P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. Desember 2022 Page: 100-110 Linggau Jurnal Language education and literature Meningkatkan Kemampuan Menelaah Teks Prosedur Melalui Metode PBL (Problem Based Learnin. di Siswa Kelas VII SMP Tri Mulya Jakarta Prihatin Suyatiningsih SMP Tri Mulya Jakarta. Indonesia Email: prihatinsuyatiningsih99@gmail. Abstrak Tujuan yang diharapkan dalam penelititian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam menelaah teks prosedur melalui pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada peserta didik kelas VII SMP Tri Mulya Jakarta. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di kelas VII pada semester Ganjil Tahun Pelajaran 2022/2023 dengan jumlah peserta didik sebanyak 35 orang. Faktor yang diteliti adalah . faktor siswa, yakni keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. faktor guru, yakni berkaitan dengan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran teks prosedur . hasil belajar, yakni berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menelaah teks prosedur. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data secara kualitatif deskriptif. Indikator keberhasilan tindakan tercapai secara klasikal jika 80% dari jumlah siswa, memperoleh nilai Ou 75 sebagai kriteria ketuntasan minimal (KKM) kelas VII mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Tri Mulya Jakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik dalam menelaah teks prosedur pada siswa kelas VII SMP Tri Mulya Tahun Pelajaran 2022/2023 dapat ditingkatkan melalui proses pembelajaran yang menggunakan metode pembelajaran problem based learning (PBL). Hal ini dapat buktikan dengan rata-rata persentase kemampuan peserta didik sebelum pelaksanaan tindakan berada pada rata-rata persentase 60% meningkat menjadi 85%. Kata Kunci: kemampuan siswa. problem based learning (PBL) Abstract The expected goal in this classroom action research is to improve students' ability to analyze the contents of prosedur text through Problem Based Learning (PBL) for seventh grade students of SMP Tri Mulya Jakarta. This type of research is Classroom Action Research (CAR) which is carried out in class VII SMP Tri Mulya Jakarta in the even semester of the 2021/2022 academic year with a total of 35 students. The factors studied were . student factors, namely the activeness of students in the learning process. the teacher factor, which is related to the teacher's ability to apply Problem Based Learning (PBL) learning in ProsedurTexts learning. learning outcomes, which are related to students' abilities in the content of Descriptive Texts. The research data were analyzed using qualitative descriptive data analysis techniques. The indicator for the success of the action is achieved classically if 80% of the number of students, get a score of 75 as the minimum completeness criteria (KKM) for class VII English subjects at Tri Mulya Middle School Jakarta. The results of this study indicate that the ability of students to analyze the contents Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Linggau Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Desember 2022 Page: 100-110 of Descriptive Texts in grade VII students of SMP Tri Mulya in the 2021/2022 academic year can be improved through a learning process that uses the Problem Based Learning (PBL) learning method. This can be proven by the average percentage of students' abilities before the implementation of the action was at an average percentage of 60% increased to 85% . Keywords: student's ability. problem based learning (PBL) PENDAHULUAN Sistem pendidikan di Indonesia telah mengalami beberapa perubahan yang ditetapkan oleh pemerintah dengan cara membuat kurikulum baru disesuaikan dengan kebutuhan sumber daya manusia yang lebih kompeten yaitu Kurikulum 2013 Dalam Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 . tentang Standar Kompetensi Lulusan dijelaskan bahwa setiap lulusan pendidikan dasar dan menengah memiliki kompetensi pada tiga dimensi yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Teks prosedur adalah salah satu materi yang terdapat pada jenjang Sekolah Menengah Pertama kelas VII semester ganjil pada kurikulum 2013. Menelaah struktur dan kaidah kebahasaan teks deskripsi yang dibaca merupakan kompetensi dasar pada materi teks prosedur. Dalam rangka melaksanakan tujuan pembelajaran yang dimaksud, guru sebagai seorang pendidik diharapkan mampu melaksanakan pembelajaran inovatif di kelas. Metode pembelajaran berbasis masalah (PBL) merupakan salah satu metode pada pembelajaran inovatif abad 21 yang berorientasi pada 4C (Creativity. Collaboration. Critical Thingking, dan Communicatio. dan TPACK. Ali Muhtadi . 9:35 ) menyatakan bahwa pembelajaran Problem Based Learning atau pembelajaran berbasis masalah merupakan model pembelajaran yang menantang peserta didik untuk belajar bagaimana belajar, dan bekerja secara berkelompok untuk mencari solusi dari permasalahan dunia nyata. Dalam praktik pembelajaran bahasa Indonesia di kelas, sering ditemukan beberapa kendala, yaitu capaian materi dalam pembelajaran teks prosedur masih dikategorikan rendah. Hal ini dapat dilihat dari 35 peserta didik, persentase siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM sebesar 60% . orang sisw. Sebagian lainnya siswa mendapatkan nilai di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Linggau Jurnal Language education and literature Vol. 2 No. Desember 2022 Page: 100-110 Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan teman sejawat (Faisal Eka Juliansyah. Pd. Fitriah Nur C. Pd. ) dan peserta didik diperoleh informasi bahwa peserta didik kurang literasi. Peserta didik kurang mampu menelaah teks prosedur karena kurangnya minat membaca teks. Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengisyaratkan tentang perlunya proses pembelajaran yang dipandu dengan kaidah-kaidah pendekatan saintifik atau ilmiah. Upaya penerapan pendekatan saintifik atau ilmiah dalam proses pembelajaran ini sering disebut-sebut sebagai ciri khas dan menjadi kekuatan tersendiri dari keberadaan kurikulum 2013, yang tentunya menarik untuk dipelajari dan dielaborasi lebih lanjut. Kemendikbud . memberikan konsepsi tersendiri bahwa pendekatan ilmiah . cientific appoac. dalam pembelajaran didalamnya mencakup komponen: mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan dan mencipta. Komponenkomponen tersebut seyogyanya dapat dimunculkan dalam setiap pembelajaran. Sejalan dengan perkembangan zaman maka peserta didik harus dibekali keterampilan menemukan dan memecahkan masalah. Untuk itu, penggunaan model pembelajaran yangsesuai adalah problem based learning (PBL). pembelajaran yang berbasis pa da dalam mplemen- tasi Kurikulum 2013 adalah model pembelajaran berbasis masalah problem based learning (PBL). Dalam pelaksanaan strategi pembelajaran berbasis HOTS yang dilakukan oleh pendidik, pembelajaran akan menjadi lebih efektif karena peserta didik dihadapkan pada suatu permasalahan dan dilatih untuk mampu memecahkan masalah tersebut. Model problem based learning (PBL), telah dilengkapi dengan urutan pembelajaran . yang sesuai dengan pelibatan siswa dalam pembelajaran. Hal ini sesuai dengan konsep pembelajaran Kurikulum 2013 yang memiliki konsep student centered . eserta lebih akti. Selain itu, pemilihan model pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran, yang ditinjau dari kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, dan penilaian yang akan dilaksanakan. Atas dasar hal tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian terkait penggunaan modelproblem based learning (PBL) dalam rangka meningkatkan kemampuan siswa dalam menelaah teks prosedur Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Linggau Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Desember 2022 Page: 100-110 serta hambatan dan solusi dalam penerapan model pembelajaran tersebut. METODE Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Menurut Ramdan . 1: . Metode kualitatif adalah penelitian yang memiliki menggunakan analisis, proses dan makna lebih ditonjolkan, peneliti ikut serta dalam peristiwa atau kondisi yang diteliti. Sementara itu, jenis penelitian adalah deskriptif. Jenis penelitian deskriptif yaitu metode yang cara kerjanya lebih memberikan interpretasi, pemahaman terhadap objek yang diamati (Ratna dalam Suhardi, 2019:. Sedangkan Ghony dan Almanshur dalam Suhardi . , mengemukakan bahwa AuMetode deskriptif adalah metode yang cara kerjanya mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, dan pemikiran orang secara individu maupun secara kelompokAy. Sumber data pada penelitian ini berupa sumber data lisan dan tertulis. Sumber data lisan adalah informan yang memiliki pengetahuan tentang cara kerja peserta didik, yaitu Sedangkan sumber data tertulis adalah hasil keja dari Lembar Kerja kerja peserta didik (LKPD) dan link googleform kelas VII C. Data pada penelitian ini adalah data proses dan data hasil pembelajaran peserta didik yang berupa kemampuan peserta didik dalam menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks deskripsi teks deskripsi tentang objek tempat wisata yang dibaca. Teknik pengumpulan data, yang digunakan peneliti adalah teknik dokumentasi, observasi dan tes formatif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian berupa dokumentasi, lembar observasi. Lembar kerja peserta didik (LKPD) dan lembar tes formatif. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Observasi Aktivitas Pembelajaran Pembelajaran teks prosedur ini dilakukan dengan penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL). Sasaran pelaksanaan penelitian ini adalah siswa kelas VII P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. Desember 2022 Page: 100-110 Linggau Jurnal Language education and literature C semester 1 di SMP Tri Mulya Jakarta sebanyak 35 peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran sudah mempersiapkan pretest, rencana proses pembelajaran (RPP), dan postest . encana evaluas. Dalam pelaksanaan pembelajaran teks prosedur, peneliti menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Adapun media pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini berupa video pembelajaran dengan aplikasi canva dan youtube link pendidik. LKPD . embar kerja peserta didi. dan tes formatif. Sedangkan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berkaitan dengan teknik penilaian, yaitu . penilaian Sikap dengan teknik observasi. Observasi (Jurnal Perkembangan Sika. Keterampilan . Praktik (LKPD), . Pengetahuan. Tes formatif . oogle form ). Langkah-Langkah Penerapan Strategi Pemecahan Masalah Dalam melaksanakan penelitian ini, digunakan cara, yaitu menerapkan pembelajaran dengan model problem based learning (PBL). Berikut adalah langkahlangkah pelaksanaan yang telah dilakukan penulis. Pemetaan Kompetensi Dasar dan Indikator Pemetaan Kompetensi Dasar (KD) dilakukan untuk menentukan pasangan KD yang dapat diterapkan dalam pembelajaran materi teks prosedur. Berdasarkan hasil telaah KD yang ada di kelas VII, penulis memilih pasangan KD 3. 6 Menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks prosedur tentang cara melakukan sesuatu dan cara membuat . ara memainkan alat musik/tarian daerah, cara membuat kuliner khas daerah, dll. ) dari berbagai sumber yang dibaca dan didengar. Menyajikan data rangkaian kegiatan ke dalam bentuk teks prosedur . entang cara memainkan alat musik daerah, tarian daerah, cara membuat cinderamata, dl. dengan memperhatikan struktur, unsur kebahasaan, dan isi secara lisan dan tulis. Analisis Target Kompetensi Hasil analisis target kompetensinya sebagai berikut. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. Desember 2022 Page: 100-110 Linggau Jurnal Language education and literature Tabel 1 Analisis Target Kompetensi Kompetensi Dasar Target Kompetensi Dasar 6 Menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks prosedur tentang cara melakukan sesuatu dan cara membuat . ara memainkan alat musik/tarian daerah, cara membuat kuliner khas daerah, dll. ) dari berbagai sumber yang dibaca dan Menyajikan data rangkaian kegiatan ke dalam bentuk teks prosedur . entang cara memainkan alat musik daerah, tarian daerah, cara membuat cinderamata, dl. dengan kebahasaan, dan isi secara lisan dan Menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks prosedur kompleks tentang cara cara membuat . ara membuat kuliner khas daerah Menyajikan data rangkaian kegiatan ke dalam bentuk teks prosedur kompleks . entang membuat kuliner kas daerah dl. dengan memperhatikan struktur, unsur kebahasaan, dan isi secara lisan. Perumusan Indikator Pencapaian Kompetesi Perumusan indikator pencapaian kompetensi pada pembelajaran menulis teks deskripsi adalah sebagai berikut. Tabel 2 Indikator Kompetensi Dasar Indikator 1 Menguraikan struktur teks prosedur 6 Menelaah struktur dan aspek dan ciri bagian-bagiannya. kebahasaan teks prosedur tentang cara melakukan sesuatu 3. 2 Menelaah hasil melengkapi teks prosedur dari segi struktur dan kaidah dan cara membuat . ara memainkan alat musik/tarian 3 Menentukan daerah, cara membuat kuliner khas daerah, dll. ) dari berbagai ejaan dan tanda baca. sumber yang dibaca dan 6 Menyajikan data rangkaian 4. 1 Mendata jenis-jenis dan variasi pola penyajian tujuan, bahan dan alat, kegiatan ke dalam bentuk teks langkah teks prosedur. entang memainkan alat musik daerah, 4. 2 Menyusun teks prosedur dengan P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. Desember 2022 Page: 100-110 Linggau Jurnal Language education and literature tarian daerah, cara membuat memperhatikan struktur, unsur 4. kebahasaan, dan isi secara lisan dan tulis kebahasaan, dan isi Memublikasikan teks prosedur yang Pemilihan Model Pembelajaran Model pembelajaran yang dipilih dalam pelaksanaan penelitian ini adalah problem based learning (PBL). Merencanakan kegiatan pembelajaran dan evaluasi Pada tahap ini peneliti munyusun rencana proses pembelajaran (RPP) dengan sintak model pembelajaran problem based learning (PBL) Berikut ini adalah sintak kegiatan pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan model problem based learning (PBL). Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berdasarkan hasil kerja 1 hingga 5 di atas kemudian disusun perangkat pembelajaran meliputi RPP, bahan ajar. LKS dan instrumenpenilaian. RPP dengan mengintegrasikan kegiatan literasi, penguatan pendidikan karakter (PPK), dan kecakapan abad 21. Hasil yang Dicapai Adapun secara umum temuan atau hasil yang diperoleh dari pelaksanaan penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut: Siswa terlihat aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari keaktifan peserta didik dalam merespons pertanyaan dari pendidik, termasuk mengajukan pertanyaan pada pendidik maupun temannya. Ditinjau dari proses pembelajaran pada materi teks prosedur yang dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Linggau Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Desember 2022 Page: 100-110 problem based learning (PBL)berlangsung aktif dan dapat men-dorong keaktifan Tingkat partisipasi siswa untuk bertanya dan menanggapi topik yang dibahas dalam pembelajaran terjadi peningkatan. Hal ini terjadi karena penerapan model problem based learning (PBL) Penerapan model problem based learning (PBL)dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis. Kondisi ini berbanding terbalik pada saat pembelajaran Pada saat pembelajaran yang dilakukan penulis tanpa menggunakan model penerapan model problem based learning (PBL), digambarkan suasana kelas cenderung sepi dan serius. Peserta didik cenderung bekerja sendiri-sendiri untuk berlomba menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Materi pembelajaran teks prosedur yang selama ini selalu disajikan diawali dengan ceramah teori tentang materi yang dipelajari, pemberian tugas, dan pembahasan . engan pola dedukti. , membuat peserta didik cenderung menghapalkan teori. Hal ini menyebabkan guru kurang peduli pada proses berpikir siswa. Kondisi ini sangat berbeda dengan pelaksanaan pembelajaran yang berorientasi HOTS dengan menerapkan model pembelajaran penerapan model problem based learning (PBL) ini. Dalam pembelajaran model ini, pemahaman peserta didik dalam menelaah teks prosedur benar-benar dibangun oleh siswa itu sendiri melalui pengamatan dan diskusi yang menuntut peserta didik mempunyai kemampuan berpikir kritis. Dengan menerapkan model pembelajaran problem based learning (PBL) meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah . roblem solvin. Pembelajaran dengan menggunakan model penerapan model problem based learning (PBL) dengan menyajikan video teks prosedur diharapkan mampu mendorong siswa untuk merumuskan pemecahan masalah. Kondisi ini sangat berbeda dengan suasana pembelajaran sebelum menerapkan discovery learning. Pada pembelajaran sebelumnya, penulis melaksanakan pembelajaran sesuai dengan buku paket. LKS dan buku siswa. Jenis teks yang digunakan juga hanya pada teks tulis dari buku teks. Dengan menerapkan model pembelajaran problem based learning (PBL), peserta P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. Desember 2022 Page: 100-110 Linggau Jurnal Language education and literature didik tak hanya belajar dari teks tulis, tetapi juga dari media audio visual tentang cara membuat kuliner khas daerah yang mereka kenal serta memberikan kesempatan terbuka untuk mencari data, materi dari sumber lainnya. Nilai siswa dalam pembelajaran menggunakan model problem based learning (PBL) menunjukkan hasil menggembirakan. Hal itu dapat dilihat pada tabel perbandingan persentase nilai peserta didik sebelum menggunakan dan setelah menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL) Tabel 5 Analisis Perbandingan Nilai Siswa melalui Tes Formatif ( Googlefor. Sebelum dan Sesudah Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Sangat Baik Cukup Baik Kurang Baik Rentang Nilai Sebelum Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Setelah Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berdasarkan tabel 5, pada pembelajaran setelah menggunakan model problem based learning tampak bahwa dari 35 siswa, ada 9 siswa yang mendapat nilai berkategori sangat baik, dan 14 siswa berkategori baik dan 12 siswa mendapatkan nilai cukup baik dan tuntas KKM . Hal itu menunjukkan seluruh peserta didik mendapat nilai yang lebih baik dari sebelumnya. Keberhasilan pembelajaran tersebut terlihat dari kemampuan peserta didik memenuhi target kompetensi dasar, yaitu siswa mampu menelaah kelengkapan struktur dan aspek kebahasaan teks prosedur. Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Linggau Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Desember 2022 Page: 100-110 Masalah yang Dihadapi Adapun permasalahan yang dihadapi dalam penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) adalah rendahnya minat literasi peserta didik, peserta didik belum terbiasa belajar menggunakan pola pikir bernalar kritis. Sehingga pendidik dengan segala kemampuannya berusaha untuk menerapkan model pembelajaran problem based learning (PBL). Pendidik memerlukan waktu lebih banyak dalam mempersiapkan perangkat dan media pembelajaran. Cara Mengatasi Masalah Berbagai cara dilakukan oleh pendidik agar peserta didik dapat menelaah struktur teks dan aspek kebahasaan teks prosedur. Salah satu strategi adalah penggunaan model pembelajaran problem based learning (PBL). Pendidik melakukan upayah penggunaan media pembelajaran yang menarik dalam pembelajaran, dan menyiapkan dengan perencanaan yang tepat. Pendidik menstimulus peserta didik dengan pertanyaan pemantik pada awal pembelajaran. Pendidik menggunakan pertanyaan berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi . igher order thinking skills/HOTS)agar dapat meningkatkan kemampuan peserta didik. Hal ini dilakukan karena pemahaman dan kesadaran akan pentingnya penggunaan model pembelajaran problem based learning (PBL) akan membuat siswa termotivasi dan tergugah untuk mengikuti pembelajaran menelaah struktur teks dan aspek kebahasaan teks prosedur. Selain itu juga penjelasan akan pentingnya kesadaran belajar bukan sekadar menghafal teori dan konsep akan membuat peerta didik mau belajar problem based learning (PBL). Dengan demikian, dapat diperoleh keyakinan bahwa selain menerapkan kegiatan literasi baca-tulis, siswa juga dapat meningkatkan literasi digitalnya. SIMPULAN Penggunaan model pembelajaran problem based learning (PBL) pembelajaran dengan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks prosedur dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa model Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Linggau Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Desember 2022 Page: 100-110 pembelajaran problem based learning (PBL) layak dijadikan model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam transfer pengetahuan, berpikir kritis dan dapat memecahkan masalah. Selain itu, pendidik dapat mengembangkan model pembelajaran problem based learning (PBL) pada materi pembelajaran yang lain dengan media-media pembelajaran yang menarik dan memotivasi kreativitas peserta didik. Pendidik juga diharapkan tidak hanya mengajar dengan teksbook yang mengacu hanya pada buku peserta didik dan buku pendidik, namun berani melakukan inovasi pembelajaran materi menelaah struktur kelengkapan dan aspek kebahasaan teks prosedur yang kontekstual sesuai dengan situasi, kondisi sekolahnya serta latar belakang peserta didik. Hal yang terpenting dan diharapkan adalah adanya dukungan dari pihak sekolah, untuk menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Pendidik diberikan kesempatan untuk mendesiminasikan hasil penelitian tentang pembelajaran menelaah kelengkapan struktur dan aspek kebahasaan teks prosedur akan menambah wawasan rekan pendidik lain. DAFTAR PUSTAKA