Jurnal Pengabdian Ekonomi Mengabdi Volume 04 Nomor 01. April 2025 IMPLEMENTASI PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT: STUDI KASUS BANTUAN SEMBAKO DI WILAYAH TRIDINANTI Dian Yulistarini. Djatmiko Noviantoro. Sari Sakarina. Manisah. Nina Firiana. Universitas Tridinanti. Palembang. Sumatera Selatan Email koresponden: . dian_yulistarini@univ-tridinanti. Abstrak Pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencerminkan kepedulian sosial institusi akademik terhadap lingkungan Universitas Tridinanti melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat di sekitar kampus sebagai respons terhadap dampak ekonomi pasca pandemi dan tingginya harga kebutuhan pokok. Kegiatan ini bertujuan meringankan beban masyarakat sekaligus menumbuhkan nilai-nilai kepedulian sosial di kalangan civitas akademika. Sebanyak 270 paket bantuan disalurkan secara langsung melalui perencanaan partisipatif, distribusi transparan, dan evaluasi menyeluruh. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan hubungan sosial antara kampus dan masyarakat, serta terbentuknya pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Kendala teknis dapat diatasi melalui koordinasi efektif di lapangan. Kegiatan ini tidak hanya berdampak secara material, tetapi juga memperkuat peran universitas sebagai agen perubahan sosial. Rekomendasi diarahkan pada perluasan jangkauan, kolaborasi lintas sektor, dan pengembangan program berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kata pengabdian masyarakat, pemberdayaan sosial PENDAHULUAN Latar Belakang Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pelaksanaan Tri Dharma, khususnya pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk nyata kontribusi institusi akademik terhadap lingkungan sosial (Yuliawati, 2. Universitas Tridinanti, sebagai bagian dari institusi pendidikan tinggi, merealisasikan peran tersebut melalui program penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat sekitar kampus. Kegiatan ini dirancang sebagai respon terhadap tantangan sosial-ekonomi. Namun, pelaksanaan programprogram pengabdian semacam ini tidak lepas dari kebutuhan akan tata kelola institusi https://ejournal. univ-tridinanti. id/index. php/JEM/index Jurnal Pengabdian Ekonomi Mengabdi Volume 04 Nomor 01. April 2025 yang adaptif dan responsif. Perubahan zaman yang cepat, kompleksitas kebutuhan masyarakat, serta dinamika kebijakan menuntut adanya inovasi dalam strategi manajerial pendidikan tinggi (Agustina Domi Lobo et al. , 2. Oleh karena itu, dibutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga pola pikir strategis dan transformatif (Yulistarini et al. , 2. Pemimpin dengan kapasitas tersebut akan mampu membawa organisasi tetap relevan dan berdaya saing di tengah kondisi yang terus berubah. Dengan pendekatan manajerial yang tepat, pengabdian kepada masyarakat dapat dijalankan secara berkelanjutan, terukur, dan berdampak luas. Latar belakang program ini meliputi beberapa tantangan utama, yaitu kenaikan harga kebutuhan pokok, rendahnya daya beli masyarakat, serta terbatasnya kesempatan Kondisi ini tentu berdampak pada kehidupan sosial-ekonomi banyak orang. Sejalan dengan situasi tersebut, pengamalan sila kelima Pancasila, yakni AuKeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,Ay tidak hanya mengandung makna keadilan, tetapi juga nilainilai sosial yang kuat, seperti semangat gotong royong dan sikap kekeluargaan yang tinggi (Sartono et al. , 2. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting dalam mendorong solidaritas sosial di tengah masyarakat. Implementasi dari kedua sila Pancasila tersebut sangat bermakna jika diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti memberikan bantuan kepada sesama yang sedang mengalami kesulitan atau kesusahan. Dengan memberikan bantuan, kita tidak hanya meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian sosial dan karakter empati yang kuat dalam diri civitas akademika. Program ini dilaksanakan secara terstruktur dan sistematis melalui beberapa tahapan, dimulai dari perencanaan yang matang, penggalangan donasi dari berbagai pihak, pengemasan bantuan dengan penuh perhatian, hingga tahap distribusi bantuan kepada penerima manfaat (Tebajak Henakin et al. , 2. Melalui proses yang terorganisir ini, diharapkan program dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat. Selain memberikan manfaat material, kegiatan ini juga berperan penting dalam membangun relasi sosial yang lebih erat antara universitas dan komunitas sekitar. Pembagian paket sembako bukan hanya sekadar pemberian bantuan materi semata, melainkan merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas sosial yang kuat https://ejournal. univ-tridinanti. id/index. php/JEM/index Jurnal Pengabdian Ekonomi Mengabdi Volume 04 Nomor 01. April 2025 antarwarga (Jazuli et al. , 2. Melalui program ini, keterlibatan langsung dosen dan mahasiswa tidak hanya menumbuhkan rasa empati, tetapi juga menjadikan kegiatan ini sebagai media pembelajaran kontekstual yang efektif (Service et al. , 2. Dengan demikian, program ini memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang aktif dalam masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program, peran para aktor yang terlibat, serta mengkaji dampak dan tantangan yang dihadapi di Diharapkan hasil kajian ini dapat menjadi acuan strategis dalam pengembangan model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan, relevan, dan dapat diterapkan di lingkungan perguruan tinggi lainnya. Tujuan Kegiatan Program pengabdian masyarakat ini diselenggarakan dengan beberapa tujuan utama sebagai berikut: Memberikan kontribusi sosial berupa bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi di sekitar Universitas Tridinanti. Meningkatkan kepedulian dan empati sosial civitas akademika, khususnya mahasiswa, terhadap kondisi masyarakat melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial berbasis Memperkuat hubungan antara universitas dan masyarakat, dengan menjadikan kampus sebagai mitra strategis dalam pembangunan sosial yang berkelanjutan. Menanamkan nilai-nilai gotong royong, tanggung jawab sosial, dan jiwa kepemimpinan pada mahasiswa melalui praktik langsung di lapangan. Mewujudkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian yang berdampak langsung dan terukur terhadap masyarakat. METODE PELAKSANAAN Program pengabdian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, yang bertujuan untuk menggambarkan secara komprehensif proses pelaksanaan kegiatan penyaluran bantuan sembako di wilayah sekitar Universitas Tridinanti. Subjek dalam kegiatan ini adalah masyarakat yang berdomisili di lingkungan https://ejournal. univ-tridinanti. id/index. php/JEM/index Jurnal Pengabdian Ekonomi Mengabdi Volume 04 Nomor 01. April 2025 sekitar kampus, termasuk pekerja informal, tenaga pendukung kampus, serta keluarga terdampak secara ekonomi. Pelaksanaan program dilakukan dalam tiga tahapan utama, yaitu: Perencanaan, yang mencakup identifikasi kebutuhan masyarakat, koordinasi dengan perangkat lingkungan, serta penyusunan daftar penerima bantuan. Pelaksanaan, meliputi penggalangan donasi, pengadaan bahan pokok, pengemasan paket, dan distribusi langsung kepada penerima manfaat. Evaluasi, yang mencakup dokumentasi kegiatan, penyusunan laporan, serta pengumpulan umpan balik dari penerima untuk perbaikan program ke depan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung saat kegiatan, wawancara informal dengan penerima bantuan dan panitia pelaksana, serta telaah dokumen berupa daftar penerima dan dokumentasi distribusi. Data dianalisis secara kualitatif untuk mengidentifikasi keberhasilan, hambatan, serta potensi pengembangan program di masa mendatang. HASIL DAN PEMBAHASAN Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui kegiatan penyaluran bantuan sembako yang dilaksanakan oleh Universitas Tridinanti menunjukkan hasil yang signifikan dari aspek sosial, institusional, maupun akademik. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 15 Maret 2025, dengan lokasi utama di Gedung KPA Lantai 1. Sebanyak 270 paket sembako berhasil disalurkan kepada kelompok masyarakat yang telah terverifikasi sebagai penerima manfaat. Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dari Yayasan Pendidikan Nasional Tridinanti (YPNT). Rektorat Universitas Tridinanti (Unant. Program Studi Magister Manajemen, serta Ikatan Alumni Tridinanti (IKATRI). Paket kebutuhan pokok disalurkan kepada dosen, karyawan, guru, tukang harian, koperasi, dan masyarakat sekitar melalui jalur distribusi di fakultas dan Gedung KPA. Kegiatan ini mencerminkan nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan semangat berbagi, serta memperkuat relasi antar unsur sivitas akademika di lingkungan Universitas Tridinanti. Setiap paket sembako terdiri dari kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, susu kental manis, sirup, mentega, dan goodie bag. Pemilihan jenis dan jumlah bahan didasarkan pada survei kebutuhan yang dilakukan sebelumnya bersama https://ejournal. univ-tridinanti. id/index. php/JEM/index Jurnal Pengabdian Ekonomi Mengabdi Volume 04 Nomor 01. April 2025 perangkat RT dan tokoh masyarakat sekitar. Paket disusun untuk mencukupi kebutuhan dasar rumah tangga dalam jangka pendek, terutama bagi keluarga dengan pendapatan tidak tetap. Tahapan pelaksanaan dimulai dari perencanaan logistik dan sumber daya Tim pelaksana yang terdiri dari dosen dan mahasiswa menyusun jadwal kerja, menyebarkan proposal ke calon donatur, dan berkoordinasi dengan pihak yayasan serta unit layanan sosial internal universitas. Mahasiswa yang tergabung dalam tim tidak hanya menjadi pelaksana teknis, tetapi juga aktif dalam manajemen program, komunikasi publik, serta pencatatan data. Selama proses distribusi, panitia menggunakan sistem antrean dan verifikasi identitas untuk memastikan bantuan diterima oleh penerima yang tepat sasaran. Setiap penerima menandatangani daftar penerimaan dan memperoleh penjelasan singkat mengenai maksud kegiatan serta rencana program lanjutan. Hal ini memperlihatkan pentingnya pendekatan transparansi dan akuntabilitas (Syafitri et al. , 2. dalam pelaksanaan kegiatan sosial berbasis kampus. Dari observasi lapangan dan hasil wawancara informal, ditemukan bahwa sebagian besar penerima bantuan mengaku merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Mereka menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga memberi mereka rasa dihargai oleh institusi akademik. Bagi masyarakat sekitar, keberadaan kampus tidak lagi dipandang sebagai entitas eksklusif, tetapi sebagai bagian dari komunitas yang ikut memperhatikan kondisi sosial sekitarnya. Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam kegiatan ini memberikan pembelajaran kontekstual yang tidak diperoleh di ruang kelas. Mahasiswa belajar merencanakan, mengorganisir, dan mengevaluasi kegiatan sosial secara langsung. Mereka juga belajar berkomunikasi lintas sosial dan budaya, serta menghadapi tantangan nyata di lapangan, seperti keterbatasan logistik, dinamika masyarakat, dan penyesuaian jadwal akademik dengan kegiatan sosial. Dari sisi institusi, program ini memperkuat citra Universitas Tridinanti sebagai kampus yang tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga peka terhadap realitas sosial. Dengan menghadirkan program nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, universitas membuktikan komitmennya dalam menjalankan fungsi sosial https://ejournal. univ-tridinanti. id/index. php/JEM/index Jurnal Pengabdian Ekonomi Mengabdi Volume 04 Nomor 01. April 2025 secara berkelanjutan. Hal ini juga membuka peluang kemitraan lebih luas dengan pemerintah daerah, maupun sektor swasta dalam kegiatan pengabdian ke depan. Dampak kegiatan ini juga dapat dilihat dari aspek relasi sosial yang terbentuk. Interaksi langsung antara mahasiswa dan masyarakat melahirkan rasa saling memahami dan empati yang lebih kuat. Kegiatan ini menjadi wadah konkret bagi nilai-nilai gotong royong, solidaritas sosial, dan kepedulian kolektif untuk tumbuh dan berkembang di lingkungan pendidikan tinggi. Sebagai catatan, kegiatan ini juga menghadapi beberapa tantangan teknis, seperti keterbatasan jumlah relawan dibanding volume kerja, keterlambatan beberapa logistik dari pemasok, serta ketidaksesuaian data penerima yang sempat terjadi di tahap awal. Namun semua kendala tersebut berhasil diatasi melalui koordinasi cepat dan fleksibilitas tim di lapangan. Hal ini menunjukkan pentingnya kesiapan manajerial dan komunikasi yang baik dalam pelaksanaan kegiatan berbasis komunitas. Melalui program ini, universitas tidak hanya menyalurkan bantuan dalam bentuk barang, tetapi juga membangun ekosistem pengabdian yang melibatkan semua unsur kampus secara kolaboratif. Dengan pendekatan yang sistematis dan partisipatif, kegiatan ini dapat dijadikan model praktik baik untuk diterapkan atau direplikasi oleh perguruan tinggi Secara keseluruhan, hasil pengabdian ini memperlihatkan bahwa kegiatan penyaluran bantuan sembako bukan sekadar aktivitas karitatif, melainkan bagian dari proses pendidikan karakter, penguatan institusi, dan transformasi sosial berbasis kampus. Dengan dokumentasi yang baik dan evaluasi berkelanjutan, kegiatan semacam ini dapat menjadi cikal bakal terbentuknya program pemberdayaan masyarakat yang lebih luas dan PENUTUP Kesimpulan Program pengabdian kepada masyarakat melalui penyaluran bantuan sembako di lingkungan Universitas Tridinanti telah terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif yang nyata. Kegiatan ini tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran sosial yang berharga bagi https://ejournal. univ-tridinanti. id/index. php/JEM/index Jurnal Pengabdian Ekonomi Mengabdi Volume 04 Nomor 01. April 2025 Pelaksanaan program menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat yang dirancang secara partisipatif, transparan, dan terstruktur dapat membangun hubungan harmonis antara institusi pendidikan dan komunitas sekitarnya. Keterlibatan aktif civitas akademika dalam seluruh proses kegiatan mencerminkan pengamalan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi secara konkret. Dari sisi kelembagaan, kegiatan ini memperkuat peran universitas sebagai agen perubahan sosial yang adaptif terhadap kondisi lingkungan. Hasil observasi dan evaluasi menunjukkan bahwa program ini efektif sebagai bentuk respon sosial jangka pendek yang memiliki potensi dikembangkan ke arah pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Rekomendasi Perlu dilakukan pelatihan perencanaan dan manajemen kegiatan sosial bagi mahasiswa agar keterlibatan mereka semakin optimal dan profesional. Perluasan cakupan penerima manfaat, baik secara geografis maupun demografis, agar dampak sosial kegiatan lebih luas. Kolaborasi strategis dengan lembaga pemerintahan, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil sangat dianjurkan untuk memperkuat daya jangkau dan keberlanjutan Ke depan, program pengabdian diharapkan tidak hanya fokus pada bantuan langsung, tetapi juga diarahkan pada pemberdayaan ekonomi lokal berbasis pelatihan dan Disarankan untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan universitas dengan sistem evaluasi terukur agar kualitas pelaksanaan terus meningkat. DAFTAR PUSTAKA