial Leverage. Profit. Cash Holding. Reputasi Auditor. Manufacturing Companies. Pendahuluan Menurut Kasmir . laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Laporan keuangan disajikan dengan harapan agar digunakan oleh yang berkepentingan dengan data yang valid, dan relevan. Dengan adanya laporan keuangan, perusahaan bisa meninjau perkembangan bisnisnya. Informasi yang termuat dalam laporan keuangan tidak hanya dapat digunakan oleh manajemen atau pihak internal, melainkan juga beberapa pihak yang memiliki kepentingan dalam perusahaan tersebut termasuk stakeholder untuk mengambil keputusan investasi berkelanjutan. Laporan keuangan memiliki tujuan khusus, yaitu untuk menyajikan posisi keuangan, hasil usaha berupa laba, dan perubahan yang terjadi dalam posisi keuangan. Tujuan utama dari kegiatan operasional perusahaan bisnis adalah untuk mendapatkan laba. Faktanya, memaksimalkan keuntungan adalah tujuan utama dari semua keputusan dan aktivitas bisnis. Jika terjadi penurunan keuntungan secara gradual dari suatu jenis produk akibat menurunnya minat konsumen terhadap produk tersebut, dapat menunjukkan bahwa pelaku bisnis tidak lagi dapat memperoleh keuntungan maksimal dari penjualan produk yang bersangkutan. Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa laba dapat memberikan informasi berupa "signal" tentang waktu yang tepat bagi pelaku bisnis untuk masuk atau keluar dari suatu jenis industri. Laba harus diperoleh dengan cara yang benar. Pelaku bisnis harus menunjukkan bahwa keuntungan diperoleh melalui praktik bisnis yang tidak merugikan konsumen atau negara. Received Sep 30 , 2022. Revised Nov 29, 2022. Accepted Nov 12, 2022 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 Beberapa perusahaan manufaktur mengalami penurunan laba yang signifikan saat pandemi akibat Ditambah lagi adanya kegiatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Akibat dari pembatasan kegiatan tersebut, mengakibatkan turunnya laba perusahaan manufaktur yang signifikan, sehingga munculnya berbagai perilaku yang tidak sesuai . ysfunctional behavio. diantaranya melakukan praktik perataan laba. Perilaku yang tidak sesuai tersebut digunakan oleh para manajer untuk memanipulasi laba yang dilaporkan guna meningkatkan kinerja dan memperbaiki citra perusahaan. Praktik perataan laba dilakukan karena kondisi ekonomi perusahaan yang tidak stabil. Praktik perataan laba dilakukan dengan meratakan laba yang dilaporkan untuk tujuan pelaporan internal maupun eksternal. Penelitian tentang perataan laba di Indonesia masih sangat penting dilakukan, karena perataan laba sendiri dapat merugikan pihak-pihak yang berkepentingan dalam mengambil keputusan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perataan laba sangatlah beragam, sebagaimana telah dikemukakan oleh beberapa peneliti terdahulu. Beberapa faktor yang mempengaruhi perataan laba diantaranya ukuran perusahaan, leverage, profitability, cash holding dan reputasi auditor. Ukuran perusahaan merupakan suatu skala dimana dapat diklasifikasikan besar dan kecilnya perusahaan dengan banyaknya total aset, nilai pasar saham, jumlah penjualan dan lain-lain. Leverage merupakan penggunaan dana utang yang dipergunakan untuk meningkatkan keuntungan dalam sebuah bisnis atau investasi. Tingginya utang perusahaan dapat dicerminkan dengan tingginya tingkat leverage Profitability adalah kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba. Profitability merupakan indikator penting untuk menilai kesehatan perusahaan yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan investor. Profitability yang tinggi mencerminkan efektivitas perusahaan dalam pengelolaan sumber Cash holding dapat didefinisikan sebagai kas yang ada di perusahaan atau tersedia untuk investasi pada aset fisik dan untuk dibagikan kepada para investor. Kestabilan kas yang ada di perusahaan merupakan suatu tanggung jawab manajemen. Lebih lanjut. Menurut Andriani dan Nursiam . reputasi auditor adalah ukuran yang menunjukan kemampuan auditor untuk bersikap independen dan melaksanakan audit secara profesional. Ketika manajer menjalankan kontrak dengan pihak-pihak yang terikat pengelolaan perusahaan, manajer cenderung akan melakukan perubahan-perubahan terhadap metode akuntansi yang digunakan guna menghasilkan pelaporan kinerja keuangan yang diinginkan dengan menimbulkan praktik perataan laba. Metode Penelitian Penelitian dilakukan di perusahaan manufaktur subsektor consumer goods industry yang terdaftar di BEI. Data dihimpun dengan menggunakan media internet, data dari IDX. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang consumer goods industry yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan pengamatan selama 5 tahun secara berturut-turut yakni tahun 2016-2020. Periode ini dipilih karena laporan keuangan periode tersebut dianggap masih laporan terbaru. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur subsektor consumer goods industry yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2020. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu data yang penulis dapatkan dari sumber lain yang sudah dipublikasikan atau tersedia berupa laporan keuangan suatu perusahaan food and beverages yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016 Ae 2020. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari situs resmi Bursa Efek Indonesia yaitu http://w. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah praktik perataan laba . ncome smoothin. yang diberi simbol Y. Perataan laba adalah proses yang dilakukan manajer untuk menstabilkan laba yang dilaporkan di setiap tahunnya, pendapatan tidak meningkat begitu pesat dan tidak mengalami penurunan yang tajam. Perataan laba dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan indeks eckel. Menurut Badera dan Dewantari . indeks eckel digunakan untuk mengukur perataan laba karena dapat membedakan smoother . erusahaan perata lab. dan non- smoother. Rumus untuk menghitung perataan laba adalah sebagai berikut: yaycI = yaycOOIya yaycOOIycI Keterangan : IS= Perataan laba . ncome smoothin. yaycO = Koefisien Variasi Variabel OIya = Perubahan Laba OIycI = Perubahan Penjualan CViI atau CViS dapat dihitung sebagai berikut : yaycOOIya yccycaycu yaycOOIycI = OoycOycaycycnycaycuycayce yaycuycyyceycaycyceycc ycOycaycoycyce Atau JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Juli 2022 : 447 Ae 453 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 n yaycOOIya yccycaycu yaycOOIycI = Oo. cU Oe OIycU)2 O OIycU ycuOe 1 Keterangan : OIycU = perubahan laba (I) atau pendapatan (S) OIycU = rata-rata perubahan laba (I) atau pendapatan (S) n = banyaknya tahun yang diamati Variabel independen dalam penelitian ini ada 5 yaitu: financial leverage, profitability, cash holding dan reputasi auditor. Dalam penelitian ini ukuran perusahaan diukur dengan logaritma natural dari nilai total aset, yang dirumuskan sebagai berikut: SIZE = Ln . otal ase. Rasio leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang (Kasmir, 2. Rasio dalam mengukur variabel penelitian ini adalah Debt to Total Equity (DER) antara total utang atau liabilitas dengan total ekuitas yang dimiliki perusahaan. Dengan rumus : Total Hutang DER x 100% Ekuitas Rasio profitability yang digunakan dalam penelitian ini adalah ROA. Rasio ini mengukur tingkat kembalian investasi yang telah dilakukan oleh perusahaan dengan menggunakan seluruh dana . yang dimilikinya (Setiawan, 2. Dengan rumus : Laba Bersih Sebelum Pajak ROA x 100% Total Aset Cash holding diartikan sebagai kas yang dipegang oleh perusahaan atau yang siap diinvestasikan ke aset tetap dan kemudian didistribusikan ke investor. Dengan rumus : Cash Holding Kas dan setara Kas Total Aset Dalam penelitian ini, reputasi auditor merupakan variabel dummy yang diberi kode 1 jika perusahaan diaudit oleh KAP yang berafiliasi dengan Big Four dan 0 jika sebaliknya. Dummy : 1 = KAP Big Four 0 = KAP Non Big Four (Natalie & Astika, 2. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistika deskriptif, analisis regresi logistik, uji kelayakan model, dan uji hipotesis. Hasil dan Pembahasan Hasil Hasil analisis variabel reputasi auditor (X. , perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang consumer goods industry yang terdaftar di BEI tahun 2016-2020 yang melakukan audit laporan pada KAP yang tidak tergabung dalam The Big Four sebanyak 73 perusahaan dengan persentase 54% sedangkan rata-rata perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang consumer goods industry yang terdaftar di BEI tahun 20162020 yang melakukan audit laporan pada KAP yang tergabung dalam The Big Four sebanyak 62 perusahaan dengan persentase 46%. Lebih lanjut, hasil analisis untuk variabel perataan laba (Y), diperoleh rata-rata perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang consumer goods industry yang terdaftar di BEI tahun 2016-2020 yang tidak melakukan perataan laba sebanyak 85 perusahaan dengan persentase 63%, sedangkan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang consumer goods industry yang terdaftar di BEI tahun 2016-2020 yang melakukan perataan laba sebanyak 50 perusahaan dengan persentase 37%. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perataan Laba (Income Smoothin. pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI 2016-2020. (Rena Naena Fitriana Putr. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 Hasil analisis statistik deskriptif variabel ukuran perusahaan . sebagai X1 yang dihitung dari logaritma natural total aset perusahaan diperoleh rata-rata . sebesar 2,26934531. Nilai tertinggi . ukuran perusahaan . sebesar 30,74739 dimiliki oleh PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sedangkan nilai terendah . ukuran perusahaan . sebesar 13,55087 dimiliki oleh PT Akasha Wira International Tbk (ADES). Nilai Standard deviasi sebesar 5,90867162, menunjukkan bahwa penyebaran ukuran perusahaan . pada perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang consumer goods industry yang terdaftar di BEI tahun 2016-2020 lebih besar daripada rata-ratanya. Hasil analisis statistik deskriptif variabel financial leverage sebagai X2 yang dihitung dari hasil Debt Equity Ratio (DER) diperoleh rata-rata . sebesar 0,7814503 yang berarti struktur modal perusahaan yang dibiayai dari hutang perusahaan memiliki rata-rata 78,15%. Nilai tertinggi . financial leverage sebesar 3,15902 pada PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sedangkan nilai terendah . financial leverage 0,08330 pada PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO). Nilai standard deviasi sebesar 0,64893508 menunjukkan ukuran penyebaran financial leverage lebih rendah daripada rata-ratanya. Hasil analisis statistik deskriptif variabel profitability sebagai X3 yang dihitung dari Return of Asset (ROA) diperoleh rata-rata . sebesar 0,1287383. Hal ini berarti kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba perusahaan memiliki rata-rata sebesar 12,87% dari total aktiva. Nilai tertinggi . profitability sebesar 1 pada PT Darya-Varia Indonesia Tbk (DVLA) dan nilai terendah . profitability sebesar 0,00050 pada PT Chitose International Tbk (CINT). Nilai standard deviasi diperoleh 0,14565619 dimana ukuran penyebaran profitability lebih tinggi daripada rata-ratanya. Hasil analisis statistik deskriptif variabel cash holding sebagai X4 diperoleh rata-rata . sebesar 0,1579119 yang berarti rata-rata kas yang dipegang oleh perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang consumer goods industry yang terdaftar di BEI tahun 2016-2020 sebesar 15,79%. Nilai tertinggi . cash holding sebesar 1 pada PT Darya-Varia Indonesia Tbk (DVLA) dan nilai terendah . 0,00023 pada PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Nilai standard deviasi sebesar 0,15430032 yang berarti ukuran penyebaran cash holding lebih rendah daripada rata-ratanya. Tabel 1. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Variabel Size. Financial Leverage. Profitability. Cash Holding Size Financial Leverage Profitability Cash Holding Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Pengujian model fit bertujuan untuk menguji keseluruhan model telah fit dengan data, yaitu membandingkan antara -2Log Likelihood (-2LL) awal . lock number = . Hasil pengujian keseluruhan model fit . verall model fi. diperoleh nilai -2Log Likelihood (-2LL) awal . lock number = . sebesar 177,971 dan nilai -2Log Likelihood (-2LL) akhir . lock number = . sebesar 161,917 . Yang berarti terjadi penurunan nilai -2Log Likelihood (-2LL) yang signifikan setelah 5 variabel independen yaitu perataan laba (Y), ukuran perusahaan (X. , financial leverage (X. , profitability (X. , cash holding (X. , reputasi auditor (X. dimasukkan dalam model. Hal ini menunjukkan bahwa model yang dihipotesiskan telah fit dengan data. Selain melihat dari penurunan nilai -2Log Likelihood (-2LL), dapat dilihat dari hasil Omnibus test of model coefficient dengan hipotesis penelitian berikut ini : H0 : Model yang dihipotesiskan fit dengan data Ha : Model yang dihipotesiskan tidak fit dengan data Tabel 2. Hasil Omnibus Test of Model Coefficients Model -2 Log Likelihood Block = 0 177. Chi-square Sig. Block = 1 161. Tabel 2. menunjukkan nilai Chi-square sebesar 16,054 dengan nilai signifikansi sebesar 0,007. Karena nilai Sig. lebih kecil daripada = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima yaitu model yang dihipotesiskan fit dengan data yang berarti terdapat perubahan pengaruh yang signifikan dari variabel 5 variabel independen yaitu perataan laba (Y), ukuran perusahaan (X. , financial leverage (X. , profitability (X. , cash holding (X. , reputasi auditor (X. terhadap perataan laba. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Juli 2022 : 447 Ae 453 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 n Sedangkan Uji kelayakan model regresi untuk menilai kesesuaian model dengan data, menggunakan Hosmer and LemeshowAos Goodness of Fit Test yang diukur dengan nilai Chi-Square. Tabel 3. Uji Kelayakan Model dengan Hosmer and LemeshowAos Hosmer and Lemeshow Test Step Chi-square Sig. Berdasarkan hasil Uji Kelayakan Model dengan Hosmer and LemeshowAos dilihat bahwa dari kriteria kelayakan model dengan Hosmer and LemeshowAos Goodness of fit test, model mampu memprediksi nilai observasinya sehingga model sudah layak / fit untuk digunakan. Hal ini dapat diartikan model yang digunakan dalam penelitian secara umum dapat dikatakan sesuai dan layak. Pada Uji Koefisien Determinasi (Nagelkerke R Squar. , dihasilkan bahwa nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,153 . Nilai tersebut menunjukkan bahwa sebesar 15,3% perataan laba perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang consumer goods industry yang terdaftar di BEI tahun 2016-2020 dipengaruhi oleh yaitu ukuran perusahaan, financial leverage, profitability, cash holding, reputasi auditor. Sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabilitas variabel lain di luar model penelitian. Tabel 4. Nilai Nagelkerke R-Square Cox & Snell R Nagelkerke Step -2 Log likelihood Square Square Estimation terminated at iteration number 5 because parameter estimates changed by less than ,001. Tabel 5. Hasil Uji Wald Variables in the Equation Wald Sig. Size PROB Constant 1. Variable. entered on step 1: X1. X2. X3. X4. X5. Berdasarkan hasil uji regresi logistik tersebut, terbentuk model regresi logistik sebagai berikut: Step ycU = yu yu1 ycIyaycsya yu2 yaya yu3 ycEycIycCyaA yu4 yaya yu5 ycIya yuA yaycI = 1,606 Oe 0,031ycIyaycsya Oe 0,814yaya Oe 1,194ycEycIycCyaA Oe 0,930yaya Oe 1,279ycIya yuA Pembahasan Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Perataan Laba Berdasarkan hasil perhitungan uji wald , diperoleh nilai wald sebesar 0,765 dengan Signifikansi 0,382. Karena Sig. > . , maka H0 diterima artinya perusahaan besar dapat menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi serta bisnis didukung oleh aset yang cukup dan memadai serta lebih menghindari fluktuasi laba yang besar. Ha ditolak karena jika laba berkurang, akibat tidak langsung berkurangnya asset dan dapat berdampak buruk bagi perusahaan yang berarti ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap perataan laba perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang consumer goods industry yang terdaftar di BEI tahun 2016-2020. Pengaruh Financial Leverage Terhadap Perataan Laba Berdasarkan hasil perhitungan uji wald , diperoleh nilai wald sebesar 4,061 dengan Signifikansi 0,044. Dengan Sig. < . , maka H0 ditolak karena karena apabila laba kurang stabil maka Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perataan Laba (Income Smoothin. pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI 2016-2020. (Rena Naena Fitriana Putr. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 pembayaran hutang menunjukkan risiko keuangan berupa kesulitan pembayaran utang. Semakin banyak utang yang dimiliki perusahaan, semakin besar risiko yang dihadapi investor, sehingga investor akan menuntut tingkat keuntungan yang lebih tinggi. Karena kondisi tersebut, perusahaan cenderung melakukan perataan laba. dan Ha diterima dengan perusahaan yang memiliki financial leverage tinggi memiliki kewajiban yang lebih tinggi dalam memenuhi kebutuhan informasi kreditur jangka panjang yang berarti financial leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap perataan laba perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang consumer goods industry yang terdaftar di BEI tahun 2016-2020. Pengaruh Profitability Terhadap Perataan Laba Berdasarkan hasil perhitungan uji wald, diperoleh nilai wald sebesar 0,248 dengan Signifikansi 0,619. Karena Sig. > . , maka H0 diterima karena tingkat profitability yang stabil akan menarik minat investor untuk berinvestasi karena kinerja perusahaan dianggap baik dalam menghasilkan laba, sehingga dengan adanya hal tersebut manajemen dengan profitability rendah lebih terdorong untuk melakukan praktik perataan laba. Semakin tinggi profitability perusahaan maka akan semakin rendah manajemen melakukan praktik perataan laba dan Ha ditolak dengan tingkat profitability yang rendah menunjukkan bahwa kinerja dari suatu perusahaan kurang baik dan akan tampak buruk dimata investor yang dapat menyebabkan munculnya praktik perataan laba yang berarti profitability tidak berpengaruh signifikan terhadap perataan laba perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang consumer goods industry yang terdaftar di BEI tahun 2016-2020. Pengaruh Cash Holding Terhadap Perataan Laba Berdasarkan hasil perhitungan uji wald , diperoleh nilai wald sebesar 0,323 dengan Signifikansi 0,570. Karena Sig. > . , maka H0 diterima Menunjukkan bahwa cash holding berpengaruh terhadap perataan laba. Dengan signifikannya variabel ini berarti terdapat cukup bukti untuk mengatakan bahwa semakin tinggi cash holding berpengaruh terhadap semakin tingginya tindakan perataan laba yang dilakukan Hal tersebut diduga karena besarnya kas yang berada diperusahaan menjadi salah satu pemicu yang cukup besar bagi manajemen dalam meningkatkan kinerjanya dimata pemegang saham sehingga mereka cenderung untuk melakukan perataan laba dan Ha ditolak menunjukkan bahwa tinggi rendahnya cash holding perusahaan tidak berpengaruh pada probabilitas perusahaan melakukan praktik perataan laba. Karena probabilitas praktik perataan laba kemungkinan perusahaan yang tidak memiliki cash holding yang cukup untuk melakukan praktik income smoothing. Ketika perusahaan tidak cukup untuk membiayai dividen atau mendanai investasi pada proyek baru perusahaan maka tindakan perusahaan selanjutnya yaitu mengakumulasikan kas . ash holdin. atau bahkan melakukan pendanaan melalui utang. yang berarti cash holding tidak berpengaruh signifikan terhadap perataan laba perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang consumer goods industry yang terdaftar di BEI tahun 2016-2020. Pengaruh Reputasi Auditor Terhadap Perataan Laba Berdasarkan hasil perhitungan uji wald , diperoleh nilai wald sebesar 7,477 dengan Signifikansi 0,006. Karena Sig. < . , maka H0 ditolak karena indikasi kecurangan yang dilakukan perusahaan akan semakin besar terungkap dan membuat perusahaan cenderung tidak melakukan perataan laba. dan Ha diterima yang berarti reputasi auditor berpengaruh signifikan negatif terhadap perataan laba perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang consumer goods industry yang terdaftar di BEI tahun 2016-2020. Perusahaan yang menggunakan jasa auditor KAP Big Four maka akan semakin kecil kemungkinan terjadinya penyajian laba perusahaan, karena sudah dilakukan praktik perataan laba oleh manajer. Hal ini dikarenakan adanya standar mutu serta profesionalisme sebagai KAP Big Four yang mendorong auditor melakukan pekerjaannya dalam mengaudit dengan integritas dan independensi yang baik demi menjaga reputasi Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Ukuran Perusahaan (SIZE). Financial Leverage (LEV). Profitability (PROF). Cash Holding (CH), dan reputasi auditor terhadap perataan laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Berdasarkan hasil analisis penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa: . Ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap perataan laba, . Financial leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perataan laba, . Profitability tidak berpengaruh signifikan terhadap perataan laba, . Cash holding tidak berpengaruh signifikan terhadap perataan laba, . Reputasi auditor berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perataan laba. Dalam hal ini, peneliti selanjutnya dapat menambah jumlah periode tahun pengamatan dan perusahaan manufaktur lainnya, sehingga sampel yang diperoleh menjadi lebih banyak dan hasil penelitian dapat lebih merepresentasikan perilaku perataan laba yang dilakukan oleh perusahaan. Selain itu, dapat juga dilakukan penambahan variabel lain seperti variabel corporate governance yang berkaitan langsung dengan tata kelola perusahaan, sehingga diduga kuat mempengaruhi keputusan perataan laba suatu perusahaan. References