Proceedings Series on Physical & Formal Sciences. Volume 5 Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan ISSN: 2808-7046 Uji Paksa Serangan Vatiga illudens (Drake, 1. (Hemiptera: Tingida. pada Tanaman Singkong Varigata (Manihot esculenta var. Variegat. di Screenhouse Fakultas Pertanian UNSOED Agus Suroto1. Tarjoko2. Eka Oktaviani3. Jihan Nur Fauziah4 Jurusan Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Jenderal Soedirman 1,2,3,4 ARTICLE INFO Article history: DOI: 30595/pspfs. Submited: 05 Mei, 2023 Accepted: 21 Mei, 2023 Published: 04 Agustus, 2023 Keywords: Uji Paksa. Vatiga illudens. Manihot Variegata. Banyumas ABSTRACT Kepik Vatiga illudens (Drake, 1. (Hemiptera: Tingida. merupakan hama baru yang masuk Indoensia. Masuknya V. illudens ini menimbulkan kekhawatiran tentang invasi dan potensinya sebagai hama singkong eksotik baru di Indonesia. Minimnya informasi dasar tentang V. illudens, akan mempersulit penilaian dan prediksi wabah hama di Indonesia. Kabupaten Banyumas wajib mengantisipasi serangan hama tersebut karena memiliki kawasan tanam singkong yang cukup luas pada tahun 2018 yaitu 1. 711 ha dengan hasil panen yang juga termasuk banyak dibanding tanaman pangan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat . serangan hama baru tersebut pada salah satu aksesi singkong yang ada di Kabupaten Banyumas, khususnya Kecamatan Sumbang, di lingkungan screenhouse Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan ulangan sebanyak 4 . kali, dengan satu set tanaman sebagai kontrol. Pengamatan dilakukan selama 30 . iga puluh har. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas serangan mengalami kenaikan dari hari ke-hari. Meskipun cenderung mengalami peningkatan, mulai hari ke-18, serangan menunjukkan skala yang stasioner . hingga hari ke30. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Corresponding Author: Agus Suroto Universitas Jenderal Soedirman Jl. Dr. Soeparno 61 Karangwangkal Grendeng Purwokerto Utara 53122 Email: agussuroto@unsoed. PENDAHULUAN Kutu renda atau kepik Vatiga illudens merupakan salah satu hama anggota genus Vatiga yang dilaporkan berasal dari wilayah Neotropic (Guidoti et al. , 2. , daerah tropis Amerika Selatan. Amerika Tengah. Meksiko bagian Selatan dan Tengah, dan Kepulauan Antillen . epulauan yang berbatasan dengan Laut Karibia di bagian selatan dan barat. Teluk Meksiko di bagian barat laut, dan Samudra Atlantik di bagian utara dan timu. (Morrone et al. , 2. illudens (Drak. adalah salah satu spesies hama yang sering disebutkan dalam literatur (Guidoti et al. , 2. , yang sering dilaporkan sebagai hama penting tanaman ubi kayu (Manihot esculent. (Bellon et al. , 2017. Pastorio et al. , 2. Pada tahun 2012, populasi V. illudens di negara BrazilAi pusat asal tanaman ubi kayuAitelah mengalami peningkatan, khususnya di daerah Parana dan Grosso do Sul, sehingga dapat mengancam produktivitas tanaman ubi kayu, padahal Brazil merupakan produsen ubi kayu kedua di dunia (Bellon et al. , 2. Keberadaan hama dan penyakit yang menyerang suatu tanaman, khususnya tanaman ubi kayu, merupakan satu aspek yang menentukan produktivitas komoditas ini (Bellon et al. , 2012. Bintang et al. , 2. Hama kutu renda (V. ini, telah dilaporkan menginvasi wilayah Provinsi Jawa Timur di beberapa lokasi Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 (Puspitarini et al. , 2. Serangan hama fitofagus ini (Pastorio et al. , 2. dapat menurunkan produktivitas tanaman singkong hingga 55% (Bellon et al. , 2. Tanaman ubi kayu merupakan komoditas pertanian penting di beberapa Benua seperti Afrika. Amerika Tengah dan Selatan, dan Asia (Guidoti et al. , 2. Di Indonesia sendiri, sebagai bagian dari Benua Asia, ubi kayu merupakan alternatif sumber pangan masyarakat dan bahan dasar industri makanan (Silalahi et al. , 2. serta untuk pakan ternak (Sundari, 2. Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu produsen ubi kayu menyumbang luas panen total sebesar 105. 075 hektar, dengan produktivitas rata-rata sebesar 283,59 kuintal/ha pada tahun 2019 (Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah, 2. Potensi Indonesia, khususnya Provinsi Jawa Tengah, sebagai produsen ubi kayu, terancam dengan adanya invasi hama ini. Sampai saat ini, belum ditemukan metode kimiawi maupun biologis untuk mengendalikan hama ini dalam penanaman singkong yang spesifik lokasi dan inang. Di Kabupaten Banyumas sendiri, sebagai salah satu produsen ubi kayu di Provinsi Jawa Tengah, belum ada penelitian yang menggambarkan keberadaan dan kemelimpahan hama V. Minimnya informasi dasar tentang V. akan mempersulit penilaian dan prediksi wabah hama di Indonesia. Kabupaten Banyumas wajib mengantisipasi serangan hama tersebut karena memiliki kawasan tanam singkong yang cukup luas pada tahun 2018 yaitu 1. ha dengan hasil panen yang juga termasuk banyak dibanding tanaman pangan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keberadaan hama V. illudens di Kabupaten Banyumas dan menentukan potensi serangan hama tersebut pada varietas singkong yang spesifik. Pengetahuan tentang keberadaan dan intensitas serangan hama illudens yang spesifik lokasi dan inang pada tanaman ubi kayu dapat memberikan informasi dan khasanah kelilmuwan yang penting, demi mewujudkan strategi Pengendalian Hama dan Penyakit yang terpadu terhadap serangan V. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan tahapan, antara lain pengambilan sampel hama V. iludens, penyiapan tanaman singkong sebanyak 4 kali . engan satu set tanaman sebagai contro. dan penanaman di Screen House Fakultas Pertanian Unosed sebagai inang hama. Setelah daun tanaman singkong tumbuh sebanyak 2 Ae 5 helai serempak dilakukan pemberian hama ke masing-masing ulangan yang telah disiapkan yang selanjutnya diamati terkait jumlah individu untuk masing-masing stadium selama 30 hari. Kurva intensitas serangan dibuat berdasarkan data yang telah didapat. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa hama V. illudens ditemukan pada tanaman singkong jenis Menurut Bellon et al. , fase nimfa dan dewasa hama ini akan memakan sel protoplasma dari jaringan parenkim daun, sehingga meninggalkan titik atau noda klorotik pada sisi permukaan daun bagian atas, yang dapat meninggalkan noda berwarna merah hingga coklat. Hama V,illudens dapat dibedakan dari Vatiga manihotae atas kepemilikan tanduk kecil ganda pada sudut anterior kepala, dibandingkan pada V. yang hanya memiliki tanduk tunggal. Bellotti et al. melaporkan bahwa genus Vatiga yang sudah dewasa berwarna abu-abu dan berukuran panjang 3mm dan lebar 1mm. Spesies betina V. illudens dapat mengeluarkan sekitar 61,2 telur, yang dapat diletakkan dalam jaringan daun. Nimfa hama ini berwarna putih, dan berukuran lebih kecil dibandingkan dengan fase dewasa-nya. Baik fase dewasa maupun nimfa, keduanya ditemukan dalam jumlah yang banyak pada sisi permukaan bawah daun. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Gambar 1. Gejala serangan yang timbul Hama ini kemudian di-ujipaksa-kan pada tanaman singkong variegata di skrinhouse Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Selama 30 . iga puluh har. inkubasi, intensitas serangan hama yang muncul dapat dilihat pada Gambar 2. Berdasarkan grafik tersebut, intensitas serangan mengalami peningkatan dari hari ke-hari. Pada hari pertama dan kedua pengujian, intensitas serangan masih belum menunjukkan Namun demikian, peningkatan serangan terjadi mulai hari ke-2 hingga hari ke-30. Mulai hari ke18 hingga hari ke-30, intensitas serangan mengalami fase stasioner, karena telah menunjukkan grafik statis, tidak mengalami peningkatan. Gambar 2. Grafik intensitas serangan hama Vatiga illudens Intensitas serangan hama V. illudens pada tanaman singkong variegata di hari akhir pengamatan . ari ke-. adalah sebesar 6%. Menurut Umam & Prasetyawati . , intensitas serangan ini dikategorikan ke dalam intensitas serangan ringan, karena masih berada dalam persentase intensitas kurang dari 25%. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Berdasarkan data ini, serangan masih dikategorikan ke dalam skala 1. Menurut Bellotti et al. , siklus hidup rata-rata dari hama V. illudens berlangsung selama kurang lebih 75,5 hari, sehingga, berdasarkan waktu pengamatan, hama tersebut masih memungkinkan untuk melanjutkan fase siklus hidupnya. Peningkatan intensitas serangan hama V. illudens dari hari ke-2 hingga hari ke-18 . an hingga hari ke. dapat disebabkan karena pada fase nimfa dan dewasa dari hama ini dapat menyerang protoplasma dari sel parenkim daun, sehingga mengakibatkan pengurangan aktivitas fotosintesis, menyebabkan daun gugur di bagian bawah, hingga tanaman menjadi tidak berdaun secara keseluruhan (Pastorio et al. , 2019. dos Santos et al. Beberapa aspek fisiologis yang terganggu tersebut dapat berefek menurunkan produktivitas tanaman singkong (Fialho et al. , 2. Kajian tentang serangan hama V. illudens pada tanaman singkong telah dilakukan oleh peneliti. Halbert et al. melaporkan serangan V. illudens di luar daerah asalnya, yaitu di Florida. Amerika Serikat. Sementara itu, pada tahun 2012. Streito et al. melaporkan keberadaan populasi hama ini di Reunion Island. Afrika. Oliveira et al. telah melakukan penelitian untuk mengevaluasi kultivar tanaman singkong sebagai inang untuk peletakan telur V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultivar M Ecu 72 bersifat tahan terhadap serangan kutu V. illudens, sehingga dapat dimanfaatkan dalam memahami mekanisme ketahanan tanaman terhadap hama ini, sekaligus dalam program pemuliaan tanaman singkong tahan V. SIMPULAN Intensitas serangan hama V. illudens terhadap tanaman singkong var. Variegata mengalami kenaikan dan cenderung tetap pada hari ke-18 hinga hari ke-30. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan metode pengendalian serangan hama Vatiga illudens yang terpadu. Penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mendapatkan informasi terkait mekanisme serangan hama dan inventarisasi berbagai musuh alami dan agen pengendali hayati lainnya untuk mengendalikan hama V. DAFTAR PUSTAKA