AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 IMPLEMENTASI TEKNOLOGI TRANSAKSI SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN KINERJA PADA PT. GACOAN INDONESIA Muh Ahsan Ashar 1. Ainun Arizah2 Universitas Muhammadiyah Makassar1,2 muhahsancaccang@gmail. com, ainunarizah@unismuh. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh penggunaan teknologi sistem terhadap pemantauan kinerja di Gacoan, sebuah perusahaan makanan dan minuman cepat saji yang mengalami pertumbuhan pesat di Indonesia. Dengan memanfaatkan berbagai sistem digital, seperti Point of Sale (POS), otomatisasi manajemen stok, dan pelaporan secara real-time. Gacoan telah berhasil meningkatkan efisiensi dalam pengawasan operasional serta transparansi Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi langsung dan wawancara dengan manajer dan karyawan di beberapa lokasi Gacoan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem POS memungkinkan manajemen untuk memantau penjualan harian dengan akurat dan secara langsung, sedangkan sistem manajemen stok digital berfungsi efektif dalam mengawasi penggunaan bahan baku, mengurangi pemborosan, dan mencegah Selain itu, teknologi yang diterapkan memberikan batasan dan panduan kerja yang jelas bagi karyawan, sehingga pengawasan kinerja dapat dilakukan secara objektif. Walaupun demikian, masih terdapat tantangan seperti ketergantungan pada sistem dan perlunya pelatihan untuk karyawan yang belum familiar dengan teknologi. Secara keseluruhan, penerapan teknologi di Gacoan memberikan efek positif terhadap pemantauan kinerja, mempercepat proses pelaporan, meningkatkan keakuratan data, dan meningkatkan efisiensi Penelitian ini menyumbangkan pemahaman yang penting tentang peran teknologi dalam manajemen perusahaan makanan cepat saji di Indonesia. Kata kunci: Sistem Teknologi. Monitoring Kinerja. Sistem Kasir (POS). Pengelolaan Persediaan ABSTRAC This research aims to explore the influence of the use of system technology on performance monitoring at Gacoan, a fast food and beverage company that is experiencing rapid growth in Indonesia. By utilizing various digital systems, such as Point of Sale (POS), stock management automation, and real-time reporting. Gacoan has succeeded in increasing efficiency in operational monitoring and data transparency. The methods used in this research include direct observation and interviews with managers and employees at several Gacoan locations. The findings of this research show that the POS system allows management to monitor daily sales accurately and directly, while the digital stock management system functions effectively in monitoring raw material use, reducing waste and preventing misuse. In addition, the technology implemented provides clear work boundaries and guidelines for employees, so that performance monitoring can be carried out objectively. However, there are still challenges such as dependency on the system and the need for training for employees who are not yet familiar with Overall, the application of technology at Gacoan has had a positive effect on performance monitoring, speeding up the reporting process, increasing data accuracy and increasing operational efficiency. This research contributes an important understanding of the role of technology in the management of fast food companies in Indonesia Key words: Technology Systems. Performance Monitoring. Cashier Systems (POS). Inventory Management AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi di era digital telah membawa perubahan mendasar dalam sistem bisnis dan manajemen organisasi. Teknologi tidak hanya berfungsi sebagai pendukung, tetapi juga menjadi instrumen utama dalam menciptakan efisiensi, efektivitas, serta daya saing perusahaan (Roida Purba & Hendra Ibrahim. Dalam konteks ini, implementasi teknologi transaksi menjadi penting sebagai sarana pengendalian kinerja, khususnya pada perusahaan yang bergerak di sektor kuliner modern seperti PT Gacoan Indonesia. Pengendalian internal merupakan salah satu elemen vital dalam tata kelola organisasi yang efektif. Seiring dengan semakin kompleksnya lingkungan bisnis, penerapan teknologi transaksi dapat memperkuat sistem pengendalian internal melalui otomatisasi proses, pelaporan real-time, serta peningkatan keamanan data (Jeanet Muntu & Ismunandar, 2. Pemanfaatan teknologi informasi juga terbukti mampu meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, meskipun tantangan dalam hal integritas data dan keamanan sistem tetap perlu diperhatikan (Febriantika & Witono, 2. Lebih jauh, sistem pengendalian manajemen yang terintegrasi dengan teknologi terbukti dapat meningkatkan kinerja perusahaan melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang lebih efektif (Rotinsulu et al. , 2. Hal ini sejalan dengan temuan bahwa penggunaan sistem informasi akuntansi manajemen, ditambah dukungan teknologi informasi, mampu memperkuat pengaruh pengendalian manajemen terhadap kinerja manajerial (Suprantiningrum & Lukas, 2. Dalam aspek operasional, pemanfaatan teknologi informasi telah berperan penting dalam pengendalian kas internal dengan memberikan transparansi, mengurangi risiko kecurangan, serta mendukung pelaporan keuangan yang lebih akurat (Rahmaniar & Khairita. H, 2. Hal yang sama juga terlihat pada sektor publik, di mana teknologi informasi digunakan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan serta mewujudkan tata kelola yang transparan dan akuntabel (Fathony et al. , 2. Selain itu, dalam dunia bisnis, pemanfaatan teknologi informasi terbukti memberikan kontribusi positif terhadap inovasi layanan, efisiensi biaya, serta peningkatan daya saing. Misalnya, pada PT Pos Indonesia, penggunaan sistem berbasis teknologi memungkinkan layanan transaksi dan pelacakan yang lebih cepat serta efisien, meskipun masih menghadapi kendala biaya infrastruktur (Hermin et al. , 2. Pada lembaga keuangan syariah, pemanfaatan teknologi informasi juga membantu mengendalikan risiko likuiditas sekaligus meningkatkan kepercayaan anggota (Wafie & Segaf, 2. Teknologi informasi bahkan menjadi fondasi utama dalam praktik continuous auditing, yang memungkinkan proses audit berjalan secara real-time sehingga pengendalian kinerja dan transparansi laporan keuangan dapat terjamin (Hiererra S & Sarayar, 2. Hal ini semakin mempertegas bahwa implementasi teknologi transaksi bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam tata kelola kinerja perusahaan yang lebih adaptif, transparan, dan akuntabel. Dengan mempertimbangkan berbagai penelitian sebelumnya, implementasi teknologi transaksi pada PT Gacoan Indonesia diharapkan dapat menjadi alat strategis dalam memperkuat pengendalian kinerja perusahaan, meningkatkan efektivitas operasional, serta mendukung keberlanjutan bisnis di tengah persaingan industri kuliner modern. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 TINJAUAN TEORITIS DAN HIPOTESIS Teknologi Transaksi dalam Era Digital Teknologi transaksi merupakan bagian dari pemanfaatan teknologi informasi yang berfokus pada pencatatan, pemrosesan, dan pelaporan aktivitas bisnis secara otomatis. Perkembangan teknologi informasi di era digital telah memungkinkan perusahaan untuk melakukan integrasi sistem pembayaran, manajemen kas, hingga pelaporan real-time (Roida Purba & Hendra Ibrahim, 2. Hal ini mendukung efisiensi operasional dan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar yang semakin kompetitif. Pengendalian Internal dan Efisiensi Proses Pengendalian internal berperan penting dalam menjaga keamanan, akurasi, serta keandalan transaksi. Teknologi memungkinkan proses manual yang rawan kesalahan digantikan oleh sistem otomatis, sehingga meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko fraud (Jeanet Muntu & Ismunandar, 2. Pemanfaatan teknologi informasi juga telah terbukti mampu memperkuat pengendalian kas internal, seperti melalui sistem point of sales (POS), sistem informasi akuntansi, dan pelaporan otomatis (Rahmaniar & Khairita. H, 2. Teknologi Informasi dan Kualitas Laporan Keuangan Salah satu manfaat utama penerapan teknologi transaksi adalah perbaikan kualitas laporan keuangan. Teknologi informasi mendukung penyajian data yang lebih transparan, akurat, dan tepat waktu, meskipun tantangan dalam menjaga integritas dan keamanan data tetap ada (Febriantika & Witono, 2. Dalam konteks ini, kualitas laporan keuangan menjadi refleksi kinerja perusahaan serta alat pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan. Sistem Pengendalian Manajemen Sistem pengendalian manajemen adalah kerangka kerja yang digunakan manajemen untuk memastikan strategi dan tujuan perusahaan tercapai. Teknologi berfungsi sebagai faktor moderasi yang memperkuat efektivitas sistem pengendalian manajemen terhadap peningkatan kinerja manajerial (Suprantiningrum & Lukas, 2. Penerapan sistem ini terbukti mampu meningkatkan pendapatan perusahaan serta efektivitas karyawan, sebagaimana terlihat dalam studi pada PT Jaya Bitung Mandiri (Rotinsulu et al. , 2. Inovasi Teknologi dan Keunggulan Kompetitif Pemanfaatan teknologi transaksi tidak hanya berfokus pada aspek internal, tetapi juga menjadi inovasi layanan yang meningkatkan kepuasan pelanggan. Studi pada PT Pos Indonesia menunjukkan bahwa teknologi memungkinkan layanan berbasis digital seperti pelacakan transaksi secara online, meski masih menghadapi hambatan biaya dan infrastruktur(Hermin et al. , 2. Inovasi semacam ini penting untuk meningkatkan daya saing perusahaan di tengah disrupsi digital. METODE PENELITIAN Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai dampak penerapan teknologi AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 terhadap sistem pengendalian kas dalam perusahaan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi pengalaman langsung dan perspektif para informan terkait fenomena yang diteliti Teknik Analisis Data Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik, yang dilakukan melalui tiga tahap yaitu Reduksi data, yakni menyaring dan merangkum informasi penting dari hasil wawancara dan observasi. Penyajian data, yaitu menyusun hasil temuan dalam bentuk naratif berdasarkan tema atau kategori yang muncul. Penarikan kesimpulan, berdasarkan pola atau kecenderungan yang ditemukan selama proses analisis. Teknik Pengumpulan Data Wawancara mendalam, untuk mengumpulkan informasi terkait praktik penggunaan teknologi dalam sistem kas, serta manfaat dan tantangan yang Observasi, guna mengamati langsung aktivitas pencatatan dan pengawasan kas di lingkungan perusahaan. Studi dokumentasi, dengan menelaah dokumen-dokumen seperti laporan keuangan, prosedur operasional standar, dan bukti penggunaan sistem/aplikasi HASIL DAN PEMBAHASAN Berisi Dampak Teknologi Sistem terhadap Pengawasan Kinerja Perusahaan di Gacoan Berdasarkan pengamatan dan wawancara yang dilakukan di beberapa cabang Gacoan, terungkap bahwa penerapan teknologi memiliki peran krusial dalam membantu pengawasan kinerja perusahaan. Gacoan, yang merupakan salah satu pemain dalam industri makanan dan minuman cepat saji yang berkembang pesat di Indonesia, telah mengadopsi berbagai sistem digital dalam operasionalnya, termasuk sistem Point of Sale (POS), pengawasan stok otomatis, dan dasbor laporan penjualan secara langsungdan Perusahaan Gacoan mengadopsi system digital kasir yaitu InterActive MyResto . InterActive MyResto adalah sebuah aplikasi kasir dan manajemen restoran yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi Indonesia bernama InterActive Technologies. Aplikasi ini dirancang khusus untuk membantu bisnis kuliner seperti restoran, kafe, dan warung makan dalam mengelola operasional sehari-hari secara efisien dan otomatis. sistem Point of Sale (POS) berbasis desktop maupun cloud . yang menyediakan fitur-fitur lengkap untuk mendukung kegiatan restoran, termasuk pemesanan, pembayaran, manajemen stok, laporan keuangan, dan kontrol karyawan. Fitur Utama InterActive MyResto Sistem Kasir & Manajemen Meja Antarmuka yang ramah pengguna memungkinkan kasir untuk mengelola transaksi dengan mudah, termasuk pengaturan meja, lantai, dan pemesanan. Sistem ini mendukung berbagai jenis layanan seperti dine-in, take away, delivery, dan food court. Selain itu, terdapat fitur manajemen meja dan lantai yang fleksibel, serta dukungan untuk berbagai jenis pembayaran, termasuk QRIS dan kartu kredit. Manajemen Pemesanan Melayani pesanan langsung di tempat, takeaway,delivery dan Dapat menggunakan sistem pemesanan via barcode/QR code oleh pelanggan sendiri. Manajemen Stok dan Bahan Baku AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Melacak stok bahan baku secara otomatis berdasarkan penjualan dan Mencegah kehabisan stok dan mendeteksi kebocoran bahan baku. Laporan dan Analitik Menyediakan laporan penjualan harian, mingguan, hingga bulanan dan Laporan laba rugi, performa menu, hingga jam sibuk restoran. Manajemen Meja (Table Managemen. Menampilkan layout meja dan mengatur status meja . osong, terisi, dipesa. dan Memudahkan pelayan dalam mengatur pengunjung. Multi-User dan Multi-Cabang Mengelola beberapa outlet dari satu sistem pusat dan Pengguna . asir, supervisor, pemili. bisa memiliki akses dan hak berbeda. Online & Offline Mode Bisa digunakan tanpa koneksi internet . dan Data akan otomatis sinkron saat kembali online. Kelebihan InterActive MyResto Mudah digunakan, cocok untuk pelaku usaha pemula hingga profesional. Bahasa Indonesia, disertai dukungan teknis dan pelatihan lokal. Teruji di jaringan besar, seperti Mie Gacoan, menunjukkan skalabilitasnya. Terintegrasi dengan perangkat tambahan: printer dapur, customer display,dan barcode scanner. Usaha usaha yang Cocok Menggunakan InterActive MyResto? Restoran kecil hingga besar Warung makan modern Franchise kuliner Kafe dan coffee shop Food court dan food truck Setelah saya mewawancarai atau menggali informasi dari seorang manager pada Perusahaan Gacoan saya mendapatkan informasi bahwa sebelum adanya sistem Interactive My Resto(POS),perusahaan gacoan memakai aplikasi yang bernama Solis Resto(POS) yaitu sistem yang mengatur segala transaksi dalam perusahaan gacoan namun aplikasi tersebut memiliki beberapa kekurangan yaitu memiliki harga yang mahal,kurang update mengenai sistem, aplikasinya terlalu ribet dikarenakan aplikasi tersebut harus login secara manual terus menerus dan tampilan aplikasinya sangat kuno dengan tampilan seperti windows 7 yang membuat penggunanya susah untuk selain itu, jika terjadi kerusakan pada sistem atau erornya sistem penanggulangan dari CS(Customer Servic. sangat lamban atau tdk responsif dalam perbaikan sistemnya. Maka dari itu perusahaan gacoan beralih dari aplikasi solis ke aplikasi Point Of Sale(POS) dikarenakan sitem dalam aplikasi POS lebih update dan sistemnya langsung terintegrasi secara otomatis. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Gambar 1. InterActive MyResto (Point Of Sal. Gambar 2. Fitur Solis Resto (Point Of Sal. Rekomendasi Berdasarkan Kebutuhan InterActive MyResto: Cocok untuk restoran dengan banyak cabang yang membutuhkan sistem POS terintegrasi dengan cloud, dukungan multi bahasa, dan model pembayaran sekali seumur hidup. Solis Resto: Ideal untuk restoran dengan kebutuhan operasional kompleks, seperti banyak titik order dan dapur, serta yang menginginkan dukungan teknis profesional dan berpengalaman InterActive MyResto telah digunakan oleh lebih dari 11. 600 restoran di 38 kabupaten dan 47 kota di Indonesia, mencakup berbagai jenis usaha kuliner seperti restoran, kafe, food court, warung, dan food truck. Beberapa perusahaan yang telah mempercayakan sistem transaksi mereka kepada InterActive MyResto ,Beberapa Perusahaan tersebut Depot Bu Rudy Ae Salah satu ikon kuliner Surabaya yang menggunakan MyResto untuk mengelola transaksi dan cabang secara efisien. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Warung Leko Ae Mengandalkan InterActive MyResto untuk mengontrol seluruh cabang secara online dalam waktu bersamaan. Monopole Coffee Lab Ae Memanfaatkan fitur keamanan dan pelaporan MyResto untuk meminimalkan potensi kecurangan di outlet mereka. Sult Cafe Ae Menyukai dukungan teknis cepat dan langsung dari tim InterActive untuk memastikan kelancaran operasional. Bebek Semangat Ae Restoran bebek yang tumbuh pesat dan memakai InterActive MyResto untuk memantau transaksi dan stok secara real-time. Sate Pak Gendut Ae Menggunakan sistem untuk mempermudah pengelolaan order dan laporan harian. Nasi Kulit Malam Minggu Ae Brand kekinian yang memilih sistem MyResto karena fleksibel dan cocok untuk layanan cepat saji serta delivery. Perbedaan dari Interactive My Resto dan Solis Resto InterActive MyResto dan Solis Resto adalah dua aplikasi Point of Sale (POS) yang dirancang khusus untuk membantu operasional restoran, namun keduanya memiliki pendekatan dan fitur yang sedikit berbeda. InterActive MyResto lebih menonjol dalam hal integrasi dengan layanan pihak ketiga seperti GrabFood, serta mendukung sistem cloud untuk pemantauan omzet secara real-time dan manajemen multi-cabang. Aplikasi ini juga menyediakan fitur self-order melalui QR code, tablet di meja, atau kiosk, serta mendukung penggunaan dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggri. Model pembayarannya bersifat sekali beli seumur hidup tanpa biaya bulanan, menjadikannya ekonomis dalam jangka panjang. Sistem keamanannya dilengkapi dengan autentikasi sidik jari dan pencatatan histori tindakan pengguna. Sementara itu. Solis Resto juga berbasis cloud dan sangat cocok untuk restoran dengan kebutuhan operasional kompleks seperti bar, lounge, karaoke, atau restoran dengan banyak titik order. Sistem ini menyediakan dukungan teknis dari tim profesional dan berpengalaman, serta fitur self-order untuk pelanggan dan waiter menggunakan Solis Resto juga unggul dalam pengelolaan dapur terpusat dan mendukung berbagai tipe layanan restoran, termasuk take away dan delivery. Namun, integrasi dengan platform eksternal seperti GrabFood tidak disebutkan secara eksplisit. Meski model pembayarannya tidak dijelaskan secara rinci. Solis Resto telah digunakan oleh banyak restoran besar yang membutuhkan sistem POS tangguh dan stabil. Kelebihan dan Kekurangan Memakai Sistem digital Pada Perusahaan Penerapan sistem teknologi transaksi di perusahaan Gacoan telah memberikan dampak signifikan terhadap pengendalian kinerja operasional dan manajerial. Salah satu manfaat utama adalah meningkatnya efisiensi dalam proses transaksi, mulai dari pemesanan hingga pembayaran. Dengan menggunakan sistem POS (Point of Sal. dan kitchen display system, pesanan pelanggan dapat langsung terhubung ke bagian dapur, mengurangi kesalahan pemesanan dan mempercepat waktu pelayanan. Hal ini berdampak langsung terhadap kepuasan pelanggan dan perputaran meja yang lebih Selain efisiensi, teknologi ini memungkinkan terciptanya akuntabilitas dan pelacakan data yang lebih akurat. Setiap transaksi terekam secara otomatis dan dapat AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 diakses oleh manajemen pusat secara real-time. Dengan demikian, data penjualan, penggunaan bahan baku, serta performa karyawan dapat dipantau secara langsung. Ini membantu manajemen dalam melakukan evaluasi kinerja harian maupun bulanan secara sistematis dan objektif. Integrasi sistem antar departemen seperti kasir, dapur, inventaris, dan keuangan juga menjadikan pengelolaan operasional lebih sinkron dan minim hambatan. Teknologi ini juga memperkuat pengendalian internal perusahaan. Dengan pengaturan hak akses pengguna yang jelas, potensi kecurangan atau manipulasi data dapat ditekan. Sistem ini juga mencatat aktivitas karyawan, seperti jam kerja dan jumlah transaksi yang ditangani, sehingga kinerja individu dapat dievaluasi secara lebih adil dan transparan. Informasi ini juga menjadi dasar dalam pemberian insentif, promosi jabatan, atau pengaturan pelatihan lanjutan bagi karyawan yang dinilai belum optimal. Lebih lanjut, penerapan teknologi transaksi mendukung strategi bisnis berbasis Data transaksi yang dikumpulkan dapat dianalisis untuk memahami perilaku pelanggan, tren penjualan, dan efektivitas promosi. Informasi ini membantu manajemen membuat keputusan yang lebih akurat, seperti menentukan menu yang perlu dipertahankan atau dihapus, serta merancang strategi pemasaran berbasis waktu dan Dalam konteks perusahaan seperti Gacoan yang memiliki banyak cabang dan menggunakan sistem franchise, keberadaan sistem teknologi yang terpusat dan seragam sangat penting untuk menjaga konsistensi layanan serta kemudahan dalam pengawasan antar cabang. Selain manfaat operasional, sistem ini juga berkontribusi terhadap efisiensi Pemantauan penggunaan bahan baku secara real-time mengurangi potensi pemborosan dan memudahkan pengendalian biaya produksi. Sistem ini juga sangat berguna dalam mendukung audit internal karena setiap aktivitas tercatat dan memiliki jejak digital yang dapat diverifikasi kapan saja. Hal ini mendukung transparansi dan kepatuhan terhadap prosedur operasional standar serta regulasi pemerintah, seperti perpajakan dan keamanan pangan. Namun, penerapan sistem digital ini tidak lepas dari tantangan. Beberapa cabang mungkin mengalami keterbatasan dalam infrastruktur seperti koneksi internet atau perangkat keras. Di sisi lain, adaptasi teknologi juga memerlukan pelatihan berkelanjutan agar seluruh karyawan dapat mengoperasikan sistem dengan baik. Manajemen perlu melakukan pendekatan change management yang efektif untuk memastikan proses digitalisasi berjalan lancar dan diterima oleh seluruh lapisan Terakhir, sistem transaksi juga memberikan pengaruh positif terhadap kepuasan Proses pemesanan yang cepat dan pembayaran yang efisien membuat pelanggan merasa nyaman dan percaya. Sistem juga mendukung fitur loyalitas pelanggan, seperti poin atau promosi otomatis, yang dapat meningkatkan tingkat kunjungan ulang. Selain itu, skalabilitas sistem ini memungkinkan perusahaan untuk terus tumbuh tanpa harus membangun sistem baru dari awal setiap kali membuka cabang baru. Dengan teknologi yang kuat dan terstruktur. Gacoan mampu menjaga kualitas, kecepatan, dan kontrol di tengah ekspansi bisnis yang agresif. Salah satu temuan utama menunjukkan bahwa penggunaan sistem POS memungkinkan manajemen untuk melakukan pengawasan terhadap penjualan harian dengan akurat dan cepat, sehingga mengurangi kemungkinan adanya manipulasi data AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 atau kesalahan manusia. Data transaksi tercatat secara langsung dan dapat diawasi oleh pusat secara real-time, memberikan wawasan mengenai performa penjualan di setiap Di samping itu, sistem manajemen stok berbasis digital juga terbukti efektif dalam mengawasi pemanfaatan bahan baku. Sistem ini secara otomatis mengurangi stok setiap kali penjualan terjadi, sehingga memudahkan proses audit dan mencegah pemborosan atau penyalahgunaan bahan baku. Dari perspektif karyawan, teknologi yang diterapkan juga memengaruhi kinerja karena sistem memberikan batasan dan pedoman kerja yang jelas. Misalnya, sistem shift digital dan target operasional harian memudahkan pengawas dalam memantau efektivitas kerja tim secara objektif. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam penerapannya. Beberapa karyawan, terutama yang belum terbiasa dengan sistem digital, memerlukan pelatihan tambahan. Selain itu, ketergantungan pada sistem membuat operasional terganggu saat terjadi masalah jaringan atau isu teknis. Secara keseluruhan, teknologi yang diimplementasikan oleh Gacoan memberikan dampak positif dan signifikan terhadap pengawasan kinerja, terutama dalam hal kecepatan pelaporan, ketepatan data, transparansi operasional, serta efisiensi pengawasan. Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya mempercepat proses kerja, tetapi juga berfungsi sebagai alat kontrol internal yang mendukung pencapaian target perusahaan dengan lebih terukur dan profesional. Meskipun memiliki banyak keuntungan, penerapan teknologi juga menghadapi berbagai kendala, seperti: Kurangnya pendidikan untuk pegawai baru atau mereka yang tidak terbiasa dengan dunia digital Gangguan teknis, seperti masalah koneksi atau kerusakan sistem yang dapat menghambat jalannya operasional Ketergantungan yang besar pada sistem, sehingga diperlukan prosedur cadangan manual atau SOP darurat Untuk mengatasinya, perusahaan harus menawarkan pelatihan rutin, pedoman operasional yang jelas, serta memastikan infrastruktur teknologi selalu dalam kondisi PENUTUP Simpulan Penerapan sistem teknologi di Gacoan memiliki pengaruh yang besar terhadap efisiensi pengawasan performa perusahaan. Dengan menggabungkan sistem Point of Sale (POS), manajemen stok digital, dan pelaporan real-time, pihak manajemen dapat mengawasi aktivitas operasional dengan lebih cepat, tepat, dan transparan. Sistem POS berkontribusi dalam mengurangi kesalahan pencatatan serta kemungkinan manipulasi data, sedangkan manajemen stok memastikan kontrol yang lebih baik dan akuntabel terhadap bahan baku. Selain itu, digitalisasi dalam pengelolaan jadwal kerja dan target harian juga meningkatkan produktivitas karyawan serta memberikan kemudahan dalam evaluasi kinerja yang objektif. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Meski begitu, penerapan teknologi ini juga menghadapi beberapa tantangan, terutama terkait dengan adaptasi karyawan terhadap sistem yang baru dan ketergantungan pada infrastruktur digital yang handal. Oleh sebab itu, pelatihan berkelanjutan serta sistem dukungan yang solid sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut. Secara keseluruhan, teknologi sistem yang diadopsi Gacoan tidak hanya mempercepat prosedur operasional, tetapi juga berfungsi sebagai alat kontrol internal yang efisien, sehingga membantu perusahaan mencapai sasaran dengan cara yang lebih profesional, terukur, dan efektif. DAFTAR PUSTAKA