Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Implementasi Pembelajaran Daring Dan Luring Pada Mata Pelajaran Geografi SMA Di Kabupaten Morowali Amria*. Nurvita Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Pendidikan IPS Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako Palu *email: amria1511@gmail. ABSTRACT This study aims to describe the preparation of online and luring learning carried out by teachers, students and parents, the implementation of learning, learning evaluation, constraints experienced by students and teachers in the study of learning, and what efforts of teachers do for the achievement of online learning and luring which is good especially in high school geographic subjects in Morowali district. This research was conducted at Pongku 1 Public High School and 2 Pongku State High School. Central Bungku District. Morowali Regency. The type of qualitative descriptive research that uses samples of teachers and students of class X IPS in SMA 1 Pongku and 2 Pongku State High School, and parents of Data collection using observation, interviews and documentation The results showed that learning planning needed to be prepared before starting online and luring learning such as preparing internet quota or wifi network that could support learning, preparing teaching materials, learning videos, ppt, and tasks to be distributed to students. The implementation of online and luring learning uses several learning support applications such as WhatssApp. Quipper. Zoom, and Classroom, the teacher also sends learning animated videos and ppt to support online learning, in learning teachers coming to students to be given learning materials and tasks. Constraints in learning experienced by teachers and students at access to internet networks, submission/material receipts, the high cost of data packages. In Luring Learning Kenda is the distance of the house and the school is quite far enough to make it difficult for teachers to come to their respective students. Keywords: Implementation, constraints, learning solutions. Covid-19 Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Pendahuluan Indonesia memerlukan sumberdaya manusia, salah satunya yaitu Pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis, yang dilakukan oleh orang yang diserahi tanggung jawab untuk mempengaruhi peserta didik agar mempunyai sifat dan tabiat, agar sesuai cita-cita pendidikan. Menurut undang-undang No. tahun 2003 tentang Sisdiknas (Sistem Pendidikan nasiona. dalam pasal 1 disebutkan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, memiliki kecerdasan, berakhlak mulia serta memiliki keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, mengembangkan segala potensi yang dimiliki peserta didik melalui proses Sesuai yang diamanatkan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan nasional No. 20 Tahun 2003 pasal 3 menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokrat serta bertanggung jawab. Pendidikan dimaknai sebagai proses memanusiakan manusia untuk menjadi manusia dewasa seutuhnya. Namun dunia dikejutkan dengan mewabahnya suatu penyakit yang disebabkan oleh sebuah virus yang bernama corona atau dikenal dengan Coronavirus disseases-19 (Covid-. yang mulai mewabah pada 31 Desember 2019 di Kota Wuhan Provinsi Hubei Tiongkok, dan menyebar ke seluruh dunia dengan cepat, sehingga World Healt Organization (WHO) tanggal 11 maret menetapkan sebagai wabah pandemic Rumitnya penanganan wabah ini membuat para pemimpin dunia dan termaksud Indonesia membuat kebijakan super ketat untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 yaitu dengan menerapkan social distancing. Salah satu dampak yang sangat dirasakan khususnya pada dunia pendidikan dari adanya pandemi Covid-19 saat ini adalah sistem pendidikan yang harus mengalami beberapa perubahan dalam proses belajar-mengajar. Oleh karena itu, untuk meminimalisir penyebaran virus tersebut, salah satunya kebijakan Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X bekerja dari rumah . ork from hom. dan belajar dari rumah . tudy from hom. Hal ini didukung oleh surat edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelakasanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat Coronavirus Desease 2019 (Covid-. yang ditandatangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Prinsip yang diterapkan dalam kebijakan masa pandemic Covid-19 adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran. Situasi dan kondisi saat ini, pembelajaran mengharuskan atau mewajibkan untuk melaksanakan pembelajaran secara online atau daring (Dalam Jaringa. maupun luring (Luar Jaringa. Indonesia pun telah menerapkan kebijakan pendidikan dalam masa darurat covid-19 yaitu pembelajaran daring maupun luring khususnya dalam jenjang sekolah Salah satu sekolah di Indonesia yang telah menerapkan pembelajaran daring maupun luring tersebut yaitu SMA Negeri 1 Belitang di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Sumatera Selatan. Indonesia. Kabupaten Morowali menjadi salah satu daerah otonom bersama dua kabupaten lainnya. Luas daratan Kabupaten Morowali sekitar 15. 490,12 ycoyco 2 atau 22,7 % dari luas daratan provinsi Sulawesi Tengah yang memiliki beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Morowali seperti SMA Negeri 1 Bungku Tengah dan SMA Negeri 2 Bungku Tengah pun menerapkan kebijakan Studi From Home (SFH) tersebut. Kebijakan yang dilaksanakan oleh sekolah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelakasanaan Kebijakan Pendidikan dalam masa darurat Covid-19 mengenai pembelajaran daring/online maupun luring . uar jaringa. dilakukan agar mengurangi grafik penyebaran Covid-19 namun tetap menjaga keefektifan pelaksanaan pembelajaran. Berkenaan dengan pembelajaran, pada dasarnya setiap kegiatan pembelajaran harus dirancang terlebih dahulu sebagaimana tertulis dalam Permendiknas RI No. 40 Tahun 2007 yaitu perencanaan proses Masa darurat Covid-19 seperti sekarang ini, bagaimanakah dampak yang dirasakan siswa, guru, maupun sekolah dari kebijakan pembelajaran daring dan luring tersebut, serta upaya-upaya apa saja yang dilakukan guru untuk meningkatkan pelaksanaan pembelajaran dengan baik? Tentunya bermacam-macam. Namun terkait hal tersebut, sekolah, guru Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X maupun siswa berperan penting guna terlaksananya pembelajaran dengan baik dan efektif. Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian untuk mengetahui proses pelaksanaan pembelajaran daring maupun luring pada masa pandemi covid-19, kelebihan maupun kekurangan pada pembelajaran daring maupun luring ini, hingga dampak yang dirasakan siswa maupun guru, serta upaya-upaya yang dilakukan guru maupun siswa untuk tetap meningkatkan pelaksanaan pembelajaran dengan baik. Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul: AuImplementasi Pembelajaran Daring dan Luring Pada Mata Pelajaran Geografi SMA di Kabupaten MorowaliAy. II. Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena berhubungan dengan manusia yang secara fundamental bergantung pada pengamatan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggali informasi tentang implementasi pembelajaran daring dan luring yang mencangkup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, kendala dan upaya yang dilakukan dalam pembelajaran daring dan luring khususnya pada mata pelajaran geografi dengan mengambil dua lokasi penelitian yaitu di SMAN 1 Bungku Tengan dan juga SMAN 2 Bungku Tengah. Gambar 1. Peta Lokasi Penelitian Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Subjek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran geografi di SMAN 1 Bungku Tengah kelas X IPS ( X IPS 1. X IPS 2. X IPS . , guru mata pelajaran geografi kelas X IPS di SMAN 2 Bungku Tengah, beberapa siswa perwakilan dari kelas X IPS (X IPS 1. X IPS 2. X IPS . di SMAN 1 Bungku Tengah dan kelas X SMAN 2 Bungku Tengah serta beberapa orang tua murid diperlukan untuk mengetahui terkait persiapan belajar peserta didik. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yaitu mendeskripsikan data-data yang diperoleh peneliti mengenai implementasi pembelajaran daring dan luring khususnya pada mata pelajaran geografi di dua sekolah menengah atas yaitu SMAN 1 Bungku Tengah dan SMAN 2 Bungku Tengah. Kabupaten Morowali. Pembahasan Persiapan/perencanaan pembelajaran daring dan luring Hasil penelitian dalam perencanaan guru dalam menerapkan pembelajaran daring selama proses pembelajaran geografi yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap guru mata pelajaran geografi maupun siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Bungku dan SMA Negeri 2 Bungku. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebelum memulai pembelajaran daring, diperlukan perencanaan-perencanaan terlebih dahulu. Tugas guru dalam perencanaan pembelajaran daring yaitu . Menyiapakan data internet atau Wifi dengan jaringan yang baik, . kemudian Menyiapkan bahan ajar yang akan dibagikan kepada siswa melalui grub whatssapp, . Sebelum memulai pembelajaran, guru menyiapkan materi yang akan disampaikan secara jelas dalam bentuk media pembelajaran seperti power point, video dan pertanyaan pertanyaan untuk siswa. Pembelajaran yang dilaksanakan secara daring tidak memiliki begitu banyak perbedaan dengan pembelajaran tatap muka. Beberapa hal yang membedakan yaitu seperti penyampaian materinya yang dilakukan secara virtual yang memerlukan teknologi untuk menyampaikan materi pembelajaran. Hal tersebut menyebabkan guru dituntut agar paham dengan teknologi saat ini yang diperlukan untuk pembelajaran dlam jaringan. Pada pembelajaran luring guru Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X menyiapkan RPP, . menyiapkan bahan ajar, jadwal dan Sedangkan persiapan atau perencanaan yang dilakukan siswa sebelum mengikuti pembelajaran yang pertama, menyiapkan fisik, psikis dan mental untuk menghadapi pembelajaran. Dengan kondisi tubuh yang baik, maka siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. kemudian yang kedua, menyiapkan paket data belajar serta memastikan adanya kondisi internet yang baik untuk melaksanakan pembelajaran. Tak hanya guru dan siswa saja, peran orang tua dalam hal mempersiapkan pembelajaran juga sangat dibutuhkan, terlebih lagi orang tua merupakan pembimbing selama pembelajaran daring Orang tua akan lebih berinteraksi dengan siswa terkait pembelajaran, seperti mengingatkan siswa untuk belajar dan mengikuti pembelajaran, menyiapkan keperluan belajar siswa seperti menyiapkan paket data belajar Berdasarkan hasil penelitian terhadap guru mata pelajaran di SMAN 2 Bungku pembelajaran luring juga memrlukan persiapan pembelajaran. , yaitu umumnya pembelajaran luring pada masa covid-19 hampir sama dengan pembelajaran luring sebelum adanya covid-19. Guru akan menyiapkan materi yang akan diberikan dikelas dengan membagikan kepada siswa yang datang kesekolah dalam bentuk hardcopy atau memberikan kepada siswa di rumah masing-masing dengan mendatangi siswa tersebut. Pelaksanaan pembelajaran daring dan luring Berdasarkan hasil penelitian yang disampaikan langsung oleh guru mata pelajaran geografi baik pada SMA Negeri 1 Bungku Tengah maupun SMA Negeri 2 Bungku Tengah mengenai proses pembelajaran daring yang dilaksanakan disekolah tersebut menemukan beberapa hasil yaitu yang pertama Pelaksanaan pembelajaran daring menggunakan aplikasi belajar. Pelaksanaan pembelajaran daring yang dilaksanakan disekolah tersebut menggunakan aplikasi belajar yaitu dengan membuat grub belajar pada aplikasi whatssapp untuk memudahkan siswa-siswa untuk dapat mengetahui informasi pembelajaran, kemudian dapat juga digunakan untuk absensi siswa, melakukan Tanya-jawab dan sebagainya. Sedangkan untuk pengiriman tugastugas siswa menggunakan aplikasi quipper yang dapat memudahkan siswa Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X untuk langsung mengetahui nilai siswa. Pada pelaksanaan pembelajaran daring, guru juga mengirimkan materi dalam bentuk video pembelajaran maupun video-video animari yang berasal dari youtube untuk memudahkan terhadap pemahaman materi siswa, yang kedua Pembelajaran daring dilaksanakan dengan waktu yang singkat. Berbeda dengan pembelajaran pada umumnya, pembelajaran daring dilaksanakan dengan estimasi waktu yang relative singkat. Pelaksanaan pembelajaran daring ini disesuaikan dengan kondisi internet. Apabila kondisi internet yang terbilang cukup baik, maka pembelajaran akan dilaksanakan dengan waktu 1 jam paling lama, sedangkan apabila terdapat gangguan pada kondisi jaringan internet yang dapat menghambat pembelajaran, maka pembelajaran di laksanakan kurang dari 1 jam atau menyesuaikan kondisi jaringan. Sedangkan pada hasil penelitian yang dilaksanakan pada SMAN 2 Bungku bersama guru mata pelajaran geografi menemukan beberapa hasil dalam pelaksanaan pembelajaran luring yaitu yang pertama pembelajaran dilaksanakan dengan tatap muka berdasarkan ketentuan-ketentuan tertentu seperti tidak menyebabkan perkumpulan masa yang berarti disini guru akan memberikan jadwal-jadwal tertentu kepada siswa yang akan kesekolah dengan minimal 3 orang masing-masing dengan tetap mematuhi protocol Kedua, dalam pembelajaran luring apabila siswa tidak berkenaan kesekolah karena mendapatkan beberapa kendala tertentu, maka guru akan menemui siswa tersebut ke rumah masing-masing dengan membawa materi atau tugas yang kemudian akan di berikan atau dibagikan kepada siswa yang disebut pembelajaran door to door. Evaluasi pelaksanaan pembelajaran daring dan luring Pelaksanaan pembelajaran daring . maupun luring memerlukan langkah evaluasi untuk mengetahui ketercapaian pembelajaran. Adapun kondisi pembelajaran yang dibahas dalam penelitian ini terdiri dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran seperti partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, keefektifan penggunaan aplikasi belajar daring, kualitas jaringan, kualitas materi serta kendala-kendala yang ditemui siswa maupun guru dalam pembelajaran daring maupun luring pada masa Pembelajaran daring maupun luring yang telah dilaksanakaan di Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X sekolah tempat peneliti melakukan penelitian yaitu SMAN 1 Bungku Tengah dan SMAN 2 Bungku Tengah menunjukkan tingkat pencapaian pembelajaran apabila mendapatkan kemajuan, perkembangan dan pencapaian belajar peserta didik tersebut. Adapun evaluasi pembelajaran daring dan luring di sekolah tersebut ialah . Kurangnya pastisipasi siswa dalam mengikuti Pembelajaran daring maupun luring yang telah dilaksanakan disekolah tempat penelitian, menimbulkan beberapa kendala yang menyebabkan kurangnya partisipasi serta motivasi siswa untuk mengkikuti Berdasarkan wawancara bersama siswa maupun guru rata-rata mengungkapakan bahwa adanya ketidakbiasaan dalam mengikuti pembelajaran yang berbasis online maupun luring yang secara tidak langsung menyebabkan menurunnya tingkat pembejaran, . Kurangnya tingkat pengetahuan atau menurunnya tingkat pemahaman. Secara tidak langsung pembelajaran secara online menyebabkan siswa yang pandai menjadi pandai, namun siswa yang dibawah rata-rata akan semakin kebawa. Hal ini disebabkan adanya perbedaan dari tingkat belajar siswa masing-masing. Siswa yang rajin tentunya akan mencari tahu tersendiri materi bahkan tanpa adanya penjelasan materi secara merata dari guru. Berbeda halnya dengan siswa yang dibawah standar atau kurang memiliki inisiatif untuk belajar sendiri akan menyebabkan siswa tersebut kurang mendapat kemajuan dalam hal . Siswa tidak merasakan pembelajaran seperti disekolah. Baik pembelajaran daring maupun luring, suasana belajar akan sangat berbeda dengan pembelajaran tatap muka seperti pada umumnya. Siswa tidak lagi merasakan pembelajaran seperti disekolah karena hanya menggantungkan diri pada materi-materi yang didapatkan secara instan atau menggunakan google dan sejenisnya. Kendala/dampak pada pembelajaran daring dan luring . Kendala pada pembelajaran daring Proses pembelajaran daring dan luring pada masa pandemi covid yang ditunjukkan dari hasil wawancara bersama guru maupun siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Bungku serta guru dan siswa kelas X IPS SMA Negeri 2 Bungku memiliki kendala-kendala. Kendala-kendala yang ditemui guru pada SMA Negeri 1 Bungku Tengah maupun SMA Negeri 2 Bungku Tengah adalah . Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Kendala pada jaringan internet. Karena mayoritas penduduknya yang tinggal didaerah pedesaan. Terlebih lagi melihat kondisi jaringan serta listrik di Kab. Morowali menjadi salah satu kendala yang sering terjadi yang sering dialami guru, . Kendala dalam penggunaan media. Penggunaan media pada pembelajaran daring sangat sulit karena pembelajaran yang berbasis online umumnya kurang cocok untuk menggunakan media pembelajaran karena tidak efektif penggunaannya. Kendala dalam penyampaian materi menggunakan jaringan. Pada pembelajaran tatap muka sangat mudah menyampaikan materi secara langsung tanpa ada hambatan dari luar, sedangkan pada pembelajaran daring ini guru kesulitan menyampaikan materi ajar akibat dari akses jaringan yang kurang mendukung untuk menyampaikan materi meski menggunakan zoom atau video call whatssapp, . Kendala dalam kedisiplinan. Kendala berikutnya yang sering dihadapi guru pelaksanaan pembelajaran daring ialah ketidaktepatan waktu dalam mengikuti pembelajaran juga pada pengumpulan tugas untuk waktu yang diberikan dengan cukup lama yang masih sering terlambat, serta ketidakjujuran siswa dalam mengerjakan soal menjadi kendala pada pembelajaran daring ini, . Kendala dalam komunikasi dengan orang tua sebagai pembimbing peserta didik di rumah. salah satu nya yaitu kurangnya komunikasi dengan orang tua murid sebagai pembimbing siswa dirumah. Kurangnya komunikasi ini menyebabkan guru kesulitan untuk memantau proses belajar siswa. Hasil wawancara yang dilakukan peneliti, kebanyakan dari responden mengeluhkan kualitas jaringan internet, hal tersebut menyebabkan siswa kesulitan mengikuti pembelajaran daring dengan tepat waktu atau sesuai jadwal yang telah ditentukan apalagi dengan yang mayoritas siswanya bertempat tinggal di pedesaan menyebabkan kesulitan untuk mengakses jaringan internet untuk mengikuti pembelajaran. Selain itu mereka juga mengeluhkan mahalnya paket internet untuk dipergunakan. Sementara beberapa dari siswa memiliki tingkat ekonomi rendah ditambah lagi pada pandemic saat ini yang menyebabkan menurunnya tingka perekonomian. Sehingga, penyediaan paket internet menjadi salah satu kendala pada pelaksanaan pembelajaran daring ini. Banyak dari siswa yang kurang Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X memahami materi akibat penyampaian materi yang tidak jelas akibat gangguan oleh jaringan. Hal tersebut menyebabkan siswa bermalas-malasan untuk mengikuti pembelajaran. Penggunaan teknologi informasi masih sangat minim dikalangan siswa. Pada pembelajaran daring yang mengahruskan guru maupun siswa menggunakan aplikasi untuk belajar, siswa yang sebelumnya belum pernah mengakses aplikasi untuk belajar. Sehingga menyebabkan siswa kurang memahami materi yang diberikan ditambah lagi materi pembelajaran yang harus di download terlebih dahulu yang pastinya membutuhkan jaringan internet yang sangat kuat. Kendala-kendala dalam pembelajaran Luring Pembelajaran luring termaksud pembelajaran yang lebih efektif jika dibandingankan dengan pembelajaran daring karena siswa bisa langsung bertemu dengan guru dan bertanya mengenai materi ataupun tugas yang kurang di pahami tanpa adanya kendala pada system jaringan. Namun pada masa pandemi pembelajaran luring juga memiliki kendala yang umumnya dialami oleh guru maupun siswa. Berdasarkan hasil penelitian, pembelajaran luring yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bungku dan SMA Negeri 2 Bungku memiliki kenda-kendala yang kerap di temui guru maupun siswa pada saat pelaksanaan pembelajaran luring ini. Adapun kendala-kendala yang sering kali ditemui guru geografi di SMA Negeri 1 Bungku dan SMA 2 Bungku pada pembelajaran luring tersebut adalah . Terbatasnya ruang gerak pembelajaran. Pembelajaran luring pada masa pandemic ini ternyata menjadikan guru bahkan siswa menjadi terbatas pada ruang geraknya. Baik guru maupun siswa harus membatasi geraknya untuk tetap mematuhi protocol kesehatan. Terbatasnya waktu Pembelajaran yang dilaksakan secara daring menyebabkan sulitnya untuk mengakses pembelajaran dengan waktu belajar-mengajar pada Pada masa pandemic ini, tidak hanya pembelajarannya yang diganti dengan system online, namun juga jam mengajar guru otomatis menjadi berubah karena penyesuaian dengan system belajar-mengajar saat ini. Pembelajaran berjalan tidak efektif Berdasarkan hasil penelitian bersama siswa pada SMA Negeri 1 Bungku dan SMA Negeri 2 Bungku memiliki kendala-kendala yang umum ditemui Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X pada pembelajaran luring ini. Kendala-kendala pada pembelajaran luring yang sering ditemui, adalah . Tidak melakukan pembelajaran dikelas. Siswa yang datang kesekolah untuk melaksanakan pembelajaran luring, umumnya hanya diberikan tugas atau mengantarkan tugas lalu kembali ke rumah. Hal ini dikarenakan siswa dibatasi untuk berlama-lama di sekolah karena kebijakan Akibatnya meski melakukan pembelajaran luring namun siswa mengatakan masih kurang memahami pembelajaran saat ini. Waktu pelaksanaan tidak menentu. Pada masa pandemic covid-19 ini menyebabkan sulitnya menyesuaikan waktu-waktu belajar siswa dengan kondisi akses internet ditempat tinggalnya masing-masing. Kondisi ini menyebabkan guru memberikan pembelajaran luring pada waktu-waktu yang tidak menentu. Sedangkan kendala yang dialami pada siswa SMA Negeri 2 Bungku, rata-rata menyampaikan hal yang seperti terbatasnya ruang gerak karena semua Upaya/solusi dari pembelajaran Daring Dan Luring Berbagai cara telah dilakukan demi tercapainya pembelajaran yang Masa pandemi saat ini menimbulkan beberapa kendala maupun dampak yang terjadi sehingga guru harus mengupayakan solusi yang terbaik dari pembelajaran daring ini. Adapun upaya atau solusi yang diberikan guru adalah pada pembelajaran daring adalah . Pemberian materi pembelajaran dengan cara yang mudah diakses. pada pembagian materi diberikan dengan muda . udah diakses oleh sisw. , . pemberian dan pengumpulan tugas-tugas siswa berikan waktu yang cukup sehingga siswa dapat mengerjakan tugasnya dengan waktu yang cukup banyak, . mengarahkan siswa tersebut untuk tetap mengerjakan tugas-tugasnya meskipun lambat dengan waktu yang sudah ditentukan dan terus menyemangati siswa untuk tetap mengikuti pembelajaran daring maupun luring pada masa pandemic saat ini. Sedangkan pada pembelajaran luring, guru mengupayakan Melakukan pembelajaran door to door atau menemui siswanya langsung ditempat tinggal mereka masing-masing. Guru mengupayakan agar pembelajaran berlangsung dengan baik, seperti apabila ada siswa yang terkendalah oleh jaringan maupun terkendala pada kuota internet karena factor ekonomi, guru Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X mengupayakan agar siswa tersebut dapat menerima materi dan mengetahui adanya tugas-tugas yang diberikan guru dengan cara mengajak siswa tersebut untuk datang ke sekolah atau guru hadir secara gagasan door to door peserta Tak hanya guru, peran orang tua juga sangat penting demi terlaksananya pembelajaran daring dengan baik. Tentu saja orang tua murid juga harus melakukan upaya-upaya tersendiri agar peserta didik dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik. adapun upaya atau solusi yang dilakukan orang tua terhadap peserta didik ialah menyediakan fasilitas berupa kuota internet untuk dapat ikut serta melaksanakan pembelajaran secara daring, setia mengawasi dan mengontrol anak-anaknya dirumah pada saat waktu pembelajran daring akan dimulai. IV. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian dalam implementasi pembelajaran daring dan luring yang mencangkup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, kendala dan upaya dalam pembelajaran daring dan luring pada mata pelajaran geografi menunjukan bahwa pelaksanaan perencanaan pembelajaran perlu dipersiapkan sebelum memulai adanya pembelajaran daring maupun luring seperti menyiapkan kuota internet atau jaringan wifi yang dapat menunjang pembelajaran, menyiapkan bahan ajar, video pembelajaran, ppt, serta tugastugas yang akan dibagikan kepada siswa. Pelaksanaan pembelajaran daring dan luring pada setiap sekolah menggunakan beberapa aplikasi penunjang belajar seperti whatssapp, quipper, zoom, dan classroom, guru juga menyampaikan materi melalui zoom, atau dengan mengirimkan video animasi pembelajaran dan ppt untuk menunjang pembelajaran daring, sedangkan pada pembelajaran luring siswa dapat ke sekolah untuk menerima materi dengan ketentuan-ketentuan tertentu sesuai protocol covid-19 atau guru mendatangi siswanya ke tempat masing-masing untuk diberikan materi pembelajran atau biasa disebut door to door. Kendala pada pembelajaran yang dialami siswa maupun guru yaitu kendala pada akses jaringan internet, penyampaian/penerimaan materi, mahalnya biaya paket data, sedangkan Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X pada pembelajaran luring memiliki kendala seperti jarak rumah dan sekolah murid yang cukup jauh sehingga menyulitkan guru mendatagi siswa masingmasing. Guru juga mengupayakan memberikan solusi yang terbaik terhadap siswa seperti Pemberian materi pembelajaran dengan cara yang mudah diakses. Melakukan pembelajaran door to door. Guru membuat jadwal-jadwal tertentu untuk memudahkan pembelajaran secara luring yang tidak menyebabkan perkumpulan massa. Memberikan materi dengan jelas dan mudah dipahami sehingga siswa dapat memahami dengan cepat. DAFTAR PUSTAKA