VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI PEMANFAATAN DAN PENGOLAHAN LIMBAH KOTORAN SAPI MENJADI PUPUK ORGANIK DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA BULUREJO. GONDANGREJO. KARANGANYAR Sugiarti1. Ariefah Yulandari2 12Fakultas Ekonomi Universitas Setia Budi Surakarta *e-mail:titie_feusb@setiabudi. ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah pada sapi. Pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik bertujuan untuk menghasilkan suatu produk olahan yang memiliki nilai tambah dibandingkan dengan sebelum dilakukan pengolahan. Pemanfaatan limbah kotoran sapi masih belum banyak dilakukan, terlebih lagi menjadi produk pupuk organik dengan nilai komersial. Membuat lingkungan yang sehat dan memberikan dampak peningkatan ekonomi masyarakat merupakan tujuan lain dari kegiatan ini. Metode pelaksanaan kegiatan dimulai dengan observasi dan pemetaan area, sosialisasi, implementasi, analisis dan evaluasi, dan peningkatan pendapatan masyarakat. Pengamatan dilakukan untuk meninjau area UMKM peternak sapi di Bulurejo. Gondangrejo. Karanganyar yang selanjutnya ditemukan masalah baru dengan adanya kotoran sapi tidak terolah yang menimbulkan pencemaran bau dan limbah yang menumpuk akan memakan banyak tempat untuk penyimpanan. Dari kegiatan ini dihasilkan teknologi tepat guna untuk pengolahan limbah kotoran sapi, produk pupuk organik yang mampu menahan air lebih tinggi, melalui proses pengomposan. Selain itu, kegiatan pengabdian masyarakat diperoleh nilai tambah . alue adde. dalam aspek ekonomi maupun kesehatan karena hilangnya polusi dari kotoran sapi. Kata kunci: kotoran sapi, pengomposan dan , pupuk organik Pendahuluan Bulurejo adalah salah satu desa di Kecamatan Gondangrejo yang berada di Kabupaten Karanganyar. Provinsi Jawa Tengah. Indonesia. Desa Bulurejo memiliki luas tanah yakni 324. 21 Ha yang terdiri dari 8. 5 Ha tanah sawah, 309. 99 Ha tanah kering, dan 72 lain-lain. Ketinggian rata-rata yaitu 132 m diatas permukaan laut Desa Bulurejo terdiri dari 9 dusun, antara lain: Bulurejo. Cinet. Grumbulrejo. Gunungduk. Jengglong. Mendungsari. Sanggrahan. Tempel, dan Watudakon. Adapun batas wilayah desa Bulurejo sebagai berikut : Bagian Utara : Desa Tuban. Kecamatan Gondangrejo Bagian Selatan: Desa Selokaton. Kecamatan Gondangrejo Bagian Barat : Kabupaten Boyolali . Bagian Timur : Desa Rejosari. Kecamatan Gondangrejo Tingkat perkembangan desa adalah Swasembada / Swadaya / Swakarya dimana desa Bulurejo termasuk dalam desa Swasembada. Jarak dari kantor desa Bulurejo ke kantor kecamatan yaitu 4,5 km sedangkan jarak ke kantor kabupaten yaitu 25 km. Sarana prasarana desa Bulurejo antara lain kantor desa. UKBM . eliputi Polindes. Posyand. , poliklinik, praktek dokter, praktek bidan, gedung sekolah PAUD, gedung sekolah TK, gedung sekolah dasar, prasarana ibadah masjid dan mushola, prasarana umum olahraga . eliputi lapangan sepak bola, voli, dan bulutangki. , balai pertemuan, dan sumur desa. Potensi bidang bisnis di Desa Bulurejo adalah terdapat peternakan sapi yang dikelola oleh Limbah kotoran sapi di desa tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sehingga menimbulkan masalah bau yang menyengat jika bercampur dengan debu. Usaha peternakan sapi di Indonesia sampai saat ini masih mementingkan produktivitas ternak E-ISSN 2614-8927 VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI dan belum memaksimalkan pemanfaatan limbah kotoran sapi . bernilai Limbah kotoran sapi . yang dihasilkan seharusnya tidak lagi menjadi beban biaya usaha tetapi menjadi hasil ikutan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan bila mungkin setara dengan nilai ekonomi produk utama (Huda & Wikanta, 2. Limbah peternakan dan pertanian, bila tidak dimanfaatkan akan menimbulkan dampak bagi lingkungan berupa pencemaran udara, air dan tanah, menjadi sumber penyakit, dapat memacu peningkatan gas metan dan juga gangguan pada estetika dan kenyaman. Limbah ternak sebagai hasil akhir dari usaha peternakan memiliki potensi untuk dikelola menjadi pupuk organik seperti kompos yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya dukung lingkungan, meningkatkan produksi tanaman, meningkatkan pendapatan petani dan mengurangi dampak pencemaran terhadap lingkungan. Permasalahan yang sering timbul pada peternak sapi yaitu kurangnya pemanfaatan limbah sapi untuk digunakan sebagai bahan penghasil energi, meskipun di beberapa tempat telah dimanfaatkan langsung sebagai pupuk kendang. Pada peternakan sapi dihasilkan limbah yang meliputi kotoran berupa limbah padat, cair, gas, ataupun sisa pakan (Lathif Apriyanto et al. , 2. Bahan organik yang pada umumnya berasal dari tumbuhan atau hewan yang ditambahkan ke dalam tanaj secara spesifik sebagai sumber hara, yang pada umumnya mengandung (N) Nitrogen yang berasal dari tumbuhan dan hewan merupakan penjabaran dari pupuk organik. Keberadaan kotoran sapi dan limbah organik rumah tangga yang sangat besar jika tidak dimanfaatkan secara optimal dapat menimbulkan dampak negatif berupa pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan masyarakat (Mashur et al. , 2. Tujuan dalam kegiatan ini adalah untuk membantu meningkatkan perekonomian Pemanfaatan limbah kotoran sapi yang dikelola menjadi pupuk organik pada aspek ekonomi tentu sangat bermanfaat bagi penambahan pendapatan petani ternak sehinggi dapat membantu memenuhi kebutuhan ekonominya sehingga harapan terbesar dari proses ini adalah petani ternak sejahtera dan mandiri secara ekonomi. Hal itu di sebabkan bahan baku yang tersedia . tidak beli dan proses pembuatannya tidak membutuhkan bahan yang mahal sehingga menekan biaya produksi, sementara pangsa pasar potensial dikarenakan sebagian besar petani mulai beralih menggunakan pupuk organic karena selain lebih murah juga muda di dapatkan dari pada pupuk kimia harga mahal sulit didapat. Pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik bertujuan untuk menghasilkan suatu produk olahan yang memiliki nilai tambah dibandingkan dengan sebelum dilakukan pengolahan (Mertha, 2. Menciptakan ingkungan yang selalu sehat dan memberikan dampak peningkatan ekonomi masyarakat merupakan tujuan dalam kegiatan masyarakat di Desa Bulurejo (Arifin et al. , 2. Pemanfaatan kotoran ternak sebagai sumber pupuk organik sangat mendukung usaha pertanian mulai dari tanaman sayuran, tanaman hias, dan tanaman Banyak kotoran ternak yang terdapat di daerah sentra produksi ternak banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal, sebaian diantaranya terbuang begitu saja, sehingga sering merusak lingkungan dengan bau yang tidak sedap sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan. Pupuk dari kotoran sapi mengandung berbagai unsur hara yang bermanfaat bagi tumbuhan. Kandungan unsur hara dari berbagai jenis kotoran hewan ditunjukkan pada Tabel 1 Berikut kandungan unsur hara dari berbagai jenis kotoraan hewan : E-ISSN 2614-8927 VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI METODE Pada kegiatan masyarakat ini dilakukan beberapa metode antara lain sebagai berikut: Obeservasi Pada pengamatan pada limbah ternak ini memiliki tujuan adalah untuk melihat bagaimana limbah kotoran saapi ini diangkut, penyimpanan dan pengolahannya. Dalam pengamatan ini kita juga dapat memilih beberapa lokasi yang merupakan tempat utama limbah kotoran sapi ini diangkut dan mengatur waktu penelitian sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokasi Sosialisasi Pada awalnya tim pengabdian sebelum melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat , perlu diadakannya sosialisasi mengenai program ini kepada pihak mitra agar menjadi paham dengan program tersebut dan tidak terjadi Selain itu, sosialisasi ini dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai permasalahan yang timbul dimasyarakat dan UMKM. Sosialisasi dalam kegiatan pengabdian ini akan membantu masyarakat memahami pentingnya penelitian ini dan mendukung pendapatan masyarakat setempat(Nainggolan et al. Lokasi Lokasi pelaksanaan program ini adalah di UMKM ternak sapi didaerah Bulurejo. Gondangrejo. Karanganyar. Lokasi kegiatan pengabdian masyarakat yang terkait dengan limbah kotoran sapi mencakup desa, kecamatan, atau tempat dimana limbah kotoran sapi dihasilkan, diangkut, atau diolah. Dengan demikian, pemilihan lokasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini harus memperhatikan aspek-aspek terkait dengan produksi, penanganan, dan manfaat dari limbah kotoran sapi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Pelaksanaan Program Beberapa kegiatan pada pengabdian masyarakat ini meliputi beberapa tahap yaitu: Penyampaian materi tentang pembuatan pupuk organik Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan kepada mitra UMKM terhadap pemanfaatan limbah kotoran sapi Tempat pembuatan pupuk organic Pembuatan lokasi produksi pupuk organik dilakukan di dekat tempat pembuangan limbah kotoran sapi milik mitra Pengumpulan limbah kotoran sapi Limbah kotoran sapi ditempatkan pada area yang sudah disediakan Proses pembuatan pupuk organic E-ISSN 2614-8927 VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI Proses pembuatan pupuk dilakukan secara langsung oleh pihak mitra untuk mempermudah dalam pemahaman tentang tata cara pembuatan pupuk organik yang dibimbing oleh tim pengabdian. Mulai dari pengumpulan bahan, penghancuran bahan, penyampuran, pengomposan sampai pengepakan. Launching produk pupuk organic Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan pupuk organik hasil pemanfaatan limbah kotoran sapi yang memiliki daya tahan air tinggi Evaluasi kegiatan Kegiatan evaluasi dalam kegiatan Masyarakat di Desa Bulurejo dilakukan untuk mengetahui seberapa besar manfaat yang diperoleh mitra dengan adanya kegiatan pengabdian ini, sedangkan pendampingan dilakukan untuk memastikan program ini dapat berlanjut ( sustainable developmen. ketika HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian ini diawali dengan observasi potensi limbah kotoran sapi dan lokasi pembuangan limbah kotoran sapi didaerah Bulurejo. Gondangrejo. Karanganyar. Selanjutnya setelah dilakukan observasi, maka dilakukan sosialisasi untuk melihat potensi yang ada dan dilanjutkan dengan pembangunan lokasi pembuatan pupuk organik. Lokasi pembuatan pupuk organik dibuat untuk mempermudah dalam proses pengolahan limbah dan proses fermentasi pupuk organik Proses pembuatan pupuk organik: Bahan yang diperlukan : Pupuk kandang : 300 kg Dedak : 50 kg Sekam padi : 150 kg Gula yang telah dicairkan : 200 ml EM-4 : 500 ml Air secukupnya Cara pembuatan pupuk organic : Larutkan EM-4 dan gula ke dalam air Pupuk kandang, sekam padi, dan dedak dicampur secara merata Siramkan EM-4 secara perlahan ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air adonan mencapai 30% Bila adonan dikepal dengan tangan air tidak menetes dan bila kepalan tangan dilepas maka adonan susah pecah Adonan digundukan diatas ubin yang kering dengan ketinggian minimal 15-20 cm Kemudian ditutup dengan karung goni selama 4-7 hari Petahankan gundukan adonan dengan suhu maksimal 50 derajat celcius, apabila suhunya melebihi 50 derajat celcius turunkan suhunya dengan cara membolak Kemudian tutup kembali dengan karung goni Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan Pengecekan suhu sebaiknya dilakukan setiap 5 jam sekali E-ISSN 2614-8927 VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI Setelah 4-7 hari bokashi telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organic Untuk mendapatkan pupuk organik yang berkualitas baik, maka harus memperhatikan proses fermentasi, perbandingan bahanyang dikomposkan, dan pengomposan yang terlindungi dari sinar matahari langsung dan air hujan. Kemudian memperhatikan perbandingan bahan yang dikomposkan disesuaikan dengan kondisi C/N rasio . asio masa karbon terhadap massa nitroge. pada bahan organik yang akan dikomposkan adalah faktor yang penting dan dalam proses pengomposan ini merupakan usaha dalam menurunkan C/N rasio bahan organik. Selain itu dapat juga dengan menjaga kelembaban agar tetap optimal dan membunuh sumber penyakit terutama pathogen atau sumber penyakit cendawan. Proses pengomposan bahan organik dapat dilakukan secara alami dan memiliki manfaat yang baik untuk pertumbuhan dan Kesehatan tanaman. Dengan demikian, untuk mendapatkan pupuk organik yang berkualitas baik, maka diperlukan pemahaman dan penerapan yang cermat terhadap proses fermentasi, pengomposan, dan faktor-faktor yang terkait untuk memastikan kualitas dan keberhassilan pupuk organik yang dihasilkan. Dengan adanya pembuatan limbah kotoran sapi ini dapat memberikan beberapa manfaat yang signifikan. Proses ini dapat meningkatkan kemampuan keluarga dan masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan untuk produksi pupuk organic, yang ddapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menciptakan lingkungan yang sehat. Proses pembuatan pupuk organik dari limbah kotoran sapi melalui fermentasi merupakan Langkah penting dalam memanfaatkan limbah ternak untuk keperluan Selain itu, pengolahan limbah kotoran sapi melalui kegiatan ini juga dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengolahan limbah dan memproduksi pupuk organik dari limbah kotoran sapi. Oleh karena itu, pembuatan pupuk organik dari limbah kotoran sapi merupakan Langkah yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi UMKM, masyarakat dan lingkungan. Proses pengomposan pada pembuatan pupuk organik memerlukan alat yang dapat mempermudah dalam proses pembuatan. Dalam kegiatan pengabdian, alat untuk membantu proses pencacahan dan pencampuran limbah kotoran sapi diperlukan. Beberapa penelitian dan kegiatan pengabdian masyarakat telah menunjukkan pentingnya penggunaan alat teknologi dalam pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik. Misalnya, penerapan teknologi di suatu desa telah menghasilkan pupuk organik sebagai alternatif pupuk anorganik dan ramah lingkungan. Selain itu, proses pembuatan pupuk organik dari limbah kotoran sapi melalui proses fermentasi memerlukan langkah-langkah seperti pencacahan dan pencampuran Oleh karena itu, penggunaan alat teknologi, seperti alat pencacah dan pencampur limbah, dapat mempermudah dan meningkatkan efisiensi dalam proses pembuatan pupuk organik dari limbah kotoran sapi. Dalam proses pembuatan pupuk organik, beberapa langkah penting yang harus dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat bersama dengan UMKM mitra meliputi : Pengumpulan limbah Tim pengabdian masyarakat bersama dengan UMKM mitra harus mempersiapkan sumber limbah kotoran sapi yang akan digunakan dalam proses pembuatan pupuk organikSetelah dilakukan proses pencampuran lalu dilakukan proses pengomposan dengan menggunakan bahan penambah . proses ini juga mempertimbangkan kondisi pada saat pengomposan. E-ISSN 2614-8927 VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI Penghalusan limbah kotoran sapi Setelah mengumpulkan limbah kotoran sapi, langkah selanjutnya adalah penghalusan limbah kotoran sapi untuk memisahkan zat-zat yang tidak larut dengan zat-zat yang akan menjadi pupuk organic Pencacahan dan pencampuran limbah Setelah penghalusan limbah kotoran sapi, pencacahan dan pencampuran limbah kotoran sapi diperlukan untuk memastikan homogenitas materi dan memudahkan proses fermentasi Proses pembuatan pupuk organic Proses ini melibatkan beberapa tahapan, seperti pencampuran limbah kotoran sapi dengan bahan pembuka untuk fermentasi, pemulihan alkohol, dan pengendapan pupuk organic Pengujian dan pengolahan pupuk organic Setelah proses pembuatan selesai, pupuk organik yang dihasilkan harus dievaluasi untuk menentukan kualitas dan efektivitasnya dalam meningkatkan produksi petani Dalam kegiatan pengabdian ini, pendampingan oleh tim pengabdian masyarakat dengan UMKM mitra memungkinkan masyarakat dan UMKM bersama mengembangkan keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembuatan pupuk organik dari limbah kotoran sapi. Selain itu, kerjasama ini juga memungkinkan masyarakat dan UMKM mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Proses pembuatan pupuk organik dari limbah kotoran sapi melalui pengomposan dapat menghasilkan pupuk organik yang memiliki sifat penahan air yang lebih baik. Hal ini disebabkan oleh kandungan bahan organik dalam pupuk organik yang dapat meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan air dan memperbaiki struktur tanah. Selain itu, penggunaan pupuk organik juga dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman dan memperbaiki kualitas tanah. Proses pengomposan yang baik dan benar dapat meningkatkan kualitas pupuk organik yang dihasilkan, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih baik bagi pertumbuhan tanaman dan lingkungan. Dengan begitu, dihasilkan pupuk organic yang memiliki sifat penahan air yang lebih. Gambar 1. Lokasi pembuatan pupuk organic E-ISSN 2614-8927 VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI . Gambar 2. Peternakan sapi . tempat peternakan sapi . lokasi limbah kotoran sapi . Gambar 3. Tempat peternakan sapi Gambar 4. Lokasi pembuatan pupuk E-ISSN 2614-8927 VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI Gambar 5. Pembuatan pupuk KESIMPULAN Kegiatan pengabdian Masyarakat diawali dengan pengamatan awal pada potensi limbah kotoran sapi. Pengamatan ini dilakukan selama satu minggu bertempat pada UMKM peternak sapi di Desa Bulurejo. Gondangrejo. Karanganyar. Selanjutnya setelah dilakukan observasi,maka dilakukan sosialisasi untuk melihat potensi yang ada dan dilanjutkan dengan pembangunan lokasi pembuatan pupuk organik. Lokasi pembuatan pupuk organik dibuat untuk mempermudah dalam proses pengolahan limbah dan proses fermentasi pupuk organic. Kegiatan pengabdian pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik sangat bermanfaat bagi masyarakat dan mampu memberi nilai tambah / value added bagi limbah kotoran sapi. Ditinjau dari sisi bisnis, maka pembuatan pupuk organik ini dapat meningkatkan ekonomi dan pendapatan masyarakat dan untuk dikembangkan menjadi bisnis yang berkelanjutan . ustainable development ). Keberadaan kelompok peternak dapat meningkatkan pengetahuan peternak tentang pengelolaan usaha peternakan sapi potong mulai dari hulu sampai hilir sehingga dapat meningkatkan produksi. Keberadaan kelompok peternak dapat meningkatkan motivasi dan meningkatkan solidaritas . peternak dalam kelompok. Motivasi untuk maju tampak dapat ditunjukan dari kehadiran mengikuti pertemuan kelompok, mengadopsi teknologi yang disalurkan ketua kelompok, sering mendiskusikan hal- hal terkait dengan teknologi dan masalah-masalah teknis yang Koordinasi tidak hanya dengan ketua tetapi juga dengan anggota kelompok yang sudah lebih maju, dengan kata lain peternak ingin berubah dalam tatacara beternak tradisional kearah yang lebih baik dengan menerapkan teknologi yang diperoleh selama menjadi anggota kelompok peternak. Kelompok peternak dapat mening- katkan keberdayaan anggotanya ka- rena banyak pengetahuan inovasi- inovasi yang dapat diadopsi sehingga dapat diterapkan dalam aktivitas penggemukan sapi potong, serta pada giliranya dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas sapi potong. DAFTAR PUSTAKA