MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 ARTIKEL PENELITIAN HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWATAN SALURAN AKAR DENGAN KEPATUHAN PASIEN SAAT MENJALANI PERAWATAN BERULANG Dela Puspita Saria. Listiyawatib. Novelin Yohana Ompusungguc Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratorium Prodi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratorium Kedokteran Gigi Klinik RSUD. Aw. Sjahranie. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Email : delapitari23@gmail. Abstrak Latar Belakang: perawatan saluran akar merupakan perawatan untuk meredakan rasa nyeri serta mengembalikan fungsi dan estetika gigi. Perawatan saluran akar secara garis besar terdiri dari tiga tahap yaitu preparasi biomekanis, sterilisasi dan pengisian sehingga dilakukan dalam beberapa kali kunjungan. Berdasarkan studi pendahuluan dibeberapa rumah sakit di Samarinda, ditemukan permasalahan banyaknya pasien yang tidak patuh untuk menyelesaikan perawatan saluran akar hingga tuntas. Salah satu faktor yang memengaruhi ketidakpatuhan adalah kurangnya pengetahuan pasien tentang perawatan yang sedang dijalani sehingga cenderung menghentikan perawatan setelah pasien merasa pengobatannya sudah cukup dan keluhannya sudah hilang. Adanya tingkat pengetahuan yang tinggi dapat meningkatkan keyakinan diri pasien mengenai manfaat yang akan diperoleh jika mengikuti masa perawatan secara rutin dan teratur Tujuan: untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawatan saluran akar dengan kepatuhan pasien saat menjalani perawatan berulang. Metode: penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional pada 68 responden yang merupakan pasien yang sedang menjalani perawatan saluran akar di RSUD. Inche Abdoel Moeis. RS Dirgahayu dan RS Pupuk Siaga Ramania. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, kartu kontrol dan checklist kepatuhan. Data diolah dan dianalisis dengan uji Kendall Tau b. Hasil: hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan responden termasuk kategori tinggi sebesar 51,5% dan kepatuhan responden termasuk kategori tinggi sebesar 42,6%. Korelasi tingkat pengetahuan dengan kepatuhan menunjukkan p=0,0000 . <0,. r=0,879. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara tingkat pengetahuan perawatan saluran akar dengan kepatuhan pasien saat menjalani perawatan berulang. Kata kunci: Pengetahuan. Kepatuhan. Perawatan Saluran Akar Abstract Background: The root canal treatment is aimed to alleviate discomfort and rehabilitate the form and appearance of teeth. Typically, the root canal treatment encompasses a tripartite sequence of biomechanical preparation, sterilization, and filling, which are executed over several appointments. According to a preliminary study carried out in various hospitals in Samarinda, there exists an issue of noncompliance among patients with regards to the completion of root canal treatment. A significant determinant of non-compliance is the lack of patient knowledge regarding their on-going treatment, so that they tend to stop treatment after the patient feels the treatment is sufficient and the complaints have A high level of knowledge can increase the patient's confidence about the benefits that will be obtained if they follow the treatment period routinely and regularly. Purpose: to reveal the correlation between the knowledge levels of root canal treatment and the patientAos compliance during repeat Method: the present study is a cross-sectional analytical observational study that encompasses a sample of 68 participants who are currently receiving root canal therapy at Inche Abdoel Moeis Public General Hospital (RSUD). Dirgahayu Hospital, and Pupuk Siaga Ramania Hospital. The process of gathering information involved the utilization of questionnaires, control cards, and compliance checklists. The statistical analysis involved the utilization of Kendall's tau-b test for processing and analysing the data. Results: The study's findings indicate that the respondents' knowledge level was classified as high . 5%), while the compliance level was classified as high . 6%). The statistical analysis revealed a significant correlation between the level of knowledge and compliance, with a p-value of 0. < 0. and a MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 correlation coefficient of r = 0. Conclusion: This study suggests that a significant correlation exists between the knowledge level of root canal treatment and patient compliance to repeat treatment. Keywords: Knowledge. Compliance. Root Canal Treatment PENDAHULUAN respon pertahanan untuk melindungi Pembangunan kesehatan nasional merupakan upaya yang dilaksanakan dentin tersier serta reaksi inflamasi dan kemauan dan kemampuan hidup sehat Derajat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi- keparahan kerusakan jaringan. Sebagai contoh, iritasi ringan seperti karies yang tersebut dibutuhkan upaya peningkatan baru terjadi akan menyebabkan sedikit atau bahkan tidak ada inflamasi pulpa. Untuk kesehatan gigi dan mulut. Hasil Riset sedangkan karies gigi yang persisten Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018 menyatakan bahwa berkelanjutan untuk respon inflamasi. proporsi penduduk di Indonesia yang Adanya kondisi inflamasi pulpa yang mengalami masalah gigi dan mulut persisten akan menyebabkan terjadinya sebesar 57,6% dengan yang menerima pulpitis ireversibel yang ditandai dengan rasa nyeri yang terus menerus. medis gigi sebesar 10,2%. Masalah gigi di Indonesia Perawatan saluran akar merupakan yang memiliki proporsi terbesar adalah suatu perawatan untuk meredakan rasa . ,3%). nyeri serta mengembalikan fungsi dan Riskesdas 2018 juga mencatat proporsi estetika gigi pasien. Perawatan saluran rusak/berlubang/sakit akar diindikasikan untuk gigi dengan Kalimantan Timur yang mengalami gigi nekrosis pulpa. 5 Tujuan dilakukannya rusak/berlubang/sakit sebesar 48%. Karies gigi adalah penyakit jaringan mencegah perluasan penyakit dari pulpa gigi yang menyebabkan kerusakan email, dentin hingga meluas ke pulpa. Gigi yang keadaan gigi yang sakit agar dapat mengalami karies akan memberikan MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 diterima secara biologis oleh jaringan pemahaman pasien tentang perawatan yang sedang dijalani. Pasien yang tidak Perawatan saluran akar secara garis mengetahui perawatan yang sedang besar terdiri dari tiga tahap yaitu preparasi biomekanis meliputi cleaning dan shaping, sterilisasi yang meliputi irigasi dan medikamen intrakanal, serta pengisian saluran akar. 7 Oleh karena itu, melanjutkan semua tahapan perawatan perawatan saluran akar ini dilakukan sampai selesai. dalam beberapa kali kunjungan untuk Pengetahuan memastikan kesterilan dalam saluran seseorang mengenal tentang sesuatu dan ini terjadi setelah orang tersebut mengakibatkan perawatan saluran akar melakukan penginderaan terhadap suatu tidak selesai hingga akhir. Beberapa objek tertentu. Pengetahuan menjadi alasan pasien tidak datang kembali domain yang sangat penting dalam adalah pasien sudah tidak merasakan membentuk tindakan seseorang . vert nyeri setelah dilakukan tindakan relief of Pengetahuan juga menjadi pain oleh dokter gigi, keengganan pasien salah satu faktor yang dikaitkan dengan untuk datang berkali-kali dan kurangnya tahapan-tahapan Banyaknya perawatan saluran akar. Berdasarkan Samarinda, meningkatkan keyakinan diri pasien mengenai manfaat yang akan diperoleh yang dilakukan pada bulan JanuariMaret jika mengikuti masa perawatan secara rutin dan teratur. Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian banyaknya pasien yang tidak patuh Pengetahuan Perawatan Saluran Akar perawatan saluran akar hingga tuntas. dengan Kepatuhan Pasien saat Menjalani Salah satu faktor yang memengaruhi Perawatan ketidakpatuhan pasien adalah kurangnya penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Berulang. Tingkat Tujuan MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 tingkat pengetahuan pasien tentang p = Proporsi suatu kasus tertentu terhadap populasi : 0,772 . d = Derajat penyimpangan terhadap populasi yang diinginkan: 10%. Berdasarkan diatas, maka diperoleh besar sampel METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian sebagai berikut: kuantitatif dengan desain penelitian n = 67,6 dibulatkan menjadi 68 korelasi antara faktor risiko dengan efek. Kriteria inklusi penelitian: dengan pengumpulan data dilakukan . Responden yang berusia antara 17- secara bersamaan dalam satu waktu. 55 tahun Penelitian ini dilakukan di RSUD Inche . Mendapatkan Abdoel Moeis. RS Dirgahayu dan RS Pupuk Siaga Ramania Samarinda. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan metode non probability menandatangani informed consent Kriteria eksklusi penelitian: yaitu teknik untuk menentukan sampel . Pasien dari populasi yang mempunyai ciri-ciri . Pasien yang tidak bersedia menjadi Jumlah sampel yang diambil dalam Bersedia menjadi responden dan sampling dengan teknik quota sampling tertentu sampai jumlah . yang Data yang digunakan pada penelitian Data Lameshow, rumus tersebut digunakan untuk menghitung besar sampel pada melaui kuesioner yang dibagikan kepada populasi yang tidak diketahui besarnya. responden menggunakan selembaran n = Jumlah sampel Z = Derajat kepercayaan . % = 1,. pengetahuan pasien tentang perawatan Data MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 dengan variabel terikat yang sama-sama mengisi checklist kepatuhan kunjungan Pengamatan memiliki skala data ordinal. responden dilakukan bersamaan dengan HASIL DAN PEMBAHASAN pengisian kuesioner. Analisis Penelitian penelitian dilakukan dengan uji statistik 125/KEPK-FK/VI/2023 dari Komisi Etik Penelitian SPSS Statistics Kesehatan Fakultas kemudian mendistribusikannya ke dalam Kedokteran Universitas Mulawarman. bentuk tabel dan narasi. Analisis data Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis mengetahui tingkat pengetahuan pasien mengenai perawatan saluran akar dan menjelaskan distribusi frekuensi dan data sekunder berupa kartu kontrol persentase dari tiap variabel. Analisis pasien untuk mengetahui kepatuhan bivariat dengan menggunakan analisis dalam menjalani perawatan berulang di Kendall Tau b untuk mengetahui ada wilayah Samarinda, khususnya di RSUD tidaknya hubungan antara variabel bebas Inche Abdoel Moeis. RS Dirgahayu dan Analisis RS Pupuk Siaga Ramania. Tabel 1 Karakteristik Responden Penelitian (Sumber: Olahan Data Prime. Karakteristik Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Usia 17-25 tahun 26-35 tahun 36-45 tahun 46-55 tahun Pendidikan Terakhir SMP SMA Perguruan Tinggi Pekerjaan Mahasiswa/pelajar Pegawai Negeri Wiraswasta Ibu Rumah Tangga Lainnya Jumlah . Persentase 27,9% 72,1% 50,0% 13,2% 19,1% 17,6% 14,7% 69,1% 16,2% 32,4% 4,4% 19,1% 30,9% 13,2% MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Data pada tabel 1 menunjukkan kelompok usia terbanyak yaitu 34 orang bahwa jenis kelamin responden sebagian . ,0%). Pendidikan terakhir yang paling besar berjenis kelamin perempuan yaitu banyak yaitu SMA sebanyak 47 orang sebanyak 49 orang . ,1%). Responden . ,1%). Sebagian rentang usia 17-25 tahun merupakan mahasiswa/pelajar yaitu sebanyak 22 orang . ,4%). Tabel 2 Tingkat Pengetahuan Pasien Mengenai Perawatan Saluran Akar Kategori Tinggi Sedang Rendah Total Berdasarkan Jumlah . menunjukkan hasil penelitian, diperoleh Persentase (%) 51,5% 22,1% 26,5% 100,0% dengan persentase 61,4% sebanyak 35 gambaran tingkat pengetahuan pasien Berdasarkan mengenai perawatan saluran akar di langsung dengan responden diketahui wilayah Samarinda. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa dari 68 responden yang mengisi kuesioner terdapat 35 responden dengan persentase 51,5% memiliki pengetahuan yang tinggi, 15 responden dengan persentase 22,1% penelitian ini sejalan dengan penelitian memiliki pengetahuan yang sedang dan yang dilakukan kepada 404 responden, 18 responden dengan persentase 26,5% didapatkan bahwa 61,4% responden memiliki pengetahuan yang rendah. Hasil memiliki pengetahuan yang baik tentang penelitian ini sejalan dengan penelitian perawatan saluran akar. Sebagian besar yang dilakukan oleh Syahbandi . di responden mendapatkan pengetahuan Poli Gigi PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta yang mendapatkan bahwa sebelumnya telah menjalani perawatan tingkat pengetahuan responden tentang saluran akar. perawatan saluran akar mayoritas baik Hasil Penelitian yang dilakukan oleh MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Pratheebha et al . kepada 100 aksesibilitas yang tinggi dalam tempat orang India Selatan menunjukkan bahwa dan waktu, sehingga seseorang dapat 33% responden menginginkan informasi lebih lanjut mengenai perawatan saluran tersebut dimanapun dan kapanpun. 13,14 akar melalui media sosial. Penelitian ini Pengetahuan sejalan dengan penelitian Dhanalakshmi perawatan saluran akar juga dapat et al . yang menjelaskan bahwa 76 diperoleh melalui teman dan kerabat. dari 90 responden memiliki pengetahuan Hasil tentang perawatan saluran akar, dimana Dhanalakshmi 49 responden dengan persentase 54% mengetahui informasi tersebut melalui dengan persentase 20% mendapatkan media sosial atau internet. Media sosial pengetahuan perawatan saluran akar melalui teman dan kerabat. membagikan informasi karena memiliki Tabel 3 Kepatuhan Pasien saat Menjalani Perawatan Berulang Kategori Tinggi Sedang Rendah Total Jumlah . Berdasarkan dari hasil penelitian persentase 32,4%. Hasil penelitian ini dilakukan oleh Maulidah et al . menjalani perawatan berulang di wilayah yang menunjukkan bahwa mayoritas Samarinda. responden memiliki kepatuhan yang Persentase (%) 42,6% 25,0% 32,4% 100,0% Hasil tingkat kepatuhan dengan kategori tinggi 42,6%, berulang yaitu sebesar 65,7%. Selama beberapa responden hanya hadir saat persentase 25,0% dan kategori rendah kunjungan pertama yaitu tahap access sebanyak 22 responden dengan Kebanyakan pasien tidak akan MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 datang kembali pada kunjungan kedua Alasannya dikarenakan pasien telah dan seterusnya. Hal ini dikarenakan merasa jauh lebih baik pada kunjungan setelah dilakukan access opening, dokter pertama, yang pada akhirnya membuat pasien merasa tidak perlu untuk kembali sementara berupa semen ZOE yang Alasan lain pasien tidak datang mengurangi rasa nyeri, sehingga pasien kembali pada kunjungan selanjutnya merasa giginya tidak sakit lagi dan tidak adalah rasa sakit yang dialami selama prosedur perawatan. menjalani perawatan. Penelitian ini kunjungan selanjutnya. Hasil penelitian didukung oleh Gautam et al . ini sejalan dengan penelitian Rumate et menunjukkan bahwa alasan lain pasien al . yang menunjukkan bahwa tidak patuh terhadap kunjungan ulang adalah rasa sakit yang dialami selama prosedur perawatan. Pasien merasa takut akan rasa sakit tersebut sehingga Tingkat kepatuhan pasien dinilai dari tahap awal sampai pada tahap obturasi kunjungan selanjutnya atau menunda Oleh karena itu sebelum dan Berdasarkan penelitian, tahapan perawatan yang paling umum dijalani oleh pasien adalah memberikan informasi kepada pasien tahap access opening dengan persentase mengenai langkah-langkah perawatan 96% dan tahapan yang paling umum saluran akar dan membantu mengurangi tidak dijalani oleh pasien adalah tahap kecemasan pasien. Perlu juga menjaga obturasi saluran akar dengan persentase komunikasi yang baik antara dokter dan pasien sehingga dapat meningkatkan kepatuhan pasien dapat ditemukan pada kepercayaan pasien terhadap dokter kunjungan pertama dan pada kunjungan yang pada akhirnya akan menghasilkan selanjutnya pasien tidak lagi datang suatu kepatuhan. Hal MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Tabel 4 Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawatan Saluran Akar dengan Kepatuhan Pasien saat Menjalani Perawatan Berulang Tingkat Pengetahuan Kepatuhan Sedang 8,8% 16,2% Tinggi Tinggi Sedang Rendah 42,6% Rendah 5,9% 26,5% 0,000 0,879 Berdasarkan tabel 4, hasil analisis menyatakan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan perawatan antara tingkat pengetahuan dengan saluran akar dengan kepatuhan pasien kepatuhan responden di Poli Gigi PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta. 11,15 diperoleh bahwa terdapat korelasi yang Hasil penelitian ini serupa dengan bermakna antara variabel yang diuji. penelitian yang dilakukan oleh Tiffany Hasil uji korelasi kendall tau b pada . Kepatuhan merupakan salah satu penelitian ini, didapatkan nilai p = 0,000 dan nilai koefisien korelasi . sebesar Pembentukan 0,879 dan arah korelasi positif ( ). dipengaruhi oleh faktor pengetahuan. Kekuatan hubungan yang kuat antar sikap, dan tindakan. Pada awalnya koefisien korelasi . sebesar 0,879. Arah beberapa tahapan dalam diri seseorang korelasi yang positif ( ) menunjukkan sehingga menimbulkan suatu persepsi. Persepsi kemudian akan menentukan sikap seseorang apakah suka atau tidak kepatuhan pasien. Hal ini dikarenakan suka terhadap objek tersebut. Setelah pengetahuan menjadi dasar seseorang mewujudkan apa yang diyakininya dalam melakukan tindakan. Hasil ini sejalan bentuk tindakan sehingga dapat dilihat dengan penelitian yang dilakukan oleh oleh orang lain. Ketiga proses inilah yang Variani et al . di Kota Kupang yang secara keseluruhan membentuk perilaku menunjukkan terdapat hubungan antara kesehatan, dalam hal ini kepatuhan dalam menjalani perawatan berulang. Penelitian Syahbandi . MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 KESIMPULAN Tingkat peneliti dan kedua orang tua. mengenai perawatan saluran akar di wilayah Samarinda termasuk kategori DAFTAR PUSTAKA tinggi dengan persentase 51,5%. Sumber pengalaman kunjungan, media, teman dan kerabat. Kepatuhan pasien saat menjalani perawatan berulang di wilayah Samarinda sebagian besar termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase 42,6%. Selebihnya kebanyakan pasien hadir pada kunjungan pertama dan tidak datang kembali pada kunjungan kedua Sehingga hubungan yang signifikan serta kekuatan hubungan yang kuat antara tingkat pengetahuan perawatan saluran akar dengan kepatuhan pasien menjalani koefisien korelasi . sebesar 0,879. UCAPAN TERIMA KASIH