Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL KELIPATAN DAN FAKTOR BILANGAN DI KELAS IV SD NEGERI NO. 100619 JANJI MANAON Oleh Robiyah Aldha . Zulfadli2. Nurbaiti3 1*,2,3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Email: robiyahaldha10@gmail. Received: 27 Maret 2023 Article history: Revised: 06 April 2023 Published: 20 Mei 2023 Accepted: 02 Mei 2023 Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soalsoal kelipatan dan faktor bilangan di SD Negeri 100619 Janji Manaon. Metode penelitian yang digunakan kuantitaif jenis deskriptif. Seluruh siswa kelas IV berjumlah 25 siswa adalah populasi dan Tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan instrumen angket. Data tersebut dianalisis menggunakan rumus mean, median, dan modus. Kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan di kelas IV SD Negeri 100619 Janji Manaon dengan nilai rata-rata persentase 62% termasuk kategori AuBaikAy. Ketertarikan pada pembelajaran kelipatan dan faktor bilangan diperoleh nilai rata-rata 57 AuCukupAy . Sikap terhadap pembelajaran kelipatan dan faktor bilangan diperoleh nilai rata-rata 52 AuCukupAy . Perhatian terhadap pembelajaran kelipatan dan faktor bilangan diperoleh nilai rata-rata 69 AuBaikAu. Kemampuan menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan diperoleh nilai rata-rata 63 AuBaikAy . Usaha untuk belajar kelipatan dan faktor bilangan diperoleh nilai rata-rata 70 kategori AuBaikAy . Artinya terdapat kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan. Kata Kunci :Kesulitan Belajar. Menyelesaikan soal. Kelipatan dan Faktor Bilangan PENDAHULUAN Perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin pesat dan arus globalisasi juga semakin hebat maka muncullah persaingan di bidang pendidikan. Salah satu cara yang ditempuh adalah melalui peningkatan mutu pendidikan. Dalam rangka untuk meningkatkan mutu pendidikan tersebut, pemerintah berusaha melakukan perbaikan-perbaikan, diantaranya perubahan kurikulum. SDM, sarana dan prasarana. Perbaikan-perbaikan tersebut tidak ada artinya tanpa dukungan dari guru, orang tua, murid dan masyarakat yang turut serta dalam meningkatkan mutu pendidikan. Mutu pendidikan tidak lepas dari kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar di sekolah merupakan kegiatan yang paling fundamental. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan antara lain bergantung pada bagaimana proses belajar yang dialami siswa sebagai anak Adapun kegagalan-kegagalan yang dialamai oleh siswa, disebabkan oleh adanya masalah dan faktor yang menyebabkan kegagalan itu terjadi. Umumnya kegagalan yang terjadi pada siswa adalah dengan perolehan nilai yang tidak bagus, tidak naik kelas, dan putus sekolah. Beberapa hal tersebut dapat terjadi dikarenakan adanya kesulitan dalam proses pembelajaran yang dialami oleh siswa. Mata pelajaran matematika paling banyak nilai terendah dari sekian banyaknya mata pelajaran yang dipelajari oleh siswa, karena ciri keabstrakan matematika dan ciri lainnya yang tidak sederhana, menyebabkan matematika cukup sulit dipahami karena Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. membutuhkan kemampuan berpikir serta konsentrasi yang tinggi, dan pada akhirmya banyak siswa yang kurang tertarik terhadap matematika. Matematika dalam dunia pendidikan merupakan salah satu mata pelajaran yang paling penting. Dari pendidikan formal sekolah dasar hingga perguruan tinggi pelajaran matematika merupakan mata pelajaran yang harus dipelajari. Pentingnya mempelajari matematika juga dapat dilihat dari adanya matematika pada pelajaran yang di ujikan untuk mendapatkan kelulusan pada tingkat pendidikan tertentu maupun dapat meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi. Matematika merupakan mata pelajaran yang begitu kompleks sehingga untuk memahaminya diperlukan berbagai macam strategi, baik dari pendidik maupun dari peserta didik itu sendiri. Berbagai strategi telah dimunculkan untuk memudahkan peserta didik dalam memahami matematika dengan baik, tetapi pada kenyataannya masih banyak siswa yang menganggap bahwa matematika itu sangat sulit bahkan sangat membosankan untuk dipelajari. Alasan lain siswa menganggap matematika itu sulit adalah karena harus senantiasa berhubungan dengan perhitungan-perhitungan yang sulit dan rumus-rumus yang memerlukan daya ingat dan daya analisis dalam menggunakannya. Materi kelipatan dan faktor bilangan di sekolah SD Negeri No. 100619 Janji Manaon, siswa banyak mengalami kesulitan dikarenakan banyaknya perhitungan-perhitungan dan siswa kurang menguasai perkalian dan pembagian. Hal ini ditunjukkan dari hasil ulangan harian siswa yang tidak baik. Kegagalan dari hasil ulangan harian tersebut mengidentifikasi bahwa betapa sulitnya mempelajari matematika bagi siswa khususnya pada materi kelipatan dan faktor bilangan. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti telah melakukan penelitian awal di sekolah tersebut, guru matematika mengatakan siswa masih kesulitan mempelajari materi kelipatan dan faktor Terlihat dari banyaknya nilai ulangan siswa yang rendah dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan ini. Masalah kesulitan belajar ini harus segera diatasi agar mutu pendidikan semakin baik. Oleh sebab itu, perlu ditemukan solusi dari kesulitan belajar siswa ini. Seorang guru juga harus mengetahui tingkat pemahaman siswa, sehingga dalam pembelajaran selanjutnya guru dapat mengatasi kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa. Maka dari itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul. AuAnalisis Kesulitan Belajar Siswa dalam Menyelesaikan Soal-Soal Kelipatan dan Faktor Bilangan di Kelas IV SD Negeri No. 100619 Janji ManaonAy. Kesulitan Belajar Mukhtar dan Rusmini . Mengatakan kesulitan belajar . earning disabilit. yang dikemukakan oleh The United States Office of Education (USOE) Kesulitan belajar merupakan kesulitan dalam hal menyimak, berbicara, membaca, menulis, mengeja dan menghitung yang disebabkan oleh individu mengalami kesulitan saat mempersepsi dan memproses informasi obyek yang Sedangkan menurut Abdurrahman . di dalam Maryani dkk . Aukesulitan belajar merupakan ketidak tepatan pembelajaran yang disebabkan oleh: . kemungkinan adanya disfungsi otak, . kesulitan dalam tugas-tugas akademik, . prestasi belajar yang rendah jauh dibawah kepastian intelegensi, . adanya sebab lain seperti tuna grahita, gangguan emosional, hambatan sensoris, ketidak tepatan pembelajaran, atau karena kemiskinan budayaAy Maryani dkk . mengemukakan AuKesulitan belajar atau dalam bahasa inggris disebut dengan learning disability atau learning difficulty merupakan suatu keadaan yang membuat individu merasa kesulitan dalam melakukan kegiatan belajar. Banyak hal yang membuat seorang individu mengalami kesulitan dalam belajar. Kesulitan belajar tidak semata-mata berhubungan dengan tingkat intelejensi dari individu saja melainkan indvidu tersebut mengalami kesulitan dalam menguasai keterampilan belajar dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan . Ay Berdasarkan defenisi kesulitan belajar yang telah dikemukakan oleh beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar itu adalah ketidak mampuan yang dialami peserta didik dalam menerima dan menyerap pelajaran yang disampaikan oleh guru. Dari berbagai pengertian kesulitan belajar yang telah dijelaskan, jika dihubungkan dengan matematika berarti kesukaran dalam menerima dan menyerap materi pelajaran matematika yang dijelaskan oleh guru. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Kesulitan belajar ini tidak selalu disebabkan karena faktor intelegensi yang rendah . elainan menta. , akan tetapi dapat juga disebabkan oleh faktor-faktor non intelegensi. Dengan demikian. IQ yang tinggi belum tentu menjamin keberhasilan belajar Menurut Irham dan Wiyani . 7: . secara garis besar, faktor-faktor yang dapat menyebabkan kesulitan belajar pada siswa dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal:Faktor internal yang dapat menyebabkan kesulitan belajar bagi siswa antara lain, kemampuan intelektual, perasaan, dan kerpercayaan diri, motivasi, kematangan untuk belajar, usia, jenis kelamin, kebiasaan belajar, kemampuan mengingat, kemampuan mengindra seperti melihat, mendengarkan, membau, dan merasakan danFaktor eksternal, yang dapat menyebabkan kesulitan belajar bagi siswa dapat berupa guru, kualitas pembelajaran, instrumen dan fasilitas pembelajaran . ardware dan softwar. ,serta lingkungan sosial dan alam. Menurut Muhibbin . Selain faktor-faktor yang bersifat umum tersebut, kesulitan belajar juga mempunyai faktor yang bersifat khusus. Yang termasuk dalam faktor khusus ini yaitu sindrom psikologis berupa learning disability . etidakmampuan belaja. , seperti disleksia yaitu ketidakmampuan belajar membaca, disgrafia yaitu ketidakmampuan belajar menulis, dan diskalkulia yaitu ketidakmampuan belajar matematika. Gangguan yang terjadi dalam ketidakmampuan belajar matematika ini diantaranya gangguan terhadap penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian dasar dan urutan operasi dasar. Siswa yang mengalami sindrom-sindrom tersebut secara umum sebenarnya memiliki potensi IQ yang normal, bahkan ada yang memiliki IQ di atas rata-rata. Kesulitan belajar siswa ini mungkin hanya disebabkan adanya minimal brain dysfunction artinya gangguan rian pada otak. Ahmadi dan Supriyono di dalam Irham dan Wiyani . , berpendapat bahwa siswa yang mengalami kesulitan belajar akan menunjukkan gejala-gejala, sebagai berikut : Menunjukkan prestasi belajar yang rendah atau berada di bawah rata-rata yang dicapai oleh siswa lain dalam satu kelasnya. Hasil belajar atau prestasi belajar yang diperoleh tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan, artinya meskipun usahanya sudah keras namun nilainya selalu rendah. Siswa lambat dalam melakukan tugas-tugas belajar, artinya ia selalu tertinggal dalam mengerjakan soal-soal, dalam menegrjakan tugas-tugas dan sebagainya. Siswa menunjukkan sikap yang tidak atau kurang wajar selama proses pembelajaran, misalnya membolos, sering tidak masuk pada mata pelajaran-mata pelajaran tertentu, dan . Menunjukkan perilaku menyimpang. Misalnya, suka membolos, tidak mngerjakan tugas, tidak mau bekerja sama dengan temannya, terisolasi, dan sebagainya. Emosional. Misalnya mudah tersinggung, mudah marah, pemurung, rendah diri, dan sebagainya. Gangguan belajar matematika atau disebut juga diskalkulia. Menurut Lerner di dalam Maryani,dkk. 7: 34-. ada beberapa karakteristik anak mengalami kesulitan belajar matematika Gangguan hubungan keruangan, keruangan erat kaitannya seperti atas bawah, puncak-dasar, jauh-dekat, tinggi-rendah, depan-belakang, dan awal-akhir umumnya konsep keruangan ini sudah dipahami anak sebelum masuk SD. Tetapi bagi anak yang mengalami kesulitan belajar anak mengalami gangguan bahkan bisa terbalik dalam persepsinya. Abnormalitas persepsi visual, gejala yang dapat terlihat adalah adanya kesulitan untuk melihat berbagai objek dalam hubungannya dengan kelompok atau set. Anak akan mengalami kesulitan dalam menjumlahkan dua kelompok benda yang masin-masing terdiri dari lima atau empat anggota, anak yang mengalami kesulitan akan menghitung satu persatu anggota tiap kelompok baru menjumlahkannya. Asosiasi visual motor, anak akan sering kesulitan dalam menghitung bendabenda secara berurutan sambil menyebutkan nama bilangannya. Anak mungkin baru memegang benda ketiga namun menyebutnya sebagai benda ke lima. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Perseverasi. Anak awalnya dapat mengerjakan dengan baik soal-soal yang diberikan namun lama-lama anak akan melekat perhatiannya pada suatu objek tertentu. Kesulitan mengenal dan memahami simbol, anak akan kesulitan dalam membedakan simbol seperti , -, =, >, < dan sebagainya. Gangguan penghayatan tubuh, anak akan kesusahan memahami hubungan antara bagianbagian tubuhnya. Kesulitan dalam bahasa dan membaca, anak akan kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal dalam bentuk cerita karena menuntut anak untuk membaca. Performance IQ jauh lebih rendah dari pada skor verbal IQ, hasil ini hanya dapat terlihat dari hasil tes yang dilakukan peserta didik menggunakan WISC, skor yang diperoleh peserta didik jauh lebih rendah dari skor verbal intelegence. Dari beberapa karakteristik yang sudah dijelaskan oleh para ahli diatas karakteristik anak yang berkesulitan belajar matematika, yaitu: Menunjukkan prestasi belajar yang rendah, . Kesulitan mengenal dan memahami simbol, . Kesulitan dalam bahasa dan membaca, . kurang menguasai penyelesaian soal. Kurang menguasai perkalian dan pembagian. Ahmadi dan Supriyono . 8: . mengatakan langkah-langkah yang diperlukan dalam mengatasi kesulitan belajar ada enam tahap, yaitu : Pengumpulan data Untuk mengetahui sumber penyebab kesulitan belajar, diperlukan banyak informasi. Maka untuk memmperoleh imformasi perlu dilakukan pengamatan langsung dengan pengumpulan data. Pengolahan data Semua data yang telah terkumpul diolah dan dikaji untuk mengetahui secara pasti penyebab kesulitan belajar yang dialami siswa. Dalam pengolahan data, langkah yang dilakukan antara lain identifikasi kasus, membandingkan antar kasus, membandingkan dengan hasil tes, dan menarik kesimpulan. Diagnosis Diagnosis merupakan keputusan atau penentuan mengenai hasil dari pengolahan data. Diagnosis tersebut dapat berupa hal-hal sebagai berikut. Keputusan mengenai jenis kesulitan belajar anak. Keputusan mengenai faktor-faktor yang menjadi sumber penyebab kesulitan belajar,Keputusan mengenai faktor utama penyebab kesulitan belajar dan sebagainya. Prognosis Hasil dari tahap diagnosis menjadi dasar utama dalam menyusun dan menetapkan ramalan mengenai bantuan yang harus diberikan untuk membantu mengatasi masalahnya. Treatment/Perlakuan Perlakuan dalam hal ini adalah pemberian bantuan kepada siswa yang bersangkutan sesuai dengan program yang disusun pada tahap prognosis tersebut. Bentuk treatment yang mungkin dapat dilakukan adalah melalui bimbingan belajar kelompok, bimbingan belajar individual, pengajaran remedial dalam beberapa bidang studi tertentu, pemberian bimbingan pribadi untuk mengatasi masalah-masalah psikologis, bimbingan orang tua, dan pengatasan kasus sampingan yang mungkin ada, dan sebagainya. Evaluasi Evaluasi yang dimaksudkan untuk mengetahui, treatment yang diberikan berhasil dengan baik atau tidak, artinya ada kemajuan atau gagal sama sekali. Jika ternyata tidak berhasil maka dilakukan pengecekan kembali. Mungkin program yang disusun tidak tepat sehingga treatmentnya juga tidak tepat, atau sebagainya. Berdasarkan pendapat ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa dalam mengatasi kesulitan belajar dapat diatasi dengan beberapa langkah yaitu menganalisis kesulitan siswa, mengidentifikasi penyebab kesulitan yang dialami siwa, menyusun perbaikan, dan melakukan perbaikan. Teori upaya mengatasi Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. kesulitan belajar digunakan peneliti sebagai dasar untuk mengetahui upaya yang telah dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri No. 100619 Janji Manaon yang berlokasi di Desa Janji Manaon. Kecamatan Batang Angkola. Kabupaten Tapanuli Selatan. Adapun alasan peneliti memilih lokasi ini didasarkan pertimbangan bahwa terdapat siswa yang mengalami kesulitan belajar dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan di SD Negeri 100619 Janji Manaon, sehingga peneliti merasa perlu melakukan penelitian demi meningkatkan mutu pendidikan di SD Negeri 100619 Janji Manaon. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada semester genap Tahun Pembelajaran 2022/2023 yaitu selama 2 (Du. bulan terhitung mulai januari sampai februari 2023. Waktu yang ditetapkan ini dipergunakan dalam rangka pengambilan data, pengolahan data hasil penelitian dan pembuatan laporan penelitian sebelum berakhirnya pembelajaran semester genap Tahun Pembelajaran 2022/2023. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Riyanto . mengatakan Aupenelitian deskriptif adalah penelitian yang diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta atau kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat, mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Dalam penelitian deskriptif cenderung tidak perlu mencari atau menerangkan saling hubungan dan menguji hipotesis. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitaif dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri baik satu variabel atau lebih . tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel yang lain. Populasi adalah Keseluruhan objek/subjek penelitian yang akan di teliti. Sugiyono . Mengatakan bahwa AuPopulasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannyaAy. Adapun Populasi dalam penelitian ini adalah 25 Siswa kelas IV SD Negeri 100619 Janji Manaon Kecamatan Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan. Sampel adalah bagian dari populasi. Sampel penelitian menurut Sugiyono . 5: . adalah bagian dari populasi itu. Populasi itu misalnya penduduk di wilayah tertentu, jumlah pegawai pada organisasi tertentu, jumlah guru dan jumlah murid di sekolah tertentu,dan sebagainya. Pada penelitian ini, penentuan sampel penelitian menggunakan sampel total atau sampel jenuh. Menurut Sugiyono . 5: . sampel total adalah Au Tehnik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orangAy. Dalam penelitian ini yang menjadi sampel penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri No. 100619 Janji Manaon sebanyak 25 siswa. Instrumen penelitian merupakan alat untuk memperoleh data atau informasi yang diperlukan dalam menguji hipotesis. Penyusunan instrumen dilakukan berdasarkan kepada satu variabel, yakni Kesulitan belajar (X). Sehingga, untuk mengumpulkan data dari lapangan dapat diambil melalui instrumen. Instrumen yang digunakan berupa alat bantu angket. Angket menurut Sugiyono . adalah AuTehnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnyaAy. Angket digunakan untuk memperoleh data tentang Kesulitan belajar. Dimana dalam angket terdiri atas 25 butir pertanyaan dengan angket yang disusun menggunakan empat alternatif jawaban, yaitu: apabila pilihan AuselaluAy diberi skor 4, apabila pilihan AuseringAy diberi skor 3, apabila pilihan AupernahAy diberi skor 2, dan apabila pilihan Autidak pernahAy diberi skor 1. Setelah data penelitian ini dapat dikumpulkan maka penulis melakukan analisis. Untuk menganalisis data tersebut dilakukan Analisa Deskriptif yang bertujuan untuk memberikan gambaran terhadap variabel analisa ini meliputi: mean . ata-rat. , median, modus, daftar distribusi frekuensi dan grafik histogram. Dalam menjawab masalah yang telah dirumuskan maka penulis mengolah data yang dikumpulkan menggunakan dua langkah : Analisis deskriptif, guna memberikan gambaran umum tentang keadaan variabel penelitian, yaitu variabel (X) Kesulitan Belajar Siswa dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan di kelas IV SD Negeri 100619 Janji Manaon. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Kriteria penilaian angket kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan Persentase (%) Kategori 80 O 100 60 O 80 40 O 60 20 O 40 0 O 20 Sangat Baik Baik Cukup Kurang Gagal (Widoyoko, 2009:. Menurut Arikunto . Analisis Statistik yang bersifat kuantitatif yang berupa angka. Untuk mengetahui apakah terdapat gambaran atau tidak, dengan menggunakan rumus Mean. Median, dan Modus. Adapun Rumus untuk mencari Mean sabagai berikut : Ocyceycnycuycn Mean = ycuI = x 100% Ocyceycn Keterangan ycuI : Nilai rata-rata fi : Nilai n atau jumlah data Untuk mencari Median menggunakan rumus sebagai berikut : Median = Tb p . ycAOeya yce ] ycU 100 % Keterangan : Tb : tepi bawah kelas median F : Jumlah frekuensi sebelum frekuensi f : Frekuensi Median p : panjang interval median n : jumlah data Sedangkan untuk mencari modus menggunakan rumus sebagai berikut : ycc1 Modus : Tb p[ ]X 100% ycc1 ycc2 Keterangan : Tb : tepi bawah kelas modus d1 : Frekuensi tertinggi Ae Frekuensi diatasnya d2 : Frekuensi tertinggi Ae Frekuensi bawahnya f : Frekuensi bawahnya p : panjangnya interval modus HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis deskriptif tentang kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan di kelas IV . diperoleh nilai rata rata sebesar 62 . Selanjutnya nilai rata-rata ini dikonsultasikan kepada kriteria penilaian . Nilai tersebut berada pada rentangan nilai 60 O 80 . Dengan demikian kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan di kelas IV SD Negeri 100619 Janji Manaon masuk kategori AuBaikAy artinya siswa kelas IV merasa kesulitan belajar dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan. Berdasarkan hasil penelitian di peroleh nilai terendah 25 dan tertinggi 100. Nilai yang mungkin dicapai siswa adalah 1 - 4 . Jika dibandingkan nilai rata-rata 62 dengan nilai tengah teoritis 50 dapat diketahui bahwa nilai rata-rata lebih tinggi dari pada nilai tengah teoritis. Hal ini dapat digambarkan sebagai berikut : Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Letak Nilai Rata-Rata Kesulitan Belajar Siswa dalam Menyelesaikan Soal-Soal Kelipatan dan Faktor Bilangan di Kelas IV SD Negeri 100619 Janji Manaon Nilai rata-rata 62 adalah akumulasi dari nilai setiap indikator. Adapun hasil respon siswa kelas IV tiap indikator pada angket Kesulitan Belajar Siswa dalam Menyelesaikan SoalSoal Kelipatan dan Faktor Bilangan dapat dijelaskan sebagai berikut : Ketertarikan pada pembelajaran kelipatan dan faktor bilangan diperoleh nilai rata-rata 57. Hal ini dapat ditunjukan dari respon keseluruhan siswa kelas IV yang memiliki nilai 286 557 nilai maksimum. Indikator tersebut berada pada kategori AuCukupAy2 , artinya siswa kelas IV cukup tertarik pada pembelajaran kelipatan dan faktor bilangan. Sikap terhadap pembelajaran kelipatan dan faktor bilangan diperoleh nilai rata-rata 52. Hal ini dapat ditunjukkan dari respon keseluruhan siswa kelas IV memiliki nilai 263 dari 1. nilai maksimum. Indikator tersebut berada pada kategori AuCukupAy sebagaimana kriteria penilaian pada BAB i tabel 2 artinya siswa kelas IV sikapnya cukup menunjukkan kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan. Perhatian terhadap pembelajaran kelipatan dan faktor bilangan diperoleh nilai rata-rata 69. Hal ini dapat ditunjukkan dari respon keseluruhan siswa kelas IV memiliki nilai 345 dari 557 nilai maksimum. Indikator tersebut berada pada kategori AuBaik. jika di hubungkan ke kesulitan belajar siswa artinya AuSulitAy. Dengan demikian siswa kelas IV merasa kesulitan dalam memperhatikan pembelajaran kelipatan dan faktor bilangan. Kemampuan menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan diperoleh nilai ratarata 63. Hal ini dapat ditunjukkan dari respon keseluruhan siswa kelas IV memiliki nilai 314 dari 1. 557 nilai maksimum. Indikator tersebut berada pada kategori AuBaikAy. dihubungkan ke kesulitan belajar siswa artinya AuSulitAy. Dengan demikian siswa kelas IV merasa kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan. Usaha untuk belajar kelipatan dan faktor bilangan diperoleh nilai rata-rata 70. Hal ini dapat ditunjukkan dari respon siswa kelas IV memiliki nilai 349 dari 1. 557 nilai maksimum. Indikator tersebut berada pada kategori AuBaikAy. Jika dihubungkan dengan kesulitan belajar siswa artinya AuSulitAy. Dengan demikian siswa kelas IV tidak mempunyai usaha untuk belajar kelipatan dan faktor bilangan. Berdasarkan analisis di atas dapat dilihat perolehan nilai rata rata tertinggi berada pada indikator Usaha untuk belajar kelipatan dan faktor bilangan yaitu 70, kemungkinan disebabkan oleh minat belajar siswa yang kurang, motivasi siswa yang rendah, serta kondisi kesehatan yang tidak baik. Sehingga siswa kelas IV SD negeri 100619 Janji Manaon merasa kesulitan belajar dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan. Sedangkan nilai rata-rata terendah berada pada indikator sikap terhadap pembelajaran kelipatan dan faktor bilangan yaitu 52, hal ini kemungkinan dilatar belakangi oleh kurangnya percaya diri siswa sehingga berpengaruh saat mereka mulai belajar kelipatan dan faktor bilangan. Misalnya Pada saat peserta didik dimintak untuk mulai bertanya apabila ada yang tidak dipahami, siswa cenderung tidak melakukannya karena takut sebelum mencobanya. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Hasil analisis data kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan di kelas IV SD Negeri 100619 Janji Manaon tersebut dimasukkan kedalam tendensi pemerataan data untuk lebih mudah memahami nya , digambarkan pada tabel di bawah ini : Distribusi Frekuensi Kesulitan Belajar Siswa dalam Menyelesaikan Soal-Soal Kelipatan dan Faktor Bilangan di Kelas IV SD Negeri 100619 Janji Manaon Nilai Frekuensi Persentase % 25 Ae 39 40 Ae 54 55 Ae 69 70 Ae 84 85 Ae 99 Jumlah Hasil analisis data kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan tersebut dimasukkan kedalam tendensi pemerataan data untuk lebih mudah memahaminya, digambarkan pada tabel berikut : Nilai Mean. Median, dan Modus dari kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan di kelas IV SD Negeri 100619 Janji Manaon Nilai Keterangan Mean Median Modus Berdasarkan tabel di atas diketahui nilai tengah . Nilai modus 70. Nilai median dan modus berada pada interval kelas 55-69, dengan frekuensi 23 atau sebesar 92%. Sedangkan untuk lebih jelasnya data hasil penelitian telah diuraikan tersebut akan digambarkan sebagai berikut : 25 - 39 40 - 54 55 - 69 70 - 84 85 - 99 Histogram Kesulitan Belajar Siswa dalam Menyelesaikan Soal-Soal Kelipatan dan Faktor Bilangan di kelas IV SD Negeri 100619 Janji Manaon Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian ini terbukti adanya kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soalsoal kelipatan dan faktor bilangan di kelas IV SD Negeri 100619 Janji Manaon. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan sebesar 62%. Artinya siswa kelas IV SD Negeri 100619 Janji Manaon kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan. Kesulitan belajar ini tidak terpisahkan dari belajar, artinya Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. apabila siswa tidak mengalami kesulitan belajar maka akan semakin baik hasil belajarnya dan mutu Keberhasilan atau kegagalan siswa dalam belajar yang paling sering digunakan dapat dilihat dari hasil belajarnya. Siswa yang berhasil dalam belajar akan menunjukkan prestasi bagus dalam bentuk penguasaan terhadap bahan dan materi pembelajaran yang telah diberikan oleh guru yang dapat dilihat dari hasil evaluasi yang dicapainya. Uraian di atas sesuai dengan pendapat Derek Wood dkk. , dalam irham dan wiyani . apapun bentuk dan jangka waktunya, kesulitan belajar tersebut akan berdampak pada kehidupan siswa yang bersangkutan. Artinya Kesulitan belajar yang dialami siswa akan berpengaruh terhadap aktivitas siswa, baik di sekolah, rutinitas keseharian, kehidupan di keluarga, hubungan dengan teman sebaya, bahkan dalam persahabatan dan bermain. Sedangkan Mukhtar dan Rusmini . kesulitan belajar . earning disabilit. yang dikemukakan oleh The United States Office of Education (USOE) Kesulitan belajar merupakan kesulitan dalam hal menyimak, berbicara, membaca, menulis, mengeja dan menghitung yang disebabkan oleh individu mengalami kesulitan saat mempersepsi dan memproses informasi obyek yang dilihatnya. Dengan demikian, kesulitan belajar apapun bentuknya akan menghambat proses belajar siswa yang pada akhirnya akan berdampak pada aspek-aspek kehidupannya. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian ini terbukti adanya kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soalsoal kelipatan dan faktor bilangan di kelas IV SD Negeri 100619 Janji Manaon. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan sebesar 62%. Artinya siswa kelas IV SD Negeri 100619 Janji Manaon kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan. Indikator Ketertarikan pada pembelajaran kelipatan dan faktor bilangan diperoleh nilai rata-rata 57 AuCukupAy . Indikator Sikap terhadap pembelajaran kelipatan dan faktor bilangan diperoleh nilai rata-rata 52 AuCukupAy. Indikator Perhatian terhadap pembelajaran kelipatan dan faktor bilangan diperoleh nilai rata-rata 69 AuBaikAu. Indikator Kemampuan menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan diperoleh nilai rata-rata 63 AuBaikAy. Indikator Usaha untuk belajar kelipatan dan faktor bilangan diperoleh nilai rata-rata 70 kategori AuBaikAy. Jadi, terdapat kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan. Implikasi Hasil penelitian yang dilakukan perlu ditindak lanjuti kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan di kelas IV SD Negeri 100619 Janji Manaon segera dicari upaya Dari hasil penelitian memiliki implikasi bagi wali kelas untuk memperhatikan kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan. Dengan mempelajari hasil penelitian ini dapat membantu guru untuk mengetahui kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan, kemudian guru bisa meminimalisir kesulitan yang dialami oleh siswa agar tercapainya tujuan pembelajaran. Saran Berdasarkan kesimpulan dan implikasi hasil penelitian di atas maka hasil penelitian ini diharapkan berguna untuk : a. Peserta Didik. sebagai dorongan atau motivasi untuk meningkatkan cara lebih belajar ke arah yang lebih baik. Guru. sebagai bahan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran utamanya merangsang siswa meningkatkan aktivitas belajarnya. Kepala Sekolah. sebagai bahan pertimbangan untuk mewujudkan pengelolaan SD Negeri 100619 Janji Manaon dalam rangka pencapaian dan pelaksanaan visi misi sekolah. Penulis. sebagai bahan untuk memperluas khasanah, wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap intelektualitas dan ilmiah. Peneliti lain. sebagai kajian yang relevan dan dasar untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. DAFTAR PUSTAKA