PERENCANAAN MENGAJAR DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM Irwanto Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Serdang (STAIS) Lubuk Pakam Jln. Negara Km. 27 - 28 No. 16 Telp. 7952252 - Lubuk Pakam Kab. Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara Kode Pos: 20525 email: irwantospdi@gmail. Abstract: So that learning and teaching activities can run and be carried out properly and smoothly, teaching planning is needed. Descriptive teaching is defined as the process of delivering information or knowledge from the teacher to students. For the teaching process, the process of conveying knowledge will be more appropriate if interpreted by instilling knowledge. The curriculum as an education program that has been planned systematically, has a very important role in the education of students. Implementation of the curriculum is a process of applying concepts, ideas, programs, or curriculum arrangements into learning practices or new activities so that changes occur in a group of people expected to change. The implementation of the curriculum can also be interpreted as the actualization of the written curriculum in the form of Education unit level curriculum is an operational curriculum that is structured and implemented by each education unit. In the outline of SBC includes five main activities, namely the implementation of the learning process, assessment of learning outcomes, and supervision of the learning Keywords: Teaching. Plan and Curriculum Implementation. PENDAHULUAN Perencanaan adalah pemikiran sebelum pelaksanaan sesuatu tugas. Jadi Perencanaan Pengajaran berarti pemikiran tentang penerapan prinsip-prinsip umum mengajar tersebut di dalam pelaksanaan tugas mengajar dalam suatu situasi interaksi guru dan murid, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Karena dengan perencanaan itu, maka seseorang guru akan bisa memberikan pelajaran dengan baik, karena ia dapat menghadapi situasi di dalam kelas secara tegas, mantap dan fleksibel. Karena membuat perencanaan yang baik, maka seorang akan tumbuh menjadi seorang guru yang baik. Seorang bisa menjadi guru yang baik adalah berkat pertumbuhan, berkat pengalaman dan akibat dari hasil belajar yang terus menerus, walaupun faktor bakat ikut pula berpengaruh. Dalam proses belajar mengajar ada satu hal yang memegang peranan penting yaitu proses mengajar itu sendiri. Pengajaran pada intinya adalah interaksi antara pendidik dan peserta didik. dalam istilah AumengajarAy . atau AuteachingAy menempatkan guru sebagai Aupemeran utamaAy memberikan informasi. PEMBAHASAN Pengertian Perencanaan Perencanaan adalah sejumlah kegiatan yang ditentukan sebelumnya untuk dilaksanakan pada suatu periode tertentu dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan. Menurut Prajudi Atmosudirdjo mendefinisikan perencanaan ialah perhitungan dan Jurnal Al-Fikru Thn. Xi. No. Juli Ae Desember 2019 A ISSN 1978-1326 penentuan tentang sesuatu yang akan dijalankan dalam rangka mencapai tujuan tertentu, siapa yang melakukan, bilamana, dimana, dan bagaimana cara melakukannya. Harjanto, . 2 :. mengatakan, pengertian perencanaan adalah perencanaan atau rencana . dewasa ini telah dikenal oleh hampir setiap orang. Dari pendapat ini dapat kita ketahui bahwa setiap melaksanakan sesuatu perlu adanya perencanaan sebagai sumber acuan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, karena suatu pekerjaan akan terarah secara sistematis ketika perencanaan itu dalam menjalankan sesuai yang Dengan demikian, perencanaan dapat disimpulkan bahwa perencanaan berkaitan dengan penentuan apa yang akan dilakukan, perencanaan yang didahului pelaksanaan mengingat perencanaan merupakan suatu proses untuk menentukan dimana harus pergi dan mengindentifikasikan persyaratan yang diperlukan dengan cara yang paling efektif dan efesien. Perencanaan pembelajaran merupakan penjabaran, pengayaan dan pengembangan dari kurikulum Sudjana dalam Newman . 4: . Perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Perencanaan mengandung rangkaian-rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan dari tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metode-metode dan proedur tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari. Menurut Sudjana . 4: . mengatakan bahwa perencanaan adalah proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang. Perencanaan adalah suatu cara yang memuaskan untuk membuat kegiatan dapat berjalan dengan baik, disertai dengan berbagai langkah yang antisipatif guna memperkecil kesenjangan yang terjadi sehingga kegiatan tersebut mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Uno, 2008:. Guru perlu membuat perencanaan yang baik untuk memberikan penjelasan. Sedikitnya ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan penjelasan, yaitu isi pesan yang disampaikan dan peserta didik. (Mulyasa, 2005 : . Sebagai seorang guru sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran, seorang guru dituntut membuat perencanaan pembelajaran termasuk dalam perencanaan penjelasan agar mempermudah guru dalam melaksanakan tugas selanjutnya. Dalam membuat perencanaan seorang guru harus profesional dan dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan sehingga peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dengan nyaman sesuai dengan yang diinginkan. Guru yang mempunyai perencanaan dapat menciptakan pembelajaran yang Hal ini diperkuat oleh pendapat Sukardi . 6: . yang mengatakan bahwa ada beberpa faktor untuk menciptakan situasi belajar yang kondusif, antara lain: . Luwes dalam pembelajaran, . Empati dan pekah terhadap segala kebutuhan siswa, . Mampu mengajar sesuai dengan selera siswa. Mau dan mampu memberi peneguhan . ain forcemen. , . Mau dan mampuh memberi kemudahan, kehangatan dan tidak kaku dalam proses pembelajaran. Mampu menyesuaikan emosi, percaya diri, riang dalam proses Sedangkan yang dimaksud Pembelajaran atau pengajaran menurut Degeng adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Dalam pengertian ini secara implisit dalam pengajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, mengembangkan metode untuk mencapai hasil pengajaran yang diinginkan. Pemilihan, penetapan, dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pengajaran yang ada. Kegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. Irwanto . Jurnal Al-Fikru Thn. Xi. No. Juli Ae Desember 2019 A ISSN 1978-1326 William C. Morse dan G. Max Wingo dalam Sahabuddin menemukan tiga macam defenisi mengajar, yaitu pengertian tradisioanal, pengertian menurut kamus,dan pengeretian mutahir. (Tumpu, 1999: 10-. Secara tradisional mengajar diartikan sebagai proses memberikan kepada pelajar pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan unuk menguasai mata pelajaran yang telah ditentukan. Menurut pengertian ini keberhasilan guru mengajar dan murid belajar diukur dari segi kemampuan murid-murid menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan mata pelajaran yang telah diberikan. Pengertian kamus lebih maju sedikit daripada pengertian tradisional. Dalam defenisi ini, mengajar diartikan sebagai penunjuk bagaimana mengerjakan, menjadikan mengerti, memberi instruksi. Sekalipun sudah agak jelas namun dalam defenisi ini belum dikemukakan mengenai apa, bagaimana dan mengapa dari mengajar itu. Pembelajaran mutahir merumuskan mengajar sebagai sistem kegiatan untuk membimbing atau merangsang belajar anak dan sebagai individu serta sebagai kelompok dengan maksud terpenuhinya kelengkapan pengalaman belajar yang memungkinkan seorang anak berkembang secara teratur mencapai kedewasaannya. Roestia dalam bukunya yang berjudul masalah pengajaran sebagai system menyatakan bahwa, pengajaran adalah transfer pengetahuan kepada siswa. (Roesti N. K, 1994: . Jadi, dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang disebut perencanaan pembelajaran adalah kegiatan yang akan dilakukan di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan pembelajaran. Maka dari definisi ini perencanaan pembelajaran mengandung unsur-unsur: . Sejumlah kegiatan yang ditetapkan sebelumnya, . Adanya proses, . Hasil yang ingin dicapai, . Menyangkut masa depan dalam waktu tertentu. Manfaat Perencanaan Perencanaan pembelajaran juga dimaksudkan sebagai langkah awal sebelum proses pembelajaran berlangsung. Untuk itu terdapat beberapa manfaat perencanaan pembelajaran, yaitu: . Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan, . Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan, . Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, bagi unsur guru maupun murid, . Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan kelambatan kerja, . Untuk bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja, . Penyusunan skala proritas baik sasaran maupun kegiatan. Konsistensi kompetensi yang akan dicapai dalam setiap mata pelajaran hendaknya selalu diupayakan tercapai secara optimal. Kegiatan pembelajaran diarahkan untuk memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran hendaknya: . Berpusat pada peserta didik, . Mengembangan kreatifitas peserta didik, . Menciptakan kondisi yang menantang dan menyenangkan, . Bermuatan nilai, etika, estetika, dan logika, dan . Menyediakan pusat pengalaman belajar yang beragam (Diknas, 2. Konsep Dasar Mengajar Kata teach atau mengajar berasal dari bahasa inggris kuno yaitu taecan yang berarti Mengajar to teach dilihat dari asal usul katanya berarti memperlihatkan sesuatu kepada seseorang melalui tanda atau symbol, penggunaan tanda atau simbol itu dimaksudkan untuk membangkitkan atau menumbuhkan respon mengenai kejadian, seseorang, observasi, penemuan, dan lain sebagainya. Sejak tahun 1500-an, definisi mengajar teaching mengalami perkembangan secara terus menerus. Secara deskriptif mengajar diartikan sebagai proses penyampaian informasi atau pengetahuan dari guru kepada siswa. Untuk proses mengajar, bagian proses menyampaikan pengetahuan akan lebih tepat jika diartikan dengan menanamkan ilmu 102 | Perencanaan Mengajar Dalam Implementasi Kurikulum Jurnal Al-Fikru Thn. Xi. No. Juli Ae Desember 2019 A ISSN 1978-1326 pengetahuan seperti yang dikemukakan Smith bahwa mengajar adalah menanamkan pengetahuan atau keterampilan teaching is imparting knowledge or skill. Sebagai proses menyampaikan atau menanamkan ilmu pengetahuan, maka mengajar memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut (Orieljungkring. 2012/05/mengajar-dan-belajar-dalam-implementasi. Proses Pengajaran Berorientasi pada Guru Teacher Center Dalam kegiatan belajar mengajar, guru memang peran yang sangat penting. Oleh karna itu pentingnya peran guru, maka biasanya proses pengajaran akan berlangsung manakala ada guru, dan tidak mungkin ada proses pembelajaran tanpa Sehubungan dengan proses pembelajaran yang berpusat pada guru, maka minimal ada tiga peran utama yang harus dilakukan guru, yaitu guru sebagai perencana, sebagai penyampai informasi, dan guru sebagai evaluator. Siswa sebagai Objek Pelajar Konsep mengajar sebagai proses menyampaikan materi pembelajaran, menempatkan siswa sebagai objek yang harus menguasai materi pelajaran. Peran siswa adalah sebagai penerima informasi yang diterima oleh guru. Sebagai objek belajar, kesempatan siswa untuk mengembangkan kemampuan sesuai dengan minat dan bakatnya, bahkan untuk belajar sesuai dengan gayanya sangat terbatas. Sebab dalam proses pembelajaran segalanya diatur dan ditentukan oleh guru. Kegiatan Pengajaran Terjadi pada Tempat dan Waktu Tertentu Proses pengajaran berlangsung pada tempat tertentu misalnya terjadi di dalam kelas dengan penjadwalan yang ketat, sehingga siswa hanya belajar manakala ada kelas yang telah didesain sedemikian rupa sebagai tempat belajar. Cara mempelajarinya pun seperti bagian-bagian yang terpisah, seakan-akan tidak ada kaitannya antara materi pelajaran yang satu dengan yang lain. Tujuan Utama Pengajaran adalah Penguasaan Materi Pelajaran Keberhasilan suatu proses pengajaran diukur dari sejauh mana siswa dapat menguasai materi pelajaran yang disampaikan guru. Oleh karena kriteria keberhasilan ditentukan oleh penguasaan materi pelajaran, maka alat evaluasi yang digunakan biasanya adalah tes hasil belajar tertulis paper and pencil test yang dilaksanakan secara Mengajar sebagai Proses Mengatur Lingkungan Pandangan mengajar yang hanya sebatas menyampaikan ilmu pengetahuan itu, dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan. Mengapa demikian? Minimal ada empat alasan penting. Alasan inilah yang kemudian menuntut perlu terjadinya perubahan paradigma mengajar dari mengajar hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran kepada mengajar sebagai proses mengatur lingkungan. Siswa bukan orang dewasa dalam bentuk mini, akan tetapi mereka adalah organisme yang sedang berkembang. Ledakan ilmu pengetahuan mengakibatkan kecendrungan setiap orang tidak mungkin dapat menguasai cabang keilmuan. Perkembangan teknologi khususnya informasi, memungkinkan setiap orang bisa mendapatkan ilmu pengetahuan dimana dan kapan saja. Penemuan-penemuan baru khususnya dalam bidang psikologi, mengakibatkan pemahaman baru terhadap konsep perubahan tingkah laku manusia. Hal diatas menuntut perubahan makna dalam mengajar. Mengajar jangan diartikan sebagai proses menyampaikan materi pembelajaran. Atau memberikan stimulus sebanyak-banyaknya kepada siswa, akan tetapi lebih dipandang sebagai proses mengatur lingkungan agar siswa belajar sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimilikinya. Irwanto . Jurnal Al-Fikru Thn. Xi. No. Juli Ae Desember 2019 A ISSN 1978-1326 Pengaturan lingkungan adalah proses menciptakan iklim yang baik seperti penataan lingkungan,penyediaan alat dan sumber pembelajaran, dan hal-hal lain yang memungkinkan siswa siswi betah dan merasa senang belajar sehingga mereka dapat berkembang secara optimal sesuai dengan bakat, minat, dan potensi yang dimilikinya. Kata pembelajaran adalah terjemahan dari instruction, yang banyak dipakai dalam dunia pendidikan di Amerika Serikat. Oleh karena itu menurut Gagne, mengajar atau teachingmerupakan bagian dari pembelajaran intruction, dimana peran guru lebih ditekankan kepada bagaimana merancang atau mengaransemen berbagai sumber dan fasilitas yang tersedia untuk digunakan dan dimanfaatkan siswa dalam mempelajari Dalam istilah pembelajaran yang lebih dipengaruhi oleh perkembangan hasilhasil teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan belajar, siswa diposisikan sebagai subjek belajar yang memegang peranan yang utama, sehingga dalam setting proses belajar mengajar siswa dituntut beraktivitas secara penuh bahkan secara individual mempelajari bahan pelajaran. Terdapat beberapa karakteristik dari konsep mengajar sebagai proses mengatur lingkungan itu (Orieljungkring. com/2012/05/mengajar-danbelajar-dalam-implementasi. Mengajar Berpusat pada Siswa Student Centered Mengajar tidak ditentukan oleh selera guru, akan tetapi sangat ditentukan oleh siswa itu sendiri. Dengan demikian, peran guru berubah dari peran sebagai sumber belajar menjadi peran sebagai fasilitator, artinya guru lebih banyak sebagai orang yang membantu siswa untuk belajar. Tujuan utama mengajar adalah membelajarkan siswa. Oleh sebab itu kriteria keberhasilan proses mengajar tidak diukur dari sejauh mana siswa telah menguasai materi pelajaran akan tetapi diukur dari sejauh mana siswa telah melakukan proses belajar. Siswa sebagai Subjek Belajar Dalam konsep mengajar sebagai proses mengatur lingkungan,siswa tidak dianggap sebagai organisme yang pasif yang hanya sebagai penerima informasi, akan tetapi dipandang sebagai organisme yang aktif, yang memiliki potensi untuk Mereka adalah individu yang memiliki kemampuan dan potensi. Proses Pembelajaran Berlangsung di Mana Saja Sesuai dengan karakteristik pembelajaran yang berorientasi kepada siswa, maka proses pembelajaran bisa terjadi dimana saja. Kelas bukanlah satu-satunya tempat belajar siswa. Pembelajaran Berorientasi pada Pencapaian Tujuan Tujuan pembelajaran bukanlah penguasaan materi pelajaran, akan tetapi proses untuk mengubah tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan yang akan Makna Mengajar Mengajar pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk menciptakan kondisi atau sistem lingkungan yang mendukung dan memungkinkan untuk berlangsungya proses Jika belajar dikatakan milik siswa, maka mengajar dikatakan sebagai kegiaatn guru. Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan pada anak didik. Menurut pengertian ini berarti bertujuan tujuan belajar dari siswa itu hanya sekedar ingin mendapatkan atau menguasai pengetahuan. Sebagai konsekuesi pengertian semacam ini dapat membuat suatu kecenderungan anak menjadi pasif, karena hanya menerima informasi atau pengetahuan yang diberikan oleh gururnya. Sehingga pengajarannya bersifat teacher centered, jadi gurulah yang memegang posisi kunci dalam proses belajar mengajar di kelas. 104 | Perencanaan Mengajar Dalam Implementasi Kurikulum Jurnal Al-Fikru Thn. Xi. No. Juli Ae Desember 2019 A ISSN 1978-1326 Guru menyampaikan pengetahuan agar anak didik mengetahui tentang pengetahuan yang disampaikan oleh guru. Mengajar pada prinsipnya membimbing siswa dalam kegiatan belajar mengajar atau mengandung pengertian bahwa mengajar merupakan suatu usaha mengorganisasikan lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran yang menimbulkan proses belajar mengajar. Pengertian ini mengandung makna bahwa guru dituntut untuk dapat berperan sebagai organisator kegiatan belajar mengajar siswa dan juga hendaknya mampu memanfaatkan lingkungan, baik yang ada di kelas maupun yang ada di luar kelas, yang menunjang kegiatan belajar mengajar yaitu (Orieljungkring. com/2012/05/mengajar-dan-belajar-dalam-implementasi. Sardiman AM . 4: . , menyebutkan bahwa: Mengajar diartikan sebagai suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan anak, sehingga terjadi proses Atau dikatakan, mengajar sebagai upaya menciptakan kondisi yang kondusif untuk berlangsungnya kegiatan belajar bagi para siswa. Kondisi itu diciptakan sedemikian rupa sehingga membantu perkembangan anak secara optimal baik jasmani maupun rohani, baik fisik maupun mental. Menurut Hamalik . 1: 44-. , mengemukakan bahwa: Mengajar dapat diartikan sebagai, pertama menyampaikan pengetahuan kepada siswa didik atau murid di sekolah, kedua mewariskan kebudayaan kepada generasi muda melalui lembaga pendidikan sekolah, ketiga usaha mengoranisasi lingkungan sehingga menciptakan kondisi belajar bagi siswa, keempat memberikan bimbingan belajar kepada murid, kelima kegiatan mempersiapkan siswa untuk menjadi warga negara yang baik sesuai dengan tuntutan masyarakat, keenam suatu proses membantu siswa menghadapi kehidupan sehari-hari. Pendapat lain juga menjelaskan yaitu menurut Suhardan . 0: . , bahwa: Mengajar pada dasarnya merupakan kegiatan akademik yang berupa interaksi komunikasi antara pendidik dan peserta didik. Selain itu mengajar menurut Burton yang dikutip oleh Sagala . 3: . , yaitu: Mengajar merupakan upaya memberikan stimulus, bimbingan pengarahan, dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar. Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa mengajar adalah aktivitas kompleks yang dilakukan guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa, sehingga terjadi proses belajar. Aktivitas kompleks yang dimaksud antara lain adalah mengatur kegiatan belajar siswa, memanfaatkan lingkungan . aik yang ada di kelas maupun yang ada di luar kela. dan memberikan stimulus, bimbingan pengarahan serta dorongan kepada siswa. Mengajar terdiri atas sejumlah kegiatan tertentu, yaitu: . Membangkitkan dan memelihara perhatian, . Menjelaskan kepada murid hasil apa yang diharapkan, . Merangsang murid untuk mengingat kembali konsep, aturan, dan keterampilan yang merupakan prasyarat agar memahami pelajaran yang akan diberikan. Menyajikan simulasi yang berkenaan dengan bahan pelajaran. Memberikan bimbingan kepada murid dalam proses belajar mengajar. Memberikan feedback atau balikan dengan memberitahukan kepada murid apakah hasil belajarnya benar atau tidak. Menilai hasil belajar dengan memberikan kesempatan kepada murid untuk mengetahui apakah ia telah benar menguasai bahan pelajaran itu dengan memberikan soal. Mengusahakan transfer dengan memberikan contoh-contoh tambahan untuk meng generalisasikan apa yang telah dipelajari itu sehingga ia dapat menggunakannya dalam situasi-situasi lain, dan . Irwanto . Jurnal Al-Fikru Thn. Xi. No. Juli Ae Desember 2019 A ISSN 1978-1326 Memantapkan apa yang dipelajari dengan memberikan latihan-latihan untuk menerapkan apa yang telah dipelajari itu. Implementasi Kurikulum Kata kurikulum berasal dari bahasa Inggris AucurriculumAy yng diambil dari bahasa Yunani AucurirAy yang berarti pelari dan AucurereAy yang berarti tempat pacu. kata kurikulum memang pada mulanya berasal dari bidang olahraga yang menunjukkan pada definisi Au jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari dari garis start sampai finish. Ay Dianalogikan dalam kegiatan sekolah bahwa kurikulum diartikan sebagai jarak kegiatan belajar dari awal sekolah sampai tamat dari sekolah tersebut. Lunerberg dan Ornstein . 0: . mengemukakan bahwa kurikulum dapat didefinisikan dalam berbagai pengertian: sebagai rencana, dalam kaitan dengan pengalaman, sebagai suatu bidang studi dan dalam kaitan dengan mata pelajaran dan tingkat kelas. Dalam Sistem Pendidikan Nasional (UU No, 20 Tahun 2. , kurikulum adalah seperangkat rencana dan peraturan mengenai tujuan, isi dan lahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Rumusan ini lebih spesifik mengandung pokok pikiran sebagai berikut: . Kurikulum merupakan suatu rencana/perencanaan, . Kurikulum merupakan pengaturan, berarti mempunyai sistematika dan struktur tertentu, . Kurikulum memuat/berisikan isi dan bahan pelajaran, menunjukkan kepada perangkat mata ajaran atau bidang pengajaran tertentu. Kurikulum mengandung cara, atau metode atau strategi penyampaian pengajaran, . Kurikulum merupakan pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar, . Kendatipun tidak tertulis, namun telah tersirat di dalam kurikulum, yakni kurikulum dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan dan . Berdasarkan butir 6, maka kurikulum sebenarnya adalah suatu alat pendidikan. Impelentasi adalah suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci. Implementasi biasanya dilakukan setelah perencanan sudah dianggap fix. berikat ane akan sedikit info tentang pengertian implentasi menurut para ahli. semoga info tentang pengertian implementasi menurut para ahli bisa bermanfaat. Secara sederhana implementasi bisa diartikan pelaksanaan atau penerapan. Majone dan Wildavsky . alam Nurdin dan Usman, 2. , mengemukakan implementasi sebagai Browne dan Wildavsky . alam Nurdin dan Usman, 2004:. mengemukakan bahwa Ayimplementasi adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikanAy. Pengertian implementasi sebagai aktivitas yang saling menyesuaikan juga dikemukakan oleh Mclaughin . alam Nurdin dan Usman, 2. Adapun Schubert . alam Nurdin dan Usman, 2002:. mengemukakan bahwa Ayimplementasi adalah sistem rekayasa. Ay Pengertian-pengertian di atas memperlihatkan bahwa kata implementasi bermuara pada aktivitas, adanya aksi, tindakan, atau mekanisme suatu sistem. Ungkapan mekanisme mengandung arti bahwa implementasi bukan sekadar aktivitas, tetapi suatu kegiatan yang terencana dan dilakukan secara sungguh-sungguh berdasarkan acuan norma tertentu untuk mencapai tujuan kegiatan. Oleh karena itu, implementasi tidak berdiri sendiri tetapi dipengaruhi oleh obyek berikutnya yaitu kurikulum. Dalam kenyataannya, implementasi kurikulum menurut Fullan merupakan proses untuk melaksanakan ide, program atau seperangkat aktivitas baru dengan harapan orang lain dapat menerima dan melakukan Dalam konteks implementasi kurikulum pendekatan-pendekatan yang telah dikemukakan di atas memberikan tekanan pada proses. Esensinya implementasi adalah suatu proses, suatu aktivitas yang digunakan untuk mentransfer ide/gagasan, program 106 | Perencanaan Mengajar Dalam Implementasi Kurikulum Jurnal Al-Fikru Thn. Xi. No. Juli Ae Desember 2019 A ISSN 1978-1326 atau harapan-harapan yang dituangkan dalam bentuk kurikulum desain . agar dilaksanakan sesuai dengan desain tersebut. Masing-masing pendekatan itu mencerminkan tingkat pelaksanaan yang berbeda. Dalam kaitannya dengan pendekatan yang dimaksud. Nurdin dan Usman . menjelaskan bahwa pendekatan pertama, menggambarkan implementasi itu dilakukan sebelum penyebaran . kurikulum Kata proses dalam pendekatan ini adalah aktivitas yang berkaitan dengan sumber-sumber mendemosntrasikan metode pengajaran yang diugunakan. Pendekatan kedua, menurut Nurdin dan Usman . menekankan pada fase Kata proses dalam pendekatan ini lebih menekankan pada interaksi antara pengembang dan guru . raktisi pendidika. Pengembang melakukan pemeriksaan pada program baru yang direncanakan, sumber-sumber baru, dan memasukan isi/materi baru ke program yang sudah ada berdasarkan hasil uji coba di lapangan dan pengalamanpengalaman guru. Interaksi antara pengembang dan guru terjadi dalam rangka penyempurnaan program, pengembang mengadakan lokakarya atau diskusi-diskusi dengan guru-guru untuk memperoleh masukan. Implementasi dianggap selesai manakala proses penyempurnaan program baru dipandang sudah lengkap. Sedangkan pendekatan ketiga. Nurdin dan Usman . memandang implementasi sebagai bagian dari program Proses implementasi dilakukan dengan mengikuti perkembangan dan megadopsi program-program yang sudah direncanakan dan sudah diorganisasikan dalam bentuk kurikulum desain . Implementasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pelaksanaan atau penerapan. Artinya yang dilaksanakan dan diterapkan adalah kurikulum yang telah dirancang/didesain untuk kemudian dijalankan sepenuhnya. Kalau diibaratkan dengan sebuah rancangan bangunan yang dibuat oleh seorangInsinyur bangunan tentang rancangan sebuah rumah pada kertas kalkirnya maka implementasi yang dilakukan oleh para tukang adalah rancangan yang telah dibuattadi dan sangat tidak mungkin atau mustahil akan melenceng atau tidak sesuai denganrancangan, apabila yang dilakukan oleh para tukang tidak sama dengan hasil rancangan akan terjadi masalah besar dengan bangunan yang telah di buat karenarancangan adalah sebuah proses yang panjang, rumit, sulit dan telah sempurna darisisi perancang dan rancangan itu. Maka implementasi kurikulum juga dituntut untuk melaksanakan sepenuhnya apa yang telah direncanakan dalam kurikulumnya untuk dijalankan dengan segenap hati dan keinginan kuat, permasalahan besar akan terjadiapabila yang dilaksanakan bertolak belakang atau menyimpang dari yang telahdirancang maka terjadilah kesia-sian antara rancangan dengan implementasi. Rancangan kurikulum dan impelemntasi kurikulum adalah sebuah sistem danmembentuk sebuah garis lurus dalam hubungannya . onsep linearita. dalam artiimpementasi mencerminkan rancangan, maka sangat penting sekali pemahaman guruserta aktor lapangan lain yang terlibat dalam proses belajar mengajar sebagai inti kurikulum untuk memahami perancangan kurikulum dengan baik dan benar. Faktor yang Mempengaruhi Implementasi Kurikulum Implementasi Kurikulum dipengaruhi oleh tiga faktor berikut : Karakteristik kurikulum. yang mencakup ruang lingkup ide baru suatu kurikulum dan kejelasaanya bagi pengguna di lapangan. Strategi implementasi: yaitu strategi yang digunakan dalam implementasi, seperti diskusi profesi, seminar, penataran, loka karya, penyediaan buku kurikulum, dan kegiatan-kegiatan yang dapat mendorong penggunaan kurikulum di lapangan. Irwanto . Jurnal Al-Fikru Thn. Xi. No. Juli Ae Desember 2019 A ISSN 1978-1326 Karakteristik pengguna kurikulumyang meliputi pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap guru terhadap kurikulum, serta kemempuanya untuk merealisasikan kurikulum dalam pembelajaran. Sejalan dengan uraian di atas. Mars . mengemukakan tiga faktor yang mempengaruhi implementasi kurikulum, yaitu dukungan kepala sekolah, dukungan rekan sejawat guru, dan dukungan internal yang datang dalam diri guru sendiri. Dari beberapa faktor tersebut guru merupakan faktor penentu di samping faktor-faktor yang Implementasi Kurikulum Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang di susun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Dokumen KTSP yang dihasilkan oleh satuan pendidikan baik sekolah maupun madrasah akan diimplementasikan dalam bentuk kegiatan pembelajraan. Maka seluruh komponenkomponen sekolah baik madrasah harus mempersiapkan dengan baik terutama pihak Sedangakan implementasi kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dapat didefinisikan sebagai suatu proses penerapan ide, konsep, dan kebijaksanaan kurikulum . urikulum potensia. dalam suatu aktifitas pembelajaran, sehingga peserta didik menguasai seperangakat kompetensi tertentu, sebagai hasil interaksi dengan Dalam garis besarnya implementasi kurikulum berbasis kompetensi mencakup tiga kegiatan pokok, yaitu pengembangan program, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi. Adapun implementasi kurikulum dalam bentuk pembelajaran berdasar Standar Nasional Pendidikan terutama Standar Proses, sebagaimana dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, mencakup perencanaan proses pembelajaraan, pelaksanaan proses pembelajraan, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran. KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral bahwa untuk dikembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang berakhlak mulia dan menjadi warga Negara yang demokratis serta berrtanggungjawab. Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi dan gender. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan . untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Menyeluruh dan berkesinambungan 108 | Perencanaan Mengajar Dalam Implementasi Kurikulum Jurnal Al-Fikru Thn. Xi. No. Juli Ae Desember 2019 A ISSN 1978-1326 Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, dan kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan pada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Selain itu. KTSP disusun dengan memperhatikan acuan operasional sebagai Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Kurikulum disusun agar memungkinan pengembangan keragaman potensi, minat, kecerdasan intelektual, emosional, sepiritual, dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. Keragaman potensi dan krakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki keragaman potensi, kebutuhan, tantangan, dan keragaman karakteristik lingkungan. Oleh karena itu, kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional. Tuntutan dunia kerja Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali perseta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan perserta didik dan kebutuhan dunia kerja, khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jejang yang lebh tinggi. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama, serta memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan Dinamika perkembangan global Kurikulum harus diperkembangkan agar perserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Irwanto . Jurnal Al-Fikru Thn. Xi. No. Juli Ae Desember 2019 A ISSN 1978-1326 Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Kesetaraan gender Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya gender. Karakteristik satuan pendidikan Kurikulum harus di kembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi, dan ciri khas satuan pendidikan. Kegiatan Pokok Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Menurut Susilo . 7: . secara garis besar implementasi KTSP mencakup tiga kegiatan pokok, meliputi: Pengembangan Program Pengembangan KTSP mencakup pengembangan program tahunan . rogram umum setiap mata pelajara. , program semester . erisi hal-hal yang akan disampaikan dalam semester tersebu. , program modul/pokok bahasan . embar kerja, kunci, soal, dan jawaba. , program mingguan dan harian . ntuk mengetahui kemajuan dan kesulitan peserta didi. , program pengayaan dan remidial, serta program bimbingan dan konseling. Pelaksanaan Pembelajaran Dalam pembelajaran, tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. Pada umumnya pelaksanaan pembelajaran berbasis KTSP mencakup tiga hal, yaitu pre test, pembentukan kompetensi, post test. Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran: . Rombongan belajar, . Beban kerja minimal guru, . Buku teks pembelajaran, . Pengelolaan kelas. Evaluasi Hasil Belajar Evaluasi belajar dalam KTSP dapat dilakukan dengan penilaian kelas test kemampuan dasar, penilaian akhir satuan pendidikan dan sertifikasi. dan penilaian. Tujuan pendidikan nasional perlu dijabarkan menjadi tujuan institusional, selanjutnya dirinci menjadi tujuan kurikuler yang pada gilirannya dirumuskan menjadi tujuan-tujuan instruksional . mum dan khusu. yang mendasarkan perencanaan pengajaran. Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingakat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai lahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian dilakukan secara konsisiten, sistematik, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilain hasil karya berupa tugas, proyek atau produk, portofolio, dan penilain diri. Penilain hasil pembelajaran menggunakan standar penilain pendidikan dan panduan penilain kelompok mata pelajaran. PENUTUP Perencanaan adalah sejumlah kegiatan yang ditentukan sebelumnya untuk dilaksanakan pada suatu periode tertentu dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan. Setiap kegiatan pasti mempunyai perencanaan demikian juga dengan mengajar, sudah pasti mempunyai perencanaan yang matang dalam mengajar. Agar kegiatan belajar dan mengajar dapat berjalan dan terlaksana dengan baik dan lancar maka diperlukan perencanaan mengajar. 110 | Perencanaan Mengajar Dalam Implementasi Kurikulum Jurnal Al-Fikru Thn. Xi. No. Juli Ae Desember 2019 A ISSN 1978-1326 Secara deskriptif mengajar diartikan sebagai proses penyampaian informasi atau pengetahuan dari guru kepada siswa. Untuk proses mengajar, bagian proses menyampaikan pengetahuan akan lebih tepat jika diartikan dengan menanamkan ilmu. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru memang peran yang sangat penting. Oleh karna itu pentingnya peran guru, maka biasanya proses pengajaran akan berlangsung manakala ada guru, dan tidak mungkin ada proses pembelajaran tanpa guru. Sehubungan dengan proses pembelajaran yang berpusat pada guru, maka minimal ada tiga peran utama yang harus dilakukan guru, yaitu guru sebagai perencana, sebagai penyampai informasi, dan guru sebagai evaluator. Kurikulum sebagai program pendidikan yang telah direncanakan secara sistematis, mengemban peranan yang sangat penting bagi pendidikan siswa. Implementasi Kurikulum merupakan suatu proses penerapan konsep, ide, program, atau tatanan kurikulum kedalam praktek pembelajaran atau aktivitas-aktivitas baru sehingga terjadi perubahan pada sekelompok orang diharapkan untuk berubah. Implementasi kurikulum juga bisa diartikan sebagai aktualisasi kurikulum tertulis dalam bentuk pembelajaran. Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang di susun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Dalam garis besarnya KTSP mencakup lima kegiatan pokok, yaitu pelaksnaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA