Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 9. Nomor 2. Desembe This is an open access article under the CCBYSA Naskah masuk 23-Juli-2025 Direvisi Diterima Diterbitkan 31-Agustus-2025 19-November-2025 31-Desember-2025 DOI : https://doi. org/10. 58518/alamtara. Simbolisme #bravepink dan #herogreen dalam Kerangka COLORBASED ACTIVISM di Era Media Sosial Satria Kamal Akhmad Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya. Mojokerto. Indonesia satriakamalakhmad@stitradenwijaya. Dinia Saridewi Universitas Brawijaya. Malang. Indonesia diniasaridewi@ub. ABSTRAK: Penelitian ini mengkaji penggunaan simbol warna #bravepink dan #herogreen dalam demonstrasi di Indonesia pasca 25 Agustus 2025 sebagai bentuk aktivisme berbasis afeksi. Studi ini bertujuan menganalisis makna, pola mobilisasi, dan peran kedua simbol dalam membangun solidaritas kolektif di media sosial. Menggunakan studi kasus dengan purposive sampling, penelitian melibatkan 212 akun publik di Twitter/X. Instagram. TikTok, dan Facebook yang memenuhi kriteria interaksi dan penggunaan tagar. Data dikumpulkan melalui BrandMention dan Talkwalker, kemudian dianalisis menggunakan semiotika sosial Kress dan van Leeuwen. Hasil menunjukkan bahwa #bravepink lebih unggul dalam viralitas, sedangkan #herogreen lebih kuat dalam penerimaan publik dan asosiasi nilai moral. Kedua simbol memicu keterlibatan emosional tinggi, terutama pada perempuan Temuan ini menegaskan warna sebagai medium utama politik emosional digital dan menawarkan konsep color-based activism sebagai kontribusi teoretis baru. Kata Kunci: aktivisme digital, afeksi publik, color-based activism, gerakan sosial, simbol visual. ABSTRACT: This study examines the use of the color symbols #bravepink and #herogreen in Indonesian digital demonstrations after August 25, 2025, as a form of affect-based digital The research aims to analyze how these symbols are interpreted, mobilized, and employed to build collective solidarity on social media. Using a case study design with purposive sampling, the study includes 212 public accounts on Twitter/X. Instagram. TikTok, and Facebook that met the criteria of interaction level and hashtag use. Data were collected through BrandMention and Talkwalker and analyzed using Kress and van Satria Kamal Akhmad. Dinia Saridewi Simbolisme #bravepink dan #herogreen Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 LeeuwenAos social semiotics. The results show that #bravepink demonstrated higher viral reach, while #herogreen achieved stronger public acceptance and moral value associations. Both symbols generated high emotional engagement, particularly among young women. These findings highlight color as a primary medium in digital emotional politics and propose color-based activism as a theoretical contribution for understanding visual symbols in contemporary social movements. Keywords: affective publics, color-based activism, digital activism, social movement, visual PENDAHULUAN Demonstrasi yang terjadi sejak 25 Agustus 2025 menandai babak baru dalam sejarah politik kontemporer di Indonesia. Aksi yang bermula dari protes terhadap kebijakan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berkembang menjadi mobilisasi nasional dengan partisipasi lintas generasi dan kelompok sosial (Tan 2. Lalu, dari rangkaian peristiwa ini publik dikejutkan oleh kemunculan simbol yang memberikan arus baru. Simbol itu bernama #bravepink dan #herogreen. Kedua simbol ini bukan sekadar elemen estetika, tetapi menjadi representasi emosional dan identitas politik kolektif. Tempo mencatat popularitas kedua simbol yang luar biasa ini di media sosial. Tirto menelusuri akar simbol tersebut dari figur nyata di lapangan, sementara Kumparan menegaskan bahwa di antara berbagai tanda visual yang muncul, pink dan hijau justru yang paling kuat resonansinya (Faturahman Kumparan 2025. Wahyuningtyas 2. Fakta ini memperlihatkan bahwa platform media sosial kini berfungsi bukan hanya sebagai saluran komunikasi, melainkan sebagai arena produksi simbol politik yang dengan cepat memperoleh makna sosial. Kajian akademik telah lama menempatkan simbol visual sebagai instrumen penting dalam gerakan sosial. Payung kuning dalam Umbrella Movement di Hong Kong, pita merah dalam protes Myanmar, dan kaos hitam dalam demonstrasi Thailand masyarakat dan memperkuat identitas kolektif mereka (Abbasi 2019. Chu 2018. Phattharathanasut 2024. Sinpeng 2. Selain itu, beberapa kajian akademik terbaru bahkan mengungkapkan bagaimana pentingnya peran simbol visual dalam politik di era digital. Moreno-Almeida . menegaskan bahwa fungsi meme Satria Kamal Akhmad. Dinia Saridewi Simbolisme #bravepink dan #herogreen Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 dalam membangun solidaritas. Kaviani dan Salehi, . menyoroti infografis sebagai media advokasi etnik, dan Fagerholm, dkk. bagaimana strategi warna memiliki peran penting dalam komunikasi krisis. Rovira-Sancho dan Morales-i-Gras . juga mengungkapkan bahwa digital activism terus berevolusi, dengan kreativitas simbolik sebagai motor utama. Berdasarkan beberapa kajian tersebut maka, bidang ilmu komunikasi politik telah menunjukkan pengakuan yang semakin besar pada peran simbol visual, emosi, dan afeksi dalam membentuk ruang publik di era digital saat ini. Namun, dalam kajian akademik di Indonesia, penelitian tentang politik di era digital lebih banyak berfokus pada partisipasi politik generasi muda (Ida, dkk. , 2. atau advokasi kebebasan pers (Masduki dan Wendratama 2. , sementara pembahasan terkait dengan dimensi visual simbolik nyaris terabaikan. Penelitian yang dilakukan oleh Andini, dkk. juga Yudistira dan Husodo . memang mengulas penyempitan ruang sipil pada Aksi Kamisan, tetapi tidak menyinggung bagaimana simbol visual dapat menjadi kanal alternatif aspirasi. Padahal, demonstrasi 2025 menunjukkan bahwa warna, tanpa dukungan objek fisik, mampu berfungsi sebagai pusat simbolisasi politik. Belum tersedianya kajian mendalam yang menganalisis bagaimana simbol berbasis warna berperan dalam mobilisasi politik di Indonesia membuat penelitian ini diharapkan dapat mengisi kekosongan tersebut dengan mengajukan argumen bahwa #bravepink dan #herogreen adalah fenomena baru dalam lanskap gerakan sosial-politik di era digital. Berbeda dari kasus global yang bertumpu pada objek fisik, simbol #bravepink dan #herogreen di Indonesia berbasis warna murni. Keunggulan warna ini terletak pada kemampuannya direplikasi dengan cepat di ruang digital, baik melalui filter foto, poster, maupun meme. Hal ini sejalan dengan teori connective action. Dewasa ini, aksi tradisional menggunakan teknologi hanya sebagai alat atau instrumen . echnology-as-instrumen. , sedangkan dalam connective action, teknologi digunakan sebagai konteks gerakan . echnology-as-contex. (Bennett dan Segerberg 2. Lebih jauh, transformasi makna pink menjadi keberanian dan hijau menjadi heroisme rakyat kecil menegaskan terbentuknya politik afektif Satria Kamal Akhmad. Dinia Saridewi Simbolisme #bravepink dan #herogreen Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 sebagaimana dipahami dalam kerangka affective publics oleh Papacharissi . Dengan demikian, penelitian ini menawarkan kontribusi konseptual berupa gagasan color-based activism, yaitu bentuk aktivisme digital yang menjadikan warna sebagai medium utama solidaritas politik publik di ruang digital. Berdasarkan uraian tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana simbol warna #bravepink dan #herogreen terbentuk, dimaknai, dan dimobilisasi dalam ruang digital. Penelitian ini juga bertujuan menelaah bagaimana simbol tersebut berfungsi dalam pembentukan identitas kolektif, solidaritas emosional, serta negosiasi wacana politik. Pertanyaan penelitian yang mendasari studi ini adalah: . bagaimana simbol visual berbasis warna memperoleh makna dalam interaksi digital? . bagaimana makna simbol dinegosiasikan di antara aktor pro, kontra, dan media? dan . bagaimana simbol ini berkontribusi pada pembentukan identitas kolektif serta memperluas teori gerakan sosial di era digital? Secara empiris, penelitian ini diharapkan dapat mendokumentasikan fenomena politik kontemporer Indonesia yang unik, yaitu penggunaan warna sebagai simbol utama gerakan sosial digital. Secara teoritis, penelitian ini memperluas interaksionisme simbolis ke ranah digital, memperkaya teori connective action dengan dimensi kreativitas komunitas daring, memperluas konsep affective publics melalui politik warna, dan memperkuat semiotika sosial dengan menegaskan warna sebagai penanda ideologis. Novelty penelitian ini terletak pada tawaran konseptual color-based activism, sebuah kerangka untuk memahami bagaimana warna dapat berfungsi sebagai simbol politik utama dalam arus digital. Inilah yang menjadikan penelitian ini relevan, mutakhir, dan signifikan bagi pengembangan ilmu komunikasi politik dan studi gerakan sosial METODE Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus untuk menelaah fenomena simbol #bravepink dan #herogreen dalam demonstrasi 25 Agustus 2025. Partisipan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang memenuhi kriteria yaitu . menggunakan kedua hashtag, . memiliki interaksi Satria Kamal Akhmad. Dinia Saridewi Simbolisme #bravepink dan #herogreen Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 minimal 100 likes atau retweet atau share, dan . terlibat dalam percakapan tentang demonstrasi tersebut. Sebanyak 212 akun media sosial publik di Twitter/X . Instagram . TikTok . , dan Facebook . dipilih sebagai sampel. Sebagian besar merupakan akun personal dan sekitar 12% akun komunitas atau organisasi informal. Seluruh akun dianonimkan sesuai etika AoIR (Association of Internet Researcher. Data dikumpulkan secara daring pada 1Ae10 September 2025 lewat pencarian hashtag menggunakan BrandMention dan Talkwalker, melalui observasi unggahan, dokumentasi digital . oster, meme, infografis, filter fot. , serta arsip media nasional. Analisis dilakukan dengan semiotika sosial Kress dan Leeuwen untuk memahami makna visual warna sebagai simbol politik. Tiga langkah diterapkan: identifikasi elemen visual utama, pengelompokan berdasarkan dimensi representasi, interaksi, dan komposisi, serta sintesis pola untuk menemukan kecenderungan dan variasi penggunaan simbol. Semua unggahan diproses di NVivo versi 14 untuk pengkodean teks dan gambar, lalu diverifikasi secara manual di Microsoft Excel. Pendekatan ini menjaga transparansi dan memungkinkan replikasi analisis oleh peneliti lain. HASIL ANALISIS Data BrandMention Talkwalker memperlihatkan dinamika distribusi simbol #bravepink dan #herogreen di berbagai platform media sosial, serta kecenderungan demografis partisipan, interaksi sosial, dan sentimen publik. Secara keseluruhan, total percakapan yang terekam selama periode pengamatan 1Ae10 September 2025 mencapai 2. 222 mention yang terdiri atas 734 mention untuk #bravepink dan 1. 488 mention untuk #herogreen. Sebaran jumlah mention #bravepink dan #herogreen disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Sebaran Jumlah Mention #bravepink dan #herogreen Media Sosial Facebook Instagram TikTok X (Twitte. Total Tagar #bravepink #herogreen Mean 21,50 591,50 307,00 191,00 30,41 419,31 127,28 43,84 Satria Kamal Akhmad. Dinia Saridewi Simbolisme #bravepink dan #herogreen Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 Apabila ditinjau berdasarkan platform media sosial yang digunakan, hasil mention menunjukkan variasi yang beragam. Pada platform media sosial Instagram dan TikTok, #herogreen jauh lebih banyak dibicarakan yaitu 1285 mention, sedangkan pada platform X (Twitte. jumlah percakapan relatif berimbang, bahkan #bravepink sedikit lebih unggul. Facebook hanya mencatat kontribusi kecil, dengan #herogreen memperoleh 704 mention dan #bravepink nihil. Selain itu, analisis temporal menunjukkan pola siklus yang khas seperti disajikan pada Grafik 1. 1-Sep-25 2-Sep-25 3-Sep-25 4-Sep-25 5-Sep-25 6-Sep-25 7-Sep-25 bravepink Facebook bravepink Instagram bravepink TikTok bravepink X (Twitte. herogreen Facebook herogreen Instagram herogreen TikTok herogreen X (Twitte. 8-Sep-25 Grafik 1. Tren Temporal Penggunaan Hashtag #bravepink dan #herogreen Lonjakan awal #bravepink dan #herogreen terjadi pada tanggal 01 September 2025, dengan puncak pada 2Ae3 September 2025 di mana #herogreen mencapai 23 mention dalam sehari. Setelah itu, jumlah mention menurun secara bertahap hingga akhir periode pengamatan. Pola ini mencerminkan teori siklus gerakan sosial, di mana fase intensifikasi awal diikuti dengan stabilisasi dan kemudian de-eskalasi. Menariknya, dalam data temporal ini #herogreen tampil lebih konsisten dibanding #bravepink, meskipun analisis visual menempatkan pink sebagai simbol yang lebih Hal ini menegaskan bahwa makna simbolis dan distribusi digital tidak selalu sejalan. Selain jumlah mention, analisis interaksi sosial menunjukkan dominasi kuat #bravepink seperti disajikan pada Grafik 2. Satria Kamal Akhmad. Dinia Saridewi Simbolisme #bravepink dan #herogreen Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 350,000,000 300,000,000 250,000,000 200,000,000 150,000,000 100,000,000 50,000,000 1-Sep-25 2-Sep-25 3-Sep-25 4-Sep-25 5-Sep-25 6-Sep-25 7-Sep-25 #bravepink Facebook #bravepink Instagram #bravepink TikTok #bravepink X (Twitte. #herogreen Facebook #herogreen Instagram #herogreen TikTok #herogreen X (Twitte. 8-Sep-25 Grafik 2. Trend Interaksi Sosial Media Total interaksi sosial terkait penyebutan #bravepink dan #herogreen mencapai 604 interaksi, dengan 10. 800 interaksi untuk #bravepink dan 4. interaksi untuk #herogreen. Perbedaan ini sebagian besar dipengaruhi oleh TikTok, yang mencatat lebih dari 10 juta interaksi untuk #bravepink dibanding 4,2 juta untuk #herogreen. Hal ini menunjukkan bahwa #bravepink memiliki daya viralitas lebih tinggi, terutama di platform berbasis video pendek yang menekankan estetika visual cepat. Namun pada media sosial Instagram, #herogreen relatif lebih kuat 800 interaksi, melebihi #bravepink . 200 interaks. Twitter dan Facebook memberikan kontribusi kecil, namun tetap menunjukkan pola yang konsisten yaitu #bravepink unggul dalam interaksi di Twitter, sementara #herogreen unggul di Facebook. Berdasarkan data demografis yang dihimpun melalui TalkWalker menggambarkan dominasi perempuan pada Tabel 2 dan generasi muda dalam percakapan simbol warna seperti yang disajikan pada Tabel 3. Tabel 2. Jumlah Mention Berdasarkan Jenis Kelamin Tagar Mean Jenis Kelamin #bravepink #herogreen Laki-laki Perempuan Total Satria Kamal Akhmad. Dinia Saridewi Simbolisme #bravepink dan #herogreen Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 Tabel 2 menunjukkan bahwa perempuan lebih banyak menyumbang penyebaran hashtag #bravepink dan #herogreen pada semua platform yang diteliti 500 mention . cUI = 1646,5. yc = 2197,. , sementara laki-laki berkontribusi 200 mention . cUI = 2290,0. yc = 3125,. Mayoritas percakapan perempuan terkonsentrasi pada #bravepink, dengan 4. 500 mention, jauh lebih tinggi dibanding kontribusi laki-laki terhadap simbol yang sama. Sementara itu, tidak ada perbedaan signifikan atas percakapan tentang #herogreen. Tabel 3. Jumlah Mention Berdasarkan Rentang Usia Tagar Mean Media Sosial #bravepink #herogreen Total Berdasarkan data yang telah dihimpun dan disajikan pada Tabel 3, jumlah mention kelompok pengguna sosial media dengan rentang usia 18Ae24 tahun lebih mendominasi penyebaran hashtag #bravepink dan #herogreen dengan 3. 881 mention . cUI = 1940,5. yc = 2629,. , diikuti oleh pengguna dengan rentang usia 25Ae35 tahun 650 mention . cUI = 1325,0. yc = 1803,. Usia di atas 35 tahun hampir tidak berkontribusi atas penyebaran hashtag #bravepink dan #herogreen, dengan hanya 100 mention, dan diketahui bahwa pada kelompok usia lebih tua tidak memberikan kontribusi dalam penyebaran hashtag #bravepink dan #herogreen. Data yang berhasil dihimpun, ditemukan sisi sentimen publik terhadap hasil interaksi sosial di media Hasil memperlihatkan pola yang berbeda dibanding volume interaksi seperti yang disajikan pada Tabel 4. Satria Kamal Akhmad. Dinia Saridewi Simbolisme #bravepink dan #herogreen Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 Tabel 4. Interaksi Sosial dan Sentiment Publik Interaksi Sosial Media Sosial Sentiment Publik (%) #bravepink #herogreen Facebook Instagram TikTok X (Twitte. Total #bravepink #herogreen Positif Negatif Netral Positif Negatif Netral Data pada Tabel 4 menunjukkan adanya perbedaan yang cukup signifikan dalam pola interaksi sosial dan sentimen publik antara tagar #bravepink dan #herogreen di berbagai platform media sosial. Secara keseluruhan, jumlah interaksi sosial yang dihasilkan oleh #bravepink mencapai 10. 800 interaksi, jauh lebih tinggi dibandingkan #herogreen yang hanya mencatat 4. 804 interaksi. Pada platform media sosial Facebook, hanya #herogreen yang mencatat interaksi sebesar 704, sedangkan #bravepink sama sekali tidak terekam. Pada platform media sosial Instagram, jumlah interaksi untuk #herogreen . hampir dua kali lipat lebih tinggi dibanding #bravepink . Sebaliknya, pada platform TikTok, #bravepink mendominasi dengan perbedaan yang sangat mencolok di mana 10 juta interaksi dibandingkan dengan 4,2 juta interaksi untuk #herogreen. Sementara di Twitter (X), interaksi untuk #bravepink . juga lebih tinggi dibanding #herogreen . Melihat dari sisi sentimen publik, perbedaan yang cukup jelas juga terlihat. #bravepink memperoleh 512 sentimen positif . %), 122 negatif . %), dan 100 netral . %). Sementara itu, #herogreen berhasil mengumpulkan 1. 137 sentimen positif . %), dengan hanya 196 negatif . %), dan 155 netral . %). Jika dibandingkan antar-platform, pola sentimen memperlihatkan konsistensi di mana #herogreen selalu memperoleh rasio sentimen positif yang lebih besar, baik pada platform media sosial Facebook . %). Instagram . %). TikTok . %), maupun Twitter . %). Berdasarkan hasil analisis maka dapat diketahui bahwa #bravepink dan #herogreen berfungsi sebagai simbol ideologis yang kuat dalam demonstrasi digital di Indonesia, dengan warna pink merepresentasikan keberanian moral dan warna hijau merepresentasikan heroisme rakyat. Selain itu, warna-warna yang Satria Kamal Akhmad. Dinia Saridewi Simbolisme #bravepink dan #herogreen Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 diasosiasikan pada #bravepink dan #herogreen tidak hanya membentuk identitas kolektif yang cair, tetapi juga memicu resonansi emosional yang cepat di kalangan partisipan muda, terutama perempuan, sehingga memperlihatkan keterhubungan erat antara simbol visual, afeksi publik, dan logika connective action. Pembahasan Warna sebagai Identitas Kolektif Hasil analisis memperlihatkan bahwa #bravepink lebih dominan dalam percakapan publik dibandingkan #herogreen, menandakan bahwa warna pink berfungsi sebagai simbol identitas kolektif yang lebih kuat. Fenomena ini sejalan dengan prinsip interaksionisme simbolis yang memandang simbol sebagai hasil konstruksi sosial melalui interaksi. Seperti halnya penelitian yang dilakukan oleh Afriandi et al. Nawar . , dan Soebakir et al. bahwa dalam konteks demonstrasi, simbol warna dalam hal ini adalah warna pink menjadi tanda visual yang disepakati bersama sebagai lambang solidaritas dan juga oposisi. Keunggulan simbol warna terletak pada kesederhanaannya yaitu kemurnian warna yang tidak memerlukan objek tambahan tetapi mampu mengekspresikan afiliasi politik dan sikap sosial. Seperti yang diungkapkan oleh Sitorus et al. , . , bahwa simbol merupakan identitas kolektif yang memudahkan partisipasi politk di media sosial. Dengan demikian, warna pink berperan sebagai alat yang memudahkan partisipasi karena dapat direplikasi secara cepat di berbagai platform digital. Kekuatan warna pink sebagai identitas kolektif juga dapat dipahami dari perspektif inklusivitas. Seperti yang dijelaskan oleh Saumantri . bahwa tidak seperti simbol berbasis objek yang memerlukan akses pada atribut tertentu, warna dapat dengan mudah diadaptasi oleh siapa saja tanpa hambatan ekonomi maupun Hal ini menjelaskan mengapa #bravepink lebih mudah diadopsi secara luas, terutama oleh generasi muda yang terbiasa mengekspresikan identitas politik melalui medium digital. Sebagaimana kajian yang dilakukan oleh Yoteni et al. terhadap penggunaan bahasa dan simbol untuk mendukung partisipasi politik perempuan di Indonesia, warna pink menjadi bentuk komunikasi visual yang meruntuhkan batasan fisik, sehingga memungkinkan partisipasi massal yang Satria Kamal Akhmad. Dinia Saridewi Simbolisme #bravepink dan #herogreen Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 melintasi kelas sosial maupun lokasi geografis. Identitas kolektif yang terbentuk karena simbol warna pink bersifat cair, terbuka, dan fleksibel. Sebaliknya, meskipun #herogreen juga muncul sebagai simbol penting, kekuatannya lebih terletak pada narasi moral dan solidaritas kemanusiaan daripada viralitas digital. Hijau membawa asosiasi dengan AuheroismeAy yang mengandung nilai pengorbanan, keberanian, dan kepedulian sosial. Namun, narasi ini membutuhkan elaborasi makna yang lebih kompleks dibandingkan #bravepink yang cukup ditampilkan sebagai tanda visual sederhana. Demikian pula, aksi solidaritas di Twitter selama pandemi COVID-19 menunjukkan bagaimana teori aksi konektif menjelaskan mobilisasi digital, dengan pemimpin opini secara signifikan mempengaruhi gerakan solidaritas melalui retweet dan mention (Kristianto. Ramadhan, dan Marsetyo 2. Oleh karena itu, meskipun #herogreen memiliki proporsi sentimen positif yang lebih tinggi, penyebarannya tidak seintensif #bravepink. Perbedaan ini menggarisbawahi bahwa efektivitas simbol tidak hanya bergantung pada pesan normatif yang dikandungnya, tetapi juga pada kesederhanaan bentuknya. Simbol semangka yang digunakan oleh aktivis Palestina menggambarkan bagaimana pendekatan estetika memfasilitasi ekspresi politik, membantu aktivis menghindari sensor online dan algoritma AI sambil mempertahankan visibilitas untuk perjuangan mereka (Syakira. Luna Shinkoo, dan Nur Aini 2. Berdasarkan segi kohesi kolektif, warna pink berhasil menciptakan ruang interaksi digital yang lebih cair dan cepat. Warna ini bekerja sebagai low-threshold symbol, yaitu simbol yang mudah dimasuki, diadaptasi, dan dipertukarkan antar pengguna media sosial. Hal ini berbeda dengan warna hijau yang lebih berfungsi sebagai high-value symbol, di mana penerimaan positif dan legitimasi moral menjadi kunci utamanya. Seperti halnya penelitian yang dilakukan oleh Noorikhsan et al. bahwa, media sosial memfasilitasi interaksi yang lebih intensif dan timbal balik, meskipun interaksi ini dapat bersifat artifisial dan menimbulkan tantangan dalam manajemen citra. Seperti yang dikemukakan juga oleh Eriyanto, . bahwa hashtag berfungsi sebagai alat mobilisasi, dengan hashtag yang sarat emosi Satria Kamal Akhmad. Dinia Saridewi Simbolisme #bravepink dan #herogreen Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 dan dirumuskan dengan jelas terbukti lebih efektif dalam menggalang dukungan dan memicu aktivisme digital spontan. Penelitian tentang gerakan sosial digital dan pembentukan identitas politik mengungkapkan peran yang terus berkembang dari warna dan simbol visual dalam komunikasi politik kontemporer. Warna berfungsi sebagai alat yang kuat dalam membangun identitas kolektif, seperti yang ditunjukkan oleh penggunaan warna pelangi oleh komunitas LGBT untuk membentuk identitas mereka sebagai "Kaum Pelangi" melalui narasi internal . erayaan Pride, bendera pelang. dan dukungan eksternal dari korporasi dan platform media sosial (Afriandi et al. Gerakan sosial digital memanfaatkan hashtag dan simbol visual untuk menggalang kesadaran publik, dengan aktor media memainkan peran krusial dalam distribusi #SolidaritasUntukNTT (Bakry dan Kusmayadi 2. Simbol visual seperti "Garuda Biru" menunjukkan bagaimana bingkai naratif dan resonansi emosional membentuk opini publik, terutama di kalangan muda, melalui konten viral di platform media sosial (Nawar 2. Era digital telah mengubah partisipasi politik dengan memfasilitasi keterlibatan yang lebih inklusif dan transparansi yang ditingkatkan, meskipun memerlukan literasi digital untuk menghindari polarisasi (Elizamiharti dan Nelfira 2. Politik Afektif via Warna Respon emosional yang tercermin dari masifnya interaksi terhadap konten #bravepink memperlihatkan bagaimana warna dapat berfungsi sebagai pemicu afektif dalam ruang digital. Jumlah likes, shares, dan komentar yang tinggi menandakan keterlibatan publik yang tidak hanya bersifat rasional, melainkan juga Konsep affective publics menegaskan bahwa komunitas digital seringkali terbentuk bukan karena kesamaan argumen logis, tetapi melalui resonansi emosi kolektif (Hautea et al. Warna pink menjadi medium sederhana yang mampu menyalakan afeksi ini secara instan, menjadikannya simbol yang efektif untuk menciptakan solidaritas emosional di tengah arus informasi cepat. Seperti Satria Kamal Akhmad. Dinia Saridewi Simbolisme #bravepink dan #herogreen Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 penelitian yang dilakukan oleh Erlyana et al. bahwa palet warna secara signifikan memengaruhi respons emosional dalam konten digital, warna panas dan dingin yang dominan lebih banyak perhatian dan penonton daripada konten dengan warna netral. Dengan demikian, warna pink bekerja bukan hanya sebagai tanda visual, tetapi juga sebagai pemicu keterhubungan emosional yang kuat. Keberhasilan warna pink dalam membangkitkan respon afektif juga memperlihatkan bahwa dalam politik digital, kekuatan visual seringkali lebih ampuh dibandingkan narasi verbal panjang. Warna menghadirkan makna secara langsung dan tidak memerlukan elaborasi teks untuk dipahami, sehingga mampu menyentuh audiens secara cepat (Nawar 2. Hal ini berbeda dengan simbol verbal atau retorika politik yang memerlukan interpretasi dan waktu lebih lama untuk menggerakkan emosi. Sebagaimana yang disampaikan oleh Paksi & Nur . bahwa warna memainkan peran penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, warna pink bekerja sebagai Aushortcut emosionalAy yang segera memicu rasa keberpihakan, kemarahan, atau solidaritas. Fungsi ini menjelaskan mengapa warna pink memperoleh interaksi lebih tinggi dibanding warna hijau, meskipun warna hijau memiliki citra positif yang kuat. Namun, penting dicatat bahwa meskipun warna hijau yang diwakili oleh #herogreen tidak seviral warna pink yang diwakili oleh #bravepink, ia memiliki karakter afektif yang berbeda. Warna hijau yang diwakili oleh #herogreen lebih sering dikaitkan dengan narasi moral, kepedulian, dan heroisme yang membangun kedalaman emosional, bukan sekadar kecepatan viralitas. Respon positif yang tinggi terhadap warna hijau menandakan bahwa publik menemukan rasa simpati dan kepercayaan dalam simbol ini. Sebagaimana dijelaskan oleh (Losada Maestre dan Synchez Medero 2. bahwa bahwa warna memiliki kekuatan untuk memengaruhi persepsi politik dan membangkitkan afeksi kolektif. Selain itu, warna-warna tertentu, seperti merah, biru, dan hijau, secara konsisten diasosiasikan dengan identitas politik dan emosi tertentu di berbagai budaya (Jonauskaite et al. Dengan kata lain, jika warna pink membangkitkan emosi kolektif secara luas dan instan, maka warna hijau menumbuhkan afeksi yang lebih Satria Kamal Akhmad. Dinia Saridewi Simbolisme #bravepink dan #herogreen Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 mendalam dan berorientasi pada nilai moral. Kedua jenis afeksi ini sama-sama penting, tetapi bekerja dalam dimensi yang berbeda dalam ekosistem politik digital. Secara keseluruhan, fenomena #bravepink dan #herogreen memperlihatkan dua wajah politik afektif yang saling melengkapi. Pink mewakili kekuatan viralitas emosional yang cepat menyebar, sementara hijau menekankan kualitas afeksi yang lebih dalam dan berorientasi pada nilai. Keduanya menunjukkan bahwa emosi adalah fondasi utama terbentuknya komunitas digital dalam konteks politik. Dari perspektif akademik, temuan ini menegaskan perlunya mengakui warna sebagai aktor penting dalam konstruksi afektif ruang digital. Dengan demikian, politik afektif via warna tidak hanya memperkaya teori komunikasi, tetapi juga menghadirkan perspektif baru tentang cara simbol bekerja dalam mobilisasi sosial Perempuan Muda sebagai Motor Visual Aktivisme Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi terbesar dalam penggunaan simbol #bravepink dan #herogreen datang dari perempuan dan berasal dari pengguna berusia 18Ae44 tahun. Dominasi ini menegaskan bahwa kelompok ini menjadi motor utama dalam menyebarkan simbol visual ke ruang digital. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Elizamiharti dan Nelfira . bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam partisipasi politik di Indonesia, dengan media sosial menjadi platform penting namun juga memerlukan literasi digital yang kritis. Fakta ini penting karena memperlihatkan bagaimana partisipasi politik tidak lagi terbatas pada institusi formal atau kepemimpinan hierarkis. Nursyifa et al. dalam penelitiannya menjelaskan bahwa partisipasi politik perempuan di Indonesia tetap rendah akibat budaya patriarki dan pandangan tradisional yang merendahkan peran politik Namun, politik digital memungkinkan individu, khususnya perempuan, untuk tampil sebagai agen yang aktif dan mandiri. Fenomena ini menggarisbawahi pergeseran dari politik konvensional yang maskulin menuju ruang politik yang lebih cair dan inklusif. Satria Kamal Akhmad. Dinia Saridewi Simbolisme #bravepink dan #herogreen Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 Hasil penelitian ini sejalan dengan teori connective action, yang menekankan bahwa mobilisasi digital tidak selalu memerlukan struktur organisasi yang mapan. Sebaliknya, platform digital memfasilitasi aksi solidaritas yang muncul secara organik tanpa struktur organisasi formal, karena individu merespons krisis secara pribadi sambil membentuk koneksi horizontal (Kristianto et al. Pada konteks #bravepink dan #herogreen, perempuan menjadikan warna sebagai media untuk menegaskan identitas personal sekaligus keterhubungan kolektif. Seperti yang dikemukakan oleh (Annisa 2. bahwa aktivisme digital feminis di mana identitas kolektif terbentuk berdasarkan keprihatinan bersama dan mengembangkan sumber daya melalui ruang online dan offline, memanfaatkan fitur media sosial dan jaringan anggota untuk penyebaran informasi dan mobilisasi. Identitas digital yang ditampilkan melalui unggahan, foto profil, atau video singkat, pada akhirnya memperkuat ikatan solidaritas tanpa harus melewati jalur formal politik. Inilah yang menjadikan peran perempuan menjadi unik, karena mereka memadukan personalisasi ekspresi dengan kontribusi pada kolektivitas gerakan. Personalisasi partisipasi ini juga berkaitan erat dengan fleksibilitas media sosial sebagai ruang ekspresi. Berbeda dengan politik formal yang seringkali penuh aturan dan hambatan, media sosial menyediakan kanal yang lebih terbuka dan Media sosial memiliki kekuatan dalam aspek keterlibatan, jaringan, dan mobilisasi partisipasi politik, meskipun penerimaan informasi politik berbeda pada setiap individu (Zempi. Kuswanti, dan Maryam 2. Selain itu, generasi muda memanfaatkan fleksibilitas ini untuk menghadirkan narasi politik mereka sendiri, yang tidak selalu identik dengan narasi arus utama. Seperti yang dijelaskan oleh Kadir . dan Permana . bahwa Generasi Milenial dan Z, sebagai digital native, aktif menggunakan berbagai platform media sosial untuk mengekspresikan kritik terhadap dinamika politik dan membangun kultur diskursus politik yang Warna pink dan hijau, dalam hal ini, menjadi perangkat yang sederhana namun kuat untuk mempersonalisasi keterlibatan. Dengan begitu, simbol visual tidak hanya mencerminkan identitas kolektif, tetapi juga mengartikulasikan pengalaman dan aspirasi individu. Satria Kamal Akhmad. Dinia Saridewi Simbolisme #bravepink dan #herogreen Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 KESIMPULAN Penelitian ini menemukan bahwa warna #bravepink dan #herogreen berfungsi sebagai simbol ideologis yang kuat dalam demonstrasi digital di Indonesia, dengan merepresentasikan heroisme rakyat. Warna-warna ini tidak hanya membentuk identitas kolektif yang cair, tetapi juga memicu resonansi emosional yang cepat di kalangan partisipan muda, terutama perempuan, sehingga memperlihatkan keterhubungan erat antara simbol visual, afeksi publik, dan logika connective action. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya warna sebagai medium politik baru yang efektif dalam konteks media sosial kontemporer. Kontribusi utama penelitian ini adalah tawaran konsep color-based activism, yakni bentuk aktivisme digital yang mengandalkan warna sebagai medium utama solidaritas Konsep ini memperluas literatur tentang gerakan sosial digital yang sebelumnya lebih banyak berfokus pada simbol berbasis objek atau teks. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa simbol visual warna juga mengikuti siklus temporal mobilisasi digital, sehingga memperkuat keterkaitan antara teori siklus gerakan sosial, interaksionisme simbolis, semiotika sosial, dan affective publics. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan. Analisis hanya mencakup akun publik dengan kriteria tertentu sehingga tidak mewakili seluruh populasi pengguna media sosial. Data demografis partisipan diperoleh bukan melalui verifikasi langsung, sehingga akurasinya terbatas. Selain itu, penggunaan metode semiotika sosial memberi kedalaman analisis visual, tetapi kurang menangkap dinamika diskursif yang lebih luas dalam percakapan daring. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengombinasikan semiotika sosial dengan analisis wacana kritis atau analisis jaringan digital agar dapat memberikan gambaran lebih menyeluruh. Secara praktis, penelitian ini menyarankan agar gerakan sosial di Indonesia lebih memperhatikan kekuatan simbol warna dalam membangun solidaritas politik, khususnya di kalangan generasi muda. Akademisi dapat menggunakan konsep color-based activism sebagai lensa baru dalam mengkaji mobilisasi digital. Satria Kamal Akhmad. Dinia Saridewi Simbolisme #bravepink dan #herogreen Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 sementara pembuat kebijakan sebaiknya memahami potensi warna sebagai instrumen komunikasi politik yang tidak bisa diremehkan. Dengan cara ini, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi teoritis, tetapi juga implikasi praktis bagi studi dan praktik demokrasi digital di Indonesia. BIBLIOGRAFI Abbasi. Irum Saeed. AuSocial Media and Committed Relationships: What Factors Make Our Romantic Relationship Vulnerable?Ay Social Science Computer Review 37. :425Ae34. doi: 10. 1177/0894439318770609. Afriandi. Fadli. Rizky Octa Putri Charin, dan Fachriza Ariyadi. AuKaum Pelangi: Konstruksi Identitas LGBT Melalui Warna Pelangi. Ay JURNAL TRIAS POLITIKA 6. :227Ae44. doi: 10. 33373/jtp. Andini. Laras Ayu. Dina Fadiyah, dan Sapto Setyo Nugroho. AuMenelaah Peran Aksi Kamisan dalam Pembentukan Strategi Gerakan. Ay Journal of Political Issues 6. :38Ae45. doi: 10. 33019/jpi. Annisa. Rifka. AuDigital Feminist Activism: Analyzing Jakarta Feminist as A Collective Identity. Resources. Network. Information Dissemination, and Mobilization. Ay Jurnal Sosiologi Dialektika 16. :175. 20473/jsd. Bakry. Gema Nusantara, dan Ika Merdekawati Kusmayadi. AuPeran Pers Sebagai Aktor Gerakan Digital Tagar #SolidaritasUntukNTT di Twitter. Ay Jurnal Kajian Jurnalisme 5. :98. doi: 10. 24198/jkj. Bennett. Lance, dan Alexandra Segerberg. The Logic of Connective Action. Cambridge University Press. Chu. Donna SC. AuMedia Use and Protest Mobilization: A Case Study of Umbrella Movement Within Hong Kong Schools. Ay Social Media Society 4. :1Ae doi: 10. 1177/2056305118763350. Elizamiharti. Elizamiharti, dan Nelfira Nelfira. AuDemokrasi di Era Digital: Tantangan dan Peluang dalam Partisipasi Politik. Ay Jurnal Riset Multidisiplin dan Inovasi Teknologi 2. :61Ae72. doi: 10. 59653/jimat. Eriyanto. Eriyanto. AuHashtags and Digital Movement of Opinion Mobilization: A Social Network Analysis/SNA Study on #BubarkanKPAI vs #KamiBersamaKPAI Hashtags. Ay Jurnal Komunikasi Indonesia 8. 7454/jki. Erlyana. Yana. Shierly Everlin, dan Inez Fiona Yuwono. AuAnalisis Color Palette Berdasarkan Rasa Warna Sebagai Penguat Daya Tarik Emosional dalam Video Anak. Ay ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia 9. :396Ae411. doi: 10. 33633/andharupa. Fagerholm. AnnaSara. Karina Gyransson. Linda Thompson, dan PerAaOlof Hedvall. AuActivism Online: Exploring How Crises are Communicated Visuallyin Activism Campaigns. Ay Journal of Contingencies and Crisis Management 31. :1034Ae43. doi: 10. 1111/1468-5973. Faturahman. Andi Adam. AuMengenal Kampanye Brave Pink Hero Green yang Populer di Media Sosial. Ay TEMPO. Diambil 9 September 2025 Satria Kamal Akhmad. Dinia Saridewi Simbolisme #bravepink dan #herogreen Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 . ttps://w. co/politik/mengenal-kampanye-brave-pink-herogreen-yang-populer-di-media-sosial-2066. Hautea. Samantha. Perry Parks. Bruno Takahashi, dan Jing Zeng. AuShowing They Care (Or DonAo. : Affective Publics and Ambivalent Climate Activism on TikTok. Ay Social Media Society 7. doi: 10. 1177/20563051211012344. Ida. Rachmah. Mustain Mashud. Muhammad Saud. Farhan Navid Yousaf, dan Asia Ashfaq. AuPolitics in Indonesia: Democracy. Social Networks and Youth Political Participation. Ay Cogent Social Sciences 11. 1080/23311886. Jonauskaite. Domicele. Ahmad Abu-Akel. Nele Dael. Daniel Oberfeld. Ahmed M. Abdel-Khalek. Abdulrahman S. Al-Rasheed. Jean-Philippe Antonietti. Victoria Bogushevskaya. Amer Chamseddine. Eka Chkonia. Violeta Corona. Eduardo Fonseca-Pedrero. Yulia A. Griber. Gina Grimshaw. Aya Ahmed Hasan. Jelena Havelka. Marco Hirnstein. Bodil S. Karlsson. Eric Laurent. Marjaana Lindeman. Lynn Marquardt. Philip Mefoh. Marietta Papadatou-Pastou. Alicia Pyrez-Albyniz. Niloufar Pouyan. Maya Roinishvili. Lyudmyla Romanyuk. Alejandro Salgado Montejo. Yann Schrag. Aygun Sultanova. Mari Uuskyla. Suvi Vainio. Grayna WIsowicz. Sunsica ZdravkoviN. Meng Zhang, dan Christine Mohr. AuUniversal Patterns in Color-Emotion Associations are Further Shaped by Linguistic and Geographic Proximity. Ay Psychological Science 31. :1245Ae60. doi: 10. 1177/0956797620948810. Kadir. Nuryadi. AuMedia Sosial dan Politik Partisipatif : Suatu Kajian Ruang Publik. Demokrasi Bagi Kaum Milenial dan Gen Z. Ay RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual 4. :180Ae97. doi: 10. 29303/resiprokal. Kaviani. Darya, dan Niloufar Salehi. AuBridging Action Frames: Instagram Infographics in U. Ethnic Movements. Ay Proceedings of the ACM on HumanComputer Interaction 6(CSCW. :1Ae43. doi: 10. 1145/3512926. Kristianto. Kristianto. Abdul Basith Ramadhan, dan Fernandito Dikky Marsetyo. AuMedia Sosial dan Connective Action: Studi Kasus Penggunaan Twitter sebagai Ruang Solidaritas selama Pandemi COVID-19. Ay Journal of Social Development Studies 2. :1Ae13. doi: 10. 22146/jsds. Kumparan. AuArti Resistance Blue. Brave Pink, dan Hero Green. Simbol Perlawanan Rakyat. Ay Kumparan. Diambil September . ttps://kumparan. com/berita-hari-ini/arti-resistance-blue-brave-pink-danhero-green-simbol-perlawanan-rakyat-25m4sMgoBUc/ful. Losada Maestre. Roberto, dan Rubyn Synchez Medero. AuColor War: Does Color Influence the Perception of Political Messages?Ay Psychological Reports 127. :235Ae55. doi: 10. 1177/00332941221114418. Masduki, dan Engelbertus Wendratama. AuDigital Activism for Press Freedom Advocacy in Post-Authoritarian Indonesia. Ay Journalism and Media 6. :101. 3390/journalmedia6030101. Moreno-Almeida. Cristina. AuMemes as Snapshots of Participation: The Role of Digital Amateur Activists in Authoritarian Regimes. Ay New Media & Society 23. :1545Ae66. doi: 10. 1177/1461444820912722. Nawar. Muhammad Fayad. AuAnalisis Kualitatif terhadap Fenomena Satria Kamal Akhmad. Dinia Saridewi Simbolisme #bravepink dan #herogreen Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 AoPeringatan Darurat Garuda BiruAo: Memahami Peran Framing dan Resonansi Emosional dalam Membentuk Opini Publik. Ay Jurnal Komunikatif 13. :235Ae50. doi: 10. 33508/jk. Noorikhsan. Faisal Fadilla. Hilal Ramdhani. Budi Chrismanto Sirait, dan Nisa Khoerunisa. AuDinamika Internet. Media Sosial, dan Politik di Era Kontemporer: Tinjauan Relasi Negara-Masyarakat. Ay Journal of Political Issues 5. :95Ae109. doi: 10. 33019/jpi. Nursyifa. Alfi. Olpi Tiani Tamala. Ridzikia Zakiah. Shiefa Aprilia Rachamani, dan Siti Mutia Mutmainah. AuPartisipasi Perempuan dalam Politik. Ay Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan 9. doi: 10. 37058/jipp. Paksi. Fajar, dan Dedih Nur. AuWarna Dalam Dunia Visual. Ay IMAJI: Film. Fotografi. Televisi, & Media Baru 12. :90Ae97. doi: 10. 52290/i. Papacharissi. Zizi. Affective Publics: Sentiment. Technology, and Politics. New York: Oxford University Press. Permana. Arla Azzahra. AuPengaruh Media Sosial sebagai Alat Komunikasi Politik dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Mahasiswa. Ay De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2. :200Ae209. 56393/decive. Phattharathanasut. Tuwanont. Au#WhatsHappeningInMyanmar: The Evolution of the Digital Fight Against Authoritarian State Repression. Ay International Journal of Communication 18:2224Ae44. Rovira-Sancho. Guiomar, dan Jordi Morales-i-Gras. AuFemitags in The Networks And in The Streets: 50 Hashtags for Feminist Activism in Latin America. Ay Profesional informaciyn 32. :1Ae18. 3145/epi. Saumantri. Theguh. AuPluralisme dan Inklusivitas dalam Masyarakat Multikultural Perspektif Pemikiran Tariq Ramadan. Ay Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam 9. :135. doi: 10. 31332/zjpi. Sinpeng. AuDigital Repression and Activism in Thailand: The Case of #freeyouth. Ay Journal of Current Southeast Asian Affairs 40. :187Ae206. https://doi. org/10. 1177/1868103421994572. Sitorus. Hema Junaice. Mellysa Tanoyo, dan . Irwansyah. AuPolarisasi Politik Melalui Interaksi Sosial di Instagram: Studi Kasus Pemilu 2024 di Indonesia. Ay JKOMDIS : Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial 4. :383Ae94. 47233/jkomdis. Soebakir. Dyan Rahmiati. Bayu Indra Pratama, dan Abdul Hair. AuPemetaan Meme Politik Pasca Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2019. Ay Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi 8. :58Ae66. doi: 10. 21070/kanal. Syakira. Hasna Dherin. Sovira Luna Shinkoo, dan Aisyah Nur Aini. AuPembelokan Estetika. Protes Budaya Populer, dan Aktivisme Digital: Semangka sebagai Simbol Perlawanan Palestina. Ay Jurnal Hubungan Internasional 17. :157Ae79. doi: 10. 20473/jhi. Tan. Aznil. AuAksi Agustus 2025: Saatnya Reset Indonesia. Ay Kompas. Diambil September . ttps://nasional. com/read/2025/09/03/14183611/aksi-agustus- Satria Kamal Akhmad. Dinia Saridewi Simbolisme #bravepink dan #herogreen Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 2025-saatnya-reset-indonesia?page=al. Wahyuningtyas. Prihatini. AuAsal-usul Brave Pink. Hero Green, dan Resistance Blue yang Viral. Ay Tirto. Diambil 9 September 2025 . ttps://tirto. id/asalusul-brave-pink-hero-green-resistance-blue-yang-viral-hg6. Yoteni. Ariella A. Ayudya Rizqi, dan Halice N. Tasty. AuStrategi Kampanye Inklusif : Mengoptimalkan Penggunaan Bahasa dan Simbol-Simbol yang Responsif Gender untuk Mendukung Partisipasi Politik Perempuan di Indonesia. Ay Action Research Literate 7. doi: 10. 46799/arl. Yudistira. Aditya, dan Purwo Husodo. AuSejarah Aksi Kamisan Jakarta Tahun Ay Jurnal Ceteris Paribus 1. :1Ae10. doi: 10. 25077/jcp. Zempi. Chairun Nisa. Ana Kuswanti, dan Siti Maryam. AuAnalisis Peran Media Sosial dalam Pembentukan Pengetahuan Politik Masyarakat. Ay EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI :116Ae23. 33822/jep. Satria Kamal Akhmad. Dinia Saridewi Simbolisme #bravepink dan #herogreen