http://journal. id/index. php/anterior Inventarisasi Pondok Pesantren (Wilayah Tengah: Kabupaten Katingan. Pulang Pisau, dan Kapua. Inventory of Boarding Schools . entral region: Katingan. Pulang Pisau, and Kapua. Mazrur Amberi1* Abdul Qodir Ahmadi3* Jasiah4* Nurul Hikmah Kartini5* *1,2,3,4IAIN Palangkaraya. Palangka Raya. Kalimantan Tengah. Indonesia 5Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Palangka Raya. Kalimantan Tengah. Indonesia *email: nurulkartini77@gmail. Kata Kunci: Inventarisasi Pondok Pesantren Katingan Pulang Pisau Kapuas Keywords: Inventory Boarding Schools Katingan Pulang Pisau Kapuas Abstrak Perlunya data terkait pondok pesantren ini diperlukan untuk berbagai kebijakan yang nantinya akan terkait dengan perkembangan pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi pondok pesantren yang ada di kabupaten Katingan. Pulang Pisau dan Kapuas dilihat dari sejarah berdirinya, jumlah santri dan tenaga pengajar, ketersediaan sarana prasarana dan proses pembelajarannya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa Subjek Pimpinan/Pengelola Pondok Pesantren sejumlah 20 orang. Hasil penelitian yaitu dari jenis pondok pesantren ada 30% yang masih menggunakan konsep salaf dan 70% sudah menggunakan konsep modern kombinasi. Masih ada pondok pesantren yang memiliki kendala seperti belum memiliki asrama permanen, akses jalan yang belum memadai, kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan serta kekurangan tenaga ahli keilmuan AlqurAoan. Rekomendasi untuk pihak terkait adalah . Kemenag Kabupaten Katingan. Pulang Pisau dan Kapuas untuk memasifkan monitoring dan evaluasi serta menginfokan bantuan seperti pembangunan Gedung, dan lainnya. Lembaga Pendidikan seperti Universitas Negeri dan swasta untuk menjadikan lokasi pondok pesantren ini sebagai tempat pengabdian masyarakat baik oleh dosen maupun mahasiswa. Abstract The need for data related to Islamic boarding schools is needed for various policies that will later be related to the development of Islamic boarding schools. This study aims to inventory Islamic boarding schools in Katingan. Pulang Pisau and Kapuas districts in terms of their history, number of students and teachers, availability of facilities and infrastructure and their learning processes. Using a qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The subjects of the study were 20 Islamic Boarding School Leaders/Managers. The results of the study were that from the type of Islamic boarding school, 30% still used the salaf concept and 70% had used a combination of modern concepts. There are still Islamic boarding schools that have obstacles such as not having permanent dormitories, inadequate road access, welfare of educators and education personnel and a lack of experts in Al-Qur'anic knowledge. Recommendations for related parties are . the Ministry of Religion of Katingan. Pulang Pisau and Kapuas Districts to intensify monitoring and evaluation and provide information on assistance such as building construction, and others. Educational institutions such as state and private universities should make the location of the Islamic boarding school a place for community service by both lecturers and students. A2025 The Authors. Published by Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). PENDAHULUAN Pesantren merupakan institusi pendidikan Islam yang memiliki peran sentral dalam membentuk karakter, moral, dan keilmuan umat Islam di Indonesia. Sejak berabad-abad yang lalu, pesantren telah menjadi pusat pembelajaran agama Islam yang mendasar dan terus berperan dalam mengembangkan pemahaman agama yang kokoh serta melatih para santri dalam disiplin spiritual. Lebih dari sekadar tempat pendidikan formal, pesantren juga menjadi lembaga yang memelihara dan menyebarkan budaya serta kearifan lokal yang khas di masyarakat. Menurut shoffiyah . Pondok Mazrur Amberi. Abdul Qodir. Ahmadi. Jasiah dan Nurul Hikmah Kartini. Inventarisasi Pondok Pesantren (Wilayah Tengah: Kabupaten Katingan. Pulang Pisau, dan Kapua. pesantren secara umum terbagi menjadi dua jenis, yakni pondok pesantren salafi . dan pondok pesantren Di dalam lingkungan pesantren, para santri tidak hanya belajar tentang ajaran agama Islam, tetapi juga dibimbing untuk mempraktikkan nilai-nilai moral yang luhur dalam kehidupan sehari-hari. Disiplin, kesederhanaan, dan kejujuran adalah sebagian kecil dari nilai-nilai yang ditanamkan dalam pendidikan pesantren. Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi tempat untuk menghafal Al-Quran dan hadis, tetapi juga wadah untuk mengasah akhlak mulia dan sikap bertanggung jawab. Pesantren juga memainkan peran yang penting dalam menjaga kearifan lokal dan tradisi adat yang turun-temurun. Melalui kegiatan-kegiatan keagamaan, budaya, dan sosial yang diadakan di pesantren, generasi muda diajak untuk mencintai dan melestarikan budaya serta kearifan lokal mereka. Hal ini menjadikan pesantren bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat kegiatan kebudayaan yang memperkaya dan memperkuat identitas lokal masyarakat. Keberadaan pesantren juga sangat berperan dalam memperkuat jaringan sosial dan solidaritas antarumat Islam di Indonesia. Pesantren sering kali menjadi tempat berkumpulnya berbagai kalangan masyarakat dari berbagai latar belakang, baik sosial maupun ekonomi. Melalui proses pendidikan dan interaksi sosial di pesantren, solidaritas dan persatuan umat Islam dapat ditingkatkan, sehingga memperkuat keberadaan umat Islam sebagai bagian dari bangsa yang Dalam konteks pendidikan formal, pesantren juga berperan penting dalam mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia. Banyak pesantren yang tidak hanya menyediakan pendidikan agama, tetapi juga pendidikan umum seperti matematika, bahasa, dan ilmu pengetahuan lainnya. Dengan demikian, pesantren dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah dalam meningkatkan literasi dan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Pondok pesantren dengan segala fenomenanya merupakan sesuatu yang menarik untuk diteliti. Menurut soebahar . Lembaga pendidikan Islam ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan institusi pendidikan lainnya, baik dari aspek sejarah dan perkembangannya, komponen kelembagaan, hingga pola pendidikan dan Sejarah mencatat bahwa pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Menurut moestakim . Sebagai lembaga pendidikan tertua, maka dapat dikatakan bahwa pondok pesantren merupakan sistem pendidikan yang asli . di Indonesia yang aktivitas dasarnya adalah mempelajari, memahami, mendalami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pada pentingnya moral keagamaan sebagai pedoman perilaku sehari-hari. Menurut marzuki . Di sisi lain, pesantren juga merupakan lembaga pendidikan yang dapat memainkan peran pemberdayaan . dan transformasi civil society secara efektif. Tidak diragukan lagi bahwa pesantren telah memainkan peranan krusial sebagai pemelihara kontinuitas tradisi keislaman yang moderat dan telah banyak melahirkan intelektual muslim sekaligus sebagai penyangga masuknya paham, ideologi serta budaya-budaya baru yang menyesatkan. Tradisi pesantren yang telah berlangsung sangat lama ini tumbuh dan berkembang menjadi sangat variatif dengan berbagai corak dan warna. Sebagian aktivitas pesantren tetap fokus pada tafaqquh fiddin, yakni pendalaman pengalaman, perluasan dan penguasaan khazanah ajaran Islam melalui kajian kitab-kitab kuning. Sebagian pesantren lainnya telah melakukan transformasi dengan mengintegrasikan pengetahuan agama dan pengetahuan umum melalui sistem pembelajaran klasikal serta berbagai inovasi lainnya. Corak pesantren yang sangat beragam tidak serta merta menghilangkan ciri khas pengajaran pesantren secara umum sebagaimana yang diungkap Azra . bahwa pesantren memiliki muatan kurikulum yang moderat berlandasakan aswaja, bercirikan pertama kalam . AsyAoariyah, kedua fiqih SyafiAoi dan juga menerima tiga mazhab fih sunni lainnya, ketiga tasawuf al-Ghazali. Pondok pesantren juga banyak tersebar di Provinsi Kalimantan Tengah. Belum ada artikel penelitian yang memuat data kongkrit tentang jumlah, corak, sejarah dan perkembangan pondok pesantren di Kalimantan Tengah, sehingga kiranya perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk Menginventarisasi Pondok Pesantren di Kalimantan Tengah. Untuk penelitian tahun pertama ini dibatasi untuk 3 . Kabupaten yaitu: Katingan. Pulang Pisau, dan Kapuas. METODOLOGI Mengacu pada program kerja komisi penelitian dan pengembangan dari Majelis Ulama Indonesia yang sudah dibahas pada Musyawarah Kerja Daerah Tahun 2024, maka program utama yang dilaksanakan adalah penelitian tentang AuInventarisasi Pondok PesantrenAy. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober sampai Desember 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif. Menurut Kartini . Metode penelitian kualitatif, yaitu Anterior Jurnal. Volume 24 Issue II. Mei 2025. Page 106 Ae 114 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 penelitian terhadap data yang terkumpul dan diungkapkan dalam bentuk kata-kata dan gambar. Kata-kata disusun dalam kalimat, misalnya kalimat hasil wawancara antara peneliti dengan informan. Sebagai komunikasi awal untuk memperoleh informasi, tim melaksanakan kunjungan dan silaturahmi ke kantor Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Tengah dan selanjutnya terhubung dengan Kemenag di 3 . Kabupaten Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Menurut erfan . dalam Analisa kualitatif, cara berfikir yang digunakan adalah cara berfikir induktif, yaitu cara berfikir yang dimulai dari fenomena atau hal-hal yang bersifat khusus dan diakhiri dengan kesimpulan yang bersifat umum. Subjek penelitian adalah Pimpinan Pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Katingan. Pulang Pisau, dan Kapuas. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan validasi data kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Katingan. Pulang Pisau dan Kapuas. HASIL DAN PEMBAHASAN Istilah pondok pesantren di Indonesia lebih popular dengan sebutan Pondok Pesantren, lain halnya dengan pesantren, pondok berasal dari bahasa arab yang berarti hotel, asrama, rumah dan tempat tinggal sederhana. Secara esensial, istilah pondok dan pesantren mengandung makna yang sama, kecuali sedikit perbedaan. Asrama yang menjadi penginapan santri sehari-hari dapat dipandang sebagai pembeda antara pondok dan pesantren. Mujamil Qomar juga mengatakan bahwa istilah pesantren bisa disebut dengan pondok saja, atau kedua kata ini digabung menjadi pondok Melihat keaneka ragaman pesantren, maka Abdullah Syukri Zarkasyi berpendapat bahwa Pesantren sejak berdirinya hingga perkembangannya dewasa ini, pesantren dapat dikategorikan menjadi tiga macam bentuk, yaitu : Pesantren tradisional yang masih tetap mempertahankan tradisitradisi lama, pembelajaran kitab, sampai kepada permasalahn tidur, makan dan lain lain, serta kitab kitabnya biasa disebut kitab kuning. Pesantren semi modern, yaitu pesantren yang memadukan antara pesantren tradisional dan pesantren modern. System pembelajaran disamping kurikulum pesantren tradisional dalamkajian kitab klasik juga menggunakan kurikulum Kemenag dan Kemendiknas. Pesantren Modern, yaitu pesantren yang kurikulum dan system pembelajarannya sudah tersusun secara modern demikian juga menejemennya. Disamping itu pesantren modern sudah didukung IT dan Lembaga Bahasa Asing. Berikut adalah data jumlah pondok pesantren yang menjadi lokus utama penelitian yang terlihat pada gambar 1. Jumlah keseluruhan pondok pesantren di tiga kabupaten adalah 28 tempat, karena pertimbangan waktu dan jauhnya lokasi dan akses transportasi yang terbatas maka penelitian dapat menjangkau sejumlah 20 tempat. Jumlah Ponpes KATINGAN PULANG PISAU KAPUAS Gambar 1. Jumlah Pondok Pesantren yang Menjadi Lokus Penelitian Kabupaten Katingan Pondok Pesantren Syailillah Pondok Pesantren Syailillah adalah sebuah lembaga pendidikan Islam yang berlokasi di Komplek Madani. Desa Hampalit. Kecamatan Katingan Hilir. Kabupaten Katingan. Bermula dari majelis taAolim pada tahun 2013 yang dipimpin oleh guru H. Sanhuri yang dikenal dengan AuMajelis Ummul BakhietAy yang selanjutnya berkembang sehingga terbentuklah tahun 2014 diberi nama pondok pesantren AuSyailillahAy oleh H. Supriyadi sebagai ketua Yayasan dan guru H. Muhammad Sanhur sebagai Pimpinan pondok. Memiliki program Pendidikan disemua jenjang dari Raudhatul Athfal. Ula. Wustha dan Ulya, dilengkapi sejumlah fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, seperti ruang belajar Gedung berlantai 3 sejumlah 30 ruang, kantor, 2 ruang laboratorium, perpusatakaan, mushola, aula, 13 kamar mandi/WC. Gudang, took baju, studio foto dan took kitab. Jumlah santri Mazrur Amberi. Abdul Qodir. Ahmadi. Jasiah dan Nurul Hikmah Kartini. Inventarisasi Pondok Pesantren (Wilayah Tengah: Kabupaten Katingan. Pulang Pisau, dan Kapua. yang belajar di Pondok Pesantren Syailillah terbilang cukup banyak, yaitu sekitar 383 orang yang tersebar disemua Mereka dibimbing oleh 34 orang ustadz. Adapun kurikulum Pendidikan merupakan modifikasi dari kurikulum 2013 dan kurikulum internal pesantren. Untuk pelajaran umum seperti: matematika. IPA. IPS. Bahasa Indonesia, dan lainnya. Untuk pelajaran agama menggunakan kurikulum pondok pesantren dan kurikulum pesantren salaf . yang memiliki ciri khas dengan pengajian kitab-kitab islam klasik . itab kunin. Selain itu kurikulum dimaknai sebagai segala sesuatu yang ada di alam sekitar dengan slogan: "A OIN NO EOIAUA OAENAUAE cE I A," Ausemua yang kau lihat, yang kamu lakukan, dan yang kamu dengar adalah untuk PendidikanAy. Meskipun demikian, salah satu kendala yang dihadapi oleh pesantren ini adalah belum adanya asrama untuk para santri. Santri ini berasal dari berbagai daerah tidak hanya desa hampalit dan sekitarnya, namun juga dari luar daerah seperti bukit tinggi, tulungagung dan Banjarmasin. Pembiayaan operasional pesantren berasal dari berbagai sumber, seperti iuran mandiri santri, sumbangan masyarakat, serta bantuan dari pemerintah. Dengan jumlah santri yang cukup banyak dan dukungan dari berbagai pihak, pesantren ini diharapkan dapat terus mencetak generasi muda yang berakhlak mulia dan berkualitas. Rencana tahun 2025 akan dimulai pembangunan asrama untuk santri. Pondok Pesantren Ibtidaussalam Pondok Pesantren Ibtidaussalam adalah sebuah lembaga pendidikan Islam yang berlokasi di Jalan Cempaga Buang RT. 10 Desa Hampalit Kecamatan Katingan Hilir. Pondok pesantren ini dipimpin oleh Guru Anang Hamdani dan memiliki sejumlah fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, seperti asrama, ruang belajar, dan Jumlah santri yang belajar di pondok pesantren ini mencapai 120 orang yang dibimbing oleh 17 orang Pembiayaan operasional pondok pesantren berasal dari berbagai sumber, yaitu swadaya masyarakat, sumbangan para donatur, serta dukungan pemerintah. Pondok Pesantren Ibtidaussalam adalah sebuah lembaga pendidikan Islam yang lengkap dengan fasilitas dan pengajar yang cukup memadai. Pondok pesantren ini juga mendapat dukungan dari masyarakat sekitar dan pemerintah dalam menjalankan kegiatannya. Pondok Pesantren Tahfiz Darul QurAoan Pondok Pesantren Tahfiz Darul QurAoan ini adalah lembaga pendidikan keagamaan yang berfokus pada penghafalan Al-QurAoan. Berlokasi di Desa Hampalit. Kabupaten Katingan, pesantren ini dipimpin oleh Ustadz Muarifin AH. Dengan jumlah santri yang cukup banyak dan didukung oleh sejumlah ustadz, pesantren ini memiliki fasilitas yang memadai untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar. Penghafalan Al-QurAoan menjadi fokus utama pesantren ini, seperti yang tersirat dari namanya. Dengan 22 orang ustadz, pesantren ini memiliki tenaga pengajar yang cukup untuk membimbing para santri. Adanya 239 santri menunjukkan minat masyarakat yang cukup tinggi terhadap pendidikan agama di pesantren ini. Pondok Pesantren Raudhatul QurAoan Pondok Pesantren Raudhatul QurAoan, terletak di Desa Samba Kahayan Tumbang Samba. Pondok Pesantren Raudhatul QurAoan menjadi oase pengetahuan bagi para penuntut ilmu di Kalimantan. Di bawah kepemimpinan Ustadz Mujtahidin. Sos, pesantren ini terus berkembang dan mencetak generasi muda yang berakhlak mulia dan Dengan jumlah santri sebanyak 70 orang yang dibimbing oleh 19 ustadz. Pondok Pesantren Raudhatul QurAoan menawarkan suasana belajar yang kondusif. Fasilitas asrama dan gedung belajar yang memadai mendukung proses pembelajaran yang efektif. Kemandirian dan Kolaborasi menjadi keberlangsungan Pondok Pesantren Raudhatul QurAoan. Pondok Pesantren Al-Falah Al-Makhzum Pondok Pesantren Al-Falah Al-Makhzum adalah sebuah lembaga pendidikan Islam yang berlokasi di Jalan Tumbang Samba Km. 5,5 RT. 24 Kecamatan Katingan Tengah. Kabupaten Katingan. Pondok pesantren ini dipimpin oleh Abuya KH. Mahjumi. Terdapat 9 orang ustadz/ustadzah yang mengajar di pondok pesantren ini Saat ini, terdapat 47 santri yang menimba ilmu di sini. Pondok pesantren ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar, seperti masjid, dua gedung asrama untuk santri, kantor administrasi, dan ruang belajar. Operasional pondok pesantren ini didanai oleh berbagai sumber, baik dari swadaya masyarakat maupun bantuan Kabupaten Pulang Pisau Pondok Pesantren Hidayatullah Pondok Pesantren ini berdiri pada lahan seluas 11625 m. Pondok ini beralamat di Jalan Hidayatullah RT. NO. 135 Kelurahan Bahaur Basantan Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Anterior Jurnal. Volume 24 Issue II. Mei 2025. Page 106 Ae 114 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Tengah 73572. Pimpinan Pondok Pesantren H. Abdurrahman dan Ketua Yayasan H. Abdul Halim. Jumlah Santri 319 orang, sedangkan jumlah ustadz berjumlah 49 orang. Fasilitas yang dimiliki ruang belajar, ruang ibadah, ruang kantor, asrama santri, asrama ustad. Pembiayaan dari uang pangkal dan bulanan santri dan sumbangan Masyarakat yang tidak mengikat. Pondok Pesantren Sabilarrasyad Sejarah berdirinya ponpes yang berada di Kecamatan Kahayan Hilir ini bermula dari majelis taAolim Sabilarrasyad tahun 2011 yang kemudian berdiri TPQ dan TK. Tahun 2015 mendirikan sekolah Wustho dan Ulia dengan PKPPS (Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiya. Sehingga untuk ujian ikut di tempat lain (Darul Ulu. Tahun 2016 sekolah ULA menjadi MI yang mendapatkan ijin operasional tahun 2020. Memiliki pendidik dan tenaga kependidikan . disetiap jenjang satuan Pendidikan. Ustad H. Zonnun memimpin dari awal tahun 2015 sampai tahun 2018 yang dilanjutkan Pak Ahmad Baihaki dari tahun 2019 sampai sekarang. Ponpes ini sudah memiliki youtube dan media sosial (Instagra. sebagai sarana sosialisasi dan publikasi. Memiliki sarana prasarana yang memadai dengan ketersediaan ruang kelas, asrama. MCK, mushola dan sarana olahraga. Untuk asrama, jumlah murid dalam 1 kamar adalah 5 orang . dan 14 orang . Biaya awal masuk gratis, dengan biaya bulanan terbagi kedalam: catering makan Rp. 000,-/bulan, asrama Rp. 000,-/hari, infak Rp. 000/bulan. Aktivitas pondok sampai pukul 21. 00 wib dengan jumlah guru 14 orang . laki-laki dan 8 perempua. Kendala yang ada saat ini belum ada guru Bimbingan Konseling, dan aturan tertulis untuk bullying dan lainnya . da buku kontrol untuk punishmen. Pondok Pesantren Darul MaAorifat Pondok ini dipimpin oleh Ustadz Agus dengan konsep kesetaraan Salafiyah. Sejarah berdirinya ponpes yang beralamat di Kecamatan Kahayan Hilir adalah bermula dari TPQ yang berlanjut berdirinya Madrasah Diniyah tahun 2016 dengan 3 . santri pada mulanya. Tahun 2017 ijin operasional resmi diterima. Lokasi awal di bangunan sebelah masjid hingga sekarang bisa menempati lokasi yang permanen. Murid yang asrama sekitar 20 orang yang kondisional menyesuaikan. Biaya asrama sebesar Rp. 000,-/bulan. Murid yang mondok berasal dari Kapuas dan Pondok ini masih menerima santri laki-laki untuk diasramakan, secara perlahan rencana pembuatan asrama perempuan sudah mulai direncanakan. Pondok Pesantren Al-Falahiyyah Sejarah awal mula berdirinya dari TPQ tahun 1998 yang berlokasi di Kanamit (Pondasi II) Kecamatan Maliku ini dilanjutkan dengan berdirinya Madrasah Diniyah. Tahun 2007 berpindah ke Kanamit (Pondasi . dan tahun 2021 berdiri Pondok Pesantren Al-Falahiyyah. Sebagian besar ustad yang merupakan lulusan Pondok Pesantren Langitan. Tuban yang dipimpin oleh KH. Khasbullah. Sehingga konsep dan kurikulum pembelajaran pondok lebih berkiblat kesana. Sekarang pondok ini sudah memiliki Wustho dengan 3 kelas. Jumlah pengajar sebanyak 12 orang dan jumlah murid sebanyak 87 orang yang tersebar di kelas 1 . , kelas II . dan kelas i sebanyak 25 orang. Fasilitas yang ada masih dalam kategori cukup. Memiliki asrama yang terpisah antara putra dan putri, dengan kondisi WC/toilet yang berdekatan. Uang masuk awal sebesar Rp. 000,- dengan uang bulanan Rp. 000,/bulan. Beberapa kegiatan ekstrakurikuler disekolah pagi yaitu pidato, bola voli, dan kaligrafi. Pondok Pesantren Darul Falah 2 Sejarah berdiri tahun 2018, merupakan cabang dari Darul Falah-Banten. Lokasi awal berada di daerah Bagendang Barat. Awal mula dipimpin oleh KH. Ahmad Dhori, setelah beliau meninggal tahun 2020 kepemimpinan dilanjutkan oleh Gus Shihab dan per November 2024 dipimpin oleh Gus Ibadurahman. Pondok Pesantren Darul Falah 2 yang beralamat di Kecamatan Maliku ini merupakan jenis kombinasi dengan adanya MI. MTs, dan MA. Asramanya dalam kurikulum pondok memiliki 12 kelas yang terdiri dari 6 kelas putra dan 6 kelas putri dengan jenjang MTs dan MA. Ada pula 1 . kelas tahfidz sebagai program unggulan ponpes ini dengan pengajar Ust. Sauki, selain dari kelas Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Anak yang mondok disini berasal dari beberapa wilayah yang mana 90% berasal dari Kabupaten Pulang Pisau, selain itu 10% berasal dari Kapuas. Gunung Mas bahkan ada dari Barabai. Kalimantan Selatan. Biaya awal masuk Rp. 000,- dengan uang bulanan sebesar Rp. 000,- untuk biaya makan dan lainnya. Untuk jam pelajaran ponpes dimulai pukul 12. 00 wib. Fasilitas yang dimiliki sudah cukup bagus dan lengkap. Ada laboratorium komputer, perpustakaan. Gedung/ruang kelas, asrama dan memiliki website serta Media social (Instagra. sebagai sarana sosialisasi dan publikasi. Mazrur Amberi. Abdul Qodir. Ahmadi. Jasiah dan Nurul Hikmah Kartini. Inventarisasi Pondok Pesantren (Wilayah Tengah: Kabupaten Katingan. Pulang Pisau, dan Kapua. Kabupaten Kapuas Pondok Pesantren Al Muhajirin Antang Berada dibawah kepemimpinan Ustadz Muhammad Fauzan, menggunakan konsep Khalafiyah. Pondok pesantren ini terletak di jalan Tjilik Riwut Gang Damai RT. 30 Selat Hulu Kecamatan. Selat Kabupaten Kapuas. Kalimantan Tengah. Ketua Yayasan KH. Hasanuddin. PdI sedangkan pimpinan pondok adalah Muhammad Fauzan. Pd. Jumlah santri 972 orang sedang jumlah ustadz 109. Pondok Pesantren Babussalam Pondok yang menggunakan konsep Khalafiyah ini dipimpin oleh KH. Masdarul Khair. Terletak di Kabupaten Kapuas terletak di Jl. Patih Rumbih. Kelurahan Selat Tengah. Kecamatan Selat. Pesantren ini menyediakan fasilitas seperti ruang kelas, asrama, perpustakaan, laboratorium, lapangan olahraga, kantin, dan masjid. Kegiatan ekstrakurikuler yang ditawarkan mencakup karate, futsal, dan grup belajar. Sistem pembelajaran menggabungkan kurikulum formal dengan pendidikan agama. Ketua yayasan, jumlah santri, jumlah ustad, serta rincian pembiayaan (SPP atau pendaftara. Pondok Pesantren Bifahmil Anbiya Pondok pesantren dengan konsep Khalafyah ini terletak di jalan Mahakam no. 48 RT. 19 RW. 03 Selat Hulu Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas. Kalimantan Tengah. Pondok Pesantren berdiri di atas tanah milik Yayasan seluas 10 Ha. Ketua Yayasan H. Firdaus. PdI, sekaligus pimpinan. Jumlah santri 141, jumlah ustadz 38. Fasilitas ruang kelas, mushalla, lapangan tenis meja, lapangan olahraga, alat kesenian dan program yang mendukung perkembangan karakter santri, seperti tahfidz Al-QurAoan. Membaca kitab kuning, dan kegiatan sosial yaitu bergotong royong membersihakan lingkungan pondok. Untuk pembiayaan, pendaftaran gratis dan biaya perbulan Pondok Pesantren Berkat Ikhlas Pondok Pesantren ini yang menggunakan konsep Salafiyah ini berdiri pada lahan seluas 7275 m. Dan sisa lahan yang belum ada bangunan seluas 3634 m. Pondok ini beralamat di Jalan Cilik Riwut No. 1 RT. 019 Kel. Selat Dalam Kec. Selat Kab. Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah 73516. Pimpinan Pondok Pesantren KH. Parhani dan Ketua Yayasan H. Abdul Halim. Jumlah Santri 535 orang, sedangkan jumlah ustadz berjumlah 64 orang. Fasilitas yang dimiliki ruang belajar, ruang ibadah, ruang kantor, asrama santri, asrama ustad, ruang bermain dan alat Pondok Pesantren Al-Amin Sejarah berdirinya pondok ini pada tahun 1999 semula berlokasi di Palingkau. Kemudian mendapat tanah wakaf dari mertua Pak Suryani . ang dulu mengajar di pondok pesantren Palingka. tahun 2000 sehingga berpindahlah Al-Amin ditempat yang beralamat sekarang di jalan raya Kapuas-Dadahup. Periode kepemimpinan pada awalnya dipimpin oleh Ustadz Supriyanto yang kemudian beralih ke H. Suryani Jiddy. Lc. Beralamat di Kecamatan Pulau Petak. Kabupaten Kapuas pondok ini sudah tergolong modern. Selain asrama, pondok ini memiliki jenjang sekolah yang beragam dari dasar sampai menengah. Bahkan memiliki Sekolah Menengah Kejuruan yang berdiri tahun 2014 dengan dua jurusan yaitu perikanan dan Farmasi. Memiliki jumlah murid yang banyak sejumlah 172 orang. Jadwal kegiatan dimulai dengan sholat qiyamul lail dan subuh berjamaah. Selanjutnya pembelajaran disekolah formal. Jadwal dipondok dilanjutkan pukul 19. 00 wita malam dengan penguatan hafalan tahfiz qurAoan. Santri yang mondok berasal dari berbagai daerah seperti pulang pisau, basarang, pangkoh, pandih batu, mantangai, bataguh, selat, palangka raya, banjarbaru dan ada dari luar pulau (Sulawesi dan papua, mereka ikut keluarga yang bekerja di Kapua. Pondok ini juga memiliki amal usaha yang bergerak dibidang olahan pangan yaitu kerupuk, stik serta amplang yang dikelola sendiri. Produk ini bahkan sudah beredar luas dan mengikuti beberapa kali pameran. Memiliki fasilitas yang lengkap. Ponpes Al-Amin ini juga memiliki santri yang cukup banyak, namun tidak semua tinggal di asrama. Selain dari dana BOS juga ada infak untuk operasional pondok sebesar Rp. 000/bulan, biaya makan sebesar Rp. 000/bulan, biaya asrama sebesar Rp. 000/bulan, biaya Pendidikan sebesar Rp. 000/bulan dan infak pembangunan sebesar Rp. 000,-. Sudah memiliki media sosial . ebsite, instagram dan faceboo. sebagai info keberadaan sekolah dan pondok pesantren. Pondok Pesantren Miftahussalam. Salafiyah Pimpinannya adalah H. Rusmadi, beralamat di Palingkau. Kecamatan Kapuas Murung. Sejarah awal berdirinya sejak tahun 1966 oleh H. Abdul Gani yang dilanjutkan H. Badrusalam dengan berbagai dinamika yang ada baru bisa didirikan Madrasah Diniyah pada tahun 2001 yang resmi tahun 2002. Sejak tahun 2005 baru fokus pembelajaran berbasis pondok pesantren. Anterior Jurnal. Volume 24 Issue II. Mei 2025. Page 106 Ae 114 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Jumlah santri di sekolah wustho sejumlah 90 orang. Ulia sejumlah 46 orang. Jumlah guru disemua jenjang ada 22 orang. Santri yang ada kebanyakan tidak tinggal diasrama lagi. Karena berasal dari sekitar Palingkau. Biaya masuk yang terjangkau sekitar Rp. 000,- diperuntukan untuk operasional pondok. Kendala yang ada saat ini karena pendanaan yang dulu disubsidi pemilik pondok yang memiliki usaha sendiri dan belum memiliki sumber eksternal Termasuk akses jalan yang perlu diperbaiki . ebar jalan yang sempit belum memungkinkan untuk kendaraan roda empat masuk kelokasi pondo. Sekarang santri mengikuti pembelajaran pagi untuk sekolah dan sorenya untuk kurikulum pondoknya . 00 wi. Pondok Pesantren Noorhidayah Darussalam Pondok pesantren ini beralamat di kecamatan Kapuas Murung dengan konsep Salafiyah. Sejarah berdiri dimulai dari Lembaga Pendidikan pada tahun 1959, kemudian berdiri Madrasah Ibtidaiyah tahun 1961. Pondok pesantren berdiri tahun 1985 bersamaan dengan berdirinya wustho kemudian ulia tahun 1989. Secara bertahap berdirilah jenjang sekolah lainnya seperti Madrasah Tsanawiyah tahun 1991. Diniyah Awaliah tahun 2009. Jam operasional sekolah efektif pada pukul 07. 00 wita. Untuk kegiatan sore mempelajari AlqurAoan, dan nahwu sarof. Kegiatan santri malam hari dilaksanakan di mushola pada hari rabu dan jumAoat dibawah koordinasi ustadz H. Muhsin selaku wakil pondok pesantren. Jumlah pengajar disemua jenjang Pendidikan sejumlah 24 orang. Kepala Sekolah MTS yaitu Pak Rusmadi juga sebagai Kepala Pondok Pesantren Miftahussalam dikecamatan yang Perkembangannya sekarang santri yang mondok diasrama tersisa 20 orang, terkadang bisa berkurang menjadi 15 orang. Sedangkan pimpinan pondok Ustadz KH. Ahmad Yani yang tinggal disebrang sungai juga ada kajian dirumah yang kebanyakan anggota majelis taAolimnya adalah anak-anak. Kendala yang umum ditemu adalah kesejahteraan guru dan tenaga pengajar. Para pengelola mengharapkan snanti ada usaha yang dibangun untuk memperkuat pemasukan Selain itu juga berharap ada sumber daya manusia yang memiliki keilmuan mendalam pada bidang AlqurAoan yang bisa bekerjasama melaksanakan pengabdiannya disekolah mereka. Rencana pengembangan jangka Panjang yaiu membangun Gedung awaliyah pada tahun 2025. Pondok Pesantren Baital Mukarramlafiyah Pondok pesantren dengan konsep salafiyah ini terletak di Anjir Serapat KM 6,5 Kecamatan Kapuas Timur Kabupaten Kapuas. Kalimantan Tengah. Ketua Yayasan Juhrannor. Pd dan pimpinan pondok M. Rida. Jumlah santri 294 orang, jumlah ustad 20 orang. Fasilitas yang tersedia masjid. Ruang belajar, asrama putri dan putra. Pembiayaan bersumber dari SPP Rp. 000/bulan. Listrik Rp. 000/bulan, asrama Rp. 000/bulan. Pondok Pesantren Fajar Islam Pondok ini dipimpin oleh H. Abdullah Bahid. Terletak di Jl. Lintas Kalimantan Basarang Km. Menggunakan konsep Khalafiyah, pondok pesantren ini juga mengutamakan pendidikan agama dan kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga. Informasi lebih lanjut mengenai jumlah santri atau fasilitas lainnya belum ditemukan dalam sumber yang tersedia. Pondok Pesantren Darul Hikmah Darussalam Berlokasi di Desa Sei. Jangkit. Kecamatan Bataguh, pondok pesantren ini dipimpin oleh Ustadz Iskandar. Menggunakan konsep Khalafiyah, pondok ini juga menyelenggarakan pendidikan agama Islam dengan fasilitas yang Informasi lebih lanjut tentang jumlah santri, ustadz, atau fasilitas lainnya belum tersedia secara rinci. Keberadaan pondok pesantren harus selalu dilakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan tidak ada penyimpangan yang terjadi. Seperti penelitian yang dilakukan oleh syarif . , evaluasi yang dilaksanakan tidak hanya bertujuan untuk menilai hasil, tetapi juga untuk mendorong refleksi bagi pengurus, pengasuh, dan santri mengenai efektivitas metode danpendekatan yang digunakan dalam pembelajaran karakter. Evaluasi semacam ini memberi kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pendidikan karakter yang Dengan demikian, pengawasan yang dilakukan di pesantren ini tidak hanyabersifat administratif, tetapi juga sebagai sarana untuk mendorong peningkatan kualitas pembelajaran karakter yang terus berkembang. Didukung oleh penelitian Resya . , ridwan menyatakan Kurikulum yang dikembangkan di pesantren dapat dibedakan menjadi dua jenis sesuai dengan jenis pola pesantren itu sendiri, yaitu: Pesantren Salaf . Kurikulum pesantren salaf yang statusnya sebagai lembaga pendidikan non formal hanya mempelajari kitab kitab klasik yang meliputi: Tauhid, tafsir, hadis, ushul fiqh, tasawuf, bahasa arab (Nahwu, sharaf, balaghah dan tajwi. , mantik, akhlak. Pelaksanaan kurikulum pesantren ini berdasarkan kemudahan dan kompleksitas ilmu atau masalah yang dibahas dalam kitab. Jadi ada tingkat awal, menengah dan tingkat lanjutan. Mazrur Amberi. Abdul Qodir. Ahmadi. Jasiah dan Nurul Hikmah Kartini. Inventarisasi Pondok Pesantren (Wilayah Tengah: Kabupaten Katingan. Pulang Pisau, dan Kapua. Pesantren Modern Pesantren jenis ini yang mengkombinasikan antara pesantren salaf dan juga model pendidikan formal dengan mendirikan satuan pendidikan semacam SD/MI,SMP/MTs. SMA/SMK/MA perguruan tinggi. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum pesantren salaf yang diadaptasikan dengan kurikulum pendidikan islam yang disponsori oleh Departemen Agama dalam sekolah (Madrasa. Sedangkan kurikulum khusus pesantren dialokasikan dalam muatan lokal atau mungkin diterapkan melalui kebijaksanaan sendiri. Gambaran kurikulum lainnya adalah pada pembagian waktu belajar, yaitu mereka belajar keilmuan sesuai dengan kurikulum yang ada di perguruan tinggi . pada waktu kuliah. Sedangkan waktu selebihnya dengan jam pelajaran yang padat dari pagi sampai malam untuk mengkaji keilmuan islam khas pesantren . engajian kitab klasi. Mengacu teori diatas, pembagian pondok pesantren yang menjadi lokus penelitian terlihat pada gambar 2 berikut ini Gambar 2. Sebaran jenis pondok pesantren di tiga kabupaten Dari gambar 2 diatas terlihat bahwa sekarang pondok pesantren sudah banyak yang menggunakan konsep modern yang menggabungkan kurikulum salaf dan satuan Pendidikan dengan berbagai jenjangnya. Hanya 30% yang masih menggunakan konsep salaf dan 70% sudah menggunakan konsep modern kombinasi. Selaras dengan penelitian dari kusumawati . bahwa Integrasi kurikulum pesantren dalam kurikulum nasional pada pondok pesantren modern memiliki beberapa kesimpulan yang penting. Pertama, integrasi ini bertujuan untuk menyatukan pendidikan agama yang diajarkan di pesantren dengan pendidikan umum yang diatur dalam kurikulum nasional, sehingga siswa dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang Kedua, integrasi ini memperkuat identitas keislaman siswa dengan memadukan nilai-nilai agama dalam kurikulum nasional, sehingga siswa dapat memahami dan mempraktikkan ajaran agama secara komprehensif. Ketiga, integrasi ini membantu siswa memperkuat karakter dan nilai-nilai keislaman dalam diri mereka. Keempat, integrasi kurikulum pesantren dalam kurikulum nasional mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dunia modern dengan memiliki pengetahuan agama yang kuat dan keterampilan umum yang diperoleh dari kurikulum Secara keseluruhan, integrasi kurikulum pesantren dalam kurikulum nasional pada pondok pesantren modern memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat identitas keislaman siswa, dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi dunia modern. KESIMPULAN Berdasarkan inventarisasi pondok pesantren yang dilakukan di tiga kabupaten diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pondok berjalan dengan tata kelola yang baik. Masih ada pondok pesantren yang memiliki kendala seperti belum memiliki asrama permanen, akses jalan yang belum memadai, kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan serta kekurangan tenaga ahli keilmuan AlqurAoan. Rekomendasi untuk pihak terkait adalah: Kemenag Kabupaten Katingan. Pulang Pisau dan Kapuas untuk memasifkan monitoring dan evaluasi serta menginfokan bantuan seperti pembangunan Gedung, dan lainnya. Lembaga Pendidikan seperti Universitas Negeri dan swasta untuk menjadikan lokasi pondok pesantren ini sebagai tempat pengabdian masyarakat baik oleh dosen maupun mahasiswa melalui program KKN. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan teimakasih kepada semua pihak yang membantu dengan penuh dalam penggalian data, kepada: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Tenga yang memberikan dana penelitiannya kepada komisi penelitian dan pengembangan. Juga kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Katingan. Pulang Pisau dan Anterior Jurnal. Volume 24 Issue II. Mei 2025. Page 106 Ae 114 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Kapuas yang telah memberikan data pondok pesantren dan mendampingi saat ke lapangan. Seluruh pimpinan pondo pesantren beserta para pengelola, guru serta tenaga kependidikan yang telah bersedia memberikan data lengkap untuk penelitian ini. REFERENSI Azra. Azyumardi. Jaringan Ulama Nusantara dalam Islam Nusantara dari Ushul Fiqh hingga paham kebangsaan. Bandung: PT. Mizan Pustaka