Jurnal Media Teknik & Sistem Industri Vol. 30 Ae 40 http://jurnal. id/JMTSI e-issn: 2581-0561 p-issn: 2581-0529 DOI 10. 35194/jmtsi. Identifikasi Waste Menggunakan Waste Assessment Model (WAM) di Warehouse Raw Material PT. XYZ Afifah Naziihah1. Jauhari Arifin2. Billy Nugraha3* Teknik Industri Universitas Singaperbangsa Karawang Jl. Ronggowaluyo Kel. Puseurjaya Kec. Telukjambe Timur. Karawang, 41361. Indonesia 1afifahnaziihah@gmail. 3*billynugraha982@gmail. arifin@ft. Identification of Waste Using Waste Assessment Model (WAM) in the Warehouse Raw Material PT. XYZ Dikirimkan : 07, 2021. Diterima : 10, 2021. Dipublikasikan : 03, 2022 AbstractAi Warehouse of Raw Materials in PT. XYZ show an increase in the storage of the good, if is not offset by good performance, then the goods will be experiencing delays in handling. This study aims to identify the waste that occurs in the Warehouse of Raw Materials in PT. XYZ. The focus of this research is to identify the 7 wastes in the Warehouse raw materials with the lean manufacturing approach using the method of Waste Assessment Model (WAM). The process of waste identification is performed by using Seven Waste Relationship. Waste Relationship Matrix (WRM) and Waste Assessment Questionnaire (WAQ) later in the analysis using a Fishbone Diagram to determine the root cause of the problem so we get the proposal improves then the priority of the improvement obtained by using the table of priorities that is done by way of brainstorming. The study was conducted for 1 month starting March 24-April 23, 2021. The results showed the ranking of waste ranging from the largest to the smallest Defect of 22. Overproduction of 18. Inventory of 17. Motion by 12%. Transportation of 13. Waiting by 9. 68% and the Process by 4. The results of the waste with the largest percentage is Defect. KeywordsAi Warehouse. Raw Material. Waste. Waste Assessment Model AbstrakAi Warehouse Raw Material di PT. XYZ menunjukkan peningkatan pada penyimpanan barang, jika tidak diimbangi dengan kinerja yang baik, maka barang yang masuk akan mengalami keterlambatan dalam Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemborosan yang terjadi di Warehouse Raw Material di PT. XYZ. Fokus kajian penelitian ini adalah mengidentifikasi 7 waste yang ada di Warehouse Raw Material dengan pendekatan lean manufacturing menggunakan metode Waste Assessment Model (WAM). Proses identifikasi waste dilakukan dengan menggunakan Seven Waste Relationship. Waste Relationship Matrix (WRM) dan Waste Assessment Questionnaire (WAQ) yang kemudian di analisis menggunakan Fishbone Diagram untuk mengetahui akar penyebab masalah sehingga didapatkan usulan perbaikan yang kemudian prioritas perbaikan didapat dengan menggunkan tabel skala prioritas yang dilakukan dengan cara Penelitian dilakukan selama 1 bulan mulai tanggal 24 Maret-23 April 2021. Hasil penelitian menunjukkan peringkat waste mulai dari terbesar sampai terkecil yaitu Defect sebesar 22. Overproduction 32%. Inventory sebesar 17. Motion sebesar 14. Transportation sebesar 13. Waiting 68% dan Process sebesar 4. Hasil waste dengan persentase terbesar adalah Defect. Kata kunciAi Warehouse. Raw Material. Waste. Waste Assessment Model Copyright A ---- THE AUTHOR(S). This article is distributed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International license. Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri is published by Industrial Engineering of Universitas Suryakancana I. PENDAHULUAN Zona industri manufaktur dinilai perlu perbanyak terobosan di tengah ketatnya persaingan dengan pelakon usaha di kawasan Asia yang terus menjadi ketat Inovasi lewat pemanfaatan teknologi serta efisiensi proses penciptaan hendak jadi kunci untuk penguatan energi saing industri manufaktur di dalam negara . Salah satu konsep yang telah diterapkan beberapa perusahaan khususnya bidang-bidang manufaktur adalah pendekatan konsep lean. Lean ialah sebuah cara yang berfokus identifikasi serta eliminasi kegiatan yang tidak bernilai tambah . onValue adde. dalam desain, dan supply chain management yang berkaitan langsung dengan pelanggan . Penerapan pendekatan konsep lean di dalam sebuah perusahaan tidak selalu difokuskan pada aktivitas dalam sebuah sistem manufaktur saja, namun bisa juga difokuskan pada aktivitas dalam sistem pergudangan. Lean warehousing ialah sebuah prinsip dalam mengidentifikasi serta menghilangkan waste dalam suatu operasi atau proses Warehouse sehingga menyingkat waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan customer . Lean Warehousing mengeliminasi kegiatan non-Value added dan waste pada proses penyimpanan material di gudang. Optimasi gudang meliputi optimalisasi fungsi serta aliran produk . Dengan demikian lean warehousing ialah sebuah prinsip dalam mengidentifikasi serta menghilangkan waste dalam operasi/proses Warehouse dan mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan . Pemborosan . dapat diartikan sebagai segala aktivitas kerja yang tidak memberikan added Value dalam proses perubahan input menjadi output sepanjang proses untuk membuat, memproduksi, dan menyerahkan produk barang dan atau jasa ke pasar . PT. XYZ adalah perusahaan komponen otomotif, dengan pelanggan perusahaan OEM (Original Equipment Manufactur. untuk produk kendaraan roda dua dan produk kendaraan roda Saat ini PT. XYZ bukan saja hanya melayani industri otomotif tetapi juga industri non otomotif. Warehouse Raw Material di PT. XYZ menunjukkan peningkatan pada penyimpanan Barang yang masuk dan disimpan menumpuk di Warehouse Raw Material karena kapasitas Warehouse yang kurang luas dan adanya kebijakan pembelian material karena harga material dan kesulitan mencari material akibat dari pandemi yang terjadi pada tahun 2020-2021 ini, hal ini mengakibatkan kedatangan barang secara bersamaan dan inventory material berlebih karena harganya yang murah tanpa memperhatikan kondisi Selain itu Terjadi penumpukan material Ingot di area penyimpanan sementara untuk melakukan bongkar muat yang hampir menutupi seluruh area tersebut dan terdapat beberapa material dead stock yang masih disimpan dalam gudang. Hal tersebut juga berakibat terjadinya keterlambatan pengecekan quality material baru datang yang melebihi waktu standarnya sehingga terjadi proses waiting yang lebih lama dan berakibat pada pencarian tempat untuk menyimpan material baru yang mengakibatkan adanya pergerakan yang tidak Apabila tidak diimbangi dengan kinerja yang baik, maka barang yang masuk akan mengalami keterlambatan dalam penanganan. Sehingga barang baru yang akan disimpan tidak memiliki tempat penyimpanan yang akan mempersulit operator karena mengharuskan untuk mencari lokasi penyimpanan yang tersedia dan mengakibatkan adanya defefct pada material. Hal ini mengakibatkan timbulnya waste di antaranya yaitu Berdasarkan permasalahan di atas perusahaan perlu menentukan waste atau pemborosan yang berpengaruh paling besar terhadap proses pergudangan secara menyeluruh. Penelitian ini Waste Assessment Model yang memiliki tujuan untuk mengidentifikasi pemborosan yang terjadi Warehouse Raw Material di PT. XYZ. Waste Assessment Model adalah sebuah model yang dikembangkan untuk menyederhanakan pencarian dari suatu permasalahan waste serta melakukan identifikasi untuk mengeliminasi waste . Model ini menggambarkan hubungan antar seven waste (O: Overproduction. P: Process. Inventory. T: Transportation. D: Defects. Waiting, dan M: Motio. Tahapan Waste Assessment Model (WAM) yaitu membuat Seven Waste Relationship (SWR), setelah itu Waste Relationship Matrix (WRM) dan terakhir Waste Assessment Questionnaire (WAQ). Hasil identifikasi menggunakan Waste Assessment Model kemudian dianalisis menggunakan Fishbone Diagram. Diagram Fishbone merupakan diagram yang menunjukkan hubungan antara sebab dan akibat . Diagram Fishbone digunakan untuk menunjukkan faktor penyebab waste . dan karakteristik pemborosan . Beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Alfiansyah . mengidentifikasi waste dengan metode Waste Assessment Model untuk perbaikan proses produksi sarung tangan, proses identifikasi Operation Process Chart (OPC). Value Stream Mapping dan Waste Assessment Model yang kemudian di analisis menggunakan Root Cause Naziihah. Arifin. Nugraha Analysis 5 WhyAos dengan hasil waste terbesar yaitu defect . Sedangkan Purnomo . melakukan penelitian terkait penerapan lean Warehouse untuk minimasi waste pada Warehouse Cakung PT. Pos Logistik Indonesia, di mana analisis masalah dilakukan dengan menggunakan Value Stream Mapping menggunakan Waste Assessment Model sehingga didapatkan persentase terbesar yaitu defect . Guntoro . mengidentifikasi waste pada gudang resin di PT. Suryo Toto Indonesia dengan menggunakan Waste Assessment Model, hasil penelitian menunjukkan transportation memiliki persentase terbesar . Rahayu . mengidentifikasi waste menggunakan Waste Assessment Model pada lini produksi PT. KHI Pipe Industri, di mana hasil dari WAM kemudian dianalisis menggunakan Fault Tree Analysis (FTA) dan 5W1H Tools . Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Rahman . dilakukan pada lini produksi minuman 220 ml dan 330 ml pada perusahaan XYZ, hasil dari WAM kemudian dianalisis menggunakan Fishbone Diagram . Henny . meneliti pada sebuah perusahaan sepatu untuk mengeliminasi waste untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam proses produksinya . Hasil penelitian Rahayu. Rahman dan Henny menemukan waste dengan persentase terbesar yaitu waste defect. Suharjo . meneliti pada proses produksi setrika listrik, hasil dari WAM kemudian dianalisis menggunakan Value Stream Analysis Tools (VALSAT), hasil penelitian menunjukkan waiting sebagai waste tertinggi . Selain digunakan untuk mengidentifikasi waste di perusahaan. Waste Assessment Model juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi waste pada kegiatan non industri. Penelitian yang dilakukan oleh Sari . menggunakan Waste Assessment Model untuk mengidentifikasi waste di unit fisioterapi RSUD Kabupaten Karanganyar, hasil dari WAM kemudian dianalisis menggunakan 5 Why Analisis permasalahan, dengan hasil defect sebagai penyumbang waste terbesar . Khoiriah . melakukan penelitian dengan menggunakan Waste Assessment Model (WAM) di IGD RSIA Cinta Kasih, dimana analisis penyebab waste dilakukan dengan menggunakan Fishbone Diagram, hasil penelitian menunjukkan human skill sebagai waste tertinggi . Selain di rumah sakit Waste Assessment Model juga bisa digunakan untuk mengidentifikasi waste pada sebuah proyek. Hatpito . untuk mengidentifikasi waste proyek konstruksi jalan dengan pendekatan lean project management, di mana proses identifikasi wastenya dilakukan dengan menggunakan Waste Assessment Model, hasil yang diperoleh yaitu defect sebagai waste tertinggi . Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, penulis menggunakan Waste Assessment Model untuk mengidentifikasi waste yang terjadi di Warehouse Raw Material PT. XYZ, hasil dari WAM dianalisis dengan Fishbone Diagram mendapatkan usulan perbaikan yang kemudian prioritas perbaikan didapat dengan menggunakan tabel skala prioritas yang dilakukan dengan cara Penelitian kali ini menggunakan pendekatan Lean manufacturing yang diimplementasikan di Warehouse Raw Material. Namun Tools yang digunakan hanya Waste Assessment Model (WAM) yang kemudian hasilnya dianalisis menggunakan Fishbone dengan cara Brainstorming bersama Penelitian ini menunjukkan bahwa Waste Assessment Model (WAM) diaplikasikan di berbagai kegiatan atau proses, tidak hanya pada lini produksi juga bisa diaplikasikan pada Warehouse Raw Material. II. METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif yang merupakan penelitian dengan data berbentuk angka (Score, nila. ataupun pernyataan-pernyataan yang diangkakan . i-Score. Selain itu teknik pengumpulan data yang digunakan adalah purposive sampling. Purposive sampling adalah pengambilan data dengan pertimbangan tertentu dan dianalisis dengan analisis statistik. Pernyataan-pernyataan yang di konversi jadi angka ini akan mempermudah proses analisis serta pengambilan keputusan dalam memutuskan skala prioritas. Sedangkan untuk parameter pengambilan data yang dilakukan adalah dengan penyesuaian penggunaan metode pada penelitian ini, yaitu Seven Waste Relationship. Waste Relationship Matrix (WRM) dan Waste Assessment Questionnaire (WAQ). Penelitian ini dilakukan di Departemen Purchase Order Control bagian Warehouse Raw Material PT. XYZ mulai tanggal 24 Maret-23 April 2021. Fokus kajian penelitian ini ialah mengidentifikasi 7 waste yang ada di Warehouse Raw Material dengan pendekatan lean manufacturing menggunakan metode Waste Assessment Model (WAM). Rule of thumb pada manufacturing yang menyesuaikan dengan permasalahan pada penelitian. Maka dengan focus penyelesaian permasalahannya menggunakan metode Waste Assessment Model (WAM). Langkah-langkah pemecahan masalah ditunjukkan pada Gambar 1. Studi pendahuluan dilakukan dengan melakukan pengamatan di Warehouse Raw Material PT. XYZ dan studi pustaka berupa bahan bacaan dari berbagai buku dan literatur. Perumusan masalah menjelaskan permasalahan yang ada di Warehouse Raw Material PT. XYZ. dilakukan dengan menggunakan Fishbone Diagram dan usulan perbaikan dilakukan dengan brainstorming bersama Chief dan Asisten Chief Warehouse Raw Material PT. XYZ. Kesimpulan berisi hasil dari penelitian yang telah dilakukan dan saran sebagai bentuk rekomendasi untuk perbaikan Warehouse Raw Material PT. XYZ. Mulai Studi Pendahuluan i. HASIL PENELITIAN Berdasarkan hasil kuesioner yang yang didapat dari Chief dan Asisten Chief Warehouse Raw Material PT. XYZ. Adapun hasil dari 7 Waste Questionnaire yaitu pada Tabel I. Perumusan Masalah Tujuan Penelitian TABEL I HASIL KUESIONER SEVEN WASTE Pengumpulan Data: Wawancara Kuesioner b 1 d 2 b 2 b 2 b 1 g 4 b b 1 d 2 b b 1 d 2 b b 1 e b 2 b 1 a b 1 g 4 c b 1 a 2 b 2 b 1 a b 1 d 2 b b 1 d 2 b b 2 b 1 a b 1 e A W A W A W A W A W A W Pengolahan Data: Seven Waste Relationship Waste Relatinship Matrix Waste Assessment Quetsionnaire Analisa dan Pembahasan Usulan Perbaikan Kesimpulan dan Saran Selesai Gambar 1. Alur penelitian Selain kuesioner 7 waste diperoleh Waste Assessment Questionnaire dengan respondennya adalah Chief. Asisten Chief dan 2 orang staff Warehouse Raw Material PT. XYZ. Hasilnya yaitu pada Tabel II. Pengolahan data dilakukan dengan Waste Assessment Model melalui 3 tahapan, berikut merupakan tahapan-tahapan pengolahan data yaitu sebagai berikut: Penelitian bertujuan untuk menetapkan hasil yang akan diperoleh. Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu wawancara mendalam mengenai permasalahan di Warehouse serta keterkaitan antar waste dan pengisian kuesioner 7 waste dan waste assessment questionnaire oleh Chief. Asisten Chief dan staff Warehouse Raw Material PT. XYZ untuk mendapatkan bobot dari tiap waste. Pengolahan data dilakukan dengan menentukan Seven Waste Relationship untuk mengetahui keterkaitan antar waste yang dipakai dalam membuat Waste Relationship Matrix. Pembobotan dari tiap baris dan kolom dari Waste Relationship Matrix ditotal untuk melihat skor yang menggambarkan efek dan pengaruh antar satu waste dengan waste yang lain, kemudian dilakukan pembobotan Waste Assessment Questionnaire yang akan menghasilkan persentase dari masing-masing Analisis dan pembahasan dari hasil WAM Seven Waste Relationship Menghitung keterkaitan setiap jenis waste dilakukan dengan menggunakan kuesioner serta pembobotan jawaban atau skor yang dikembangkan oleh Rawabdeh . dan Daonil . Untuk menghitung kekuatan dari waste relationship dikembangkanlah suatu pengukuran dengan kuesioner dimana kriteria pengukuran yang berupa enam pertanyaan dengan tiap jawaban memiliki Naziihah. Arifin. Nugraha rentang bobot 0 sampai 4. Setiap jenis waste bersifat inter-dependent, dan berpengaruh terhadap jenis Gambar 2, ini menunjukkan pengaruh antar TABEL II HASIL SKOR WASTE ASSESSMENT QUESTIONNAIRE Jenis To Motion 0,10 From Motion 0,10 From Defects 0,00 From Motion 0,30 From Motion 0,10 From Defects 0,00 From Process 0,20 To Waiting 0,20 From Defects 0,10 Gambar 2. Hubungan keterkaitan antar waste Gambar 2. di atas menggambarkan hubungan antar seven waste (O: Overproduction. P: Process. I: Inventory. T: Transportation. D: Defects. Waiting, dan M: Motio. Tabel i. adalah rekap hasil dari skor yang disertai dengan tingkat keterkaitan antar waste dari aktivitas Warehouse Raw Material di PT. XYZ. Tipe pertanyaan menjelaskan hubungan keterkaitan antar masingmasing waste, contohnya seperti O_I hal ini menjelaskan hubungan keterkaitan antara Overproduction dan Inventory yang terjadi di Warehouse Raw Material, hal ini menandakan Overproduction akan berakibat pada Inventory. Skor keterkaitan antar waste kemudian dikonversikan ke dalam simbol sebagai berikut: A = nilai 17 - 20 (Absolutely Necessar. E = nilai 13 - 16 (Especially Importan. I = nilai 9 - 12 (Importan. O = nilai 5 - 8 (Ordinary Closenes. U = nilai 1 - 4 (Unimportan. Waste Relationship Matrix (WRM) Setelah mendapatkan hasil pembobotan keterkaitan antar waste pada Tabel i. ke tahapan Waste Relationship Matrix (WRM) dengan cara mengubah total bobot angka Seven Waste Relationship dan dijadikan sebagai masukan ke dalam Waste Relationship Matrix. Selanjutnya dibuatkan ke dalam format Waste Relationship Matrix (WRM) pada Tabel IV. TABEL i HASIL SKOR SEVEN WASTE RELATIONSHIP Tipe Pertanyaan Total Skor Tingkat Keterkaitan O_I O_D O_M O_T O_W I_O I_D I_M I_T D_O D_I D_M D_T D_W M_I M_D M_W M_P T_O T_I T_D T_M T_W P_O P_I P_D P_M P_W W_O W_I W_D TABEL IV WASTE RELATIONSHIP MATRIX F/T Berdasarkan pada Tabel IV. matrix antar waste. Simbol F menunjukkan AuFromAy dan T berarti AuToAy. Agar matrix lebih mudah dipahami maka dilakukan sebuah penyederhanaan matrix dengan mengonversikan huruf ke dalam bentuk angka atau persentase dengan acuan A= 10. E = 8. I= 6. O= 4. U= 2 dan X = 0. Berikut merupakan Waste Matrix Value dari aktivitas Warehouse Raw Material di PT. XYZ pada Tabel V. Pada Tabel V. terlihat bahwa nilai persentase Process memiliki persentase tertinggi yaitu sebesar 1053%, sedangkan over production dan Defect memiliki persentase paling tinggi kedua yaitu Hal ini menjelaskan bahwa Process mempunyai pengaruh yang cukup signifikan dalam menghasilkan atau menyebabkan waste yang lain. TABEL V WASTE MATRIX VALUE WAREHOUSE PT. XYZ F/T Score Score Waste Assessment Questionnaire Hasil pembobotan waste yang telah didapatkan dari Waste Relationship Matrix kemudian digunakan untuk tahap penilaian awal Waste Assessment Questionnaire sesuai dengan jenis pertanyaan. Kuesioner assessment yang diajukan terdiri atas 68 pertanyaan yang berbeda. Masing-masing pertanyaan memiliki tiga pilihan jawaban dan tiap jawaban diberi bobot 1, 0,5 atau Dari 68 pertanyaan tersebut kemudian Naziihah. Arifin. Nugraha diklasifikasikan menjadi 4 kategori yaitu Man. Material. Machine dan Method. Adapun jenis pertanyaan Waste Assessment Questionnaire pada Tabel VI. Ada beberapa pertanyaan ditandai dengan kata AyfromAy, yang menandakan bahwa pertanyaan tersebut melambangkan jenis waste yang ada pada saat ini dan dapat memicu munculnya jenis waste yang lainnya berdasarkan Waste Relationship Matrix. Selain itu pertanyaan lainnya ditandai dengan kata AyToAy, yang berarti pertanyaan tersebut melambangkan tiap jenis waste yang ada pada saat ini dan kemungkinan bisa terjadi karena pengaruh waste yang lainnya. Hasil dari perhitungan Waste Assessment Questionnaire dapat dilihat pada Tabel VII. TABEL VI JENIS PERTANYAAN No. Jenis Pertanyaan . From Overproducction From Inventory From Defects From Motion From Transportation From Process From Waiting To Defects To Motion To Transportation To Waiting Total (N. TABEL VII HASIL WASTE ASSESSMENT QUETIONNAIRE Jenis Waste Pj factor Yj final Final Result % Rank Hasil perhitungan menunjukkan peringkat waste mulai dari terbesar sampai terkecil yaitu Defect sebesar 22. Overproduction sebesar 32%. Inventory sebesar 17. Motion 12%. Transportation sebesar 13. Waiting sebesar 9. 68% dan Process sebesar Defect memiliki persentase tertinggi setelah dilakukan perhitungan. Dengan demikian penulis hanya mengambil 1 sampel saja untuk melakukan sebuah usulan perbaikan yaitu waste Defect. Rekapitulasi hasil Waste Assessment Model dapat dilihat dalam Gambar 3. Analisis Fishbone Setelah didapatkan urutan dari pembobotan waste yang berdasarkan pada metode Waste Assessment Model, selanjutnya akan dianalisis penyebab waste terbesar dalam ruang lingkup Warehouse Raw Material. Analisis ini didapat dengan melakukan brainstorming bersama 2 orang expert dibidang Warehouse Raw Material yaitu Chief dan Asisten Chief. Berdasarkan perhitungan didapatkan hasil waste dengan persentase terbesar adalah Defect. Penyebab waste Defect dikelompokkan menjadi 4 faktor, yaitu Man. Material. Machine dan Method. Berikut waste dari Defect beserta penyebabnya dapat dilihat pada Gambar 4. IV. PEMBAHASAN Analisis Waste Assessment Model Hasil proses identifikasi waste yang dilakukan dengan menggunakan Waste Assessment Model yang memiliki tujuan untuk melakukan penyederhanaan dalam proses pencarian suatu permasalahan dan objektivitas penelitian. Hasil assessment menunjukkan tingkatan waste secara berurutan mulai dari yang paling besar sampai yang terkecil. Berdasarkan diagram pareto pada gambar dapat disimpulkan bahwa 20% dari total waste Defect dapat mewakilkan 6 waste yang lainnya jika dilakukan perbaikan, hal ini karena Gambar 3. Relapitulasi hasil waste assessment model MAN Operator kurang teliti dalam melakukan pekerjaannya METHOD Kekurangan Man Power Penerapan standar FIFO dan 5S yang tidak berjalan dengan baik Mengerjakan banyak pekerjaan dalam satu waktu Kurangnya pengetahuan tentang perlakuan material Kondisi warehouse yang overload material Operator gudang belum menerapkan kerja aman Kurangnya pelatihan Penataan material yang tidak sesuai dengan layout Kurangnya Pengawasan dari Manajemen Penumpukan deadstock DEFECT Maintenance material handling yang kurang baik Waktu kedatangan material disatu waktu yang sama Bobot yang diangkut melebihi kapasitas Kesalahan dalam penggunaan material handling Variasi material yang terlalu banyak Penyortiran material yang kurang baik MACHINE Forecasting kebutuhan hanya berdasarkan perkiraan Permintaan produk yang meningkat pesat Kebutuhan produksi Material yang sejenis memiliki lebih dari 1 supplier Ada waktu menunggu (Dela. yang terlalu lama dalam pengecekan Penumpukan deadstock Overload /Penumpukan Material MATERIAL Gambar 4. Fishbone diagram defect Pada faktor Man adalah Operator gudang belum menerapkan kerja aman, hal ini dikarenakan kurang man power pada Warehouse Raw Material sehingga operator mengerjakan banyak pekerjaan tidak hanya fokus pada satu pekerjaan saja yang mengakibatkan operator menjadi tidak fokus dan kurang teliti. Selain itu permasalahan lain yaitu kurang pengetahuan penanganan suatu material, hal ini dikarenakan pihak manajemen kurang minatnya karyawan terhadap pelatihan yang diselenggarakan. Sehingga sering kali terjadi di mana operator hanya menyimpan atau menumpuk material pada lokasi yang tersedia dengan mengabaikan perlakuannya dan umur barangnya hal ini dikhawatirkan akan mengakibatkan kerusakan atau memperpendek umur material tersebut. Selanjutnya pada faktor Material permasalahan yang ada yaitu terjadinya overload atau penumpukan material yang ada dalam Warehouse, hal ini disebabkan oleh banyaknya permintaan customer pada paruh pertama tahun 2021 dan juga efek dari pandemi yang mengakibatkan kurs rupiah tidak stabil sehingga harga material murah diambil untuk mengantisipasi kesulitan pengadaan material, selain itu menumpuknya deadstock digudang juga menjadi salah satu penyebab adanya waste, karena stock yang tidak terpakai digudang secara tidak langsung akan membuat kapasitas penyimpanan gudang semakin sedikit. Overload Naziihah. Arifin. Nugraha material dapat terjadi karena pihak manajemen belum mengeluarkan regulasi terkait pengeluaran barang yang tidak terpakai dari dalam Warehouse sehingga di dalam gudang masih terdapat barangbarang yang tidak terpakai. Hal lain yang menyebab kan terjadinya penumpukan material disebabkan oleh schedule kedatangan vendor/supplier yang tidak tepat. Penyebab lainnya yaitu kebutuhan produksi yang beragam dan banyak new item juga berakibat pada terjadinya penumpukan material karena kapasitas gudang yang tidak memadai. Serta peramalan kebutuhan material hanya berdasarkan perkiraan sehingga ada kemungkinan terjadinya penumpukan material. Pada faktor Machine, waste terjadi karena kesalahan dalam penanganan material handling . , hal ini disebabkan oleh pengecekan material handling yang tidak terjadwal dengan baik sehingga akan memicu timbulnya Defect pada saat pengambilan material menggunakan forklift. Sedangkan dari faktor Method yang menjadi penyebab utamanya waste adalah penerapan FIFO dan 5S yang belum optimal, hal ini terjadi karena penempatan material yang tidak sesuai dengan layout karena kondisi gudang yang overload. Fishbone lalu setelah itu dibuatlah tabel skala prioritas untuk mengetahui permasalahan mana yang paling utama untuk kemudian dilakukan Sama seperti Diagram Fishbone. Tabel Skala Prioritas juga dibuat melalui brainstorming dengan 2 orang expert dibidangnya. Bobot Skala Prioritas dari waste Defect pada Tabel Vi. TABEL Vi BOBOT SKALA PRIORITAS Defect Sangat sedikit Sedikit Cukup banyak Banyak Sangat banyak Biaya Tinggi sekali Tinggi Cukup rendah Rendah Sangat rendah Waktu Sangat lama Lama Cukup singkat Singkat Sangat singkat Adapun usulan perbaikan untuk eliminasi waste Defect yang terjadi di Warehouse Raw Material PT. XYZ dapat dilihat dari Tabel VII di mana usulan perbaikan didapatkan dengan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan Defect, kemudian dianalisis perbaikan apa saja yang bisa dilakukan dan dapat dipertimbangkan untuk Perbaikan yang akan dilakukan diambil dari beberapa faktor yang dianggap sebagai faktor penyebab utama yang bisa diperbaiki. Adapun skala prioritas usulan perbaikan pada Tabel IX. Usulan Perbaikan Usulan perbaikan didapat dengan menganalisis permasalahan utama menggunakan Diagram Kurangnya pengetahuan perlakuan material Overload/penumpukan material Ada waktu menunggu . yang terlalu lama dalam pengecekan Penerapan standar FIFO dan 5S yang tidak berjalan dengan baik Kesalahan material handling Menetapkan standar pekerjaan setiap operator dan merekrut operator Mengadakan Pelatihan menjadwalkan agenda rutin untuk meng-update keilmuan dan wawasan Membuat standar kerja mengenai penyimpanan deadstock dan Regulasi deadstock serta menambah kapasitas Melakukan pengecekan langsung ketika material selesai di Unloading Penggunaan red tag, penambahan rak pendukung FIFO Membuat PRIO RITA PERB AIKA Operator gudang belum menerapkan kerja aman TOTA PERBAIKAN WAK PRIORITAS MASALAH BIAY DEFE TABEL IX SKALA PRIORITAS USULAN PERBAIKAN AumezzanineAy. Selain itu dapat juga dilakukan perbaikan terkait dengan penentuan peramalan kebutuhan barang dengan menggunakan metode peramalan statistic. Perbaikan lain yang bisa dilakukan yaitu dengan menambah fasilitas rak pendukung FIFO yang berguna ketika material yang, memiliki lifetime dan batas kadaluwarsa dapat digunakan lebih dahulu. Rak ini merupakan Pembobotan perbaikan yang diprioritaskan adalah terkait dengan overload/penumpukan material yang terjadi di Warehouse Raw Material. Perbaikan yang dapat dilakukan yaitu manajemen disarankan untuk membuat regulasi perusahaan terkait dengan penanganan deadstock serta menambah kapasitas dengan memperluas Warehouse atau membuat Rak penyimpanan rak yang bentuknya miring dengan tingkat kemiringan tertentu, tidak lurus seperti biasanya yang mempermudah proses penyimpanan dan pengambilan barang. Kemudian lebih konsisten dan berkelanjutan dalam menerapkan 5S yang berpengaruh terhadap produktivitas Warehouse seperti menggunakan Red Tag dan mengadakan audit 5S secara rutin dan terjadwal. REFERENSI Setiawan. AuPerkuat Daya Saing. Industri Manufaktur Harus Lakukan Banyak Terobosan,Ay 21 Agustus [Onlin. Available: https://money. com/read/2019/08/21/120600926/ perkuat-daya-saing-industri-manufaktur-harus-lakukanbanyak-terobosan?page=all. [Accessed 8 April 2. Womack and D. Jones. Lean Thinking: Banish Waste and Create Wealth in Your Corporation. Revised and Updated. New York: Free Press, 2003. Gaspersz. Lean Six Sigma for Manufacturing and Services Industries. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2007. KESIMPULAN Hasil perhitungan menggunakan Waste Assessment Method di Warehouse Raw Material PT. XYZ menunjukkan peringkat waste mulai dari terbesar sampai terkecil yaitu Defect sebesar 70%. Overproduction sebesar 18. Inventory sebesar 17. Motion sebesar 12%. Transportation sebesar 13. Waiting 68% dan Process sebesar 4. Berdasarkan peringkat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa waste Defect memiliki persentase yang paling tinggi dibandingkan dengan waste yang lainnya. Hal ini memunjukan pemborosan terbesar yang terjadi di Warehouse Raw Material PT. XYZ adalah waste defect. Perusahaan disarankan untuk mengeliminasi waste AuDefectAy yang terjadi di Warehouse Raw Material, dengan melakukan sosialisasi regulasi terkait penanganan deadstock atau material discontinue tidak terjadi penumpukan deadstock di Warehouse Serta mempertimbangkan untuk menambah kapasitas Warehouse dengan membuat Rak penyimpanan AumezzanineAy Penerapan standar FIFO yang lebih terorganisir dengan menambah fasilitas seperti rak pendukung FIFO. Selain itu lebih konsisten dan berkelanjutan dalam menerapkan 5S yang berpengaruh terhadap produktivitas Warehouse. Penelitian ini hanya menggunakan tools Waste Assessment Model, untuk penelitian selanjutnya disarankan menggunakan metode yang lebih rinci seperti Value Stream Mapping dan VALSAT. Adapun proses analisisnya dapat menggunakan FMEA. FMECA, dan FTA. Arini. AuPengurangan Waste of Motion pada Proses Layanan Material Sheet Di Gudang Metal PT. Dirgantara Indonesia Dengan Menggunakan Pendekatan Lean Warehousing,Ay in e-Proceeding of Engineering, . Rawabdeh. AuA Model for The Assessment of Waste in Job Shop Environments,Ay International Journal of Operations &Production Management, vol. 25, no. 8, pp. 800-822, 2005. Gaspersz. Total Quality Management: Untuk Praktisi Bisnis dan Industri. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2006. Alfiansyah and N. Kurniati. AuIdentifikasi Waste dengan Metode Waste Assessment Model dalam Penerapan Lean manufacturing untuk Perbaikan Proses Produksi (Studi Kasus pada Proses Produksi Sarung Tanga. ,Ay Jurnal Teknik ITS, vol. 7, no. 1, pp. 165-170, Purnomo. AuAnalisis Penerapan Lean Warehouse Untuk Minimasi Waste Pada Warehouse Cakung PT. Pos Logistik Indonesia,Ay Jurnal Logistik Bisnis, vol. 10, no. 2, pp. 4-16, 2018. Guntoro and T. Adhiana. AuIdentifikasi Waste Menggunakan Metode Waste Assessment Model,Ay in Prosiding Seminar Nasional dan Call for Papers AuPengembangan Sumber Daya Perdesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan. Purwokerto, 2019. Putri. Herlina and P. Ferdinant. AuIdentifikasi Waste Menggunakan Waste Assessment Model (WAM) Pada Lini Produksi PT. KHI Pipe Industries,Ay Jurnal Teknik Industri, vol. 5, no. 1, pp. 52-58, 2017. Rahman. Prabaswari and S. Nofita. AuIdentifikasi Waste Pada Lini Produksi 220ml dan 330ml dengan Pendekatan Lean manufacturing Pada Perusahaan XYZ,Ay in Prosiding IENACO 2020 Teknik Industri UMS. Surakarta, 2020. Henny and H. Budiman. AuImplementation lean manufacturing using Waste Assessment Model (WAM) in shoes company,Ay in IOP Conf. Series: Materials Science and Engineering, 2018. UCAPAN TERIMA KASIH