Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Tinjauan Geoteknik Keamanan Rembesan dan Pembebanan Gempa Pada Stabilitas Lereng (Studi:Bendungan Way Sekampun. Abadirulian Ervantara1. Ahmad RifaAoI2. Iman Satyarno2 Mahasiswa Program Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam. Fakultas Teknik. Universitas Gadjah Mada1. Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam. Fakultas Teknik. Universitas Gadjah Mada 2 Email: abadirulianervan88@mail. id1, ahmad. rifai@ugm. id2, imansatyarno@ugm. DOI: http://dx. org/10. 31869/rtj. Abstract : Way Sekampung Dam is built to optimize the utilization of the Way Sekampung watershed. It is classified as an embankment dam with upright core which is following with a high risk of failure. The research of dam slope stability become an effort to fulfill dam safety. This study is based on the effects of seepage and seismicity. The seepage review is focused on what is the safety of the dam against potential piping, while for seismicity it is carried out under earthquake loading which using a modified earthquake coefficient approach. Based on the calculation of the seepage modeling using SEEP/W at the flood water level (FWL) and normal water level (NWL) obtained a value of the calculated safety factor (SFca. of Ou SFmin = 4 and, it can be said to be safe against piping. Slope stability modeling with SLOPE/W at post construction, flood water level (FWL),normal water level (NWL), and low water level (LWL), under earthquake loading conditions, it is found that the calculated safety factor (SFca. varies in each loading In the OBE loading conditions. the calculated safety factor value (SF ca. is greater than SFmin, indicating that the slope stability at the Way Sekampung Dam is safe. The simulation with MDE loading conditions, show results of the dam slope stability modeling in several variation resulted in SFcal < SFmin. This shows that the slope stability at the Way Sekampung Dam is not safe, have the potential to experience damage and collapse. Keywords: embankment dam, slope stability, seepage, earthquake. SEEP/W and SLOPE/W PENDAHULUAN Bendungan Way Sekampung secara administrative terletak di Provinsi Lampung dibangun bertujuan sebagai optimalisasi inflow dari DAS Way Sekampung di hilir bendungan Bendungan Batutegi yang dimanfaatkan untuk mendukung dan memfasilitasi kebutuhan masyarakat terutama di bidang pertanian, dan penyediaan airbersih. Lokasi Bendungan Way Sekampung pada sisi kanan bendungan terletak di Desa Pekon Bumi Ratu. Kecamatan Pagelaran, sedangkan sisi kiri bendungan terletak di Desa Banjarejo. Kecamatan Banyumas. Kabupaten Pringsewu. Provinsi Lampung. Secara bendunganiniteletakantara104o48'Aa 105o08' Bujur Timur dan 5o 12' Aa 5o 33' Lintang Selatan. (BBWS Mesuji Sekampung,2. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Gambar 1. Peta Lokasi Pembangunan Bendungan Way Sekampung (Tata Guna Patria,2019. Bendungan Way Sekampung merupakan bendungan urugan batu tipe zonal dengan inti bendungan tegak yang memerlukan peninjauan kondisi keamanan bendungan dalam upaya meminimalir potensi kegagalan. Dalam proses pembangunan bendungan, banyak dilakukan tinjauan geoteknik dalam tahap perencanaan, perancangan, dan pelaksanaan. Hal tersebut dilakukansebagai upaya agar syarat keamanan bendungan terpenuhi. Secara konstruksi, tubuh bendungan urugan dibentuk melalui pekerjaan geoteknik yakni pekerjaan timbunan yang bendungan termasuk lereng bendungan. Analisis keamanan bendungan secara terpisah dilakukan Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL secara geoteknik dalam rangka memenuhi persyaratan keamanan bendungan yang salah satunya adalah stabilitas lereng bendungan. Dalam penelitian ini, stabilitas lereng bendungan ditinjau dalam terpenuhinya nilai faktor keamanan terhadap keamanan terhadap rembesan dan ketahanan terhadap gempa. Terdapat beberapa tujuan dalam melakukan penelitian ini tujuan penelitian ini adalah mengetahui keamanan rembesan pada lereng bendungan melalui pendekatan kemanan terhadap potensi erosi buluh . pada kondisi muka air banjir (MAB), air normal (MAN), dan mengetahui keamanan stabilitas lereng bendungan dengan pembebanan gempa pada kondisi selesai konstruksi dan variasi muka air pada kondisi muka air banjir (MAB), muka air normal (MAN) dan muka air rendah (MAR). METODE PENELITIAN Metode yang dilakukan untuk melakukan analisis keamanan rembesan dengan mengunakan bantuan perangkat lunak GeoStudio 2012 SEEP/W dan untuk melakukan analisis kestabilan lereng dengan bantuan perangkat lunak GeoStudio 2012 SLOPE/W dengan metode kesetimbangan batas pada irisan bidang gelincir cara Morgenstein-Price. Perhitungan nilai faktor keamanan (FK) keamanan rembesan dilakukan pada kondisi muka air banjir (MAB) dan muka air normal (MAN). Perhitungan nilai faktor keamanan (FK) stabilitas lereng bendungan dengan pembebanan gempa terhadap muka air banjir (MAB), muka air normal (MAN) dan muka air rendah (MAR). Secara rinci mengenai prosedur penelitian dapat dilihat pada tahapan yang dilakukan melalui diagram alir pada Gambar 2. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Gambar 2. Diagram Alir Penelitian Permodelan Bendungan Bendungan akan dimodelkan secara dua dimensi dengan potongan melintang as bendungan, dengan beda tinggi paling besar antara puncak dan dasar permodelan lapisan tanah pondasi bendungan menggunakan data sekunder yang SNVT Bendungan Way Sekampung. Analisis Keamanan Rembesan Analisa keamanan rembesan dilakukan untuk mengetahui keamanan tubuh bendungan terhadap bahaya erosi pada tubuh bendungan . Air yang mengalir melewati lapisan tanah akan mendesak partikel tanah senilai dengan tekanan rembesan hidrodinamis yang bekerja mengikuti arah alirannya. Nilai tekanan rembesan akan merupakan fungsi dari gradient hidrolik. Tekanan rembesan yang terjadi dalam tanah mengakibatkan terangkutnya butir-butir tanah halus material penyusun bendungan. Jika proses pengangkutan meterial berlangsung secara terus menerus, maka akan menyebabkan terjadinya erosi pada tubuh bendungan . Maka dari itu perlu dilakukan perhitungan faktor keamanan dalamupaya mengetahui keamanan bendungan dari potensi bahaya piping atau tidak (Saragih,2. Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL . Gambar 3. Exit seepage pada tubuh bendungan (U. S Army Corps of Engineering, 1. Pada Gambar 3. , bagian hilir . , terdapat area yang merupakan keluarnya rembesan . xit seepag. , dimana gradien hidroliknya dapat juga disebut exit gradient. Sehingga, exit gradient (I. adalah nilai kehilangan energi per panjang pada area exit seepage, yang terletak di bagian downstream dari tubuh bendungan. Exit gradient pada bendungan diambil dengan mengambil suatu area dari flownet yang terletak pada keluaran rembesan . iasanya pada kaki bendungan bagian . Jika nilai exit gradient terlalu besar, maka dapat berpotensi menyebabkan Gradient dimana terjadi keadaan ini dinamakan critical gradient (Ic. Sehingga, nilai Ie harus kurang dari nilai icr. (US Army Corps of Engineers, 1. Icr=Oe1 . Keamanan bendungan terhadap piping dapat dihitung berdasarkan rumus empiris Harza dan Terzaghi dalam SNI 8065:2016 (Saragih,2. r= Faktor Keamanan(FK) r Gradienkeluarankritis xit Gradienkeluaran Berat isi efektif. /m. Berat isi air . /m. Beratjenis Angkapori Pada permodelan rembesan menggunakan metode elemen hingga Gradien keluar . dalam tanah dihitung sebagai total head hidrolis . dibagi dengan jarak aliran antara dua lokasi head yang diukur,yang ditulis dalam persamaan (GEOSLOPE International. Ltd. , 2012. Persamaan diferensial secara umum yang mengatur untuk rembesan dua dimensi dapat dinyatakan sebagai: ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 kx dan k y : koefisien permeabilitas . dalam arah . : total head hidrolis . Dalam hal bendungan yang tidak dilengkapi dengan filter pelindung, nilai angka keamanan FK >4, sedangkan yang dilengkapi dengan filter pelindung, nilai angka keamanan FK Ou 2 (Badan Standardisasi Nasional, 2016. Analisa Kegempaan pada Bendungan Urugan Dalam merencanakan struktur seismik, analisis beban gempa dibagi menjadi dua kategori, yaitu analisis seismik statis dan analisis seismik (Chopra, 1. Besarnya guncangan seismik yang digunakan dalam desain bendungan ditentukan dengan mempertimbangkan bebanbeban yang ada selama operasi bendungan, yang dikenal sebagai gempa dasar desain operasional (OBE), dan kondisi pembebanan yang tidak biasa atau kondisi tanah yang ekstrim dikenal sebagai Gempa Desain Maksimum. (MDE). (Tanjung et al. Dalam proses pemilihan parameter untuk menentukan analisis seismik, pemilihan metode analisis seismik yang paling tepat dan parameter yang akan digunakan membutuhkan kompetensi dan pengalaman teknis yang memadai. (Kimpraswil, 2. Analisis kegempaan ini dilakukan dalam beberapatahap. Klasifikasi kelas bebanbendungan. Kelas risikobendungan. Kriteria bebanbendungan Koefisien gempa terkoreksibendungan. Analisis gempa untuk desain bendungan dan bangunan pengairan tahan gempa dapat dilakukan dengan cara menghitung percepatan puncak gempa di permukaan tanah yang dilakukan modifikasi dengan metode yang telah dikembangkan oleh negara Jepang yaitu mteode AuSeismic Design Guadeline For Fill DamAy (Fata & Suhartanto. PSA Fakultas Teknik UMSB = FPGAxPBA . = PSA/g. = 1xKh . = 2xKh . ( . Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL PSA : Percepatan puncak gempa di permukaan tanah, yang berdasarkan klasifikasisite. FPGA : Faktor amplifikasi tanah PBA : Percepatan puncak gempa di batuan dasar . engacu pada peta Gempa Indonesia Kh : koefisien gempa dasar yang tergantung pada periode ulang T. : koreksi pengaruh daerah bebas . untuk bendungan tipeurugan = 0,7. namun, untuk bendungan beton dan pasangan batu = 1 . : koefisien gempa terkoreksi untuk analisis g : percepatan gravitasi. ,8m/det. Ko : koefisien gempa desain terkoreksi di permukaan tanah. : koreksi pengaruh jenis struktur, untuk bendungan tipe urugan = 0,5. Kh : koefisien gempa dasar yang tergantung periode ulang T. Dalam analisis stabilitas ini koefisien gempa pada kedalaman Y dari puncak bendungan berbedabeda. Untuk analisis stabilitas, peninjauan dilakukan pada Y = 0. 0,75H dan H (H ialah tinggi bendunga. dengan menggunakan Kh pada periode ulang sesuai dengan yang Koefisien gempa rata-rata K pada Y yang berbeda-beda dapat dihitung dengan persamaan-persamaan sebagai berikut (Imron et , 2. Untuk 0 < Y/H O 0,4 Kh = Ko x . ,5 Ae 1,85x (Y/H)} . Untuk 0,4 < Y/H O 1,0 momen gaya yang menahan . esisting force. (Badan Standardisasi Nasional, 2016a ). Perhitungan kuat geser material sepanjang keruntuhan dibutuhkan untuk melakukan analisis stabilitas lereng bendungan. Berdasarkan kriteria Mohr-Coulomb dengan Kh = Ko x { 2,0 Ae 0,60x (Y/H)} . : koefisien gempa pada kedalamanY . dari puncak bendungan : koefisien gempa desain terkoreksi di permukaan tanah. : kedalaman dari puncak bendungan . : tinggi bendungan. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Setelah didapatkan nilai Kh (Koefisien Horizonta. pada Y/H dengan periode ulang (T). Kemudian Kv (Koefisien Vertika. dapat dihitung dengan Kv=0,6Kh . Kv : Koefisien gempa vertikal Kh : Koefisien Gempa rencana maksimum (MDE) adalah gempa seismik terbesar di wilayah studi sedangkan Gempa operasional dasar (OBE) adalah batas getaran seismik di wilayah studi dengan probabilitas 50% kemungkinan gempa tidak melebihi 100 tahun. Analisis stabilitas dilakukan dengan metode keseimbangan batas dengan menggunakan koefisien gempa termodifikasi yang keluarannya berupa faktor keamanan. (Maretha et , 2. Analisis Stabilitas Lereng Bendungan Menurut Hardiyatmo . secara umum analisa kestabilan lereng dilakukan dengan menggunakan metode keseimbangan batas . imit equilibrium Hal-hal yang paling berpengaruh dalam stabilitas lereng antara lain kuat geser tanah, geometri lereng, tekanan air pori atau gaya rembesan, dan kondisi pembebanan. Stabilitas pada suatu lereng ditentukan oleh hubungan antara momen gaya yang melongsorkan . riving force. yang akan membuat massa tanah/batuan bergerak ke bawah, dan yang menyebabkan massa tanah/batuan tetap berada di tempatnya adalah konsep tegangan efektif, maka kuat geser AuSAy . ada saat runtu. dirumuskan dalam Persamaan sebagai berikut (Departemen Pekerjaan Umum, 2. =A (O. tanOIAA . = Kekuatangeser A = Tegangan total pada bidanggeser = Tegangantotal = Tegangan airpori OIA = Sudut geser dalamefektif Hasil analisis dinyatakan dalam Faktor Keamanan (FK), dalam persamaan (Departemen Pekerjaan Umum, 2. Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL ( . ircular ar. Lokasi bidang longsor yang dilakukan tinjauan berada pada lereng hulu dimana:= Ou1atau>=Amandan . dan lereng hilir . pada <= Tidak Stabil bendungan urugan pada umumnya analisis Bentuk bidang longsor dan lokasi yang akan dilakukan pada kondisi yang paling kritis yang ditinjau perlu dilakukan pada analisis stabilitas mungkin terjadi. Rujukan standar nilai faktor Pada bendungan urugan bertipe urugan keamanan (FK) yang digunakan adalah SNI 8064homogen atau zonal, dengan pondasi dari material 2016 (Nanda & Hamdhan, 2016 dalam Maretha et berbutir halus, lebih sering digunakan analisa , 2. stabilitas lereng dengan bentuk bidang longsor Tabel 1. Persyaratan FK minimum lereng bendungan tipe urugan berdasarkan (SNI 8064-2. No Kondisi FK Syarat Beban Gempa OBE Beban Gempa MDE Pasca Konstruksi Muka Air Banjir Muka Air Normal Muka Air Rendah HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan Peta Geologi Bersistem Indonesia Lembar Kota Agung tahun 2010 pada Gambar 4. lokasi Bendungan Way Sekampung dan sekitarnya terdiri dari 3 . formasi batuan, dari urutan tua sampai ke muda adalah sebagai Komplek Gunung Kasih (Pz. , terdiri dari sekis. ,kwarsit. ,batupualam. Batuan ini diperkirakan berumur Paleozoikum. Formasi Gading (Tom. , tersusun dari batupasir, batu lanau dan batu lempung dengan sisipan batug amping dan lignit. Batuan ini berumur PliosenAwal. Formasi Lampung (Qt. , tersusun oleh tuf batuapung, batupasir tuf, setempat sisipan tuf. Batuan ini berumurPlesitosen. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Gambar 0. Peta Geologi Regional Daerah Penyelidikan (Amin dkk. Badan Geologi, 2. Berdasarkan pemetaan geologi dan pemboran inti, geologi teknik tapak bendungan terdiri dari (BBWS Mesuji Sekampung, 2. Endapan sungai(Aluvia. Penyebaran sepanjang alur sungai dan dataran Endapan ini merupakan campuran lempung, lanau, pasir, kerikil, kerakal dan beberapa boulder. Kolovial Terdapat di lereng perbukitan sandaran kiri dan sandaran kanan. Merupakan campuran lanau pasiran, pasir dan boulder, berwarna coklat kemerahan. Residual Soil Terdapat di bagian permukaan, merupakan pelapukan sempurna dari batuan dibawahnya, berupa lempung pasiran, lanau pasiran, berwarna merah kecoklatan sampai coklat, agak liat sampai sangatliat. Batupasir Tufaan Penyebaran di sandaran kiri dan sandaran kanan rencana lokasi bendungan. Batu pasir tufaan/batu pasir mempunyai sifat fisik berwarna coklat kekuningan, berukuran butir sedang sampai halus, tufaan, sangat padat sampai agak keras dalam kondisi segar sampai lapuk ringan, berwarna coklat kemerahan Breksi Dijumpai di bawah alur sungai dan kiri dan kanan sungai. Sifat fisik berwarna bauAa abu kehitaman, matrik tuf pasir tersemen baik, fragmenandesitdenganukuran2Aa 10cm,keras dan ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Kwarsit Batuan ini terdapat di kiri, di bawah dasar sungai dan di kanan sungai, merupakan batuan dasar . berumur Pre Tersier. Sifat fisik berwarna putih kemerahan dalam kondisi segar, berwarna coklat kemerahan dalam kondisi lapuk, massif, kompak, keras. , banyak terdapat kekarAa kekar. denganintervalantara 5 cm sampai 30cm. Sekis Dijumpai pada bagian paling bawah, posisi batuan selang seling dengan kwarsit. BerwarnaabuAa abukeputihandalamkondisi segar, berwarna coklat keputihan dalam kondisi lapuk, memperlihatkan bidang belahan . , secara kesatuan keras, kadangAa kadang terdapat mika,banyakterdapatkekarAa kekar. , keras,kompak. Secara berurutan batuan tua ke batuan muda terdiri dari satuan sekis, kwarsit, breksi, tuf, batupasir tufaan, kolovial dan endapan sungai . , seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5. Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Gambar 5. Peta Geologi Teknik Tapak Bendungan Way Sekampung Penampang Tipikal Bendungan Bendungan Way Sekampung bendungan dengan desain tipe urgan zonal dengan inti tegak , yang teridiri dari material penyusun berupa zona inti kedap air, zona filter halus, zona filter kasar, zona timbunan batu, dan zona rip-rap dapat dilihat pada Gambar 6. Gambar 6. Tipikal Zonasi Tubuh Bendungan Way Sekampung ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL lapangan secara aktual dapat digunakan dalam Parameter Desain Bendungan Dari hasil analisis perhitungan serta uji Bendungan Way laboratorium yang telah dilaksanakan, hasil Sekampung dapat dilihat pada tabel 2 parameter desain yang telah terpasang di Tabel 2. Parameter timbunan Bendungan Way Sekampung Kepadatan Kuat Geser Material sat r/cmA) Permeabilitas (K) . m/deti. C . g/cmA) yo (A) 44 x10-3 Zona 1 - Inti Lempung U-U C-U (Tota. C-U (Effekti. Zona 2 - Filter Halus Zona 3 - Transisi 30 x10-2 Zona 4. 1 - Batu 4a 93 x10-3 Zona 4. 2 - Batu 4b 67 x10-1 Rip - Rap Lulus Air Pondasi Sekis 00 x10-5 Sumber:Tata Guna Patria. PT. KSO, 2019b Analisa Keamanan Rembesan Pada Bendungan Analisis Bendungan Way Sekampung dilakukan dengan metoda elemen hingga . inite elemen. , dengan menggunakan perangkat lunak program SEEP/W. Analisa mengetahui keamanan tubuh bendungan terhadap bahaya piping dilakukan pada variasi kondisi muka air banjir (MAB) dan muka air normal (MAN) ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Gradien Hidrolis Kritis Icr =Oe1 1 Icr=2. 642Oe1 = 1,048 1 0,566 Gradien Keluaran Iexit =dH Iexit= XYGradien Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL 130 . FW L el. 0,49234mA/days NW L el. LW L el. Elevasi . -300 -290 -280 -270 -260 -250 -240 -230 -220 -210 -200 -190 -180 -170 -160 -150 -140 -130 120 -110 -100 -90 -80 -70 -60 -50 -40 -30 -20 -10 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 Jarak . Gambar 7. Seepage Bendungan Way Sekampung kondisi MAB ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Tabel 3. Faktor Keamanan terhadap Piping di Bendungan Way Sekampung Kondisi MAB Nodal XYGradie Icr FSPipin FKijin Terpenuhi 0,234 1,048 4,479 0,253 1,048 4,142 0,258 1,048 4,062 0,249 1,048 4,209 0,24 1,048 4,367 0,242 1,048 4,331 0,246 1,048 4,260 0,23 1,048 4,557 0,244 1,048 4,295 0,225 1,048 4,658 Sumber : Hasil perhitungan . FW L el. 0,45837mA/days NW L el. LW L el. Elevasi . -300 -290 -280 -270 -260 -250 -240 -230 -220 -210 -200 -190 -180 -170 -160 -150 -140 -130 120 -110 -100 -90 -80 -70 -60 -50 -40 -30 -20 -10 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 Jarak . Gambar 8. Seepage Bendungan Way Sekampung kondisi MAN Tabel 4. Faktor Keamanan terhadap Piping di Bendungan Way Sekampung Kondisi MAN ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Nodal XYGradie Icr FKPipin FKijin Terpenuhi 0,258 1,048 4,062 0,254 1,048 4,126 0,253 1,048 4,142 0,254 1,048 4,126 0,258 1,048 4,062 0,254 1,048 4,126 0,252 1,048 4,159 0,251 1,048 4,175 0,247 1,048 4,243 0,242 1,048 4,331 Sumber : Hasil perhitungan . Dari hasil analisa dan permodelan keamanan rembesan yang telah dilakukan dengan kondisi muka air banjir (MAB) dan muka air normal (MAN) yang diperlihatkan pada Tabel 3. Tabel 4. Gambar 5, dan Gambar 6. Pada tiap variasi kondisihasil simulasi permodelan rembesan menggunakan software SEEP/W, terhadap potensi piping pada Bendungan Way Sekampung, didapatkan bahwa FKhitung > FKijin. Hal in menunjukan bahwa tubuh bendungan dapat terpenuhi keamanan terhadap potensi Kelas Resiko dan Koefisien Gempa Termodifikasi Penentuan kelas resiko dan perhitungan koefisien gempa dilakukan berdasarkan pada pedoman konstruksi untuk analisis stabilitas bendungan tipe urugan akibat beban gempa dari Departemen Pemukiman Dan Prasarana Wilayah tahun 2004, perhitungan kelas risiko bendungan dilakukan dengan menghitung total keseluruhan nilai faktor resiko dari empat faktor resiko yang menjadi parameter, kemudian hasil tersebut dimasukkan ke dalam tabel kelas risiko. Bendungan Way Sekampung dikategorikan dalam kelas resiko IV . Hasil klasifikasi kelas resiko kemudian dimasukkan kedalam tabel kriteria beban gempa, sehingga didapatkan kriteria beban gempa OBE perulangan pada T = 100 tahun dengan FKmin Ou 1,20 sesuai dengan kriteria yang berlaku dan gempa MDE perulangan T = 000 tahun dengan FK Ou 1. Nilai perhitungan koefisien gempa ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 OBE didapatkan nilai percepatan gempa dasar sebesar 0,150 (T=100 tahu. , dan MDE sebesar 0,592 (T=10. 000 tahu. , dan faktor amplikasi gempa untuk gempa OBE dan MDE adalah 1, dikarenakan hasil analisa situs setempat merupakan situs batuan. Berdasarkan menggunakan persamaan . , . diperoleh nilai PGA pada kondisi OBE 0,150g, dan kondisi MDE 0,592g,koefisien gempa terkoreksi di permukaan tanah (K. pada kondisi OBE dan MDE didapatkan nilai Ko pada kondisi OBE 0,075, dan kondisi MDE 0,296. Perhitungan koefisien gempa pada penelitian ini dilakukan pada kedalaman Y/H 1 . 0,75 . 0,5 . 0,25 menggunakan persamaan . diperoleh nilai koefisien gempa horizontal (K. dan nilai koefisien gempa vertikal (K. dilakukan perhitungan menggunakan Persamaan . yang dihitung sebesar 0,6 x Kh dapat dilihat pada tabel Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Tabel 5. Koefisien Gempa Horizontal dan Vertikal pada kondisi OBE dan MDE Kala Ulang PBA PSA Y/H Gempa OBE . 0,0700 0,0775 0,0850 0,1019 MDE . 00 t. 0,2763 0,3059 0,3355 0,4021 Sumber : Hasil perhitungan . perhitungan FK kondisi ada gempa OBE pada Analisis Stabilitas Lereng Untuk menganalisis stabilitas lereng tubuh tabel 6 dan gempa MDE setelah selesai Bendungan Way Sekampung digunakan konstruksi dapat dilihat pada tabel 7. bantuan Software Geostudio 2012 dengan program SLOPE/W, pendekatan dengan Kondisi Variasi Muka Air metode kesetimbangan batas dengan irisan Pada kondisi variasi muka air , bendungan sudah pada bidang luncur menggunakan metode memasuki tahap operasional dan digenangi air. Morgenstein-Price. Analisis dilakukan pada Rencana elevasi untuk tiga kondisi, yaitu pada kondisi selesai masing masing kondisi muka air pada konstruksi, variasi muka air yakni muka air Bendungan Way Sekampung yakni muka air banjir (MAB), muka air normal (MAN) dan banjir (MAB) pada elevasi di muka air rendah (MAR). Data yang digunakan 125,73mdpl, muka air normal (MAN) pada dalam analisis adalah parameter desain elevasi 124mdpl, muka air rendah (MAR) pada material yang telah dilakukan uji laboratorium elevasi di 112mdpl. Dalam kondisi muka air meliputi nilai kohesi . , sudut geser dalam . , banjir (MAB), diasumsikan material bersifat dan berat isi dapat dilihat pada tabel 2. Selain basah sehingga berat jenis yang digunakan yaitu data parameter desain material timbunan, data berat jenis basah . Untuk kondisi muka air koefisien gempa digunakan untuk masingnormal dan muka airrendah, diasumsikan masing kondisi dapat dilihat pada Tabel 5. material bersifat jenuh air sehingga berat jenis yang digunakan yaitu berat jenis jenuh . Kondisi Selesai Konstruksi Hasil perhitungan faktor keamanan (FK) pada Pada kondisi selesai konstruksi, pada umumnya tiap-tiap kondisi muka untuk gempa OBE dan bendungan masih kering dan belum ada gempa MDE dapat dilihat pada Tabel 6 dan Tabel genangan air. Maka pada kondisi ini OBE diasumsikan bahwa material timbunan bersifat MDEdapatdilihatpadaTabel6danTabel kering sehingga berat jenis yang digunakan 7 serta permodelannya dapat dilihat pada Gambar adalah berat jenis kering . Hasil 9 dan Gambar 10. Tabel 6. FK Stabilitas Lereng Bendungan Way Sekampung beban Gempa OBE Kondisi FK Ijin FK OBE Y/H =1 Y/H = 0. 75 Y/H = 0. 50 Y/H = 0. 0,105 0,116 0,128 0,153 Hulu 1,20 2,98 2,90 2,79 1,85 Hilir 1,20 1,87 1,86 1,74 1,83 MAB Hulu 1,20 2,23 2,14 2,08 1,70 73 mdpl Hilir 1,20 1,86 1,88 1,78 1,83 MAN Hulu 1,20 2,22 2,13 2,07 1,62 00 mdpl Hilir 1,20 1,87 1,88 1,78 1,94 MAR Hulu 1,20 2,17 2,07 2,04 1,85 00 mdpl Hilir 1,20 1,87 1,86 1,71 1,75 Setelah Konstruksi Sumber : Hasil perhitungan . ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL 2,08 FWL el. NWL el. LW Lel. Elevasi . -300 -290 -280 -270 -260 -250 -240 -230 -220 -210 -200 -190 -180 -170 -160 -150 -140 -130 -120 110 -100 -90 -80 -70 -60 -50 -40 -30 -20 -10 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 14 Jarak . Gambar 9. FK hulu gempa OBE modifikasi Y/H=0,5 ,pada aliran tetap, kondisi muka air banjir Dari hasil analisa dan permodelan yang telah dilakukan dengan kondisi pembebanan gempa OBE yang diperlihatkan pada Tabel 6 dan Gambar 9. Pada tiap variasi kondisi pada lokasianalisa stabilitas lereng di hulu dan hilir bendungan, untuk tiap variasi koefisien gempa pada kedalaman dari puncak bendungan (Y/H). ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 diketahui bahwa hasil simulasi permodelan FKhitung>FKijin. Hal ini menunjukan bahwa kondisi lereng bendungan saat terjadi gempa OBEdengan persyaratan tanpa kerusakan, dapat terpenuhi keamananlerengnya. Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Tabel 7. FK Stabilitas Lereng Bendungan Way Sekampung beban Gempa MDE Kondisi FKIjin FKMDE Y/H =1 Y/H = 0. 75 Y/H = 0. 50 Y/H = 0. 0,414 0,459 0,503 0,603 Hulu 1,00 1,28 1,21 1,30 1,25 Hilir 1,00 0,96 0,98 1,19 1,16 MAB Hulu 1,00 0,86 0,80 0,81 0,75 Hilir 1,00 1,12 0,98 1,19 1,16 MAN Hulu 1,00 0,91 0,80 0,76 0,77 Hilir 1,00 1,13 0,98 1,19 1,16 MAR Hulu 1,00 0,92 0,86 0,91 1,07 Hilir 1,00 1,03 0,96 1,19 1,16 Setelah Konstruksi Sumber : Hasil perhitungan . 0,81 FW L el. NW L el. LW L el. Elevasi . -300 -290 -280 -270 -260 -250 -240 -230 -220 -210 -200 -190 -180 -170 -160 -150 -140 -130 -120 110 -100 -90 -80 -70 -60 -50 -40 -30 -20 -10 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 14 Jarak . Gambar 10. FK hulu gempa OBE modifikasi Y/H=0,5 ,pada aliran tetap, kondisi muka air banjir ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Journal Rang Teknik http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Analisa dan permodelan yang telah dilakukan dengan kondisi pembebanan gempa MDE dengan persyaratan kerusakan tanpa keruntuhan, yang diperlihatkan pada Tabel 7 dan Gambar 10, pada tiap variasi kondisi pada lokasi analisa stabilitas lereng di hulu dan hilir bendungan, untuk tiap variasi koefisien gempa termodifikasi pada estimasi kedalaman bidang gelincir dari puncak bendungan (Y/H), menunjukan hasil simulasi permodelan stabilitas lereng bendungan mendapatkan beberapa kondisi dimana FKhitung < FKijin. Hal ini menunjukan bahwa lereng bendungan berpotensi mengalami kerusakan dan Secara tinjauan keseluruhan nilai faktor keamanan (FK) pada bagian hulu dan hilir, dengan beban gempa OBE maupun MDE. Pada bagian hilir untuk kondisi tanpa beban gempa maupun dengan beban gempa OBE dan MDE memiliki nilai faktor keamanan (FK) yang relatif lebih kecil dibandingkan bagian hulu. Hal ini dikarenakan pada bagian hilir bendungan memiliki tekanan yang tinggi pada saat volume muka air bendungan bertambah. Hal ini juga disebabkan oleh material tubuh bendungan yang jenuh air sehingga berat jenisnya semakin bertambah, sehingga kestabilan lereng bagian hilir semakinberkurang. Berdasarkan hasil analisis kestabilan lereng yang sudah dilakukan nilai faktor keamanan (FK) hasil perhitungan pada kondisi tanpa gempa dan dengan kondisi gempa OBE nilai FK telah memenuhi syarat, namun pada kondisi Gempa MDE tidak memenuhi FK minimum standar regulasi, sehingga perlu dilakukan penelitian selanjutnya dengan metode yanglainnya. Sekampung dikatakan aman terhadap Pada kondisi pembebanan gempa OBE pada ragam variasi kondisi pada lokasi hulu dan hilir bendungan, untuk tiap variasi koefisien gempa pada kedalaman (Y/H), didapatkan Nilai FK hitung>Fkijin yang menunjukan bahwa kondisi stabilitas Bendungan Way Sekampung,aman. Pada kondisi pembebanan gempa MDE pada ragam variasi kondisi pada lokasi hulu dan hilir bendungan, untuk tiap variasi koefisien gempa pada kedalaman bendungan(Y/H), didapatkan hasil simulasi permodelan stabilitas lereng bendungan pada FKhitung